[FF] Dibalik Sikap Junho

Title               : Dibalik sikap junho

Rate               : g

Genre             : FRIENDHSIP

main Cast     : junbrothers (KIM JUNSU & LEE JUNHO 2PM)

length           : One shot

Author          : so pasti  HANAN HANIFAH

Disclaimer   : sebenernya ff ini tuh pesenan temen aku juga baut capron basa sunda. Dia minta dibikinin carpon. Kalo yang ini ide,pengembangan murni dari aku.  SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING.GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Please ENJOY =D.

Junsu heran dengan sikap teman satu kontrakannya, Junho akhir-akhir ini. Sikap Junho akhir-akhir ini sangat aneh. Mendadak Ia menjadi sangat baik. Sore itu tanpa disuruh, Junho membereskan rumah, padahal biasanya selalu Junsu yang membereskan.

“Udah sini aku aja yang nyapu” tawar Junho sambil merebut sapu dari tangan Junsu

“eh tumben bener. Biasanya juga kalau kamu aku suruh nggak mau!” Heran Junsu

“gapapa. Watir aja, kan kamu lagi capek,baru pulang kuliah”

“Lah? Kan kamu juga sama baru pulang kuliah?”

“gapapa kok. Kan kamu sering kayak gini,aku jarang. Jadi ya gantianlah”

Junsu pun hanya terbengong melihat sikap Junho. Dan kini, Pagi-pagi Junsu meminta bantuan untuk menyetrika kemejanya kepada Junho. Padahal biasanya, Junho tak pernah mau jika harus menyetrika baju Junsu,apalagi saat mentari baru muncul dan Junho masih menikmati alam mimpinya, sudah pasti Junho tolak mentah-mentah, tapi kali ini dengan mudahnya Junho mengabulkan permintaan Junsu.

“Ho, bangun dong. Kamu kan kuliahnya nanti siang, sedangkan aku 15 menit lagi masuk, dan aku belum nyetrika.” Ucap Junsu “please aku mohon banget ini, tolong dong setrikain kemeja aku. Aku ga sempet nyetrika dan aku belum mandi. Kalo aku nyetrika sendiri sekarang, aku bisa telat dan aku ga boleh ikut ujian. Jadi punten pisan, tolong setrikain baju aku”

Junho pun segera beranjak dari kasurnya. Ia pun menyetrikakan kemeja milik Junsu. Sementara Junsu pun mandi. karena sedang terburu-buru Junsu pun hanya “mandi oray” . Setelah selesai mandi, Junsu dikejutkan kembali oleh sikap Junho. Tumben-tumbennya Junho membuatkannya sarapan.

“eh tumben bener kamu bikinin aku sarapan” celetuk Junsu setelah selesai berpakaian

“hahahaha watir aja ngeliat kamu telat otomatis kamu ga bisa nyiapin sarapan sendiri. Nanti perutmu kosong sedangkan kau harus ujian. Jadi aku bikinin segelas susu dan roti. Mayanlah buat ngeganjel.” jelas Junho

“sip,nuhun Ho! Eh tapi tumben banget kamu mau aku suruh setrika kamu mau, terus bikinin sarapan tanpa aku suruh. Terus kemaren kamu ngebersein rumah. Pasti ada maunya? Kenapa? Ortu kamu belum ngirim duit? Mau minjem?” tanya Junsu sambil terus mengkunyah roti yang ada dimulutnya

“nggak. Ortu ku udah ngirim duit. ya wajar aja kalo aku baik. Kan kamu temen aku. Berarti aku ini perhatian”

“Biasanya kan kamu paling susah dimintain tolong. Aneh juga, tapi bagus lah kamu berubah. Oh ya, kamu lihat MP3 aku nggak?”

“ah MP3? Eu… enggak.”

“kemana ya MP3 aku?”

“loh bukannya biasanya MP3 selalu ama kamu. Itu barang kan belahan jiwa kamu”

“teu kitu oge sih. Teuing aku lupa nyimpen” Junsu meminum susu lalu mengambil tasnya “Ah ya udahlah ya. Aku pergi dulu. Assalamualaikum!”

