[FF] Precious Part 2

Title                      : PRECIOUS

Rate                      : PG 14+

Genre                  : of course it’s romance, it’s impossible if horror *author geje,garing*

Cast                      : choi minho shinee

                                  kim hana *untuk para flames bayangkan kalo itu anda*

                                  kim taeyeon snsd

                                  jo kyuhyun super junior

                                  kang haena *bayangkanlah itu sosok temen anda*

  Lee Taemin shinee

  kim jonghyun shinee

  kim kibum  (key shinee)

  lee jinki (onew shinee)

  Kim kibum (super Junior)

Length               : 2/?

Author              : so pasti HANAN HANIFAH

Disclaimer       : ehem…. JEONGMAL MIANHAE dulu sebelumnya. Kan aku ini ingin membuat ff ini bercita rasa sinetron, jadi kalo lebay dan konfliknya ribet maaf ya, kan mau bercita  rasa sinetron. Sejujurnya aku sendiri juga malu buat ngepublishnya,soalnya ceritanya lebe.  Kalo ff nya garing maaf juga, saya masih pemula jadi aku mohon  READERS untuk KOMEN,KRITIK,dan SARAN. Kalo nggak suka silahkan ungkapkan dengan kata yang mengenakan hati. So, NO BASHING. AUTHOR HATE THIS!!!! Bashing  itu bikin DOWN tau……. *curcol* . dan oh iya ini FF terinfluence ama novel 4 musim itu loh… tau kan??? Ingat hanya terINFLUENCE bukan PLAGIAT, jadi kalo ada beberapa adegan yang mirip,mianhae. Bukan bermaksud palgiat, aku hanya terinfluence, terinspirasi dari novel itu saja. Tapi dari segi cerita, bedalah… GOMAWAEYO, TERIMA KASIH, sudah mau membaca ff geje ini. Please ENJOY

 

 

gakkeum honjaseo gireul geotda jamsi meomchwo juwil hanbeon dulleoboda honjaraneun gibune himi deul ttaen geuttaen nareul ttarahae nareul nareul ttarahae eh

Pagi buta sudah terdengar Ringtone SHINee A-yo berbunyi dari hape Hana. Hana yang masih terlelap dalam tidurnya pun otomatis terbangun walau malas. Ia pun meraba-raba meja di samping tempat tidurnya untuk meraih hapenya.

Taeyeon Eonni Calling.

“Yeoboseyo. Wae eonni? Meneleponku pagi buta begini?” Hana masih setengah mengantuk.

“Hey, bangun! Kita ada pekerjaan buat kamu jam 8.00” jawab Taeyeon

“aduh kenapa ngedadak sih? Bukannya semalam?”

“Hari ini ada pemotretan. Asalnya fotografernya adalah Siwon Oppa, namun dia tiba-tiba jatuh sakit. Lal….”

“Mwo? Siwon sunbae sakit? Bisa juga itu orang sakit”

“Ya… Siwon Oppa pun manusia,Hana…. Aku belum selesai bercerita! Lalu aku pun meminta tolong kepada Ryeowook Oppa, namun dia sedang pulang kampong ke Incheon. Akhirnya aku pun memutuskan kau saja. Kau bisa kan?”

“huh…. Pemotretan untuk apa?”

“Biasa rubric fashion dan rubric That Person”

“Kenapa disekaligusin? Bukan di studio tempatnya?”

“Anio… di Sungai Han, lagian kita sekaligusin karena model Fashion adalah orang That Person. Dia menjadi model bersama Minho.”

“Rubrik That Person? Berarti akan mendatangkan artis?”

“Tentu saja…. Kau ini bagaimana.”

“Siapa artisnya?” sebenarnya ini bukan pertanyaan penting bagi yang lain, namun bagi Hana ini pertanyaan penting karena Ia tak ingin terlibat pemotretan dengan satu artis.

“Kibum da….” Belum selesai Taeyeon berbicara sudah dipotong oleh Hana

“Mwo? Kim Kibum actor dan rapper itu?”

“Ne… wae? Neo kibum paenseu?”

“Anio…. Ah kalau aku beri tahu kau pasti tidak akan percaya. Nanti saja lihat dilokasi”

“Berarti kau menyetujuinya?”

“Kalo Kibum Oppa modelnya tentu saja aku setuju!”

—~—

                Jam ditangan Minho menunjukan jam 7.40 . 20 menit lebih cepat dari yang dijanjikan Ia sudah tiba di sungai Han. Namun walau kepagian Nampak sudah ada beberapa kru pemotretan telah bersiap-siap. Sebagai model, memang dia yang datang pertama. Namun sebagai bagian pemotretan dia adalah orang kesekian. Dilihatnya Taeyeon dan Haena sedang berbincang-bincang. Minho pun mendekati mereka untuk menanyakan model dan pemotretan.

“Taeyeon Nuna, Haena Nuna” sapa Minho

“Minho ya.. kau sudah datang! Rajin sekali kau!” Puji Taeyeon

“ah biasa saja Nuna. Modelnya hanya bertiga?”

“Ya, tapi hanya untuk rubric Fashion. Untuk That person hanya mereka berdua” jawab Haena

“Hahahaha I know. Lagian aku terlalu bagus untuk tampil di sampul majalah. Hahahaha” Minho narsis akan dirinya sendiri. Memang orang yang masuk rubric That Person otomatis menjadi model Sampul majalah.

“Narsis juga kau! Ah itu dia model kita satu lagi telah datang!” seru Haena

“Annyeong~” sapa Onew yang ternyata menjadi model juga untuk pemotretan hari ini.

“ah Hyung datang juga kau!” sapa Minho

“Tentu saja aku datang. Kalau tidak aku tidak akan mendapatkan bayaran. Hahahahaha” jawab Onew *Krik…krik…. Nyu.. garing tau! Krenyes bangetlah Nyu!*

“Hyung bagaimana kalau kita membeli kopi disana” Minho menunjuk sebuah kedai

“Ah benar, aku butuh segelas kopi.”

“Nuna, aku dan Onew Hyung pergi membeli kopi dahulu” Izin Minho

“Oke, tapi tapi jam 8 teng kau sudah disini!” Taeyeon mengizikan

“Ah tenang saja masih ada waktu 15 menit. Kami pasti kembali tepat waktu!” janji Onew

Onew dan Minho pun berjalan menuju kedai kopi tersebut.

“Minho ya… fotografer kita siapa?” Tanya Onew

“katanya sih Siwon Sunbae”

“Oh. Hanya dia?”

“Ya. Setiap pemotretan hanya satu fotografer. Memangnya kenapa?”

“Ah Anio… ah kau mau apa? Esspreso, robusta atau….”

—-*—-

                Huh… Hana pun menghela napas. Dia masih terengah-engah karena berlari untuk mengejar waktu. Untungnya dia tidak terlambat, malah di kecepatan 5 menit dari waktu yang ditentukan. Harusnya Ia tidak berlari-lari jika sesudah menerima telepon dari Taeyeon Ia langsung bangun dan bersiap-siap, namun yang Ia lakukan malah sebaliknya. Ia malah tidur kembali. Untungnya Taeyeon datang ke rumahnya, kalau tidak mungkin jam segini Ia baru beranjak dari tempat tidur.

“Huh… huh…. Eonni aku sudah datang! Aku tidak terlambat kok Eonn. Huh…” Lapor Hana kepada Taeyeon dengan nafas yang belum teratur.

“Tuh capek kan? Harusnya begitu aku telepon, kau langsung bangun, namun saat aku kerumah mu untuk mengajakmu pergi bersama kau belum bangun. Makanya kau ku tinggal”

“Ah mianhae… semalam aku tidur jam 1. Kukira hari ini tak ada kerjaan. Abisnya ngedadak”

“kau ini kan freelance. Harus siap kapanpun jika dibutuhkan. Oke, gwaenchana, lagian kau tak terlambat. Sana bersiap, bentar lagi akan dimulai”

“bentar eonn! Kalo Kibum Oppa sudah datang?”

“Sudah tuh disana” tunjuk Taeyeon ke arah jam sebelas. Nampak Kibum sedang duduk santai sambil di make up. “Dia siapamu? Masa pacarmu?”

“Pacar. Bukanlah….”

“fans bukan, pacar bukan. Kecengan?”

“Bukan juga… aku tak mungkin ngeceng dia”

“wae”

“pertama jika para fansnya tahu aku akan dibacok *author lebe* kedua dia itu sepupuku, masa aku ngeceng sepupu sendiri”

“Sepupu? Kkeotjimal!”

“Tak percaya kau? Lihat saja!” Hana menantang Taeyeon. Ia pun menarik lengan Taeyeon dan mendekati Kibum.

“Kibum Oppa!” panggil Hana

Kibum pun melihat ke arah orang yang memanggilnya. Wajahnya pun langsung sumringah.

