[REVIEW] Kdrama Nice Guy, That Winter The Wind Blows, Reply 1994

Liburan ini semesteran yang lumayan panjang, ya sekitra sebulan lebih, membuatku bisa menonton beberapa drama dan membaca sinopsis drama. Aku telah menonton nice guy, that winter the wind blows, dan reply 1994. Sinopsis yang aku baca adalah the man from the stars, prime minister and I, dan good doctor.

Aku akan membahas drama yang sudah aku tonton tadi itu dalam satu tulisan ini, mungkin pembahasannya yang akan panjang adalah reply 1994,, karena baru saja kemaren aku menyelesaikannya. So check it out!

NICE GUY :

Nice Guy merupakan drama tahun 2012 agak akhir. Drama bergenre melodrama ini menceritakan tentang kang maru, seorang calon dokter berprestasi, tapi masa depan Dia hancur karena menutupi kesalahan kekasihnya Han Jaehee yang tak sengaja membunuh orang. Maru pun dipenjara. 6 tahun berlalu, ternyata Jaehee tak menungguny, Jaehee malah menikah dengan seorang pengusaha kaya yang sudah tua, dan memiliki anak yang beda usia dengannya 5 tahun, Seo Eungi. Merasa dikhianati, Maru pun berniat membalas dendam dengan cara berpacaran dengan Seo Eungi.

Aku mau menonton drama ini Karena Song Joongki yang main. Aku beberapa kali histeris sendiri menonton ini karena melihat kegantengan Joongki. Ah jadi kangen, aku berharap selepas Dia dari wamil, Dia cepat melakukan comeback. Song Joongki disini jangan diragukan aktingnya, benar-benar daebak!

Melihat genre drama ini Aku pikir drama ini akan sangat mellow, lambat, dan penuh kesedihan, tapi ternyata tidak. Memang serius, tapi tak semellow itu. alur ceritanya pun tergolong cepat menurutku. Setiap adegan disini terasa begitu penting, terutama empat episode terakhir. Benar-benar setiap adegan itu penting. Akting pemainnya pun begitu bagus. Tak terbaca emosi apa yang sebenarnya sedang mereka rasakan, karena dalam drama ini kita menebak-nebak emosi yang sebenarnya. Terlihat begitu jelas jika Apa yang ditampilkan diluar oleh si karakter, belum tentu dalamnya seperti itu.

Drama ini memang klise ceritanya, balas dendam, lalu menyesal karena melibatkan orang tak bersalah, yaitu Seo Eungi, karena pada akhirnya Maru benar jatuh cinta dengan Eungi, walau klise tapi ini tak lebay. Inilah mengapa aku menyukai drama korea. Walau ceritanya ya begitu, tapi akting para pemainnya juara. Tak main-main. Kita pun bisa merasakan emosi sang karakter, dan tak berlebihan emosi mereka itu. tak seperti ftv kita, yang pemain pendukungnya lebay gimana gitu. Akting marah mereka itu…. ah sudahlah.

Dalam drama ini Aku juga seringkali ngomel sendiri karena adegan-adegannya. Ngomel karena tindakan bodoh Maru yang mau saja bertanggung jawab, padahal itu bukan salahnya. Menggerutu karena Jaehee bertindak jahat, bahkan aku histeris sendiri berharap semoga Eungi ingatannya tak kembali agar Maru dan eungi bisa so sweet dengan ketulusan. Hal ini membuktikan bahwa drama ini dapat membuat penonton larut akan drama ini, dan ya drama ini sukses membayang-bayangi diriku. Beberapa adegannya begitu meninggalkan kesan mendalam pada diriku. Drama ini pun membuat kita penasaran dengan episode selanjutnya. Pemotongan akhir episode yang pas membuat kita penasaran.

Akting para pemain benar-benar jempolan. Park Siyeon yang menjadi Jaehee sangat keren memerankan Jaehee. Dia bisa menampilkan emosi terkejut,marah,sedih,bingung,senang dalam sekali tampilan sekaligus. Song Joongki jangan ditanya, Dia pun memerankan Maru dengan baik. sorot matanya itu begitu nyata. Aku tak melihat Joongki disitu, Aku melihatnya sebagai Maru. Moon Chaewon pun seperti itu, aku bisa merasakan kesedihan Eungi saat Eungi sedih. Akting para pemain pendukung pun tak kalah hebat. Lee Kwangsoo lagi-lagi menadaptkan peran sebagai pria konyol yang tak jauh beda dengan image Dia di Running Man, tapi akting Dia nangis itu bagus kok, Aku juga ikut terharu.

