Guruku Tampan

 

ini tuh cerpen aku jaman smp kelas 9. aku bikin cerpen ini buat tugas b.indo dan alhamdulillah dapet 85 🙂 jadi yaa maaf aja ya klo ceritanya rada lebay dan aneh. maklumlah masih SMP. please enjoy ;;)

Guruku Tampan

            Tampan, murah senyum, muda, dan tampak berintelektual, itulah kesan pertama saat melihat Mr.Theo. Mr. Theo adalah seorang guru baru di sekolahnya Desty. Beliau adalah seorang guru bahasa Inggris. Beliau baru saja lulus dari kuliah S1nya di UPI. Wajar saja Mr. Theo disukai oleh anak perempuan karena ia masih muda dan tampan.

“Good Morning,All! I’m is new teacher in here. My name is ….” Ujar Mr. Theo memperkenalkan diri didepan kelas Desty sambil menuliskan namanya di papan tulis “Theo Affandi. You can call me Mr. Theo. My age is 24 year. This is my first teaching, so I’m Sorry if I feel nervous. Do you have question?”

“Gila…, ni guru cakep bener!” ucap Desty sambil menatap Mr. Theo

“Iya,Des! Sumpah, tampangnya lucu banget!” kata Rullfi menambahkan

“Tidak ada pertanyaan? Ya sudah kita lanjut ke materi”

Mr. Theo mengajar anak-anak dengan sabar, senyum, dan tenang, sehingga mereka menjadi mengerti tentang materi yang disampaikan Mr. Theo. Di kelas Desty mendadak semua anak perempuan menjadi semangat untuk belajar bahasa Inggris. Mereka semua berebut perhatian dari Mr. Theo. Yang awalnya mereka ogah-ogahan untuk bertanya apabila ada yang tidak dimengerti, mendadak mereka semua  jadi rajin bertanya!.

Tak terasa Mr. Theo sudah mengajar mereka selama 1 bulan. Nilai-nilai tugas di kelas Desty menjadi bagus, karena Mr. Theo mengajar dengan baik. Saking baiknya, jika ada anak yang tak mengerjakan tugas, Mr. Theo takkan memarahi anak tersebut, namun karena perlakuan Mr. theo yang seperti itu banyak anak yang jadi malas mengerjakan tugas, terutama anak cowok, karena pasti Mr. Theo takkan memarahinya, apalagi sampai mengeluarkan anak tersebut dari kelas.

Setiap pelajaran Mr. Theo, Desty,dkk selalu bertanya, terutama Desty. Selain tidak mengerti tentang materi yang di sampaikan oleh Mr. Theo, Desty pun Ingin mendapat perhatian, karena menurut saudaranya, cara untuk mendapatkan perhatian dari guru itu salah satunya adalah dengan cara bertanya.

Nampaknya cara mereka berhasil untuk mendapatkan perhatian Mr. Theo. Apabila ada apa-apa pasti selalu mereka bertiga yang dipanggil, terutama Desty karena Ia yang paling sering bertanya dan paling rajin mengerjakan tugas. Misalnya jika Mr. Theo membutuhkan absen, pasti saja salah satu diantara mereka bertiga yang dimintai tolong untuk mengambilkan absen. Dan jika disuruh menjawab soal, selalu saja Desty yang ditawari pertama untuk menjawab pertanyaan.

Namun dari cara mendapatkan perhatian tersebut membawa dampak positif. Semenjak itu, nilai-nilai ulangan Desty terutama nilai Readingnya menjadi naik secara drastis! Yang awalnya nilai Readingnnya pas-pas an atau dibawah standar menjadi diatas standar. Sedangkan untuk nilai yang lainnya menjadi sangat bagus.

Suatu hari Mr. Theo memberikan mereka tugas untuk membuat cerita tentang benda kesayangan masing-masing.

“All,I want to give you some Task!” ujar Mr. Theo

“Ah… Mister! Jangan ngasih tugas donk! Kita udah banyak tugas!” protes Daffy

“Kalo saya tidak memberi tugas, kalian akan mendapatkan nilai dari mana?”

