[FF] Precious Part 1

Title                      : PRECIOUS

Rate                      : PG 14+

Genre                  : of course it’s romance, it’s impossible if horror *author geje,garing*

Cast                      : choi minho shinee

                                  kim hana *untuk para flames bayangkan kalo itu anda*

                                  kim taeyeon snsd

                                  jo kyuhyun super junior

                                  kang haena *bayangkanlah itu sosok temen anda*

  Lee Taemin shinee

  kim jonghyun shinee

  kim kibum  (key shinee)

  lee jinki (onew shinee)

  Kim kibum (super Junior)

Length               : 1/?

Author              : so pasti HANAN HANIFAH

Disclaimer       : ehem…. JEONGMAL MIANHAE dulu sebelumnya. Kan aku ini ingin membuat ff ini bercita rasa sinetron, jadi kalo lebay dan konfliknya ribet maaf ya, kan mau bercita  rasa sinetron. Sejujurnya aku sendiri juga malu buat ngepublishnya,soalnya ceritanya lebe.  Kalo ff nya garing maaf juga, saya masih pemula jadi aku mohon  READERS untuk KOMEN,KRITIK,dan SARAN. Kalo nggak suka silahkan ungkapkan dengan kata yang mengenakan hati. So, NO BASHING. AUTHOR HATE THIS!!!! Bashing  itu bikin DOWN tau……. *curcol* . dan oh iya ini FF terinfluence ama novel 4 musim itu loh… tau kan??? Ingat hanya terINFLUENCE bukan PLAGIAT, jadi kalo ada beberapa adegan yang mirip,mianhae. Bukan bermaksud palgiat, aku hanya terinfluence, terinspirasi dari novel itu saja. Tapi dari segi cerita, bedalah… GOMAWAEYO, TERIMA KASIH, sudah mau membaca ff geje ini. Please ENJOY

 

“jepret…jepret” Hana terus memoto objek yang dianggapnya menarik di jalanan dengan kamera

“Hana!” panggil Taeyeon

Hana tidak menjawab. Dia terus asik memotret.

“Hana….”

Hana tetap tidak menjawab

“Kim Hana!!!! Look at me!!! Please listen to me!!!” kesal Taeyeon karena tak dihiraukan oleh Hana.

“Mwo eonni? Kau seperti tak tahu aku aja. Jika sedang asik memotret aku tak bisa diganggu” kilah Hana

“Alasan! Emang telinga kau ini ada gangguan! Hana lihat cowok itu! Eomona~  neomu kyeopta! Tampan~ ah….” Ujar Taeyeon menunjuk seorang cowok tinggi,berbadan tegap, dan berwajah tampan di sebrang jalan

“Eonni jahat! Oh hanya itu saja? Ah eonni, aku ini sudah biasa melihat cowok-cowok tampan. Tak terlalu penting lah…. Semua cowok tampan itu sama” Hana tak bersemangat mendengar hal itu. Ya memang dia sudah sering melihat cowok tampan.  Karena dia adalah bekerja sebagai fotografer, dan penulis untuk rubric ‘journey tour’ dimajalah “PRECIOUS”. Jadi dia sering sekali memotret seorang model lelaki, yang otomatis model lelaki tersebut tampan semua. Jadi dia sudah biasa melihat cowok tampan. Dan menurut dia semua cowok tampan itu sama, tidak ada yang menarik. Ia akan tertarik pada cowok tampan tersebut jika si cowok itu memiliki karisma tersendiri.

“ah kau ini…. Look at! Dia begitu tampan.lucu,dan berkarisma!”

“Ah I don’t care.” Acuh Hana tak peduli tanpa melihat cowok yang dimaksud “eonni”nya itu.

Yap, Taeyeon itu eonni-eonniannya Hana. Dia adalah tetangga sekaligus rekan kerjanya di majalah Precious. Jabatan Taeyeon sebagai editor foto dan rubric That Person.

“ayo Hana, kita harus ke kantor sekarang. Aku ada rapat dengan redaktur dan pimred. Dan kau juga bukannya 15 menit lagi ada jadwal pemotretan untuk seorang model pria?” Taeyeon mengingatkan Hana agar tidak keasyikan memotret. Jika sudah memotret Hana tidak bisa berhenti. Dia selalu keasyikan. Maklum sebenernya dia adalah seorang street photographer, tapi dia juga cukup tertarik dengan style dan fashion photographer, makanya dia bekerja di majalah.

“Oh ya…. Hampir saja aku lupa! Kaja!!!!”

Baru juga sampai dikantor. Taeyeon sudah ribut tak jelas. Taeyeon teriak memanggil Hana.

“eomona~ HANA!!!!!”

“Mwo? Ga usah teriak teriak deh eonni!”

“Liat! Itu cowok yang tadi di jalan. Ternyata di model! Eomona~ tampan sekali dia, apalagi setelah memakai kostum untuk pemotretan!”

“Yang mana sih? Ampe bikin eonni jerat-jerit gini. Seganteng apa sih?” Hana Penasaran

“Ganteng banget! Dan berkarisma!” jawab Taeyeon semangat 45.

“Yakin berkarisma? Yang mana?”

“Itu cowok yang pake jaket kulit item, yang tinggi”

Hana pun melihat cowok itu, dan sssseeetttt….. wow ini cowok menarik! Benar kata eonni, selain tampan dia sangat berkarisma, tanpa sadar dia mengarahkan kameranya ke arah cowok tersebut dan memotretnya.

“Ya…. Betul kan kataku…..?! dia tampan dan berkarisma. Buktinya kau sampai memotretnya. Kau tak akan memotret objek yang tidak menarik menurut kau. Jadi pasti menurut kau dia itu tampan!” seru Taeyeon

“Aku memotretnya karena dia modelku. Jadi aku ingin tahu bagaimana ekspresi dia jika sedang dalam snapshoot.” Kilah Hana. Ia gengsi mengakui kalo cowok tersebut menarik.

