[FF] Sampai Disini

Title               : sampai disini

Rate               : pg 13+

Genre             : ROMANCE, SAD tapi kayaknya gagal T_T

main Cast     : jang wooyoung 2pm & kim taeyeon snsd

length           : One shot

Author          : ide selintasnya HANAN HANIFAH

Disclaimer   : disaat seharusnya aku ngerjain lapak, eh ide malah mengalir deras. Mentang-mentang belum deadline, jadi aja nyante, jadi aja bikin FF ini. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING.GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Please ENJOY =D.

Cuaca diluar tak bersahabat. Sedari tadi awan kelabu tampak keberatan menampung hasil evaporasi laut. Angin berhembus cukup kencang. Disaat cuaca seperti ini memang paling enak menikmati sesuatu yang hangat. Sadar akan hal itu, Taeyeon dan Wooyoung memutuskan untuk menikmati ramen.

Selama di kedai ramen, mereka hanya fokus dengan makanannya masing-masing. Mereka saling berhadapan namun tak bicara. Setelah mangkuk ramen mereka kosong, mereka tetap tak mengeluarkan sepatah kata pun. Mereka hanya saling berpandangan sambil sesekali melihat layar handphone.

Cuaca dingin membuat Wooyoung terbatuk-batuk. Melihat Wooyoung batuk, Taeyeon membuka pembicaraan

“Dingin ya? batuk-batuk gitu” Taeyeon membuka pembicaraan

“Iya, seperti hubungan kita” Sahut Wooyoung dengan sindiran. Mendengar sindiran itu Taeyeon menundukkan kepalanya.

“sudah empat bulan ini rasanya semua ini flat. Kau sibuk dengan duniamu begitu juga aku” Wooyoung menyambung perkataannya tadi

“iya, sepertinya kita terlalu nyaman dengan dunia kita masing-masing” Taeyeon mengiyakan pernyataan Wooyoung

“sampai lupa rasanya kalau kita berdua mempunyai dunia yang sama”

mianhae” lirih Taeyeon. Rasanya kata-kata yang baru saja dilontarkan Wooyoung begitu  mengena dihatinya. Ya akhir-akhir ini Ia terlalu sibuk dengan pekerjaan barunya sebagai penyiar, sehingga Ia seringkali tidak mengabari Wooyoung. Namun tak hanya Taeyeon yang sibuk, Wooyoung pun seperti itu. Wooyoung kini sibuk dengan bisnis coffee shopnya. Kini ia pun jadi jarang mengabari Taeyeon. Kini mereka memang sudah lama tak bertemu. Jangankan untuk bertemu, berkomunikasi pun sudah jarang. Setelah hampir sebulan tak bertemu, akhirnya kini mereka bertemu. Namun tampaknya pertemuan mereka ini takkan menjadi pertemuan yang menyenangkan.

“dunia kita berdua tampaknya mulai terlihat mengabur dari matamu. Kamu sudah sangat nyaman dengan dunia baru mu itu, bahkan nampaknya kau mulai menemukan seseorang” ujar Wooyoung

“menemukan seseorang? Apa sih maksudmu?” bingung Taeyeon

“ya, menemukan seseorang yang memiliki dunia yang sama denganmu. Seseorang yang membuatmu merasa nyaman, seseorang yang dapat melindungimu menggantikan aku yang tak bisa selalu disampingmu. Seseorang yang bisa kau andalkan, seseorang yang bisa kau ajak sharing. kelihatannya kau dan dirinya bisa membuat dunia baru” jawab Wooyoung dengan suara pelan dan matanya tampak sedang menerawang

Taeyeon kebingungan dengan ocehan Wooyoung “Wooyoung-ah, apa yang kau bicarakan? Sungguh aku tak mengerti”

“aku perhatikan akhir-akhir ini kamu lagi menikmati dunia siaranmu itu, dan kamu mempunyai partner kerja yang nyambung denganmu, dan aku lihat kelihatannya kalian saling nyaman satu sama lain. Kalian pun memiliki chemistry yang kuat. Saking kuatnya chemistry kalian, aku sampai berpikir kalau aku sepertinya bukan lagi bagian dari kamu, tetapi dial ah bagian dari kamu”

Taeyeon akhirnya mengerti apa yang dimaksud Wooyoung. Seketika Taeyeon langsung panik akan pemikiran Wooyoung “maksudmu Kyuhyun? Eomona~ itu tidak seperti yang kamu pikirkan. Sungguh, aku dan Kyuhyun tak ada apa-apa. Kita hanya sebatas partner siaran, membawakan acara pagi dan drama radio. Iya di drama kita sering memerankan cerita sebagai sepasang kekasih, tapi itu cuman sebatas drama”

“tapi kelihatannya kalian nyaman satu sama lain” ucap Wooyoung

“kita memang nyaman satu sama lain, tapi nyaman sebagai sahabat, enggak lebih! Di radio kan memang dituntut untuk sesama penyiar untuk saling dekat biar kalau siaran bareng chemistrynya dapat. Memang akhir-akhir ini aku bareng terus sama Dia, tapi itu semua bukan berarti aku dan Dia akan membangun dunia bersama!” Taeyeon melakukan pembelaan dengan mata berkaca-kaca

Wooyoung hanya tersenyum tipis mendengar pembelaan Taeyeon. Alis Wooyoung tampak mengerut, menandakan seolah Ia tak percaya dengan Taeyeon. Melihat wajah Wooyoung yang seperti itu Taeyeon menjadi sedih.

“kamu enggak percaya sama aku?” Tanya Taeyeon dengan air mata diujung mata yang siap jatuh.

Wooyoung menjawabnya dengan senyuman dengan bibir terkatup. Melihat senyuman Wooyoung itu membuat air mata Taeyeon Jatuh juga. Hatinya terasa sakit karena Wooyoung tak percaya padanya.