Karakter pendukung di drama ini begitu penting. Enggak ada satu pun karakter yang tidak berpengaruh. Karakter Park Jaegil dan Kang Choco benar-benar menyuarakan hati para penonton yang mendukung Eungi-Maru. Mereka berdualah yang mendorong Maru untuk move on. lalu pengacara Park yang diam-diam menyukai Eungi lebih dari sekedar adik yang selalu melindungi Eungi dan perusahaan, dan si tokoh jahat pengacara Ahn yang menjerumuskan Jaehee semakin jahat.

Ya di drama ini diperlihatkan juga pengorbanan mereka untuk orang-orang yang mereka cintai, bahkan sampai ada yang dengan segala cara seperti pengacara Ahn, Pengacara Ahn melakukan segalanya demi bersama Jaehee, tapi Jaeehee bodohnya malah tetap berharap dengan Maru. Hal itu membuat pengacara Ahn melakukan segala cara untuk mendapatkan Jaehee. Begitupun dengan Maru rela melakukan penawaran seperti gigolo agar Eungi terlindungi.

Dari drama ini karakter yang paling aku sebal tentu saja Jaehee. Enggak tau malu banget, sudah punya suami kaya raya, punya anak, eh masih saja ngarep sama Maru, dan selingkuh dengan pengacara Ahn. Pas suaminya meninggal, TTM an sama pengacara Ahn, tapi tetep ngarep sama Maru, padahal Maru sudah jatuh hati dengan Eungi. Melakukan kecurangan demi perusahaan. Argh Aku suka emosi sama Dia! Setiap menonton aksi menyebalkannya Dia aku sering emosi jiwa dan sering berteriak “Maru jangan percaya! Dia jahat! Kembalilah pada Eungi!”. Ah benar menguras emosi.

Sayangnya, adegan so sweet antara Maru dan Eungi dimana mereka melakukan secara benar-benar tulus, kurang banyak. saat Eungi masih hilang ingatan, Maru pun melakukannya dengan tulus karena Dia merasa bersalah dan mulai mencintai Eungi. Namun pada saat Eungi tak ingat, Eungi melakukan kemesraan itu dengan ada perasaaan terpaksa, bingung, galau. Padahal Aku sangat suka melihat adegan so sweet mereka yang begitu tulus. Untung di episode terakhir Aku bisa melihat itu kembali.

Sempat takut tak happy ending, eh ternyata drama ini happy ending, Alhamdulillah. Sempat agak bingung juga dengan endingnya, kenapa Maru bisa lupa pada Eungi? Tapi di endingnya malah ngasih cincin yang 7 tahun lalu Ia beli untuk pernikahannya dengan Eungi? Ternyata setelah Aku mencari tahu, di website resminya mengatakan bahwa Maru itu tak pernah lupa dengan Eungi. Ia selalu mengingat Eungi. Cincin itu adalah buktinya. Makanya Maru selalu makan pagi,siang,malam di bakery Eungi, padahal rasa masakannya tak enak. Ah syukurlah. Mengetahui hal itu, aku malah suka dengan endingnya. Mereka berdua duduk agak sedikit berjauhan, tersenyum satu sama lain, dan Maru mengeluarkan cincin, Eungi terharu dan saling tersenyum satu sama lain dengan lebar dan tulusnya. Awww :3

Jika ditanya siapa nice guy sebenarnya? Banyak yang bilang kalau itu Jaegil dan pengacara park. Jaegil karena Dia selalu mengarahkan Maru ke hal yang baik walau Dia bertindak sembrono. Jaegil selalu mendukung Maru, bahkan rela merawat Maru jika operasi Maru tak berhasil. Jaegil pun mau menjaga choco demi Maru. Pengacara Park adalah orang pintar yang baik hati. Dia rela melepas Eungi pada Maru. Dengan mendampingi Eungi pun sudah cukup baginya. Namun walau begitu jawabanku tetap nice guy sebenarnya adalah Kang Maru. Dia memang sempat jadi gigolo, penipu, tapi itu Dia lakukan karena kehidupan masa lalunya yang pernah dipenjara. Maru pun berniat membalas dendam. Maru pun manusia biasa, Dia masih punya nurani. Dia bahkan saat akan ditabrak oleh Eungi tak menghindar untuk menubus rasa bersalahnya. Maru pun rela berkorban demi Choco yang sakit-sakitan dan demi Eungi tentunya. Bahkan Dulu Dia rela bertanggung jawab atas Jaehee. Enggak baik gimana coba? Sekaligus bodoh tentunya.