“Ah Hana!!!! Bangawoyo!!! Lama tak jumpa! Apa kabarmu?” sapa kibum

“naneun gwaenchana. Kabar Ahjussi dan Ahjumma bagaimana?”

“baik saja mereka. Kau sudah lama tak ke rumah.”

“Ah iya, aku sibuk jadi tak sempat. Lagian, kau juga jarang ada di rumah”

“Tapi kan kau ke rumah bisa juga menemui Appa dan Eomma, tak harus selalu menemuiku. Appa dan eomma pasti merindukanmu juga!”

“Jadi kalian beneran sepupuan?” Tanya Taeyeon tak percaya

“iya” jawab Kibum dan Hana

“Jadi Kibum sepupu mu yang selama ini kau ceritakan adalah Kim Kibum Aktor dan Rapper ini?”

“Iya, Eonn!”

“Ah aku rindu bertukar cerita denganmu” Ujar Kibum

“Iya bener! aku rindu pada mu oppa! Sudah lama kita tak bertukar cerita. Bogoshipo!” Hana memeluk Kibum *(y) pelukan ama kibum!!!*

Lalu datanglah Minho dan Onew. Saat melihat Hana berpelukan dengan Kibum wajah mereka menjadi menegang. Mereka berdua terkejut, bagaimana tidak? Hana kok dapat berpelukan dengan Kibum?.

Jantung Minho terasa berdetak lebih kencang. Ia pun langsung menatap tajam keduanya. Ia bertanya-tanya, mengapa Ia harus bersikap seperti itu. Hana bukan siapa-siapanya. Namun tetap saja Ia merasa tak enak hati.

Lain halnya dengan Onew. Ia memang merasa panas dan cemburu, karena Ia memang mengakui jika ia masih mencintai mantan atau masih bisa disebut pacarnya karena mereka belum putus secara resmi setelah 3 tahun berpisah itu.

“Ah itu dia 2 model kita telah datang dari santai pagi! Minho ssi, Onew ssi, cepatlah bermake up!” seru Haena

Saat mendengar nama Onew, Hana langsung melepas pelukannya kepada Kibum. Ia langsung melihat ke segala arah, dan kecurigaannya terbukti. Onew memang ada disini menjadi model bersama Kibum, bukankah Taeyeon eonni bilang bahwa artisnya hanya Kibum Oppa saja? Tanya Hana Dalam hati. Ia pun ingin memastikannya, tanpa ragu ia langsung menemui Taeyeon.

“Eonni artis untuk That Person ada 2?” Tanya Hana

“Iya” jawab Taeyeon dengan santai

“Kenapa Eonni ga bilang???? Eonni cuman bilang Kibum Oppa saja!”

“Mwo? Kata siapa? Aku belum selesai ngomong kau sudah memotongnya dengan kegiranganmu akan modelnya Kibum”

Aish…. Aku menyesal telah memotong omongan Eonni tadi. Pikir Hana. Kalo saja tadi aku mendengarkan perkataan Eonni sampai selesai, mungkin aku tidak akan bertemu dengan orang itu. Biarin deh ga ketemu Kibum Oppa, daripada aku harus bertemu orang itu lagi. Cukup sekali saat futsal. Aku takut dia akan mempertanyakan hal yang tidak ingin aku bahas.

“memangnya kenapa Hana?” Tanya Taeyeon

“Ah ani….”

Selama pemotretan berlangsung Hana tidak dapat benar-benar berkonsentrasi. Beberapa kali hasil jepretannya gagal. Memang Hana mengakui, sampai sekarang Ia terkadang dadanya masih berdegup kencang apabila didekatnya ada Onew. Namun yang menyebabkan dadanya berdegup kencang bukan karena Onew masih ada dihatinya. Sebenarnya Hana pun tak dapat membohongi dirinya sendiri, Onew masih ada dihatinya, namun hanya ¼ hatinya saja yang terisi oleh Onew, sisanya entah… dia merasa masih kosong, walau tanpa sadar sebenarnya sudah mulai terisi. Oleh karena hal yang menyebabkan dia berdegup kencang karena Onew masih ada dihatinya hanya sebagian kecil saja, yang sebenarnya yang membuat dia berdegup kencang, bagaimana jika Onew mengajaknya berbicara berdua dan membahas hal yang tidak ingin Ia bahas.

“Jepret..” Hana pun melihat hasil jepretannya. Gagal lagi! Si kamera kurang focus dan gambar pun goyang. Sehingga ia harus mengulanginya lagi.

“Coba sekarang tangan kal….” Haena sedang mengarahkan untuk gaya selanjutnya.

“Jamkkaman Eonni! Kita ulangi sekali lagi gaya yang tadi” pinta Hana

“Mwo? Wae?”

“Hasilnya kurang bagus. Goyang!”

“Oh… ne…. tapi mengapa dari tadi kau sudah beberapa kali minta diulang terus? Biasanya kau selalu berhasil dalam sekali jepret, kalaupun gagal tidak sebanyak hari ini. Ada masalah?”

Hana langsung tergagap. Dia bingung mencari alasan apa. “eu…. Eu… ah anio… aku hanya mengantuk saja, jadi kurang focus”

“oh..oke kalian lakukan gaya yang tadi ya!” pinta Haena.

Setelah beberapa kali mengambil gambar. Akhirnya pemotretan selesai jam 11. Tinggal sesi wawancara untuk Kibum dan Onew. Dan itu adalah tugasnya reporter That Person, Junho dan Sunye.

Hana pun istirahat dibawah pohon untuk menenangkan hatinya. Ia pun melihat hasil fotonya selama hari itu, dan tanpa Ia sadari ternyata Ia telah mengambil gambar Onew sebanyak 10 foto!. Tetap.. masih ada sesuatu yang berbeda.

“Huft…. Yeah I still can’t forget what you was did to me. I’m afraid you’ll talk with me about that. I’m sure you’ll do it, because I watch you on variety you said….” Hana berbicara pada dirinya sendiri. Datanglah Minho menghampiri Hana sambil membawa Jus segar.

“Hana nampaknya kau lelah. Sedang ada beban apakah? Minum ini agar kau lebih segar” Tanya Minho sambil memberi jus

“Gomawo. Anio aku hanya mengantuk saja” Hana pun meminum jus pemberian Minho. Jus itu memang terasa segar di mulut dan tenggorkan, namun itu tetap saja tak berpengaruh untuk membuat hati dan pikirannya segar.

Mereka berdua kemudian terlarut dalam lamunan mereka masing-masing. Minho mengambil kameranya dan langsung memotret Hana yang sedang meminum seteguk terakhir jus. Dilihat hasilnya, Nampak sekali difoto itu Hana tampak sedang ada beban.

Minho pun teringat kejadian tadi pagi. Hana memeluk Kibum, dan mereka berdua terlihat akrab. Apakah ada sesuatu? Wajar saja sih, mungkin mereka berdua bertemu saat pemotretan. Dan mereka berdua merasa nyambung, lalu… namun saat memikirkan hal itu Minho jadi tak enak hati.

Keakraban mereka sekarang pun mulai terlihat kembali. Kibum memanggil Hana, dan Hana pun menghampiri. Mereka tampak saling bercanda. Tersenyum satu sama lain. Aish.. hatiku kok jadi tak enak? Gerah rasanya. Batin Minho.

Saat melihat keakraban Hana dan Kibum , Onew pun langsung menghampiri mereka berdua, dan bergabung untuk berbincang.

Hana merasa terganggu dengan kedatangan Onew, namun ia tak bisa mengelak, sehingga otomatis dia lebih memilih diam saja.

Sedangkan disudut lain Minho masih terus memperhatikan. Ia merasa makin gerah, karena tak tahan ia pun pergi menghampiri Hana. Untung disana ada Onew, jadi ada alasan untuk gabung.

“Kibum Hyung, Onew Hyung, Hana!” sapa Minho

“Minho ya… mari gabung!” ajak Hana dengan semangat. Setidaknya sekarang ia ada teman ngobrol. Hanya dengan keberadaan Minho disisinya dia merasa nyaman jika ada Onew. Hal itu pun yang dirasakannya saat bertemu di lapangan futsal. Sebenarnya Hana tak nyaman dengan keberadaan Onew, namun Minho selalu mendampinginya sehingga Ia merasa nyaman. Dan hal itu pun terjadi sekarang. Saat Minho berada disampingnya Ia akan merasa nyaman walau didekatnya ada Onew.

Mereka berempat saling bercerita. Tak lama dari perbincangan, untuk membunuh rasa penasaran Minho, Minho pun langsung menanyakan hubungan Kibum dan Hana.

“Maaf kalo melenceng dari pembicaraan, namun aku ingin bertanya. kalian Nampak akrab satu sama lain, bahkan kalian tadi berpelukan, apakah kalian adalah sepasang sahabat atau sepasang…” Tanya Minho

“Ah iya itu benar! Aku juga tadi heran mengapa Hyung dan Hana Nampak akrab sekali?” Tanya Onew penasaran

Hana dan Kibum saling tatap menatap. Lalu keduanya tiba-tiba tertawa. “Hahahahahahahaha”

“kenapa kalian tertawa?” Tanya Minho ketus. Dia tidak suka mereka berdua tertawa tapi hanya mereka berdua yang mengerti. Minho berasa diremehkan.

