[FF] Singular Child

Title               : Singular Child

Rate               : g

Genre             : sedikit berbicara FAMILY

Cast               : duo choi siblings : choi siwon super junior & choi jinri *sulli f(x)*

length           : One shot

Author          : idenya HANAN HANIFAH

Disclaimer   : ini cerpen tuh aku bikin buat tugas b.indo ama buat lomba, tapi berhubung waktu deadline lombanya hari ini,dan aku masih belum selesai karya yang lainnya akibat terpotong uas,alhasil aku ga jadi ikutan lombanya. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING.GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Please ENJOY =D.

 

 

“Assalamualaikum. Eomma,Appa, Sul, Oppa punya kabar bagus!” seru Siwon  yang baru saja tiba di rumah.

“Eh Oppa udah pulang!” sapa Sulli, adik semata wayang Siwon.

“Kabar bagus apa Oppa?” tanya Eomma

“Alhamdulillah setelah melamar pekerjaan kesana kemari, akhirnya Oppa dapat kerja!” ucap Siwon sambil tersenyum lebar

“wah iya Won? Alhamdulillah banget. keterima dimana?” tanya Appa

“di Chevron,Yah. Tapi…..” Siwon tak melanjutkan kata-katanya. Wajahnya berubah menjadi murung

“kok wajahnya jadi murung sih Won? Tapi apa?” tanya Appa dengan wajah heran

“Oppa diletakkinnya bukan di Chevron Garut, Oppa harus nyebrang pulau. Oppa diletakkin di Chevron, Kalimantan” jawab Siwon

“Busyeeet jauh amat! Kenapa harus disana?” tanya Sulli

“Ya itu sih titah dari Bos, Oppa kan ga bisa nolak”

“Atuh berarti kamu nggak akan pulang-pulang atuh?” tanya Eomma dengan raut muka sedih

“Iya, Oppa nggak akan pulang berbulan-bulan. Oppa pulang paling klo ada tugas ke Jakarta atau pas diongkosin hehehehe”

“kenapa pas diongkosin aja pulangnya?” tanya Sulli

“Heh Sul, Bandung-Kalimantan tuh nggak deket! Oppa harus naik pesawat dua kali, dan itu pasti memakan ongkos yang besar. Kan sayang aja kalo gaji Oppa cuman abis dipake buat ongkos”

“Masa pas lebaran Oppa nggak pulang?”

“Gatau juga tuh. Klo emang ada ongkosnya sih pulang. Kenapa sih kamu banyak komentar? Oppaah… pasti sedih ya ditinggal Oppa kerja?! Pasti sedih ya nggak bakalan ketemu Oppa berbulan-bulan? Takut kesepian ya?”

“Idih geer. Boro-boro sedih, yang ada malah seneng. Berarti nggak ada lagi yang nyiksa Sul, nggak ada yang bakalan nyuruh-nyuruh, nggak bakalan lagi perebutan TV. Ah pokoknya pasti tentram dan Sul nggak akan kangen ama Oppa” sanggah Sulli

“Yakin bakal seneng? Ntar kan gak ada lagi yang bantuin bikin pr”

“biarin, lagian Oppa mah tiap bantuin aku bikin pr teh suka marah-marah klo aku nggak ngerti. Jadi nggak ngaruh mau ada Oppa atau nggak juga”

Setelah semua persiapan selesai, satu minggu kemudian Siwon berangkat ke Kalimantan untuk bekerja. Kini di rumah hanya tinggal bertiga, Eomma,Papa, dan Sulli. Sulli sangat menikmati status barunya sebagai “anak tunggal”. Dia di rumah benar-benar merasa bebas. Jika ada Siwon, sudah pasti hidup Sulli di rumah tidak tentram. Setiap hari selalu saja ada yang diributkan. Entah masalah berebut channel TV, berebut barang, berebut komputer, dan masalah sepele lainnya. Namun kini tidak ada keributan itu lagi. Makanya Sulli benar-benar merasa hidupnya tentram sentausa.

Kini Sulli bisa dengan bebas mau menentukan channel mana yang mau Ia tonton tanpa perlu bersitegang dengan kakaknya yang berjarak usia 9 tahun lebih tua darinya itu. Ia bisa bersantai tanpa merasa terganggu, karena biasanya jika Sulli sedang bersantai Siwon selalu datang kepadanya dan “menyiksa” Sulli, sehingga Sulli merasa terganggu. Dan Sulli pun merasa senang Siwon sudah bekerja, karena tiap bulan Ia mendapatkan kiriman uang dari Siwon.

