[FF] Goodbye Summer (Kaistal FF)

Title               : goodbye summer (kaistal ff)

Rate               : pg +13

Genre             : ROMANCE, FRIENDZONE

main Cast     : kaistal (Krystal f(x) , kai exo)

length           : One shot

Author          : hasilnya HANAN HANIFAH

inspired        : lagunya f(x) feat D.O – Goodbye Summer. Asli keren lagu ini. kata-katanya simple, tapi meaningnya dapet banget :’)

Disclaimer   : seharusnya disaat UTS gini, mood aku tuh belajar, eh ini malah mood nulis. Sebenernya idenya udah dari agustus, tapi baru kelaksanain sekarang.  SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING.GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Please ENJOY =D.

 

Esok adalah hari kelulusan.  Sekolah tampak lengang. Hanya ada segelintir orang yang sedang mempersiapkan acara wisuda esok hari. Para wisudawan sibuk mempersiapkan diri untuk menyambut kelulusan. Mereka semua tak sabar menanti datangnya hari itu. setelah hari tu mereka akan menjalani kehidupan yang lebih menyenangkan menjadi seorang mahasiswa. Mereka sungguh tak sabar dan senang menghadapi itu, tapi hal itu tak berlaku untuk Krystal.

Saat para siswa perempuan sibuk mencari dress dan salon, Krystal malah tak peduli. Disaat semua orang ingin cepat-cepat datangnya hari itu, Kystal justru tak ingin hari itu datang. Seharusnya saat ini Krystal berada di rumah atau mall untuk mencari baju, tapi Ia malah berada di gedung sekolah. Sendirian.

Krystal menyusuri seisi sekolah. Mulai dari gerbang sekolah, kantin, kelas, lapangan basket, koridor sekolah semua.

Saat melintasi koridor sekolah, otak Krystal melayang pada kejadian 3 tahun lalu. Saat Ia baru saja memasuki SMA. Saat itu masih masa orientasi. Krystal terlambat masuk sehingga Ia dihukum. Ia diharuskan untuk berjalan bebek sepanjang koridor sekolah. Walau Ia tak dihukum sendirian, tapi tetap saja Ia merasa bete. Namun bete itu sirna. Orang yang berada disebelahnya mampu membuat moodnya menjadi bagus. Orang itu sukses membuatnya tertawa karena celetukannya yang sebenarnya lucu, namun membuat senior tersinggung. Orang itu kena hukuman tambahan. Sialnya, Krystal pun kena karena Dia kelepasan tertawa. Mereka pun berdua dihukum bersama. Itu memang hukuman, namun orang itu dapat menjalaninya dengan santai bahkan sambil bercanda dengan Krystal. Krystal akhirnya tak menyesali kejadian itu. Ia bersyukur, karena kalau Ia tidak terlambat, Ia takkan menjalani hari bersama orang itu. ya semenjak hari itu mereka selalu bersama-sama.

Krystal tersenyum-senyum sendiri mengingat kejadian itu. Saat melewati kelasnya, Krystal berhenti sejenak. Dia memperhatikan setiap sudut kelas. Memorinya berflashback akan masa-masa itu. Mereka tak terpisahkan. 3 tahun sekelas, sebangku. Mengerjakan tugas bersama, mengobrol bersama. Orang itu adalah partner terbaiknya mulai dari partner in crime macam bolos, mencontek, membuat keributan bersama.

Mendatangi kantin dan lapangan basket. Ada kenangan lagi yang terlintas diotaknya. Setiap istirahat selalu makan bersama. Mereka pernah membuat panggung dadakan karena aksi nyanyi dan menari mereka di lapangan basket saat jam sekolah. Ah sungguh indah masa itu.

Perjalanan keliing sekolahnya itu, Krystal akhiri di atap sekolah. Tempat itu adalah tempat yang palig penuh kenangan. Setiap pulang sekolah pasti mereka selalu diam di tempat itu hanya untuk mengobrol, tidur siang, mengerjakan tugas, bahkan untuk saling berdiam diri. Mereka sangat betah untuk diam disitu berlama-lama. Walau saling berdiam diri, tapi mereka menikmati saat berdua itu.

Sesampainya di atap sekolah, Krystal tertegun. Ia kaget, ternyata di atap sekolah itu ada seseorang. Orang yang daritadi memenuhi pikiran dan kenangannya.

“Kai?” sapa Krystal

Kai yang sedang tiduran terkejut dan langsung terbangun “loh, Krystal?”

“ngapain?” senyum Krystal sambil duduk disebelah Kai

“kamu sendiri?” Tanya balik Kai

“menjelajahi sekolah untuk terakhir kalinya. Kamu?”

