[FF] Listen To Me

Title               : LISTEN TO ME PLEASE

Rate               : 13+

Genre             : ROMANCE *seperti biasa -,-*

main Cast     : D.O EXO (DO KYUNGSOO) DAN BANG MINAH GIRLS DAY

OTHER CAST   : kim ryeowook super junior

length           : One shot

Author          : ngarang bebasnya HANAN HANIFAH

Disclaimer   : walau Minah udah punya pacar, tpi aku tetep ngeship minah-kyungsoo wkwkwk *padahal mereka ga ada momen*. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING. GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Aku sangat merespect orang yang menghargai karya orang, SO, PLEASE DON’T COPY THIS FF AND PLAGIARISM THIS. Please ENJOY =D.

 

“Yo, stand by ya…. lima… empat… tiga… dua…satu… on air!”

“Saat dunia penuh keacuhan. Saat semua orang orang menutup telinganya, dan ketika hati terlalu penuh untuk memendam semuanya sendirian. Rasanya menjadi terlalu gila jika tak terungkapkan. Tenang saja, D.O is here untuk bikin hati kamu lega.Aku akan menemani kamu dari jam 12.00 malam sampai jam 2.00 pagi nanti.” D.O mulai membuka acara radio miliknya.

“Hari sudah mulai berganti. Ada yang masih belum tidur? Kenapa enggak bisa tidur? Apa gara-gara kepikiran sesuatu? Ingin mengungkapkan itu semua, tapi enggak ada yang mau dengar. Waduh gawat nih kalau kalian sudah seperti itu sampai enggak bisa tidur. Enggak sehat tuh! Makanya, telingaku sudah siap untuk mendengar semua cerita kalian. Bagi kalian yang merasa gila karena sudah memendam semua sendiri dan ingin dibagi, angkat sekarang juga telepon kalian dan tekan 0285611085. Aku tunggu sekarang ya. Sambil menunggu telepon dari kalian, aku mau putar sebuah lagu yang bikin malam kamu terasa tenang. I think I love by Jamie Cullum. Ditunggu teleponnya.”

Intro lagu pun mulai mengalun melalui udara. D.O melepaskan headphonenya dan menjauhkan mikrofon dari mulutnya. Ia langsung menghela nafas dan matanya tampak agak menerawang. Melihat itu produsernya mengetuk kaca studio siaran.

Gwaenchana?” Tanya Ryeowook khawatir. D.O menjawab dengan anggukan.

“Tadi pas opening suara kamu terdengar agak lemas. Aku tahu kamu lagi sedih habis putus dari Minah, tapi tolong jangan sampai berpengaruh dengan kualitas siaranmu. Pendengar tak akan mau tahu apa yang terjadi denganmu, arasseo?”

“Iya, Hyung. maafkan aku.”

Ryeowook mengacungkan jempol ke arah D.O. terdengar suara dering telepon. Tampaknya sudah mulai ada penelepon yang ingin berbagi cerita. Ryeowook langsung mengangkat telepon tersebut.

“Ya SBC Radio, D.O is here program.” Jawab Ryeowook pada sebrang telepon. “Ah ya, ingin cerita on air? Boleh, dengan siapa?”

Begitu mendengar jawaban dari sang penelepon, Ryeowook langsung terdiam kaget. Ia pun memastikan lagi dengan jawaban penelepon, dan sang penelepon meyakinkan Ryeowook. Setelah yakin, sorot mata Ryeowook berubah menjadi bersemangat.

“Oke, baiklah. Tunggu sekitar 2,5 menit lagi yaa. Nanti kalau sudah terdengar suara D.O menyapamu, barulah kau bicara.” Ryeowook memberikan arahan kepada penelepon.

“Kyungsoo, siap-siap sudah ada penelepon!” Seru Ryeowook.

“Siap! Siapa namanya?” Tanya Kyungsoo.

“Dengar saja nanti sendiri. Ingat suaramu jangan lemas ya!”

Kyungsoo mengangguk mengerti. Ia langsung memakai kembali headphone dan mendekatkan mikrofon ke mulutnya. Ia mengatur nafasnya untuk membuat emosinya stabil dan berdeham beberapa kali agar suaranya terdengar enak saat mengudara.

