[FF] Sticky Notes

Title               : STICKY NOTES

Rate               : pg 13+

Genre             : ROMANCE again, maaf yaa

MAIN Cast     : JUNG SOOJUNG (KRYSTAL (FX))

OTHER CAST   : CHOI JINRI (SULLI F(X)) , KANG JIYOUNG KARA, BAE SUZY MISS A, KIM JONGIN (KAI EXO) , KIM JOONMYEON (SUHO EXO), KIM JONGDAE (CHEN EXO)

length           : One shot

Author          : ide ngawurnya HANAN HANIFAH

summary      : mengaguminnya jauh dari belakang, cukup bagiku

Disclaimer   : hmm… apa ya? kenapa saya bikin tokoh utamanya Krystal lagi? Karena saya dia kembaranku *PLAAAK*. Yeah I’m Krystallized. Saya ngefans dengannya Hehehe. just enjoy the show. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING.GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Please ENJOY =D.

 

Sunshine as bright as your smile. Sunrise are beautiful like you face
Good morning, Soojung :) 
J

“Cie… dapat pesan rahasia lagi nih” goda Jiyoung

Soojung yang digoda Jiyoung hanya tersenyum kecil, dan Ia pun memasukan ‘pesan’ tersebut kedalam tasnya.

Lagi, Soojung menemukan selembar sticky notes di dalam lokernya. Sudah hampir 3 bulan ini, Soojung selalu menemukan sticky notes dalam lokernya setiap pagi. Terkadang sticky notes  itu tak muncul sekali pada pagi hari, terkadang muncul lagi saat siang hari atau sore hari saat Soojung akan pulang. Sticky notes  itu selalu berisi kata-kata puitis memuji Soojung, atapun kata-kata semangat.  Soojung menikmati perhatian rahasia tersebut. Ia mengumpulkan semua sticky notes yang Ia dapatkan dan disimpannya untuk dipajang di kamar. Setiap kali Ia sedang merasa tidak semangat atau sedih, Dia selalu membaca kembali sticky notes tersebut, dan hal itu membuatnya kembali bersemangat.

Soojung ingin mengucapakan terima kasih kepada orang tersebut, namun masalahnya Soojung tak pernah tahu siapa orang yang mengiriminya ‘pesan’ tersebut. Orang tersebut hanya selalu meninggalkan identitasnya berupa satu huruf “J”. Soojung tak bisa menebak-nebak siapakah J itu? Dikampusnya itu banyak sekali orang yang bernama J, dan tidak ada satupun orang yang dicurigai Soojung sebagai pengirim.

Si “J” ini hebatnya selalu tahu kondisi hati yang sedang dialami Soojung. Saat Soojung saat sedih, pengagum rahasianya ini selalu memberi pesan agar Soojung jangan bersedih. Saat Soojung sedang bahagia, “J” ini selalu memberi selamat. Intinya menurut Soojung, “J” ini merupakan sosok yang pengertian. Oleh karena itu Soojung saat ingin mengenal dan mengetahui orang ini. pernah Soojung menoba mencari tahu dengan cara Ia meninggalkan pesan di lokernya.

Hey, who are you? I’m so curious about you
SJ

Keesokan harinya, J pun membalas.

Don’t thinking about me. Don’t curious about me. I’m just your secret admirer :)
Btw, I like to see you far from behind
J

“J” tak menjawab siapa dirinya sebenarnya. Dia hanya bilang bahwa dirinya adalah pengagum rahasia Soojung. Sebenarnya Soojung ingin mencari tahu lebih jauh, namun karena “J” melarangnya, Ia pun memutuskan untuk tidak mencari tahu lagi dan Soojung memutuskan untuk menikmati pesan yang Ia terima dari pengagum rahasianya itu.

Pagi ini, sepeti biasa, Saat Soojung membuka lokernya, sudah ada pesan yang tertempel. Hari ini Soojung sedang tidak begitu sehat, dan pengagu rahasianya tahu itu.

The weather so cold. Wear your jacket.
keep your health.Get Well Soon.
J

Soojung tersenyum membaca pesan itu, dan seperti biasa pesan itu Ia simpan ke dalam tasnya untuk di pajang di dinding kamarnya. Setelah mengambil beberapa barang di lokernya, Soojung menuju kantin untuk sarapan sambil menunggu masuk kelas.

Di kantin ternyata sudah ada Jiyoung, Jinri, dan Suzy yang sedang sarapan juga. Soojung pun bergabung bersama mereka.

