[Review] Lupus Reborn : Tangkaplah Daku Kau Kujitak

Aku enggak yakin ini disebut review karena ditulisan ini aku hanya member pendapat dari sudut pandangku mengenai novel ini, tapi mungkin bisa dijadikan referensi untuk orang yang mau membeli novel ini.

Sekitar bulan juni kemaren aku mengikuti kuis dari gramedia. Kuis itu mengharuskan kita untuk ngetweet kesan tentang lupus. Alhasil sebagai fans beratnya lupus aku pun ngetweet cukup banyak. Alhamdulillah ternyata ini rezeki aku, aku menang kuis itu dan mendapat hadiah berupa novel Lupus Reborn : Tangkapah Daku, Kau Kujitak.

Novel setebal 399 halaman ini merupakan bundel 5 novel lupus pertama yaitu Tangkaplah Daku Kau Kujitak, Cinta Olimpiade, Makhluk Manis Dalam Bis, Tragedi Sinemata, dan Topi-topi centil. Lupus reborn ini berbeda dengan lupus sebelumnya. Memang judul dan ceritanya masih sama, tetapi ternyata ada beberapa perubahan kecil. perubahan itu dibuat karena Lupus merupakan potret remaja pada zamannya, sehingga Hilman sang penulis merubah beberapa hal. Akan tetapi secara alur tidak berubah.

Perubahan-perubahan yang terjadi diantara lain perubahan jokes, karena ada beberapa jokes yang dulu dilontarkan sekarang terasa garing. Kemudian ada nama-nama artis zaman sekarang, karena jika menyebut artis zaman dahulu, tentu pembaca yang belum lahir saat lupus terbit akan kebingungan. Selain itu yang kentara berubah adalah adanya penyebutan gadget dan social media yang sedang hits akhir-akhir ini. Jika di Lupus dulu, kalau ingin berkomunikasi kalau enggak pake surat, telepon, atau langsung datang ke rumahnya, tapi di Lupus reborn lupus berkomunikasi melalui BBM, facebook, twitter, dll.

Dari ke 5 seri yang dibundel, semuanya sudah pernah aku baca, dan aku memiliki 3 dari 5 seri tersebut. Aku pun iseng mencoba membandingkan, apakah ada yang ceritanya berbeda apa tidak? Ternyata tidak banyak berbeda, yah yang berbeda hanya hal-hal telah disebutkan, tetapi ternyata ada beberapa cerita yang menjadi berbeda. Seperti di seri Tangkaplah Daku Kau Kujitak bab Prestise Jazz. Jika di lupus aslinya menceritakan mengenai Lupus yang tidak mengerti Jazz, tapi terpaksa harus meliput acara Jazz. Karena tidak mengerti Jazz, akhirnya Lupus menceritakan tentang penonton remaja acara tersebut yang ternyata mereka menonton acara tersebut agar dianggap keren. Alhasil Lupus mendapat pujian dari bosnya karena menulis sesuatu yang berbeda. Sedangkan untuk di Lupus Reborn menceritakan mengenai Lupus yang tidak mengerti Jazz, tapi terpaksa harus meliput acara Jazz, saat bosen-bosennya tiba-tiba Lupus melihat seorang pianis cewek cantik bernama Adellicia. Lupus pun penasaran dan mewawancarai Adellicia. Mereka pun mengobrol mengenai music Jazz. Dalam pandangan lupus jazz itu music yang rumit hanya bisa dinikmati dan dibawakan oleh angkatan senior, tetapi Adellicia memberikan pandangannya mengenai jazz. Akhirnya mata Lupus pun terbuka kalau jazz tak serumit yang Ia pikirkan. Selain itu di bab somethings are better left unsaid pun terdapat perbedaan alur.

Sebenarnya tak ingin membandingkan, tetapi dasar manusia, pasti ingin membandingkan. Segala sesuatu yang original pasti lebih baik daripada yang KW ataupun remake. Jadi jika harus memilih aku lebih suka Lupus yang original, karena itu Lupus banget, Lupus yang aku kenal. Ada satu perubahan yang sangat disayangkan, yaitu perubahan style lupus. Lupus dahulu digambarkan sebagai pemuda ceking dengan jambul duranduran yang hobi ngunyah permen karet. Siluet lupus dari samping dengan jambul duranduran dan balon permen karet dimulutnya merupakan ciri khas dari lupus. Sayangnya di Lupus Reborn ciri khas itu hilang. Lupus digambarkan pemuda ceking dengan rambut ala boyband korea, dan di ilustrasinya tidak ada gambar lupus dan balon permen karetnya. Selain itu ada beberapa bahasa yang sedikit agak maksa. Mungkin maksudnya agar masuk ke dalam istilah sekarang, tapi menurutku enggak dapet feelnya. Walau begitu masih ada ciri khas yang tidak hilang dari novel ini, yaitu tebak-tebakkan. Ya walau tebak-tebakkan hanya sedikit karena zaman sekarang tebak-tebakkan tidak sehits di tahun 90an, tapi ada beberapa tebak-tebakkan yang menghibur dan aku pikir itu masih relevan dengan sekarang.

Overall, Hilman adalah penulis yang berpengalaman. Eksekusinya cukup berhasil, Dia cukup berhasil membawa lupus ke zaman sekarang. bisa diterima ceritanya. Memang ada kekurangan tapi ya itu hal yang manusiawi.   Lupus Reborn, you did it!

 

Monday, 02 September 2013

10:50 PM

-HnnHnfh-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s