[FF] Start from 1402

Title               : start from 1402

Rate               : pg +15

Genre             : it’s ROMANTIC DRAMA

Cast               : yoo seungho, iu, park jiyeon t-ara

Author          : ide sekilas  HANAN HANIFAH

Disclaimer   : berhubung bentar lagi valentine, aku terpikir membuat FF edisi valentine, tapi karena idenya sesaat jadi ga tralu terstruktur. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING.GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Please ENJOY =D.

 

“Ini pesanannya” sahut pelayan sambil meletakkan seporsi kue balok, sepiring kacang rebus, dan dua gelas bandrek. *sunda pisan euy*

“oh enya. Sip nuhun”  Seungho tersenyum kepada pelayan yang telah mengantarkan pesanannya.  Seungho dan IU pun menyeruput hangatnya bandrek ditengah angin malam sambil menatap cahaya-cahaya lampu dari kota Bandung dari sebuah tempat makan di ketinggian punclut. Mereka sama-sama terdiam menikmati angin dan pemandangan yang menakjubkan. Tenggelam dalam pikiran masing-masing.

“I think it’s best day ever” IU memulai pembicaraan sambil tersenyum hangat

“perasaan, kamu sering banget ngomong gitu tiap kita abis jalan bareng. Jadi mana nih yang the best day evernya?” goda Seungho

“klo sekarang mah beneran yang ini. Bener deh, hari ini seru banget. ngerayain valentine sekaligus hari jadinya kita yang ke 3 dengan cara yang berbeda. Sebelum-sebelumnya kan kamu selalu ngajak makan malam romantis, itu tuh… eu… ga basi juga cuman… pasaran aja caranya. Dan sekarang kita dari pagi keliling Bandung. Bener-bener keliling, barat,timur,tengah,selatan,utara kita jelajahi, dan kita akhiri di Bandung Utara,Punclut sambil menikmati hidangan khas sunda, bukan hidangan ala barat. Bener ini tuh beda banget. seru. Ketawa bareng karena hal-hal konyol dan memalukan. I love this day!” papar IU panjang lebar

“I’m so happy, you feel happy because this day. I think so. This is a great day. You know, demi hari ini aku bolos kulap ke papandayan loh”

“hah? Bukannya kamu ke papandayan tuh pas semester 2 ya? kok sekarang ke sana lagi?”

“aku kan ngasdosin, tpi aku izin aka ke dosen minta diganti oprang lain. Aku bilang aja klo hari ini aku masih di Jakarta, hehehehe”

“eh dasar kamu tuh ya. Hari ini juga harusnya aku ngontrolin mikroba-mikroba di lab buat fermentasi manisan, tapi aku udah nitip ke temen. Jadi ya aman”

“ah sama aja kamu ninggalin kerjaan kamu juga. Hahahahha” tawa Seungho sambil mengunyah kacang

Mereka berdua pun kembali terdiam,larut dalam angin malam yang sejuk. Susana seperti itu membuat mereka flashback akan masa lalu. Masa awal-awal mereka menjalin hubungan

“nyam….eh diphikhir-phikhir awal nyam… hkitha bisa jhadian lucyu jugha ya?” celetuk IU dengan mulut penuh kue balok

“ngomong apa sih kamu? Neng IU makan dulu baru ngomong dong. Hahaha” ledek Seungho

IU pun menelan kue balok yang sudah dikunyahnya “ah kamu mah. Tadi tuh aku ngomong, dipikir-pikir awal kita jadian lucu juga ya?”

“hm.. bener juga. Kita ini sekelas dari kelas 2, tapi pa diem-diem. Ngobrol pun hanya seperlunya. Tapi kayaknya kita ditakdirin buat berjodoh deh. Pas kelas 3 kita sekelas lagi”

“hahaha bener banget. kita sekelas lagi, kita sering ngobrol tapi sering juga ribut gara-gara kamu ngebully aku. Aduh pas kamu lagi ngebully aku itu tuh udah paling nyebelin bangetlah”

“ah tapi kamu senengkan dibully aku?”