Kai tak menjawab. Ia hanya tersenyum

“dari kapan disini?” Tanya Krystal

“hm. Mayanlah dari pagi” jawab Kai

“pagi? Dan sekarang udah hampir sore. selama berjam-jam kamu ngapain?”

“enggak ngapa-ngapain. Diam aja disini”

Mereka pun kembali terdiam. Tampaknya mereka tenggelam dalam pikirannya masing-masing.  Krystal tampak menatap langit dengan kosong, sedangkan Kai melihat ke depan dengan tatapan penuh arti. Terciptalah keheningan. Yang ada hanyalah suara angin berhembus.

Haruskah ku ucap semua? Pikir Kai

Andai kau tahu hatiku ini. aku tak ingin pergi ucap Krystal dalam hati

keheningan itu pun terpecah oleh suara Kai.

“kamu harus banget kuliah di Amerika?” ya akhirnya pertanyaan itu pun terlontar

Krystal menghela nafas “Ibuku ingin aku kembali ke sana dan katanya aku bisa dapat yang terbaik disana”

Kai tersenyum getir. “ya semoga aja dengan adanya kamu kuliah disana, kamu bisa sukses”

What cuman itu aja tanggapannya? Krystal mendadak menitikkan air mata.

“kenapa ngedadak nangis? Ada yang salah ama omongan aku?” bingung Kai

Please… tahan aku…. Seharusnya kamu bilang ‘jangan pergi’. Krystal terus menangis tanpa menjawab pertanyaan Kai. Kai pun hanya diam melihat Krystal menangis. Cukup lama Krystal menangis. Sebenarnya Kai tak tega melihat Krystal bersedih, tapi dalam lubuk hatinya juga Ia merasa kepedihan. Ia hanya sanggup untuk bertanya…

“kenapa?”

Krystal pun akhirnya menjawab walau air mata masih mengalir di pipinya “aku bakalan kangen banget sama ini semua. Sama sekolah ini, masa-masa SMA ini, terutama kamu. di Amerika nanti aku enggak bakalan dapat sahabat kayak kamu. kamu itu partner terbaik aku”

Kai menatap Krystal. Ia tak tahan hanya untuk bertanya. Secara otomatis tangan kanannya menggenggam tangan Krystal dengan kuat. Kemudian tangan kirinya menghapus air mata Krystal.

“Don’t cry…. That’s oke… there’s meeting so there’s farewell. Early, you will hate it. You not familiar to this situation, but you can faced it all. Moreever, you go to America is for your goodness. Your mommy want the best for you”

“but…… I won’t it. I won’t leave it all. After I go to America, we can’t meet”

“if you won’t you may not go…..”

“but I can’t! there’s no strong reason for me to stay here. There’s no block my way. There’s no prevent me”

Kai terdiam saat Krystal bilang tak ada yang menghalangi, tak ada yang mencegah. Sebenarnya Ia ingin, tapi tak bisa. Ia pun tak punya alasan yang kuat untuk menahan Krystal.

Pada akhirnya Kai hanya bisa memeluk Krystal yang masih menangis.

Dari berbagai kejadian sehari-hari, banyak orang yang berspekulasi mereka adalah pasangan, tetapi tak sedikit juga yang tahu kenyataannya. Ya, kenyataan diantara mereka berdua. Sayang sekali spekulasi itu tak benar, label mereka hanyalah sahabat. Huh… getir rasanya jika mengingat itu.

Krystal merasa sedih akan berpisah dengan Kai. Bukan karena persahabatan, tapi karena hati. Entah sejak kapan, tapi secara pasti Kai telah memasuki ruang hatinya. Menghias harinya dengan senyuman. Ia ingin Kai tahu akan perasaannya itu, tapi Ia takut akan reaksi Kai. Ia takut Kai tak sama dengannya. Mereka adalah sahabat, tak mungkin Ia rusak karena hatinya itu.

Akan tetapi Krystal tak tahu satu hal. Selama ini Ia berpikir bahwa Ia cinta sepihak, ternyata tidak. Kai pun merasakan yang sama. Ia sungguh menyayangi Krystal lebih dari seorang sahabat. Ia mencintainya. Sungguh, Kai tak ingin Krystal pergi. Jangankan untuk pergi ke luar negeri. Berpisah untuk pulang saja enggan, padahal esok harinya akan bertemu. Ia ingin sekali mencegah Krystal, namun Ia tak punya alasan kuat. Oh tidak bukan alasan kuat, melainkan alasan yang rasional. Alasan yang wajar. Ia punya alasan kuat.

“aku mencintaimu, aku tak ingin jauh darimu. So please stay here” rasanya ingin kata itu terucap, namun tak bisa. Itu bukanlah alasan rasional. Tak wajar seorang sahabat mengucapkan itu. Mereka hanyalah sahabat. Sungguh Ia benci karena label itulah Ia tak bisa mengungkapkan isi hatinya.