“ah kau ini alasan saja! Mengaku aja lah….”

“oke… ya dia tampan, dan lumayan berkarisma. Ya cukup menarik lah…”

“Ah.. kau mengakuinya juga kan…?!” goda Taeyeon

“Eonni…. Shut up your mouth!”

“Hana! Kemari!” panggil pengarah gaya, Kang Haena.

“Ne eonni” Hana dan Taeyeon menghampiri Haena.

“Ah kenalkan ini model tetap kita,  dan dia akan terus bekerja sama denganmu”

“Hah? Kenapa? Apa setiap pemotretan dia aku fotografernya?” Tanya Hana heran

“oh. Ani…. Maksudnya dia itu akan menjadi teman kau untuk rubik ‘journey tour’. Jadi kau takkan sendirian lagi meliput dan melaporkan, kau akan ditemani oleh dia. Dan tentu saja kalian berdua yang mengasuh dan menulis rubik itu. Jika kau tak percaya kau bisa saja tanyakan pada bos.”

“Ah.. tentu saja aku percaya padamu eonni… Ah annyeong… jeo neun Kim Hana imnida”

“ah… ne… Jeo neun Choi Minho imnida”

“Bangapseumnida”

“Ne….. jal putak deurimnida”

“Oh ya kenalkan juga ini editor, Kim Taeyeon” Haena memperkenalkan Taeyeon

“Kim Taeyeon Imnida”

“Ah ne”

“Minho ssi kau tampak masih muda. Jangan jangan kau seumuran denganku lagi?” tebak Hana

“ya aku masih muda, umurku baru 20 tahun. Kau juga?”

“Wah benar dugaanku! Kau seumuran denganku. Senangnya ada yang seumuran dengan rekan kerja!”

“Mwo? Kita berdua pekerja termuda?” kaget Minho

“Ah ne…. jarak usia paling deket aja 3 tahun denganku, seperti Taeyeon, Haena, itu beda 3 tahun. Tapi kalo model sih, jangankan yang seumuran, yang dibawah juga bagaikan jamur dimusim hujan, banyak! Tapi kalo pekerja,,, rata-rata usianya 24-25 tahun”

“Wah…. Jadi bangga juga jadi termuda disini”

“Taeyeon~ kenapa kau masih disini? Cepat ke ruang rapat!” panggil Pimred alias bos kami, Seo Minra Sunbae.

“waduh,,, aku udah disusulin… aku duluan ya. Permisi..” pamit Taeyeon

“Ya sudah ayo kitapun mulai pemotretan!” ajak Haena

Tak sulit untuk mengarahkan Minho. Tak sulit untuk mencari angle yang tepat. Sebagai model baru dia cukup ahli. Dia tahu dimana angle yang tepat untuk dia. Sebenernya jika dia di foto dari angle manapun bagus. Karena dia begitu berkarisma. Sehingga auranya sangat keluar dari sisi manapun. Hm…. He is a interesting man….., pikir Hana.

“Ya selesai!” seru Haena

“ah…. Gomapseuminda Haena Sunbae, Hana ssi”

“Ah neo… tak usah formal begitu. Panggil saja Hana. Aku tak keberatan.”

“Ah mwo? Tak apa Hana ssi? Kita kan baru kenal?”

“Gwaenchana…. Aku selalu begitu ke semua orang. Aku tak terlalu suka embel-embel ssi. Seperti ada jarak saja, walau baru kenal aku tetap ingin merasa ga ada jarak. Kalo kau tak percaya tanyakan saja pada Haena eonni”

“Ah oke…. Gomapta Hana!”

“Nah gitu dong! Cheonmaneyo…. kau sudah kerja bagus!”

“kau pun seperti itu. Kerjamu sangat bagus. Buktinya hasil fotomu sangat bagus. Aku berasa tampan di foto itu. Hahahahaha” Ujar Minho narsis

“Narsis juga kau! Itu juga tak lepas dari kau. Kau tau aja angle yang bagus untukmu. Makanya kau terlihat tampan. Hahahahahaha”

“Hei, kalian berdua!” panggil Haena

“Mwo eonni?”

“Wah… chemistry kalian bagus juga ya! Baru kenal udah bisa akrab! Good team! Pertahankan karena kalian akan menjadi team!”

“Ah eonni~ gomawaeyo”

“Hahahahaha” Tawa Minho

“Oh ya kalian berdua,kata Kyuhyun  setelah pemotretan kalian keruangannya”

“Oke, Minho ssi kaja!”

“Eh… wait….. karena aku udah memanggilmu tanpa ssi, kau pun harus begitu!” pinta Minho

“ya juga ya. Oke! Kaja!” ajak Hana sambil tersenyum

Selama perjalanan untuk bertemu Kyuhyun, Minho memperhatikan rekan kerjanya yang baru. Dan wow~ dia kagum dengan hasilnya. Dia tak percaya bahwa hasil foto itu hasil jepretan cewek seumuran dia. Hasil sangat bagus. Wow! Ini fotografer keren banget! Masih muda,cantik,hasil jeperetannya tingkat dewa, bagus sekali! Minho sangat kagum pada Hana. Ditambah Hana adalah orang yang supel. Menarik juga ini cewek.

Minho tersadar dari lamunannya saat Hana mengajaknya berbicara.

“Minho… kenapa kau mau menjadi model?” Tanya Hana

“itu soalnya aku ditawari oleh Minra Sunbae. Dia melihatku saat ku sedang bermain bola. Dia tertarik dengan postur tubuhku. Aku pun bersedia, asalkan aku mejadi penulis di majalah.”

“Oh… hahahaha trik yang bagus!”

“hahahahaha. Eh Kyuhyun itu siapa?”

“Ah.. dia itu redaktur. Atasan kita. Dia membawahi rubric kita. Jadi dia yang mengarahkan, dan menyuruh kita untuk meliput kemana. Walau dia atasan kita, kau tak perlu memanggil dia sunbae. Kau panggil saja dia hyung. Dia sama sepertiku, tak suka ada jarak dengan orang, walau yang baru kenal. Makanya tadi Haena eonni dengan santainya memanggil Kyuhyun, karena beda mereka hanya 1 tahun.”