“Pagi guys” sapa Soojung pada mereka semua

“pagi!”

“Sudahkah kau ke loker pagi ini?” Tanya Jinri

Soojung mengangguk

“Ada pesan lagi?” Tanya Jiyoung

“selalu” jawab Soojung singkat sambil memperlihatkan pesan tersebut kepada sahabat-sahabatnya tersebut. Mereka pun membaca pesan tersebut, setelah membaca pesan itu mereka langsung menyoraki Soojung.

“Cieeeee”

“Siapa ya Dia? Kok tahu kalau aku lagi enggak enak badan?” Tanya Soojung

“Jongin kali” Suzy asal tebak

“kenapa harus Dia?” bingung Soojung

“kan inisialnya J. Menurutku orang berinisial J, siapa lagi kalau bukan Jongin?”

“Bener! Selama ini kan cowok yang dekat sama kamu dengan inisial J kan cuman dia” Jinri setuju dengan pendapat Suzy

“tapi kan pengirimnya belum tentu cowok, lagian orang yang berinisial J itu banyak. Bisa saja kan Jiyoung atau Jinri. Kalian juga kan namanya dari huruf J” ujar Soojung

“idih ngapain juga kita dengan rajinnya mengirimi pesan seperti itu ke kamu” sanggah Jiyoung

“Ya siapa tahu saja kalian ingin membuatku GR” jawab Soojung

“enggak kerjaan banget kita bikin kamu GR. Lagian kalau kita yang melakukan, enggak akan tersu menerus seperti ini, paling cuman sekitar seminggu. Kalau terus menerus seperti ini pastinya memang benar pengagum rahasiamu” jelas Jinri

“terus siapa dong? Kok Dia tahu banget kondisi aku. Pastinya Dia orang dekat aku” pikir Soojung

“sudah pasti Jongin!” seru Suzy

“hm.. bisa jadi sih” gumam Soojung “kemaren kan aku ama Dia rapat danus. Dari kemaren aku memang sudah batuk—batuk terus,jadi Dia tahu kalau aku lagi sakit tapi ah masa sih?”

Tiba-tiba orang yang mereka obrolkan datang menghampiri.

“hei, kalian sudah mengerjakan soal dari Ijong Saeng?” Tanya Jongin

Keempat gadis tersebut menjawab Jongin dengan anggukan.

“mau lihat dong. Mumpung belum masuk” pinta Jongin

“mau lihat yang siapa?” Tanya Jinri

“bebas”

“sudah, yang Soojung saja ya?” usul Suzy

Soojung pun mengeluarkan kertas soalnya. Jongin pun ikut bergabung di bangku mereka untuk menyalin jawaban milik Soojung. Sambil menyalin Jongin bercakap-cakap dengan mereka semua. Namun percakapan Jongin lebih banyak dengan Soojung. Jongin lebih banyak memusatkan perhatiannya pada Soojung. Soojung pun menerima perhatian dengan baik. Ketiga sahabat Soojung menyadari hal itu, dan tentu saja mereka langsung menggoda Jongin dan Soojung. Jongin dan Soojung pun menjadi salah tingkah.

“Kalian itu cocok ya!” celetuk Jiyoung

“Sudahlah kalian ini jadian sajalah!” goda Suzy

what are you talking about guys?” timpal Soojung salah tingkah

“enggak usah sok sok jual mahal. Jongin, pasti kamu mau kan?” Jinri ikut menggoda

Jongin hanya tersenyum tipis mendengar pertanyaan tersebut.

“Jongin-ah, apakah kau tahu sesuatu tentang sticky notes?” selidik Suzy

Jongin tampak terkejut dan gugup dengan pertanyaan Suzy“Hah? Sticky notes? Eu… sticky notes ya? eu…. Ah! Sticky notes itu kertas yang bisa ditempel kan? Ehehe”

“bukan itu maksudnya! Kenapa kamu kelihatan gugup dengan pertanyaanku? Ah jangan-jangan benar lagi dugaanku, kalau kamu lah orang yang selama ini selalu menempelkan pesan cinta di loker Soojung?”

“hah? Itu… masalah itu…..” Jongin tampak gelagapan

“tuh kan… gelagapan” Suzy menyerang terus Jongin

“ini sih sudah dapat dipastikan kamu” Jiyoung ikut menyudutkan Jongin

Jiyoung dan Suzy terus mendesak Jongin untuk menjawab. Kasihan melihat Jongin yang tersudut, Soojung menegur mereka berdua.