“Ada yang lucu?” Tanya Onew

“Hahahahaha Ani…. Karena kita adalah sepasang…..” jawab Hana melirik Kibum lalu mereka pun menjawabnya secara bersamaan “SEPUPU!!!”

“MWO?!”

“Ternyata kalian sepupu. Wah ga nyangka sepupumu itu seorang actor! Abis gerak-gerik kalian sedikit mencurigakan” puji Minho

“Hahahaha bisa saja. Memang banyak orang tadi yang heran melihat kedekatan kita berdua. Hana adalah adikku, walau dia bukan adik kandung, tetapi dia masih sedarah denganku. Kita satu kakek. Lagian dia di Korea keluarga satu-satunya hanya aku, jadi wajar saja jika kami akrab sekali, dan aku memperlakukannya rada berlebihan.” Jelas Kibum

“Oh… jadi Ini sepupumu satu-satunya yang selalu kau ceritakan. Kok setiap dulu aku ke rumahmu aku tak pernah liat dia?” Tanya Onew heran

“karena saat kau kesana dia sedang trainee, setahun kemudian debut dan kau ikut trainee di perusahaan yang sama” jelas Hana

Minho merasa ada yang janggal dari percakapan antara Onew dan Hana “Hyung kok bilang setiap ke rumah Hana sih? Kalian ini benar cuman hubungannya antara Sunbae dan Hoobae?”

Hana dan Onew pun langsung tergagap “Eu… ya wajar saja aku sering ke rumahnya. Dulu kita tergabung satu ekskul. Jika pulang setelah kegiatan ekskul kita selalu bareng karena satu arah, jadi ya aku sering mengantarkan Hana ke rumahnya.” Jawab Onew

“Dan aku pernah bercerita kepada Jinki Oppa, kalau aku ini tinggal bersama Adik papaku, dan aku akrab dengan sepupu ku ini” Hana menguatkan jawab Onew

“Hana” panggil Onew

“Mwo?”

“gimana kalo kita makan siang bareng, ada yang mau aku…” belum selesai onew berbicara sudah dipotong oleh Hana

“Hah? Makan siang? Eu… ah… benar kita makan siang bareng, bareng juga ama Minho, kibum Oppa, Haena Eonni, Taeyeon Eonni dan kru yang lainnya!” seru Hana dengan suara yang keras

“Hajima….”

“Kalo banyakan pasti lebih seru? Iya kan Oppa? Kau bisa ikut kan?” Hana memastikan kepada Kibum

“Benar, kalo banyakan lebih seru! Oke, aku bisa!” jawab Kibum

“Huf….” Onew menghela napas dan berkata dengan pelan dan lemas “Okelah, jika itu mau mu”

“Hyung-Hyung!” panggil Minho

“Mwo?”

“Bagaimana kalo kalian berdua udunan buat bayarin makan siang kita?” usul Minho

“MWO?!” Kibum dan Onew “Kenapa harus kita berdua?”

“karena kalian artis. Artis kan pasti duitnya banyak. Ayolah…. Hanya 30 orang saja!”

“haish… eotteokhae Onew ?” Tanya Kibum

“Haish… ah aku ikut Hyung saja”

“Ya sudah oke kita bayarin!”

“Yes, saya hemat uang!” Girang Minho “Yeorobun! Ayo kita makan siang bersama! Ditraktir oleh Kibum dan Onew Hyung!!!”

“Wah benar?” Tanya para kru “Ah Kamsahamnida Onew-ssi, Kibum-ssi!”

“Ah cheonmaneyo” jawab mereka berdua tersipu

Hana pun melihat Onew. Dia merasa lega, caranya tadi berhasil. Dia tidak ingin hanya berdua dengan Onew, ia takut… takut Onew akan membahas hal yang Ia benci.

—~—

Minho dan Hana Nampak kelelahan setelah tadi mereka berdua bermain bola. Walau hanya berdua mereka menikmatinya, ya walau hanya main asal tendang, tangkap, dan lari saja. Tapi lumayan untuk berolahraga.

Mereka berdua membaringkan tubuh mereka di pinggir lapangan. Pandangan mereka menuju langit cerah pada sore hari. Mengistirahatkan tubuh setelah menggerakkan tubuh selama 60 menit. Namun saat istirahat itu terganggu oleh ringtone hape.

gakkeum honjaseo gireul geotda jamsi meomchwo juwil hanbeon dulleoboda honjaraneun gibune himi deul ttaen geuttaen nareul ttarahae nareul nareul ttarahae eh

“Hapeku?!” seru mereka berdua dan mereka saling bertatapan aneh. “hapeku?” heran Minho

“hapeku? Kau memakai ringtone ini juga?” Tanya Hana

“Ne.. aku suka lagu ini. Kau juga?”

“lagunya enak bikin semangat. Eh itu hape siapa dong jadinya?”

Mereka pun segera meraih hape mereka didalam tas masing-masing yang terletak di bangku pinggir lapangan.

Ternyata hape mereka berdua yang bunyi. Minho melihat ke layar hapenya. Prec.kyuhyun hyung calling. Hana pun melihat ke layar hapenya Taeyeon eonni calling.

“Yeoboseyo”

Mereka berdua terlibat dalam percakapan masing-masing. Percakapan tak lebih dari satu menit. Setelah selesai menelepon Minho menyampaikan hal yang tadi ia bicarakan ditelepon ke Hana. “Hana-a kita harus ke kantor sekarang juga. Kyuhyun hyung memanggil kita”. Dan ternyata disaat bersamaan Hana pun mengatakan hal yang sama “Minho-a kita harus ke kantor sekarang juga. Kyuhyun oppa memanggil kita”. Saat itu juga mereka langsung terkejut.

“siapa tadi yang meneleponmu? Kok mengatakan hal yang sama?” Tanya Hana

“Kyuhyun hyung sendiri. Neo?”

“Taeyeon eonni. Dia disuruh Kyuhyun oppa. Dasar oppa, pelit amet sih. Cuman mau keluar pulsa sekali. Ckckckck. Yu ah cus kesana!”

Di kantor Kyuhyun sudah menunggu kedatangan mereka berdua. Ttok..ttok…ttok.. *nada lagu suju-t* terdengar bunyi ketukan pintu diruangannya.

“masuk”

Masuklah Hana dan Minho. Mereka berdua langsung duduk menghadap Kyuhyun. Mereka berdua heran, ada apa Kyuhyun memanggil mereka berdua mendadak.

“bagus lah kalian sudah datang. Ini” Kyuhyun meletakkan tiket pesawat di meja.

“mworago?”

“Hana-a.. keinginanmu terkabul tuh. Kalian berdua besok ke Jepang untuk bahasan artikel kali ini”

“MWO? BESOK?” Hana dan Minho sangat terkejut. Bagaimana tidak, itu mendadak sekali.

“kenapa ngedadak gini sih oppa?” Tanya Hana

“soalnya kalo dinanti-nanti keburu bos Minra berubah pikiran. nyetujuinnya lama banget. Ini juga baru disetujuin 2 hari lalu. Nanti keburu si bos berubah pikiran. Makanya kalian besok juga harus berangkat. Kalian take off jam 10 pagi. Makanya aku nyuruh kesini sekarang juga biar kalian bias prepare. Kalian pergilah ke Fujiyama dan Kyoto. Fujiyama tulislah tentang keindahan alamnya, Kyoto tentang tempat sejarahnya.”

“ya.. berarti gada waktu ke Shibuya dong” kecewa Hana

“kita ngasih waktu ke kalian di jepang 10 hari. Terserah kalian mau di Kyoto ama Fujiyama berapa hari. Kalo mau ke tempat lain ya paling di kyotonya 3 hari, di Fujiyamanya 3 hari, sisanya kalo mau ke tempat lain terserah, sesuain aja deh ama akomodasi yang dikasih. Berharap aja semoga akomodasinya sedikit lebih”

“mana uangnya? Mau aku hitung sekarang”

“besok. Sekarang lagi proses pencairan.”

“kok tiketnya cuman 2? Kau tak ikut?”

“ani… kan sudah kalian”

“padahal kau dulu selalu menemaniku. Sekarang udah ga pernah”

“dulu aku menemani kau karena kau sendirian. Sebagai atasan yang baik aku menemani kau. Sekarang kan sudah ada Minho. Jadi tugasku hanya menerima hasil laporan kalian, aku edit, lalu kuserahkan. Lagian aku malas perjalanan jauh. Tak bisa main game dengan tenang”

“game saja yang ada dpikiranmu! ya sudah. Besok berarti oppa ke bandara?”