Tak terasa Siwon sudah bekerja selama 10 bulan. Dari jangka waktu itu, Siwon hanya pulang 2 kali, itu pun hanya seminggu di Bandung. Ia bisa pulang ke Bandung karena urusan pekerjOppan. Bahkan saat lebaran tiba Siwon tak pulang karena ongkos yang mahal. Saat itulah Sulli mulai merasa kehilangan. Dia merasa sepi, karena tidak ada yang bisa diajak bertengkar,debat. Tidak ada yang mengajaknya bercanda. Ia merasa benar-benar seperti anak tunggal. Sulli mulai merasa kangen dengan Kakak semata wayangnya. Rasa kangennya itu makin menjadi-jadi saat setahun sudah Siwon kerja di Kalimantan. Ternyata Sulli sedang beruntung. Disaat Dia merasa rindu dengan kakaknya, Siwon pulang ke Bandung. Saat Siwon tiba di rumah, Sulli langsung memeluknya.

“Aduh tumben banget Oppa dateng, kamu meluk. Pasti kangen ya??” heran Siwon sambil menggoda Sulli

“idih geer. Kata siapa kangen? Nggak kok, cuman udah lama aja nggak nyentuh badan Oppa” alibi Sulli yang merasa gengsi mengakui jika Ia kangen

“hu… alibi! Nggak percaya!”

“boro-boro kangen, malah sebel kenapa Oppa pulangnya sekarang? Pasti ntar perebutan TV lagi. Pasti ntar Sul disiksa lagi” gerutu Sulli sambil melepaskan pelukannya

“kalem aja Sul, Oppa disini lama kok sekitar 3-4 bulan”

“Wah iya?!” seru Sulli senang. Sulli sangat senang Siwon akan tinggal di Bandung lebih lama, itu artinya Ia bisa bercanda dengan Siwon, dan yang paling penting Ia takkan merasa seperti anak tunggal.

Siwon pun meletakkan barang bawOppannya di kamar. Saat malam tiba, mereka sekeluarga kumpul di ruang keluarga. Siwon ingin membicarakan sesuatu.

“Sul, gimana udah ada pilihan belum buat nanti SNMPTN?” tanya Siwon

“belum euy. Masih galau” jawab Sulli

“Euh.. gimana sih? Kamu 5 bulan lagi SNMPTN kan? Harusnya udah ada pilihan dong!” tegur Siwon

“atuh da masih galau, bingung. Pengen masuk geologi, tapi Eomma ama Appa nggak ngizinin”

“ya atuh geologi mah cocoknya cowok. Kamu kan cewek. Kamu mah kayak Oppa deh” Eomma memberikan alasan

“Mam, beda… Oppa mah Perminyakan, Sul mah maunya geologi” sangkal Sulli

“Lagian fisik kamu bakal kuat gitu?” tanya Appa meyakinkan. Sulli langsung cemberut mendapat respon orang tuanya yang tidak setuju.

“Oh ya ada yang harus diomongin” Siwon memulai pembicaraan yang serius “Alhamdulillah Oppa ditawarin ama perusahaan buat beasiswa full di Amerika, Oppa bakal S2 selama 2tahun”

“Wah Oppa hebat euy bisa dapet beasiswa dari perusahaan!” puji Sulli bangga

“berarti kamu bakal disana selama 2tahun?” tanya Appa

“Nah itu dia permasalahannya. Nggak tau ampe kapan. Alasan Oppa dapet beasiswa dari perusahaan, selain karena Oppa berprestasi, Oppa juga dipindah tugaskan ke Amerika. Jadi setelah S2 Oppa masih harus tinggal disana sampai disuruh balik lagi ke Indonesia. Paling cepet Oppa di Amerika 5 tahunlah”

“Apa?! Lama banget dong?! Di Kalimantan aja jarang pulang, apalagi di Amerika?!” protes Sulli

“dan ada permasalahan satu lagi. Oppa kan pacaran ama Tiffany udah 5 tahun. Tiffany cerita 3 bulan yang lalu, ada anak dari sahabat Appanya Tiffany ngelamar Tiffany. Karena sahabat dekat, Appanya nggak enak buat nolak. Orangtuanya ngedesek Oppa buat nikahin Tiffany biar bisa nolak lamaran anak sahabatnya Appa Tiffany. Tapi Tiffany nggak terlalu ngedesek, yaudah Oppa diam aja,nggak ngelama. Lalu pas orangtuanya Tiffany tahu klo Oppa bakal di Amerika lama, mereka makin mendesak Oppa buat nikahin Tiffany. Dan untuk yang ini Tiffany juga setuju, karena Tiffany ngerasa klo dia nggak yakin sanggup harus nunggu 5 tahun.” Jelas Siwon panjang lebar

“Jadi intinya kamu mau nikah sebelum ke Amerika?” tanya Eomma

“hm.. iya Mam. Orang tua Tiffany udah ngedesek, lagian Oppa nggak mungkin nyuruh Tiffany nunggu 5 tahun, keburu Tiffanynya direbut orang”

Kemudian Sulli bertanya “Oppa berangkat ke Amerika kapan?”