Ryeowook dibalik ruang kontrol tampak mengacungkan lima jari. Ia mulai menghitung mundur. Jarinya berkurang satu persatu dari lima ke empat, lalu ke tiga, kemudian ke dua, dan terakhir ke satu. Acara kembali dimulai.

“Ah tampaknya sudah mulai ada penelepon. Seperti biasa jika aku bilang ‘hallo, D.O is here’ dan kamu jawab dengan “Hi, D.O listen to me please!.”

hallo, D.O is here!”

“Hi, D.O listen to me please.” Jawab sang penelepon. Begitu mendengar suara penelepon, dahi D.O agak mengerut. Iya tampaknya mengenali suara sang penelepon, tapi Ia ragu dengan itu. Ia pun mengacuhkan hal tersebut.

“Telingaku sudah siap untuk mendengarkanmu! Ya dengan siapa ini?”

“Bang Minah.” Mata D.O langsung melebar. Ia terkejut dengan nama penelepon. Dugaannya ternyata benar. Pantas saja Ia sangat mengenali suara penelepon. Ternyata adalah mantan kekasihnya yang baru putus selama 12 jam. D.O langsung melotot pada Ryeowook sebagai bentuk protes. Ryeowook membalasnya dengan memalingkan muka sambil tersenyum licik. Rasanya D.O ingin menutup acara ini, tetapi Ia adalah seorang penyiar profesional. Siapapun pendengarnya harus Ia hadapi.

“Oh hai, Minah! Ada apa nih?”

“Aku sedang sedih, D.O.”

“Sedih kenapa? Ceritakan dong permasalahanmu. Aku siap mendengarkanmu.” Sahut D.O berusaha ceria. Ia tak ingin pendengar yang lainnya menyadari kecanggungan interaksi on air ini.

Minah tampak menghela nafas sesaat. “Aku baru putus sama pacar aku. Aku dengannya sudah bersama sejak tiga tahun lalu. Selama pacaran kami jarang bertengkar karena pacarku itu orangnya tak menyukai konflik. Banyak yang merasa aneh, kenapa aku tahan dengannya. Orang-orang melihatnya sebagai sosok yang dingin. Ku akui itu Dia memang dingin tapi aku tahu DIa menyayangiku. Dia menunjukan rasa sayang dengan caranya sendiri. Hanya aku saja yang tahu bagaimana caranya Dia menunjukan rasa sayangnya.”

Mendengar pengakuan Minah, mau tak mau membuat D.O tersenyum tipis.

“Lagipula, cuman dia yang bisa menyeimbangkan karakterku yang sangat aktif ini. Sebenarnya aku juga heran kenapa dia tahan sama aku? Padahal aku ini orangnya cerewet, lincah, haus perhatian dan manja.”

“Karena itulah kau apa adanya. Dia mencintaimu apa adanya dan dia merasa nyaman. Bagaimana pun sifatmu, Dia tetap ingin bersamamu karena Ia nyaman dalam mencintaimu.” D.O terkejut dengan apa yang baru saja Ia katakan. Di otaknya sama sekali tak tersusun kata-kata itu, bahkan tak ada keinginan untuk menyahuti cerita Minah. Hatinya lah yang telah bertindak semaunya.

“Benarkah?”

“Kalau dari sudut pandangku sebagai sesama pria tampaknya seperti itu. Dia tidak pernah memprotes masalah sifatmu itu kan? Dia selalu menerima apapun tindakan dan keputusanmu itu kan?” D.O menjawab seperti itu agar pendengarnya yang lain tak curiga, jika orang yang diceritakan Minah bukanlah dirinya.

“Benar juga… tapi masalahnya itulah penyebab kita putus.”

D.O mengerutkan dahinya. “Maksudmu?”

“Sudah setahun dia mempunyai kesibukan tersendiri. Ia sangat menikmati pekerjaannya tersebut. aku pun ikut senang atas pekerjaannya itu, namun karena itu, kami jadi jarang berkomunikasi. Sebulan sebelum kami putus hubungan kami bertambah buruk. Kami mulai jalan masing-masing, dan kami sering bertengkar. Aku memprotes kesibukannya dengan omelanku. Disitulah Ia mulai kesal dengan kecerewetanku dan tak mendengarkanku.”