“Udah aja mister, kasih nilai buta aja!” seru Bara

“Hah?! Nilai buta?! Apaan tuch?” tanya Desty

“Itu loh! Kayak gaji buta! Kalo misalnya aku jadi PNS tapi aku nggak ngerjain pekerjaan aku. Kan PNS mah mau ngerjain pekerjaannya, mau nggak, kantetap digaji! Nah nilai buta juga sama, mau ngerjain tugas, mau nggak, Mister tetep ngasih kita nilai, ya nggak apa-apa pas Standar kelulusan, yang penting ada nilai walau kita nggak ngerjain.” Jelas Bara dengan maksud melucu

“Hahahahaha…..!!! lucu!!!” seru anak-anak mengejek

“Hahahaha!!! Bara…Bara…! Ada-ada aja kamu!” ujar Mr. Theo sambil geleng-geleng kepala “Kalian membuat sebuah cerita tentang benda kesayangan kalian. Kalian ketik cerita tersebut dengan spasi 1,5. minimal 1 halaman”

“Mister! Ceritanya bahasa Inggris? kalo 2 halaman ceritanya boleh nggak?” Tanya Faruz

“Yaiyalah!!!” jawab anak-anak

“Maneh mah, sok bego wae! Ya pake bahasa Inggris! masak, pake bahasa Belanda!” ejek Bara

“Ah, cicing lah! Kayak yang kamu pinter aja!” bales Fazur

“Hei, sudah! Tugasnya dikumpulkan Selasa minggu ini, dan saya tak ingin ada yang tidak mengerjakan tugas ini! Ini akan saya masukan ke dalam nilai writing”

“Mister, kalo nggak ngerjain gimana?” Tanya Vanny

“Sebenernya saya sudah cukup kecewa dengan kalian, karena kalian terutama yang cowok jarang mengerjakan tugas. Mungkin saya terlalu baik ke kalian,saya tidak pernah memberi hukuman, sehingga kalian tidak mengerjakan tugas. Oleh karena itu saya akan lebih tegas kepada kalian. Dengan sangat terpaksa, jika kalian tidak mengumpulkan tugas, saya akan mengeluarkan kalian dari pelajaran saya” jawab Mr. Theo “Kalian mengerti?”

“iya, Mister!”

*****

            “Desty,bangun! Udah siang! Cepet sholat Shubuh!” suruh mama Desty

“Iya,ma!” jawab Desty dengan rasa kantuk yang berat karena semalam Ia menonton film sampai jam 1 malam.

Desty pun bersiap-siap untuk berangkat sekolah. Setelah sholat Shubuh Iamembereskan buku untuk pelajaran hari ini

“Aduh… sekarang hari apa sih?” Tanya Desty pada dirinya sendiri “Oh.. ya selasa, selasa teh pelajarannya teh bahsa Inggris,trus…, eh ntar dulu! Bahasa Inggris?!  waduh! Mati aku! Mr. Theo kan ngasih tugas! Mana harus diketik lagi, kannggak bisa ngerjain di sekolah! Mana katanya kalo nggak ngerjain bakalan dikeluarin! Waduh gimana?! Oh ya, telepon si Vanny!”

Desty pun menelepon ke handphone Vanny.

“Vanny! Kamu udah tugas dari Mr. Theo yang bikin cerita tea?”

“Nu mana? Oh.. nu eta! Waduh! Aku belum! Aku baru inget! Kalo kamu?”

“Aku juga belum! Soalnya tadi malem aku nonton film, jadi aja lupa! Gimana atuh?! Mana katanya bakal dikeluarin kalo nggak ngerjain!”

“Ah.. itu mah cuman gertakan biasa! Yang bener aja guru sebaik dan setampan Mr. Theo tega mengeluarkan muridnya!”

“Gimana atuh? Kamu mau ngerjain nggak?”

“Nggak ah, paling cuman di kasih sedikit wejangan! Lagian kita kan anak kepercayaan Mr. Theo, jadi nggak mungkin dikeluarin!”