“Oh…. Disini banyak orang ramah ya. Tua an kyuhyun kan daripada Haena sunbae?”

“Yaiyalah”

Lalu merekapun memasuki ruangan Kyuhyun.

“Annyeong Haseyo” salam Minho dan Hana

“Annyeong~ ah kalian berdua sini!” kyuhyun hyung menyambut hangat

“Oppa! Ini pekerja baru yang menjadi partner aku!” Hana mengenalkan Minho

“Choi Minho imnida”

“Jo Kyuhyun Imnida. Ini toh anak buah baru saya.”

“Ne….”

“oh ya kau jangan memanggilku sunbae, panggil hyung saja. Eh kau seumuran dengan Hana kan?”

“Ne oppa.” Jawab Hana

“ya benar, berarti kau panggil ku Hyung saja.”

“ne Hyung. Ada apa hyung memanggil kami?” Tanya Minho

“nah sekarang saya ingin ngomongin masalah rubric kita. Nah kita mau ngebahas tempat apa? Mau kemana?” Tanya Kyuhyun membuka obrolan

“Luar negeri oppa! Jepang! Kita lihat kebudayaannya dan tak lupa juga ke shibuya! Terus aku juga ingin memotret kehidupan jepang, seperti mereka dikereta,pergi sekolah, alam jepang.. Ah itu pasti menjadi karya yang indah! Menambah koleksi ku untuk membuka pameran nanti” usul Hana

“luar negeri? Edisi selanjutnya!” jawab Kyuhyun Hyung lempeng

“huh… edisi selanjutnya aja terus…. Selanjutnya kapan????? 5 tahun lagi?” sinis Hana

“Ya bener, pasti bakal liput tempat keluar. Bentar lagi, tunggu aja!”

“Bener? Saya tagih janji oppa! Awas aja kalo nggak!”

“Ah kau ini! Pasti! Sedangku usahakan!” Kyuhyun Hyung menenangkan Hana sambil mengacak-acak rambutnya

“oppa! Ntar rambutku kusut. Baru juga di creambath,udah dirusak lagi!.”

Melihat kejadian tadi Minho berpikir, Hana emang menarik, cuman dia agak kekanak-kanakkan. Nilai menurun untuknya.

“emang konsep edisi ntar apa hyung?” Tanya Minho

“Edisi kali ini kita akan membahas mengenai romansa” jawab Kyuhyun Hyung

“Hmm… berarti kita haru ke tempat yang menjadi tempat orang-orang memadu kasih. Tempat yang menjadi kenangan dengan orang yang disayangi.” Simpul Hana

“Nah makanya tempat yang enak mana ya?”

“Resto-resto romantis?” usul Hana

“Ani… itu terlalu biasa….”

Mereka bertiga pun berpikir. Minho dan Hana banyak mengajukan usulan tempat, namun ditolak terus oleh Kyuhyun Hyung dengan alasan TERLALU BIASA.

“gimana kalo ke pulau jeju?” usul minho “emang tempat itu biasa aja, tempat wisata alam, namun sebenernya wisata alam itu tempat paling romantis. Seperti pantai”

“Tapi kalo pantai ga aneh” sergah Hana

“kita ke daerah pegunungannya. Terus ke penduduknya, liat bagaimana mereka dapat tercipta romansa hanya dengan berada di pedesaan, dirumah. Gimana?”

Wow ini cowok keren juga pemikirannya. Melihat romansa di alam,dan pedesaan. Wow ini cowok pinter juga! Menarik juga! Maka tanpa ragu Hana menyetujuinya

“Hmm….. boleh juga tuh….” Hana setuju dengan ide Minho

“wah nice idea! Oke lusa kalian ke jeju selama seminggu!” Kyuhyun langsung menyetujui dan memutuskan untuk mengirim Minho dan Hana Ke Jeju.

Setelah berbincang dengan Kyuhyun selesai. Hana memutuskan untuk pulang tidak menunggui Taeyeon. Ia ingin jalan-jalan, melanjutkan hobinya yang menjadi profesinya kini.

“Minho,kau mau pulang atau tidak?” Tanya Hana

“Ya, aku harus pulang. Aku ada futsal dengan teman-temanku sore ini. Jadi aku mau bersiap.”

“oh ya sudah kita bareng ke haltenya. Aku pun mau pulang, walau bukan benar-benar pulang. Aku mau jalan-jalan”

“Jalan-jalan?”

“sebenernya lebih tepat menjalankan hobiku, memotret. Aku ingin memotret segala sudut pandang kota Seoul. Makanya hari ini aku ingin berjalan-jalan untuk melihat segala sudut pandang kota ini”

“kau mau bikin pameran kapan?”

“hahahaha itu sih masih rencana, yang jelas ga akan dalam dekat ini. Masih belum layak. Mungkin 1-2 tahun lagi. Makanya aku sekarang sedang mengumpulkan foto, dan dari sekian banyak fotoku,aku pilih untuk diperlihatkan dipameran.”

“oh…. Ah tak usah menunggu 1 tahun lagi. Setengah tahun lagi kau pun pasti bisa. Hasil fotomu itu daebak!”

“Ah… kau berlebihan Minho!”

Tak terasa mereka sudah berjalan sampai halte bus. Saatnya berpisah.

“kau naik bus?” Tanya minho

“Ani… aku kesini hanya untuk memutuskan lebih baik aku dari arah halte ini kemana. Untuk melakukan kegiatan ini lebih asik jika berjalan kaki”

“Oh begitu… arah rumahmu dari halte bus ini kemana?”

“timur”

“berjalanlah sebaliknya. Ke baratlah kau pergi!”

“ah kau benar juga! Oke!”

Lalu datanglah bus yang akan ditumpangi Minho.