Suara Minah mulai terdengar parau. “Sampai akhirnya tadi siang. Kami berdua bertemu setelah seminggu tak bertemu. Disitulah kami putus.”

“Kenapa kamu harus sedih dengan putusnya hubungan kalian? Kan kamu sendiri yang meminta untuk putus!” D.O mulai tak bisa mengendalikan diri. Ia mulai tenggelam dalam emosinya.

“Sebenarnya aku enggak benar-benar memintanya putus! Saat itu aku hanya bilang ‘kalau kita akhiri ini semua gimana?’ dan dengan bodohnya dia malah mengiyakan!” Saat menceritakan tersebut terdengar sekali jika dadanya terasa sesak. Ia mulai sesegukan.

“Padahal maksudku melontarkan kalimat itu, agar dia bertanya ‘kenapa?’ tapi dia malah mengiyakan begitu saja.”

“Dia tak bertanya kenapa, karena Ia sudah menyadari alasan kenapa hubungan mereka berakhir. Ia tak ingin menyakitimu lebih jauh. Percayalah Ia merasakan sakit yang sama, Ia pikir kamu memintanya putus memang agar kamu bahagia. Ia sadar selama kesibukannya itu Dia sudah menyakitimu. Jadi ia menyetujuinya dengan mudah, karena Ia pikir itu akan membuatmu bahagia.” D.O memberikan pembelaannya terhadap argument Minah.

“Sok tahu banget ya mantan aku itu? kata siapa aku lebih bahagia kalau putus! Padahal omonganku itu bukanlah sebuah ajakan, tetapi pertanyaan, pengandaian dan dia malah menganggapnya sebagai ajakan dan langsung mengiyakan dan pergi begitu saja! Bukan itu yang aku mau,bodoh! Mengapa ia tak bertanya ‘kenapa?’” Minah bercerita penuh emosional. Semua yang mendengar dapat merasakan hal itu.

“Mengapa kamu sangat ingin ia bertanya kenapa?” Heran D.O.

“Agar dia mau mendengarkan isi hatiku.” Lirih Minah. “Selama setahun belakang ini dia tak pernah mendengarkan isi hatiku, padahal aku selalu mendengar isi hatiya, tapi Ia tak pernah membiarkanku untuk mengutarakan isi hatiku. Ironis banget tahu enggak? Pekerjaan mantanku itu adalah mendengarkan isi hati orang, tetapi isi hati pacarnya tak pernah Ia dengar.”

Rasanya jantung D.O bagaikan tertusuk pisau yang amat tajam. Ia terkejut sekaligus merasa bersalah. Dipikir-pikir memang sudah lama sekali Ia tak mendengar isi hati Minah. Itulah sebabnya hubungan mereka merenggang.

“Kenapa kau tak bilang saja padanya untuk mendengarkanmu?”

“Dia tak ada waktu untuk melakukan itu. ketika kami bertemu, kami hanya membicarakan kesibukan masing-masing, kami saling berkirim pesan hanya untuk mengetahui kabar masing-masing. Aku menelepon kemari karena aku tahu Dia akan mendengarkanku di acara ini.”

Ryeowook mengetuk kaca. Ia menempelkan kertas yang bertuliskan “Tenanglah! Jangan terbawa emosi!”. D.O pun mulai menarik nafas dan mengatur emosinya.

“Minah-ssi. Berarti Dia merupakan salah satu pendengar setia acara ini, makanya kamu menelepon kemari. Nah mumpung dia mendengarkan acara ini, silahkan utarakanlah isi hatimu.”

