[FF] Cahaya Kehidupan

Title               : cahaya kehidupan

Rate               : pg +13

Genre             : ROMANCE with a sense of SUPERNATURAL

main Cast     : kaistal (Krystal f(x) , kai exo)

minor cast  : jessica snsd, suzy miss a, taemin shinee, sulli f(x)

length           : One shot

Author          : panggil dia HANAN HANIFAH

summary      : Kita takkan bisa merubah atau melawan takdir

Disclaimer   : this is for you Kaistal shipper. Asalnya FF ini aku bikin buat ikut lomba, tapi aku ngerasa genre utamanya enggak masuk dalam syarat lomba jadi enggak jadi aku kirim. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING.GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Please ENJOY =D.

 

Malam itu rasanya kelabu. Tak ada cahaya bulan maupun sinar bintang yang menerangi langit. Jalanan tampak lengang. Ya selain karena hari sudah larut, Seoul diguyur hujan yang deras.  Walau begitu, masih saja ada orang-orang yang nekat melintasi jalanan. Padahal jalanan tidak cukup aman untuk dilintasi. Beberapa lampu penerangan jalan mati karena petir menyambar. Jalanan begitu licin. Jika melintasi jalanan Seoul malam itu diperlukan kehati-hatian tingkat tinggi serta kecepatan kendaraan yang rendah. Seharusnya Krystal tahu akan konsep itu, namun nampaknya Ia mengabaikan konsep tersebut.

Begitu selesai praktikum, Krystal langsung memacu motornya menuju rumah. Ia ingin cepat-cepat tiba di rumah. Selain karena Ia ingin istirahat setelah seharian penuh berada di kampus, Kakaknya, Jessica, baru saja tiba dari Amerika. Ia ingin segera bertemu dengan kakaknya. Ia rindu setelah tidak bertemu hampir 1 tahun.

Tanpa mempedulikan keadaan jalanan Seoul yang buruk, Krystal terus memacu kendaraannya dengan cepat. Lampu jalan banyak yang mati ditambah hujan yang deras, sedikit mengaburkan pandangannya. Sialnya, ditengah keadaan seperti ini lampu motor Krystal bermasalah. Lampu tersebut redup seperti yang kekurangan daya. Alhasil sempurna sudah faktor-faktor yang dapat mengancam Krystal. Seharusnya Ia berhenti saat itu juga, tapi Ia tak peduli. Ditengah kecepatan tinggi, rendahnya penerangan, serta jalanan yang licin, Krystal tak dapat menghindar dari kecelakaan tersebut. Saat dibelokan tiba-tiba dari arah yang berbeda ada mobil dengan kecepatan tinggi mengarah padanya. Krystal yang tidak melihat mobil itu dari kejauhan terkejut. Ia langsung mengarahkan motornya ke sembarangan arah, dan k arena jalanan yang licin dan control rem yang kurang, motor Krystal tergelincir lalu menabrak keras trotoar dan tubuh Krystal sendiri pun akhirnya terjungkal jauh dari motornya.

*****

Matanya terasa berat dan kepalanya begitu pusing. Jiwanya telah tersadar, namun raganya belum mau tersadar. Jika ia tak mendengar sumber suara yang menjadi kekuatannya untuk tersadar secara seutuhnya, raganya enggan tersadar.

“Krystal, ayolah bangun. Sampai kapan kau akan terbaring seperti ini?” suara itu. Ya suara itu yang menjadi sumber kekuatannya untuk sadar. Krystal pun mulai membuka matanya perlahan. Setelah matanya terbuka ditatapnya sumber suara tersebut. Ternyata itu adalah suara Jessica.

“Krystal? Krystal kau sudah sadar?”

Krystal pun hanya mengangguk lemah. Ia belum bisa mengeluarkan kata-kata karena mulutnya dipenuhi oleh alat kedokteran seperti selang,dsb.

“terima kasih Tuhan. Setelah seminggu koma, akhirnya kau sadar. Aku sangat cemas. Sudah sekarang kau istirahat lagi aja.” Ujar Jessica lembut.

Krystal menuruti perkataan kakaknya. Lagian sebenarnya semenjak tadi Ia membuka mata, Ia ingin menutupnya kembali. Entah mengapa Ia merasa cahaya dalam ruang ICU itu sangat terang. Terlalu terang untuk ukuran lampu neon biasa, dan anehnya Ia merasa sepertinya Jessica seperti memancarkan cahaya tersendiri, namun tak Ia pedulikan cahaya tersebut. Dia berpikir mungkin Ia salah lihat karena Ia baru saja sadar dari koma. Krystal tak mau ambil pusing, yang ada dipikirannya hanya ingin terpejam kembali.

*****

Semenjak keluar rumah sakit, Krystal menjadi lebih pendiam dan tidak seceria biasanya. Jika sedang berkumpul dengan teman-temannya Krystal lebih banyak diam dan hanya ikut tertawa kecil. krystal pun punya kebiasaan baru. Jika sedang berada diluar siang hari dan banyak orang Ia sering menggunakan kacamata hitam. Padahal sebelumnya Krystal sangat jarang menggunakan kacamata.

Perubahan pada diri Krystal ini disadari oleh Jessica. Saat di rumah Krystal lebih banyak melamun. Biasanya Krystal serringkali bersenandung kecil, tapi kini suara Krystal jarang terdengar. Jangankan bersenandung, berbicara pun jarang. Jessica yang khawatir dengan perubahan adiknya sering bertanya “ada apa” pada Krystal, tapi Krystal selalu menjawab “enggak ada apa-apa”.

Perubahan Krystal pun disadari oleh kekasihnya, Kai. Kai merasa Krystal cukup berubah. Sama seperti Jessica, jika ditanya oleh Kai, Krystal selalu enggan bercerita apa yang sedang Ia alami saat ini.

Perubahan pada diri Krystal tentu saja bukan tanpa alasan. Orang-orang berpikir Ia menjadi lebih pendiam karena masih shock akan kecelakaan yang telah menimpanya. Namun bukan itu alasannya. Ia menjadi pendiam dan sering melamun. Ada yang berbeda dengan penglihatannya setelah kecelakaan itu terrjadi, Ia melihat setiap orang memancarkan cahaya sendiri dan itu membuatnya tertekan.

