[REVIEW] My Lovely Girl, Tomorrow Cantabile

Saat ini aku sedang liburan sesungguhnya, tapi aku sedikit kesulitan untuk mencuri waktu untuk menulis karena aku seringkali berebut lappy dengan kakakku yang kedua, dan juga saat aku dihadapan lappy Ia juga kadang suka kepo dengan apa yang kukerjakan, sehingga membuatku tak nyaman saat menulis, karena aku tak suka saat menulis dilihat orang lain. jadi untuk review an kali ini aku langsung membahas dua drama, My Lovely Girl dan Tomorrow Cantabile.

My Lovely Girl

Sebenarnya drama satu ini sudah selesai dari ya sekitar November kemaren, tapi ya aku baru bisa memberi pendapatku sekarang dan tampaknya tidak akan banyak yang akan aku tulis.  Jadi yuk langsung saja, check this out.

My Lovely Girl sebuah drama bergenre romansa dengan sentuhan music yang menceritakan tentang Lee Hyunwook yang merupakan seorang produser dan penulis lagu handal. Sudah 3 tahun ini Ia berhenti dar pekerjaannya karena Ia berduka setelah kehilangan kekasihnya Yoon Soeun. Dia dihinggapi rasa bersalah karena kematian diakibatkan kesalahannya. Lalu Ia mendengar kabar kalau adik Soeun, Yoon Sena mengalami kesulitan setelah kakaknya meninggal. Sena pun mengalami kesedihan yang sama. Sampai akhirnya mereka bertemu dan dari pertemuan itu Hyunwook mengetahui jika Sena ingin menjadi penulis lagu. Hyunwook pun membantu Sena dengan cara menerima tawaran ayahnya untuk menjadi CEO ANA Entertaiment, setelah sebelumnya menolak terus menerus. Pada akhirnya mereka saling jatuh cinta, tapi masalahnya apakah Sena akan menerima Hyunwook jika mengetahui kalau Hyunwook adalah mantan kekasih kakaknya?

Alasan aku menonton drama ini tak lain dan tak bukan karena jung soojung jadi lead femalenya. Sebagai fans f(x) dgn bias uri krystal, tentu rasanya jadi kewajibanku menonton drama ini untuk mendukungnya.  Aku tambah excited setelah tahu ada biasku yang lain, Kim Myungsoo. Alasanku untuk menonton drama itu hanyalah karena mereka. Saat membaca sinopsisnya aku merasa kurang tertarik, ah tapi demi mereka apa s makin kesini rasanya… hm.., kok.membosankan ya? Di episode 7 rasanya aku sudah merasa lelah. Menurutku alur ceritanya terlalu datar dan lambat. Ide ceritanya cukup menarik tapi mungkin saat eksekusinya kurang. Aku merasa konfliknya kurang nendang. Perjuangan Sena menjadi penulis cukup tergambarkan sulitnya walau selalu ada malaikat penolongnya, tapi saat sena tahu bahwa Hyunwook merupakan mantan dari kakaknya, kok rasanya amarah Sena terlalu mudah untuk diredam. Kenapa gitu enggak ada adegan marah-marah hebat? Ya walau Ia sempat menghilang dari Hyunwook, tapi rasanya proses memaafkannya itu terlalu simple. Ya mungkin karena faktor episode krn baru ketahuan di episode agak akhir dan juga mungkin karena Sena kadung cinta dengan Hyunwook jadi ya sudahlah maafkan saja lagipula rasanya sulit sena hidup tanpa hyunwook.

Chemistry antara krystal dan rain menurutku agak kurang ya. Sebenarnya tak sedikit yang bilang jika chemistry mereka cukup bagus. Terbukti jika mereka mendapat nominasi best couple dalam sbs drama awards 2014 *ga kyk couple drama sblh, entah krn chemistry yg krg, entah krn lead malenya di nominasiin dgn lead female di drama terbarunya* , tapi tetap saja aku merasa kok kurang gitu. Kerasa canggungnya, mungkin faktor usia mereka yg terpaut 12 tahun. Beberapa interaksi mereka agak kaku, terutama Krystal, seperti yg merasa aneh dan tak terbiasa, tapi setidaknya mereka sudah bisa menginterpreatasikan bagaimana perasaan cinta yang meluap.diantara Hyunwook dan Sena walau tak maksimal. 

