Vengeance

ini aku bikin pas ultahnya wookie yang ke 23 (umur internasional)

 

 

Judul : Vengeance

Genre : Drama Crime

Cast : Kim Taeyeon (SNSD), Super Junior KRY member’s (Kyuhyun, Ryeowook, Yesung), Kim Hee Chul Super Junior

 

Author : HANAN HANIFAH lah siapa lagi coba?

NB : Sejujurnya aku nggak bisa ngebayangin kalo wookie ku yang innocent berperan seperti ini maaf kalo ceritanya jelek. Gomawaeyo udah baca

 

 

 

KIM TAEYEON POV

eomma, sayang kalian. Saranghaeyo.”

“Nado saranghaeyo eomma! Kita akan selalu bersama”

-STOP-

Aku pun menghentikan video yang dibuat setahun yang lalu. Video disaat aku, oppa, dan eomma merayakan ulang tahunnya. Tak terasa air mataku mengalir dengan deras. Eomma aku begitu merindukanmu.

Huh…. tepat sebulan kemudian eomma pergi meninggalkanku dan oppa untuk selamanya, dan itu tepat di hari ulang tahun oppa. Dari kejadian tersebut, tentu saja oppa ku yang paling terpukul, karena dia sangat dekat dengan eomma. Mereka sering memasak bersama, bercanda bersama, melakukan hal bersama. Oppa ku orang yang sangat lembut, hangat, walau jahil. tapi aku menyukai hal itu, karena aku tahu oppa menyayangiku. Namun kini……

Aku bersiap-siap mengunjungi makam eomma untuk merayakan ualang tahunnya. Dan aku ingin mengajak oppa tercintaku.

“Oppa”

“hm…” gumamnya sambil tiduran

“mau ikut ke makam nggak?”

“makam? Makam siapa?”

“eomma”

“hm…”

“Oppa”

“hm…”

“jangan hm..hm… terus dong! Mau ikut apa kagak?”

“buat apa? Mau ngerayain ulang tahun eomma? Untuk apa? Orang eomma udah nggak ada lagi, jadi buat apa merayakan ulang tahunnya? Buang waktu saja”

“Ya setidaknya kita mendoakannya”

“Mendoakannya? Aish… Kim Taeyeon, sudah cukuplah mendoakannya. Toh kalo kita mendoakannya tidak akan kembali, lagian apa untungnya untuk kita?”

argh…. aku kesal dengan kata-kata oppa ku. Apa dia memang sudah tak sayang lagi dengan eomma. Oppa mengapa kau jadi berubah, tidak seperti dulu.

“KIM RYEOWOOK! APA KAU SUDAH TAK SAYANG LAGI DENGAN EOMMA?!” teriakku kesal. Aku sudah tak memperdulikan lagi etikaku, aku langsung memanggil namanya tanpa memakai oppa.

PLAK!

Oppa menamparku! Mengapa oppa bertindak kasar padaku? Selama aku hidup 19 tahun oppa, tak pernah menamparku.jangankan menampar, memperlakukanku secara kasar saja tak pernah.

“NEO!” teriaknya marah “seharusnya kamu memanggilku ini OPPA! Aku ini kakak laki-lakimu, dan beda kita 2 TAHUN!”

“Oppa, mengapa kau jadi kasar begini, sungguh kau banyak berubah semenjak eomma meninggal”

“Terserah kau!”

“Huh… aku pun juga terserah oppa. Aku pergi dulu. Kalo oppa lapar bisa membuat makanan sendiri. Bahannya ada dikulkas” seruku sambil pergi.

“Dongsaeng tak tahu diri”

*****

 

“Anyeong! Oppa!” panggilku. Tak ada yang menyahut. Nampaknya oppa pergi. Untung aku membawa kunci cadangan.

Betapa terkejutnya saat aku masuk kedalam. Rumah ditinggalkan dalam keadaan berantakan, dan terdapat bercak darah. Darah siapakah itu? Omo~ tak mungkin…. tak mungkin oppa…..

aku pun mencari oppa keseluruh ruangan, namun aku tak menemuinya. Dan saat dihalaman belakang aku menemukan sesosok ayam yang sudah terkulai lemas *sesosok ayam? Kagak salah?! Seekor ayam kaleee….* mungkin bercak darah tadi bercak darah ayam ini. mungkin kakak menyenbelihnya untuk dimakan.

Saat aku mengambil ayam itu untuk dibersihkan, aku mencium bau mesiu. Aneh, masak oppa membunuh ayam ini dengan menembaknya, oppa kan tak punya pistol. Aish.. sudahlah tak usah kupikirkan, lebih baik aku memasak untuk malam ini. Tentu menunya bukan ayam ini karena ayam ini bau mesiu, jadi tak mungkin aku santap.

*****

tok..tok..tok….

aku tersadar dari tidurku yang lelap. Ada orang yang mengetuk pintu. Kulihat jam, dan jam menunjukkan jam 2. siapa sih orang yang mengetuk pintu di tengah malam begini mana ujan lebat lagi. hm.. mungkin oppa pulang, tapi pasti dia pulang dalam keadaan….

“Ne… tunggu!”

aku pun membuka pintu. Sudah kuduga oppa pulang dalam keadaan mabuk berat, dan dia tak sendiri ada 2 temannya mengantar.

“Ah.. jinja…. oppa, kau ini mabuk lagi!” marahku

“Sudahlah taeyeon,percuma kau marahi dia, dia tak sadar lebih baik bawa dia ke kamarnya” ujar Kyuhyun

“Ne… oppa tolong bantu aku bawa ryeowook oppa ke kamarnya”

Yesung oppa dan Kyuhyun oppa menggotong Ryeowook oppa ke kamarnya. Aku sudah pusing melihat tingkah laku kakakku. Ia benar-benar berubah semenjak eomma meninggal.

“Ah gomawaeyo oppa sudah mengantarkan oppaku pulang. Terus mianhaeyo udah ngerepotin” ucapku sambil membawa coklat hangat untuk mereka.