“ya begitulah” aku IU malu-malu

“dan yang paling lucu itu adalah saat hari dimana kita saling tahu perasaan masing-masing. hahahaha” ujar Seungho sambil memasukan kacang ke mulutnya

“oh my! Ga banget! hari tepat 3 tahun yang lalu. It’s never forget. Sumpah ga nyangka aja kita bisa jadian hanya karena sebuah kertas dan pertengkaran”

“hahaha bener banget. Waktu itu……………” Seungho dan IU pun berflashback pada tanggal 14 February 3tahun yang lalu.

 

***

Pagi-pagi dibangku IU sudah terletak sebuah surat berisikan puisi. IU menatap surat itu dengan aneh. Siapa gerangan yang memberinya surat dihari valentine pula!

“adeuh cikiciw. Punya secret admire nih!” goda Jiyeon teman sebangkunya. IU yang digoda begitu hanay tersenyum tipis namun dengan muka memerah.

“heh, Seungho! Tau nggak siapa yang naro surat ini?” tanya IU pada Seungho karena Seungho datang lebih pagi darinya dan duduk didepannya. Pasti Seungho akan mengetahui siapa orang yang mendatangi bangkunya.

“manakutahu. Lagian mana ada yang mau ngasih surat cinta ke kamu. Paling banter juga yang ngirimin surat cinta ke kamu mah kingkong. Hahahha” ledek Seungho

“sialan. Haha” umpat IU. IU pun membuka surat tersebut dan mulai membacanya.

dari kejauhan matamu memancarkan sinar yang menyejukkan. Dari kejauhan wajahmu begitu indah, rambut hitammu terurai indah berkilau layaknya intan. Keanggunanmu tampak seperti putri bangsawan

“Adeuh kiw~ itu kata-katanya bikin getek deh. Itu pasti ngefans banget ama kamu, ampe bikin fitnah gitu,klo kamu anggun. Ahahaha” tawa Jiyeon

“sialan. Mau dilanjutin ga bacanya? Klo ga ya aku baca sendiri”

“iya-iya lanjut”

kau tampak menarik jika dilihat dari monas. Hah monas? Ntar dulu kayaknya ada yang aneh ama surat ini. Ya semua keindahanmu itu hanya terlihat dari monas. Bila kulihat mu dari dekat, matamu seperti iblis,rambut bagaikan sapu ijuk yang bulukan seperempat abad, eh kampret! Ini siapa sih yang bikin?! Dan menurutku wajahmu itu seperti bunga yang ada dikolong bangkumu” IU pun langsung melihat kolong bangkunya dan Ia menemukan sebauh bunga mawar busuk. Kemudian terdengarlah tawa keras dari Seungho. Ia tertawa sangat terbahak-bahak. Tampak Ia puas sekali mentertawakan IU. IU pun langsung menjitak Seungho dan menggerutu

“Ah sialan!!! Pasti ini kerjaan kamu kan! ARGH!! Harkos banget sih!!”

“HAHAHAHA. Valentine fool! Ahahahaha” tawa Seungho dengan keras

“jahat bangetlah seungho. Aku kalo udah jadi IU udah kesel banget da. Nangis malah diharkosin gitu. Jahat ih!” Jiyeon ikut menggerutu

“ih!!! Kamu tuh ya! Harkos bangetlah! Kirain beneran dari secret admire, taunya dari makhluk ga jelas macam kamu!”

“ya maap. Pan heureuy” seungho meminta maaf

“ga lucu ah heureuynya. Tau ah!” pundung IU

“eh pundungan. Tong pundung atuh!” goda Seungho namun IU tak bergeming sedikit pun. Dia benar-benar kesel diharkosin macam itu. Sampai waktunya pulang sekolah pun IU masih tetap kesal. Seungho pun merasa bersalah. Ia pun terus meminta maaf, namun IU tetap saja diam. Kelas sudah sepi dan hanya tinggal mereka berdua.

