[FF] End of One Side Love

Title               : end of one side love

Rate               : pg 13+

Genre             : ROMANCE

main Cast     : Jinyoung b1a4 & chorong a pink

length           : One shot

Author          : biasa si  HANAN HANIFAH

Inspired        : the heirs episode 18, adegan Youngdo ama Eunsang pas lagi makan mie. Disitu aku sedih banget ngelihat Youngdo yang menyerah 😥

Disclaimer   : akhir-akhir ini ide lagi semulus jalan tol, padahal lagi banyak lapak, tapi aku tak bisa menahan hasrat untuk menulis, alhasil lapak aku abaikan dan malah menulis FF ini. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING.GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Please ENJOY =D.

 

Coffee shop tak terlalu ramai, walaupun diluar banyak orang berlalu lalang, tapi yang yang memasuki coffee shop itu hanya beberapa orang saja. Setiap ada yang membuka pintu coffee shop, wajah Jinyoung tampak sumringah, namun sedetik kemudian langsung kembali kecewa karena orang yang datang bukanlah yang Ia tunggu. Kurang lebih sudah 10 orang yang masuk, namun tak kunjung datang juga.

Jinyoung terus melirik handphonenya. Ia sudah berulang kali mengirim pesan, tapi tak dibalas juga. Rasa cemas mulai menghantuinya. Ia cemas jika sejam penantiannya ini sia-sia. Untungnya rasa cemas itu tak terwujud, karena akhirnya orang ke 15 yang masuk coffee shop tersebut adalah orang yang Ia tunggu.

“aku kira kamu takkan datang. Disms enggak dibales. Kamu ini benar-benar PHP sejati” cibir Jinyoung

“hehehe maaf, tapi kan yang penting aku datang” balas Chorong sambil duduk

Jinyoung tersenyum mendengar jawaban Chorong. “iya yang penting kamu datang. Kamu mau pesan enggak?”

“iya mau lah. Masa sudah datang kesini enggak menikmati apa-apa. Tunggu ya aku order dulu”

“eh aku mau nitip dong. Aku nitip tiramisu ya”

“baiklah”

Chorong menuju kasir untuk memesan espresso,cheese cake untuk dirinya dan tiramisu untuk Jinyoung.

“this is your order. Hope you enjoy it” Chorong meletakkan tiramisu dihadapan Jinyoung

“Thank you”

Mereka pun menikmati pesanan masing-masing dalam diam. Tak keluar sepatah katapun. Mereka hanya fokus pada makanan masing-masing. Saat piring sudah kosong, dan cangkir setengah kosong, barulah terdengar percakapan.

“tumben kamu mau aku ajak jalan” cibir Jinyoung

“ini bukan jalan kok. kita cuman sekedar makan santai” jawab Chorong

“ya apapun lah. Intinya tumben kamu menerima ajakanku. Biasanya kau kan menolak. Bahkan untuk mengajakmu pulang bersamamu pun kau tolak”

“hehehe” Chorong hanya cengegesan

“kenapa?”

“enggak apa-apa. Sesekali lah aku menerima ajakanmu. Kebetulan pas semalam kamu ngajak aku, aku lagi ingin pergi keluar, jadi aku terima saja ajakanmu.” jawab Chorong

“sungguh itu alasanmu?” selidik Jinyoung

Chorong tampak berpikir “hmm…..enggak sih. aku….aku….. hanya… merasa tak enak padamu. Aku sering menolak ajakanmu. Menerima ajakanmu termasuk hal yang langka. Kejadian itu pasti bisa dihitung jari Lagian kamu Nampak memohon dengan sangat, aku kan jadi kasihan”

“lalu?”

“lalu? Eu….eu… lalu… ya jawaban sejujurnya karena aku penasaran. Katanya kamu mau membicarakan sesuatu. Apa yang ingin kau bicarakan?”

“ah itu yang aku tuju! Akhirnya kau bilang juga kalau kau penasaran dengan yang akan aku omongkan” seru Jinyoung

“jadi kamu tadi bertanya itu untuk memancing aku agar aku bertanya padamu?” Tanya Chorong tak percaya. Jinyoung menjawab dengan anggukan.

