[FF] Misteri Ruang Teater

Title               : Misteri Ruang Teater

Rate               : 13+

Genre             : MYSTERY tapi gagal kayaknya

Cast                : Song Joongki, Lee Gwangsoo, Moon Chaewon, Song Jihyo

length           : One shot

Author          :  HANAN HANIFAH comeback

Disclaimer    : Hello long time no see. Mianhaeyo readers setiaku *kayak yang punya reader aja* aku baru bisa comeback sekarang dan belum bisa sering karena kompi aku masih mati suri. Aku harap kalian suka dengan FF comeback ku ini. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING.GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Please ENJOY =D.

“Ki, jadikan sekarang ngasih kejutan ke Haneul?” tanya Gwangsoo

“jadilah” jawab Joongki. Besok adalah hari ulang tahun Haneul, kecengan Joongki. Tepat pukul 12.00 malam Joongki akan memberikan kejutan dan akan meminta Haneul untuk menjadi kekasihnya.

“kadonya udah disiapin?” tanya Chaewon

“udah,tadi udah gue cetak fotonya sebelum pergi ke kampus” jawab Joongki. Ia menyiapkan sebuah foto Haneul berupa mozaik dari foto-foto Haneul, kemudian dia cetak dalam figura yang besar.

“udah koordinasi ama kakaknya dia, Jihyo nuna kan? sip kalo gitu. Ntar kita ketemuan dimana? Jam berapa?” tanya Gwangsoo

“udah tenang. Segalanya beres. jam 10 malam, kalian kerumah gue”

“oke sip”. Mereka bertiga pun berpisah masuk ke kelasnya masing-masing.

Waktu yang telah dijanjikan Joongki telah tiba. Namun belum terlihat batang hidung Gwangsoo maupun Chaewon. Menunggu merka datang, Joongki mengecek persiapan kejutan yang akan Ia buat.

“kue udah,lilin udah,terompet uda, bunga udah, kado…..”  tiba-tiba Joongki terdiam. “kado? Aigo!! Gue lupa kadonya ketinggalan di ruang teater! Babo!! Kenapa gue bisa lupa?” Joongki memaki dirinya sendiri

Joongki pun menelepon Gwangsoo akan masalah yang terjadi.

“Yeobeoseyo. Gwangsoo-ah! Gawat!!! ” panik Joongki

“Emang gawat kenapa?” tanya Gwangsoo heran

“kado buat Haneul…..”

“kenapa kadonya?”

“ketinggalandi ruang teater!!”

“Hah? Ruang teater?” kaget Gwangsoo

“Loe temani gue ngambil kadonya dong” mohon Joongki

“hah? Nemenin? Ke ruang teater?”

“iyalah kesana. Orang kadonya tertinggal disana”

“eu…” Gwangsoo ragu-ragu “ah daripada loe ngambil disana, gimana kalo loe nyetak lagi. Kan keburu tuh”

“nyetak lagi? Loe gila! Bangkrut gue! Sekali nyetak itu ngabisin 200ribu!!! Kalo gue nyetak lagi berarti duit gue abis 400, belum ditambah biaya kue,bunga,dll. Ogah rugi gue!”

“udah gapapa,daripada ngambil di ruang teater”

“emang kenapa sih loe gamau nemenin gue ngambil disana?”

Gwangsoo hanya terdiam mendengar pertanyaan Joongki. Karena kesal Joongki terus mendesak sehingga akhirnya dia bercerita.

“loe tau ga mitosnya disana? Katanya kalo diatas jam 9 malam sering terdengar suara wanita menangis,meraung, dan tertawa dari  ruang teater. Konon katanya 10 tahun yang lalu, ada mahasiswi yang bunuh diri disitu karena dia frustasi pacarnya ninggalin dia begitu saja”

“hah? Sejak kapan ada mitos itu? Kok selama gue udah ngampus disitu 3 tahun ga tau?”

“ah loenya aja gak gaul”

“ah palingan juga itu cuman mitos, belum ada buktinya kan?”

“kata siapa? Banyak yang udah membuktikan”

“ayolah temenin gue ngambil” mohon Joongki

“eu.. gue nggak bisa. Gue harus nganterin nyokap dulu, makanya gue belum nyampe rumah loe juga” alibi Gwangsoo

“Alah alibi loe! Bilang aja takut. Yaudah gue minta tolong ama Chaewon aja” Joongki menutup telepon dengan kesal. Kemudian Ia menelepon pada Chaewon. Tapi usahanya itu sia-sia, Ia mendapay jawaban yang sama. Chaewon menolak secara halus.

“Aduh, Ki. Bukannya gue nggak mau nolongin loe, tapi gue masih harus bantuin nyokap gue bikin kue. Mianhae…” tolak Chaewon

“ah loe sama aja kayak Gwangsoo. Yaudah gue ngambil sendiri aja”

Joongki pun langsung melesat ke Korean Art University menggunakan motor kesayangannya. Ia kesal pada kedua sahabatnya yang tidak bisa diandalkan. Sebenarnya Joongki termakan mitos yang diceritakan Gwangsoo. Ia pun merasa takut, tapi rasa takut itu Ia tepis demi kado yang sudah Ia persiapkan.

Begitu sampai, tanpa melepas helm, Joongki langsung menuju ruang teater. Begitu sampai depan pintu ruang teater aura mistis mulai terasa. Ruangan tersebut gelap gulita tanpa penerangan lampu. Hal itu menandakan bahwa ruangan itu kosong. Joongki ragu untuk masuk situ, tapi mengingat cintanya pada Haneul, Ia memberanikan diri untuk masuk.