Malam itu Kai dan Krystal sedang berjalan keluar kampus. Niatnya mereka akan makan diluar. Saat di gerbang kampus mereka bertemu dengan teman mereka, Suzy.

“hei, Kaistal!” sapa Suzy

“hei” sapa  Krystal balik sembari melihat Suzy secara baik-baik. Ia merasa ada yang aneh dengan Suzy

“mau kemana? Pulang?” Tanya Suzy

“iya, tapi rencananya mau makan dulu, kamu?” jawab Kai

“iya mau pulang. Udah ya aku duluan. Buru-buru nih. Annyeong!” pamit Suzy

ne… annyeong!” Kai melambaikan tangan pada Suzy. Krystal melihat Suzy dari jauh. Tatapan mata Krystal cukup dalam, seolah ada sesuatu. Kai heran melihat Krystal seperti itu.

“kenapa ngeliatin Suzynya kayak gitu? Ada sesuatu?” Tanya Kai

“kita ikutin Suzy sekarang. ayo!” Krystal langsung menyeret Kai tanpa meminta persetujuan Kai terlebih dahulu. Kai tampak bingung dan pasrah diseret Krystal seperti itu. Mereka terus mengikuti Suzy berjalan. Sambil mengikuti, Krystal memperhatikan sekitar. Krystal merasa akan ada sesuatu yang terjadi pada Suzy.

Tiba mereka di jalanan yang sepi. Krystal dan Kai melihat Suzy berhenti dan tampak sedang berbicara dengan seorang pria. Sebenarnya saat melihat Suzy berbicara dengan pria itu, Krystal tampak cemas. Krystal merasa Suzy dalam bahaya. Krystal ingin sekali meghampiri Suzy, namun dicegah oleh Kai. Kai menyuruh Krystal untuk membiarkan mereka terlebih dahulu. Akan tetapi tampaknya, kecemasan Krystal terbukti. Suzy dan pria itu terlibat pertengkaran cukup hebat. Bahkan pria itu menampar Suzy cukup keras. Didekat Suzy ada sebuah balok kayu. Suzy mengambil balok itu dan bersiap-siap untuk memukul pria itu dengan balok tersebut, namun pria itu langsung menangkisnya dengan tangan sehingga balok tersebut jatuh. Kemudian pria itu mengeluarkan sebilah pisau dan mengarahkan mata pisau pada Suzy. Melihat pri itu mengeluarkan pisau, Krystal tak bisa berdiam diri lagi. Ia pun berlari menghampiri Suzy. Kai yang disebelahnya mencegah namun terlambat. Krystal keburu menghampir pria itu. Kai pun menyusul Krystal

“heh! Ngapain kamu? turunin enggak tuh pisau!” seru Krystal

Suzy terkejut dengan kedatangan Krystal dan Kai “Krystal? Kai? Kalian ngapain disini? Kok bisa?”

“kalian siapa? Udah kalian pergi deh dari sini. Ga usah ikut campur urusan orang” usir pria itu

“kita enggak bsa pergi ninggalin Suzy dalam keadaan bahaya gini! Lagian ada masalah apa sih? Ampe mau nyakitin Suzy segala” tolak Krystal

“tadi kan aku udah bilang, ga usah ikut campur urusan orang. heh! Bocah ini punya utang ama aku! Harusnya Dia bayar lunas beserta bunga 10%nya hari ini, tapi ini bocah kagak bisa bayar. Yaudah saya tmapar sebagai balesannya. Eh dia malah mau melawan, yaudah saya lawan balik pakai ini” ujar Pria yang ternyata rentenir itu sambil memain-mainkan pisaunya.

“utang? Kamu utang buat apa?” Tanya Kai

“ibu aku di operasi, butuh biaya besar. Aku gatau lagi harus dapet uang darimana, jadi terpaksa aku minjem ama dia” jawab Suzy dengan nada ketakutan

“yaudah, biarin dia nyicil, kenapa? Gausah pake kekerasan segala!” gerutu Krystal

“kamu sama kerasnya kayak si Suzy ini. Kamu uda ngabaiin peringatanku. Kamu gamau selamet ya?” Rentenir itu kemudian mengambil balok yang terjatuh tadi dan memukulkannya pada bahu Krystal. Krystal pun terjatuh kesakitan. Melihat Krystal terluka, Kai langsung menonjok rentenir tersebut hingga terjatuh. Kemudian Ia menghampiri Krystal.

“kamu enggak apa-apa?” cemas Kai

“aw….sakit” Krystal meringis

“kamu punya urusannya dengan aku, bukan ama dia! Jadi jangan sakitin temenku!!” kesal Suzy. Suzy mengambil balok kayu dan bersiap memukul, namun Ia terlambat, Rentenir tersebut bertindak lebih cepat. Dengan pisaunya yang tajam, rentenir tersebut langsung menusukkan pisaunya pada perut Suzy. Setelah menusuk Suzy, pria itu melarikan diri. Kai dan Krystal begitu terkejut melihat kejadian itu. Kai langsung mengejar pria itu.

“Suzy!!!” teriak Krystal. Krystal langsung memeluk Suzy. Ia tak peduli dengan bajunya yang berceceran darah Suzy.

“Kai!! Kai!!!” Krystal memanggil Kai “udah enggak usah kejar orang itu! Kita harus nolongin Suzy!”

Krystal melihat cahaya yang dipancarkan Suzy semakin redup. Krystal makin panik. “tidak…. Suzy… jangan pergi dulu, please. Please, cahayanya jangan mati dulu”

Sayangnya, Krystal melihat cahaya itu makin redup dan akhirnya cahaya itupun mati.

*****

“tok-tok-tok” Jessica mengetuk pintu kamar Krystal, tetapi Krystal tak membukakan pntu kamarnya

“Krys, kamu kenapa sih? Dari pagi ampe siang ini ngurung diri di kamar.  Enggak kuliah, enggak makan. Kenapa sih?” tanya Jessica sambil terus mengetuk “Krystal, please,  jawab dong pertanyaan eonni! Kenapa sih? Kamu sakit? Atau terjadi sesuatu? Cerita dong” Jessica membujuk adiknya untuk buka suara, tetapi Krystal pun masih enggan untuk bersuara. “oke deh kalau kamu enggak mau cerita, tapi minimal kamu makan dulu dong. Nanti kamu sakit lagi. Jangan bikin kakakmu ini khawatir dong!”