“kamu yakin mau nikah? Kamu udah ngerasa siap? Baik lahir maupun batin. Kamu udah ngerasa siap buat bertanggung jawab, menafkahi?” tanya Appa memastikan

“Oppa berangkat sekitar 4 bulan lagi. Makanya Oppa pulang ke Bandung mau ngurusin segala tetek-bengeknya. Insya Allah Oppa siap segalanya.” Jawab Siwon dengan mantap

“hm.. ya Eomma terserah kamu aja, toh kamu juga udah memasuki usia yang cukup untuk menikah, 26 tahun. Ya jadi wajar aja sih klo kamu mau nikah”

“Iya bener kata Eomma. Appa sih oke aja,kalo kamu emang bener-bener siap. Berarti mulai besok kita siapin segalanya” ujar Appa

Mendengar kakaknya akan ke Amerika dan menikah, hati Sulli bergejolak. Ia merasakan berbagai macam rasa. Semuanya campur aduk. Dia tak tahu harus senang ataukah sedih. Ia pun langsung masuk ke kamarnya untuk menenangkan diri.

Perasaan Sulli benar-benar kacau. Baru saja Ia merasa senang karena tidak akan kesepian, karena Siwon akan tinggal di Bandung lebih lama. Namun ternyata Dia harus mendengar kabar yang seharusnya membuat Ia bahagia. Siwon mendapat beasiswa dan ditempatkan di Amerika. Itu adalah suatu prestasi yang sangat membanggakan dan dapat dipastikan Siwon akan sukses, dan seharusnya Sulli merasa lebih bahagia lagi ketika mendengar Kakaknya akan menikah dengan orang yang Ia cintai. Namun sebaliknya, Sulli malah merasa takut,sedih. Ia takut dan sedih akan kesepian, kurang mendapat perhatian kakaknya, merasa seperti anak tunggal. Memikirkanya saja membuat Sulli meneteskan air mata, apalagi harus menjalaninya. Sulli benar-benar tak kuasa menahan air matanya. Ia menangis dalam kamar. Siwon yang kamarnya disebelah kamar Sulli mendengar suara tangisan langsung memasuki kamar Sulli.

“Sul, nangis?” tanya Siwon. Sulli diam tak menjawab, Ia terus meneteskan air mata.

“kenapa Sul nangis? Cerita atuh ama Oppa” Siwon membelai rambut adiknya. Tangis Sulli makin pecah saat Siwon memberi perhatian yang sudah lama tak Ia dapatkan. Ya walau Siwon bersikap menyebalkan, namun jika Sulli bersedih Siwon selalu memberi perhatian dan siap menghibur Sulli.

“Jangan-jangan kamu sedih gara-gara harus pisah lama ama Oppa?” tebak Siwon

Karena tebakan Siwon tepat, Sulli menganggukkan kepalanya. Kemudian Ia mengutarakan perasaannya “Sul sedih dan takut aja. Jujur aja selama Oppa di Kalimantan, awalnya Sul seneng, Sul bisa bebas, tapi lama-lama Sul merasa kesepian. Sul tadi udah seneng pas ngedenger Oppa bakal tinggal lebih lama di Bandung, tapi pas denger Oppa bakal tinggal di Amerika lama, Sul mulai ngerasa sedih. Sul makin sedih pas denger Oppa mau nikah. Sul tau harusnya Sul seneng, tapi Sul nggak bisa seneng. Sul takut dan sedih harus ngelepas Oppa pergi jauh dan membuat keluarga. Sul takut merasa seperti anak tunggal, takut kesepian, dan karena Oppa ntar punya istri otomatis perhatian Oppa ke Sul jadi berkurang banyak. Ya jadi intinya Sul belum ikhlas kalo Oppa tinggal di Amerika lama dan menikah”

