[FF] Sweet Awkward Story

Title               : SWEET AWKWARD STORY (THE HEIRS FF)

Rate               : pg 13+

Genre             : ROMANCE and FLUFF

main Cast     : LEE HYOSHIN AND YOO RACHEL

OTHER CAST   : KIM TAN, CHA EUNSANG, LEE BONA, YOON CHANYOUNG

length           : One shot

Author          : hasil ketidakpuasan HANAN HANIFAH

Disclaimer   : ah aku enggak puas ama ending the heirs untuk part awkward couple ini. kurang greget, kurang jelas. Terasa open ending bagiku. Makanya aku bikin FF ini. aku mau bikin ending Rachel – Hyoshin versi aku. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING.GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Please ENJOY =D.

“kau datang kemari?” Tanya Hyoshin terkejut. Dia terkejut melihat Rachel datang ke tempat ini. Psikiater.

“ini pertama kalinya aku kesini” jawab Rachel sedikit kaget sambil duduk

Hyoshin pun ikut duduk disebelah Rachel

“aku sudah lama berobat disini” ujar Hyoshin santai

“mengapa kau berobat disini?” Tanya Rachel

“agar aku bisa tetap hidup. Lalu mengapa kau berobat kemari?”

“karena aku tak bisa tidur”

“ah tapi ini masalahnya”

“hah?”

“aku terus berbagi rahasia denganmu. Aku tak melihat kita dalam sebuah film bergenre sekolah” canda Hyoshin

Rachel tertawa kecil mendengar ocehan Hyoshin “belajarlah yang benar, kau pengulang! Hehe”

Hyoshin kemudian tersenyum dan berkata “aku akan wajib militer”

“apa?!” kaget Rachel

“sebenarnya ini juga rahasia, anak-anak tak ada tahu mengenai hal ini, bahkan orangtuaku pun tak tahu. hanya kau saja yang tahu hal ini”

Rachel tertegun mendengar pernyataan Hyoshin, hanya saja itu tak berlangsung lama. Rachel langsung bertanya “adakah wanita yang akan menunggumu saat kau wajib militer?”

Hyoshin sesaat tampak bingung dengan pertanyaan Rachel, namun dengan cepat Ia berekasi lain. Hyoshin yang dasarnya cuek dan suka bercanda ini memberi reaksi seolah-olah Ia sedang berpikir. Hyoshin pun hanya diam tak menjawab. Melihat reaksi Hyoshin, entah mengapa Rachel menjadi sedih.  Rachel tampak merenung

Hyoshin bingung melihat Rachel yang merenung “apa yang kau renungkan?”

“ah tidak” geleng Rachel

“kan ada kau yang akan menungguku” ujar Hyoshin dengan senyum penuh arti

“hah?”

“iya. Kau akan menungguku kan?”

Rachel tampak sedikit gugup “ke.ke…kenapa aku harus menunggumu?”

“aigo, Kau telah menciumku, masa kau tak mau menungguku hanya untuk 2 tahun?”

“sudah ku bilang, anggap kejadian itu tak pernah terjadi!” seru Rachel

“walau semua murid sudah mengetahui hal itu?” goda Hyoshin “mereka semua tak dapat melupakan hal itu. suatu hari nanti jika kita semua mengadakan reunian, pasti salah satu hot topiknya adalah ciuman kita saat di pesta Bona”

“Sunbae! Sudahlah tak usah dibahas. Aku malu!”

“kenapa juga harus malu? Bukannya kau tak ada perasaan padaku saat melakukan itu?”

Rachel terdiam. Ia sendiri juga bingung. Kenapa Dia harus malu? Dia kan memang tak ada perasaan saat melakukan itu. eh tunggu dulu, saat melakukan itu memang iya, tapi sekarang? Rachel pun tak tahu.

“ah jangan-jangan perasaanmu itu berubah karena kau tak dapat melupakan ciuman kedua yang aku lakukan” Hyoshin makin menggoda Rachel, dan itu membuat Rachel salah tingkah.