“ya sudah aku permisi dulu. Bus ku sudah datang. Oh ya aku minta nomormu. Pasti aku butuh nomormu untuk menghubungimu”

Hana pun menuliskan nomornya di hapenya Minho. Lalu Minho pun memiskol nomor Hana, agar Hana mengetahui nomornya Minho.

“Oke sudah ku save nomormu. Save juga nomorku ya!” seru Minho

“pastilah. Kita ini kan team. Jadi aku harus mengsave nomormu untuk menghubungi mu!”

“Annyeong Hana! Senang berkenalan denganmu!”

“Annyeong Minho! Aku juga! Semoga kita menjadi partner yang kompak!”

“oke!”

—~—

            “seharusnya aku pun pergi ke pulau jeju bersama kalian. Namun aku harus pergi bersama Minra sunbae ke paris untuk meliput fashion show disana.” Kata Kyuhyun

“ah oppa dan Minrae sunbae licik….-_- kalian ke luar negeri. Kenapa kita juga ga kesana. Padahal kan paris itu tempat yang terkenal kota romantis….. kita juga bisa meliput disana.” Hana mengeluh karena tidak diajak.

“ya tiketnya cuman 4…” jawab Kyuhyun

“kenapa kita ga diajak. Tiketnya kan 4”

“2 laginya buat Ryeowook hyung ama Hyojoo Nuna.”

“kenapa harus mereka. Kenapa bukan kita?”

“kan itu tugas mereka. Mereka kan bagian fashion. Kamu kan bagian journey”

“ya tapi kenapa tiketnya cuman 4, ga dilebihin?”

“kita kan diundang ama pihak fashion shownya. Akomodasi dan transportasi disana ditanggung. Dan cuman dikirim 4 tiket. “

“terus kenap…..” belum juga Hana selesai ngomong sudah dipotong oleh Kyuhyun. Nampaknya Kyuhyun sudah tahu apa yang akan dikatakan oleh Hana

“kenapa kantor ga ngeluarin uang buat tiket kalian berdua? Hemat uang euy! Sekarang lagi jaman krisis. Lebih ga usah keluar korea dulu. Lagian ide Minho bagus tuh untuk meliput Jeju dari sisi lain. Aku yakin itu pasti lebih bagus daripada meliput paris.”

“alesan…..” cibir Hana kesal. Dia bête.

“bukan alesan tapi kenyataan”

“tapi….”

“sudahlah Hana, gapapa…… di sana pasti juga sama asyik dengan di paris. Lagian kalo disana kita tak kesulitan dalam berkomunikasi” Minho menenangkan Hana

“kita kan disana bisa pake bahasa inggris” Hana tetap ngotot

“masa kau tidak tahu? Mereka disana jarang ada yang bisa berkomunikasi bahasa inggris, seperti di kita. Kalo di jeju untuk berkomunikasi dan wawancara jadi gampang, karena satu bahasa”

“tuh dengerin apa kata Minho!” Kyuhyun nyolot

“biasa aja…. Ga usah nyolot. Kalian juga disana komunikasinya bagaimana?” Hana tak terima Kyuhyun nyolot

“hello….. our boss can speak france…… are you forget?”

“mwo? Seo Minra sunbae?”

“of course siapa lagi?”

“ah sudahi lah perdebatan kalian. Pesawat sudah mau take off. Ayo Hana kita menuju pesawat” Minho menyudahi perdebatan antara Hana

“wah ya kau benar. Ah sudahlah kau bawakan ku oleh-oleh dan foto-foto pemandangan disana” pinta Hana

“jika oleh-oleh barang, oke deh. Tapi untuk soal foto, kau bilang saja pada Ryeowook hyung, dia kan fotografernya”

“oh ya….. oke nanti aku minta ke Ryeowook sunbae.  annyeonghi gaseyo oppa!” pamit Hana

“annyeonghi gaseyo hyung” pamit Minho

“annyeonghi gyeseyo! Selamat menikmati perjalanan! Bawakan juga oleh-oleh untukku, dan tulisan serta foto hasil kerja kalian!”

“Oke,oppa. Bye!”

Minho dan Hana masuk ke gate penerbangan dan langsung menuju pesawat. Pesawat pun landing menuju pulau Jeju.

Tak lama setelah take off Minho langsung tertidur. Hana pun memandangi Minho. Betapa polosnya dia, pikir Hana. Hm… dia adalah sosok kalem,tenang,dewasa. Terbukti saat tadi aku dan Kyuhyun oppa berdebat. Dia menenangkan aku dan meyakinkan aku bahwa ke pulau jeju itu lebih asyik dibandingkan ke paris. Dan dia tak banyak omong saat aku berdebat. Hana terus tenggelam dalam pikirannya mengenai lelaki yang baru ia kenal 3 hari yang lalu. Ia jadi teringat saat tadi malam, Minho meneleponnya untuk menanyakan hal-hal yang harus dibawanya. Dan dari situ mereka saling bertukar cerita mengenai banyak hal. Mulai mengenai majalah PRECIOUS, orang-orang yang bekerja disana, sampai mengenai gossip artis. Dari obrolannya tadi malam, Hana menyimpulkan bahwa Minho itu orangnya dewasa,berintelek. Terlihat dari bagaimana pendapatnya mengenai gossip-gosip.

Karena bosan Hana pun mendengarkan lagu, lalu tak lama kemudian dia pun menyusul Minho, pergi ke alam yang indah dan menenangkan. Alam mimpi alias tidur.

Hoah~ Minho baru bangun dari tidurnya. Setelah menempuh perjalanan dari Seoul ke Jeju, akhirnya pesawatnya melakukan pendaratan. Dia pun membereskan barang-barangnya. Saat melihat ke samping, ia melihat Hana sedang tertidur. Wajahnya bagaikan malaikat kecil yang polos. Secara reflek dia mengeluarkan kamera DSLR miliknya dan langsung memotret Hana yang sedang tertidur.