Minah terdiam sesaat. Nampaknya Dia sedang mengatur emosinya agar tak meletup-letup. Kini suaranya mulai terdengar stabil kembali. “Baiklah, terimakasih D.O-ssi. Kyungsoo-ah, aku tahu kamu sibuk dan aku mengerti akan hal itu. sungguh aku mengerti akan hal itu. maafkan aku akhir-akhir ini aku terus menuntut perhatian, terus saja menuntut ingin bertemu denganmu, tapi tak merasa aneh kah kau dengan hal itu? padahal sebelum-sebelumnya aku tak pernah begitu. Aku tak pernah memaksa untuk bertemu setiap hari atau menuntut balasan pesanmu. Aku yakin kau merasa risih akan hal itu, tapi kenapa kau tak bertanya kenapa? Aku bertindak seperti itu karena aku merasa kesepian. Semenjak dua bulan lalu aku merasa teramat sepi. Kau sibuk dengan pekerjaanmu, teman-temanku sudah memiliki kesibukan masing-masing dan juga…”

Minah kembali terisak. Ia tampak kesulitan mengatakan hal selanjutnya. “Kau belum tahu ya,Kyungsoo? Orangtuaku akan bercerai. Ayahku meninggalkan rumah sejak dua bulan lalu, ibuku pun pulang kampung ke rumah nenek. Aku hanya bisa sendiri disini karena pekerjaan menyanyiku tak bisa kutinggal. Sejak itulah aku benar-benar kesepian. Tak ada yang mendengarkan ceritaku. Aku ingin bercerita hal ini padamu tapi kau tak bisa mendengarkanku.”

D.O terkejut mendengar hal itu. Ia baru tahu akan hal itu. Ternyata selama dua bulan terakhir ini, Minah menyimpan luka yang amat menyakitkan.

“Aku makin terluka karena hal itu. kau tak ada saat aku butuhkan. Rasanya aku ingin bisa mengatasi hal itu sendiri, tapi aku butuh teman bicara. Makanya aku menuntut perhatian dan intesitas bertemu. Aku ingin didengar olehmu. Hanya itu yang kubutuhkan. Didengarkan. Tadi siang aku berkata begitu agar kau bertanya kenapa aku bertindak seperti ini. jika kau bertanya aku bisa menceritakan semua yang kurasa dank au akan mendengarkanku. Pada akhirnya hubungan kita akan membaik, tapi yang terjadi malah sebaliknya. Mungkin cara aku salah, tapi yang kuinginkan adalah didengar oehmu. Maafkan aku atas keegoisan aku ini. maafkan aku juga karena aku tak mengerti kesibukanmu. Jika kamu memang ingin ini berakhir, kita akhiri saja” Setelah mengatakan itu semua, suara isakan terdengar dari diri Minah. Hal itu makin membuat D.O makin bersalah dan bersedih.

“Minah, maafkan aku.” Secara refleks D.O melirihkan kata itu.

Minah diam tak menjawab. Isakan tangis terus saja terdengar dari dia. Agak lama mendengar tangisan mereda dari dirinya. Setelah tangisannya reda, Minah menanggapi permintaan maaf D.O “Kenapa kamu yang minta maaf? Kau kan bukan Kyungsoo.”

D.O tersadar, Ia langsung meralatnya“Ah maaf. Maksudku itu lah yang seharusnya Ia katakan padamu.”

“Iya tak apa. Terima kasih D.O, sudah mau mendengarkanku.”

“Hatimu sudah lega? Kau sudah selesai bercerita?”

“Iya aku lega sekarang. kurasa sudah cukup.” Ujar Minah dengan nada kembali ceria. Ya tampak Ia sudah lebih lega sekarang.

“Syukurlah kalau begitu. Hm.. Minah, kalau boleh tahu kamu saat ini sedang berada dimana? Di rumah kah?”

“Aku sedang di bandara Gimpo.”

D.O terkejut mendengar itu. “Se…sedang a..pa.. ka-kamu disitu?”

“Aku mendapat tawaran untuk menjadi penyanyi di Osaka. Dulu aku sempat ragu untuk mengambil itu karena Kyungsoo, tapi karena aku sudah putus dengannya, aku memutuskan untuk mengambil pekerjaan itu. Dengan begitu aku bisa melupakannya dengan mudah.” Suara Minah terdengar sedih kembali. nampaknya berat baginya untuk berpisah Negara dengan Kyungsoo alias D.O.