“ngapain kamu masih disini?” tanya IU ketus

“kamu sendiri ngapain masih disini?” tanya balik seungho

“eh ditanya malah nanya balik! Nungguin les”

“oooh. IU, mianhae~ ya maksud aku heureuy bukan ngeharkosin. Tapi klo kamu emang ngarep ama aku itu sih beda lagi ehehehe” maaf Seungho namun narsis

IU langsung memicingkan matanya dan berkata “idih geer banget! siapa juga yang ngarep kamu. Aku sebel ke kamu gara-gara surat itu bukan berarti aku ngarep ama kamu”

“iya,iya -,- . tapi ya maafin aku dong” mohon Seungho

IU terus saja menggambar tanpa memedulikan permohonan maaf Seungho. Seungho yang merasa dicueki pun langsung inisiatif merebut buku sketsa IU.

“YOO SEUNGHO!!!” pekik IU

“mau ini kembali?” tanya Seungho dan IU menganggukan kepalanya “ada syaratnya. Kamu harus maafin aku”

IU pun menghela napas dan menarik napas berkali-kali untuk menenangkan diri “huh… oke deh. Aku maafin kamu”

“tapi kamu maafinnya kayak yang ga ikhlas gitu. Yang ikhlas dong!”

“loh kenapa jadi aku yang kesannya memohon-mohon ama kamu? Kan kamu yang punya salah dan minta maaf, harusnya kamu yang memohon-mohon. Ini kok malah kebalik?” heran IU,Seungho hanya cengar-cengir  “ah sial aku terbodohi. Ga bisa gitu, kamu yang harusnya memohon-mohon. Ah aku juga mau maafin kamu klo kamu memohon-mohon banget”

“memohon-mohon? No!!! ya udah kalo kamu gamau buku sketsa kamu kembali lagi ya udah” Seungho berlalu pergi sambil membawa buku sketsa IU

“GIVE ME BACK,MY SKECTH BOOK!!” teriak IU sambil mengejar Seungho. Terjadilah aksi kejar-kejaran didalam kelas diantara mereka berdua. Namun kekuatan tak berimbang,berat sebelah. Karena Seungho seorang pria, dia tenaganya lebih banyak sehingga saat IU sudah kehabisan energi, seungho belum. Saat mulai kelelahan IU pun mendapatkan ide untuk mengambil salah satu barang milik Seungho. Dia pun memilih map yang berisi gambar-gambar karya Seungho. Ia memilih itu karena selama ini tak boleh ada satu pun yang memegang dan melihat isi map tersebut. Melihat IU mengambil mapnya, Seungho langsung menghampiri IU dan merebut map itu, namun tak berhasil karena IU memegang kuat-kuat map tersebut.

“kalo mau map ini balik. Balikin dulu sketch bookku!” tawar IU

“balikin? Nih” Seungho malah membalikkan posisi buku sketsa IU

“maksudnya bukan itu!!! Tapi KEM-BA-LI-KAN!!!!” seru IU galak, namun Seungho tak menjawab. Ia fokus untuk merebut map itu. Kini tangan mereka berdua saling tarik-menarik merebutkan map milik Seungho. Karena tarikan mereka berdua sama-sama kuat sehingga isi mapnya berhamburan dan Seungho pun langsung membereskannya. Seluruh karya Seungho berhamburan kemana-mana.  Merasa kasihan IU membantu mengumpulkannya. Saat mengambil satu persatu gambar Seungho, Ia melihat sebuah gambar yang menarik perhatiannya.

“kok asa apal ya ini muka?” teliti IU baik-baik. Kemudian Ia menyadari bahwa gambar itu adalah dirinya yang sedang tertawa lepas.

“i..ini… kap…kapan?” tanya IU terbata-bata sambil menunjukkan gambar tersebut. Seungho pun terkejut dan lidahnya terkelu. Entah dia harus berkata apa. IU memperhatikan gambar itu baik-baik. Ya itu memang gambar dirinya. Dibelakang gambar tersebut ternyata ada sebuah puisi. IU baca baik-baik puisi tersebut.