Tiba-tiba terdengar bunyi bel rumah. Jessica pun membukakan pintu rumah mereka. Ternyata yang datang adalah Kai. Kejadian malam tadi membuat Kai khawatir akan kondisi Krystal.

annyeong haseyo Jessica noona” sapa Kai sopan

annyeong haseyo”

“Krystalnya ada?” Tanya Kai

“ada, daritadi dia ngurung diri di kamar. Coba gih ama kamu dibujuk. Siapa tau mau ngebukain pintu kamarrnya” jawab Jessica

Kai pun mencoba membujuk Krystal. Tak butuh waktu lama, Krystal pun mau membuka pintu kamarnya. Melihat Krystal mau membukakan pintu untuk Kai, Jessica protes.

“payah! Lebih sayang pacar daripada kakaknya sendiri!” sindir Jessica. Disindir seperti itu Krystal tak menghiraukan. Ia kembali menutup pintu kamarnya.

“gimana bahunya? Masih sakit?” Tanya Kai

“mayan”

“kamu kenapa? Masih shock gara-gara kejadian Suzy?” Tanya Kai. Krystal tak menjawab

“sms enggak dibales, telepon enggak diangkat. Enggak kuliah, enggak mau makan? Kenapa? Kamu sedih?” Kai terus bertanya.

Krystal hanya menghela nafas.

“cukup! Ceritain ke aku yang sebenernya ada apa? Semenjak kamu kecelakaan itu, kamu tuh berubah jadi pendiem, murung, dan kayak yang suram. Kalau aku Tanya ada apa kamu selalu jawab enggak apa-apa. Bullshit! Pasti ada apa-apa. Please, cerita ama aku.”

Krystal diam mendengar pernyataan Kai. Dia tampak berpikir, namun pada akhirnya Krystal pun memutuskan untuk bercerita. “ada yang salah dengan mataku”

“salah gimana?” bingung Kai

“aku melihat sesuatu”

“melihat sesuatu?!” Kai begitu terkejut “Ka…ka…mu ngeliat apa yang aku lihat?”

Krystal menggeleng “bukan. Aku enggak lihat hantu kayak kamu” ya, Kai memiliki sixth sense. Dia bisa melihat makhluk astral. Kemampuan itu diturunkan dari kakeknya.

“terus kamu ngeliat apa?”

“aku…aku….” Krystal menghela nafas kembali “aku bisa ngeliat kematian”

“kematian?!” Kai benar-benar terkejut “kematian gimana maksudnya?”

“dimataku tiap orang memancar cahaya yang memilik daya tersendiri. Semakin redup cahaya orang itu, semakin buruk kondisinya bahkan jika ada bayangan hitam yang menyelimuti orang itu, dalamm waktu 3 hari Ia akan meninggal.”

“oh jadi maksud bayangan hitam itu orang itu akan meninggal toh… aku baru tau” celetuk Kai

“hah? Kamu suka lihat bayangan hitam? Berarti harusnya kamu bisa lihat cahaya kehidupan dong” Tanya Krystal

“iya aku bisa lihat bayangan hitam itu, tapi aku enggak bisa lihat cahaya kehidupan. Dari dulu aku selalu bertanya-tanya bayangan hitam yang aku liat itu masudnya apa? Oh ternyata itu toh”

“Makanya pas siang, diluar, dan banyak orang aku pake kacamata hitam, karena kalau enggak, itu tuh silau banget” aku Krystal

“sejak kapan kamu bisa lihat?”

“sejak aku sadar dari koma aku bisa ngeliat tiap orang punya cahaya. Awalnya aku enggak ngerti apa maksud dari cahaya itu. Aku sadar gara-gara temen sekamarku di rumah sakit. Sehari setelah aku sadar kan aku dipindahin ke ruang rawat biasa. Aku sekamar ama orang yang sakit jantung. Aku lihat wajah Dia itu segar, Dia tampa gembira dan sehat-sehat aja, tapi pas pertama kali ketemu aku lihat cahaya dia begitu redup, bahkan ada bayangan hitam yang menyelimuti. Akhirnya 3 hari kemudian Dia anfal dan meninggal. Disitu aku sadar kalau aku punya kemampuan waktu hidup seseorang. Aku tahu kalau seseorang akan meninggal dalam waktu dekat. Aku enggak mau punya kemampuan ini! Mengetahui seseorang akan meninggal dalam waktu dekat itu rasanya…..” Krystal tak sanggup meneruskannya. Ia mulai terisak. Kai pun merangkul Krystal untuk menenangkannya.

“rasanya itu….. sedih kesel. Aku enggak siap! Ingin berbuat sesuatu untuk mencegah tapi enggak bisa! Aku tertekan ama kemampuan aku ini. Kenapa coba aku bisa punya kemampuan ini?! Sumpah, aku kesel. Aku enggak mau! Aku suka shock sendiri. Hampir tiap hari aku ngelihat ada orang yang cahayanya redup dan diselimuti bayangan hitam. Aku pengen ngecegah kematian itu, tapi aku selalu enggak bisa berbuat apapun. Aku kesel, muak. Makanya kemaren kejadian Suzy aku ngecoba buat bikin Suzy ngehindar dari kematian tapi…..”

Sambil merangkul Krystal, Kai membelai rambut Krystal dan berkata “takdir takkan bisa dihindari. Sekuat apapun berusaha menghindar, pasti takdir itu akan menghampiri”

“kenapa coba aku bisa punya kemampuan ini?? Seriusan aku pengen ngehilangin kemampuan ini. Udah cukup aku tertekan!” kesal Krystal masih dengan terisak

“aku pernah denger ini dari kakekku. Biasanya sih kalau orang pernah mengalami berada diantara hidup dan mati, indera keenamnya bakal kebuka. Ia bisa jadi punya kemampuan lihat hantu, lihat masa depan, dan kemampuan lainnya. Kamu dapet kemapuan itu setelah bangun dari koma kan? Nah kemampuan kamu itu bisa melihat cahaya kehidupan seseorang”

“Kai…. Bisa enggak kamu bantu aku buat ngehilangin kemampuan aku ini?”

