[FF] Pria Dalam Bis

Title               : pria dalam bis

Rate               : g

Genre             : ROMANCE, GENERAL

main Cast     : ma jin ban a.k.a jb *bacanya JEBE ya bukan JIBI*

                          do kyung soo a.k.a d.o exo-k

                         kondektur bis

length           : One shot

Author          : HANAN HANIFAH real back

Disclaimer   : Alhamdulillah kini aku punya lappy, insya Allah sebulan-dua bulan sekali aku bakalan mosting FF. kalo aku ga sibuk aku usahain buat nulis. Jadi buat readers setiaku *emang punya readers nan?* berbahagialah aku kembali . FF ini terinspirasi gara-gara aku ngecengin cowok di bis, lalu aku berimajinasi yang terlalu jauh,alhasil jadilah ini FF. seperti biasa aku selalu membuat FF bercita rasa Indonesia, jadi settingnya di sini. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING.GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Please ENJOY =D.

JB terus berdoa agar Ia tak  ketinggalan bis terakhir. Doanya pun terkabul, tak lama kemudian bis yang Ia tunggu datang jua. Namun saying bis yang akan JB tumpangi penuh. Jika JB naik Ia harus berdiri.

“Ayo neng, bis terakhir!” seru kondektur bis

“beuh penuh gini. Ah bae ah naik aja, daripada harus ngangkot 4 kali” ujar JB dalam hati sambil naik bis. Baru saja masuk kedalam bis, JB dikejutkan oleh suatu suara.

“Teh, mangga duduk disini aja. Saya mah berdiri aja” seorang pria menawarkan JB tempat duduk. JB langsung terbengong, speechless. Ia terkejut bukan karena ditawari tempat duduk, melainkan karena yang menawarkan tempat duduk tersebut adalah cowok yang Ia keceng!

“ah gila ini cowok, udah mah baik, ganteng, gentle pula! Ah fix ini mah!” ujar JB dalam hati. JB menerima tawaran pria itu. JB benar-benar akin terpesona dengan pria itu. Sebenarnya JB tidak mengenal pria itu. Jangankan mengenal, tahu namanya pun tidak. Semenjak semester 6 ini, setiap hari selasa dan kamis sore saat pulang kuliah Ia selalu bertemu pria itu di bis. Pertama kali melihatnya JB langsung jatuh hati dengan ketampanannya.

30 menit kemudian orang duduk disebelah JB pun turun. Alhasil, pria yang JB kagumi duduk disebelah JB. Pipi JB langsung merona merah karena malu. Jantungnya berdegup dengan kencang.

“baru pulang kuliah? Kok sore amet?” tiba-tiba pria itu bertanya. JB terkejut bukan main diajak ngobrol dengannya.

“iya, abis praktikum soalnya” jawab JB dengan setenang mungkin agar tak ketahuan kalo dirinya gugup.

“oh jurusan apa, semester berapa?”

“geologi. Semester 6”

“Oh iya belum kenalan. Saya Do Kyung Soo. Panggil aja D.O. saya juga alumni kampus itu” pria itu mengulurkan tangannya.

“Ma Jin Ban, biasa dipanggil JB. Oh iya jurusan apa?” JB mulai terbiasa, tidak begitu gugup lagi

“perikanan. Saya baru wisuda februari kemaren kok.”

“berarti kamu beda satu angkatan ama aku dong?” tebak JB

“iya” jawab D.O sambil tersenyum. Saat melihat D.O tersenyum jantung JB mendadak berdegup lebih cepat. Betapa lucunya D.O saat tersenyum. Saking terpesonanya saat mengeluarkan ongkos untuk dibayar kepada kondektur dari dompetnya Ia menjatuhkan beberapa lembar uang 100.000. melihat kejadian itu D.O hanya tersenyum

“wah hebat! Udah lulus lagi! Sekarang udah kerja?”

“udah begitu saya lulus langsung dapet kerja ditempat saya dulu PKL. Kebetulan skripsi saya nyambung ama tempat PKL dulu, dan PKL itu butuh karyawan lulusan perikanan, terus pas saya baru nulis skripsi saya dihubungi, diminta begitu beres sidang dinyatakan lulus untuk bekerja disitu. Ya mayan kan saya ga harus capek-capek nyari kerja lagi, jadi saya ambil aja. Kan ga baik nolak rejeki” cerita D.O

“wow! Kamu keren banget! Udah ganteng, baik, pinter. Wah beruntung banget yang jadi pacar kamu” tanpa sadar JB pertanyaan itu langsung meluncur dari mulutnya. Begitu menyadarinya wajahnya merah seperti kepiting rebus dan Ia langsung memukul kepalanya sendiri sebagai hukuman untuk kebodohannya sendiri.

D.O yang ditanya seperti itu tampak tenang dan hanya tersenyum lalu tertawa kecil “hahaha saya single kok, belum ada yang mau ama saya”

“cuih, boong banget! Pasti banyak yang mau ama kamu” aku juga mau JB meneruskannya dalam hati

“hahaha aamiin. Tapi emang lagi gada yang menarik aja. Kamu pasti udah punya pacar? Sebagai cewek yang nyasar di sarang cowok, psti ada yang nyantel kan? Mana kamu cantik pula” D.O sedikit memuji JB

JB yang dipuji mukanya makin merah dan terlihat salah tingkah. I-phone yang daritadi Ia genggam mendadak terjatuh.

“widih orang kaya~ i-phone dijatuh-jatuhin” canda D.O

“bukan gitu ih! Hahahaha. Emang di geologi itu banyak cowok, tapi ya gitu deh, karena hampir cowok semua jadi kelakuan aslinya pada keluar, jadi pada malesin ehehehe”

“jadi ceritanya jomblo juga nih?”