“Hana,,,, ireona,,,,, sudah sampai” Minho membangunkan Hana dengan lembut

“euh…. Hoah~ dimana ini?” Hana pun bangung, namun masih dalam keadaan linglung.

“pesawat. Kita sudah sampai di pulau Jeju”

“oh iya ya, aku lagi ke pulau Jeju. Kalo gitu ayo kita turun”

Mereka keluar dari bandara. Langsung mereka pergi menuju penginapan menggunakan bus. Sesampainya disana Hana langsung memotret banyak hal. Pemandangan di pulau Jeju begitu menggugah hati Hana untuk mengabadikannya.

Begitu pula Minho. Dia pun mengabadikan setiap sudut dan setiap sisi di pulau Jeju. Mereka berdua tenggelam dalam dunia fotografi di pulau jeju.

Mereka pun tiba di penginapan. Penginapannya sederhana, fasilitas dikamar hanya ada 1 kasur, 1 kamar mandi, 1kipas. jangankan ac, tv pun tak ada. Mereka berdua memesan kamar yang berbeda, namun sebelahan *yaiyalah masa mau 1 kamar?! Bukan muhrim bung…. Author masih berpikir sehat, tau deh kalo si Minho nafsu ama gue ß dikuliti ama flames*

“Hana ya! Kita dari sini mau istirahat dulu atau langsung pergi jalan-jalan?” Tanya Minho

“hm…. Langsung jalan aja yuk. Tadi kan dipesawat udah tidur. Paling aku ke kamar cuman nyimpen barang ama ganti baju” jawab Hana

“ya udah. Aku juga mau ganti baju”

Mereka berdua pun masuk ke kamar mereka masing-masing. Sebelum ganti baju Minho rebahan di tempat tidurnya. Dia ingin meregangkan otot-ototnya terlebih dahulu. Memang tidur di pesawat tidak begitu membuatnya lelah selama perjalanan,namun karena tidak tidur di kasur, badannya terasa pegal-pegal. Dia menyesal telah menanyakan kepada Hana untuk istirahat dulu atau jalan-jalan, seharusnya dia bilang bagaiamana kalo mereka istirahat saja dulu. Ah sekarang sudah terlanjur untuk jalan-jalan. Ya sudahlah.

“aku heran, apa Hana tidak pegal-pegal setelah tidur dipesawat? Langsung pengen jalan-jalan” heran Minho

“ttok ttok ttok” *nadanya pake nada lagu SuJu T – ttok,ttok,ttok*.

Jika tak mendengar ketokan,sebenernya Minho enggan untuk berdiri dan ganti baju. Namun Ia sudah terlanjur menyepakati untuk jalan-jalan. Ia pun langsung mengganti baju.

“Ne Hana. Sebentar lagi aku keluar”

Minho pun membongkar kopernya untuk mengeluarkan bajunya. Dia pun memutuskan untuk memakai baju kaos polo warna biru,celana pendek selutut, dia pun memakai sepatu sport warna hitam. Lalu dia mengambil tas kamera, berserta kameranya. Memasukan hape dan dompetnya ke dalam tas kameranya. Setelah merapikan rambutnya di depan cermin. Dia pun keluar dari kamar.

Saat membuka pintu kamarnya. Hana sudah berada di depan pintunya. Hana terlihat menggunakan setelan celana pendek diatas lutut. Tank top pearl biru dilapisi cardigan sapphire blue dan flat shoes. Di lengannya tergantung tas kamera, dan lehernya tergantung kamera kesayangannya.

“Kita ke pantai saja! Aku sedang ingin ke pantai” seru Hana

“Kenapa ga sekalian ke warga atau ke bukit? Biar sekalian ngeliput” Tanya Minho

“ah besok saja. Kan rencananya hari ini untuk bersantai dulu. Oleh karena itu aku ingin pergi bermain ke pantai”

“lalu kenapa kau bawa kamera?”

“Ah kau ini bagaimana sih?! Aku ini fotografer, tentu saja setiap aku kemana saja barang wajib dibawa adalah kamera. Setiap aku melangkah kemanapun aku harus membawanya, karena setiap aku melangkah keluar pasti ada sesuatu yang menarik untuk diabadikan. Cuman belanja ke supermarket aja aku suka bawa, apalagi kalo lagi main gini, itu wajib. Apalagi pantai itu objek yang indah, pasti banyak banget hasil foto yang akan aku foto.”

Gile, ni orang cinta banget ama dunia fotografi. Dedikasinya bagus juga, pikir Minho.

Saat dipantai Minho memotret dengan kameranya. Dan Hana baru sadar jika Minho membawa kamera.

“kau membawa kamera? Kau fotografer?” Tanya Hana

“kau baru sadar? Padahal semenjak turun dari bandara aku sudah menenteng-nenteng kamera. Ah kau ini terus saja memotret sehingga tak sadar! Ah anio….. aku hanya suka dunia fotografi. Aku masih amatir. Makanya aku ingin dapat ilmu darimu” jawab Minho

“hahahaha yang seperti itu tidak usah berguru. Hasil foto itu gimana cara kita melihat si objek. Jadi ya berbeda” jawab Hana sambil memotret pengunjung pantai

“ya tetap saja aku ingin kau mengajariku”

“sekarang kau coba ambil gambar sebuah objek! Nanti aku nilai kamu kurang dimananya?”

Minho pun mencari objek,lalu dia memotret seorang anak kecil yang sedang bermain pasir.

“bagaimana?” Tanya Minho memperlihatkan hasilnya.

“hm… kamu ngambil angle anak kecil itu kurang tepat, sehingga kurang pencahayaan, dan ekspresi anak kecil itunya kurang. Kau ngambil saat sia anak sedang setengah tersenyum. Jika kau mengambil beberapa detik kemudian, ekspresi anak akan bagus sekali. Terlihat gembira sekali. Ya di timing nya aja sih. Tapi jujur loh segini kamu untuk amatir jago loh!”