“iyalah, kalian gamau akomodasi? Oh ya besok uangnya sudah kuserahkan dalam bentuk yen. Dan jangan lupa pake bon pengeluaran disana!”

“arasseo”

“eh hyung, kenapa harus ke dua tempat itu?”

“karena tema kita tentang alam dan sejarah. Lagian di Kyoto pemandangannya indah juga. Ya sudah sekarang kalian pulang prepare buat ke sana.”

“kau sudah mengurus visa kami?” Tanya Minho

“udah… eh tapi kalian punya passport kan?”

“tentu saja. Aku ini bolak-balik korea-indonesia terus. Sudah pasti passport aku punya”

“ne… aku pernah ke Taiwan untuk liburan, tapi itu 4 tahun lalu. Entah masih berlaku atau tidak passport itu”

“masih kok,Ho! Passport itu berlaku ampe 5 tahun.” Jawab Hana

“ya sudah semuanya beres. Kalian bisa berangkat besok. Sana pulang prepare buat besok.”

“Oppa ngusir nih! Oke, annyeong!”

Hana dan Minho berjalan keluar dari gedung kantor. Karena mendadak mereka bingung mau prepare apa saja.

“hm.. gini aja, gimana kalo nanti malam kita nelepon buat ngomongin barang apa aja yang dibawa, kamu sebutin barang apa aja yang kamu bawa, aku juga begitu. Dengan begitu kalo ada barang yang lupa dibawa kita dapat inget. Gimana?” saran Minho

“Brilian! Oke!”

—~—

“akhirnya tiba dipenginapan. Ah lelah sekali setelah menempuh perjalanan korea-jepang dan mendaki untuk mencapai penginapan. Langsun ke onsen ah!” seru Hana sambil meregangkan tubuhnya.

“simpen dulu barang baru ke onsen. Jangan langsung main nyebur, barang ditinggalin” Minho memperingatkan

“ne arasseo. Ayo ah ke kamar”. Mereka menyewa semacam bungalow, jadi dalamnya seperti rumah, makanya mereka hanya memesan 1 kamar saja, karena itu cukup untuk mereka berdua.

Setelah menyimpan barang, Hana dan Minho bersiap-siap untuk merilexkan tubuh mereka dengan berendam di onsen di penginapan tersebut, namun terdengar Ringtone A-yo berbunyi.

“itu hapemu. Hapeku sejak dipesawat belum ku aktifkan kembali “ Minho memberitahu

“gomawo” Hana mengangkat teleponnya “yeobeoseyo”

“kapan kau pulang dari Jepang?” Tanya seseorang ditelepon

“nuguseyo?”

“kapan kau pulang dari Jepang?”

“nuguseyo?”

“kapan ka pul….” Belum selesai bertanya sudah dipotong

“NUGUSEYO?!” seru Hana kesal

“neo… masa kau tak mengenali suara ku?”

“eh…” ya memang Hana sebenarnya mengenali suara itu dari awal, namun ia tak yakin, makanya ia memastikannya dengan bertanya.

“memang kita sudah 3tahun tidak berhubungan, tapi kemaren-kemaren baru saja bertemu, masa kau tak ingat kembali pada suara merduku ini?”

“ga usah narsis! Yeah I know you”

“who am i?”

“loh kok malah balik nanya?”

“memastikan kau benar-benar mengenali suaraku, jadi katakan, who am i?”

“neo… seseorang yang harus kulupakan, seseorang meninggalkanku begitu saja”

“segitu burukkah kenanganku terhadapmu?”

Minho memperhatikan pembicaraan Hana ditelepon. Terlihat dari wajah Hana, Hana tak menyukai mendapat telepon dari orang tersebut. Nadanya pun judes.

“menurutmu?” jawab Hana “tau darimana nomorku yang ini?”

“tanpa kamu nanya juga kamu udah tau jawabannya. Kapan kau pulang dari jepang?”

“untuk apa kau menanyakan hal itu?”

“aku ingin membicarakan sesuatu”

“tentang?”

“alasanku”

“fiuh….”  Hana menghela napas, dia bingung haruskah dia beri kesempatan untuk menjelaskan alasan orang itu

“tolonglah beriku kesempatan. Aku tau kau pasti benci hal ini, kau pasti tak ingin membahasnya. Tapi aku mohon beriku kesempatan. Jebal… kapan kau pulang”

“kau bisa tanyakan kepada orang yang memberimu nomorku”

“tapi aku ingin memastikan darimu. Ya sudah kapan kau bisa bertemu denganku”

“oke, sehari sesudah kepulanganku. Untuk kapan aku pulang, tanyakan saja pada orang itu”

“oke, kita bertemu jam 4”

“eoddieo?”

“atap sekolah”

“mwo? SIREO!!!” Hana menolak mentah-mentah

“wae?”

“Sireo! Kenapa harus disitu?”

“gapapa aku hanya ingin sedikit mengenang”

“sireo! Kalau kau bersikeras tempatnya disitu aku tak akan menemuimu!”

“oke, kamu mau dimana?”

“Suharti ayam goreng” *emang ada disana?*

“nege michyeoseo?!”

“mwo? Na michyeoseo?! Ya!!!! Kenapa kau menolak? Itu kan tempat makan favoritmu. Ayam!”

“ ne… it’s my favorite. Ayam gorengnya paling the best lah! Tapi Itu tempat umum banget, kalo sampai fansku atau wartawan melihat ini bisa gawat!”

“ya sudah di taman deket rumahku yang dulu kau tahu kan?”

“yang deket rumah kau yang dulu? Ah maksud kau rumah Kibum hyung? Ah I know”

“ya disitu. Kita bertemu disitu saja. Ingat aku hanya memberi kesempatan hari itu saja, tak ada hari lain. Ga ada perubahan jadwal. Aku tak peduli jika kau tiba-tiba ada syuting atau rekaman atau apapun yang berhubungan dengan kegiatanmu saat waktu kita bertemu. Kita bertemu jam 4, jika sampai jam 7 kau tak datang, aku tak akan memberi lagi kesempatan. Ingat itu oppa! Arraseo?”

“ne arraseo. Aku pasti datang dan on time. Kalau begitu annyeong”

“annyeong” hana pun menutup teleponnya dan Ia langsung menatap Minho tajam.

“nuguseyo?” Tanya Minho

“kau memberikan nomorku pada orang lain?” Tanya balik Hana

“anio. Tidak ada seorang pun yang meminta nomormu”

“lalu kenapa dia bisa dapat nomorku?”

“mworago? Nugu?”

“ah sudahlah. Aku mau berendam. Kau tak mau ikut?”

“tentu saja ikut” *hei, jangan berpikir yadong ya!!!*

Selama berendam perasaan Hana tak tenang. Ia takut akan kembali ke masa lalunya. Ia benci membahas ini, tapi entah mengapa hatinya ingin tahu apa alasannya. Hana berusaha tak memikirkan masalah itu, namun Ia hanya bisa melupakan saat berendam saja.

Begitupula dengan Minho. Ia merasa tak tenang, ia merasa ada yang aneh dengan sikap Hana. Sebenarnya Minho sudah menduga beberapa hal mengenai Hana, namun ia masih belum menanyakan kebenarannya. Namun dilihat tadi dari sikapnya Hana, ia memutuskan untuk memastikan dugaannya. Apakah benar atau tidak?

Selesai berendam mereka kembali ke kamar dan memesan makanan. Saat makanan tiba ke kamar mereka, Hana langsung melahapnya tanpa ampun. Jika hatinya sedang tidak tenang, ia akan banyak makan. Melihat Hana makan seperti itu, Minho tanpa ragu ingin memastikan dugaannya. Ia pun langsung mengajukan pertanyaan.

“tadi siapa yang meneleponmu? Onew hyung kah?”

Hana terdiam sambil mengunyah makanannya

“aku tak sengaja lihat, saat dia meminjam hapeku dia melihat kontak dan dia menulis nomormu”

“mworago?! Kenapa kau tak bilang daritadi saat ku menanyakan hal itu?” Tanya Hana kaget

“karena kau tidak menanyakan hal itu. Kau hanya menanyakan adakah orang yang meminta nomormu, dan tentu saja jawabanku benar, tidak ada. Lain lagi jika kau menanyakannya adakah orang yang menulis nomormu, kalo itu baru jawabannya, iya ada”

“haish… kau ini!”

“Hana, sebenarnya apa hubungan kau dengan Onew hyung? Apa benar HANYA hubungan hoobae-sunbae? Tak lebih?”

Hana langsung menghentikan makannya ia menatap dalam-dalam Minho. Ia heran, mengapa Minho tiba-tiba membahas masalah dirinya dengan Onew.

“mwo? Hubunganku dengan Jinki oppa? hubunganku dengan dia ya… seperti yang dikatakan Jinki oppa. aku ikut aja dia bilang apa”

“dia bilang sebenarnya bukan hanya hubungan hoobae-sunbae, namun dia tidak mau menjelaskan lebih rinci. Aku ingin tau yang sebenarnya, jelaskanlah”

“untuk apa kau tau sebenarnya? Apa untungnya?”