Kai menggeleng “indera keenammu telah terbuka dan itu enggak bisa ditutup lagi.  Yang kamu harus lakukan hanya ikhlas dan menerimanya saja. Udah ya kamu jangan stress gitu, kalau kamu lihat orang yang cahayanya redup udah jangan dipikirin. Biarkan takdir itu terjadi dan jangan berusaha mencegahnya. Kalau kamu kepikiran dan mulai merasa tertekan, cerita aja ke aku. Telinga, bahu, dan tanganku akan selalu tersedia untukmu” ujar Kai sambil menghapus air mata Krystal

*****

“nih jusnya” Kai menaruh Jus apel pesanan Krystal. Krystal tak sadar akan kehadiran Kai dan Jus pesanannya. Krystal seperti yang sedang memperhatikan sesuatu di kantin.

“kamu ngeliatin apaan sih?” Kai mengikuti arah mata Krystal. Ternyata Krystal sedang memperhatikan Sulli, teman sekelasnya yang sedang duduk bersama pacarnya, Taemin.

“Sulli?”  Krystal mengangguk

“Kai, kamu lihat ada bayangan hitam enggak?” Tanya Krystal

“enggak. hari ini di kampus aku belum lihat ada bayangan hitam tuh” jawab Kai “emang kenapa?”

“Sulli. Cahaya dia. Cahaya dia redup”

“oh iya?” kaget Kai “tapi aku lihat enggak ada bayangan hitam kok di Sulli. Mungkin Dia lagi sakit. Kan kalau cahayanya redup artinya kalau Dia dalam kondisi buruk atau sesuatu yang buruk akan terjadi. Itu kan enggak selalu berarti Dia bakalan meninggal”

Krystal menghela nafas “iya sih…. Tapi kan siapa tau?”

“udah.. kan aku udah bilang enggak usah dipikirin kalau ada yang cahayanya redup. Udah bagus akhir-akhir ini kamu mulai ceria, banyak omong. Masa sekarang mau diem lagi”

“tapi Sulli kan salah satu temen deket aku. Kalau ada apa-apa ama dia gimana?”

“Ya mungkin itu udah takdirnya Dia. Udah kamu diem aja, biarkanlah yang terjadi, ya terjadi” sahut Kai sambil memasukkan nasi kedalam mulutnya

“kamu tuh ya nyebelin ya? Enggak ngasih solusi. Kalau enggak ngasih solusi, minimal hibur aku gitu” kesal Krystal

“loh? Bukannya tadi aku udah ngehibur ya? Aku kan bilang enggak usah dipikirin. Aku hibur kamu dengan cara memberi sugesti positif” bingung Kai

“itu bukan ngehibur. Itu nyuruh!” Krystal berdiri dari tempat duduknya

“mau kemana? Jangan pundung dong”

“siapa yang pundung? Aku mau ke Sulli kok”

“ngapain? Kamu mau berusaha menghindarkan Dia dari takdir?” curiga Kai “sekuat apapun kamu menghindar, enggak akan bisa, Krystal…!!”

Krystal terdiam sejenak, namun dengan cepat Ia menjawab “ah enggak…enggak kok…. aku mau ngomongin tugas kelompok dari Hyunsuk saeng. Tugasnya kan lusa harus udah diserahin. Aku kan sekelompok ama Dia”

“oh iya” Kai menepok jidatnya “aku kan sekelompok ama Sehun. Aku temenin ya?”

“enggak usah. Kamu kan lagi makan” tolak Krystal. Ia pun meninggalkan Kai dan menghampiri Sulli.

“hai, Krystal!” sapa Taemin

Krystal membalasnya dengan senyuman.

“eh ya, Kai mana? Aku mau pinjem sepatu” Tanya Taemin

“itu lagi makan” Krystal menunjuk tempat duduk Kai

“Sul, aku duluan ya” pamit Taemin

“iya dadah! Sampai bertemu besok” Sulli melambaikan tangannya pada Taemin

“kamu lagi sakit?” Tanya Krystal

“enggak. kenapa gitu?” heran Sulli

“ah enggak… cuman aga pucat aja” bhong Krystal

“oh Ya tugas dari Hyunsuk saeng , gimana? Hari ini ama besok aku enggak bisa ngerjain bareng, aku ada latihan teater. Jadi gimana dong?” Tanya Sulli

“latihan teater dimana?” Tanya Krystal

“di deket rumah saudara aku, di daerah Yongsan”

“kesananya biasanya ama siapa?”

“kadang Taemin, kadang sendiri aja”

“hari ini ama besok kamu kesananya sendiri?”

“iya sendiri” mendengar Sulli berangkat sendiri. Krystal merasakan perasaan yang tak enak. Dilihat cahaya kehidupan pada Sulli. Agak remang-remang.

“eu… kamu jangan latihan!” seru Krystal cukup keras sehingga membuat Sulli terkejut. Dahi Sulli berkerut seolah mengatakan kenapa?

“eu… kamu jangan latihan… eu soalnya…. Kan tugasnya lusa” alibi Krystal

“tapi aku bener-bener enggak bisa bolos. Teater kami mau ikut lomba, dan aku pemeran utama, jadi aku enggak bisa bolos. Gimana dong?”

Krystal pun hanya diam tak menjawab. Raut wajah Krystal tampak khawatir. Dia terus memperhatikan Sulli, lebih tepatnya cahayanya Sulli.

“aduh kamu marah ya? Aduh beneran maaf banget, aku bener-bener enggak bisa. Aduh gimana dong? Masa kamu ngerjain sendiri? Aaah maaf….” Sulli tampak cemas. Wajahnya menjadi sedih dan penuh penyesalan. Melihat wajah Sulli yang seperti itu, Krystal pun tak tega.

“hm.. gimana kalau kita bagi tugas aja. Kamu ngerjain tinjauan pustaka ama pendahuluan, aku ngerjain analisis ama kesimpulan. Gimana?” usul Krystal

“ah ya gitu aja! Jadi aku kan tetep bisa kerja. Yaudah kalau gitu, nanti kita contact-an aja ya” girang Sulli “Krystal, aku duluan ya. Mau latihan teater. Annyeong!”