Di rumah, Kai membuka semua file foto-fotonya dengan Krystal. Banyak sekali foto mereka berdua. Kai hanya tersenyum sedih mengingat semua itu. Jika orang awam melihat foto-foto mereka berdua, akan mengira bahwa status mereka adalah kekasih, namun ada juga foto yang terlhat sekedar sahabat. Bahkan foto pun sulit menjelaskan status hati mereka.

Ada satu foto yang begitu berarti. Foto itu selalu tersimpan di dompetnya. Fotobox mereka berdua. Foto itu atas nama persahabatan, namun dalamnya atas nama hati. Saat fotobox itu mereka memang terlihat seperti sedang ngedate. Berjalan-jalan bersama, nonton bersama, makan bersama, kemudian foto bersama.

Sembari melihat foto itu, Kai berpikir. Ia berpikir apakah harus Ia ungkapkan atau Ia pendam terus. Ia tak ingin persahabatannya kacau, tetapi Ia pun sudah tak tahan akan ledakan rasa dalam hatinya. Semakin mendekati waktu kepergian Krystal, semakin meledak-ledak. Jika tak diungkap, Ia merasa Ia bisa gila. Akhirnya setelah semalam berpikir, Ia telah memiliki keputusan.

Esok hari pun tiba. Acara kelulusan berjalan lancar. Para wisudawan bersenang-senang. Walau sempat dihiasi dengan haru karena akan berpisah dengan teman-temannya, tetapi sebagian besar terisi oleh sukacita. Krystal dan Kai pun dihadapan teman-teman lain tetap tersenyum walau dalam lubuk hatinya muram.

Disaat acara bebas, Kai dan Krystal memisahkan diri dari keramaian. Mereka menyepi di tempat favorit mereka, atap sekolah.

Disana mereka hanya berdiam diri. Mereka hanya saling menikmat sisa-sisa waktu yang bisa dihabiskan bersama sebelum Krystal pergi.

“tinggal berapa jam lagi kamu di korea” ujar Kai

“tinggal berapa jam lagi kita bisa ketemu” sahut Krystal

“slow aja napa sih? Ada tekhnologi, kita tetep masih bisa komunikasi”

“iya sih, tapi kan enggak bisa saling lihat”

“kan masih ada skype ehehe”

“ya tapi kan cuman lewat video, enggak langsung” cemberut Krystal dan Kai pun terkekeh

“Kai, apa kamu enggak sedih pisah sama aku?” Tanya Krystal

Kai tertawa kecil “jangan menanyakan pertanyaan bodoh. Ya pasti sedihlah! Sahabat yang udah 3 tahun bareng terus eh tapi tiba-tiba enggak ada. Pasti sedih, kehilangan” bukan sedih lagi, tapi terluka

Mereka pun kembali terdiam. Kembali dalam benaknya masing-masing.

Apakah ini akan berakhir dengan label ‘sahabat’?  Tanya Krystal dalam benaknya. Tidak aku harus mengakhiri label ini, tak peduli apapun reaksinya. Aku tak ingin batinku tersiksa

Ini saatnya. Kapan lagi? Ayo men, cowok! Kamu harus bisa bilang, kai! Cegah Dia pergi dan ungkap semuanya pikir Kai

Setelah selesai dalam benaknya masing-masing. Mereka memanggil satu sama lain pada saat yang bersamaan.

“Krystal”

“Kai”

“ya apa Krystal?” Tanya Kai

“ah enggak kamu dulu” Krystal mempersilahkan

“no. ladies first”

Krystal enggan berbicara terlebih dahulu. Seketika Ia menjadi ragu. Keraguan itupun dirasakan Kai. Mereka berdua menjadi ragu akan pikirannya masing-masing. Terjad perang batin dalam diri mereka masing-masin

Wait… no…no… enggak bisa! Kalau reaksi Kai buruk gimana? Yang ada persahabatan ini beneran berakhir, bukan beralih, tapi kalau aku enggak bilang, dada ini sudah sesak. Hati ini begitu pilu karena status ini. aku benci situasi ini! what should I do?

Enggak… enggak boleh! Krystal adalah sahabat. Cuman sahabat. Jangan lebih! Lagian kalau aku cegah Dia pergi, aku menghalangi kusuksesannya Dia dong. Sahabat macam apa yang menghalangi kesukseksan sahabatnya sendiri? Tapi aku udah enggak sanggup lagi akan hasrat yang terlalu membuncah ini

Mereka cukup lama untuk berpikir. Ragu akan keputusan yang ada. Bingung antara hati dan otak yang tidak sinkron. Masalah perasaan dan rasional yang tak sejalan.

