[FF] Buka Bareng

Title               : Buka Bareng

Rate               : general

Genre             : FRIENDSHIP, HUMANITY

cast               : B1A4 (JINYOUNG, SANDEUL, CNU, BARO, GONGCHAN)

length           : One shot

Author          : HANAN HANIFAH

Disclaimer   : Berhubung lagi ramadhan, jadi bikin FF edisi ramadhan deh ehehe. Di FF ini cuman mau sharing aja, jadi ya simple sih ceritanya. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING.GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Please ENJOY =D.

 

“mau buka bareng dimana kita?” Tanya Jinyoung

“dimana ya? Kita udah ke resto india, Thailand, resto makanan timur tengah, resto italia, prancis, foodcourt mall. Apa ya yang belum?” Sandeul pun bingung

“gue lagi pengen steak nih” celetuk Baro

“steak? Biasa aja tuh. Nothing some different. Beli sesuatu yang exclusive dong. Gue lagi pengen sesuatu yang berkelas” CNU tampak menolak keinginan Baro.

“ih gue pengennya bukan steak sembarang steak. Gue pengen steak dengan daging kualitas kelas 1. Panggangnya medium rare. Beuh~ mantap!” seru Baro sambil membayangkan steak idamannya.

“hm… boleh juga. Kita kan baru dapet duit dari manggung mayan nih. Yaudah kita pake aja buat makan steak dengan kualitas nomer 1” Jinyoung menyetujui usulan Baro

“gimana yang lain? Setuju?” Tanya CNU pada member B1A4 yang lain

“hm… boleh deh. Udah lama juga ga makan steak” jawab Sandeul

“heh loe maknae! Eotteokhae?” Tanya CNU sambil menjitak kepala Gongchan

“aigo ga usah ngejitak juga kali! Makan apapun gue setuju kok!” jawab Gongchan sambil mengelus-ngelus kepalanya yang dijitak CNU.

“how about you?” Tanya Jinyoung pada CNU

“well, klo leader setuju dan member lainnya setuju. Gue ngikut aja deh” jawab CNU

“yes! Steak I’m coming~” girang Baro

“gue tau tempat makan steak dengan kualitas nomer 1 dan itu enak” ujar Gongchan

“eoddieo?” Tanya Sandeul penasaran

“deket sekolah gue dulu”

“ayo, berangkat kita!” seru Jinyoung semangat.

Mereka pun menuju restaurant yang dimaksud Gongchan. Restaurant tersebut memang sudah terkenal akan hidangan daging sapinya yang berkualitas nomer 1. Sesampainya disana tampak sudah banyak orang yang menempati meja. Tak tampak meja kosong untuk mereka. Mereka pun kecewa.

“yaaah penuh nih kayaknya. Kita kesorean nih” Gongchan melirik semua sudut di restaurant tersebut

“yaaah padahal gue lagi ngebet ama steak nih” kecewa Baro

“eotteokhae?” Tanya CNU

“gimana kalo take  home” usul Sandeul

“terus makannya dimana?”

“ya di dorm lah”

“tapi kan dorm jauh. Nanti steaknya keburu dingin, nanti jadi ga enak” tolak Baro

“yaudah ato di mesjid. Sekalian solat. Lagian mayan kan kalo kita buka di mesjid, dapet takjil gretong” Sandeul memberi solusi

“bener tuh Hyung!” Gongchan setuju dengan ide Sandeul

“yaudah kita pesen take home aja ya. Daripada ga sama sekali makan steak. Ya ga?” ujar Jinyoung sambil melirik Baro. Baro hanya mengangguk lemah.

Mereka pun akhirnya tetap memesan steak walau dibungkus. Begitu pesanan mereka selesai, mereka keluar restaurant dan mencari mesjid disekitar situ karena beberapa menit lagi adzan maghrib akan berkumandang. Setelah berkeliling-keliling tak lama kemudian mereka menemukan sebuah mesjid. Tak lama setelah itu adzan pun berkumandang, mereka pun langsung berbuka dengan takjil yang disediakan mesjid. Setelah menyantap takjil mereka shalat berjamaah. Rencananya. Setelah shalat mereka akan memakan steak mereka.

Saat salam terakhir, Gongchan tak sengaja melihat keluar mesjid. Tiba-tiba pandangan terfokus akan sesuatu. Gongchan melihat ada seorang ibu dan 3 orang anak. Penampilan mereka tampak tak terurus. Baju compang-camping, wajah kumal, dan badan kurus. Mereka terlihat sedang mengharap belas kasih jamaah masjid, siapa tau ada yang mau berbagi rezeki dengan mereka. Mereka hanya menatap lesu gelas plastic untuk menampung sumbangan receh dari orang-orang. Gelas plastic itu hanya terisi beberapa koin recehan. Salah satu anaknya tampak merengek meminta makan, dan Ibunya hanya bisa menenangkan anak tersebut.