“Tapi kamu bener kan nggak bakalan ngerjain?”

“Nggak! Ya udah atuh, aku mau mandi dulu! Dadah Desty! Assalamualaikum!”

“Dadoh juga Vanny! Walalikumsalam”

*****

            “Anak-anak kumpulkan tugas yang saya berikan sabut kemaren” ujar Mr. Theo

Hampir sebagian besar mengumpulkan tugas itu. Yang tidak mengumpulkan tugas itu hanyalah beberapa anak.

“Apa ada yang tidak mengerjakan tugas?” Tanya Mr. Theo

Desty dan Vanny pun mengacung sambil menundukkan kepala mereka. Dan beberapa anak pun mengacung.

“Mengapa kalian tidak mngerjakan tugas dari saya?”

“Lupa, Mister” jawab mereka serempak

“Sebelumnya saya mohon maaf jika perbuatan yang saya akan lakukan ke kalian membuat kalian sakit hati atau kecewa,tetapi sesuai perjanjian kita kemaren dengan sangat,sangat terpaksa kalian harus keluar dari pelajaran saya. Silahkan kalian keluar dari kelas” perintah Mr. Theo

Anak-anak yang tidak mengerjakan tugas, termasuk Desty pun keluar kelas. Sebelum keluar kelas Ia menatap Mr. Theo dahulu, dan Mr. Theo membalas tatapan Desty dengan senyuman dan perkataan “Desty,I’m disappointed with you!”

Selama di luar kelas Desty murung terus, tak seperti Vanny yang tetap santai walau dikeluarkan oleh guru. Vanny pun menghibur Desty.

“Des, kenapa? Kok nggak biasanya! Biasanya kalo dikeluarin ama guru kamu, happy-happy aja tuh! Malahan ampe jingkrak-jingkrakkan! Kayak waktu itu kita dikeluarin hampir sekelas ama Mr. Udin, kamu ampe joget-jogetan. Tapi sekarang kok kamu murung?” Tanya Vanny

“Vann, ini tuh beda! Aku dikeluarin ama guru favorit aku! Aku ini dipercaya ama guru tersebut, namun aku mengecewakannya!” jawab Desty

“tau dari mana kamu ngecewainnya?”

“tadi pas sebelum keluar aku natap Mr. Theo, terus mister ngebales dengan senyuman dan perkataan! Dia bilang kalo dia tuh kecewa ama aku! Vann, sumpah aku nyesel banget nggak ngerjain tugas! Kenapa coba aku bisa lupa?!”

“Ya,namanya juga manusia. Pasti ada salahnya! Ya udah sekarang mah nasi udah jadi bubur, jadi mau gimana lagi coba! Sudahlah,kawan! Jangan kau bersedih!” nasehat Vanny

Saat bel berbunyi, anak-anak yang tidak dihukum keluar kelas, kemudian anak-anak yang dihukum masuk kelas untuk mengambil tas mereka untuk masuk pelajaran selanjutnya.

Desty dan Vanny menghadap ke Mr. Theo untuk minta maaf karena telah mengecewakannya.

“Mister, maafin saya! Saya tau saya mengecewakan Mister, tapi sungguh, saya nggak bermaksud mengecewakan Mister!” ujar Desty mewakili mereka berdua

“Jujur saja, jika kita dikecewakan itu kita akan sedikit kehilangan kepercayaan kepada orang yang telah mengecewakan kita. Desty, kamu adalah orang kepercayaan saya, karena kamu selalu mengerjakan tugas dari saya dengan baik. Namun dari kejadian ini saya menjadi sedikit kehilangan kepercayaan dari kamu! Tapi ya sudahlah, saya maafkan kalian, tapi maaf jika saya sedikit kurang percaya lagi dengan kamu!” uajr Mr. Theo

“Iya,Mister! Kami nggak bakal ngulangin lagi! Ya udah mister, Assalamualaikum!” ujar Desty Sambil salam kepada Mr. Theo lalu pergi

“Walalikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh” jawab Mr. Theo

 

—Tamat—

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s