“Jiyoung! Suzy! Sudah ah, enggak usah dibahas terus. Lagian aku juga enggak terlalu ingin tahu” tegur Soojung

“yakin kamu enggak terlalu ingin tahu? Bukannya selama ini kamu selalu penasaran siapa orangnya” cibir Jiyoung

“bukan aku kok. aku tak tahu apa-apa mengenai masalah ini. sungguh!” sangkal Jongin

Jongin terus menyangkal, tapi Jiyoung, Suzy, dan Jinri terus menyudutkan dan itu membuat suasana antara Jongin dan Soojung menjadi canggung. Untungnya kecanggungan itu tak berlangsung lama. Tiba-tiba senior mereka menghampiri mereka.

“Jongin, Soojung!” panggil Joonmyeon

“ah Hyung!” sapa Jongin

“untung kalian ada disini, jadi kami enggak usah susah susah mencari kalian” ujar Jongdae

“Memangnya ada apa Sunbaenim?” Tanya Soojung

“kalian sekelas kan? Kalian ada kuliah sampai jam berapa?” Tanya Jongdae

“iya, sampai jam berapa sih?” Tanya Jongin pada Soojung

“em… ah sekarang cuman 1 mata kuliah, jam 11 juga sudah beres” jawab Soojung

“ah bagus! Ini” Joonmyeon menyerahkan proposal “tolong ya kalian ke coca cola buat follow up sponsor. Harusnya itu tugas kita, cumankita berdua enggak bisa bolos. Aku ada tes dengan Hyunsuk Saeng”

“dan aku ada kuliah Jungah Saeng. Kalian tahu kan betapa killernya beliau? Aku tak mungkin titip absen. Jatah bolosku sudah habis di kuliah dia” ujar Jongdae

“nah jadi kita takut kesorean kalau kita berdua yang follow up. Anak-anak danus yang lain juga lagi pada enggak bisa, untung kalian bisa. Setelah follow up, kalian coba ajukan proposal ke perusahaan lain. Lumayan kan buat nambah sponsor, siapa tahu ada yang tembus”

“siap pak koordinator!”

“eh iya, jangan lupa nanti malam kita jualan di pasar malam”

“siap,hyung!”

“acara tinggal 3 minggu lagi. Ayo tim danus fighting!”      Jongdae berseru untuk member semangat

fighting!!!

“Joonmyeon Sunbae, semangat ya Tesnya!”

ne gomawo, Soojung-ah” balas Joonmyeon dengan senyum

“kau tak memberiku semangat untuk melalui kuliah Jungah Saeng yang begitu berat?” protes Jongdae

“hahaha. Oke. Semangat Jongdae Sunbae!”

“hahaha. Terima kasih Jung Soojung”

“kalau begitu, kita pamit dulu ya. semuanya duluan” pamit Joonmyeon

“aku juga duluan ya. terima kasih atas contekkannya” pamit Jongin sambil membereskan barang-barangnya. Sebelum benar-benar pergi Jongin mengeluarkan masker dari dalam tasnya

“nanti kan pakai motor, cuaca cukup buruk, dan kau kelihatannya sedang batuk. Pakai ini” Jongin memberi Soojung masker

“gomawo” senyum Soojung malu-malu

“Cie…..”

*****

Jongin dan Soojung kini sedang berada di ruang tunggu perusahaan makanan ternama. Sambil menunggu orang perusahaan tersebut menemui mereka, mereka pun mengobrol-ngobrol. Dalam obrolan mereka itu, Jongin pun membahas masalah yang tadi pagi mereka bicarakan.

“aku tak mengerti dengan yang tadi dibicarakan oleh tiga perempuan cerewet itu. maksudnya pesan cinta sticky notes itu apa?” Tanya Jongin

“jadi, sudah 3 bulan ini setiap pagi aku selalu menemukan sticky notes di lokerku” jelas Soojung

“memang isi sticky notes itu apa?”

“bisa dikatakan pesan cinta sih. Dia selalu meninggalkan pesan berupa pujian untukku, atau pesan berupa perhatian, kata-kata semangat”

“kau tak tahu siapa yang mengirimkanya?”