“jadi kamu maunya gimana?” Tanya Taeyeon dengan terisak

Melihat Taeyeon yang menangis, Wooyoung menjadi tak tega. Wooyoung pun mengusap-ngusap kepala Taeyeon dan menghapus air mata Taeyeon. Wooyoung menjadi ragu akan hal yang akan Ia sampaikan, tetapi jika tidak terkatakan hal itu akan mengganjal hatinya.

Mianhae, tapi kita sampai disini saja” akhirnya kata itu terluncur juga dari mulut Wooyoung

Tangis Taeyeon makin pecah. Taeyeon makin terisak. Ia tak terima akan hal itu.

“Hanya karena masalah itu kamu mau mengakhiri hubungan kita? Masa hanya karena hal itu saja kita enggak bisa mempertahankan hubungan yang sudah kita jalani selama 5 tahun? Kita pernah punya masalah yang lebih parah dari ini, tapi kita bisa melewatinya. Ini hanya karena kita jarang komunikasi dan kecemberuanmu terhadap Kyuhyun membuat kita putus?” Protes Taeyeon

Wooyoung menghela nafas. Wajahnya tak terlihat sedih, seolah Ia merasa semuanya baik-baik saja “tapi aku tahu hatimu bukan untukku lagi. Aku merasa Kyuhyun sudah mulai mengisi hatimu”

Taeyeon menyanggah mati-matian“enggak itu enggak bener! Pemikirnmu itu salah 1000%! Hatiku masih untukmu!”

Wooyoung menggeleng “enggak, mata kamu enggak bisa bohong. Tanpa kamu sadari Kyuhyun mulai mengisi hatimu. Mumpung belum terlalu berkembang perasaan ini, lebih baik kita putus, biar nanti jika rasamu itu berkembang tidak ada lagi aku sebagai penghalang”

“lah? Justru kalau memang belum berkembang seharusnya kamu memperjuangkan aku dong? Apa kamu menyerah hanya karena begini saja?”

“aku menyerah karena aku ingin kamu bahagia”

“kata siapa aku bahagia dengan bersama Kyuhyun? Sok tahu kamu! aku bahagianya sama kamu!” emosi Taeyeon

“Enggak kamu enggak akan bahagia jika bersamaku. Kamu akan merasa sedih jika terus bersamaku” jawab Wooyoung

“kamu tahu apa sih tentang hatiku? Bagaimana bisa kamu menjudge aku akan sedih jika bersama denganmu?”

“kamu akan sedih karena pada akhirnya kamu enggak akan bisa bersamaku karena kamu ingin bersama dengan Kyuhyun”

Taeyeon melongo tak percaya dengan pendapat Wooyoung tak ilmiah. Bagaimana bisa Wooyoung punya pemikiran dangkal seperti itu “kamu… kamu kok bisa punya pemikiran sedangkal itu?”

“sudah tak usah diperdebatkan lagi. Kita akhiri saja sampai disini. maafkan aku. Sampai jumpa di lain waktu. Annyeong” pamit Wooyoung pergi dari hadapan Taeyeon.

andwae!!! Kajima!!!” Teriak Taeyeon mencegah Wooyoung pergi. Teriakkan Taeyeon tak digubris Wooyoung. Wooyoung terus berjalan. Jangankan kembali ke Taeyeon, menengok kebelakang pun tidak. Sungguh ini membuat hati Taeyeon semakin sakit. Keputusan Wooyoung benar-benar sudah bulat. Tak bisa diganggu gugat. Tak lama setelah Wooyoung pergi meninggalkan Taeyeon turun hujan. Cuaca seolah mengerti apa yang dirasakan Taeyeon

Begitu masuk mobil, raut wajah Wooyoung berubah yang asalnya tegar saa dihadapan Taeyeon, kini menjadi sedih. Sebenarnya Ia tak ingin putus. Sejujurnya Ia lah yang paling merasa sedih dengan akhir kisah cintanya, tapi I tak bisa melanjutkannya.

“maafkan aku Taeyeon. Aku terpaksa melakukan ini. aku tahu, aku masih bisa memperjuangkan. Aku tahu sebenarnya kau akan memilih aku, tapi aku tak bisa bersamamu lagi, karena pada akhirnya kau pun harus melepaskan aku” ujar Wooyoung sambil meratap amplong coklat besar. Wooyoung mengeluarkan isi dari amplop tersebut. Ternyata itu adalah hasil foto rontgen paru-parunya. Paru-paru Wooyoung tampak banyak bercak putih dan bayangan. Hal itu menandakan paru-parunya sudah dalam kondisi buruk. Ya kankernya kini makin parah, dan menurut dokter harapan hidupnya tinggal berapa bulan lagi.

Wooyoung kembali terbatuk-batuk “waktuku di dunia tak lama lagi. Maafkan aku Taeyeon, aku tak ingin kamu merasakan kehilangan diriku. Lebih baik aku  yang merasa sakit karena kehilangan dirimu. Aku hanya bisa memanjatkan namamu dalam setiap doaku agar kau selalu terlindungi. Mianhae, saranghae”

—The End—

Friday, December 06, 2013 9:29 PM

Aaaah geje ya?? ga sedih ya??? maaf yaaa, aku kayaknya emang payah deh kalau bikin cerita sedih L. Maaf juga ya kalau info soal paru yang terkena kankernya salah. tolong koreksi kalau salah. MIANHAEYO klo jelek, karakterisasi kurang, klo banyak typo, dan eyd jelek. GOMAWO udah baca. don’t forget untuk meninggalkan jejak yaaa ;;). sampai bertemu di FF selanjutnya. Annyeong~

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s