“hahaha terima kasih atas pujianmu”

Hana menatap garis horizontal laut, hmmm betapa indahnya. Secara otomatis Hana mengambil gambar tersebut. Hana terus saja asyik memotret. Tanpa dia sadari dia menjadi objek foto orang lain.

Hana menengok ke arah Minho. Dia pun menjadikan Minho sebagai objek. Dia memoto Minho yang memoto sebuah objek. Hm.. bagus juga kalo dia dijadikan model, pikir Hana. Ah , benar juga aku suruh dia menjadi model aku saat ini.

“Minho ya~”  panggil Hana

“mwo?”

“kau berdiri disana!” seru Hana menunjuk tengah pantai.

“Mwo? Masuk kedalam air? Untuk apa?”

“Ne… sudah masuk saja lah! Sinikan kamera kau”

Setiap Minho melangkah ke dalam air pun oleh Hana diabadikan.

“Ah benar-benar karisma model. Saat dia melangkah pun hasilnya bagus.” Gumam Hana pada dirinya sendiri “ya berhenti! Berdiri disitu, dan sedikit bergaya lah kau!”

“Mwo? Aku dijadikan model? Ya! Bukankah aku kesini untuk sebagai wartawan, penulis, pelapor? Bukannya dijadikan model!” protes Minho

“ah jangan banyak bicara kau. Dengarkan aku saja! Kau ini objek foto yang menarik! Kau benar-benar berjiwa model!”

“-______- baiklah” Minho pun berpose mengangkat kedua tangannya sambil tersenyum.

“jepret”

“Good. Sekarang kau bermain  air”

Hana pun mengarahkan kameranya ke Minho yang sedang bermain air. Dia menunggu ekspresi yang tepat. Setelah dirasanya mendapat ekspresi yang tepat langsung Ia foto.

“sekarang kau membelakangi kamera. Dan kau harus mengarah ke arah matahari”

Dengan lemas Minho berbalik arah.

“badannya tegap ya bung!”

“De…..”

“Jepret”

“oke, sekarang kau menghadap kanan. Kau loncat dan wajah kau menghadap kamera”

“Hana! Ini kan bukan pemotretan. Kenapa harus bergaya seperti itu?”

“ah sudah jangan banyak Tanya. Lagian kau ini model kan? Disuruh pose apa aja harus mau dong!”

“tapi aku kesini bukan sebagai model!”

“Ah jangan banyak omong. Sudah ikuti saja. Oke, pada saat hitungan ke 3 kau loncat. Ingat mukanya berekspresi ya! Oke, han….dul……set….”

“sekarang kau ke sini,ke tepi pantai.”

“Hana, ini terakhir ya?!”

“Oke, sekarang kau duduk, posisi duduknya yang enak menurutmu, tetapi kakimu harus terkena ombak. Fokuskan matamu memandang lautan. Ekspresinya ekspresi tenang. Seakan saat melihat lautan hatimu menjadi tentram,tenang”

“Baik nona fotografer. Tapi janji ini terakhir!”

“hah?! Terakhir?. Yah….. aku kan masih ingin menjadikanmu objek”

“Aku kan sudah bilang beratus-ratus kali,kal..”

“Lebe! Ga sebanyak itu! Kau hanya mengucapkan itu sebanyak 2 kali”

“Tuh, kau tau sendiri kan? Aku sudah bilang aku kesini bukan sebagai model. Kalo dibayar sih mending, lah ini coba?”

“Hu…. Itungan! Pelit! Jadi kamu ga ridho gitu?”

“Hahahaha bercanda soal bayaran mah…. Tapi beneran deh, aku pengen kerja sesuai tugas aku sekarang. Aku ditugaskan bukan sebagai model!”

“Ah iya iya deh terakhir. Aku bosen ngedenger kamu, kalo kamu kesini bukan sebagai model. Sekali lagi kau ngomong itu dapet piring cantik!” *author garing…*

“hahahaha ya sudahlah cepat”

“oke… jepret”

“Nice! Good job! Sebagai bayarannya, aku janji deh kalo aku bikin pameran. Fotomu semua yang tadi akan kupamerkan, dengan ukuran jumbo!”

“iya,kalo kamu ngadain pameran. Coba kalo nggak?”

“ih jahat! Jangan gitu dong! Doain semoga jadi!” gerutu Hana sambil menggembungkan pipinya. Jika dia kesal, dia suka menggembungkan pipinya seperti anak kecil.

“Hahahahaha kau lucu menggembungkan pipi kayak anak kecil jadinya. Hahahaha, oke, iya aku doain”

Tiba-tiba pipi Hana mendadak merah. Aduh kok jadi malu dibilang seperti itu :”>.

“ah sekarang gantian. Sekarang kau menjadi objekku!”

“tapi sekali saja ya…..”

“kenapa? Kau curang. Aku banyak, sedangkan kau hanya satu”

“karena aku ini fotografer bukan model. Tidak sepertimu. Jadi kalo kau banyak kan wajar, karena kau model”

“tapi aku kesini bukan seb…” belum selesai ngomong sudah dipotong

“tapi aku kesini bukan sebagai model…..” Hana menirukan kata-kata Minho dengan nada mengejek. “stop to say that again! enough for me to hear that! Oke, I know….. but you are model. You must ready for take pose everytime,everywhere….”

“teu kitu oge….. oke, karena aku baik hati, aku tidak akan memaksamu melakukan berkali-kali. Oke aku setuju hanya sekali!”

“oke, remember that. Just one take!”

“ya, kau berdiri di depan pantai, dan tersenyumlah!”

“Baik, mas fotografer”

“oke, 1….2….3…”

“jepret”

“coba lihat” pinta Hana.

Hana pun menilainya. “oke lah…… kau cukup belajar juga dari kata-kataku tadi. Pointmu 85!”

“Gomapta. Ini juga karena modelnya menarik” ujar Minho sambil tersenyum lebar dan menatap Hana

Eomona~ kok aku mendadak ingin meleleh melihat senyumnya. Dan mengapa muka ku menjadi merah saat dia menatapku. Oh god~. Aku harus mengalihkan mukaku darinya. Hana pun mengalihkan matanya dengan memotret langit senja.