Hm… setelah beberapa drama aku tak.mengalami second lead syndrome, kini penyakit itu kumat pada drama ini. Aku terserang second lead syndrome, aaaah shiwoo-ya~ ><. Kenapa aku bisa terserang sindrom ini? Ya selain chemistrynya menurutku lebih dapat mereka daripada OTPnya, selain juga aku suka cara Shiwoo ngetreat Sena. Shiwoo ini lebih muda dari Sena sekitar 2-3 tahun. Shiwoo sebenarnya sudah dewasa. Dia sudah diatas 21 *aku lupa tepatnya berapa antara 22-23 yg jelas*. Usia dia walau tergolong dewasa, namun karena dia masih berada fase dewasa awal yang msih ada transisi dari remaja ke dewasa, maka masih ada sikap kekanak-kanakannya. Hal itu terlihat dari cara Shiwoo menunjukan rasa sukanya pada Sena. Ia awalnya menunjukan rasa sebal pada Sena, lalu saat dia benar-benar tertarik dia menunjukkan terang-terangan, bahkan cenderung memaksa. Aku sebenarnya suka sih cara Shiwoo, mungkin karena faktor usia yg berada pada fase yg sama, dewasa muda *bahkan aku dapat digolongkan transisi*, tapi bagi Sena yang sudah berusia 25tahun. 25tahun digolongkan sudah dewasa dan cukup matang, tentu saja Dia mengharapkan pria yang lebih dewasa daripadanya, maka dari itu dia jatuh pada pelukan Hyunwook yang bedanya 8 tahun darinya. Sayang banget, chemistry mereka lebih dapet. Mungkin itu karena mereka hampir seumuran aslinya, hanya beda 2 tahun, jadi tak begitu canggung.

Aku juga dibuat sedikit kagum dengan tokoh Shin Haeyoon. Awalnya aku pikir dia akan menjadi tokoh antagonis, jahat, dan menghalalkan segala cara, tapi ternyata tidak. Dia memang judes, dan tidak bersahabat kepada Sena. Betapa frustasinya dia juga saat cinta 12 tahunnya tak berbalas juga, tapi hal itu tak membuatnya gelap mata. Saat Ia memutuskan mengundurkan diri untuk menyembuhkan perasaannya, dan ditawari Jaeyeong untuk masuk perusahaannya dan membalas dendam, namun Haeyoon adalah orang yang profesional. Ia menolak tawaran itu, dan dia tetap loyal pada ANA. Aku suka, hal itu menunjukkan jika dia orang dewasa. Sikap dan pemikirannya yang dewasa aku suka, berasa realistis aja.

Untuk Sena sendiri, aku kurang sreg dengan akting Krystal disini. Saat sedih terutama saat berhadapan dengan Hyunwook, mata dia terasa kosong. Jiwanya berasa tak ada disana. Ia sih mungkin jiwanya terasa tak ada karena Ia sedih, tapi masalahnya saat kita sedih pasti mata lah yang paling jujur akan perasaan itu. Sayangnya, mata Sena terlalu kosong. Tampaknya karakter Sena kurang cocok untuk Krystal. Krystal itu memang cocoknya memerankan karakter seperti Lee Bona di The Heirs atau Ahn Soojung di high kick 3. Melihatnya sebagai karakter yang kalem, sendu, rasanya kurang. Mungkin Krystal masih harus belajar lagi. Ayoo Soojung,aku tahu kamu pasti bisa.

Tak banyak yang dapat aku bicarakan mengenai karakter Hyunwook. Biasa saja, yang menarik hanya karena karakter tersebut diperankan Rain yang kece badai. Drama ini merupakan drama comebacknya dia setelah keluar wamil. Untuk masalah akting enggak diragukan. Nangisnya benar-benar memilukan. Lagipula dia disini berperan sebagai seorang penulis lagu dan CEO perusahaan hiburan, dimana itu tak jauh dari kehidupannya sehari-hari sebagai penyanyi dan pencipta lagu. Rain pun pernah mengurus JTune, jadi peran Hyunwook tak begitu rumit untuknya. Sayangnya, dia cuman salah pilih drana untuk comebacknya saja.

Hal yang aku sayangkan adalah kenapa tidak diceritakan dan ditampilkan lagi bagaimana infinite power setelah keluar dari ANA. Apakah fans mereka berkurang atau tidak, apakah mereka sukses atau tidak. Hanya diceritakan pada akhirnya Jaeyong kesulitan mencari investor akibat pengkhianatannya. Padahal kalau diceritakan dapat menambah bumbu drama ini.