Pelajaran yang aku petik dari drama ini adalah, jangan bertindak bodoh. Jangan mau bertanggung jawab yang bukan kesalahanmu karena itu akan merugikanmu. Oke berkorban boleh, tapi jangan sampai mengorbankan masa depan juga. Lagian pada akhirnya orang yang bersalah yang akan bertanggung jawab. Sepandai-pandainya tupai melompat, akan jatuh juga. Kesalahanmu akan terungkap juga, dan pada akhirnya kau harus bertanggung jawab akan hal itu. Juga, jangan pernah balas dendam. Akan rumit hasilnya, kecuali jika balas dendam itu kamu bisa mendapatkan jodoh seperti Maru-Eungi muehehehe.

Seru sih drama ini. melodrama tapi enggak terlalu mellow, klise tapi tak terasa klise, so sweetnya dapat, persahabatannya pun ada. Alur yang cepat karena cerita ini ada beberapa kali loncatan waktu. Yah recommended drama kok. aku beri bintang 3 ¾ dari 5 bintang untuk drama ini. nice guy nice drama ^^.

THAT WINTER THE WIND BLOWS

Drama awal 2013 ini bergenre melodrama juga. Drama ini menceritakan seorang penjudi kelas bawah Oh Soo. Dia terlibat hutang yang begitu besar 7 milyar won, dan Dia hanya punya waktu 3 apa 2 bulan ya? aku lupa -,- ya intinya mah itu. jika tak bisa melunasinya Ia akan dibunuh. Pada suatu hari ada seseorang yang mencari Oh Soo dan memintanya untuk pulang karena Ayahnya meninggal. Ternyata Ayahnya itu adalah seorang pengusaha kaya raya. Namun Oh Soo yang Dicari sudah meninggal karena tabrakan. Oh Soo yang dicari merupakan teman dekat Oh Soo penjudi. Disebabkan Ia sedang butuh uang banyak, dan atas desakan temannya, Park Jinsung, Oh soo penjudi pun berpura-pura menjadi Oh Soo kaya. Ia pun muncul dihadapan keluarga itu. ternyata Oh Soo kaya mempunyai seorang adik perempuan bernama Oh Young yang buta dan sakit tumor otak yang hidupnya tak lama lagi. Oh Soo pun berniat menipu Oh Young. Namun ternyata mereka malah saling jatuh cinta.

Aku awalnya enggak begitu tertarik untuk menonton drama ini. begitu ada di salah satu televsi swasta, aku nonton tapi enggak begitu mengikuti. Begitu penayangan drama ini dihentikan tiba-tiba, Aku jadi penasaran dengan kelanjutannya, Akhirnya aku menonton drama ini.

Drama ini sangat mellow ya. alurnya agak lambat, dan banyak scene diamnya, namun walau begitu drama ini tak begitu membuat mengantuk. Sempat sih merasa mengantuk, tapi setelah itu ada adegan yang menarik dan segar kembali.

Enggak begitu banyak adegan menegangkan, paling hanyalah adegan Oh Soo yang dkejar-kejar, dan saat Oh Soo ketahuan kalau Dia menipu. Drama ini menarik karena chemistry antara Oh Soo dan Oh Young yang begitu kuat. Chemistry antara Jo Insung dan Song Hyekyo begitu bagus, seolah mereka benar-benar pasangan.

Akting Song Hyekyo Daebaaak! Benar benar seperti orang buta asli, dan Dia disini cantik banget. Aku juga suka sama aktingnya Eunji. Lucu saja melihatnya. Akting pemain lain pun bagus kok, tapi yang paling meninggalkan kesan ya Song Hyekyo.

