[REVIEW] DRAMA : IT’S OKAY THAT’S LOVE

Nambah lagi deh list drama di 2014 yang menarik hati, It’s okay that’s love.

IOTL merupakan drama bergenre romance, medical, comedy yang menceritakan Jang Jaeyeol seorang penulis dan penyiar yang tampan dan mengagumkan. Banyak wanita yang memuja-mujanya. Dibalik pesonanya itu Ia menyimpan sebuah luka dan trauma yang amat dalam mengenai keluarganya. Ia mempunyai rasa bersalah pada kakaknya Jang Jaebum yang tak mendapatkan keadilan karena telah dipenjara selama 11 tahun dengan tuduhan membunuh ayah tirinya. Suatu hari Jaeyeol bertemu denagn seorang psikiater Ji Haesoo yang dingin dan tak percaya cinta *ga juga sih, tapi ya semacam lah*. Haesoo memounyai traumatic sendiri mengenai cinta dan skinship sehingga setiap berpacaran Ia takut untuk melakukan skinship. Mereka bertemu dan berinteraksi dan mencoba menyembuhkan luka yang ada pada diri mereka masing-masing, tapi ternyata Jaeyeol menyimpan luka yang jauh lebih dalam dibanding yang terlihat di luar. Hal itu ditandai dengan kehadiran Han Kangwoo seorang anak SMA yang merupakan juga penggemar Jaeyeol.

Alasan aku menonton drama ini? sudah barnag tentu karena ada biasku tercinta, Do Kyungsoo <3. Aku ngin lihat aktingnya dia, dan its not disappointed, even its amazing! Selain itu ada Lee Kwangsoo dan para pemain utamanya yang menjanjikan. Secara yang main Jo Insung, gong Hyojin, Sung Dongil. Pemain papan atas. Selain itu dilihat dari sinopsisnya tampak menarik, dan ya memang benar, drama ini memang menarik.

Sudah lama ya enggak nemu drama yang semenarik ini. serius, drama ini bagus banget. Beda dari yang lain. Banyak pesan yang didapat dari drama ini. SW-nimnya dapat membawa kita untuk melihat tentang orang-orang yang memiliki kelainan jiwa dari kacamata lain, dan Ia menunjukkannya tanpa terlihat seperti merendahkan mereka. Pembawaan ceritanya amat rapi, dan alurnya pun pasti. Tidak terasa diburu-buru, baik di awal, tengah, maupun ending. Rasanya setiap menonton satu episode ke episode lain adalah sesuatu yang pasti.

Yang aku suka dari drama ini enggak ada tokoh antagonisnya. Hal yang diceritakan merupakan kejadian sehari-hari yang memang ada dan terjadi. kita tak dapat mengabaikan mereka yang memiliki kelainan jiwa. Mereka memang ada dan benar terjadi. lalu perkembangan hubungan Haesoo dan Jaeyeol yang terasa mengalir dengan alami dan keterbukaannya mereka. IOTL ini seperti reply 1994 yang memang sama-sama menceritakan kehidupan sehari-hari, tapi IOTL versi lebih dewasanya.

Drama ini memang agak berat dan agak mikir *apalagi buat aku*. Ada beberapa dialog yang harus aku ulang dan aku pahami benar-benar untuk mengerti maksudnya, bahkan adegan di episode pertama dimana Jaeyeol memberitahu jawaban dari pertanyaan Haesoo sudah aku ulang 3x tapi tetap saja aku masih agak kesulitan mengertinya *maapin aing emang lemot*. Selain itu drama ini juga menampilkan beberapa adegan dan percakapan yang cukup dewasa sehingga emang enggak cocok untuk dibawah umur. Aku saja yang berumur 20tahun agak risih dengan beberapa adegan dan percakapan, apalagi yang dibawah aku, namun untungnya semua itu dibalut dengan komedi yang baik sehingga tak teras seperti menggurui. Selain itu ada juga cerita tentang pasien-pasien Haesoo yang menambah bumbu drama ini menjadi menarik. walau sekilas tapi lumayan mendapat pengetahuan baru kok.

