[FF] Kesalahan

Title               : KESALAHAN

Rate               : 13+ AJA KOK

Genre             : ROMANCE, FLUFF lah apa lagi klo tentang kaistal

main Cast     : KIM JONGIN (KAI EXO) , JUNG SOOJUNG (KRYSTAL F(X))

OTHER CAST   : KANG SEULGI RED VELVET

length           : One shot

Author          : HANAN HANIFAH hadir lagi

INSPIRED        : dulurku terkasih,ANATOMI

Disclaimer   : Ini idenya terlintas begitu saja. Awalnya aku sedang berusaha membereskan ceita chendy tapi stuck, dan ada satu ff lain tapi sama belum bere juga, eh tba-tiba malah kepikiran ini. ya udah mumpung ada ide langsung aku tulis. Biar kekejar juga targetku. Sebenarnya aku lagi banyak tugas, tapi saking banyaknya aku gatau tugasnya apa saja, jadi daripada nganggur, aku tulislah cerita ini. NO BASHING. GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Aku sangat merespect orang yang menghargai karya orang, SO, PLEASE DON’T COPY THIS FF AND PLAGIARISM THIS. Please ENJOY =D.

 

 

“Soojung!” Jongin merentangkan tangannya untuk mencegat langkah Soojung. Soojung melirik Jongin ketus.

“Kamu masih marah? Sms, kakaotalk enggak dibalas. Telepon pun tak kau angkat.” Tanya Jongin dan telrihat jelas raut wajahnya panik karena hal ini.

Soojung melipatkan tangannya di dadanya “Kamu sudah sadar belum apa kesalahan kamu?”

“Ya ampun kamu marah dari kemarin sampai sekarang hanya gara-gara aku enggak mendengarkan ceritamu?”

Soojung menghela nafas kesal. “Heol! Kamu belum sadar juga ternyata. Sampai kamu belum sadar apa kesalahan kamu, jangan hubungi aku!” Ultimatum Soojung tak main-main. Iya mengatakannya dengan penuh kemantapan dan kilatan kesal di mata.

“Lah? Memangnya salahku apa lagi sih? Soojung masa kayak gitu saja kamu marah? Soojung! Soojung!” Soojung mengacuhkan panggilan Jongin. Ia terus melengos pergi tak mempedulikan teriakan Jongin. Jongin yang kesal menendang udara kosong sert mengacak-acak rambutnya sebagai tanda frustasi.

Jongin pun pergi ke kantin untuk memesan minuman sekaligus untuk berpikir. Sungguh, ia tak tahu apa salahnya? Ia hanya tahu saat kemarin Soojung sedang bercerita, tiba-tiba saja Soojung marah. Wajar sebenarnya Soojung marah, karena saat Soojung bercerita, Jongin sedang bermain games sehingga Ia tak fokus, tapi jika hanya karena itu tak seharusnya kan Soojung marah hingga seharian? Hah, wanita memang sulit dimengerti!

“Hei! Kok muram amat sih?” Sapa Seulgi yang tiba-tiba kini sudah duduk dihadapan Jongin.

“Kelihatan ya mukaku muram?” Tanya Jongin.

Seulgi tertawa mendengar pertanyaan Jongin. “Hahaha iyalah. Muka ditekuk terus tatapanmu tampak kusut sambil terus menerus mengaduk-aduk jusmu tak jelas. Kenapa sih?”

Jongin menghela nafas. “Soojung marah, tapi aku engga ngerti kenapa dia marah sampai segitunya.”

“Ya tanya dong ke dia, kenapa Soojung marah ke kamu.” Sahut Seulgi sembari menyeruput cappucinonya.

“Masalahnya dia menyuruhku untuk mencari tahu sendiri kesalahanku dimana. Kan aku bingung! Coba, masa hanya karena aku enggak mendengarkan ceritanya, dia marah seharian?!”

Seulgi mengerutkan keningnya. “Enggak mungkin ah! Soojung bukan tipe orang kayak gitu.”

“Nah maka dari itu,Seulgi! Aku tak mengerti!” Jongin menyedot jusnya dengan penuh emosi.

“Pasti bukan hanya karena itu. Rinci ceritanya dong apa yang sebenarnya terjadi.”

“Jadi Begini….”