Krystal ingin mencegah Sulli pergi, namun terlambat. Sulli keburu beranjak. Krystal memperhatikan Kai. Tampak Kai masih asyik mengobrol dengan Taemin. Ternyata Kai sedang tidak memperhatikannya, pikir Krystal. Tanpa pikir panjang, Krystal langsung beranjak menyusul Sulli.

“Sulli, tunggu!” seru Krystal sambil berlari.

Sulli membalikkan badannya “ya?”

“huh… Aku ikut.” Kata Krystal dengan nafas tersengal

“mau ngapain?” Tanya Sulli

“eu… anu… ah aku ada urusan di daerah situ” bohong Krystal

“ayo!” Sulli mengangguk. Merekapun melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki, karena jaraknya tidak begitu jauh.

Sambil berjalan mereka sambil mengobrol. Tepatnya sih Sulli bercerita, karena Krystal lebih banyak diam. Ia terlalu khawatir dan cemas, sehingga tak sanggup untuk bercerita. Krystal hanya memberi tanggapan saja seperti ‘oh iya?’ ‘terus?’, dan semacamnya. Krystal memperhatikan cahaya pada Sulli. Lebih redup dari saat di kampus, namun anehnya tidak ada bayangan hitam yang menyelimuti Sulli. Sulli sedang tidak sakit, tapi cahayanya begitu redup. Ini maksudnya apa? Apakah Sulli akan meninggal dalam waktu dekat?

Angin bertiup cukup kencang. Sulli yang menggunakan topi beberapa kali harus memegangi topinya saat angin datang, namun kali ini Sulli telat. Angin telah menerbangkan topinya. Sulli pun berusaha mengejar topinya tersebut. Topi tersebut terjatuh di tengah jalan. Tanpa lihat kanan kiri, Sulli langsung berlari untuk mengambil topinya. Jalanan memang cukup sepi, akan tetapi Krystal khawatir karena Ia melihat cahaya Sulli benar-benar redup, seperti yang akan mati.

Tanpa disadari keduanya dari kejauhan tampak ada 2 mobil yang melaju cukup kencang. Sulli focus pada topinya, sedangkan Krystal terlalu focus akan kekhawatirannya. Akhirnya Krystal menyadari saat Ia secara tak sengaja menoleh ke arah kiri. Kedua mobil itu sangat dekat, mobil pertama hanya berjarak sekitar 5 meter dan mobil kedua berjarak hanya sekitar 3 meter dari Sulli. Mobil itu sudah mengklakson Sulli, namun sayang suara klaksonnya begitu lemah, mungkin karena akinya habis.

Melihat Sulli yang tak sadar Krystal segera berlari untuk menyelamatkan Sulli. Krystal berteriak untuk mengingatkan. Mendengar teriakkan Krystal, Sulli pun sadar Ia cepat-cepat menghindar, Namun terlambat, mobil itu keburu menghantam tubuh Sulli. Melihat itu Krystal langsung terpaku, tanpa sadar Ia pun telah terserempet mobil satunya lagi. Krystal pun terjatuh. Sulli pun tak sadarkan diri.

*****

Krystal kembali mengurung diri di kamar. Ia hanya melamun di depan jendela, memandangi orang-orang yang lewat jalan depan rumahnya. Pipinya tampak basah dan matanya tampak merah dan bengkak.

“tok-tok-tok” Jessica masuk ke dalam kamarnya sambil membawa obat luka. Tanpa banyak bertanya Jessica mengobati luka pada lengan dan kaki Krystal. Krystal pun hanya diam saat diobati. Setelah selesai mengobati, Jessica memeluk Krystal dan mengelus-elus rambut Krystal.

“kamu kenapa sih? Semenjak sadar dari koma kamu banyak diem, melamun. Aku udah seneng beberapa hari lalu kamu udah mulai ceria lagi, eh hari ini mendadak gini lagi. Mata kamu bengkak,merah kayak yang abis nangis. Ada apa sih? Cerita dong ama eonni. Aku ini kakakmu, jadi tolonglah ceritakan” ujar Jessica dengan nada sedih dan cemas

“kalau aku cerita eonni enggak akan ngerti. Enggak akan” ucap Krystal lemah

“ya walau aku enggak ngerti tapi kan setidaknya aku tahu. Siapa tahu aku bisa bantu”

“enggak akan eon, enggak akan bisa. Ini diluar nalar dan rasionalitas”

“diluar nalar gimana? Yang jelas dong. Jangan bikin aku bingung” bingung Jessica

Krystal pun menitikkan air mata kembali. Ia menangis dalam pelukan kakaknya. Entah mengapa Ia enggan bercerita. Ia tak ingin membuat kakaknya khawatir. Padahal kondisi Krystal yang tak mau bercerita ini jauh lebih membuat Jessica khawatir.

“ehem maaf” terdengar sebuah suara. Krystal dan Jessica menoleh ke sumber suara. Ternyata itu suara Kai yang sudah berdiri di depan kamar Krystal.

“maaf noona, tadi aku ketok enggak ada yang buka, terus aku iseng ngebuka ternyata enggak dikunci, jadi aku masuk aja. Maaf kalau aku lancing” Kai membungkukkan bahunya

“iya it’s oke.” Jawab Jessica sambil melepas pelukan Krystal. “kayaknya Dia butuh kamu. silahkan”

Kai duduk disamping Krystal. Kai hanya diam dan melihat luka pada tubuh Krystal. Krystal pun hanya terdia sambil menghapus air matanya.

“udah jangan sedih. Sulli enggak apa-apa, cuman luka dikit.” Kai menenangkan Krystal

“tapi kalau aku sadar lebih cepet seharusnya Dia enggak apa-apa!” sanggah Krystal

“tapi kan setidaknya Dia enggak meninggal, makanya kemaren enggak ada bayangan hitam pada dirinya. Krystal, udahlah. Cukup. Kamu jangan berusaha untuk menghindarkan takdir seseorang, soalnya itu semua sia-sia karena takdir itu pasti datang. Yang ada kalau kamu berusaha, kamu juga ikutan celaka kan?” Kai berusaha member nasihat

“tapi walau aku celaka tapi Sulli, aku berhasil membuat Dia tak meninggal”

“itu bukan karena kamu berhasil, tapi itu memang belum waktunya!” sanggah Kai keras “Kejadian Suzy, kamu udah cedera bahu, tapi Suzy tetep meninggal kan? Itu bukan karena kamu gagal, tapi itu memang udah waktunya.”