“Ah gwaenchana….” jawab Yesung Oppa

“Ne… gwaenchana sudah seharusnya. Daripada dia diusir dari bar dan ia tergeletak begitu saja dijalanan” tambah Kyu Oppa

Yesung Oppa pun membuka obrolan “Yeon, oppa mu itu kenapa? Setahun terakhir dia berubah banyak. Aku melihat dia seperti bukan dirinya. Dia berubah 180drjt”

“benar, dia sudah tak pernah les vokal lagi, hobinya berantem, mabuk. Setiap aku melihat matanya, aku melihat sorot kebencian yang begitu dalam”

“Entahlah… semenjak eomma meninggal, oppa berubah drastis. Dia menjadi dingin, tak pedulian, kasar. Jangan kan untuk melihatnya tertawa, untuk melihatnya tersenyumpun sudah tidak pernah. Kalaupun dia tersenyum, itu bukan senyuman bahagia, namun senyuman iblis. Aku tidak mengerti”

“Oh ya apakah dia masih suka memasak?” tanya Kyu Oppa

“Ah kau ini malah memikirkan memasak. Bilang saja kau ini lapar” ejek Yesung Oppa

“Hahahaha, Kyu oppa, kau lapar? Apa mau kubuatkan makanan?” tawarku

“Ani…anio… tak perlu! Ah kau ini Hyung!”

“memasak? Ya dia masih suka memasak, tapi tidak sesering dulu. Dia hanya masak jika dia benar-benar merasa kelaparan, dan aku sedang tidak ada. Jika ada aku, dia selalu menyuruhku memasakkan makanan untuknya, dan lagipula…..”

“lagipula apa?” tanya Yesung Oppa penasaran

“Lagipula rasa masakannya sudah tak seenak dulu.”

“Tak seenak dulu? Sama saja ah! Waktu kemaren Wookie Hyung memasak bulgogi untuk aku dan Yesung Hyung di rumahku, rasanya tetap lezat. Malah lezat sekali!”

“ya, bumbu-bumbunya tetap sama, cara memasaknya pun tetap sama. Namun…. dia memasak tidak dengan hatinya. Ia memasak dengan perasaan hampa,kosong, sehingga membuat masakannya berbeda seperti dulu”

“memangnya terlihat dari masakannya?” tanya Yesung oppa

“terlihat dari cara dia menata makanannya, dan rasanya sedikit berbeda. Oh ya tadi btw, kata Kyu Oppa, kemaren Oppaku ke rumahmu? Kok dia mau?”

“Ya, aku dan Yesung Hyung memaksanya. Awalnya ogah-ogahan, tapi aku paksa dan akhirnya Ia mau”

“Mungkin Ia mau karena kami ini sahabatnya di les vokal yang selalu bareng, jadi masih mau diajak-ajak walau ogah-ogahan. Soalnya dia sering banget ngajak kita buat ke bar menemani dirinya. ” tambah Yesung Oppa

“Hyung, kita pulang yuk! Nampaknya hujan sudah reda!” ajak Kyu Oppa

“Eh, kenapa pulang? Kenapa nggak nginep aja. Sekarang kan udah jam setengah 3! berbahaya! Emang berani” tahanku

“Nggak ah, takut ngerepotin kamu” tolak Kyu Oppa

“Lagian Urineun namja imnida, jadi harus berani. Iya nggak Kyu?”

“Yoyoy Hyung!”

“Ya udah atuh kalo gitu hati-hati ya Oppa! Gomawaeyo ya!”

“Ah Ne… Cheonmanayo!”

*****

Snip…snip… hah? Kok tercium bau asap rokok? Asap rokok darimana? Jangan-jangan ini… aku pun melihat ke kamar oppa..

“Oppa! Sejak kapan kau merokok?”

“Aish…. apa kau ini? Aku baru bangun kau malah marah-marah nggak jelas!”

“Oppa! Matikan rokokmu!” seruku sambil merebut rokoknya dari tangannya

“Taeyon! Apa maksudmu?! Merebut seenaknya!”

“Oppa sejak kapan kau merokok? Kenapa kau merokok?”

“Bukan urusanmu”

“Oppa jawab! Kapan? Kenapa? Oppa kan tau eomma melarang kita untuk merokok”

“Sekarang kan eomma udah nggak ada, dia mana tahu aku merokok apa tidak!”

“Oppa tolong hentikan! Oppa sejak kapan?”

“Sudah kubilang ini bukan urusanmu. Urus lah urusanmu sendiri!”

“Tentu saja ini urusanku!”

“Urusanmu?”

“Tentu saja karena… karena….” aku tak sanggup menahan air mataku. Aku sudah tak sanggup menghadapi perilaku kakakku.aku pun berteriak sambil menangis “NANEUN NEO DONGSAENG! NEO NEUN NA OPPA! Kita keluarga oppa! Masalahmu juga masalahku, urusanmu pun urusanku, sukamu itu sukaku juga, begitu juga dengan dukamu dukaku juga oppa! Oppa aku sangat menyayangimu, namun mengapa kau berubah? Waeyo oppa? Kau tak pernah memperhatikanku. Kau sudah seperti orang lain bagiku. Semenjak eomma meninggal, kaulah satu-satunya keluargaku, satu-satunya orang yang menyayangiku, satu-satunya yang memberikanku perhatian, namun oppa malah berubah. Semenjak eomma meninggal aku merasa benar-benar kehilangan semua keluargaku. Oppa kenapa kau berubah? Tolong jangan berubah, oppa satu-satunya orang yang kumiliki di dunia ini.” aku mencurahkan semua isi hatiku yang telah kupendam selama ini sambil menangis.

And do you know reaksi dari Ryeowook Oppa? Dia hanya terdiam, terpaku. Kemudian dia mematikan rokoknya dan membuangnya, lalu dia pergi begitu saja, namun saat dia melewatiku dia berbisik “Mianhaeyo” dan lalu pergi lagi.

Aku menangis di depan piano kesayangan oppa dan eomma. Aku menangis sambil memandangi fotoku,eomma, dan oppa saat kami berada di depan piano. Aku ingat saat itu aku bernyanyi, eomma dan oppa bermain piano, dan oppa pun bernyanyi. Lagu yang kami paling senang mainkan adalah cinta satu malam *jiah…. main piano lagunya cinta satu malam, tapi jangan salah ini cinta satu malam versi jazz. Ituloh kayak yang afgan bawain diacara harmoni* , lalu lagu ucing garong *sama kayak cinta satu malam, ini versi jazznya* , dan juga Super Junior – Happy Together.