“lupakan!” seru Rachel

Hyoshin tersenyum miring “baiklah, tapi aku tak janji untuk tidak mengungkitnya suatu hari nanti”

“Sunbae!”

Hyoshin tertawa melihat reaksi Rachel. “tapi kamu mau kan menunggu?”

Rachel tak menjawab. Dia hanya menunduk dan terdiam. Hyoshin terus menatapnya, menanti jawaban dari Rachel.

“Yoo Rachel” panggil seorang suster. Kini giliran Rachel untuk menemui psikiater.

“ah sekarang giliranmu, kalau begitu aku pulang” pamit Hyoshin

Rachel tak menjawab pamit dari Hyoshin. Ia hanya tersenyum tipis

“jangan lupa. Besok aku masuk wajib militer. Tak masalah jika kamu tak bisa mengantar, karena aku tak ingin diantar”

“siapa juga yang mau mengantarmu,Sunbae?” cibir Rachel

“ah iya jangan katakan pada siapapun,kalau aku masuk militer”

Rachel menjawab “aku tak janji”

“ah iya, karena tak ada orang yang tahu aku masuk militer selain kau, jadi, kutunggu kau nanti pada saat kunjungan. Kan sedih kalau tidak ada yang mengunjungiku sama sekali. Kau harus mengunjungiku, yaaa… minimal sebulan sekali” ujar Hyoshin sambil berdiri dan tangannya dimasukkan kedalam saku. Gayanya begitu santai, seperti orang yang sedang tak meminta. Entahlah Dia mengatakan itu bercanda atau serius.

mworgo? Sunbae! Aku kan tak bilang untuk menyetujui untuk menunggumu!” protes Rachel

“tadi kan kau diam. Diam mu itu kuanggap sebagai jawaban ‘ya!’. ya sudah get well soon. Annyeong” pamit Hyoshin sambil berlalu tanpa mendengar argumen Rachel berikutnya.

Rachel ingin berargumen, namun karena Hyoshin sudah pergi, mau tak mau Rachel hanya bisa berdecak dan menghela nafas.

6 years later

“Sunbae!”

Hyoshin tersenyum mendengar sapaan tersebut. Hyoshin menghampiri orang tersebut dan menyalaminya dan orang-orang disekitarnya.

“lama tak jumpa,Sunbae” sapa Tan

“apa kabarmu,sunbae?” Eunsang ikut menyapa

“baik. sangat baik” jawab Hyoshin penuh senyum “ah, selamat atas pertunangan kalian”

gomawo” sahut Chanyoung “ah sunbae, selamat juga atas premier film panjang pertamamu di bioskop. Maafkan kami tak bisa datang karena bertepatan dengan hari pertunangan kami”

“iya benar” angguk Bona “aku dengar juga, sebulan yang lalu kau memenangi film pendek terbaik di festival internasional. Chukhahaeyo

gomawo

Baru saja mereka saling sapa menyapa karena lama tak jumpa, tiba-tiba Bona histeris.

“Ya!!! untuk apa kau kesini? Aku kan tak mengundangmu!” seru Bona sambil menunjuk Rachel

Rachel menanggapinya dengan dingin reaksi dari Bona.

“Aku yang mengajaknya” sahut Hyoshin “tadi Dia datang ke premier filmku. Seberesnya dari sini aku mengajaknya”

“entah mengapa, aku punya feeling tak enak saat kau datang. Aku takut pestaku kacau lagi” cibir Bona

“kalau bukan Dia memaksa aku takkan datang” jawab Rachel sambil menunjuk Hyoshin

“Sunbae, jangan lupa, minggu depan datang ke acara tunanganku” ucap Tan sambil menyerahkan undangan

“Aku sudah mengosongkan jadwalku sejak sebulan lalu saat kau membicarakan hal itu” tanggap Hyoshin sambil menerima undangan dari Tan

“kau pun diundang” Tan menyerahkan undangan pada Rachel. Rachel menerimanya dengan dingin

“kau mengundangnya?” Tanya Bona heran sambil melirik sinis pada Rachel “Eunsang, kau setuju Tan mengundang Rachel?”