Sempat khawatir enggak akan happy ending. Sempat takut kalau Oh Young meninggal, ternyata tidak. Fiuh syukurlah. Soalnya sedih juga kalau Oh Young meninggal. Aku benci  sesuatu yang sad ending. Endingya agak sedikit tak terduga karena Jinsung menusuk Oh Soo, tapi Aku mengerti sih. Ia melakukan itu karena jiwa keluarganya terancam. Alhasil terpaksa Ia melakukan itu, tapi pada akhirnya Insung juga menyelamatkan Oh Soo.

Dalam drama ini enggak ada karakter yang aku benci. Ada yang antagonis seperti sekretaris Wang, ibu tiri Oh Young, tapi Dia tidak benar-benar jahat. Ia memang sempat membiarkah ayah Oh young meninggal begitu saja, tapi rasa sayangnya pada Oh Young memang benar tulus. Paling yang jahat adalah Bos Kim, tapi Aku biasa saja sama Dia karena Dia tidak terlalu banyak muncul. Moochul pada awalnya jahat, tapi Akhirnya Dia menolong Oh Soo juga. Makanya aku sedih saat Moochul meninggal.

Drama ini sebenarnya bagus untuk ditonton kok. Drama ini cocok bagi pecinta melodrama, tapi berhubung aku enggak suka dengan alurnya yang lambat jadi enggak meninggalkan kesan mendalam. Hanya rame, ya sudah itu saja enggak lebih. Enggak sampai yang terbayang-bayang. Makanya Aku enggak bisa banyak berkomentar. Memang lumayan bikin nagih, tapi enggak begitu, tapi drama ini pastinya layak ditonton. Secara pemeran-pemerannya artis-aktor papan atas Jo Insung-Song Hyekyo. Ada si ganteng Kibum pula hehehe.

Sebenarnya enggak rugi kok nonton drama ini. Kalian akan terhibur dengan akting para pemain yang memang daebak. Ya 3 ½ bintang deh buat drama ini. Recommended nih buat pecinta melodrama dan Song Hyekyo ^^.

REPLY 1994

Drama berating tinggi ini menceritakan kehidupan para penghuni homestay sinchon di Seoul. Homestay itu dijalankan oleh orang tua Najung, dimana ayahnya merupakan pelatih baseball. Penghuni homestay ini ada enam orang yang berasal dari berbagai daerah. Mereka yang kebanyakan berasal dari daerah harus beradaptasi dengan kota besar Seoul. Drama ini menceritakan persahabatan, kisah cinta, dan juga tebak-tebakkan siapa suami Najung.

Aku menonton drama ini karena drama ini mendapat perhatian besar. Itu terbukti dengan rating tinggi dimana episode terakhirnya berhasil menembus 11,9%. Berhubung reply 1994 ditayangkan di tv kabel, rating sebesar ini sama saja dengan rating diatas 50% untuk tv nasional, karena tak semuanya mempunyai tv kabel. Rating tersebut merupakan rating tertinggi yang pernah didapat drama tv kabel Korea. Rating tinggi itu banyak dibicarakan para pecinta kdrama. Beberapa orang yang Aku tahu, emreka mengtweet tentang reply 1994, dan itu membuatku penasaran dengan drama ini. Selain alasan rating, alasan lainnya adalah sebagai BANA Aku ingin melihat Baro B1A4 berakting.

Aku suka drama ini. Drama ini enggak ada tokoh antagonis. Drama init uh benr-benar menceritakan kehidupan sehari-hari dan dekat dengan kehidupan sehari kita para mahasiswa. Ceritanya begitu masuk akal dan alami. Inilah salah satu kekuataan drama ini.

Drama ini juga seru karena kita menebak-nebak siapa suami Najung sebenarnya, sampai muncul Trash Team dan Chilbong Team. Sebelum menonton Aku sudah tahu suami Najung adalah Kim Jaejoon alias Trash Oppa. Saat menonton Aku awalnya bingung mau masuk tim mana, padahal Aku sudah tahu Trash team lah yang menang. Setelah menonton beberapa episode Aku memutuskan untuk masuk Chilbong Team. Mengapa? Aku suka cara Chilbong menunjukkan perasaanya pada Najung, dan Alasan lainnya karena Dia adalah second lead. Aku memahami perasaanya sebagai second lead *maklum pengalaman jadi second lead*. Ya rasanya itu pedih sob! Padahal Chilbong sudah baik tapi Najung hanya melihat pada Trash seorang, jadi mau enggak mau Chilbong harus rela Najung memilih Trash.