“Eomma,bogoshipoyo! Kalo saja ada eomma, oppa tidak akan seperti ini. Jeongmal bogoshipoyo.” curhatku kepada foto eomma.

Aku terus menangis di depan piano. Dulu jika aku bersedih oppa akan menghiburku dengan bermain piano. Dia bermain piano dengan sangat indah, lembut, penuh perasaan. Namun kini dia sudah tak pernah menyentuh piano, sehingga piano ini berdebu. Melihat piano itu berdebu aku pun membersihkannya. Dan aku kembali menangis hingga aku tertidur.

*****

“Huah….” aku terbangun. Setelah tadi aku puas menangis aku tertidur. Kulihat jam. MWO? Jam 1 malam. Selama itu kah aku menangis? Seingatku aku tadi menangis jam 11 siang dan kini sudah jam 1 malam. Apakah oppa sudah pulang? Akan ku cek ke kamarnya.

Saat berdiri aku baru menyadari aku telah berada dikamar dengan badan dilapisi selimut hangat. Hah? Siapakah yang melakukannya? Apakah oppa?

Akhirnya aku mengecek kamar oppa. Dan huh… syukurlah oppa sudah pulang dan dalam keadaan tidak mabuk. Ah oppa mulai memperhatikanku lagi. Aku pun masuk ke kamarnya. Lalu aku duduk disampingnya.

“Gomawo oppa! Jeongmal saranghae!” ucapku sambil memeluk oppa. Namun dia tak sadar, dia tetap tertidur.

“Oppa, rasanya aku ingin tidur bersamamu, tapi pasti kau takkan mengizikannya. Oppa aku merindukan kau yang dulu!”

Aku pun melihat sekeliling. Ah berantakannya kamar oppa. Aku selalu ingin membereskan kamar oppa, namun oppa tak pernah mengizinkan ku untuk membereskannya. Jangankan untuk membereskannya, masuk pun aku sering tak diperbolehkan. Namun kali ini aku akan membangkangnya. Aku tak tahan melihat kamarnya berantakan.

Aku pun membereskan kamar oppa. Saat aku membereskan tumpukan kertas, ada beberapa kertas yang menarik perhatianku.

Tempat Pembelian Senjata Api Murah

Cara Menembak Sasaran dengan tepat

Cara Membunuh Orang yang Kita Benci Tanpa diketahui Orang *sumpah kalo ada artikel kayak gini, aslinya nggak penting banget tuh artikel*

Hah? Kertas apaan ini? Apa maksudnya? Oppa… jelaskanlah! Oppa tak mungkin kan bermaksud membunuh seseorang. Tak mungkin aku kenal oppaku, Kim Ryeowook. Walau dia sudah berubah tapi aku yakin dia tidak sejahat itu.

Ah sudahlah daripada berpikir macam-macam lekas bereskan kamar oppa, lalu kembali ke alam mimpimu, Taeyeon!

Setelah beberes aku menatap wajah kakakku. Wajahnya nampak seperti malaikat. Dulu wajah seperti ini selalu ada dalam harinya, namun saat ini hanya pada saat dia tidur. Aku pun kembali kekamar untuk tidur.

Sebelum tidur aku pun berdo’a “Tuhan, Oppa adalah satu-satunya keluarga yang kumiliki, kumohon semoga dia kembali seperti dulu!”

Wait… satu-satunya? Oppa adalah satu-satunya keluargaku? Kan masih…..

*****

 

Saat aku bangun, aku terkejut. Sudah ada makanan di meja makan. Saat kulihat ke dpur, ternyata oppa sedang memasak. Aih… aku senang oppa mulai memperhatikanku.

“Kau sudah bangun?”

“Ne oppa”

“Taeyeon, sudah kubilang, jangan masuk ke kamarku tanpa izin, tapi kau malah masuk dengan seenaknya dan membereskan kamarku lagi! Seenaknya saja kau! Dasar dongsaeng tak tahu diri”

Jleb… kata-katanya menusuk jantungku. Huh… ternyata oppa belum benar-benar berubah. Dia masih tetap dingin, kasar, dan pemarah.

“Mianhae oppa. Aku lakukan ini sebagai balas jasaku, karena oppa telah menidurkan aku dikamar *menidurkan…. jiah istilahnya kayak yang rada mesum gitu ya? Heu.heu.heu. =9 itu sih authornya aja yang pikirannya kayak gitu* “

“Aku melakukan itu karena aku nggak mau melihat dongsaeng ku menangis. Jadi lainkali kau jangan seenaknya!” Seru Ryeowook Oppa sambil pergi.

“Oppa!”

“MWO?!”

“Oppa jangan marah dong cuman gara-gara aku panggil! Gomawo ya udah masak buat aku”

Oppa pun diam sejenak setelah itu pergi. Aku pun makan masakan oppa. Ah sudah lama aku tak memakannya. Memang rasanya masih tak selezat dulu, namun tak sebiasa sekarang. Oppa memasaknya dengan hati, walau tidak sepenuh hatinya. Namun aku senang.

“Sekarang tanggal berapa ya?” tanyaku pada diriku sendiri. Aku melihat kalender

“Mwo?! Tanggal 20 juni? Wow, 1 hari lagi kan oppa ulang tahun! Aku harus membeli kado dan memberinya kejutan! Semoga saja dengan begitu oppa akan kembali seperti dulu.” harapku

aku pun pergi keluar untuk mencari barang yang cocok untuk kakak. Namun setelah melihat-lihat aku bingung untuk membelikannya apa. Saat aku sedang melihat-lihat, aku bertemu dengan Kyuhyun Oppa.

“Kyu Oppa!” sapaku

“Eh Taeyeon ya! Sedang apa kau?” tanya nya

“1 hari lagi kan Oppa ulang tahun, aku ingin memberinya kado dan kejutan. Kyu oppa juga ngapain disini?”

“Sama kayak kamu. Aku patungan dengan Yesung Hyung, namun Yesung Hyung tak bisa ikut sehingga aku sendirilah membelinya”

“Ih Oppa-oppa kok nggak ngajak-ngajak!”