“tapi…. Tapi…. ARGH!!!!!” Krystal pun histeris. Ia kesal. Muak. Ia belum juga sanggup untuk menerima kemampuan itu. Dia masih saja shock dan berusaha untuk membuat oranglain menghindari takdir.

“aku enggak pengen punya kemampuan ini! Aku enggak mau tahu kalau bakalan ada orang yang akan meninggal dalam waktu dekat. Aku enggak mau tahu!!!”

Kai merangkul Krystal “sekarang kamu hanya perlu menerima dan ikhlas. Itu saja. Kamu terima keadaan kalau kamu punya kemampuan itu, kamu ikhlas menerima kalau kamu lihat orang itu akan meninggal dalam waktu dekat. Kita enggak bisa ngehilangin kemampuan kamu itu. Seharusnya kamu bersyukur diberi kelebihan”

“huh? Kelebihan? Kelebihan macam apa?! Ini bukan anugerah, tapi musibah!!! Kamu enak, cuman ngelihat hantu-hantu aja, enggak kayak aku yang tahu akan kematian seseorang. Kamu enggak tahu rasanya!!!!”

Sebenarnya Kai mulai agak kesal dengan Krystal, tapi berhubung kondisi Krystal yang sedang not in the mood, Kai bersabar. “asal kamu tahu, sebenernya itu enggak enak. Enggak semua hantu itu berwajah normal, banyak yang  menyeramkan, banyak yang menyusahkan, meminta pertolongan yang aneh-aneh, bahkan terkadang membahayakan nyawa, tapi aku enggak pernah menyesali punya kemampuan itu. Aku bersyukur karena aku bisa mendapat hikmah yang enggak akan bisa aku dapatin dari yang masih hidup. Aku dapet banyak pelajaran dari mereka.. aku merasa Tuhan memberi kemampuan ini agar aku tidak takut apapun., . Kamu diberi kemampuan ini oleh Tuhan pasti ada maksudnya”

“apa maksudnya? Apa?!!!”

Kai menghela nafas “entah, mungkin saja agar kamu menjadi pribadi yang lebih strong, enggak gampang sedih. Awal kamu punya kemampuan ini kamu merasa tertekan, stress, tapi kalau kamu terbiasa kamu akan lebih strong

“Kai.. kumohon bantu aku…. Bantu aku untuk menerima dan lebih kuat” mohon Krystal

“Aku pasti akan membantu kamu. pasti. Sekarang gini, aku lihat aura kamu dipenuhi aura negatif. Kau benar-benar tampak tertekan. Oleh karena itu, aku bakal transfer aura supaya aura kamu jadi lebih positif”

“kamu bisa lihat aura? Kamu bisa transfer aura? Bukannya biasanya yang punya sixth sense cuman punya satu kemampuan?” heran Krystal

“aura itu bisa dijelaskan secara ilmiah. Orang yang enggak punya  sixth sense pun bisa asal dilatih. Kemampuan transfer dan melihat aura aku dapat dari hasil latihan. Sekarang silangkan kaki kamu. tutup mata. Tarik nafas dalam-dalam, keluarkan lewat mulut. Ayo bikin tubuhmu rileks” Kai berusaha mentranfer auranya pada Krystal. Setelah 30 menit keadaan Krystal jauh lebih baik.

“gimana?” Tanya Kai

I feel better. Makasih.” Ucap Krystal dengan senyum tipis

“sekarang kamu istirahat tidur”

Krystal pun menidurkan badannya diatas kasur, lalu Kai menyelimuti tubuhnya. Saat Kai menyelimuti tubuhnya, Krystal melihat cahaya pada Kai agak meredup. Krystal langsung cemas tapi Ia berusaha tenang.

“kamu lagi sakit?” Tanya Krystal

“iya nih agak ga enak badan. Kenapa? Oh kamu lihat cahayaku meredup ya?” jawab Kai santai

Kepala Krystal mengangguk lemah. Kai pun tersenyum “udah tenang aja, aku enggak apa-apa kok. udah jangan dipikirin. Sekarang kamu tidur”

Krystal pun menurut. Ia pun mengistirahatkan badan dan pikirannya.

“Kai” panggil Jessica “aku harus ke kantor imigrasi, mau ngurus passport ama visa. Tolong jaga Krystal ya. kamu jangan pulang dulu ya sebelum aku pulang”

“baiklah noona” angguk Kai

“oh iya karena aku enggak ada, kamu jangan diem berduaan ama Krystal di kamar! Awas loh!”

“siap!”

Jessica pun pergi, sedangkan Krystal sedang tidur. Kai menuruti perintah Jessica, Dia tidak diam menunggui Krystal di kamar, melainkan di ruang tengah sambil menonton tv sambil sesekali berjalan ke kulkas untuk mengambil makanan dan minuman.

3 jam kemudian Krystal terbangun. Ia pun keluar kamar untuk mengambil minum. Setelah mengambil minum, Krystal menuju ruang tengah dan mmelihat Kai sedang menonton tv sambil sesekali tertawa. Krystal memperhatikan cahaya yang terpancar pada diri Kai.

“enggak… enggak… pasti aku salah lihat” Krystal mengucek-ngucek matanya, berharap semoga Ia salah lihat. Sayangnya, apa yang Ia lihat masih sama.

Krystal langsung duduk disebelah Kai, dan menyandarkan kepalanya pada bahu Kai

“udah bangun toh. Udah enakkan kan? Oh ya Jessica noona lagi ke kantor imigrasi, jadi aku disuruh ngejagain kamu” kata Kai

Krystal hanya memperhatikan Kai. Berada disebelahnya, terlihat makin jelas. Kai sadar Krystal memperhatikannya begitu dalam.