Jujur aku suka sekali dengan pesan yang dibawa. Kita jangan pernah memandang rendah seseorang yang “berbeda” dengan kita. Mereka yang memiliki penyakit jiwa pun umumnya sama seperti yang sakit fisik secara umum. Jangan perlakukan mereka dengan seenaknya. Sejatinya hampir 80% manusia itu mengalami sakit jiwa ringan. Jangan acuhkan mereka. Lalu jangan percaya dengan yang terlihat di permukaan seseorang. Kita tak tahu dalamnya seperti apa. Siapa tahu orang itu terlihat baik-baik saja, tapi sebenarnya Ia memiliki luka yang amat mendalam. Banyak yang memiliki kelainan jiwa yang terlihat baik-baik saja, padahal di dalamnya mereka amat sakit. Selain itu pentingnya juga berdamai dengan diri sendiri. Dengan memaafkan diri sendiri, kita takkan menyiksa diri sendiri dan dapat menerima kenyataan, dan juga jika memiliki permasalahan, punya uneg-uneg keluarkanlah. Ceritakan pada seseorang. Jangan memendamnya sendiri apalagi sampai bertahun-tahun karena itu tak sehat untuk jiwamu. Lihatkan? Pesannya begitu mendalam dan bagus. Benar-benar drama ini menceritakan sisi yang berbeda.

Di episode dekat akhir-akhir banyak sekali adegan yang begitu menyentuh. Rasanya itu seperti “aaah, aduh… jangan please… sedih niih”. Banyak yang tersentuh dengan adegan saat Kangwoo yang merasa sakit karena disiksa ayah tirinya, saat Kangwoo kesakitan saat tertabrak, saat Jaeyeol dan Haesoo harus putus, saat Jaeyeol putus asa dengan dirinya, dan masih banyak lagi adegan menyentuh lainnya. Pasti banyak yang menangis saat Jaeyeol dan Haesoo putus. Memang adegan itu menyedihkan dan menyentuh, tapi aku pribadi menangis saat Jaeyeol berpisah dengan Kangwoo. Asli itu air mata langsung ngalir gitu aja. itu sedih banget, so touching. Hiks hiks… walau banyak adegan menyentuh tapi drama ini tak terasa mellow atau lambat. Adegan-adegan tersebut dibawakan dengan baik dan terasa tegas lugas.

Chemistry antara Jo Insung dan Gong Hyojin daebak! Mereka seperti kekasih yang sesungguhnya. Tatapan mata yang penuh cinta, tingkah laku dan ucapan yang disesaki kasih sayang. Ah keren lah pokoknya. Maklum sih actor dan aktris hebat mereka. Chemistry mereka terlalu wow, pacaran beneran dong hahaha *geplak! Jo Insung udah punya pacar*. Chemistry antar pemain juga sama bagusnya, seperti chemistry antara Sung Dongil, Lee Kwangsoo, Gong Hyojin, dan Jo Insung sebagai teman serumah. Dimana mereka sering ribut tapi saling menyayangi.

Aku sangat suka hubungan antara Jaeyeol dan Haesoo. Mereka belajar memahami satu sama lain dan saling menyembuhkan luka masing-masing. Mereka pun begitu terbuka akan pikiran mereka masing-masing dan saling membaginya. Keterbukaan itu sering membuat mereka bertengkar, tetapi itu membuat hubungan mereka lebih baik dan berkualitas. Hal yang dapat dipetik lagi dalam suatu hubungan itu keterbukaan masing-masing pihak adalah hal yang penting. Komunikasi merupakan kunci dari hubungan. Komunikasi yang baik dapat membuah hubungan yang berkualitas dna itu terbukti pada mereka. Enggak usah ada konflik yang dramatis untuk memahami satu sama lain. Cukup saling mengutarakan isi hati masing-masing itu sudah membuat hubungan mereka ama t baik.