“Ah mianhaeyo! Aku mau mengajakmu kok! Asalnya setelah pulang dari sini aku akan mengajakmu untuk menyiapkan rencananya”

“Ya sudah sekarang kita bergabung saja! Oppa udah dapet kadonya?”

“Belum. Aku bingung apa yang dia suka akhir – akhir ini!”

“Sama aku juga bingung. Kalo dia masih sama seperti dulu sih tinggal beliin aja buku masak atau musik, jadi deh!”

“bener! Ah aku ada ide! Yeon, kamu coba ke kamarnya selidiki, kira-kira apa yang dia suka akhir-akhir ini!”

“Ke kamarnya?”

“Ne ke kamarnya”

“Aku nggak berani ah! Kemaren aku ke kamarnya dan membereskan barangnya, Wookie oppa malah marah.”

“Udah biarin aja, demi membuatnya bahagia! Kamu pas nyelidikin jangan sambil ngeberesin udah biarin aja kayak gitu!”

“Ne…. kalo gitu aku pulang dulu!Anyeonghi Ga..”

“Eh… tunggu,Taeyeon! Aku minta nomormu. Biar rencananya berjalan lancar kita harus kontak-kontakkan!”

“Oh ne…. nomorku 232368. coba Oppa miskol”

“Ne”

Ringtone hapeku pun berbunyi

Eodiseo Eotteoke jagguman maethineunji nado moreujyo geunyang naega mani apeun geotman alayo

Super Junior KRY – Coagulation. Entah mengapa saat ini aku sedang suka lagu itu. Mungkin karena lagu sedih kali ya? Sesuai yang aku rasakan kali ini. Sedih.

“Ah Ne nomormu 085659?”

“Ne… nanti malam hubungi aku ya!”

“Siap!”

*****

Apa ya Oppa sukai akhir-akhir ini?

Aku pun membongkar lemarinya untuk mengetahui kesukaan Wookie Oppa akhir-akhir ini. Saat aku mengodok-ngodok isi lemari aku mendapati benda keras.

Apa ini?

Aku pun mengambil benda tersebut dan betapa terkejutnya aku.

Ini….Ini…. kan….. . Di benda tersebut terdapat secarik kertas. Aku membacanya dan betapa terkejutnya aku atas tulisan itu.

Aku tak kuasa membendung air mataku. Dengan terburu-buru aku menelepon Kyuhyun Oppa.

“Yeoboseyo! Ah Taeyeon! Eotteoke? Oh ya Oppamu sedang mabuk berat aku akan mengantarkannya pulang!”

“Yeoboseyo! Oppa….” isakku

“Ye… waeyo? Kau menangis?” tanya Kyuhyun Oppa

“Oppa, Help Me…! tolong aku! Kesinilah sekarang sambil antarkan Wookie Oppa!”

“Ah Ne… aku akan segara kesana”

15 menit kemudian Kyu Oppa datang bersama dengan Wookie Oppa.

“Kyu oppa, tolong bawa wookie ke kamarnya”

“Ne” jawab Kyu Oppa

tak lama kemudia Kyu Oppa muncul.

“Ada apa denganmu. Jangan menangis terus Dongsaengku tercinta!”

“Hiks… hah? Dongsaengku tercinta? Hua…. hiks…” tangisku makin keras

“Aduh.. kenapa makin keras? Kamu nggak pengen aku anggep Dongsaeng? Kamu pengen lebih. Kalo kamu mau sih, aku boleh kok. Mau kok aku jadi pacarmu”

Aku langsung memberikan tatapan tajam. Aku sedang serius menangis dia malah bercanda.

“Oppa! Aku serius! Ah oppa jangan kepedean deh! Siapa juga yang mau ama oppa” *bego banget si Taeyeon, banyaklah yang mau ama Kyu Oppa. Kalo author dibilang gitu ama Kyu langsung author iya in. kagak bakalan dah aye lepasin abangku tersayang*

“Terus kenapa atuh pas aku nyebut dongsaengku tercinta tangisanmu malah makin keras”

“Hiks… abisnya Wookie Oppa udah lama nggak nyebut aku kayak gitu. Padahal dulu kan tiap hari”

“Oh”

“Oppa tanggapannya jangan cuman oh doang!”

“Ya iya deh nggak Oh doang, aku ganti. Oh gitu toh, pantesan kamu nangisnya makin keras, oleh karena Wookie Hyung udah lama nggak nyebut kau kayak gitu. Padahal dulu kan tiap hari”

“Ah oppa nggak kayak gitu juga kali, nggak usah diulang lagi katak-kataku. Kelamaan”

“Ah udah deh, kapan mau ngomong serius. Ada apa sih?”

“Oppa kita ngomonginnya jangan disini, ada wookie oppa! Kita ngobrolnya di minimarket depan saja”

“Kenapa? Disini saja lah. Lagian dia takkan dengar, orang dia mabuk”

“Anio Oppa! Kumohon!”

“Ah kamu membujukku dengan puppy eyes! Aku jadi terpesona dengan keimutan kau ini! Okelah!”

“Gomawaeyo oppa!” ucapku sambil tersenyum

“Nah gitu dong senyum!”

di minimarket

“Nih” Kyu Oppa membelikanku coklat hangat di minimarket

“Gomawaeyo”

“bagaimana emosimu sudah reda?”

“Ne”

“Kalo begitu ceritakanlah. Sudah hampir setengah jam kita disini, tapi kau terus saja menangis tanpa bercerita”

“Ah mianhaeyo! Aku tak bisa kalau bercerita sambil menangis. Aku harus menangis dahulu sepuasnya baru aku bercerita”

“Dari tadi kamu udah nangis, mana keras lagi ampe diliatin orang. Orang-orang kan jadi nyangkanya aku yang bikin kamu nangis”

“Ah mianhaeyo!”

“Oke dah so let’s get the beat aja deh!”

“Oppa, saat aku ngodok-ngodok lemari Wookie oppa aku menemukan…..” aku pun menarik napas terlebih dahulu lalu kuperlihatkan foto yang ada dihapeku “Ini!”

“Ini? Apaan tuh? Kagak keliatan, gua minus cuy!”

“Deketin gambarnya ke mata Oppa”

“Kagak bisa juga cuy! Gua juga punya plus!” *buset dah kasian amet si kyu! : dibacok ama fans kyu gara-gara nulis kyu punya minus and plus*

“Beuh… bawa kagak kacamata?”