“Ka-kamu berangkat jam berapa?” Seketika D.O langsung panik.

“Sejam lagi aku take off. Ya sudah terima kasih atas telinga mu D.O. annyeong.

“Jangan tutup dulu! halo? Minah… Minah jangan pergi! Kumohon! Tunggu aku disana! Aku akan kesana! Jangan pergi, kumohon!” Seru D.O panik. Dengan kilat Ia langsung berlari meninggalkan ruang siarannya menuju parkiran untuk mengendarai motornya menuju bandara.

Tak hanya D.O yang panik, Ryeowook pun ikut menjadi panik. Pasalnya, D.O meninggalkan acara siarannya begitu saja. Sudah pasti Ia dan D.O nanti akan kena amarah atasan mereka. Ia pun langsung mengambil alih acara siaran yang ditinggalkan D.O.

D.O menekan gas motornya dengan kekuatan penuh. Ia memacu motornya dengan begitu gesit. Sepanjang perjalanan pikirannya amat kalut. Ia merasa sangat bersalah. Akibat sikapnya sleama ini ternyata membawa potensi yang begitu besar Minah pergi dari dirinya. Ia begitu takut kehilangan Minah.

Beruntung, saat tengah malam jalanan cukup sepi sehingga I hanya butuh waktu lima belas menit untuk tiba di bandara. Sesampainya di bandara, Ia langsung berlarian kesana kemari mencari Minah. Suasana bandara tak begitu ramai tapi tak begitu sepi juga namun walau begitu agak sulit juga menemukan orang di tempat seluas itu.

Saat di daerah terminal tiga, pada arah jam sebelas, Ia meliha seorang wanita kecil dengan rambu panjang bergelombang sedang duduk. Wanita itu tampak sedang menunduk memperhatikan layar ponselnya. Berdasarkan postur tubuhnya, wanita itu terlihat seperti Minah.

“Minah!” Panggil D.O

Benar saja, wanita itu berdiri dan berbalik menghadap D.O. Minah terkejut akan kehadiran D.O di bandara.

“Kyungsoo? kau benar-benar meninggalkan siaranmu?” Tanya Minah kaget.

D.O tak menanggapi pertanyaan Minah. Ia langsung menarik Minah ke dalam pelukannya. Minah terkejut. Ia hanya diam saja. Tak membalas, tapi tak menolaknya. D.O membelai rambut Minah dengan lembut.

“Maafkan aku tak pernah mendengarkanmu. Aku tak tahu kau menyimpan luka yang menyakitkan. Maafkan aku tak ada disisimu saat kau membutuhkan aku. Maafkan aku karena dengan begitu saja mengiyakan perkataan dan tindakanmu. Aku memang egois. Maafkan aku.” Ucap D.O dengan mata berkaca-kaca. Penyesalan dan rasa bersalah amat menyelimuti dirinya.

Hati Minah menjadi luluh. Ia membalas pelukan D.O dan menepuk-nepuk punggung D.O dengan lembut. “it’s ok. Maafkan aku juga. Aku tak ingin membebanimu. Aku ingin mengerti kesibukanmu. Maafkan aku juga.”

“Tidak… aku yang harusnya benar-benar meminta maaf. Aku jahat sekali. Maafkan aku. Minah, kumohon jangan pergi… jangan tinggalkan aku. Ayo kita perbaiki ini semua.”

Minah langsung melepaskan pelukan D.O. “Siapa juga yang mau pergi?”

“Katanya tadi kamu mau ke Osaka?” Kini D.O jadi bingung sendiri.

Minah tertawa mendengar hal itu. “Hahaha, duh maafkan aku. Aku enggak nyangka saja kalau kamu benar-benar langsung kemari saat mendengar aku akan pergi. Sebenarnya aku hanya mengerjaimu saja. Aku ingin membuatmu panik dan khawatir. Makanya aku bilangnya sejam lagi, jadi kamu bisa menyelesaikan waktu siaranmu yang tinggal setengah jam lagi, setelah itu datang kemari. Ternyata kamu malah langsung kesini.”