Eomona! Kalau mau bicara, ya langsung saja toh. Enggak usah pakai acara mincing-memancing”

“memangnya ikan dipancing? hehehe” canda Jinyoung

“Aku jadi penasaran. Hal apa sih yang ingin kamu bicarakan? Sampai kamu memohon. Pastinya kamu mengajakku kesini untuk ngomongin soal perasaanmu kan? Kamu enggak akan menyatakan cintamu kan?”

“sorry, it’s about my feeling, tapi tepat sekali, aku takkan menyatakan cintaku. Untuk apa aku mengajakmu kemari hanya untuk menyatakan cinta padamu. Sebelum ku utarakan pun sudah kau tolak”

“so, what are talking about?”

Wajah jinyoung berubah menjadi serius. Berbeda sekali dengan raut wajahnya yang sebelumnya yang menunjukkan muka senyum dan penuh canda.

“sudah setahun aku mengenalmu. Sudah setahun pula kita dekat. Ah tidak, bukan dekat, melainkan sudah setahun aku memulai cinta sepihakku. Aku jatuh cinta padamu sejak pertama kali kita masuk kampus. Kau menarik perhatianku saat melakukan pembelaan. Sejak saat itulah hatiku terpaut padamu. Kau tahu betapa aku mengejarmu. Betapa aku ingin bersamamu. Jika ada pembagian kelompok aku selalu ingin bersamamu, karena kau selalu menolak ajakan pulang bersama menggunakan motormu, akhirnya aku rela naik bus demi bisa pulang bersamamu. Jika ada yang menyakitimu, aku yang membalaskan dendam”

Jinyoung menjabarkan pengorbanan yang dilakukan demi Chorong. Hal itu membuat Chorong merasa tak enak hati. Chorong hanya bisa mendengar sambil menundukkan kepalanya.

“Aku selalu berusaha melindungimu dari orang-orang yang sirik akan prestasimu. Apakah kau ingat saat kejadian pesta ulang tahun Pilsuk? Saat itu heels mu copot dan bajumu robek karena kau terjatuh hingga kau terkilir. Aku lah yang menjadi dewa penolongmu. Aku yang menggendongmu, aku yang membawakan kau makanan. Dengan jas milikku, kau bisa menutupi robeknya bajumu. Aku selalu………”

“Enough!!!” seru Chorong tiba-tiba. “sudah cukup! Aku tak ingin mendengar lagi pengorbananmu padaku. Ini membuatku merasa bersalah karena tak menggubrismu selama setahun ini!”

“tujuanku tercapai” sahut Jinyoung

“tercapai? Apa yang kamu inginkan dari rasa bersalahku?”

“aku hanya sekedar ingin tahu saja, apakah pengorbananku selama ini sia-sia apa tidak. Dengan rasa bersalahmu berarti pengorbananku tak sia-sia. Setidaknya aku sedikit mencapai hatimu, walau tak kuraih karena kau tak pernah mengizinkannya”

“lalu?”

“aku berusaha menggapai hatimu, tapi kamu tak pernah mengizinkaku untuk mendaki. Ya aku berusaha mengerti mungkin kamu masih belum bisa terlepas dari mantanmu itu. tapi sesulit itukah kau tak bisa melepasnya? Hingga aku yang jelas-jelas selalu ada untukmu hanya dianggap angin lalu”

“Enggak! bukan Begitu! Walau aku masih terbayangi oleh Woohyun, tapi bukan berarti aku anggap kamu hanya angin lalu. Aku sungguh berterima kasih akan perhatianmu dan pengorbananmu itu. aku sudah menganggapmu lebih dari teman. Kau sudah seperti sahabat bagiku”

“sahabat ya….” Jinyoung menghela nafas “pada akhirnya aku sampai pada titik nadhir. Titik dimana sepertinya aku harus mundur. Aku berpikir sekeras apapun manusia, pasti bisa luluh. Aku percaya akan hal itu, tapi nampaknya itu tak berlaku bagimu. Sekeras apapun aku mengejarmu, nampaknya kau hanya menganggapku sekedar sahabat, dan aku memutuskan…….”