“Gua kagak pake kacamata, gua pake lensa kontak”

“Dipake kagak?”

“kagak. Kemaren ilang di toilet, kebawa kaskus” *nggak elit banget cara lensanya ilang*

“Ya udah nih aku zoom” aku pun menzoom gambarnya.

Lalu setelah di zoom Kyu Oppa melihatnya dengan seksama dan betapa terkejutnya dirinya.

“Mwo?! Ini kan pistol! Kamu yakin ini asli”

“Yakin oppa, aku cek didalemnya ada peluru, dan yang paling menyakitkan lagi di pistol itu ada secarik kertas yang bertuliskan”

“Apa?”

“Baca aja digambar”

“Terlalu kecil kagak keliatan!”

“Zoom lagi nape?!”

“Tetep kagak keliatan!”

“Beuh…. oke deh biar cepet kasian nih authornya udah ngantuk,laper, pusing *naon atuh author* dikertas itu tertulis KIM RYEOWOOK’S TARGET : MR. KIM”

“So?”

“So…so…so… soto ayam kale… udah ah serius, kasian tuh authornya udah kelenyeng-kelenyeng *bahasa apaaan tuh kelenyeng-kelenyeng*”

“ kelenyeng-kelenyeng? Apaan tuh?”

“Pusing. Kalo kayak gitu berarti bener oppa mau membunuh seseorang, dan orang itu bermarga KIM.”

“Pantesan aja, tadi di bar dia ngomong. ‘besok,balas dendam ku dan rasa sakit hati eomma akan terobati’ kemungkinannya besok dia akan melakukan aksinya. Tetapi siapa itu Mr. Kim?”

“rasa sakit hati eomma? Jangan-jangan oppa…. Andwae…..!!!! aku tau dia itu tidak berperikemanusiaan tapi tetep aja dia…. dia tetep…. … kami!”

“Mwo?”

 

*****

Seperti apa yang telah direncanakan aku dan Kyu Oppa, aku berusaha menahan Wookie Oppa agar tak keluar rumah.saat Oppa bangun aku langsung menyambutnya dan mengucapkan selamat ulang tahun.

“Saengil Chukhae Kim Ryeowook Oppa!” ucapku sambil membawa kue yang aku bikin semalam.

Dia nampak terkejut. Matanya hari ini penuh kebencian namun dia tersenyum.

“Gomawo!” balas Oppa.

“Oppa duduklah. Makanlah kue ini! Dan Oppa aku mohon ya Oppa hari ini jangan pergi. Tetaplah di rumah. Aku akan memasak untukmu oppa!”

“Tetap di rumah? Hey apa mau kau? Aku seperti dipenjara! Terserah aku mau pergi atau tidak!”

“Ah oppa jangan seperti itu! Sudah dulu ya aku mau mandi dulu! Makan dulu lah kue itu! Dimakan pokoknya aku sudah capek membuatnya!”

“terserah kau!”

Aku pun mandi. hm. Nampaknya rencana ku akan berhasil.

Ah segarnya telah mandi. Aku pun memanggil Wookie Oppa.

“Oppa!”

~hening~

“Oppa! Oppa dimana? Kok nggak jawab?”

~hening~

kok aku punya feeling nggak enak. Aku pun langsung ke ruang TV.

“Oppa!” celingak-clinguk “Lah? Oppa kau kemana? Mengapa kau hanya makan sepotong saja?”

aku pun mencari keseluruh ruangan. Mwo ? Oppa tak ada? Eotteoke? Aku pun ke kamarnya. Membuka lemari dan mencari benda yang kutemukan kemaren.

Mana benda tersebut? Mana? Oh god I hope that things doesn’t bring by my brother! Please god! I pray this! But damn….. I can’t find! oh… eotteoke?

Ah I must call Kyu Oppa

“Yeobeoseyo Oppa!!! It’s urgent! Urgent!”

“Ne? Waeyo?”

“Oppa when I took a bath, Wookie oppa, wookie oppa…. He’s gone”

 

END OF KIM TAEYEON POV

 

CHO KYU HYUN POV

“Mwo kita hrus cari dia sekarang juga! Aku akan menghubungi Yesung Hyung untuk membantu! Sekarang kamu coba cari ke tempatnya!” perintahku

“Ne Oppa!”

aku kaget ternyata rasa dendam dan sakit hatinya benar-benar telah membunuh hati nurani dan akal sehatnya. Hyung ku satu itu, kasihan sekali dirimu.

Aku langsung menelepon Yesung Hyung.

“Yeobeoseyo Hyung! Bantu aku cari Wookie Hyung!”

“Wookie ? Waeyo wookie?”

“Dia mau membunuh orang!”

“MWO?! Are you kidding?”

“No i’m Not Kidding you! Last night I would tell you about this, but you refuse for heard this!”

“Mianhaeyo, i’m very sleepy, so I refuse. Now, where I must find him?”

“Everywhere!”

“Ne,ok!”

aku pun mencari kawan sekaligus Hyung ku itu ke seluruh penjuru kota namun aku tak dapat menemukannya. Sudah kucari dari tempat dia biasa bergabung dengan berandalan, di bar, ampe di mesjid, pura, kuil, gereja aja gua cari. Tapi hasilnya nihil.

Nae maeumeun geudaereul deudjyo muhribootuh balkkeutkkaji

Chingoodeul nareul nollyuhdo nae gaseumeun modoo geudaeman deullyuhyo

hape ku berbunyi ‘ Taeyeon calling”

Ah Taeyeon!

“Yeobeoseyo! Kumaha?” *Jiah… tadi pake bahasa inggris, sekarang basa sunda, kumaha sih nggak konsisten*

“Oppa urang nyaho! Ayeuna Oppa ka atap gedung SM”

“Hah? Keur naon ai maneh?”

“Geus kadieu weh… bere nyaho Yesung oppa!”

“Oh nya siip. Eh keheula! Urang teu boga pulsa, maneh weh nu nelepon”

“Oh muhun atuh. Nyungken nomerna atuh”

“565923.”

