[REVIEW] Movie : Miss Granny

Jumat minggu lalu Aku berkesempatan untuk menonton fil Miss Granny di blitzmegapleex PVJ secara free. Kebetulan hari minggu sebelumnya aku memenangkan tiket dari kuis yang diadakan Ozrientalnya Oz Radio Bandung. Pememnang ada empat dan salah satunya Aku, sehingga aku berkesempatan menonton.

Sebelum mereview izinkan Aku curhat dulu ya. kalau enggak mau baca bisa diskip paragrafi ini. Demi mengambil tiket gratis seharga Rp 45.000,00, aku rela langsung dari kampus ke setrasari yang jaraknya jika dihitung dalam jam, Aku sudah bisa sampai Jakarta. Aku dari Jatinangor  sekitar jam 11.30. Aku mengejar jam tayang yang jam 3. Berhubung tempatnya sangat jauh, aku buru-buru. Perjuangan untuk mengambil tiket cukup melelahkan. Aku belumm ernah ke setrasari, aku hanya tahu jika setra sari berada disekitar jalan sutami. Berhubung aku sangat jarang sekali ke daerah sutami, aku tak tahu persisnya setra sari dimana. Aku pun mencari info ke internet dan teman-temanku. Akhirnya aku mendapat petunjuk, tapi tetap saja Aku masih agak sedikit tersesat. Seharusnya Aku sampai di Setrasari itu sekitar setengah dua siang, tapi karena dibawa petunjuk sesat mamang angkot sehingga Aku harus berjalan memutar Sukajadi, lalu ditambah nagkot setrasari lurusnya ngetemnya naudzubillah, dan juga Aku sempat salah jalan sehingga berputar gara-gara mengikuti google map yang ternyata sesat, alhasil Aku baru sampai Oz radio Bandung sekitar jam 2 siang. Aku pun harus berjalan cukup jauh hari itu karena Oz radio berada di daerah perumahan cukup elit yang sulit akses kendaraan umum. Untung PVJ tak jauh dari sutami, sehingga aku keburu untuk nonton yang jam 3. Saat kembali ke PVJ pun aku harus berjalan kaki karena macet. Sungguh melelahkan.

Miss Granny merupakan film dari negeri ginseng yang bergenre komedi, family, dan ada sedikit romance. Film ini menceritakan seorang nenek berusia 70 tahun, Oh Malsoon. Dia merupakan seorang yang ceria, mempunyai seorang anak lelaki yang sudah sukses menjadi seorang professor. Oh Malsoon pun memiliki dua orang cucu, tapi Dia mempunyai sedikit masalah dalam hubungannya dengan menantu yang memiliki penyakit jantung dan stres.

Suatu hari mennantunya itu mengalami serangan jantung. Cucu perempuannya menyalahkan Malsoon dan menginginkan Malsoon untuk dirawat dip anti jompo. Malsoon yang sedih pun pergi keluar untuk menenangkan diri, lalu tak sengaja saat Ia sedang merenung, Ia menemukan studio foto bernama “Forever Young”. Ia pun memasuki studio foto itu dengan niat berfoto untuk foto pemakamannya. Tak disangka saat Ia keluar dari studio foto tersebut, penampilan Malsoon pun berubah menjadi 50 tahun lebih muda. Ia pun merubah identitas dirinya menjadi Oh Doori yang berasal dari nama artis favoritnya Audrey Hepburn. Mendapat anugerah seperti itu, Doori tak menyiakan kesempatan. Masa mudanya dulu yang menyedihkan karena ditinggal suami saat masih muda dan mempunyai bayi, kini terbayarkan. Doori yang memiliki suara yang begitu indah pun menjadi vokalis dari sebuah band yang dipelopori oleh cucu lelakinya, Ban Jiha. Berkat suara indahnya, band Ban Jiha yang awalnya sangat buruk, bisa menembus sebuah TVshow. Saat Ia menjelema menjadi gadis berumur 20tahun, teman masa kecilnya yang juga menyukainya, tuan Park mengetahuinya. Doori pun menjelma menjadi seorang gadis muda yang cantik dan menarik. Banyak pria yang tertarik padanya termasuk produsernya dan cucunya sendiri.