“Semoga aja nggak dikunci” Joongki mulai membuka pintu ruang teater. Doa Joongki terkabul, pintu ruang teater tak dikunci. Namun baru saja Ia melangkah, tiba-tiba terdengar suara sayup-sayup orang menangis.

“hiks…hiks…”

“su..su…ara apa itu?” Joongki mulai ketakutan. Ia ingin lari tapi entah mengapa badannya tak bisa digerakkan. Joongki keringat dingin. Ia pun mulai berdoa dan langsung lari dengan terbirit-birit menuju parkiran.

“eomona~ huh… jadi yang diceritakan Gwangso itu benar?!” kata Joongki dengan nafas tersengal. “aigo Eotteoke. Apa gue nggak jadi aja ngasih ke Haneul foto itu? Tapi sayang, gue udah mahal-mahal nyetak itu. Hm.. mungkin tadi suara itu cuman khayalan gue aja kali ya? Oke Ki, loe cowok. Loe harus berani. Hwaiting!!” Joongki menyemangati dirinya sendiri. Joongki pun mengumpulkan keberaniannya untuk mengambil foto itu. Ia pun kembali ke ruang teater.

Baru saja tiba didepan pintu, suara tangisan itu makin jelas. Joongki pun kembali gemetaran. Namun Joongki memberanikan diri, akhirnya dia pun membuka pintu dan mulai masuk. Ruang teater cukup luas. Fotonya tertinggal jauh disudut ruang. Joongki melangkah dengan hati-hati. Namun, tiba-tiba ia mendengar raungan. Joongki makin berkeringat dingin. Ia perhatikan sekelilingnya untuk mecari sumber suara tersebut. Joongki shock, saat melihat salah satu sudut Ia seperti melihat sosok wanita. Joongki sebenarnya ingin lari, tapi tubuhnya berkata lain. Tubuhnya malah mendekati sosok wanita itu. Saat berjarak sekitar 1 meter, Joongki menyalakan senter di hapenya dan mengarahkan cahaya tersebut ke arah wanita itu. Dan betapa terkejutnya Joongki melihat ada wanita berambut panjang.

“HUAAAAAA HANTU!!!!” teriak Joongki

“HUAAA” kaget wanita rambut panjang itu.

Joongki pun langsung berlari sekencang mungkin. tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya. Joongki pun melihat kebelakang

“HUUAAA. Ampun ampun. Jangan apa-apain gue. Gue cuman mau ngambil kado doang. Sumpah! Gue nggak maksud ganggu!” Joongki memohon-mohon sambl memejamkan mata

“Joongki!  Ini gue! Jihyo! Bukan hantu!”

Joongki terkejut mendengar itu. Dia mulai membuka matanya. Joongki pun bernafas lega, ternyata itu memang Jihyo.

“ah nuna… bikin kaget aja! Apa yang dilakukan nuna malam-malam begini disini?” tanya Joongki

“gue lagi latihan buat ujian kelulusan gue” jawab Jihyo

“kenapa ga latihan di rumah aja sih nuna?”

“abis kalo dirumah digangguin pujaan hati loe, Haneul. Ngapain kamu kesni malem-malem”

“mau ngambil kado buat haneul ketinggalan” Akhirnya Joongki dan Jihyo mengambil kado yang tertinggal. Jihyo pun menyudahi latihannya dan ikut bersama Joongki untuk memberi kejutan pada Haneul.

“ih gara-gara suasana horor tadi, gue pengen pipis deh. Gue pipis dulu ya!” seru Joongki

“oke, gue tunggu depan wc ya” jawab Jihyo

Saat Joongki buang air kecil terdengar sebuah nyanyian merdu. Nyanyiannya begitu indah dan menyayat hati. Joongki mendengar itu merasa terenyuh hatinya. Joongki mengira yang menyanyikan lagu itu Jihyo nuna. Setelah beres ia pun keluar dari wc dan langsung memuji Jihyo.

“wah nuna, gue gak menyangka kalo kau bersuara begitu indah. Kenapa nuna ga masuk jurusan musik aja daripada masuk jurusan teater dan film?” puji Joongki

“hah maksud loe apa? Suaraku sumbang tau” heran Jihyo

“ah jangan merendah gitu dong nuna. Pas tadi aku pipis nuna nyanyi kan? Sumpah itu nyanyian terindah yang pernah gue denger. Gue tersentuh banget”

“kalem. Loe bilang tadi loe denger nyanyian di wc?”

“iya”

“ada mitos, di wc itu ada hantu namanya Minri. Dia dulu seorang penyanyi berbakat, sayangnya dia dibunuh oleh seseorang disumur yang sekarang jadi wc. Tiap malam dia suka bernyanyi menyuarakan isi hatinya yang sedih karena mati dibunuh” Jihyo bercerita dengan hati-hati dan rasa takut.

“ja…ja…di…. mak…sud… nu…nu…na tadi gu..gue ngedenger su..su..suara…..”

Joongki dan Jihyo saling bertatapan, kemudian mereka berteriak bersama sambil lari terbirit-birit.

“HUUUUUAAAAAA!!!!!!”

—-The End—-

Wednesday, January 16, 2013 01:31 PM

Finally beres juga dalam waktu sejam. Aku ngetik ini diwarnet, berlomba dengan billing warnet, makanya kalo typo maaf ya buru-buru. Kalo aneh maaf juga yaa. MIANHAEYO kalo jelek. GOMAWO udah mau baca. Sampai bertemu di ff selanjutnya. Annyeong~ ^^

Iklan

2 thoughts on “[FF] Misteri Ruang Teater

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s