“Wokkeee… siip ah Akang! Dadah Akang Kyuhyun!” pamit taeyeon dengan genit

“Dadah Eneng Taeyeon nu geulis!” balasku tak kalah genit

Aku pun langsung menuju ke atap gedung SM. Sebenarnya ini adalah tempat kenangan aku,dengan Hyung-Hyung ku.disini kita bertiga sama-sama dikeluarkan. Katanya suara kami menggangu, padahal suara kami bagus. Ya pekerjaan kami seblumnya adalah tukang lap-lap meja saat rapat. Dan kami saat sedang gawe senang sekali bernyanyi hinggalah kami dipecat. Very nice!

Aku pun berlari menaiki tangga. Saat aku sudah sampai diatas. Aku melihat Taeyeon dan aku melihat wookie, dan seorang pria.

Taeyeon melihatku dengan mata berkaca-kaca

“Oppa! Tolonglah aku! Aku sudah nggak kuat melihat ini!”

Aku ingin menolong tapi tiba-tiba Yesung Hyung datang dan menahanku

“Sudahlah biarkan saja, biar mereka urus masalah mereka sendiri. Kalo sudah mulai berbahaya baru kita turun!”

“Baik Hyung”

 

END OF CHO KYUHYUN POV

 

KIM RYEOWOOK POV

akhirnya… hari ini tiba juga. Aku ingin dia menghilang dari dunia untuk menebus dosanya pada eomma. Karena nya, karena lelaki tua bangka itu, eomma….

“KIM HEE CHUL, NEO!”

“Neo?! Mwo?” jawab lelaki tua bangka itu

“itu semua salahmu! Itu semua salahmu! Kau harus mati!”

“Salahku? Tentu saja salah eommamu yang babo itu! Udah tau ujan malah ngebut. Terus udah tau juga aku bukan siapa-siapanya lagi, masih mau aja jadi wali gua di kepolisian! Dasar WANITA BABO!”

“Neo! Kau memang tak berperilaku manusia! Tau kah kau? Aku sangat kehilangan eomma gara-gara kau! Dia meninggal disaat hari ulang tahunku. Kata-kata terakhir yang dia ucapkan padaku adalah ‘saengil chukhae ryeowook,jaga adikmu baik-baik’. Setelah itu Aku berubah menjadi sosok yang pendiem, eh tapi dari dulu juga gue mah cicingeun, maap salah aku berubah menjadi kasar, dingin, tak pedulian. Aku selalu minum-minum karena aku stres kehilangan eomma. Aku selalu merokok karena aku harap eomma akan datang walau sesaat hanya untuk mengingatkanku agar tak merokok! Tapi aku tau itu tak mungkin. Setelah aku pikir penyebab kematian eomma adalah karena kau! Dasar kau tak tahu malu! Kau sudah menghancurkan hatinya! Lalu kau masih saja menyusahkannya! Kau ini lelaki macam apa?!”

“Macam apa? Maksudmu apa? Aku meninggalkan eomma mu karena salahnya dia tidak bisa memuaskanku, ya sudah aku pergi dengan yang lain!”

“NEO!!!!!” teriakku. Amarahku sudah mencapai puncaknya. Aku bersiap siap menembakkan peluruku.

1…..2….ti…

“STOP OPPA!!!”

 

END OF KIM RYEO WOOK POV

 

KIM TAE YEON POV

pantas saja oppa ingin membunuhnya. Dia memang keterlaluan. Sudah mengatakan eomma wanita babo! Aku kesal padanya namun tetap saja dia…..

lalu oppa menceritakan kenapa dia berubah dan melakukan hal seperti mabuk-mabuk dan merokok. Sungguh aku menangis mendengar hal itu. Kau begitu merasa terpukul, dan eomma meninggal di hari ulang tahunnya. Tapi tahukah kau oppa, aku yang paling tersiksa. Kau masih mending mendapatkan perhatian dariku, sedangkan aku? Kau tidak memperhatikanku lagi. Aku benar-benar merasa kehilangan seluruh keluargaku. Oppa….

Oppa makin marah saat kim hee chul memberitahukan alasannya menyakiti eomma. Disaat itu juga dia akan menembak.

“STOP OPPA!!!” cegahku

“Taeyeon, jangan cegah aku! Biarkan dia mati!”

“andwae oppa! Sebejat apapun dia, dia tetap APPA kita! Dia tetap APPA KANDUNG KITA!”

“Tapi tidak menganggapnya dia APPA! Lelaki seperti dia jangankan dipanggil APPA, di anggap APPA dia itu TAK PANTAS!”

“Oppa cukup, aku tak mau kehilangan orang yang kucintai. Jujur setelah kehilangan eomma aku merasa aku kehilangan semuanya!”

“Apa maksudmu! Aku masih ada! Masih ada aku!” seru Oppa

“Benar, masih ada juga Appa!” tambah Kim Hee Chul

“Appa? Masih ada Appa? Kin Hee Chul asal kau tahu. Semenjak kau meninggalkan keluarga kami 17 tahun yang lalu, aku sudah menganggap aku sudah tak punya Appa. Lalu setelah eomma pergi aku merasa hanya Oppa satu-satunya keluargaku yang bisa kuharapkan, yang masih dapat memberikan ku perhatian. Namun kenyataanya, oppa tahukah kau? Betapa aku sangat kehilangan dirimu! Kau berubah! Kau tak pernah memperhatikanku! Jujur aku merasa hidup sebatang kara. Aku tahu kau sangat sedih, namun kau masih mending! Kau masih mendapat perhatian dariku, sedangkan aku? Aku tak pernah mendapat perhatian darimu. Aku benar-benar merasa kehilangan! Kalo Oppa membunuh Appa, dan kau ketahuan aku akan benar-benar hidup sebatang kara. Kau akan dihukum mati. Aku akan benar-benar tidak akan mendapat kasih sayang keluarga. Dan aku benar-benar tidak akan punya keluarga lagi” aku menangis sangat keras. Aku benar-benar merasa tertekan atas situasi ini

“Jeongmal?” tanya Oppa

“Ne!”

Oppa tertegun. Terlihat sekali dari wajahnya merasa bersalah. Tiba-tiba dia menangis dan mendekati aku.

“Taeyeon, Jeongmal Mianhae, mianhae” pinta Oppa sambil memelukku

“Oppa!” tangisku makin keras. Keras sekali

tiba-tiba Yesung Oppa menyeletuk

“gila… suara nangisnya kenceng banget! Anak kecil aja kalah!”