Alasan aku ingin menonton film ini hingga bersusah payah untuk mendapatkan tiket gratis adalah seperti biasa alasan aku ingin menonton film atau drama adalah karena pemainnya. Alasan awalnya karena dalam film ini ada Jinyoung B1A4, dia disini berperan sebagai Ban Jiha. Walau Dia hanya sebagai pemeran pendukung, bagiku sudah cukup menyenangkan, karena aku bisa melihat akting dia, dan tak mengecewakan aktingnya. Aku tak melihatnya sebagai Jinyoung saat Dia menjadi Banjiha, tapi sosok Ban Jiha tak begitu melekat dalam diri Jinyoung. Lalu aku semakin tertarik setelah mengetahui jalan ceritanya yang tampaknya cukup seru, dan ternyata memang terbukti.

Film ini menarik dan menghibur bagiku. Kekuataan film ini ada pada ide cerita dan humornya. Banyak adegan yang membuatku tertawa terpingkal-pingkal. Ide ceritanya pun menarik dan unik. Alurnya pun terasa pas, tak terlalu lambat tapi tak terlalu cepat juga. Film ini berdurasi sekitar dua jam lebih, tapi aku sepanjang menonton film ini tak terasa ada adegan yang membosankan. Disini juga saya suka dengan ending yang tak terbaca akan seperti apa. Sebenarnya bisa ddiduga jika Doori akan kembali menjadi Malsoon, tapi tak diketahui bagaimana caranya, dan lagipula Malsoon sangat menikmati sebagai Doori.

Hal yang paling juara dari film ini adalah akting Shim Eunkyung sebagai Doori. Dia emainkan peran seorang nenek yang berpenampilan gadis berusia 20 tahun dengan apik. Tak terlihat jika tingkah lakunya adalah seorang gadis berusia 20 tahun. Shim Eunkyung benar-benar memainkan perannya dengan bagus. Tak terlihat perbedaan jiwa antara Shim Eunkyung dan Na Moonhee yang berperan sebagai Malsoon. Melihat aktingnya Shm Eunkyung membuatku terpikir jika mudanya Na moonhee adalah Shim Eunkyung. Aku benar-benar suka aktingnya dia disini. jempol banget deh buatnya.

Dari kelebihan, pasti ada kekurangan. Kekurangannya menurutku, aku tak begitu mendapat makna dari film ini. maksudnya Aku agak bingung kenapa juga Malsoon harus berubah menjadi Doori? Apa yang sebenarnya yang ingin disampaikan SWnim dengan ini Malsoon menjadi Doori? Selain itu chemistry antara Doori dan PDnya, Han Seungwoo kurang berasa. Romance diantara mereka terasa kurang pas, malah aku melihatnya Doori lebih cocok dengan Jiha. Jiha yang jatuh cinta begitu terlihat dibanding Seungwoo, tapi mungkin itu sifatnya Seungwoo. Aku pribadi kurang suka dengan kisah cinta antara Doori dan Seungwoo, karena itu sama saja dengan Seungwoo mencintai neneknya. Terasa aneh saja jika memikirkan hal itu.

But overall aku merasa enggak sia-sia kakiku yang lelah karena melangkah cukup jauh, kantongku terkuras karena ongkos Galunggung – Jatinangor – Setra sari – Sukajadi – Buah batu – Galunggung, karena film ini memuaskan bagiku. Aku sedikit suprising di akhir dengan kemunculan Kim Soohyun yang menjadi cameo. Dia berperan sebagai Tuan Park muda. Aku langsung teriak dan tertawa karena kegantengan Kim Soohyun tak cocok dengan Tuan Park. Film ini aku rekomendasikan untuk ditonton. Ceritanya ringan, tapi kuat dan unik, serta tak membosankan. Akting pemainnya juga bagus, terutama Shim Eunkyung, komedinya pun pas, momen sedihnya pun pas, walau aku tak menangis.

3,5 bintang dari 5 bintang untuk drama ini. selamat mencari drama ini di internet atau kota kembang 😀 kalau beruntung semoga masih ada di blitzmegaplex karena film ini tidak ada di 21 maupun XXI. Happy watching ^^.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s