Jinyoung meminum moccachinonya yang tinggal seteguk lagi. Setelah meminum itu raut wajahnya menjadi sedih dan Ia kemudian berkata “aku akan meninggalkanmu. Aku takkan peduli lagi denganmu. Kini kamu bisa bebas dari jeratanku. Takkan ada lagi orang yang malam-malam mengganggu waktu belajar dan tidurmu dengan sms ‘Goodnight’, aku takkan memaksamu untuk pulang bersama, aku takkan lagi memaksamu untuk jalan bersamaku. Kau takkan merasa terganggu lagi akan kehadiranku. Aku akan mencampakkanmu. Aku akan menghilang darimu”

Chorong speechless mendengar pernyatan Jinyoung. Memang benar terkadang ia merasa terganggu akan kehadiran Jinyoung, terkadang rasanya Ia bosan menolak ajakan Jinyoung yang terus menerus, tapi bukan berarti Chorong ingin Jinyoung pergi dari kehidupannya.

“maksudmu kamu akan menyerah?” Tanya Chorong dengan wajah bingun bercampur kaget

Jinyoung mengangguk “iya. Ini sudah saatnya menyerah. Sudah saatnya aku move on. jadi sebaiknya kita tak bertemu lagi”

“kok gitu? Enggak! kita tetap harus bertemu. Lagian kamu takkan bisa menghindariku, kita sekelas!” tolak Chorong

“aku akan pindah kelas”

Chorong benar-benar tak percaya akan keputusan Jinyoung. “aku tak masalah dengan kamu menyerah akan aku, tapi haruskah kita tak bertemu sama sekali?”

“ya harus. Jika tidak, aku takkan pernah bisa move on darimu”

“tapi kan…. Tapi kan…. Ka-ka-kamu walau tak bisa memilikku, tapi kamu bisa kan bersahabat denganku? Ayolah kita jadi sahabat” ujar Chorong panik

Jinyoung menggeleng “tidak bisa. Kau bukanlah sahabat. Bagiku kau adalah wanita”

Chorong benar-benar terkejut mendengar pengakuan Jinyoung. Sedalam itukah rasa sayang Jinyoung pada dirinya? Chorong sadar jika Jinyoung ingin bersamanya. Ia tahu jika Jinyoung benar-benar mengejar cintanya, tapi Chorong benar-benar tak sadar akan kedalaman rasa sayang Jinyoung pada dirinya.

“jaga dirimu baik-baik. terima kasih telah membuat hariku indah. Selamat tinggal. Bye” pamit Jinyoung pergi.

Chorong hanya bisa termangu menatap kepergian Jinyoung. Tak mencegahnya, tapi tak menerimanya juga. Tiba-tiba Chorong merasa kehampaan. Seharusnya Ia senang tak ada yang berisik mengajak Ia pulang bareng, tak ada lagi yang ribut mengajakanya makan, tak akan ada lagi yang mengganggunya. Namun Chorong sama sekali tak merasa gembira. Yang ada hanyalah rasa hampa dan sedih. Ia benar-benar tak percaya, sekalinya Ia menerima ajakan Jinyoung, yang terjadi malah ‘perpisahan’.

Tak terasa air mata mengalir begitu saja di pipi Chorong. Chorong menangis dalam diam. Ia benar-benar sedih karena Jinyoung ‘mencampakkannya’. Seketika Ia rindu akan perhatian Jinyoung. Rasanya Chorong ingin memutar ulang waktu saat Jinyoung mengajaknya pulang bareng. anadai waktu dapat terulang Ia akan menerima ajakan tersebut. Seharusnya Ia menggubris perhatian dari Jinyoung. Kini saat Ia ingin menggubris, Jinyoung malah ingin pergi dari dirinya.

Ya setelah kehilangan kini Chorong sadar. Jinyoung mulai membayangi hatinya, dan Ia tak mau Jinyoung hilang dari sisinya. Chorong mulai menyayangi Jinyoung, tapi itu semua terlambat disadari, karena kini Jinyoung pergi dari hidupnya.

—The End—

Saturday, December 07, 2013

Ketebak ya endingnya? Maaf ya kalau ngaco ceritanya, ga jelas. Akhir – akhir ini aku lagi seneng bikin cerita sad ending, padahal aku punya pandangan kalo sad ending itu bukan real ending, tapi berhubung aku enggak ada ide buat jadi happy ending, nampaknya cerita ini akan berakhir disini. MIANHAEYO klo jelek, karakterisasi kurang, klo banyak typo, dan eyd jelek. GOMAWO udah baca. don’t forget untuk meninggalkan jejak yaaa ;;). sampai bertemu di FF selanjutnya. Annyeong~

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s