“Ah Hyung belum tau pas dia curhat di minimarket!” seru Kyuhyun Oppa

“Waeyo?”

“Sumpah aslinya bikin malu. Diliatin banyak orang, dan sialnya aku yang disangka yang bikin dia nangis. Mending kalo nangisnya bentar, lah ini setengah jam! Selama itu gue nahan malu!”

“OPPA,NGERUSAK SUASANA TAU!”

argh…. dasar dua makhluk aneh merusak suasana haru. Bukannya ikut terlarut malah mengejek tangisku. Memang ku akui tangisanku ini nggak banget. Keras dan rewel. Bisa dibilang tangisan anak kecil.

“Maafkanku tak pernah memperhatikanmu. Pasti kau haus perhatian seorang kakak. Saranghae Dongsaeng!”

“Oppa!! ~-_~ ;( “ mewek terus

“tapi mianhae. Aku sudah terlanjur membencinya. Aku ingin menembaknya” ucap Oppa sambil kuda-kuda akan menembak.

“Oppa jangan!”

Tetapi Oppa malah memelukku semakin keras. Dia menahanku agar aku tidak menahan Oppa untuk membunuh Appa.

“Wookie, Yeonnie, mianhae! Gara-gara aku kalian jadi seperti. Harusnya aku dulu tak meninggalkan kalian. Kalua saja ….” sesal Appa

“Aish… penyesalan mu itu sudah tak berguna! Mengapa bukan dari dulu!”

Oppa siap-siap menembak namun…..

 

END OF KIM TAEYON POV

 

YESUNG POV

Gawat, Wookie akan menembak!

“Hyunnie Ya. Bawa Taeyeon aku akan mengamankan Wookie!” perintahku

“Ne Hyung” jawab Kyuhyun

aku segara berlari sebelum terlambat. Aku langsung memilintir tangan wookie, namun wookie pintar berdalih. Dia melawan. Lalu aku menarik pistol dari tangannya dan melemparnya.

Sementara itu Kyuhyun menjaga Taeyeon dan membawanya kabur.

Pistol digenggaman wookie lepas. Wookie berusaha mengambilnya. Dengan sekuat tenaga aku menahannya. Namun entah mengapa padahal badan dia kecil, namun tenaga nya. Wow!

Dia berhasil menghempas badanku. Lalu ia mengambil pistol dan siap menembakkan.

“DOR!!!”

“Kalian semua awas!!!” teriakku

Beruntung tembakan pertama meleset. Hanya mengenai dinding. Kim Hee Chul, Taeyeon, dan Kyuhyun tak dapat keluar dari atap karena pintunya dikunci dan kuncinya dipegang Ryeowook.

“ARGH…… DAMN!!!! NEO, KIM HEE CHUL!”

“DOR!!!”

“Andwae…..!” teriakku

Oh no…. God….!!!!

 

END OF YESUNG POV

 

 

KIM TAE YEON POV

 

Omo~ setelah tembakan pertama gagal,Oppa mencoba terus untuk menembak Appa.

“ARGH…… DAMN!!!! NEO, KIM HEE CHUL!” Teriak Oppa

“DOR!!!”

Tidak, peluru tepat mengarah Appa. Aku pun berusaha menyelamatkan Appa dengan cara mendorongnya namun….

JLEB…. peluru itu mengenai diriku. Tepat dijantungku

“Andwae…..!” teriak Yesung Oppa

“Taeyeon!” teriak Kyuhyun Oppa

“Dongsaeng!” teriak Oppa

aku merasa pusing sekali. Sulit untuk nafas. Inilah akhir hidupku. Sebelumku kehilangan kesadaranku, aku mengingat Oppa menghampiriku sambil menangis.

“Taeyeon,jeongmal Mianhae! Jeongmal mianhae! Setelah aku membunuh Appa aku akan menyusulmu!” janji Oppa

“Andwae Oppa. Oppa harus tetap Hidup”

“Anio Dongsaeng!”

“Oppa Saranghae!”

“Nado Saranghae”

“ Oppa aku akan bertemu dengan Eomma lebih dahulu. Oppa, aku dan eomma akan menunggumu”

Setelah mengucapkan kata terakhirku. Aku langsung merasa ringan. Dan pandanganku menjadi gelap semua.

 

END OF KIM TAE YEON POV

 

KIM HEE CHUL POV

“Anakku!!! andwae!!!!” teriakku

sungguh aku merasa menyesal harusnya tak terjadi kejadian seperti ini. Benar yang dikatakan Ryeowook, ini semua salahku. Awalnya aku lah yang salah. Namun, God aku belum mau mati sekarang! Siap tahu masih ada cewek yang mau ama gua *jiah… ni orang, katanya udah nyesel, tapi masih ngarep cewek! Parah* .

“Neo!” Teriak Ryeowook anak lelakiku

“Gara-gara kau Taeyeon mati! Harusnya kau jangan mau diselamatkan dia. Harusnya kau mendorong balik dia! Kau ini malah mengorbankan anak mu sendiri!” seru Ryeowook sambil menembakku namun aku berhasil menghindari.

Ryeowook terus mengejarku dan aku terus menghindar. Dibilang nyesel sih ya nyesel, tapi masalahnya gue belum mau mati sekarang.

Kyuhyun dan Yesung terus menahan Ryeowook. Namun dia terus melawan sehingga dapat membalas. Lalu dia menembakku kembali dan kali ini….

JLEB…. tepat kena kepala ku. Aku langsung jatuh tak berdaya. Wookie mendekatiku sambil tertawa puas. Kemudian dia menginjakku. God, aku akan mati sekarang!

“Jeongmal Mianhae!” ucapan terakhirku untuk anakku

setelah itu aku merasa gelap.

 

END OF KIM HEE CHUL POV

 

 

 

KIM RYEOWOOK POV

 

Andwae!!! aku malah menembak Taeyeon. Sungguh babo sekali aku ini. Akhirnya aku memutuskan untuk menyusulnya dan eomma setelah membunuh lelaki tua bangka tersebut. Telah berkali-kali aku menembak peluru pada dirinya, namun dia berhasil menghindar. Hyung dan Kyu sudah menahanku namun amarahku lebih besar lagi.