Kemarin Jongin dan Soojung berjanji untuk bertemu di coffee shop yang biasa mereka kunjungi. Entah sudah berapa jam mereka berada ditempat itu, tapi tak terdengar suara dari mereka berdua. Jongin semenjak datang hanya terfokus pada layar laptopnya. Tangan kirinya sibuk berpindah dari satu keyboard ke keyboard lainnya, sedangkan tangan kanannya sibuk mengarahkan pointer menggunakan mouse. Jongin yang sedang asyik bermain games, membuat Soojung mencoba menyibukkan diri dengan ponsel, sambil sesekali Ia mencoba membaca novel yang baru saja Ia beli. Awalnya Soojung mencoba bertahan dengan suasana sunyi itu, tapi lama-lama Ia tak tahan. Ia pun mencoba mengalihkan perhatian Jongin.

“Eh pindah tempat yuk, sesekali cari udara segar. Kita ke taman.” Ajak Soojung manja. Jongin tak menjawab. Matanya tetap fokus pada layar dan tangannya tampak sibuk sekali.

“Jongin! Kita ke taman yuk!” Jongin tak bergeming sedikit pun. Soojung pun akhirnya agak berteriak.

“JONGIN!”

Akhirnya Jongin tersadar. “Ah iya, apa Soojung?”

“Ke taman yuk. Bosen nih disini mulu!”

“Bentar dulu ya. Nanggung nih. Habis level ini aku kalahkan rajanya dulu, habis itu kita pergi.” Jawab Jongin tanpa menatap Soojung.

Soojung mengerutkan bibirnya. Ia mengatur nafasnya, dan mengusap-usap dadanya. Mencoba bersabar. Ia mencoba mengalihkan perhatian Jongin dengan ceritanya.

“Eh tahu enggak? Tadi aku bertemu Jiyoung. Dia bawa hamster-hamsternya. Hamsternta itu sangat menggemaskan. Kecil-kecil bulat gimana gitu. Hamsternya itu ternyata baru punya anak, jadi koleksi hamsternya bertambah banyak. Dai berencana mau memberiku satu, tapi aku bingung…” Soojung bercerita dengan semangatnya, namun Jongin hanya menanggapinya dengan dehaman dan anggukan tak jelas. Melihat tanggapan Jongin yang seolah tak mendengarnya bercerita, membuat Soojung kesal.

“Kamu mendengarkanku cerita enggak sih?” Tanya Soojung.

“Dengar kok.” Angguk Jongin dengan tangan sibuk menggerakan mouse.

“Apa?”

“Hamster kan?”

“Hamster siapa?”

“Eu…. Hamsternya… Jiyoung!”

“Hamsternya kenapa?”

Jongin mulai kebingungan. “Hm… mati kan?”

Soojung berdecak kesal. Soojung menatap Jongin tajam, namun Jongin tak menyadarinya karena Dia pandangannya terus tertuju pada layar laptop. Jongin sedang terkonsentrasi penuh pada permainannya.

“Kalau kamu kayak gini, buat apa kita ketemu?” lirih Soojung. Soojung yng terlanjur kesal akhirnya memutuskan untuk menekan tombol restart laptop Jongin. Jongin yang sedang bermain, kesal karena permainannya tiba-tiba terhenti.

“YA!!! Soojung! Apa yang kau lakukan!!!” Teriak Jongin Kesal.

“Kamu marah?” Tanya Soojung ketus.

“Iyalah! Susah tahu buat sampai level itu! aku tuh tadi tinggal mengalahkan rajanya dan tiba-tiba kamu restart laptopku. Aku harus mengulanginya lagi! Aaah!” Jongin menendang meja dengan kesal.

Soojung berdiri dari tempat duduknya. Ia berkacak pinggang dan menatap Jongin dengan penuh amarah. “Hei! Harusnya aku yang marah! Bukan kamu!”

“Lah kenapa kamu harus marah? Wajar dong kalau aku yang marah!” Protes Jongin sambil ikut berdiri dari tempat duduknya.

“pikir saja sendiri! Sudah sana kencan saja dengan laptop!” Seru Soojung sambil pergi meninggalkan Jongin bersama laptopnya.Jongin un hanya bisa melongo kebingungan melihat sikap pacarnya itu.

Seulgi mengangguk-angguk mendengarkan cerita Jongin. Setelah selesai, Seulgi tertawa. “Hahahaha. Dasar kau bodoh!”