Kerennya drama ini tak lepas dari para pemain yang dapat memerankan karakter mereka dengan baik, and they are :

  1. Jang Jaeyeol. Penulis dan penyiar yang amat famous. Dia sudah tergolong sebagai selebritis. Memiliki wajah tampan, dan Ia sadar akan hal itu. Ia mampu memaksimalkan potensi yang Ia mampu. Banyak wanita yang terpesona. Haesoo menganggapnya sebagai playboy, tapi nyatanya Ia adalah seseorang yang setia. Terbukti saat bersama Pulip dulu Ia berpacaran hingga tiga tahun. Dia pun tahu cara memperlakukan wanita dengan baik. selain pintar merayu, tindakannya pun menunjukan kalau Ia memang mencintai wanita tersebut. Jaeyeol hanya suka tebar pesona. Akibat trauma disiksa ayah tiri Ia memiliki OCD, dan tanpa Ia dan orang-orang sadari, akibat traumanya dan rasa bersalahnya itu Ia memiliki skizofernia yang cukup parah. Ternyata lukanya jauh lebih dalam dari yang terlihat. Terlepas dari penyakit jiwanya itu, Jaeyeol itu tipe cowok idaman banget enggak sih? Haahahaha
  2. Ji Haesoo. Seorang psikiater. Dia berasal dari keluarga miskin dan ayahnya yang sakit lumpuh dan kemunduran fungsi otak. Dia mempunyai trauma terhadap ibunya yang berkhianat, sehingga Ia akan marah-marah jika berhadapan dengan ibu-ibu. Dia juga takut untuk melakukan skinship. Dia sosok yang dingin, tegas, dan senang menjadi perhatian. Kalau sudah marah bsa meledak, dan dia sering seenaknya. Awalnya tak tertarik dengan Jaeyeol, tapi lama-lama Ia terjerat juga dengan pesona Jaeyeol. Gong Hyojin ini pinter ya milih drama, dari 3 drama yang pernah aku tonton, menurutkua enggak ada yang gagal, menarik semua. Perannya di IOTL ini cukup berbeda yang diabnding sebelumnya di Pasta dan Master Sun. di Pasta dan Master Sun karakternya hampir mirip dimana sebagai cewek yang agak pecicilan, konyol sedangkan di IOTL dia merupakan sosok yang tegas.
  3. Jo Dongmin. Seorang psikiater juga yang merupakan seniornya Haesoo. Ia merupakan teman serumah Jaeyeol dan Haesoo. Sosok Psikater yang handal tapi memiliki emosi yang tinggi. Cepat marah tapi cepat reda juga. Pemanas sekaligus pencair suasana juga. Terkadang berwibawa dan bijaksana, tapi sering juga kekanak-kanakan. Sosok teman yang baik.
  4. Park Sookwang. Sama seperti Dongmin, Ia juga Teman serumah Haesoo dan Jaeyeol. Sookwang merupakan pasien dari Dongmin. Ia memiliki Tourrete syndrome. Ya seperti biasa, Lee Kwangsoo selalu memerankan tokoh yang konyol, kekanak-kanakan. Akibat penyakit yang ia miliki Ia sulit menjalin hubungan. Tak sedikit yang menolak cintanya atau memutuskannya setalh tahu penyakitnya. Dia suak bercanda walau kadang keterlaluan, dan dia merupakan teman yang care. Dia selalu memberikan dukungan terhadap teman-temannya yang mengalami kesulitan. Dia mengagumi Jaeyeol untuk masalah asmara. Dai selalu meminta tips dari Jaeyeol untuk urusan percintaan.
  5. Han Kangwoo. Siswa sma yang merupakan penggemar Jaeyeol. Dia pertama kali bertemu denagn Jaeyeol 3 tahun lalu saat Jaeyeol ditusuk Jaebum. Sosok yang polos dan menyenangkan. Layaknya siswa sma biasa, Ia juga sedikit nakal dan malu-malu saat bertemu wanita yang Ia sukai. Ia pun sama seperti Jaeyeol sering disiksa ayah tirinya. Awalnya Ia tak bisa melawan, tapi karena Jaeyeol mengajarkannya dan mendukungnya, Kangwoo pun mencoba melawan ayah tirinya. Kangwoo pun tinggal di tempat yang sama seperti tempat tinggal Jaeyeol dulu. Kangwoo juga menulis novel dimana novel itu menceritakan masa lalu Jaeyeol. Wajar saja Kangwoo seperti itu, karena dia merupakan sosok imajiner Jaeyeol yang merupakan bentuk refleksi dirinya. Kehadirannya memang hanya sesekali, tapi Ia merupakan kunci dari drama ini. KYAAAA ACTOR DO!!! U DID IT! Kyungsoo gue, sukses banget meranin Kangwoo ini. aku tak melihat sosok D.O dalam Kangwoo. Mereka adalah sosok yang berbeda. Seriusan akting D.O keren banget. Aku juga bisa merasakan kesedihan yang Ia alami. Do Kyungsoo jjang!