“agar kau dapat membuka hatimu lebar-lebar. Saat tak ada Onew hyung kau sudah membuka hatimu walau tak lebar, namun setiap ada dia kau seperti yang menutup rapat hatimu untuk siapapun. Kau tenggelam akan masa lalumu, kau seperti yang tak ingin kejadian dimasa lalumu itu terjadi. Jadi ceritakanlah agar aku bisa membantumu,melindungimu”

Hana terkejut, dia bingung dengan apa yang dikatakan Minho. Jantungnya terasa berdetak lebih kencang, pipinya memerah “huh…” Hana menarik napas dan menghelanya “hubunganku dengan Jinki oppa sebenarnya adalah….. oke bisa disebut juga dia adalah mantan aku, namun bisa disebut juga kita ngegantung”

“ngegantung?”

“ya, saat aku masuk Sma, temanku, Seohyun mengajakku untuk mengambil les pada seorang kakak kelas, dan kakak kelas itu adalah Jinki oppa. mengapa memilih seorang Lee Jinki? Karena orangtua Seohyun tau bahwa Oppa adalah juara umum, makanya orangtua Seohyun meminta oppa untuk mengajarinya. Karena tidak mau sendiri Ia mengajakku,dan Nicole,temanku juga. Dari situ berawal, aku jatuh hati atas kelembutannya, kepintarannya, suaranya yang lembut, kekonyolannya, dan gayung pun bersambut Oppa menjadi kekasihku. Aku merajut hubungan dengan dia selama 1 tahun, namun saat dia lulus Sma dia tiba-tiba menghilang dan meninggalkanku begitu saja. Tidak memberikan kejelasan status. Dan tiba-tiba setahun kemudian dia muncul di tv sebagai seorang penyanyi. Setidaknya jika dia ingin putus, kenapa tidak bilang, bukan dengan cara meninggalkanku begitu saja”

“jadi kau sekarang menganggap kalian itu mantanan atau ngegantung”

Hana kembali bercerita dengan mata sedikit berkaca-kaca “dia memang tidak pernah mengucapkan kata putus, begitu juga aku, namun karena dia sudah meninggalkanku begitu saja aku anggap kita sudah putus. Jujur sejak itu, aku sulit untuk membuka hatiku. Baru setahun terakhir ini aku bisa membuka hatiku, ya walau hanya sedikit, tidak lebar seperti yang kau katakan. Tapi untuk memulai sebuah hubungan aku takut, aku takut hal itu terjadi kembali. Namun saat aku berhasil membuka hatiku, dia tiba-tiba datang, dan saat melihat dia aku selalu takut sehingga aku selalu langsung menutup kembali hatiku. Namun disaat dia tidak ada aku bisa membuka kembali. Sebenarnya aku sudah bisa melupakan dia, tapi tetep aja dia masih ada sedikit dihatiku. Saat dia muncul rasa itu seakan tumbuh, namun saat dia tidak ada rasa itu layu kembali. Ah sudahlah biarkan saja yang berlalu. Minho, aku lelah aku ingin tidur”

Minho merasa bersalah karena mengungkit hal yang tidak ingin Hana ungkit, “Hana-a, mianhae. Jeongmal mianhae”

“gwaenchana. Lagian emang waktunya untuk tidur. Besok kan kita harus mendaki ke puncak”

“mianhae, tapi aku ingin berjanji satu hal untukmu”

“mwo?”

“aku akan membuat hatimu terbuka lebar-lebar dan kau akan melupakan Onew Hyung sepenuhnya”

Hana terbengong akan janji yang diucapkan Minho. Apa maksudnya? *Hana…Hana… loe pura-pura bego apa bego beneran?*

—~—

Minho terbengong melihat wajah Hana saat bangun. Wajah Hana Nampak berseri-seri, seperti tidak terjadi apa-apa tadi malam. Padahal dia sudah membuat Hana menguak masa lalu yang cukup pahit, sehingga membuat Hana tidak berselera, dan sampai sekarang Minho masih merasa bersalah. Dia mau meminta maaf, namun ragu.

Dengan semangat Hana menyiapkan segalanya untuk hari ini. Di cashnya kamera kesayangannya sampai penuh. Diisi pula tenaga tubuhnya dengan sarapan yang banyak. Hana menatap Minho. Dia heran mengapa Minho tidak begitu semangat.

“kenapa dengan dirimu? Tak semangat begitu. Kau tak senang dengan perjalanan dinas kita ini?” Tanya Hana

“Ah.. anio. Sudah tak usah pikirkan aku.” Jawab Minho sambil tersenyum.

“ya ga bisa gitu juga…. Kau ini kan kawanku. Mana bisa aku tak berpikir mengapa kau tak semangat”

“hahahaha sudahlah tenang saja. Aku hanya sedikit ngantuk”

Setelah sarapan dan segala persiapan matang, mereka langsung pergi menjelajah gunung Fuji. Selama perjalanan mereka berdua membisu. Hanya saling tatap sesaat, setelah itu mereka berdua focus berjalan ke depan. Tak ada sepatah kata sedikitpun. Karena membisu terus, Hana langsung melaksanakan tugasnya. Mengambil gambar. Melihat Hana mulai menjalankan tugasnya, Minho pun langsung melakukan hal yang sama. Dia menulis kasar di catatannya bagaimana keadaan gunung Fuji dan masyarakatnya. Dia mewawancarai orang yang berjalan disebelahnya. Untung orang tersebut adalah wisatawan asing, sehingga Minho dapat berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Melihat Minho sedang mewawancarai, Hana langsung mengambil gambar narasumber.

Setelah menempuh jarak lumayan jauh, mereka berdua memutuskan untuk berisitirahat. Mereka minum dan memakan perbekalan mereka. Minho masih saja diliputi rasa bersalahnya. Walau semalam sudah meminta maaf dia tetep saja merasa tak enak.

“Hana… eu….” Minho masih ragu untuk meminta maaf namun dia bertekad dia harus meminta maaf “Hana Jeongmal Mianhae….  Jeongmal.. Jeongmal Mianhae”

“jeongmal mianhae? Buat apa?” Tanya Hana heran

“Soal semalam. Sungguh aku tak bermaksud untuk menguak masa lalumu yang pahit. Aku tak bermaksud membuatmu sedih”

“ah soal itu, aku sudah memaafkanmu dari semalam. Lagian aku tidak merasa tersinggung”

“tapi tetap saja aku merasa bersalah”

“gwaenchana… lagian itu masa lalu. Udahlah”

“gomapta”

“sekarang apa lagi? Kok gomapta? Buat apa?”

“karena memaafkanku”

“hahahaha nyante aja Minho!” Hana terus tertawa, Minho langsung mengeluarkan kameranya dan difoto wajah Hana yang sedang tertawa. Hana langsung berhenti tertawa begitu sadar dirinya di foto.

“Minho!!! Kenapa kau foto? Aku ini bukan model!” protes Hana

“biarin suka-suka aku dong!”

“dasar!” secara reflek Hana langsung memotret wajah Minho yang sedang tidak “kobe” Hana langsung tertawa melihat hasilnya.

“hahahahaha balas dendamku berhasil!”

“mwo? Lihat!”

“sireo! Lagian percayalah padaku! Wajah sejelek apapun, setidak kobe apapun jika difoto ditangan fotografer professional seperti ku bagus. Trust me, it works *korban iklan* “

“narsis! Kemarikan kameramu! Aku mau lihat”

“sireo! Hasilnya bagus kok!” seru Hana sambil berdiri dari duduknya, namun malangnya dirinya, karena berdiri terburu-buru, kakinya tidak berpijak dengan benar. Hana terjatuh dan kaki kanannya terkilir.

Bug… krak…. “aw….”

“Hana-a~” Seru Minho terkejut. Dengan sigap ia langsung menolong Hana. Diberdirikannya badan Hana. Hana meringis kesakitan. Didudukannya Hana. Dilihat olehnya kaki yang terkilir. Kemudian diurutnya kaki yang terkilir itu. Muka Hana memerah dan memanas. Minho sangat care kepada dirinya. Begitu sigap menolong dirinya.

“wah mayan juga nih! Agak bengkak” ujar Minho sambil mengurut kaki Hana

“aw….” Hana meringis

“Ah mianhae… tahan rasa sakitmu ini. Aku memang tak pandai mengurut, tapi setidaknya ini memberikan pertolongan pertama.”

Minho melanjutkan mengurut kaki Hana. Setelah dirasanya cukup, Minho menghentikan aktivitas mengurutnya. Berkat pertolongan pertama Minho kaki Hana dapat digerakkan dibandingkan saat awal terkilir. Tapi tetap saja terasa sakit.