“Lah bodoh kenapa?” Jongin makin kebingungan akan salahnya setelah melihat reaksi Seulgi.

“Sekarang aku mau tanya, sebelum kalian bertemu kemarin, kalian terakhir ketemu kapan?”

Jongin melirik ke atas. “hm… kapan ya? sekitar 2-3 minggu yang lalu lah.”

“Terus kamu sama Soojung diam disitu selama berapa lama?”

“Ya sekitar tiga jam lah.” Sahut Jongin santai.

“Dan selama kalian bertemu kamu asyik main games.”

Jongin mengangguk mengiyakan.

Seulgi pun langsung menggeleng-gelengkan kepalanya. “Ya wajarlah dia marah, memang kamu yang salah.”

“Lah aku salah apa sih sebenarnya?”

“Soojung segitu sudah sabar loh. kamu beruntung! Coba kalau aku yang jadi dia, pasti aku sudah ngamuk-ngamuk sama kamu.”

Jongin tampak belum mengerti dengan maksud Seulgi.

“Dasar pria enggak peka ya?! ckckck” Decak Seulgi heran. “Jongin kamu sadar enggak sih? Dengan kamu bermain games saat kalian lagi berdua, hal itu sudah membuang waktumu bersama dia. Quality time kalian berkurang jadinya.”

“Tapi masa cuman karena itu?”

“Masalahnya, kamu dan dia sudah lama tak berjumpa. Saat berjumpa pastinya kan ingin kangen-kangenan. Menikmati waktu berdua yang benar-benar berkualitas. Bukannya malah asyik sendiri-sendiri.”

Jongin menepuk jidatnya. Ia tersadar akan kesalahan yang Ia buat. “Astaga! Kenapa aku enggak sadar akan hal itu? duh bodoh aku! Haish.. terima kasih Seulgi atas pencerahannya.” Jongin langsung beranjak dari kursi dan berlari untuk menemui Soojung, namun tak lama kemudian Ia kembali ke tempat Seulgi.

bye the way, apakah kau melihat Soojung?” Tanya Jongin.

“Barusan sih aku bertemu di ruang latihan. Kalau sekarang enggak tahu.”

Gompta, Seulgi-ah!” Pamit Jongin terburu-buru. Seulgi pun tertawa-tawa melihat sikap Jongin.

Jongin berlari menuju ruang latihan. Begitu membuka pintu, Ia melihat Soojung sedang sendirian. Tampak Soojung sedang duduk dilantai bersender pada kaca. Matanya tampak terpejam dengan lutut menekuk. Ditelinganya terpasang headset. Soojung tampaknya sedang menikmati sebuah lagu.

Jongin langsung ambil posisi disebelah Soojung. Dia mengambil headset di telinga kanan Soojung dan memasangkan headset tersebut ditelinganya. Soojung pun membuka matanya, dan tersadar akan kehadiran Jongin. Soojung berniat berdiri, namun ditahan Jongin.

“Aku baru juga tiba, kau sudah mau pergi lagi.” Soojung pun menurut. Ia kembali duduk.

“Ayo kita dengarkan lagu ini bersama-sama.”

“Tunggu dulu!” Soojung merubah posisi duduknya menjadi berhadapan dengan Jongin. “Kau sudah sadar apa kesalahanmu?”

“Basa-basi dulu lah, jangan langsung ke inti!” Rajuk Jongin manja sambil memegang bahu Soojung.

Soojung menepis tangan Jongin. “Enggak mau! Aku mau langsung ke inti!”

“Iya-iya…” Jongin mengalah. Jongin mengambil nafas dan dihembuskannya. “Iya aku akui, itu aku yang salah. Wajar kalau kamu marah. Enggak seharusnya saat kita ketemu aku malah asyik sendiri. Malah main games. Mianhae Soojung-ah.”

Tatapan Soojung pun melunak. Dengan lembut, Ia memegang tangan Jongin. “Akhirnya kamu sadar. Jongin, aku enggak akan marah hanya karena kamu enggak mendengarkan ceritaku. Aku enggak akan marah hanya karena kau bermain games. Aku marah karena kamu enggak menghargai kehadiran aku disana. Kamu enggak menghargai kebersamaan kita yang susah banget didapatnya.”