Walaupun begitu bukan berarti Aku enggak suka Trash. Aku suka. Siapa sih yang enggak meleleh dapat perhatian macam Trash. Trash itu perhatian tingkat tinggi, yaw ajar Najung meleleh. Aku yang nontonnya saja melting. Aku enggak mau masuk Trash team tapinya, soalnya Aku sebal dengan tipe cowok Trash. Perhatiannya itu suka bikin tanda Tanya, perhatian sebagai adik apa lebih? Tidak menegaskan begitu. Aku sebal sama tipe cowok kayak gitu, kan perih kalau ternyata perhatian yang Ia beri hanya sebagai teman. Untung Trash enggak. *oke maaf curcol lagi*. Ya jadi dapat disimpulkan alasanku memilih Chilbong Team karena alasan pribadi. #okesip.

Sebenarnya walaupun belum tahu siapa suami Najung, tapi sudah bisa tertebak sih kalau itu Trash. Najung dari awal sampai akhir tak pernah berpaling dari Trash. Dia selalu menyukai Trash. Sikap baiknya terhadap Chilbong hanyalah sebagai seorang sahabat, tak lebih. Najung tak pernah menyukai Chilbong. Padahal kan seru gitu ya kalau akhirnya Najung sama Chilbong. Kan seru jadi tak terduga, atau enggak kalau misalnya Najung tetap sama Trash, seharusnya Najung dibuat tertarik dulu sama Chibong, jadi penonton akan sulit menebak endingnya. #chilbongteamforever.

Memang terbaca sih endingnya, tapi SWnim nya pandai mentwist hati para penonton. Diepisode awal-awal seolah-olah Chilbong lah yang menjadi suami Najung. Itu membuat para chilbong team berharap kan. Sebal! But yeah aku senang kok kalau Najung berakhir dengan Trash. Teori Myungsoo di the heirs tak berlaku di reply 1994. Jika menurut  Myungsoo  cinta pertama takan berhasil, di Reply 1994 lain lagi. Cinta pertama itu berhasil.

Ya walau Trash sama Najung, sempat terhibur juga dengan epsode 19 dan 20 dimana Najung menemani Najung terus. walau singkat tak apa, lumayan pelipur lara, walau sehabis itu pahit. Saat Chilbong melepas Najung, disitu Aku nangis. Aku bisa merasakan emosi Chilbong yang sedih karena harus merelakan Najung. Aku mengerti sekali perasaanmu,Chilbong *pukpuk Chilbong*. Sempat merasa sedih juga karean Chilbong kesepian, tapi ternyata saat Dia di Amerika, teman-teman homestaynya sering mengirii e-mail padanya. Hal itu tentu saja menghiburnya.

Aku suka karakter Najung. Aku pengen kayak dia yang enggak jaim, dan bertindak semaunya, bebas. Aku juga sebenarnya enggak jaim, tapi Aku suka lihat sikon. Kalau Najung tak peduli, walau Dia sering mengucapkan kata-kata kasar sih -,- dan tentu saja aku tak boleh meniru itu.

Aku suka kisah persahabatan yang terjadi di homestay sincheon, ya kalau di Indonesia ini tuh kost-an, tapi mana ada yang ibu kostnya sebaik ibu Najung mau masakkin makan pagi,siang,malam, gratis pula. Persahabatan dan kekeluargaan begitu tercipta disini. Orang tua Najung sudah menganggap anak-anak yang di homestay mereka seperti anak sendiri. Orangtua para anak pun begitu percaya pada orang tua Najung. Mereka sesekali mengirim makanan. Jika sudah ada makanan dari orangtua mereka , mereka pun akan pesta makanan. Haitai dan Samcheonpo yang awalnya seing bertengkar, malah menjadi sahabat kental setelah tinggal beberapa bulan sekamar. Binggeure yang pendiam selalu tersenyum dan seringkali tersipu jika dapat perhatian dari Trash. Yoonjin penggemar Seo Taiji.

Yoonjin, Haitai, dan Samcheonpo seringkali bertengkar, tapi lebih sering Samcheonpo dan Yoonjin. Bahkan Samcheonpo pernah mengatakan “siapa pria gila yang mau menjadi pacarnya?”, dan pria gila itu adalah dirinya sendiri. Hahahaha, senjata makan tuan. Keputusan kecil yang Ia buat, yaitu menemani ibu Yoonjin saat di Seoul, membuatnya pacaran bahkan menikah dengan Yoonjin.