“nampaknya kita tak bisa melanjutkan perjalanan. Sebaiknya kita kembali ke penginapan” ujar Minho

“ya udah. Yuk!” ajak Hana sambil berdiri. Baru saja melangkah satu langkah, Hana sudah hampir terjatuh, untung Ditahan Minho. Kaki Hana belum dapat digunakan berjalan. Melihat hal itu Minho langsung merangkul Hana, membantu Hana berjalan.

“berpegangan eratlah padaku” perintah Minho.

Mereka berdua berjalan sambil berangkulan. Mereka terjebak dalam keadaan diam, canggung. Wajah mereka sama-sama memerah. Untuk membunuh rasa itu Minho memulai pembicaraan.

“harusnya kau hati-hati tadi. Kalau udah gini kan repot kamunya”

“mianhae… aku kehilangan keseimbanganku”

“ya harusnya kau tadi memberikan kamera itu, jadi ga kayak gini”

“ya maaf…”

“kan kakimu itu jadi sakit. Sulit berjalan. Yang repot juga kan kamu sendiri”

Karena Minho terus mengomelinya, Hana menjadi kesal dilepaskannya lah rangkulan Minho “kamu ridho ga sih nolongin aku? Ngomel mulu”

“bukan gitu,,, aku cuman peduli aja ama kamu. Kalo kamu kenapa-napa gimana?”

“ya tapi ga usah gitu juga! Aku kan ga sengaja! Maaf deh kalo bikin kamu repot. Kalo kamu ngerasa repot, aku bisa kok jalan sendiri”

“eh jangan pundung. Bukan gitu maksud aku”

Hana tak peduli dia terus melangkah, namun lagi-lagi dia terjatuh. Dia bangkit kembali, namun baru melangkah selangkah dia langsung terjatuh. Minho merangkul kembali Hana, namun nampaknya lukanya makin parah. Walau sudah dibantu jalannya, Hana tetap terjatuh. Melihat hal itu, Minho memiliki inisiatif sendiri.

“naiklah ke punggungku!” suruh Minho

“mwo? Sireo!”

“naik. Kau mau jalan gimana? Kau terjatuh terus. Kalo nambah parah gimana?”

Hana tampak berpikir. Dia ragu untuk naik ke punggung Minho. Namun Minho langsung menaikan Hana ke punggungnya. Hana terkejut, betapa kuatnya Minho.

“Mianhae” Hana menempelkan kepalanya ke pundak Minho.

“gwaenchana” jawab Minho sambil membelai rambut Hana.

“berat ya?”

“gwaenchana…”

“kau baik sekali. Jeongmal gomawo..”

“ne.. cheonmane”

Minho terus berjalan walau dengan langkah yang pelan dan hati-hati karena di punggungnya ada Hana. Karena berada sedekat ini, jantung mereka berdetak sangat kencang. *backsound SM*SH – I Heart you, kenapa hatiku cenat-cenut kepada kamu *

Kenapa hatiku menjadi cenat-cenut begini? Semoga dia tidak menyadarinya harap Hana. Dia memperhatikan sekeliling. orang-orang sekitar memperhatikan mereka. Yang ada dipikiran orang-orang sudah dapat dipastikan, betapa romantisnya mereka. Dia menjadi merasa malu sendiri.

“Minho aku malu…”

“wae?”

“semua mata tertuju kepada kita. *emangnya miss Indonesia?!* mereka pasti berpikir kita romantis banget. Padahal kan ga kayak gitu juga”

“hahahaha biarin orang berpikir apa saja”

“tapi tetap aja malu”

“ya udah biarin aja”

Hana pun tersenyum mendengar jawaban Minho. Ia merasa nyaman berada dipunggung Minho. Hangat. Wangi parfum Minho begitu tercium, membuatnya nyaman. Ditambah perlakuan carenya Minho. Makinlah dia merasa nyaman. Sudah lama Hana tak merasakan kenyamanan seperti ini jika berada di dekat pria.

Tibalah mereka di penginapan. Minho langsung membaringkan Hana. Minho langsung mengompres bengkaknya Hana menggunakan es.

“sekarang kau istirahat. Aku mau pergi mencari bahan laporan” ujar Minho

“ah aku ikut…” mohon Hana

“anio! Kau harus mengistirahatkan kakimu. Lagian belum tentu kau bisa jalan”

“tapi masa aku ga kerja”

“kau kan sudah memotret. Sudahlah untuk di Fuji, laporan murni aku. Saat di Kyoto baru kau ikut membuat.”

“ah mianhae Minho”

“gwaenchana. Sekarang istirahatkan kakimu. Aku segera kembali”

Setelah 4 hari di Fuji, dan 3 hari di Kyoto, mereka memutuskan untuk pulang ke korea, karena kondisi kaki Hana yang masih cedera karena jatuh di Gunung Fuji. Walau sudah seminggu semenjak kejadian, namun kaki Hana belum benar-benar sembuh. Ia masih berjalan pincang. Nampaknya luka yang ditimbulkan cukup parah. Oleh karena itu mereka memutuskan langsung pulang setelah selesai bertugas tanpa berjalan-jalan dulu. *alibi author. Sebenernya ga ada ide buat nyeritain mereka disana, jadi langsung aja balik ya* . mereka sedang berada dalam kereta menuju Tokyo. Dari Tokyo dilanjutkan ke bandara untuk flight ke Korea.

Mereka duduk saling berdampingan. Seperti biasa, selama perjalanan Hana lebih asyik dengan hobi yang menjadi bagian pekerjaannya, memotret dibandingkan mengobrol. Sebenernya Hana ingin mengobrol, namun entah apa yang mau dibicarakan. Memang Hana dan Minho obrolannya nyambung, namun Minho itu terlalu kalem dan pendiam, sehingga seringkali Hana lah yang harus memulai obrolan. Karena sedang tidak ada bahan obrolan, Hana memutuskan untuk memotret penumpang.

Minho sendiri memilih untuk tidur. Dia lelah selama perjalanannya di Jepang. Ia harus merawat dan membantu Hana berjalan. Ia melakukan hal itu selain merasa bersalah, karena Ia merasa Hana adalah tanggung jawabnya. Ditambah mereka melakukan perjalanan malam. Waktu yang sangat tepat untuk tidur.

Setelah puas menjalankan hobinya, Hana terdiam terbisu *lebe* . dipikir-pikir dan dirasa-rasa badannya pun terasa lelah dan mengantuk. Ditambah kakinya masih sakit belum juga sembuh. Dilihatnya lah Minho yang berada disebelahnya. Melihat Minho terlelap, membuat Hana pun ingin menyusul Minho ke alam mimpi. Hana pun mulai menutup matanya untuk berisitirahat.

BRUG…. Minho terbangun karena merasa ada guncangan. Ternyata bangkunya terguncang karena Hana yang sedang tertidur tiba-tiba menjatuhkan dirinya kesamping sambil tertidur. Melihat Hana tertidur, Minho langsung inisiatif mendudukkan kembali Hana yang terjatuh kesamping,lalu disandarkannya lah kepala Hana kebahu Minho. Dielusnya kepala Hana, dan digenggamnya tangan Hana.  Setelah itu Minho melanjutkan kembali tidurnya.

Beberapa jam kemudian mereka sampai di Tokyo. Hana terbangun, ia kaget ketika Ia sadar kepalanya tersandar pada bahu Minho, dan tangannya tergenggam tangan Minho. Sejak kapan posisinya seperti itu. Walau menyadari posisinya seperti itu, Ia tak mau merubah posisi itu sampai Minho terbangun. Begitu Minho terbangun, Hana langsung salting.  Ditegakkan badannya. Dilepasnya tangan Minho. Begitu juga Minho menjadi salting. Mereka berdua saling tatap dan kembali terdiam. Namun Hana tak kuat dengan kesunyian ini, Ia pun memulai obrolan.

“eh udah ampe Tokyo ya?” Tanya Hana

“Ya, namun belum sampai stasiun yang kita tuju. Sekitar 10 menit lagi.” Jawab Minho

“masih ada sisa 3 hari lagi padahal, kenapa harus pulang? Padahal aku pengen ke Shibuya”

“kau ini tak sadarkah kau akan keadaan kakimu ini? Bagaimana kau bisa berjalan-jalan di shibuya dengan keadaan kaki seperti itu?!”

“iya sih… tapi kapan lagi coba ke Jepang?”

“tenang pasti kita bisa lagi ke Jepang!”

“tapi kapan???”

“dengan kemampuan fotografimu, aku yakin pasti bisa! Trust me”

“ah kau ini membuatku geer. Amien… semoga”

“kapan kita mau menyerahkan hasil perjalanan kita ke Kyuhyun Hyung?”

“mau langsung aja? Tapi kalo mau langsung setelah kita pulang, paling cuman nyerahin aja tanpa membahas yang akan diedit. Terlalu cape kalo buat ngebahas”

“kenapa harus dibahas mana yang mau diedit. Bukannya itu tugasnya Hyung?”

“iya, tapi biasanya oppa selalu membicarakannya juga denganku, siapa tahu ada yang ga pengen aku cut.”