“Yo,Good luck cuy! Walaikumsalam” *ahiw asik Junsu Junho muslim*

Puncak keanehan sikap Junho adalah malam ini. Junsu pulang malam karena tadi ada rapat BEM dan ia latihan vokal dan dance. Sedangkan Junho yang tidak mengikuti kegiatan apapun sudah pulang semenjak matahari tenggelam diufuk barat. Setibanya di rumah kontrakan mereka berdua, arman terkejut. Rumah telah rapi, makan malam sudah tersedia, dan pemandangan yang Ia lihat lebih mengejutkan lagi, Junho sedang mencuci baju. Bukan hanya baju miliknya sendiri, tapi milik Junsu pun ia cuci.
“eh JunK udah pulang! Capek ya? Makan dulu atuh!” seru Junho sambil mencuci tangannya yang terselimuti busa sabun lalu menarik Junsu ke meja makan. Saat Junsu mau mengambil nasi, Junho langsung menghadangnya. Diambilnya piring Junsu dan berkata “udah aku aja yang ambil” . Junho meletakkan nasi dan lauk pauknya ke piring milik Junsu. Junsu melihat itu hanya diam terpaku heran dan aneh.

“Hei, jangan bengong! Ayo dimakan!” seru Junho. Junsu pun menganggukkan kepalanya. Setelah selesai makan, Junsu duduk sambil membaca. Junho pun berinisiatif memijiti kaki Junsu.

“tadi kamu latihan dance kan?” tanya Junho

“iya, terus kenapa?” tanya balik Junsu

“ah pasti kaki kamu lelah. Aku pijitin ya?” tawar Junho dengan senyuman ramahnya. Melihat senyuman Junho, Junsu malah ngeri sendiri.

“muka kamunya biasa aja dong. Eh… eu boleh lah” Junsu mengiyakan dengan rasa heran dan ngeri. Junho memijiti Junsu dengan raut muka senang. Selain heran, Junsu merasa ngeri dengan sikap Junho yang berubah drastis dari kemaren. Ia merasa bahwa itu bukanlah Junsu. Ia merasa ada yang tidak beres dibalik sikap Junho.

“Ho, kamu ga homo kan?” tanya Junsu to the point

“nggak lah! Aku masih normal, gila!” Sangkal Junho

“ini kamu kan? Lee Junho? Kamu lagi ga ketuker kan jiwanya ama orang lain?”

“Ya ini Lee Junho! Mana mungkinlah jiwa aku ketuker ama orang lain. Emangnya film?! Kenapa sih kamu nanyain gituan?”

“Ya enggak abis aku heran. Sikap loe brubah drastis, mendadak jadi baik dan perhatian banget. malah perhatian kamu ke aku tuh bukan lagi kayak perhatian ke temen lagi, tapi perhatian……” Junsu tak sanggup melanjutkan kata-katanya karena jijik sendiri

“maksud kau, perhatian ke pacar?” sambung Junho

Junsu menganggukan kepalanya dan melanjutkan kata-katanya “ya gimana aku ga ngerasa gitu. Perhatian yang tadi kau beri udah kelewatan. Nyuciin baju aku, nyiapin makan malam, bahkan ampe diambilin nasi ama lauk pauknya. Terus mijitin aku dengan raut muka yang, Oh God! Nggak banget! makanya sebenernya kamu kenapa? Nggak mungkin banget kamu bersikap kayak gini kalo nggak ada apa-apa! Kamu nggak bisa bohongi aku”

Junho menghela napas. “kamu tahu banget aku. Bener, aku nggak bakalan pernah bisa bohongi kamu. Sebenernya…….” Junho ragu untuk mengatakan hal itu. “eu… aku tahu aku salah. Kamu mau marah boleh, tapi marahnya jangan minta ganti ya? Kantong lagi krisis nih” Junho menunjukkan raut muka ketakutan

“hah? Maneh ngomong naon? Maksudnya apa?” Junsu semakin bingung

“eu… jadi pas kemaren…..” Junho pun memulai cerita

Saat kemarin, Junsu kebagian jadwal kuliah pagi sedangkan Junho siang jam 12. Ia berniat untuk bangun jam 11, namun apesnya entah mengapa jam 9 Ia malah terbangun.

“eh baru jam 9? Gembel!” seru Junho sambil melihat jam yang terletak didinding kamarnya. Junho pun mencoba untuk tidur kembali. Ternyata Ia tidak bisa tidur kembali. Setelah setengah jam ngulet-ngulet di tempat tidur, Ia pun memutuskan untuk bangun. Junho diam terpaku di ruang tengah. Ia bosan, di rumah kontrakan tersebut tak ada hiburan. TV mereka tak punya.

“huah~ kagak ada hiburan nih. Bosen. Jam 12 mana masih lama lagi! Eh iya, notebook si Junsu dibawa ama dia nggak ya? Check ah….” Junho melangkahkan kakinya ke kamar Junsu. Ditelaah setiap sudut ruangan untuk mencari notebook milik Junsu. Namun sayangnya Junho tak menemukannya.