Eunsang mengangguk “tentu saja. Kenapa juga aku harus tak setuju. Yang berlalu biarkanlah berlalu”

“nanti pestamu akan kacau lagi” sindir Bona

“Ya!! kau masih saja membenciku?” sinis Rachel

“hei sudahlah. Jangan nodai pesta ini dengan pertengkaran kalian! Ayo kalian nikmati saja makanan dan musiknya” Chanyoung menetralisir keadaan

Chanyong menggandeng Bona berkeliling untuk menemui tamu lainnya, Eunsang dan Tan menikati music sambil berdansa mesra, sedangkan Rachel dan Hyoshin hanya duduk sambil mengobrol.

Sambil berdansa, Eunsang memperhatikan Rachel dan Hyoshin. Hal itu membuat Tan sedikit kesal.

“Hei! Apa yang kau lihat? Kau tak menikmati dansa kita ini?” omel Tan

“bukan gitu!” sanggah Eunsang “aku sedang memperhatikan Sunbae dengan Rachel”

“memangnya ada apa dengan mereka?” heran Tan

“apakah Sunbae berpacaran dengan Rachel? Mereka tampak begitu akrab”

Tan mengangkat bahunya “entahlah. Setahuku mereka tak pernah resmi mengatakan kalau mereka berpacaran. Yang aku tahu mereka memang sering bertemu, bahkan saat Sunbae di militer, Rachel sempat beberapa kali mengunjunginya. Ya mungkin mereka semacam TTM, teman tapi mesra”

“tapi menurutku mereka memang cocok”

“lagian dengan adanya Rachel, nampaknya Sunbae dapat melupakan cinta pertamanya”

“hoo memangnya siapa cinta pertama Sunbae?” Eunsang penasaran

“tak perlu tahu kau! Kalau memang Sunbae dan Rachel benar-benar menjadi pasangan, aku senang, karena Sunbae dapat mengimbangi sifat buruk Rachel, lagian aku senang Rachel mendapatkan pengganti seseorang yang baik”

“jadi Sunbae lebih baik dari dirimu?” goda Eunsang

“ah…” Tan berdecak “bisa jadi Hyoshin Sunbae lebih baik dari diriku, tapi Dia tak lebih tampan dariku”

Eunsang memukul lembut Tan “pede!”

“hahaha akui sajalah, Cha Eunsang, bahwa aku ini memang tampan” Tan pun tertawa

Sementara itu, Hyoshin dan Rachel masih saja duduk, tak menikmati pesta.

“menurutmu bagaimana filmku?” Tanya Hyoshin

“kau sudah berulang kali menanyakan hal itu” jawab Rachel

“karena kau tak menjawabnya. Aku akan terus bertanya hingga kau menjawabnya. Aku ingin tahu pendapatmu”

Rachel tampak berpikir “hm… cukup bagus”

“cukup?” Hyoshin mengerutkan keningnya

“ya cukup. Kau kan baru saja membuat film panjang, jadi menurutku enggak bagus-bagus amat, tapi untuk permulaan cukup bagus”

Hyoshin hanya mengangguk-angguk kecil mendengar tanggapan Rachel mengenai debut film pertamanya itu.

“mengapa kau tak pergi untuk mencari makanan atau dansa?” Tanya Rachel

“kau mengusirku? Kau sendiri?” Hyoshin bertanya balik

“aku tak ingin datang ke pesta ini. kau yang memaksaku untuk datang”

“lalu kenapa kamu mau saat aku memaksamu?”

“bagaimana tidak?! Kau menarikku dengan paksa. Aku kan tak bisa melawan!” kesal Rachel

Hyoshin hanya tertawa kecil mendengar omelan Rachel.

“sudahlah sana kau. Pergilah menikmati pesta!”

“enggak ada teman” sahut Hyoshin “ayolah, sayang kau sudah datang ke pesta ini jika tak menikmatinya”

Rachel diam. Hyoshin memandangi Rachel dengan tatapan tak sabar.