Aku sempat khawatir jika Binggeure adalah Gay seperti peran Hoya di reply 1997. Gimana enggak? setiap melihat interaksi antara Binggeure dan Trash seperti ada sesuatu. Trash memperlakukannya sangat baik, seperti adik, anak anjing, bahkan eu…. Gadis? Pada Binggeure. Untungnya tu terjawab di episode 17. Binggeure pada akhirnya berpacaran dan menikah dengan seniornya di kedokteran. Fiuh.. untung Baro enggak dapat peran Gay. Akting Baro sangat bagus. Dia tak kaku. Saat melihat Binggeure Aku tak melihat Baro sama sekali. Aku bahkan sepert lupa kalau yang memerankan Binggeure adalah Baro. Baro dan Binggeure adalah dua karakter yang berbeda, dan Baro sukses memerankan Binggeure dengan baik.

Sayangnya menurutku pemotongan akhirr episodenya pas gitu selesai. Enggak bikin kita penasaran dengan kelanjutan episode selanjutnya. Yang membuatku ingin terus menonton adalah karena penasaan dengan suami Najung, kisah persahabatan mereka, dan siapa istri dari Chilbong, Haitai, Binggeure? Haitai akhirnya menikah dengan cinta pertamana juga Aejeong, sedangkan Chilbong, hanya diperlihatkan selintas. Saat Ia membeli aya untuk dimakan bersama para penghuni homestay, Ia bertabrakan dengan seoang gadis. Gadis itu kehilangan sandal dan bingung. Gadis itu mencari dengan menyebut “ddal-ddal”. Penyebutan itu sama dengan saat Najung mencari sandal untuk Trash. Melihat itu Chilbong pun tersenyum. Akankah wanita itu yang menjadi istri Chilbong?

Untuk masalah akting, ya actor dan aktris korea tak usah diragukan. kdrama selalu total. Masalah akting pun tak main-main, walau ada beberapa drama yang para pemainnya harus belajar lagi, tapi untuk Reply 1994 so far akting para pemain sudah bagus. Akting Go Ara pun bagus memerankan Najung. Beda sekali dengan karakternya di drama No Limit. Go Ara pun menaikkan berat badannya untuk peran Najung. Benar-benar totalitas. Chemistry antara Jungwoo dan Go Ara pun bagus. Chemistry antara Go Ara dengan Yoo Yeonseok pun bagus, tapi bukan sebagai pasangan, tapi sebagai sahabat. Ya begitulah Chilbong dan Najung hanya jadi sahabat selamanya. Chemistry antara Kim Sungkyun dengan Dohee pun bagus. Lucu melihat mereka berpacaran. Terkadang Yoonjin banyak mengintimidasi, tap Samcheonpo tak mempermasalahkan hal itu.

Drama ini tentu saja layak direkomendasikan. Ceritanya simple bagus, tapi karena enggak begitu bikin penasaran, aku member 3 ¾ stars from 5 stars for this drama.

Ya itulah ketiga drama yang aku tonton selama 3 minggu Aku liburan. Semuaya punya daya tarik masing-masing dann seru untuk ditonton. Untuk yang aku baca, so far seru sih terutama Man from the star, tapi berhubung MFTS dan PM&I belum beres aku belum bisa komen. Untuk Good Doctor bagus kok jalan ceritanya. Banyak pelajaran kemanusiaan yang bisa didapat, tapi operasinya-operasinya gak bikin terlalu tegang. Aku juga suka dengan perkembangan karakternya. Pada akhirnya antagonnisnya jadi protagonist ehehe. Sayangnya jangan terlalu banyak berharap dengan love lifenya, enggak begitu dibahas. Kedua tokoh utamanya saja baru jadian di 2 episode terakhir. Dari segi cerita aku member 3 ½ bintang dari 5 bintang. Hal itu bisa saja naik jika Aku sudah menonton dan meihat akting para pemain. Namun Aku percaya kok kalau Joowon memerankan Park Shion yang autis dengan baik ^^.

Sorry for Typo, kalau ada kata yang kurang berkenan, dan maaf kalau ada curcolan. Thanks for reading. Oke, so see you next drama and FF muehehehe.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s