JLEB…. finally kena juga.

Aku menghampirinya, alu aku menginjak badannya. Aku mendengar ucapan terakhirnya

““Jeongmal Mianhae!”

After that…. END!!!

No belum!

Aku menghampiri Taeyeon.

“Mianhae Taeyeon. Aku tak sanggup hidup sendirian disini. Aku akan menyusulmu dan eomma!”

“Andwae! Masih ada kita!” cegah Kyuhyun

“Benar. Kami akan selalu menganggapmu keluarga!” tambah Yesung

“DOR” aku menembakkan kepalaku

“ANDWAE!!!!!”

babo, kalian terlambat aku sudah menembakkan kepalaku.

BRUG

tubuhku jatuh dan semuanya gelap.

 

END OF KIM RYEOWOOK POV

 

YESUNG POV

22 juni.

Aku hadir dipemakaman sahabatku Ryeowook, adiknya Taeyeon, dan Appanya Heechul. Mereka bertiga dimakamkan berdampingan dengan Eomma Ryeowook, Lee Ji ah.

Sungguh nasib keluarga yang sangat tragis. Ayah, dan kedua anaknya meninggal 1 tahun kemudian setelah ibunya di tanggal yang sama 21 Juni, yang dimana itu hari ulang tahun sahabatku. Dan parahnya lagi aku belum mengucapkan selamat ulang tahun kepada dirinya.

Aku dan Kyuhyun berdiri di depan nisan

“Saengil Chukhae. Maaf aku tak mengucapkan langsung. Aku ingin mengucapkan langsung, namun kau keburu….” ucapku

“Ne Saengil chukhae. Maaf telat!” Ucap Kyuhyun Lirih

“sebenarnya apa yang terjadi aku nggak ngerti! Jelaskanlah!” pintaku

“Ne baiklah. Saat itu taeyon cerita padaku dia menemukan pistol di kamar wookie”

    • Flash Back –

“Mwo?! Ini kan pistol! Kamu yakin ini asli”

“Yakin oppa, aku cek didalemnya ada peluru, dan yang paling menyakitkan lagi di pistol itu ada secarik kertas yang bertuliskan”

“Apa?”

“ dikertas itu tertulis KIM RYEOWOOK’S TARGET : MR. KIM”

“So?”

“So…so…so… soto ayam kale… udah ah serius”

“Kalo kayak gitu berarti bener oppa mau membunuh seseorang, dan orang itu bermarga KIM.”

“Pantesan aja, tadi di bar dia ngomong. ‘besok,balas dendam ku dan rasa sakit hati eomma akan terobati’ kemungkinannya besok dia akan melakukan aksinya. Tetapi siapa itu Mr. Kim?”

“rasa sakit hati eomma? Jangan-jangan oppa…. Andwae…..!!!! aku tau dia itu tidak berperikemanusiaan tapi tetep aja dia…. dia tetep…. … kami!”

“Mwo?”

“Oppa Gawat Dia Mau Ngubunuh Appa!”

“Appa? Bukannya kalian udah nggak punya Appa?”

“Anio, sebenernya Appa kami masih ada namun,sejak 17 tahun yang lalu pergi meninggalkan kami. Karena kami sakit hati dengannya kami menganggap dia tak ada”

“Oh.. araseo…. lalu apa hubungannya ama kematian eomma”

“Oppa menganggap kematian eomma karena Appa”

“Waeyo?”

“Saat itu oppa ditahan polisi karena berkelahi di bar. Lalu Appa minta bebas, dan polisi memberikannya, asalkan ada orang yang mau bertanggung jawab, dan Appa meminta bantuannya kepada Eomma”

“kenapa Appa mu meminta bantuan pada eommamu bukan pada istrinya yang baru”

“Dia sudah bercerai dengan istrinya yang baru. Appa memanfaatkan eomma karena appa tahu eomma masih cinta pada appa. Sehingga eomma mau. Eomma pergi dengan rasa cemas. Niatnya setelah menjemput appa, kami akan merayakan ultah oppa. Namun tuhan berkehendak lain, karena ujan lebat dan eomma ngebut, mobilnya tergelincir dan ia jatuh kedalam jurang. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, namun sayang ia hanya bertahan beberapa jam. Kata-kata yang diucapkan terakhir pada oppa adalah ‘saengil chukhae ryeowook,jaga adikmu baik-baik’ . Setelah itu eomma pergi. Disitu oppa sangat terpukul, mengapa harus di hari ultahnya eomma pergi. Ia menyalahkan appa, karena kalo appa tidak meminta eomma, eomma tidak akan seperti ini.”

“Lalu bagaimana dengan Appa mu?”

“karena nggak ada penanggung jawab jadi aja dia dipenjara 2 bulan”

“Lalu kenapa Wookie memilih tanggal ultahnya?”

“Mungkin agar sama dengan tanggal kematian eomma! Ah aku tak mengerti!”

“oh…. berarti kita harus mencegah Wookie”

 

    • end flashback –

“Oh begitu…. menyedihkan sekali keluarga wookie. Dan kenapa Taeyeon pake ikut pergi juga. Padahal di cukup imut!” seru ku

“Eh si Hyung Teh nya! Ai cewek jepang itu gimana?” tanya Kyuhyun

“Michi maksudmu? Entahlah aku takut dia masih menyukai Ueda. Aku akan menunggunya agar dia menyukaiku”

“Cie…. udah sana ama michi aja, kalo Taeyeon masih ada dia ama aku aja. Sama-sama imut!”

“Uwek… pengen muntah! Terus Han Young Chan gimana?”

“Hah?” muka Kyuhyun tiba-tiba berubah merah

“Anio… dia kan sahabat ku saja! Lagian di sudah punya Minho!”

“Ah… tapi kau menyukainya kan?”

“Ah hyung ini! Kumaha Hyung weh…”

“Sudahlah tunggu saja kalo kau benar-benar mencintainya!”

“Ah gandeng Kumaha Hyung Weh!”

 

END OF YESUNG POV

—The End—

eits tapi buat cerita Yesung dengan Michi dan Kyuhyun dengan Han Young Chan masih ada kelanjutannya. Tunggu ya!!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s