“iya juga sih. Jadi mau kapan?”

“besok saja, tapi pagi. Karena sore harinya aku ada janji”

“dengan siapa?”

Hana terdiam. Ia bingung, lebih baik jujur atau tidak. “dengan teman lamaku” ya Hana tidak berbohong, itu benar. Namun Hana tidak memberikan info lebih lanjut siapa teman lamanya.

“Hana, kita sudah sampai. Ayo turun. Perjalanan kita pulang masih jauh!”

—~—

“ah jangan… foto itu harus ditampilkan dimajalah!” keukeuh Hana

“wae? Hanya foto Ramen aja. Apa spesialnya???” Tanya Kyuhyun

“Tapi itu ramen terenak yang pernah aku makan. Makanya aku pengen ngerekomendasikannya. Masa ada tulisannya tapi ga ada fotonya. Orang-orang tidak akan dapat membayangkannya”

“tapi kan bisa kita deskripsiin”

“tapi sulit oppa!! Itu rasanya sulit untuk dijelaskan kata-kata. Rasanya enak sekali. Kalau kau tak percaya Tanya saja Minho”

“benar Hyung, ramen itu enak sekali. Sebenernya kita ga berencana membahas makanan dalam perjalanan kita, namun saat kita makan siang tak sengaja kita memakan ramen itu, dan rasanya sangat enak. Jadi ya itu cukup layak untuk direkomendasikan dan foto ramen itu masuk majalah” Minho mendukung pernyataan Hana

“tapi kalo ini dimasukkan, berarti harus ada 1 foto yang ga dimasukkan” ujar Kyuhyun

“Ah ga bisa gitu dong oppa! Semua foto yang tadi dipilih harus dimasukkan”

“kalo gitu, harus ada satu bahasan yang dihapus. Bagaimana kalo bahasan mengenai onsen?” usul Kyuhyun

“mwo? Ga bisa…. Onsen yang kita liput itu enak sekali. Airnya hangat dan suasananya nyaman, beda deh!”

“Ya!! Emang kau kira rubric kita ini mau berapa halaman??? Tak cukup jika mau semua itu dimasukkan!!!” kesal Kyuhyun. Hana dan Kyuhyun sudah biasa terlibat debat untuk membahas mana saja yang harus dimasukkan ke majalah, dan mana yang tidak. Terkadang sering tidak membuahkan hasil, karena mereka berdua sama-sama tidak mau mengalah, oleh karena itu semenjak kehadiran Minho, perdebatan mereka jarang memanjang, karena Minho selalu menjadi penengah mereka berdua.

“hm… benar apa yang dikatakan Hyung, harus ada satu foto atau satu bahasan yang dihilangkan. Kalau gitu bagaimana kalo foto penumpang kereta ini?” usul Minho sambil menunjukkan fotonya. “memang foto ini menarik, memperlihatkan bermacam-macam ekspresi orang Jepang saat berada di kereta. Ada yang terburu-buru, ada yang santai, ada juga yang tidur. Namun menurutku ini tidak terlalu penting karena tidak masuk bahasan kita. Bagaimana?”

Hana nampaknya kurang setuju. Menurutnya itu sangat menarik. Dijamin setiap hasil pemotretannya bagus. Namun dipikir-pikir perkataan Minho bener juga “oke deh yang ini kita hilangkan” setuju Hana

“oke, kalo gitu fix ya apa aja yang mau kita masukin. Tinggal ama aku edit lagi. Oke kalian sudah bekerja baik. Tunggu honor tambahan oke?” kata Kyuhyun

“oke bos!!!” seru Hana dan Minho

Hana melihat jam ditangannya. Jam 4 kurang 15 sore. Sebenarnya Ia malas untuk menepati janjinya, namun karena sudah terlanjur berjanji, mau ga mau harus ditepatinya. Ia pun pamit dari Minho dan Kyuhyun.

“Oppa, Minho. Aku duluan ya. Aku ada janji” pamit Hana

“ne… oh ya katanya kakimu cedera, bagaimana sekarang?” Tanya Kyuhyun

“mayan sih walau masih sakit. Pokoknya ga separah awal cedera” jawab Hana

“bener? Jalanmu masih pincang” Minho melihat kaki Hana

“naneun gwaenchana… segini udah mendinglah…… daripada pas awal-awal. Aku ga bisa jalan pisan *si author sundana kaluar*”

“iya sih, hati-hati!” seru Minho

“Ne… annyeong”

“annyeong”

Hana sengaja memperlambat jalannya. Selain dikarenakan kakinya masih sakit, Ia tidak ingin cepat-cepat bertemu Onew. Sungguh, Ia enggan bertemu dengan Onew, namun ia terlanjur mengiyakan. Dan setelah dipikir-pikir, ga rugi amat ngedenger penjelasan dari Onew. Hana berharap Onew tak bisa menepati janjinya karena sibuk, namun meleset. Ternyata Onew telah tiba terlebih dahulu. Sebenernya orang biasa, bahkan fansnya belum tentu dapat mengenalinya, karena Onew menutupi dirinya dengan kacamata,topi dan masker. Namun dari jauh Hana sudah yakin itu Onew, terlihat dari postur tubuhnya dan gayanya. Walau sudah menjadi artis, gaya Onew tak berubah. Masih sama seperti saat mereka bersama.

Onew yang sedang duduk langsung berdiri saat melihat Hana berjalan pincang. Ia berniat membantu Hana, namun ditolak oleh Hana.

“ga usah. Aku bisa jalan sendiri”

Mereka berdua duduk di bangku taman. Onew membuka maskernya dan topinya.

“Lee Jinki!! Katanya kau tak ingin dilihat wartawan atau fansmu. Kenapa kau membuka masker dan topimu?” seru Hana

“ya,diam! Jangan keras-keras. agar kau bisa melihat ku dengan jelas. Lagian disekitar sini sepi”

“haish… up to you”

“kakimu kenapa?”

“saat di jepang aku jatuh”

“tapi kau baik saja kan?”

“ne”

“langsung saja ya. Aku sudah menyambutmu baik, kau masih aja jutek padaku. Menjawab dengan singkat. Kau membenciku?”

“benci? Hm… sebenernya ga juga sih”

“lalu kenapa kau masih jutek padaku. Kau menghindariku?”

“menurutmu? Ga usah sok-sok gatau alasannya”

“mianhae…. Jeongmal mianhae….. aku tak bermaksud seperti itu?”

“mwo? Tak bermaksud seperti itu? Lalu maksudmu apa?”

“sebelumnya aku mau bertanya. Saat aku tidak pernah menghubungimu lagi….” Belum selesai Onew ngomong, Hana memotongnya

“bilang aja saat kau meninggalkanku. Ga usah sok-sok baik”

“baiklah. Saat aku meninggalkanmu, kau anggap hubungan kita masih lanjut atau berakhir?”

“jujur aku masih mempertahankan sampai sebulan kau menghilang tanpa kabar. Tapi akhirnya aku menganggap kita sudah putus. Kau tak pernah memberiku kabar. Kau meninggalkanku begitu saja”

“mianhae… jeongmal mianhae…. Aku tak bermaksud begitu. Begitu lulus aku menjalani sebagai Trainee SM”

“ya ! Kau pikir aku bodoh? Kau pikir aku bisa terima saja alasan itu? kalau gitu kenapa kau tak memberitahuku. Tak menghubungiku? Neo! Kibum oppa pun menjadi trainee SM, tapi dia masih tetap bisa menghubungiku dan keluarga. Tapi kau?”

“Mianhae…. Sebenernya aku ingin memberimu kejutan. Rencananya setelah 6 bulan aku trainee, aku ingin memberitahumu bahwa aku akan debut sebagai artis. Tapi saat aku menghubungi kau, nomormu tidak aktif”

“kkeotjimal!”

“anio! Aku berkata sesungguhnya. Mengapa kau mengganti nomormu?”

“hapeku jatuh kedalam kloset *ga asik bener* . hape itu rusak bersama sim cardnya, maka aku ganti nomorku”

“trust me, Kim Hana. I tell the truth”

“tapi setidaknya dulu kau menghubungiku. Kau bisa kan berbohong? Ngomong aja kek kau lagi di jepang lah, di china lah, di Indonesia lah. Pokoknya kau bisa berbohong kau tak dapat menemuiku karena berada di luar seoul. Tapi kau malah menghilang sama sekali. Meninggalkanku begitu saja dalam keadaan terpuruk. Dan disaat aku sudah bangkit kau malah kembali datang, membuka kembali memori yang ingin ku tutup rapat. Membuatku kembali merasa terpuruk. Kau tak tahu bagaimana tersiksanya hatiku saat kau tinggalkan? Kau meninggalkanku saat hatiku benar-benar mencintaimu, saat hatiku merasa beruntung memiliki seorang namja yang baik hati,lembut, tampan, pintar, suara indah, walau kau ini polos, garing, gila ayam tapi aku tetap mencintaimu *curcolan author. Aku mencintai kekurangan dan kelebihanmu, Onew oppa :”>*. Aku dulu berpikir kau sangat mencintaiku, namun itu hanya pikiranku saja. Kenyataannya kau meninggalkanku begitu saja”

“Anio! Aku benar-benar mencintaimu hingga detik ini!”