“sok jangan diam gini ah. Kamu dulu yang ngomong” Kai memecah sunyi

“eu…” Krystal ragu “Kai…..”

“ya?”

“Kai, I’m sorry, but our time is over. supirku udah ngejemput buat ke bandara. I’ve to go” ujar Krystal lirih. Ternyata Ia tak sanggup untuk mengungkap yang sebenarnya.

Kai menghela nafas panjang “oh kalau gitu, aku anter kamu sampai mobil”

Mereka pun berjalan menuju mobil. Mereka berjalan dengan sangat pelan. Sengaja untuk memperlama waktu bersama. Sesampainya di mobil, Kai membukakan pintu untuk Krystal. Sebelum Krystal masuk kedalam mobil, Krystal bertanya pada Kai,

“tadi kamu mau ngomong apa? Mumpung aku belum pergi”

Jangan pergi…..aku sayang kamu, saranghaeyo,Krystal

Kai kemudian tertunduk lemas sesaat, tapi tak lama kemudian Ia kembali tegak dan menatap Krystal dengan dalam dan berkata “enggak, cuman mau bilang baik-baik disana”

“iya kamu juga disini, baik-baik aja”

“dan aku cuman mau bilang. Goodbye,summer. Goodbye,Krystal”

Mata Krystal berkaca-kaca “maafkan aku….. Goodbye, Kai”

Untuk terakhir kalinya, Krystal mengeluarkan kameranya kemudian menyerahkannya pada supirnya.

“sebelum aku pergi, kita foto dulu” pinta Krystal

Supir Krystal pun memotret mereka berdua. Dalam foto itu Kai merangkul bahu Krystal, dan Krystal meletakkan lengannya di pinggang Kai serta kepalanya condong pada bahu Kai. Kai pun mengeluarkan kameranya. Mereka kembali berfoto. Di foto terakhir Kai lebih berani, posisi sama, hanya saja Kai mencium kening Krystal.

“it’s time for you go. Goodbye! See you!”

“Bye!” Krystal melambaikan tangan sambil menahan air mata. Kemudian Ia pun masuk kedalam mobil.

Mobil itu pun pergi menjauh dari Kai. Kai tak beranjak hingga mobil itu menghilang dari pandangannya. Saat berada dalam mobil tangis Krystal pun pecah. Dadanya begitu sesak. Perasaan ini begitu menyiksanya, namun Ia tak sanggup membuat siksaan itu berakhir. Ia malah membuat siksaan itu menggantung dan menikam batinnya. Rasa itu tak terungkap, dan yang terpenting kini Ia pergi. Hari-harinya takkan ditemani lagi oleh partner terbaiknya, Kai. Hatinya begitu pilu, sedih, dan terasa getir.

Setelah mobil pergi Kai kembali ke atap sekolah. Disana Ia menumpahkan emosinya. Ia menendang segala semua yang ada dihadapannya. Ia pun meninju tembok. Ia kesal sekali pada dirinya. Ternyata kata-kata yang seharusnya terucap malah tertahan di tenggorokan. Ia malah mengucapkan kata yang tak ingin Ia ucapkan. “Goodbye” Sama seperti Krystal, Kai merasa tersiksa. Dadanya begitu sakit. Pikirannya begitu kacau, hatinya sangat pilu, terluka. Ia menyesal tak bisa mencegah, tak bisa berbicara yang sesungguhnya.

Mereka berdua membuat pilihan yang sama. Mereka membiarkan cinta mereka tak terungkap. Mereka membiarkan rasa itu terpendam dan menyiksa batin mereka. Mereka membiarkan kenangan yang ada hanyalah sebagai sebuah kisah menyakitkan. Membiarkan diri mereka membenci situasi karena status sahabat. Pada akhirnya yang terucap dari mereka hanyalah,,,

“Goodbye”

—The End—

Thursday, 17 October 2013 12:20 AM

Lagu ini keren banget! Meaningnya itu loooh #jleb. Aku nya lagi mood nulis. Selesai dalam waktu 2,5 jam yippie \(^o^)/. Harusnya malam ini aku belajar buat UTS FHA, eh malah nulis -_- udah belajar sih sebelumnya, tapi teuing yeuh -,- moga aja masuk ke otak dan UTS aku lancar, aamiin. MIANHAEYO klo jelek, karakterisasi kurang, klo banyak typo, dan eyd jelek. Oh ya MAAF juga kalo grammar inggrisnya ngaco, maklum masih belajar. GOMAWO udah baca. don’t forget untuk meninggalkan jejak yaaa ;;). sampai bertemu di FF selanjutnya. Annyeong~

 

 

Iklan

6 thoughts on “[FF] Goodbye Summer (Kaistal FF)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s