“Sunset yang indah ya?!” gumam Hana

“iya, indah sekali” Minho berpendapat sama

“ah kau mendengar gumamanku? Hahahaha. Ah sudah gelap sebaiknya kita pergi dari sini. Kita cari makan” ajak Hana

“oke”

Setelah dari Jeju mereka jadi semakin dekat, karena selama di Jeju mereka terus bersama, saling bertukar cerita sehingga makin mengenal satu sama lain. *author sengaja dilangsungin aja biar ga bertele-tele ß alibi karena ga ada ide buat cerita di jeju nya*.

Hana dan Minho sedang berjalan di pinggir pertokoan Seoul. Mereka berdua baru saja pulang dari pemotretan di Mall. Rencananya mereka mau bersantai di kafe. Namun cuaca sedang tidak bersahabat, mereka berdua kehujanan di tengah jalan. Untungnya jarak mereka dari tempat kehujanan ke apartemen Hana tak jauh, sehingga Hana memutuskan mengajak Minho untuk berteduh dahulu diapartemennya.

“fiuh…. Akhirnya nyampe juga. Hujannya deres juga nih!” seru Hana “Minho ya, masuk sajalah. Tak usah sungkan!”

“ne.. gomapta Hana”

Hana pun mengambilkan Handuk dan kaos untuk Minho. “ayo keringkan badanmu menggunakan handuk ini. Dan pakailah baju ini, nanti kau masuk angin”

“kok ada baju cowok? Baju siapa ini?”

“baju tidurku. Untuk baju tidur aku lebih suka memakai baju cowok karena lebih nyaman, longgar. Kau ganti baju di kamar tamu saja”

Sementara Minho mengganti baju, Hana membuatkan coklat hangat untuk mereka berdua.

Saat Minho keluar dari kamar. Ia mendengar Hana berbicara, namun bahasa yang Hana pakai itu aneh. Bukan bahasa Korea. Sedang berbicara dengan siapa? . Minho pun mengintip ke dapur. Oh.. Hana sedang berbicara di telepon. Namun, siapakah lawan bicaranya? Bahasa yang digunakannya bahasa asing.

Iya, Bun.. ini Hana juga baru pulang keujanan. Disini ujannya gede, ampe guguludukan. Kedengeran kan ditelepon juga? Hah? Pulang ke Indo? Gatau atuh Bun, abisnya Hana lagi asyik ama gawean Hana disini Bun. Apa Bun, ga pulang? Ga mungkin lah Bun, aku juga kangen Indonesia, kangen sayur asem bikinan bunda. Kan kalo di korea bunda ga pernah bikin sayur asem. Pastilah tahun ini aku pulang. Paling sekitar 2 bulan lagi lah, pas musim panas disini Hana pengen ngungsi ke Bandung, merasakan sejuknya hawa Bandung. Naon Bun? Oh ka Ahjussi, oh muhun nganjang kaditu mah radang jarang euy Bun… muhun, kalo Hana kesana ntar Hana titipin keripik kiriman Bunda. Udah dulu atuh ya Bun, kasian bisi pulsa Bunda abis. Engke mun Hana mau pulang, pasti Hana Kabarin Bunda. Dah Bunda…. Bogoshipo!”

            Hanya satu kata yang Minho mengerti dari percakapan tadi. Bogoshipo, sisanya Ia tak mengerti. Namun dari percakapan yang tadi dia denger mungkin Hana tadi berbicara dalam bahasa Indonesia. Karena tadi menyebutkan Indonesia.

Hana melihat Minho melongo melihat dirinya.

“Minho, kenapa melongo? Oh pasti heran ya tadi aku ngomong pake bahasa planet! Hahahahaha”

“Hahaha iya, bahasa planet mana tuh? Kamu tadi ngomong pake bahasa Indonesia?”

“Kok tau? Kamu tau bahasa Indo?”

“Nggak, tadi kamu nyebut-nyebut Indonesia”

“oh… tapi tadi aku ga sepenuhnya pake indo, tadi aku juga ngomong sunda”

“apa? Sunda?”

“Ya sunda! Di Indo itu kan terdiri dari berbagai macam suku. Nah Ibu aku itu sukunya, suku sunda. Dan kita punya bahasa sendiri juga, bahasa sunda”

“Oh… jadi ibu kamu orang Indonesia, bapakmu korea?”

“yoyoy….”

“pantas saja mukamu tidak terlalu korea. Tetapi orang tuamu itu asia semua, kenapa matamu berwarna biru?”

“oh , Halmeoniku orang Inggris. Yang nurun dari dia adalah tinggi, dan bola mata ini,serta hidung mancungku”

“hmm…. Berarti kau menguasai banyak bahasa! Hebat juga kau! Benar juga kau cukup tinggi, tinggi mu berapa?”

“ah biasa aja kali…. Tinggi ku 165… ah sudahlah ini minum ini untuk menghangatkan tubuh”

Slrup…. Ah memang nikmat meneguk coklat hangat di tengah hujan begini. Minho pun menatap keluar. Dia sedang berpikir, apakah Ia yakin akan keputusannya?

“Minho ya, kenapa kau bengong?”

“Hana ya, mau kah kau…..”

“Hah? Apa? Mau apa?”

“Mau kah kau menemaniku futsal besok? Akan ku perkenalkan kau dengan tim futsalku”

—-*—-

Hana dan Minho sampai ditempat futsal. Dan disana masih sepi, belum ada teman-teman Minho. Akhirnya untuk mengisi waktu luang sambil menunggu kawan-kawan Minho, Minho mengajak Hana bermain futsal.

Ya karena mereka hanya berdua, dan Hana tidak bisa bermain fustal, mereka berdua hanya bermain asal tendang. Tidak ada aksi merebut bola, atau memasuka bola ke gawang. Mereka hanya bermain saling tendang, kalopun memsaukan bola ke gawang itu tidak ada kipernya.