Soojung menggeleng “tidak. Si pengirim hanya meninggalkan identitasnya sebagai ‘J’ saja. Padahal aku penasaran banget siapa pengirimnya”

“ah pantas saja, mereka menuduhku. Yang namanya dari huruf J di kampus kan enggak cuman aku. Ada Jino, ada Jonghyun, ada Joonmyeon, ada Jungshin, ada Jongdae, ada Jinki, ah ada banyak pokoknya. Dari sekian banyak kenapa harus aku?” protes Jongin

“Mereka memang suka asal tuduh. Aku pun sudah pernah berkata seperti itu. Di kampus banyak yang bernama dari huruf J. Lagian huruf J itu bisa saja mengartikan nama marga atau nama panggilan. Who knows?

“benar juga. Hm… tapi kamu enggak merasa terganggu kan?”

“enggak sih. Aku menikmatinya kok. malah aku ingin bertemu langsung dengan orangnya untuk mengucapkan terima kasih, karena pesan-pesannya itu sering membuat moodku menjadi bagus, bahkan aku menempelkan semua pesannya di dinding kamar”

jinja?” mata Jongin tampak berbinar. Soojung mengangguk

“aku ingin tahu sebenarnya siapa dia” Soojung melanjutkan ceritanya “aku pernah menanyakan hal itu pada dirinya melalui pesan yang aku tempel di lokerku, dia hanya membalasnya sebagai pengagum rahasia. Kan aku jadi makin penasaran. Aku ingin tahu sebelum aku ke amerika”

“hah? Kau akan pindah ke amerika?” Tanya Jongin dengan panik

“siapa bilang aku mau pindah? Enggak kok. Sebulan lagi kan udah masuk liburan. Aku mau liburan disana mengunjungi orang tuaku. Aku ingin tahu sebelum pergi ke sana, karena aku ingin memberinya oleh-oleh. Jika aku tak tahu orang yang sebenarnya, aku takkan dapat member oleh-oleh yang cocok untuknya”

“oh aku kira….. hehehe eh ayo, kita sudah di panggil masuk. Saatnya presentasi proposal kita”

*****

Do you want to know the real who I am?
I heard that you’ll go to America for holiday
J

Lagi, pesan itu tertempel di loker Soojung. Begitu membaca isi pesan itu dan memahami isinya, Soojung langsung membalasnya.

Of course. Can we meet before I go?
SJ

Tak perlu menunggu lama, dua jam kemudian saat Soojung mengecek lokernya, telah datang balasan pada dirinya.

Oke, if you want it.
So, Meet me tomorrow at rear park campus at 5 pm
Waiting me at blue bench near maple tree
Agree?
J
Allright. But certainly, you came, right?
SJ

Hanya dalam setengah jam saja Soojung meninggalkan lokernya, balasan sudah datang kembali.

Sure, I come. See you tomorrow
Have a nice day Soojung-ah ^^
Ah and fighting for Demi Saeng’s Exam
J

how?” Tanya Jinri

tomorrow I’ll meet him” jawab Soojung

how your feel?

my heart was beating quite fast ehehe I think this is because I’m too excited to know who he is. I so curious. Can’t wait”

“Gimana kalau orang itu memang Jongin?”

Soojung tampak berpikir sejenak. Mukanya sedikit memerah “em…. enggak gimana-gimana, mungkin akan sedikit menjadi lebih canggung”

“loh kenapa harus canggung? Justru enak kan sudah saling kenal dekat” bingung Jinri

“karena sudah kenal dekat itu, jadinya kan malu”

“kenapa harus malu? Aah. Ada rasa yang tak biasa ya pada dirinya? Hahaha”

Soojung tak menjawab. Dia hanya diam dengan senyuman tipis terulas dibibirnya. Pipinya pun menjadi merah.

“pipimu menjadi merah! Hahaha” tawa Jinri “ah kau pasti menyukainya kan?”

“ah bukan begitu. Aku hanya…..” Soojung tak melanjutkan kata-katanya

“hanya apa?”

“hanya sedikit tertarik saja. Jongin cukup menarik. Dia baik, dan kalau ngobrol dengannya nyaman, nyambung, dan saat Dia menari, Dia tampak keren”

“hahaha, finally you admit it! Kalau dugaanku Jongin yang mengirim itu semua. Masalahnya pria berinisial J yang dekat dengan dirimu siapa lagi?”

“tapi Jongin tak pernah mendekatiku secara terang-terangan. Aku dan dirinya hanya sebatas berkirim LINE itu juga jika ada hal yang dibicarakan. Sms pun kami tak pernah”

“nah justru karena kalian enggak pernah komunikasi secara intens. Mungkin Jongin adalah tipe pria pemalu, makanya Dia mengirimmu pesan itu untuk menunjukkan rasa cintanya. Lagian yang tahu kalau kau mau liburan ke amerika, selain kita, hanya Dia kan?”