Your laugh, your smile, your voice, your face be imagined in my mind

Everywhere,everytime.

Your luster like luster of diamond. So beautiful

My heartbeat beat more fast when you beside me

So, you know that girl, what I mean.

Yes, you right. I mean…….

I love you, my precious stone.

-Secret Admire-

Seungho pun kemudian tersadar, Ia langsung merebut gambar yang ternyata berisi pengakuan cintanya kepada IU dan langsung bersikap cool. IU menarik napas untuk mengendalikan diri, setelah berhasil mengendalikan diri IU bersikap jual mahal dan seperti yang tak terpengaruh akan puisi tersebut. Mereka berdua sama-sama gengsi untuk mengakui perasaan

“itu aku gambar udah lama banget.” jujur Seungho

“oh… berarti kamu udah suka aku dari lama toh? Terus kenapa sok sok ngasih bunga mawar busuk ama surat palsu? Apa maksudnya?” tanya IU dengan ketus namun dalam hatinya jantungnya berdegup tak karuan

“awalnya aku mau ngasih itu, tapi pasti ntar ketauan klo itu aku. aku gamau kamu tau. Aku belum mau ngungkapin. Akhirnya aku malah ngasih yang itu. Kan kesannya main-main,tapi kata-kata awalanya bener kok.”

“cupu banget sih jadi cowok! Ga gentle!  Kok gamau cewenya tau? Cowo macam apa itu?!” protes IU

“ya suka-suka aku dong!!! Mau ngungkapin ato ga kan terserah aku!”

“ga rame!”

“alah, pasti kamu seneng kan tau aku suka ama kamu!” serang seungho langsung tepat sasaran.

IU tampak kelabakan, dia berusaha ngeles “sok tau!!”

“hei, jangan kira aku gatau kalo perasaanku ini terbalas. Kamu juga punya rasa ama aku!”

“kenapa kamu bisa nyimpulin gitu?” tanya IU heran namun tetap cool.

“this!” Seungho menunjukkan sebuah gambar. Gambar itu adalah karya IU yang menggambar Seungho. Memang tak seperti gambar Seungho yang secara gamblang menggambar IU, IU menggambarkannya secara kasar dan tak jelas, sehingga tak begitu jelas terlihat. Namun jika mempunyai imajinasi tinggi pasti dapat mengetahui itu gambar Seungho. IU tak bis aberkelit lagi, karena Seungho jiwa seni dan imajinasinya tinggi.

“hah? Jadi selama ini itu ada di kamu? Kok bisa?” kaget IU

“iya. udah setahun ada diaku. Ya bisa dong! kamu sebenernya yang lebih lama menyukaiku. Kamu ngegambar aku pas rambut aku masih rancung, dan itu tuh awal kelas 2. Jadi ga usah berkelit lagi deh!”

IU pun tersenyum kecut dan mukanya memerah “hm… oke I admit it, but…….”

“ga usah pake tapi-tapi an, aku tau kamu gengsi dan malu untuk mengakui bahwa kamu sangat mencintaiku” kata Seungho memotong ucapan IU

“huh… up to you lah!” IU memutarkan matanya “eh ntar dulu… sebenernya yang gengsi dan malu itu siapa? Aku ato kamu? Perasaan, kamu deh! Kan kalo cewe ga pengen perasaannya diketahui wajar, lah kamu cowok? Aneh banget gamau ngungkapin! Cupu! Ga usah sok sok cool lah! Aku juga tau dalam hati kamu malu setengah mampus! Pasti jantung kamu berdegup kencang banget!”

“kayak kamu nggak gitu aja! Pasti kamu juga deg deg an luar biasa kan? Lihat dong, pipi kamu aja udah merah!” Seungho menunjuk pipi IU. “kenapa kita jadi berantem ga penting gini?! Ya udah, sekarang kamu maunya gimana?”