“Iya aku tahu. Maafkan aku. Aku biasanya tak seperti ini. Aku baru dapat games baru dari Sehun, dan gara-gara itu akhir-akhir ini aku keranjingan untuk main sampai tak peduli sekitarku. Aku memang salah.” Lirih Jongin. Dari nadanya terdengar jika Ia benar-benar menyesal.

“Aku enggak masalah kalau pas kita ketemu kamu main games, tapi itu kalau kita ketemu setiap hari. Masalahnya kita ini jarang ketemu. Susah banget atur jadwal buat ketemu ditengah padatnya jadwal kita. Makanya sekali kita ketemu, aku benar-benar ingin kita menikmati waktu kita berdua. It’s so hard to take quality time with you, tapi begitu ada kesempatan, kamunya malah asyik sendiri. Itu rasanya seperti sama saja kita tak bertemu. Makanya aku kecewa dan marah.”

Jongin mengelus-elus rambut Soojung. “Iya maaf-maaf. Tapi kenapa sih kamu enggak langsung kasih tahu saja apa salahku? Aku kan kelimpungan bingung sendiri.”

“Biar kamu sadar atas keinginan kamu sendiri, jadi kamu enggak akan mengulangi lagi. Kamu kan kalau bukan kamu yang sadar, pasti bakalan keulangi lagi.” Sahut Soojung sambil sedikit memajukan bibirnya.

You know me so well! Jangan bersikap seperti itu. kau sangat imut saat seperti itu membuatku ingin memelukmu” Jongin langsung memeluk erat Soojung karena gemas akan sikap kekasihnya itu. Soojung pun hanya tersenyum atas sikap Jongin. Secara mengejutkan Jongin mengecup kening Soojung. Muka Soojung langsung memerah.

“Ya!!” Seru Soojung yang salah tingkah. Jongin pun hanya menjulurkan lidahnya.

“Bayar hutang yang kemaren yuk, kita dengarkan lagu berdua saja.” Jongin menepuknepuk lantai disebelahnya agar Soojung duduk disebelah situ.

“Bukannya kamu ada latihan ya?”

“Baru mulai setengah jam lagi kok. lagipula enggak apa-apa lah bolos latihan barang setengah atau sejam hehehe.”

“Dasar!” Soojung memukul lengan Jongin manja. Soojung duduk disebelah Jongin. Jongin memasangkan headset telinga kiri Soojung, sedangkan yang satunya lagi terpasang ditelinga kanannya. Soojung menyenderkan kepalanya di bahu Jongin. Mereka pun menikmati quality time mereka sambil mendengarkan lagu tanpa terganggu oleh apapun.

—The End—

Sunday, October 26, 2014

02:33 PM

Hahahahah beres dalam waktu singkat. Ini aku terinspirasi dari anatomi beberapa bulan lalu. Waktu itu lagi libur semester ganjil ke genap, kita lagi ngumpul tapi yang anak-anak cowoknya malah sibuk main games, sehingga waktu kebersamaan kita berasa kurang. akhirnya salah satu dari kami mematikan paksa laptop mereka saat mereka sedang bermain games. Yang cowok-cowok pun pada marah gara-gara lagi asyik malah dimatiin *eu yang cewek juga ada yang marah seorang karena dia juga maniak games*, tapi kita marahnya cuman sebatas kesel aja abis itu baik lagi dan sadar klo kita itu jarang ketemu dan susah jadi harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Alhamdulillah aku bisa menyelesaikan targetku sebulan satu ff. bulan September kemaren yang chanyeol, yang oktober kekejar juga ternyata. Doakan ya moga November sempet dan bisa nulis cerita baru. semester 5 ini padatnya luar biasaaaa. duh maaf ya kalau ceritanya agak geje gimana gitu. MIANHAEYO klo jelek, karakterisasi kurang, klo banyak typo, dan eyd jelek. GOMAWO udah baca. don’t forget untuk meninggalkan jejak yaaa ;;). TOLONG juga jangan mengcopy atau memplagiat cerita ini. Kritik sarannya ditunggu loooh. sampai bertemu di FF selanjutnya. Annyeong~

 

Iklan

2 thoughts on “[FF] Kesalahan

  1. Tor gue suka banget. Ini ff teen bnget drii segi bahasa. Alur nya juga pas. Dan adegan” romantiiisnya jga teen light bnget deh hahhhaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s