Soojung mengangguk “tapi, kenapa Dia ingin menunjukkan dirinya sekarang? sedangkan sebelum-sebelumnya Dia selalu bersembunyi dibalik sticky notes nya?”

Jinri mengankat bahunya “entahlah. Mungkin Dia tipe cowok pemalu. Tuh jam janjiannya saja sore-sore saat taman belakang kampus sepi, berarti Da tak ingin dilihat orang. hal itu menunjukkan kalau Dia memang pemalu. Mungkin Dia merasa sekarang saatnya untuk show who he is

“atau mungkin Dia ingin oleh-oleh dariku makanya menunjukkan dirinya hahaha”

“hahaha bisa jadi…. Besok mau ditemani?”

Soojung menggeleng “enggak usah. Aku sendiri saja, takutnya kalau aku bawa teman Dia enggak muncul lagi, kan katanya Dia pemalu”

“ah benar juga. Ya sudah ayo kita pulang”

*****

Setengah jam telah berlalu. Soojung sudah cukup resah menanti “J” datang. Soojung tak bisa diam. Dia daritadi berdiri-duduk-jalan untuk mengurangi rasa kecemasannya. Soojung khawatir jika penantiannya ini sia-sia, tapi Soojung berusaha bersabar. Mungkin orang yang Ia tunggu sedang ada halangan, sehingga datang terlambat. Soojung pun mencoba untuk menunggu lagi.

Tak terasa sejam telah berlalu. Taman pun kini telah benar-benar sepi. Hanya ada dirinya dan sepasang kekasih yang sedang duduk cukup jauh dari dirinya. Kini Soojung sudah benar-benar resah. Ia resah karena takutnya “J” ini ingkar janji.

aigo, did you came or not? I’m waiting for one hour! Membuat wanita menunggu itu perbuatan buruk. Apakah kau tak tahu hal itu? ah sungguh menyebalkan!”  gerutu Soojung. Sayang gerutuannya itu tak dapat didengar oleh “J”, karena pengagum rahasianya itu belum juga datang.

where are you? Aigo mana aku kebelet lagi. Ah aku ke WC dulu. Jika Dia datang biarkan saja Dia menungguku dulu!”

Soojung pun ke toilet selama 15 menit. Selain memang jarak dari taman ke toilet memang cukup jauh, Soojung pun sengaja untuk mengulur-ngulur waktu. Siapa tahu saat soojung ke toilet, pengagum rahasianya itu datang. Soojung sengaja ingin ‘menghukum’ orang tersebut dengan menunggunya dari toilet.

Sayangnya, ‘hukuman’ itu tak berlaku. Sekembalinya Soojung dari toilet orang itu tetap saja tak ada. Soojung pun harus menelan rasa kecewanya. Ia pun duduk di bangku biru yang dijanjikan. Saat Ia akan duduk, Ia menemukan sebuah sticky notes. Tampaknya itu berasal dari pengagum rahasianya tersebut.

Thanks for coming, Soojung-ah :)
Sorry, I can’t meet you. I’ve another important thing that I’ve to solve
Sorry for disappointing you.
Have a great holiday, Jung Soojung. Annyeong
J

“pasti Dia masih ada di sekitar sini” Soojung langsung melihat ke sekililingnya. Pada arah jam 4, Soojung menangkap sesosok pria yang sedang berlari berusaha bersembunyi. Soojung pun mengejar hingga kedalam salah satu gedung kampus yang tak jauh dari taman belakang. Pria itu tampak menaiki tangga, Soojung pun ikut menaiki tangga. Sayangnya saat sudah sampai atas, tiba-tiba orang itu menghilang.

Soojung kini sudah sampai pada puncak kekesalannya. Kebetulan gedung tersebut sudah kosong. Soojung pun meluapkan kekesalannya.

“YA!!! I know you are still around here!” teriak Soojung kesal “kenapa kau melanggar janjimu,hah?! Sepemalu itu kah dirimu? It’s only joke for you? You know,it’s hurt me! I’m really disappointed with you! So, please don’t send me sticky notes again! I will rejecting you! You are really disappointing me. No sticky notes anymore! Now, I don’t care who you are! Up to you! Hey, J, please let me oke? Don’t send me sticky notes, and goodbye. I’m disappointed with you!”