  6. Jang Jaebum. Kakak dari Jaeyeol. Ia mengalami ketidakadilan karena dipenjara akibat hal yang tak pernah ia lakukan. Saking stresnya rambutnya berubah menjadi putih. Ia seperti anak yang kurang kasih sayang ibunya. Ia memang Bengal, tapi ia merupakan sosok yang baik hati dan mencintai ibunya walau ia juga merasa tersakiti karena ibunya. Ia kaar pada Jaeyeol tapi sebenarnya Ia menyayangi Jaeyeol.
  7. Ahn Sonyeo. Seorang siswi sma yang memiliki kelainan jiwa sehingga ia melakukan kenakalan remaja. Sosok yang Bengal dan terlihat matrealistis. Dia merupakan gadis yang disukai Sookwang. Awalnya Ia tak tertarik dengan Sookwang, tapi saat Sookwang menyerah, Sonyeo pun luluh dan berbalik mengejar Sookwang. Ia merupakan gadis yang tak mempermasalahnkan penyakit Sookwang dan mau menerima Sookwang apa adanya.
  8. Lee Youngjin. senior Haesoo sekaligus mantan istri Dongmin. Psikiater handal juga, penasehat yang baik walau Ia juga kurang bisa mengontrol emosinya dengan baik. agak sulit akrab dengan orang lain. Sebenarnya Ia amsih mencintai Dongmin, tetapi Dongmin sudah memiliki istri dan anak. Sampai sekarnag berteman bak dengan dongmin, bahkan seringkali bertengkar hal yang tak penting.
  9. Ibu Jaeyeol. Ibu yang baik hati dan keibuan banget lah. Dia juga memiliki trauma sehingga harus tidur di ruang terbuka. Dia juga merupakan kunci dari luka yang dialami Jaeyeol. Dia mengalami disosiasi dimana pikirannya memisahkan yang nyata dan tidak nyata padahal itu adalah nyata. *eh bener ga?*
  10. Yang Taeyeong. Editor sekaligus sahabat Jaeyeol. Dekat dengan keluarga Jaeyeol. Dia pernah berkhianat pada Jaeyeol karena Pulip, tapi pada akhirnya dia menyesalinya, dan minta maaf pada Jaeyeol. Sosok teman yang baik juga, dia sangat perhatian pada keluarga Jaeyeol. Dia amat sedih saat tahun Jaeyeol mengidap skizofernia.

Judulnya sangat cocok untuk drama ini. “gwaenchana, sarangiya”, “Gapapa, namanya juga cinta.” walau sekurang apapun kita, sesalah apapun kita, karena cinta kita termaafkan, karena cinta kita berhak merasa bahagia. Karena cinta bisa membuat segalanya jadi lebih baik #haseeek.

Sulit menemukan kurangnya dalam drama ini. semuanya terasa amat apik, rapi, dan terstruktur. Jalan ceritanya berbeda dari kebanyakan drama lain. Ya paling yang aku enggak suka dari drama ini adalah tentang hubungan dan seks bebas mereka saja karena mereka menganut gaya hidup bebas ala barat. Itu saja paling aku merasa terganggunya. Overall drama ini menarik dan wajib untuk diikuti kalian para pecinta kdrama. 4 ¼ bintang dari 5 bintang untuk drama ini. drama ini serius keren banget. Kalian harus tonton, tapi tidak dianjurkan untuk yang dibawah umur karena selain dramanya cukup berat, ada adegan dan percakapan yang tak kalian lihat.

Selamat mendapat sudut pandang baru! enjoy It’s okay that’s love!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s