“Ah…. Nggak ada euy. Kayaknya dibawah deh. Ngebangke deh” keluh Junho sambil melihat ke meja belajar Junsu. Saat melihat ke meja tersebut, mata Junho langsung berbinar. ”Tumben bener ini anak nggak dibawa belahan jiwanya! Ah… aku pake ah” Junho pun langsung menyambar MP3 milik Junsu. Junho asyik mendengarkan lagu-lagu dari MP3 tersebut. Namun tiba-tiba hapenya berdering, Junho langsung berdiri dari kursi. Karena MP3 itu terletak disisi kursi, tanpa sengaja tersenggol oleh badan Junho. “BUG!”

“WAAA!!! JATUH!!” teriak Junho kaget. Dia berusaha menyelamatkan, namun sayang MP3 tersebut sudah mendarat dilantai dengan tidak mulus. Junho pun langsung mengecek kondisi MP3. Dan sialnya MP3 itu mati total. Tak bisa menyala sama sekali.

“loh? Loh? Kok nggak bisa nyala lagi? Aduh… nyala dong! Jangan rusak please,lagi ga punya duit nih buat ngegantiin. Aduh gimana nih? Bisa digorok si Junsu aku!” Junho pun kebingungan sendiri. Dia bingung harus berbuat apa.

“dan akhirnya aku mutusin buat nyumputin MP3 kamu dibawah bantal aku dan bersikap baik buat nebus kesalahan aku itu. Sumpah aku nggak sengaja, maaf banget! jig mun rek ambek mah, tapi jangan minta ganti!” Junho menjelaskan panjang lebar.

Junsu bergeming. Dia tidak bergerak dan berkata sedikit pun. Jantung Junho berdegup kencang, karena Ia merasa yakin kalo Junsu akan menyemprot dirinya dengan makian. Junho pun menyiapkan mentalnya, namun ternyata yang terjadi malah sebaliknya. Tiba-tiba saja Junsu tertawa dengan keras. Junho pun heran melihat respon Junsu.

“Su, kok ketawa? Kenapa?” tanya Iraz kebingungan. Junsu tak menjawab, dia malah tertawa makin keras. Junsu terus saja tertawa tak henti-henti.

“ih, kau ini kenapa? Kok malah ketawa? Kerasukan setan?”

Junsu pun berusaha menghentikan tawanya “hahahaha…. Hahaha… nggak kok aku nggak kerasukan setan. Tapi hahaha…. Aku ketawa karena alasan kamu. Kamu berubah jadi baik hanya karena merasa bersalah! Hahahahaha” Junsu terus mentertawakan Junho

“jadi kamu nggak marah?”

“nggaklah, padahal kamu nggak usah ngerasa bersalah”

“hah kenapa?”

“karena itu bukan salahmu. Sebenernya sebelum kamu jatuhkan MP3 itu sudah rusak. Makanya nggak aku bawa. Hahahaha makanya kalo minjem barang orang bilang dulu. Sms gitu, jadi kamu ga usah ngelakuin kayak gini. Getek tau perhatian kamu ke aku tuh”

“jadi sebenernya yang udah aku lakuin ke kamu ini semuanya sia-sia?” badan Junho langsung lemas

“nggak juga sih. Aku sih enak aja merasa dilayani ama kamu. Hahahahaha”

Tiba-tiba Junho berdiri dari tempat duduknya.

“eh mau kemana? Kamu belum selesai mijitin akunya! Baru kaki kanan doang!” tanya junsu

“pijit aja sendiri! Ngapain aku mijit kamu lagi? Orang ternyata MP3 itu rusak bukan salah aku! Jadi aku nggak usah ngerasa bersalah. Geus ah urang rek sare!” jawab Junho sambil masuk ke kamarnya

“Eh si gembel!!!”

—The End—

            Huahahahaha jelek ya? Garing ya? MIANHAEYO kalo jelek. GOMAWO udah baca. Hahaha maaf ya… jangan lupa tinggalin jejak ya. Sampia berjumpa di ff selanjutnya. Annyeong~^^

Iklan

4 thoughts on “[FF] Dibalik Sikap Junho

  1. Hahaha rame euy.. Andaikan ia jun brother org sunda pasti bisa nyambung ngbrol ma c aq.. Bikin lg dunk 2pm versi sunda nya hoho..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s