“lalu jika kau mencintaiku, kau mengapa meninggalkanku?”

“aku tak bermaksud meninggalkanmu”

“lalu mengapa kau tak menghubungiku?”

Onew menghela napas. “jujur, saat itu aku memang sedang sedikit bosan denganmu. Oleh karena itu begitu masuk sebagai Trainee SM, aku memutuskan untuk tidak menghubungimu sementara. Namun, walau begitu tetep aja aku mencintaimu. Makanya aku memutuskan setelah 6 bulan aku Trainee aku ingin memberitahumu. Namun kau menghilang”

“kkeotjimal!”

“mwo?”

“ne kkeotjimal! Saat kau menghilang, kau pasti pernah mencintai orang lain”

“maksudmu?”

“Jessica.”

“Jessica? Anio… aku memang digosipkan dengan dia, tapi itu juga karena kita berduet untuk lagu one year later dan kita berada dimanajemen yang sama. Tapi sungguh aku dan dia hanya sahabat saja. Yang ada dihatiku selama ini hanya kau. Kau lah wanita pertama dan satu-satunya yang mengisi hatiku, tak ada yang lain. Kau tahukan kalau kau ini cinta pertamaku”

“cinta pertama? Kkeotjimal!”

“Wae? WAEYO?! Kau terus saja berkata kkeotjimal,kkeotjimal. Aku tidak berbohong. “

“tapi kau di variety show, katanya kau ingin mencari cinta pertama. Berarti aku bukan cinta pertamamu”

“Hana, aku ini seorang artis. Kehidupan pribadiku diatur oleh manajemen. Tak mungkin kan kalo aku berkata aku sedang mencari cinta pertama ku yang menghilang, aku ingin kembali dengannya. Oleh karena itu aku berkata secara samar. Dan yang aku maksud cinta pertamaku ini adalah kau” jelas Onew sambil menggenggam tangan Hana. Hana diam saja saat tangannya digenggam Onew. Tidak menolaknya.

“Jinki Oppa, kau pun cinta pertamaku. Kau pacar pertamaku dan kau adalah orang pertama yang menyakitiku”

“I’m so so so so so so sorry. I really love you till now. Nothing girl in my heart, only you. Nothing better than you. Yeah I admit it, I’m guilty. I was left you during 3 years, but although I’m not meet you, I’m still love with you please give me a second opportunity. I want correct my mistake. I promise I’ll never leave you. Trust me”

“I can forgive you. But I can’t receive you again”

“Why (keep your head down) *author lagi demam dbsk-keep your head down* ? it all because Choi Minho?”

“what do you mean?”

“now I want asking you something. how many times, he invite you to play soccer with him?”

“3 times”

“and you receive it?”

“of course, why not?”

“yeah He was falling in love with you. And you start to falling in love with him too”

“what do you mean?”

“I can see that. Your gaze to him is different. So you not loving me again, because Minho”

“Anio. That isn’t my reason refuse you”

“so what the reason?”

“because you was hurt me”

“just it?”

“what do you say? Just it? Is not only ‘just it’! it makes me hurt, buried, I can’t open my heart, because of you!”

“you can’t open your heart because of me? So you still love me?”

“no! I mean, I can’t open my heart because of you is I ‘m afraid to start new relationship because I afraid he will leave like you!”

“eomona~ please… give me a second opportunity”

“I’m sorry I can’t”

Suddenly, Onew Hug Hana. Hana terkejut, dia hanya diam. Dia tidak menolak ataupun menerima pelukan itu. *backto Indonesia language* . onew membisikkan permintaan maafnya ke telinga Hana sambil membelai rambutnya. “Hana-a~ mianhae… jeongmal mianhae…. Jeongmal mianhae… aku memang bersalah, tapi berikanlah aku kesempatan kedua. Na, jeongmal saranghae. Jeongmal mianhae Kim Hana”

Memori Hana flashback akan 3 tahun yang lalu, saat mereka masih bersama. Onew sering memeluk dirinya sambil membelai rambutnya dan membisikkan bahwa dia mencintai Hana, dan Hana paling suka saat-saat seperti itu, ia merasa nyaman. Dan kenyamanan itu dirasakannya kembali sekarang. Namun ia terlanjur sakit hati. Ia tidak ingin kembali sakit hati, makanya ia tidak ingin kembali kepelukan Onew. Ia takut hatinya akan terluka. Setelah tersadar dari lamunannya, Hana langsung melepaskan tubuhnya dari pelukan Onew.

“maafkan aku Jinki Oppa. Memang dulu kau orang yang sangat kucintai, namun sekarang berbeda. Mianhae” ucap Hana sambil pergi meninggalkan Onew yang terduduk lemas di bangku taman.

Karena kejadian tadi, setibanya dirumah Hana langsung menyalakan laptopnya. Ia ingin mengenang yang sebenernya tidak ingin ia kenang, namun setelah mendapat pelukan Onew, entah mengapa ia menjadi ingin mengenangnya. Dibukanya folder yang berisi foto-foto kenangannya bersama Onew. Foto-foto tersebut membawanya flashback akan masa lalunya. Semakin dalam Hana flashback, semakin dadanya sesak. Air mata jatuh tak tertahankan. Memang tak bisa dipungkiri, Onew masih tersisa dihatinya *emangnya makananß author loba komen* , namun ia terlanjur sakit hati. Memang setelah meninggalkannya Onew tak berubah, tetap lembut.

Air matanya makin mengalir deras saat melihat foto terakhir yang mereka ambil. Foto itu diambil oleh teman mereka menggunakan kamera Hana. Foto itu diambil saat kelulusan Onew. Mereka berdua foto berlatar belakangkan sekolah. Difoto tersebut tampak Onew merangkul Hana. Tampak difoto tersebut mereka tampak berseri. Namun setelah itu Onew menghilang.

“Jinki Oppa” sahut Hana sambil menatap sebuah foto Onew yang diambilnya saat mereka sedang berkencan di Sungai Han. Foto Onew terbaik yang pernah Hana ambil. “ya aku masih mencintaimu, tapi cintaku sudah tidak sebesar dulu. Aku sudah terlanjur sakit hati. Mianhae…”

Tiba-tiba Hana ingin melihat foto-foto Minho yang telah diambilnya. Saat melihat foto-foto Minho, air mata Hana berubah menjadi senyuman dan tawa. Setiap mengingat Minho, setiap bersamanya Hana merasakan kenyamanan yang sudah lama tak ia rasakan semenjak Onew meninggalkannya. Saat melihat foto-fotonya di Jepang membuat Hana mengingat kejadian saat Minho menolongnya saat ia cedera, dan saat dikereta. Ia merasa kehangatan yang luar biasa. Hatinya menjadi cenat-cenut *korban lagu I heart you* mengingat Minho.

“mengapa hatiku menjadi dugeun-dugeun?” Tanya Hana pada dirinya sendiri “apakah bener yang dikatakan Jinki Oppa?”

—~—

“Hoah~” Hana terbangun dari tidurnya. Ternyata Hana tertidur di depan laptopnya saat melihat-lihat foto. Dilihatnya jam di dinding. Jarum jam menunjukkan pukul 8 pagi. Hana sudah tertidur selama 10 jam. Tetapi tetap saja Ia masih merasa mengantuk,

“aduh masih ngantuk… untung hari ini ga ada gawean. Tidur lagi ah”. Saat Hana baru saja berbaring dikasur, terdengar suara ketukan pintu ke apartemennya.

“haish.. aku baru saja mau tidur kembali! Ne… Jamkkaman” ketika membuka pintu apartemennya, Taeyeon langsung masuk begitu saja dengan wajah riweuh.

“Neo…..” Taeyeon menunjuk-nunjuk hapenya sambil tergagap. Nampaknya Taeyeon terkejut akan sesesuatu.

“mwo?” Tanya Hana heran

“Ada gossip mengejutkan!”

“hah? Gossip apa eon? Wooyoung mu punya pacar? Ah aku tak tertarik dengan gossip!”

“Wooyoung? Kok jadi wooyoung?”

“Bukannya kau mengaguminya?”

“haish… bukan itu! Lupakan masalah aku! Baca ini! Ini menghebohkan sekali para netter! Berhubungan dengan kau!”

“mwo berhubungan denganku? Aku kan bukan artis! Apa mengenai Kibum Oppa? Terus kalo gitu kenapa berkaitan denganku?”

“bukan dodol! Baca aja sendiri!” perintah Taeyeon sambil menyerahkan hapenya agar Hana membaca berita di internet.

“berhubungan denganku? Ah… jangan bilang…….”

-TBC-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s