Melihat semua itu, Gongchan melirik steak miliknya. Gongchan pun dilema. Ia pun mencolek Jinyoung yang ada disebelahnya dan memperlihatkan pemandangan yang tadi Ia lihat. Jinyoung pun memperhatikan pemandangan yang ditunjukkan Gongchan. Melihat itu Jinyoung pun ikut melirik steak miliknya dan milik teman-temannya.

“hyung… setelah ngeliat itu, punya pemikiran yang sama ga?” Tanya Gongchan

Jinyoung tak langsung menjawab. Ia pun melirik steak mereka dan melirik pada teman-temannya. Tampak Baro yang sudah membuka steak dan akan segera menyantap steak tersebut dengan tak sabar. Jinyoung pun ikut dilemma.

“hyung….” panggil Jinyoung.

Jinyoung pun menghela nafas “huh…. Jamkammanyo Baro! Loe ridho ga kalo berbagi steak?”

“untuk steak kali ini, kagak! Jarang-jarang gue makan steak kelas satu macam ini” tolak Baro mentah-mentah.

Jinyoung bertambah dilema. Disatu sisi Ia sama seperti Baro tak ingin membagi steak tersebut, namun disisi lainnya nuraninya seperti terketuk.

“guys….. gimana kalo kita………”

*****

 “ayo sebelum makan kita berdoa dulu untuk mensyukuri nikmat yang ada” Jinyoung memimpin doa “amin selamat makan”

CNU pun memotong daging steak dan memasukkan potongan tersebut kedalam mulutnya. “nyam..nyam… emang bener steak ini steak kelas satu. Beda rasanya”

“iya.. moga aja ibu-ibu dan anak-anaknya tadi merasakan hal yang sama” Gongchan mengiyakan pendapat CNU

“sejujurnya gue ga puas kalo 1 porsi steak ini harus kita bagi lima, tapi kalo tadi gue ga kasih tu steak ke ibu-ibu tadi, buat apa dong gue puasa, tapi ga berbuat baik” ujar Baro

“ya kali-kali lah kita makan 1 porsi dibagi lima. Lagian kita kan udah mesen nasi goreng” kata Sandeul

“nah pesanan kita dateng!” seru Gongchan. 5 piring nasi goreng ayam tersaji dihadapan mereka. Mereka yang sudah kelaparan langsung menyerbu nasi goreng tersebut.

“walau kita makan nasi goreng pinggir jalan, tapi rasanya ga kalah enak ama resto bintang lima. Nyaam” ucap Baro sambil mengunyah nasi gorengnya

“jarang-jarang nih kita buka bareng dipinggir jalan!”seru SAndeul

“ya jangan maunya makanan mahal mulu. Lihat tuh orang lain mau makan aja susah, harus mengharap belas kasihan orang. Harusnya kita bersyukur, dan jangan ngehamburin duit dengan makan di tempat mahal” bijak CNU

“lah tadi siapa yang mau makan mahal? Bukannya hyung ya?” canda Gongchan

CNU pun menoyor kepala Gongchan.

“gue seneng kok kita tadi udah berbagi. Ya walau sebenernya agak sayang juga, karena itu steak mahal, tapi gue ikhlas kok. gue gamau liat sesama ada yang kelaparan” ujar Sandeul

“yang namanya buka bareng tuh yang penting kebersamaannya mau dimana pun itu. Mau di resto bintang lima, café murah, mesjid, bahkan pinggir jalan. Yang penting kebersamaannya” nasehat Jinyoung

“ne hyung!”

Mereka pun menyantap nasi goreng pinggir jalan dan saling berbagi 1 porsi steak yang tersisa dengan gembira dan hati ikhlas. Ya mau dimana pun itu, apapun makanannya yang penting dari buka bareng itu adalah kebersamaannya.

—The End—

Saturday, 13 July 2013. 09:12 PM

 

Ini beres kurang dari sejam Alhamdulillah. Maaf ya kalo terlalu menggurui, atau bahkan pesannya ga nyampe ehehehe. Terkadang karena gengsi kita maunya buka bareng ditempat yang wah tanpa memikirkan yang diluar sana yang masih banyak yang kalau buka ala kadarnya. Ya di FF ini cuman pengen sharing aja. MIANHAEYO klo jelek, klo banyak typo. GOMAWO udah baca. don’t forget untuk meninggalkan jejak yaaa ;;). sampai bertemu di FF selanjutnya. Annyeong~. Wassalamualaikum ^^.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s