“Aigo. Ayo berdiri dari tempat dudukmu. Kita berdansa!” ajak Hyoshin

Rachel terkejut mendengar ajakan Hyoshin. Rachel tertegun. Ia menjadi merasa salah tingkah dan canggung

“jangan jual mahal seperti itulah!” akhirnya Hyoshin pun menarik Rachel berdiri karena Rachel diam saja. Rachel yang ditarik begitu saja hanya bisa pasrah. Namun terlihat ada senyuman terlengkung di wajahnya walau tipis.

Kebetulan sekali, saat mereka turun ke lantai dansa. Music berubah menjadi lebih lembut. Kini para pasangan saling berdansa sambil merangkul. Hyoshin pun melingkarkan lengannya dipinggang Rachel. Mau tak mau Rachel pun membalasnya dengan melingkarkan lengannya di bahu Hyoshin.

Mereka pun berdansa, namun dalam keadaan diam dan canggung. Mereka sama-sama tak berani menatap lawan berdansanya. Mereka hanya sesekali curi pandang, tapi setealh itu mengalihkan pandangannya ke arah lain. Entah apa yang membuat mereka masih merasa canggung, padahal mereka sudah dekat selama 6 tahun. Mungkin mereka sama-sama tersipu sehingga tercipta rasa canggung.

Cukup lama mereka saling berdiam diri. Akhirnya beberapa menit kemudian Hyoshin membuka suara.

“masih saja kau jual mahal, padahal hubungan kita sudah sejauh ini” ujar Hyoshin tenang dan santai

Mendengar perkataan Hyoshin, Rachel langsung tertegun. Kini Ia makin salah tingkah “maksudmu sejauh ini?”

“ya jauh. Kita sering bertemu hanya untuk sekedar mengobrol. Kau sering menemaniku saat menghadiri festival film, bahkan kau mau menghadiri premier film pertamaku”

“itu karena…..” Rachel berhati-hati dalam ucapannya. Ia tak mau salah ucap. Malu. “Karena aku menghormati dan menghargaimu”

“bahkan sampai mengunjungiku di militer”

“itu karena… aku kasihan saja padamu karena tak ada orang yang mengunjungimu di militer” Rachel makin terlihat salah tingkah. Ia mulai tak fokus. Beberapa kali Ia hampir menginjak Hyoshin.

“kita ini punya kesamaan. 6 tahun lalu kita melakukan ciuman hanya untuk orang yang kita suka. Untuk membuat our first love got jealous, but it’s failed. Rasanya lucu, kita sama-sama patah hati, dan jadi canggung saat bertemu, terutama kau. Berjanji untuk melupakan kejadian itu, tapi anehnya kita tetap bersikap seperti tak bisa melupakan itu semua. Kau tetap saja merasa malu akan kejadian itu. kejadian itu sampai sekarang masih menjadi trending topic. Lihatlah sekeliling. Mereka sedang memperhatikan kita, dan pasti membicarakan kejadian 6 tahun lalu”

Yap, tamu undangan pertunangan Bona – Chanyoung yang merupakan alumni Jeguk dan mengetahui kejadian saat pesta rujuknya Bona – Chanyoung, sedang memperhatikan Rachel dan Hyoshin. Mereka melihat sambil berbisik-bisik membicarakan kejadian 6 tahun lalu. Melihat Rachel dan Hyoshin berdansa membuat mereka semua asyik bergosip dan berspekulasi.

“sampai sekarang pun aku masih merasa malu. Kenapa dulu aku melakukan tindakan bodoh itu?” keluh Rachel

“tapi apa kau menyesalinya?”

Rachel tak menjawab. Ia bingung. Apakah Ia merasa menyesal telah melakukan itu semua? Namun selama ini Ia merasa tak bersalah. Ia hanya merasa malu pada Hyoshin, dan akhirnya Ia malah menjadi canggung. Namun, hal itu malah membuat mereka menjadi jauh bertambah lebih dekat. 6 tahun dekat dengan Hyoshin membuat Rachel dapat melepaskan Tan. Begitupula Hyoshin yang dapat melupakan Hyunjoo. Jadi jika ditanya apakah Ia menyesalinya? Tampaknya tidak, karena dari kejadian itulah Ia menjadi dekat dengan Hyoshin.