“bukan jomblo ih, tapi single. Jomblo itu nasib, single itu pilihan” bantah JB

“hahaha oke-oke. Oh ya tadi temen kerja saya ada yang bikin kue, terus dia kasih ke saya. Nih mau coba?” D.O mengeluarkan rainbow cake dari dalam tasnya.

“yang ngasih cewek atau cowok?” Tanya JB

“cewek emang kenapa?”

“itu tuh modus tau. Sebenernya dia tertarik ama kamu”

“huuu so tau kamu! Nih mau ga? nyaam” D.O menawari JB dengan mulut penuh kue. Dasar JB gembul orangnya dia terima kue itu.

“hm… enak juga. Eh ya kamu turun dimana?”

“saya di kalapa. Kamu?”

“itu di was. Emang rumah dimana?”

“rumah saya di daerah balong gede. Jadi dari kalapa tinggal jalan. Kamu pasti di batununggal?”

“tepat sekali. Hoam~ aduh ngantuk nih”

“pasti capek abis praktikum?” tebak D.O

JB pun menganggukkan kepalanya “iya, duh aku tinggal tidur. Mayam istirahat bentar di bis. soalnya begitu di rumah harus ngerjain lapak. Nanti kalo udh deket was, bangunin ya. Oh ya ntar tukeran akun twitter,line yaaa”

“siap!!” D.O melakukan hormat ala militer.

“aigo, selain ganteng dan baik hati, ternyata anaknya asik. Ih makin suka deh! Moga aja bisa berlanjut hihihi” harap JB dalam hati. Tak butuh lama untuk JB tertidur, karena dasar dia pelor alias nempel molor. Apalagi ditambah Ia capek dan telah makan kue.

Dalam mimpinya JB sedang asik mengobrol dengan D.O. bercanda-canda mesra di sebuah kafe. Setelah saling suap-menyuap eskrim, tiba – tiba D.O maju ke panggung kafe dan bernyanyi lagu Tulus – Teman Hidup.

“Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku, Berdua kita hadapi dunia, Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju, Bersama arungi derasnya waktu Kau milikku, ku milikmu, Kau jiwa yang selalu aku puja”

Selesai bernyanyi D.O mengeluarkan cincin dan berkata di seluruh pengunjung kafe “Ma Jin Ban, maukkah kau jadi teman hidupku untuk selamanya?”

Saat JB akan menjawab, tiba-tiba Ia terbangun dari mimpinya. Rasanya sebal dibangunkan dari mimpi indah itu. Namun, Ia gajadi sebel karena pasti yang membangunkannya orang yang JB impikan.

“neng, bangun. Udah nyampe”

“loh?! Kok suaranya beda? Kayak bukan D.O?” JB bertanya-tanya dalam hati. Saat Ia sudah benar-benar tersadar, JB terkejut yang membangunkannya bukan D.O melainkan kondektur.

“neng bangun. Udah di kalapa. Mamang udah mau pulang ke pangkalan” kata kondektur

“hah?! Kalapa?” JB benar-benar terkejut. Mengapa DO tadi tidak membangunkannya. Saat melihat tangan kanannya, Dia lebih terkejut. I-phonenya raib!

“loh? I-phone aku mana?” JB langsung membongkar tasnya mencari-cari i-phone nya, namun tetap saja tak ditemukan. JB pun mengecek dompetnya. Dia semakin terkejut, uang di dompetnya hanya ada 5000, padahal tadi ada 355.000. Di dompetnya dia menemukan sim card dan memory card i-phonenya,

“loh? Aneh. Sim card ama memorinya ada tapi kok hapenya ga ada? Pak! Hape ama uang aku ilang! Ada yang nyopet pa!” panik JB

“wah??? Tapi tadi ga keliatan ada copet tuh neng.” ujar kondektur

“eh iya, pa orang yang tadi duduk disebelah aku mana?”

“udah turun dari tadi neng, di buah batu”

“pak dia copetnya, pak!”

“hah? Masa, bukannya dia temen eneng? Daritadi saya liat kalian ngobrol” heran kondektur

“enggak pak, aku baru kenal dia tadi. Terus kita ngobrol asik, terus aku ditawarin makanan”

“terus neng makan?”

“iya pak, dan abis itu aku tidur” jawab JB dengan polos

“beuh si eneng! Itu teh eneng udah dibius lewat makanan. Makany neng kalo baru kenal jangan mau kalau ditawarin makanan, terus hape masukin ke kantong, jangan dipegang terus, soalnya itu uh mengundang orang untuk berniat jahat, apalagi hape neng kan bagus dan mahal” ceramah kondektur

JB hanya bisa menghela nafas mendapat ceramah dari kondektur. Ini memang salah dia yang terlalu pamer kekayaan, dan membawa uang terlalu banyak. Dia merasa bodoh mudah percaya dengan kebaikan dan ketampanan seseorang. Sungguh JB tak menyangka jika D.O orang yang Ia kagumi adalah seorang copet.

“ganteng-ganteng kok kopet? Hiks” sedih JB. JB berjanji Ia akan lebih berhati-hati lagi dan tidak sembarangan lagi.

—The End—

Tuesday, 07 May 2013, 10:14 PM

Aaah maaf ya kalo geje, ketebak jalan ceritanya. Buat bini-bininya D.O jangan gorok saya, gara-gara saya bikin D.O menjadi seorang copet. Mianhae ga maksud kok, aku juga bininya D.O. api nau’udzubillah ih jangan ampe aku ngalamin kejadian ini di damri *ketok-ketok kayu 3x*. M IANHAEYO klo jelek, klo banyak typo. GOMAWO udah baca. don’t forget untuk meninggalkan jejak yaaa ;;). sampai bertemu di FF selanjutnya. Annyeong~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s