“kenapa?” heran Kai. Krystal menggeleng

“ah iya, lusa aku harus ke Mokpo, ada acara keluarga disana. Harusnya sih hari ini bareng ama Ayah, Ibu, dan kakakku, tapi karena besok masih ada kuliah, jadi aku nyusul sendiri pake bus” ujar Kai

“Mokpo?” Krystal terkejut

“iya, emang kenapa?”

Krystal mencengkram tangan Kai “enggak! kamu enggak boleh pergi!”

“kenapa?”

“pokoknya enggak boleh!” larang Krystal

Krystal melarang keras Kai pergi. Awalnya Kai bingung, tapi melihat Krystal bersikukuh melarangnya, Ia mulai mengerti alasan Krystal.

“tapi aku harus pergi” sahut Kai

“tapi aku ngelihat bayangan hitam pada dirimu!”

“halo, aku pulang!” terdengar suara Jessica memotong obrolan mereka.

“kakakmu sudah pulang. Aku pulang ya, udah malam” pamit Kai “Krystal, biarlah yang terjadi ya terjadi. Terima dan ikhlaskan lah hal itu. Oke?”

“Kai!!!” panggil Krystal, namun Kai tak menjawab. Ia terus berlalu keluar rumah.

*****

Tibalah hari Kai harus pergi ke Mokpo. Krystal mengantar Kai ke halte. Krystal melihat Kai begitu berseri dan ceria, namun cahayanya sangat redup, jauh dibandingkan 2 hari lalu. Bayangan hitam itu makin menyelimuti tubuh Kai.

“Kai, please don’t go. Stay here” pinta Krystal

“kasih aku alasan yang masuk akal”

Krystal menggeleng-gelengkan kepalanya “enggak….. enggak…. aku enggak bisa kasih alasan yang rasional. Aku ini sedang proses untuk menerima dan ikhlas, aku masih butuh kamu. so, please don’t go

“apa yang kamu lihat?” Tanya Kai

“kamu sendiri apa yang kamu lihat? Dibelakangmu….” Tanya krystal balik

“disebrang itu aku lihat ada kakek yang selalu berusaha menyebrang jalan, tapi gagal mulu. Di dekat pohon itu ada pria dengan tubuh dilumuri darah, disebelah sana ada serigala, disebelah kamu ada anak kecil lucu yang dari tadi ngeliatin kamu terus. dia bilang kamu cantik” jelas Kai

“Aku enggak nanya di tempat lain, tapi aku nanya apa yang kamu lihat dibelakangmu? Ini malah ngegombal” cibir Krystal tapi mukanya sedikit memerah

“aku enggak gombal tapi serius”

“apa yang kamu lihat dibelakangmu?”

Kai menghela nafas. Ia tersenyum keudian menjawab “kayaknya sih sama kayak yang kamu lihat”

“makanya, jangan pergi. Kumohon” Krystal merengek

“tapi aku harus pergi”

“tapi kamu akan meninggal kalau kamu pergi!”

“siapa yang bisa jamin kalau aku enggak pergi berarti aku enggak meninggal? Enggak ada kan? Kalau emang udah takdirnya aku meninggal, ya meninggal. aku kan udah bilang berapa kali, kita enggak pernah bisa menghindar dari takdir. Kita enggak akan pernah bisa merubahnya. Yang perlu kita lakukan hanya menerima dan ikhlas” ujar Kai bijak

Krystal mulai menitikkan air mata “aku tau… aku lagi belajar buat menerima dan ikhlas tapi…. Tapi… aku enggak mau kehilangan orang yang aku sayangi. Jebal, kajima….

Kai menghapus air mata Krystal “siapapun enggak mau kehilangan, tapi segala sesuatu pasti akan kembali kepada pemiliknya. Kita sebagai manusia ini milik Tuhan”

“iya… tapi enggak sekarang. Kai, lihatlah cahaya kehidupanmu sungguh redup. Bayangan hitam itu makin menyelimuti” ujar Krystal dengan kedua tangannya mendekap muka Kai

Kai hanya tersenyum. Bis yang Ia tunggu pun tiba. Kai dan Krystal pun berpelukan cukup lama. Krystal enggan melepas Kai, tetapi Kai harus pergi.

“oh iya” Kai mengeluarkan sepucuk surat dari tasnya “seandaikan terjadi sesuatu denganku, kau boleh membaca surat ini, tapi jika tidak. Jangan kau baca”

“Kai, kajima. Jangan pergi, please

“udah ya. dadah. Bye. Annyeong” Kai melambaikan tangannya pada Krystal. Krystal enggan membalas lambaian tangan Kai, tapi karena bisa jadi ini lambaian terakhirnya, Ia membalas dengan tatapan sedih.

Krystal baru meninggalkan halte saat bis itu menghilang dari pandangannya. Krystal berusaha tegar. Ia ingin mencoba untuk menerima kenyataan dan berusaha belajar dari kemampuannya. ia mencoba tersenyum seolah tak ada apa-apa. Ia berusaha untuk menahan diri untuk tidak mengejar bis itu dan mencegah takdir yang ada.

Setibanya di rumah. Krystal berusaha mencari kesibukan. Ia berusaha untuk tidak memikirkan takdir itu. Ia menonton tv bersama Jessica. Tertawa bersama. Krystal berusaha menghibur diri dengan bersama Jessica. Ia mempunyai kakak yang baik dan care dengan Ia, dan yang terpenting Krystal melihat cahaya kehidupan Jessica sangat terang benderang.

Saat mereka asyik tertawa, tawa mereka tiba-tiba terhenti saat ada breaking news. News anchor breaking news tersebut memberitakan bahwa ada kecelakaan antara bis jurusan mokpo dan truck. Kecelakaan cukup parah dan semua penumpang bis tewas ditempat.

Mendengar bis jurusan Mokpo kecelakaan, Krystal langsung terdiam. Penglihatannya benar. Kematian datang pada Kai. Takdir telah berkata. Krystal langsung ke kamar mengambil surat dari Kai dan membacanya.