Mendengar isi hati Sulli, Siwon pun tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepala. Kemudian dia menanggapinya “Sul, dengerin ya. Kamu sekarang udah 17 tahun. Kamu harus bisa dewasa. Oppa pergi ke Amerika juga biar Oppa sukses. Kalo Oppa sukses, kamu juga tentunya kecipratan dong? Lagian kalem aja. Walau ntar Oppa punya istri, tapi perhatian Oppa ke kamu nggak akan berkurang, tetep sama. Oppa sebagai anak pertama, walau udah nikah, tetep ikut bertanggung jawab atas kamu. Oppa tetep bakalan ngawasin kamu, ngasih uang ke kamu. Lagian bukan berarti selama 5 tahun Oppa nggak pulang-pulang. Emangnya bang Toyib?! Oppa pasti pulang kok, minimal setahun sekali”

“ya tapi tetep aja Sul bakal ngerasa sepi. Berasa jadi anak tunggal”

“Nggak, kamu nggak akan merasa kesepian. Kan ada Tiffany. Kamu kan udah kenal deket banget ama Tiffany. Suka jalan-jalan bareng, nyalon bareng. Eomma Appa juga udah nganggep Tiffany keluarga, oleh karena itu Oppa pengen ngesahin Tiffany sebagai bagian keluarga ini”

“tapi kan, pastinya Fany Eonni ikut ke Amerika”

“kata siapa? Sok tau deh kamu! Sekarang kan Tiffany baru ngambil S2, otomatis dia 2 tahun di sini. Begitu Dia selesai S2, Tiffany nyusul Oppa ke Amerika. Ntar selama Tiffany masih di Indonesia, janji deh Dia bakalan sering ke rumah Sulokin kamu,nemenin kamu biar ga ngerasa kayak anak tunggal”

“tapi kan Fany Eonni cuman bisa kayak gitu selama 2 tahun. 3 tahun selanjutnya gimana?”

Siwon kembali tersenyum mendengar pertanyaan adiknya yang masih memiliki sifat kekanak-kanakkan. “percaya deh, kamu nggak akan ngerasa kesepian 3 tahunnya lagi. Bentar lagi kan kamu kuliah, dan kuliah itu dijamin pasti kamu bakal sibuk banget. Kamu nggak akan sering berada di rumah, ya otomatis kamu nggak merasa kesepian. Dan Oppa yakin, sebenernya kamu butuh ditemenin Tiffany hanya beberapa bulan aja, karena lama-kelamaan kamu akan menyadari bahwa ini tuh proses pendewasaan. Kamu akan menyadari kalau pasti akan tiba saatnya kamu dan Oppa jalan masing-masing membentuk sebuah keluarga, menentukan masing-masing jalan hidup yang bisa saja membuat kita terpisah tepat tinggal. Oppa yakin kamu saat ini hanya shock sesaat, ntarnya kamu pasti bisa nerima dan nggak akan ngerasa kesepian dan takut nggak dapat perhatian”

“Tapi bener ya ntar kalo Oppa udah ke Amerika dan Nikah, Fany Eonni sering-sering main ke rumah?” pinta Sulli yang sekarang sudah cukup tenang

“Iya janji. Ntar kamu omongin aja ama Tiffanynya. Udah ah,jep! Jangan nangis lagi. Kamu nggak akan pernah merasa jadi anak tunggal, karena selamanya kamu adalah Adik Oppa, walau Oppa udah berkeluarga”

Sulli pun menghapus air mata dan mulai tersenyum. Benar kata Siwon, dia hanya merasa shock dan belum siap saja menghadapi proses pendewasaan ini. Karena pasti akan tiba masanya dimana Ia dan Siwon akan membentuk keluarga dan mempunyai garis hidup masing-masing yang terpisah.

3 bulan kemudian Siwon dan Tiffany menikah. Dan seperti yang dijanjikan Siwon, Tiffany sering sekali menemani Sulli agar tak merasa kesepian. Sulli makin bersyukur karena dengan Siwon menikahi Tiffany, Ia mempunyai kakak baru. Dan benar seperti yang dikatakan Siwon, setelah Ia masuk kuliah Ia merasa tak kesepian lagi karena Ia sibuk dengan dunia barunya. Dan Sulli tak merasa seperti anak tunggal yang sendiri.

 

Tamat

Aaa maaf ya kalo jelek >< aku dapet inspirasi ini disaat aku lagi kangen ama kakak-kakakku yang sibuk. Kakakku yang pertama sibuk kerja di kalimantan,kakakku yang kedua sibuk ngurusin skripsi di jatinangor,alhasil aku ngerasa kayak anak tunggal T_T. eh maaf curcol :p . MIANHAEYO kalo jelek. GOMAWO udah mau baca. Sampai bertemu di ff selanjutnya. Annyeong~ ^^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s