“terserah kamu deh! Tau ah!” ketus IU namun dalam hatinya Ia berharap mereka akan bersama sebagai pasangan kekasih

“ah udah terlanjur saling tau perasaan. Lagian kan nyesek juga klo sama-sama suka ga jadian. Jadi udahlah kita jadian aja mulai hari ini. Gimana?” usul Seungho

“hm… iyalah terserah kamu” IU bersikap seolah tak peduli. Hm.. sungguh gengsinya tinggi banget.

“please, ga usah bersikap acuh gitu! Gausha bersikap jual mahal lagi! It’s so annoying! Yang saya mau jawabannya mau apa nggak?!” Seungho mulai kesal dengan sikap IU

“mau ga yaaa???” IU pura-pura berpikir

“yaudah kalo ga mau, masih bisa cari cewe yang lain kok”

“hah?! Iyaiya aku mau jadian ama kamu!” jawab IU dengan nada sok kesal

“hahahaha gitu dong” kemudian Seungho memeluk IU

 

***

 

“hahahahaha ya ampun, ga banget ya cara kita jadian. Kita ngungkapin perasaanya sambil berantem. Sumpah bodor banget. dan itu tuh valentine teraneh dan paling mengesankan dalam hidupku!” ketawa IU setelah selesai flashback

“iya banget! sumpah waktu itu kamu nyebelin banget. gengsinya tinggi banget! padahal kan aku udah tau kamu juga suka aku, ngapain juga kamu masih gengsi? hahahaha” tanya Seungho sambil tertawa

“ya aku kan malu, jadi aku nutupin rasa malu itu pake gengsi ehehehehe. Eh kamu sebenernya udah tertarik ama aku dari kapan? Aku kan tertarik ama kamu dari kelas 2 awal, soalnya kamu orangnya unik. Otak kanan kiri seimbang. Aku kagum banget!”

“dari kelas 2 semester 2 lah. Aku tertarik ama kamu karena suara kamu bagus banget, dan jurusan kita minati sama, yaitu Arsitektur. Ya intinya sih merasa punya kesamaan.” Jawab Seungho

“iyaya kita sama-sama mau arsitektur, tapi diantara kita gada yang keterima disitu. Kamu di geologi, aku di tekhnologi pangan”

“oh ya untuk melengkapi hari ini” Seungho merogoh sakunya dan mengeluark sepasang cincin. IU pun lantas terkejut.

“mwo?! Kamu mau melamar aku? Oh I think…. Jangan dulu deh. Kita kan masih tingkat 3, lagi sibuk-sibuknya kuliah. Masa udah mau nikah lagi? Bikin tugas akhir aja belum, apalagi lulus? Emang kamu sanggup mau ngehidupin aku kalo kamu belum lulus?”

Seungho pun menepuk jidatnya dan tertawa kecil “hahaha. Nggak kok, aku nggak ngelamar. Itu sih masih 2 tahun lagi kalo aku udah lulus dan mapan. Maksud aku ngasih cincin ini soalnya biar orang-orang tahu kamu udah ada yang miliki. Kita kan beda kampus, jadi banyak yang ga tau kamu punya pacar”

“oh.. hahaha kamu takut aku direbut orang ya??” goda IU

“bukan takut sih, tapi menjaga. Soalnya aku denger tak sedikit pria yang menghampirimu”

“hahahaha ya wajar aja. Aku ini kan cantik ;)” genit IU

“dasar” Seungho membelai rambut IU “you the only one. No one else. So don’t go. I love you so much”

Seungho memakaikan cincin itu dijari manis IU dan mengecup keningnya.

“gomawo. Saranghae” J senyum IU

 

—The End—

 

AAAAAAH!!!! Pasti jelek banget ya??? Ah mianhae. Aku bkin ini cuman 2 jam, jadi berantakan struktur katanya maupun ceritanya. Bener minta maaf baget yaa kalo jelek. MIANHAEYO kalo jelek GOMAWAEYO ya udah mau baca ini ff. jangan lupa tinggalkan jejak. sampai bertemu di ff selanjutnya ^^ . Annyeong~

 

Saturday, 11 February 2012 11:05 PM

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s