D.O langsung memberikan lirikan tajam pada Minah. Mendapat lirikan tajam dari D.O yang agak menakutkan membuat Minah menjadi merasa bersalah dan takut.

“Ka-kamu… ma-marah ya? maaf…” Rajuk Minah dengan nada bersalah.

Sekarang giliran D.O yang tertawa. “Hahahaha, duh sudah lama sekali aku tak melihat kamu seperti itu. Aku enggak marah kok!” D.O menjitak lembut kepala Minah.

“Aduh…” Minah pura-pura cemburu.

“Bang Minah adalah Bang Minah. Keadaan apapun tetap jahil. Dasar! Aku rela meninggalkan siaranku demi kamu!” Gerutu D.O sambil mengacak-acak rambut Minah.

“Maafkan aku. Lalu kalau gitu nasib kamu gimana?” Tanya Minah penasaran.

“Paling aku akan mendapatkan SP, dan Ryeowook Hyung akan mengomeliku karena gara-gara aku Ia juga mendapatkan SP hehehe.” Jawab D.O santai.

“Aku jadi merasa bersalah. Maaf ya…”

“Terlalu kata maaf ya hari ini? sudah tak apa. Aku lebih baik dapat SP daripada kehilangan kamu.”

“Gombal!” Minah mencubit perut D.O. D.O pun meringis kecil.

“Kita mulai lagi ya,Minah?”

Minah mengangguk semangat, lalu memeluk pinggang D.O. D.O membalasnya dengan rangkulan dan membelai lembut rambut Minah. Mereka pun saling tersenyum bahagia.

—The End—

Saturday, 16 August 2014

6:07 PM

Ah ceritanya biasa aja ya? maaf. Maaf juga kalau pembawaannya jelek, soalnya aku nargetin sebelum masuk kuliah harus bikin satu FF. sebenarnya masih ada minggu depan, tapi aku takut ga ada kesempatan buat nulis. Jadi aku tulis sekarang deh. MIANHAEYO klo jelek, karakterisasi kurang, klo banyak typo, dan eyd jelek. GOMAWO udah baca. don’t forget untuk meninggalkan jejak yaaa ;;). TOLONG juga jangan mengcopy atau memplagiat cerita ini. Kritik sarannya ditunggu loooh. sampai bertemu di FF selanjutnya. Annyeong~

 

 

Iklan

16 thoughts on “[FF] Listen To Me

  1. Hua 😥 ….
    Sumpah chingu kamu buat aku nangis tahu 😥
    Ayo sekarang harus tanggung jawab!!
    BUATIN FF MINSOO YG ROMANTIS LAGI!! Hahahaha 😀 maksa ya??
    Haduh… Sumpah deh!! Aku nangis terlalu haru and romantis bingits :’)
    Chingu” emangnya Minah eonni pcran ma siapa?? 😦 g mungkin!!
    Andwae aku g setuju bgt!!
    Aku setuju bgt klo Minah Eonni sm Kyungsoo / D.O Oppa bkn sm namja lain.
    Hua… 😥 😥 soalnya aku MinSoo shipper!!
    Chingu kasih tahu donk!!
    Oh iya semangat ne figthing ^^!!
    Keep Writing nde!! :*

  2. Iya… kasian banget Minah Eonni 😥
    Harus LDRan 😦 klo aku g tahan
    Iya sih bisa aja g bertahan lama kayaknya hehehehe 😀 #plak
    Nde aku juga bakal tetep suport pilihan Minah eonni!!
    Pasti itu yang terbaik buat Minah eonni 🙂
    Nde cheonma chingu 🙂

  3. ini bagus ceritanya…, aku suka d.o -minah.., oh iya aku boleh izin re send ff ini ke blog kaistal gak ? trus aku ganti cast nya dengan kai-krystal, tenang aja…aku bakal sertain nama author asli nya kok ^^, sayang kalau ff sebagus ini gak di kasih kenal ^^

  4. Gyaaaa ❤ DA to the E to the B to the A to the K DAEBAK! Minah jail gih… Minah pacaran dgn homin terus si dio di rumorin pacaran ama sojin 😦 buatin FF MinSoo lagi,ne? keep writing thor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s