Soojung pun akhirnya meninggalkan gedung tersebut dengan rasa penuh kekecewaan. Tak disangka sepengecut itukah pengagu rahasianya. Kini Ia tak mau lagi mendapat kiriman pesan dari “J”, karena Soojung sudah merasa sangat kecewa karena kejadian hari ini. Dia merasa terluka karena telah dibohongi. Soojung pun sudah takkan peduli lagi dengan pengirim sticky notes itu. Terserah orang mau berkata itu Jongin lah, siapalah. Soojung sudah takkan peduli.

Saat Soojung pergi, Pria yang dikejar Soojung tadi pun muncul. Ternyata Pria tadi bersembunyi dibalik pintu ruangan dekat tangga. Pria itu adalah Jongin!

Jongin pun keluar dengan hati-hati. Ia melihat ke sekelilingnya untuk memastikan Soojung sudah tidak berada disini.

“fiuh aman” Jongin menghela nafas “Hyung,kemari lah! Dia sudah tidak ada”

Orang yang dipanggil Jongin itu pun keluar.

“Ah Hyung apa yang kau lakukan? Kenapa kau tak menemui Dia? Lihat kan Dia jadi kecewa dan tak mau mendapatkan lagi sticky notes dari dirimu”

“Aku tak siap untuk menemui Dia sebagai J dalam bentuk realita” jawabnya

“lalu mengapa kau melakukan ini?”

“kan kau yang mendesakku!”

“Hyung, kalau kamu benar suka dengannya. Show your love lah Hyung! aku sudah mengalah untukmu. Aku menahan diriku untuk tak mendekati wanita secantik Soojung. Memangnya kau pikir yang menyukai Dia hanya dirimu? Banyak pria di kampus ini yang menyukai dirinya, termasuk aku. Aku mengalah untuk tak mendekatinya karena kau, Hyung! aku meghormatimu sebagai seniorku saat SMA dan kini saat kuliah!” kesal Jongin

“kenapa juga kamu harus mengalah? Kalau kau memang suka ambillah. Perjuangkan”

“Joonmyeon Hyung!” seru Jongin. Yap, orang yang selama ini mengirimi Soojung sticky notes adalah Joonmyeon, bukan Jongin. “sepengecut itukah kau sampai untuk menempelkan sticky notes dibangku tadi harus aku yang melakukannya?”

“baru juga satu kali aku minta tolong” sahut Joonmyeon sebal “lagian, kau tak pernah aku pintai tolong untuk menempelkannya di loker dia. Selalu aku yang menempelnya jika di loker”

“tetap saja kau tak lebih dari seekor ayam” cibir Jongin

“aku bukannya pengecut” sanggah Joonmyeon “aku sadar diri. Aku bukanlah orang yang terpikirkan untuk seorang Soojung. Dia merupakan seorang anak yang popular, supel, kau sosiallita, pintar pula. Sedangkan aku? Aku hanyalah seorang senior yang sedang pusing dengan skripsi yang cuman bisa berorganisasi saja. Aku bukanlah orang popular. Teman seangkatanku saja belum tentu tahu aku. Aku tak sesupel dirinya. Bisa kau bayangkan jika Soojung ku dekati? Bisa-bisa tak hanya aku yang mendapat cemooh, drinya juga bisa mendapatkan itu. aku tak mau hal itu terjadi. Soojung memang cocok dengan dirimu. Kalian berasal dari dunia yang sama, populer dan sosialita.”

“tapi Hyung… sampai kapan kau mau memendam rasa kagummu itu pada dirinya? Apa kau tak ingin mengungkapkannya?”

Joonmyeon menggeleng. “ani. Bagiku cukup untuk hanya mengaguminya secara diam-diam jauh dari belakangnya” ucap Joonmyeon dengan senyuman dan tatapan pasrah

—The End—

Sunday, December 22, 2013

5:35 PM

Aaah eotteokhae? Geje ya? ketebak ya siapa “J” sebenarnya. muehehehehe maaf yaaa… aku ga bakat bikin cerita tebak-tebakkan. Muehehehe. Mumpung belum UAS, aku curi-curi waktu nih buat ngerjain ini disela-sela tugas dan lapak, makanya ini selesainya sekitar 4 hari an lah kalau enggak salah. MIAN ya kalau inggrisnya ngaco. Maklum masih belajar. MIANHAEYO klo jelek, karakterisasi kurang, klo banyak typo, dan eyd jelek. GOMAWO udah baca. don’t forget untuk meninggalkan jejak yaaa ;;). sampai bertemu di FF selanjutnya. Annyeong~

 

Iklan

2 thoughts on “[FF] Sticky Notes

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s