Krystal, sejujurnya aku sudah tahu hal ini dari sekitar sebulan yang lalu. Saat itu aku sedang berkaca dan aku melihat ada bayangan hitam dibelakangku. Semenjak itu bayangan hitam itu selalu berada didekatku. Awalnya aku enggak tahu apa maksud bayangan itu, sampai akhirnya kamu cerita tentang cahaya kehidupan dan bayangan hitam. Disitu aku sadar kalau takdir hidupku akan berakhir. Hanya tinggal menunggu waktu saja. Saat kau bilang bahwa cahayaku meredup aku sudah pasrah dan saat kau bilang bahwa kau melihat bayangan hitam itu aku tahu nampaknya hari keberangkatanku ke Mokpo adalah waktunya.

Krystal, tolong ikhlaskan apapun yang terjadi dan tolong terima keadaan ini. Aku harap kamu bisa terus belajar menerima kemampuanmu itu, karena pasti suatu saat nanti akan berguna. Tuhan pasti tahu kau bisa menerima kemampuanmu itu. Jangan putus asa dan menyerah. Oh ya ada satu hal lagi yang sebenarnya aku ketahui lagi. Sebenarnya aku tahu, aku takkan bisa mencegah ini, tapi aku hanya ingin memperingatkan, tolong jangan bertindak bodoh. Tolong, demi kakakmu dan demi aku.

Krystal Jung, Love You :* J

From your big everlasting admirer

-KAI-

Krystal menangis sejadi-jadinya. Krystal histeris. Ia benar-benar shock dan tertekan. Ternyata Ia tak sanggup menerima itu semua. Mendengar Krystal yang menangis histeris, Jessica menghampiri dan langsung memeluknya.

“Krystal? Ada apa?” Tanya Jessica panik

“Kai…eon….Kai…..” tangis Krystal

“kenapa dengan dia?”

“KAI!!!! Bis…. bis…” Krystal tak sanggup untuk menjelaskan. Hatinya begitu sesak.

“bis? bis yang kecelakaan itu bisa yang ditumpangi Kai?” Tanya Jessica

Krystal mengangguk. Ia terus menangis sambil menyebut-nyebut nama Kai. Ia benci kenapa Ia harus tahu beberapa hari sebelumnya jika Kai akan meninggal. Untuk apa Ia tahu akan hal itu tapi tak bisa mencegahnya? Bukankah fungsinya kita mengetahui sesuatu lebih awal untuk mencegah sesuatu yang buruk terjadi? Tapi ini? mengetahui lebih awal bukan untuk mencegah tapi agar merasa lebih siap dan berbesar hati. Ya karena ini sudah urusan takdir. Sebagai manusia tak bisa mengutak-atiknya.

Krystal minta untuk ditinggal. Ia buth waktu sendiri. Jessica pun keluar dari kamar Krystal. Pandangan Krystal begitu kosong. Ia merutuki dirinya kenapa Ia bisa mempunyai kemampuan melihat cahaya kehidupan, tapi tak berguna. Setidaknya Ia Seharusnya karena Ia tahu lebih awal Ia lebih siap dan tegar, tapi ini? Krystal benar-benar tak siap.

Krystal melihat dirinya di cermin. Semenjak Ia bisa melihat, Krystal tak pernah lagi bercermin. Ia tak berani melihat dirinya. Saat bercermin Ia melihat dirnya begitu suram, dan cahaya kehidupannya begitu redup.

“cahaya kehidupanku pun redup, kenapa enggak sekalian aku buat mati aja?” ucap Krystal pada dirinya sendiri. Krystal memperhatikan sosok dirinya di kaca tersebut. Setelah dilihat baik-baik Ia melihat ada bayangan hitam dibelakangnya “huh… bahkan aku sendiri memiliki bayangan hitam. Kenapa enggak dari pas kecelakaan aja aku mati, enggak usah dibangunin dari koma sekalian. Untuk apa aku hidup tapi ngerasa kesiksa gini?”

Krystal melirik gunting di meja belajarnya. “huh…. Apa harus aku sendiri yang melakukan eksekusi? Untuk apa aku menunggu takdir? Lebih baik aku menjemput takdir. Lagian bukankah kai bilang takdir enggak bisa dihindari. Ya sudah aku samperin aja itu takdir. Bisa kan?”

*****

Jessica tampak khawatir di depan kamar mandi. Sudah sejam lebih Krystal berada dalam kamar mandi. Tadi Krystal mengatakan bahwa Dia ingin mandi untuk menenangkan diri, sehingga Jessica persilahkan. Namun Krystal belum keluar juga, dan sudah tak terdengar lagi suara air mengalir. Jessica mencoba mengetok-ngetok menanyakan keadaan Krystal, tapi tak dijawab juga. Jessica mempunyai feeling tidak enak. Ia pun mengambil kunci cadangan untuk membuka kamar mandi.

“KYAAAA!!!! KRYSTAL!!!!” teriak Jessica histeris

Krystal sudah tergeletak dalam bathtub penuh berisi air berwarna merah. Warna merah itu berasal dari pergelangan tangan kiri Krystal. Krystal mengabaikan permintaan Kai untuk tidak bertindak bodoh. Kai sebenarnya sudah mengetahui kalau Krystal diikuti bayangan hitam selama sebulan ini sama sepertinya. Kai pun ingin mencegahnya, namun Ia sadar Ia tak bisa. Dari waktu itu Kai sudah berusaha menerima hal itu. Kai hanya berharap jika waktunya tiba, Krystal pergi bukan karena melakukan kebodohan atau akibat kefrustasian kemampuannya. Hanya sayang, takdir berkata laia. Krystal pergi karena tindakan kebodohannya.

—The End—

Tuesday, 13 August 2013

1:03 AM

Aku berpikir keras untuk membuat FF ini. asalnya genre utamanya itu supernatural, tapi setelah jadi malah genre supernaturalnya jadi sampingan, jadi weh -__-. FYI, I’m Kaistal shipper but I’m sustal shipper too *terus nape?*. MIANHAEYO klo jelek, klo banyak typo. GOMAWO udah baca. don’t forget untuk meninggalkan jejak yaaa ;;). sampai bertemu di FF selanjutnya. Annyeong~

 

Iklan

8 thoughts on “[FF] Cahaya Kehidupan

  1. Lumayan bagus…
    Jujur feel’y kurang dapett *mian*
    penentuan kata”nya gak trlalu baikk,, masiih pake bahasa” gaul(?) jdii kurang Dramatis 🙂
    tpii kalo soal ide cerita’y aq suka……..
    😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s