Namun Minho tetap menunjukkan skillnya dalam bermain bola kepada Hana, dengan caranya mengajari sedikit tekhnik bola.

Minho tenggelam dalam menendang bola dengan lututnya. Memindahkannya dari lutut kiri ke lutut kanan, begitu seterusnya.

“Minho, kau kenal dengan teman-teman tim fustal mu dari mana?” Tanya Hana

“mereka adalah tetanggaku. Kami sama-sama memiliki kecintaan terhadap dunia seni. Dua diantara mereka adalah penyanyi terkenal.” Jawab Minho sambil bermain-main dengan bolanya

“mwo?! Jeongmal? Wah~ that so awesome. Nuguya?”

“liat aja ntar sendiri! Heu.heu.heu. yang satunya seorang desainer muda, dan yang paling muda dia adalah seorang koregrafer.”

“ah kalian hebat! Tapi hebat ga kalo bermain futsal?”

“hahahaha Tim kami, tim SHINee adalah tim futsal yang hebat! Buktinya waktu lomba kemerdekaan *kalo di indo mah 17an* se kecamatan (?), tim futsal kami yang menang, padahal kita ga ada cadangan!”

“so great!” ucap Hana sambil mengambil kameranya.

“kamu mau moto aku?”

“geer bener! Aku mau liat baterainya doang. Soalnya tadi malem lupa ga ke cash”

Lalu datanglah segerombolan anak muda. Yap, mereka adalah tim futsal SHINee, tim futsalnya Minho.

Hana pun melihat kearah gerombolan tim futsal SHINee. Gila~ ini tim futsal pasti bikin cewek jejeritan ga jelas. Gimana nggak? Mereka semua keren-keren dan tampan! 2 orang yang berjalan di depan, yang satu badannya memang kurus, namun eomona~ tampangnya begitu imut, yang satunya wah stylenya keren banget. Walau hanya memakai kaos futsal, namun dia tampak keren, dan juga tampan. Ditambah lagi orang yang berjalan dibelakang mereka berdua, dan itu lah yang membuat Hana terkejut. Ternyata Minho benar, member timnya seorang penyanyi terkenal, Kim Jonghyun! Siapa yang tak kenal Jonghyun, penyanyi tampan bersuara emas, dan Hana adalah penggemar suara Jonghyun. Ditambah lagi Minho, cowok jangkung tampan yang berprofesi sebagai model dan penulis. Lengkap sudahlah tim futsal bahan jejeritan para wanita.

Tanpa basa-basi Hana langsung memotret 3 orang yang baru datang tadi.  Ia ingin mengabadikan orang-orang keren sperti ini.

“Annyeong yeorobun! Lama kali!” sapa Minho

“Ah itu mah Hyung saja yang datangnya kepagian” sahut cowok bertampang imut.

Cowok berstyle keren melihat ke arah Hana. “Minho ya, kau membawa seseorang nampaknya. Kenalkan!”

“Ah iya, kenalkan Ini Hana, dia temanku di majalah Precious, fotografer dan penulis. Dia bersamaku mengasuh rubrik “Journey Tour”. “

“Annyeong, Kim Hana Imnida”

“Ini yang kuceritakan seorang koreografer”

“Annyeong Lee Taemin Imnida” cowok berwajah imut itu menjabat tangan Hana sambil tersenyum

“Ini yang desainer” Minho menunjuk cowok keren tersebut

“Annyeong Key imnida”

“Dan pasti kau sudah tahu yang ini”

“Annyeong Jonghyun Imnida”

“Tentu saja aku tau dia. Aku sangat mengagumi suara emasmu. Dan aku juga suka dengan lagu-lagumu. Easy listening”

“Ah… gomapseumnida”

“Hyung, satu lagi mana? Kalian kan semanajemen. Kenapa tidak bareng?” Tanya Minho

“Ah dia tadi ada syuting strong heart dahulu. Jadi sedikit terlambat” jawab Jonghyun

“Ah, itu dia. Hyung!” sapa Key

Hana pun melihat anggota tim futsal yang baru datang tersebut, dan betapa terkejutnya dia. Anggota itu adalah Jinki a.k.a Onew. Yang membuatnya dia terkejut bukanlah karena yang datang dihadapannya seorang penyanyi terkenal, namun karena dia tak menyangka akan bertemu dengan seseorang yang ingin ia lupakan dari masa lalunya.

“Annyeong~ tadi aku ada syuting Strong Heart dulu. Mianhae terlambat” Ujar Onew

“Onew hyung, come here!” seru Key “Minho membawa seorang wanita, kenalkanlah minho!”

“Hyung, kenalkan ini Hana” Minho mengenalkan Hana pda Onew

“Jinki Oppa…..” Ujar Hana pelan

Onew pun terkejut melihat Hana “Hana ya…..”

“Kalian sudah saling kenal?” Tanya Minho

“Eu…eu… Hana adalah adik kelasku saat SMA..” jawab Onew sedikit tergagap

“eu… ah ya itu benar” Hana meyakinkan jawaban Onew

Suasana terlihat canggung antara Onew dan Hana. Mereka berdua sama-sama terkejut dan tak menyangka jika mereka akan bertemu kembali di tempat seperti ini.

Agar tak terlihat canggung Onew pun memulai pembicaraan. “Hana ya… eu apa kabar?sudah 3 tahun kita tak berjumpa”

“ah baik-baik saja. Oppa sendiri? Ah pasti baik saja, ditambah sekarang kau sudah suskes menjadi seorang penyanyi. Tak menyangka” jawab Hana

“Tak kusangka kita akan bertemu kembali.”

“Ah benar,,, waktu telah mempertemukan kita berdua”

“Ayo kita bermain! Onew Hyung, cepat ganti baju, jangan bernostalgia terus!” ajak Key tak sabar

“Ah ne….”

—~—

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s