Pertanyaan itu membuat Rachel makin kaku dan canggung. Ia tak ingin menjawab. Terlalu malu untuk mengakuinya pada Hyoshin.

“aku harap tidak” Hyoshin melanjukan pembicaraannya “karena aku pun tidak merasa menyesal untuk melakukan ciuman keduaku saat itu”

“kenapa?”

“karena kalau enggak begitu, belum tentu sekarang kita sedekat ini”

Jantung Rachel berdegup makin kencang. Ia makin salah tingkah, hingga tanpa sadar Ia melepas tangannya dari bahu Hyoshin, dan menghentikan dansanya.

“kamu menikmati enggak sih selama ini?”

“menikmati apa?” bingung Rachel

“apa yang sudah kita jalani selama ini. aku sudah terlalu banyak berbagi rahasia denganmu. Tak bisalah kita hanya seperti ini terus”

Rachel bingung. Selama obrolan yang memicu degup jantung Rachel tadi, Hyoshin selalu bersikap tenang dan santai. Seolah obrolan ini bukanlah obrolan yang begitu serius dan mendebarkan. Sebenarnya itu hanya tampak dari luar saja. Sebenarnya detak jantung Hyoshin pun sama kencangnya dengan Rachel.

Rachel mengerenyutkan keningnya.

“aku pernah bilang kalau aku tak melihat kita dalam sebuah film bergenre sekolah, tapi aku sadar aku melihat kita dalam sebuah film bergenre romance

Rachel bengong mendengar pengakuan Hyoshin. Wajah Rachel kini benar-benar merah. Ia tak tahu apa yang harus Ia lakukan.

Hyoshin melepas lengannya dari pinggang Rachel. Kini Hyoshin menatap Rachel dengan dalam dan penuh arti. Hyoshin tiba-tiba memegangi wajah Rachel dan mendekatkan wajahnya ke wajah Rachel. Sedetik kemudian bibir Hyoshin sudah menyentuh bibir Rachel. Hyoshin mencium Rachel dengan lembut. Kejadian 6 tahun lalu kembali terulang. Hyoshin dan Rachel berciuman ditengah kerumunan pesta. Semua tamu-tamu melihat dan berdecak kaget, terutama alumni Jeguk. Mereka sepert melihat season 2 dari kisah mereka. Mereka pun tampak berkasak-kusuk.

Hyoshin pun mengakhiri ciumannya itu dan berkata “saranghae, Yoo Rachel”

Rachel benar-benar terkejut. Lidahnya rasanya kelu. Ia merasa dunia berhenti sejenak. Yang ada hanyalah dirinya dan Hyoshin. Ia merasa ada letupan bunga dalam hati dan otaknya. Ia merasa sedang melayang. Rachel dan Hyoshin saling bertatapan. Hanya saja tatapan itu tak berlangsung lama, karena Rachel mengambil tindakan. Dia segera melingkarkan lehernya pada Hyoshin dan dalam waktu cepat Di membalas ciuman Hyoshin. Mereka pun berasa tenggelam dalam dunia mereka.

Para tamu, khususnya alumni Jeguk benar-benar terkejut dengan aksi balasan Rachel. Mereka merasa seperti de javu. Hyoshin dan Rachel berciuman saat pesta Bona – Chanyoung. Hanya saja terbalik, karena kini Hyoshinlah yang terlebih dahulu mencium Rachel. Mereka pun langsung menjadikan kejadian ini sebagai bahan obrolan baru yang hot topic.

nado” balas Rachel

“uwoooh” decak para tamu. Setelah decakan itu tak lama kemudian terdengar tepukan tangan. Mendengar tepukan tangan para tamu, membuat Bona menjadi kesal.

“ARGH!! Kenapa sih kalian berdua senang banget menghancurkan pestaku? Harusnya aku dan Chanyoung lah yang jadi bintangnya!” Bona mencak-mencak kesal sebab lagi, pestanya hancur karena mereka berdua.

Setelah menyaksikan ‘pertunjukkan’ singkat mereka semua kembali dalam aktivitasnya masing-masing. Bona sendiri menjadi cemberut karena hal itu, Chanyoung berusaha menghibur.

I wanna you stay with me. Always beside me, accompanying me. Please be my friend life, forever. Do you mind?” pinta Hyoshin

Rachel menggeleng “ i don’t mind. I’ll do it for you. I’ll make you happy

Hyoshin mengecup kening Rachel dengan lembut. Setelah itu Dia pun tersenyum pada Rachel. Rachel  pun membalas dengan senyuman juga. Mereka pun melanjutkan dansa mereka dengan senyuman bahagia..

Ah… berawal dari kejadian yang tak terduga dan terbayangkan sebelumnya. Timbul rasa canggung dan malu, tapi justru itu membuat mereka dekat, dan in the end kedekatan mereka menjadikan kebersamaan yang lebih intens. Sweet awkward couple story.

—The End—

Tuesday, 24 December 2013

1:09 AM

Gimana menurut kalian endingnya? Kurang sweet kah? Ya maaf kalau kurang sweet, tapi aku harap buat kalian yang suka couple ini menyukai ceritanya :). Pas ada the heris aku tuh pengennya bikin FF Bona Chanyoung, tapi aku bingung, eh pas liat ending ga puas ama endingnya Hyoshin-Rachel, jadi aja terpikir untuk membuat ending mereka versi aku, hehehe. MIANHAEYO klo jelek, karakterisasi kurang, klo banyak typo, dan eyd jelek,kalo inggrisnya ngaco. GOMAWO udah baca. don’t forget untuk meninggalkan jejak yaaa ;;). sampai bertemu di FF selanjutnya. Annyeong~

 eh iya bonus pict nih ah, mungkin kalian udah pada liat, tapi aku pengen majang aja foto ini. suka soalnya ><

the-heirs-kang-ha-neul-kim-ji-won

Hope in the future they will be in drama be couple or there will be the heirs season 2 wkwkwkwk

annyeong~ sampai bertemu di FF selanjutnya ^^

Iklan

22 thoughts on “[FF] Sweet Awkward Story

  1. Sukaaa banget sama couple ini.. author daebak!
    tolong buat ff lagi yg tokohnya hyosin-rachel lagi dong. Atau youngdo-rachel deh. Mereka kan sama2 tukang bully, jadinya cocok. Haahaa

    • alhamdulillah,makasih ^^
      insya allah, kalau ada ide lagi, soalnya bentar lagi aku uas ehehe, aku juga lagi mau bikin ff lain, tapi kalau aku mendapat ide mengenai mereka pasti aku bikin
      sekali lagi, gomawo 😀

  2. sebelumnya makasih thor udah bikin ff hyoshin-rachel ini 🙂
    aku udah nyari kemana2 tp susah dapetnya dan akhirnya nemu disini. bagus banget lagi ceritanya kaya yg aku harepin, ga kaya ending-nya yg asli *uhuk*. kalo bisa buatin ff hyoshin-rachel lagi dong thor :3 i kinda ship them since ep 8 when HS approached Rachel and can make her smile~ haha
    keep up the good work!

  3. akkkk suka banget ma endingna. happy ending for hyoshin n rachel. wlwpun d heirs gk dijelasin akhir hubungn mereka tapi dengan ff ini jdi ngobatin rasa penasaran..hehe berharap aj klo endingna bakal kurang lebih seperti ff ini. hyoshin rachel sama2 canggung n gengsi buat ngungkapin perasaannya..dan lgi2 leebona marah gara2 rachel.kkkk~ bener2 serasa nonton sekuelna heirs 🙂 daebak

  4. Aaaa… Manis banget ceritanya kayak gula gini.. Ulaalaaaa~ aku suka sama scene dari awal sampe akhirnya.. Puas banget chingu.. Ayo dong tulis lagi ff dengan cast mrkaa.. Semangat !!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s