Drama ini memang terasa membosankan, tapi ada yang menarik dari drama ini. Sebagai fans kpop aku jadi mengetahui mengenai seluk beluk mengenai industri hiburan di negeri ginseng sana, dan woow keras banget ya industri disana. Mereka yang berhasil debut, terbukti orang-orang pilihan, dan tidak seharusnya kita ngebash mereka. Aku juga suka dengan lagu-lagu yang dibuat Sena. Melodinya sederhana tapi enak.

Ya setidaknya dari drama ini kita dapat memetik pelajaran untuk selalu bekerja keras, dan selalu berjalan lurus pada impian kita karena kalau kita terus berjuang dan tidak menyerah kita dapat mencapai impian tersebut. 3 1/4 bintang dari 5 bintang untuk drama ini. Bukan drama yang wajib tonton tapi jika kalian punya waktu luang, dan ingin melihat sesuatu yang romantis dan pemain yang kece, bisa kalian tonton drama satu ini.

Happy watching, dan hati-hati kepincut second leadnya hihihi.

Tomorrow Cantabile

Drama satu ini merupakan drama yang tak hanya enak ditonton tapi enak juga didengar setiap background musicnya. Musik piano, biola, dan orkestra yang klasik mengalun mengiringi tiap adegan membuat penonton jadi hanyut. Ya, drama Tomorrow Cantabile.

Tomorrow Cantabile atau disebut juga drama Naeil`s Cantabile merupakan drama bergenre romance, music, comedy. Drama ini menceritakan seorang pianis yang jenius yang kelakuannya sangat ajaib, Seol Naeil, yang jatuh cinta dengan tetangganya, sekaligus seniornya Cha Yoojin. Cha Yoojin ini merupakan seseorang yang jenius musik. Ia kuliah dnegan jurusan piano, namun dalam lubuk hatinya Ia ingin menjadi seorang konduktor, namun karena Ia masih minim pengalaman membuat Von Stressman, seorang konduktor dunia merasa gerah sehingga Yoojin diperintah untuk menjadi konduktor Orkestra S yang isinya merupakan orang-orang yang permainannya sangat kacau. Dimulaiah kisah Yoojin untuk dapat membangun sebuah orkestra yang bagus dan mencapai impiannya menjadi seorang konduktor handal. Selain Yoojin yang berjuang, Naeil pun berjuang melawan rasa traumanya yang membuatnya menyembunyikan bakat jeniusnya itu.

Alasan aku menonton drama ini karena lead malenya diperankan oleh Joowon. Aku jatuh hati dengan Joowon semenjak dia menjadi Gu Majun di Baker King Tak Goo. Selain itu aku juga penasaran dengan aktingnya Shim Eunkyung setelah melihatnya di film Miss Granny. Pemain utama yang menjanjikan benar-benar menjadi daya tarik, selain itu karena drama ini merupakan remake/adaptasi dari manga yang berjudul Nodame Cantabile, tampaknya akan sangat lucu, mengingat komik-komik jepang memang kocak-kocak.

Drama ini juga sebenarnya ada versi jepangnya, namun Tomorrow Cantabile ini lebih memilih untuk meremake/mengadaptasi dari manganya sehingga ceritanya akan berbeda dengan versi doramanya, sehingga kalau ada yang kecewa atau ratingnya jelek ya setidaknya produsernya memiliki alasan. Ya benar doramanya sendiri cukup menuai sukses di Negara asalnya tapi di Korea drama ini memiliki rating yang tergolong kecil.

Drama ini menarik menurutku, baik dari segi cerita maupun produksinya. Aku suka ceritanya tak hanya berfokus pada masalah percintaan Naeil dan Yoojin, tapi juga menceritakan tentang orchestra itu sendiri dan impian mereka. Cerita diantara kedua itu terasa seimbang. Lucu banget melihat perkembangan hubungan Yoojin dan Naeil. Dimana awalnya Naeil mengejar-ngejar orabangnya dengan agresif sampai Yoojin menghindarnya mati-matian, sampai Yoojin yang dingin pun mencair dan tak menolak untuk disentuh oleh Naeil.

Aku suka banget gaya hubungan mereka. Tak pernah ada kata cinta terluncur dari mulut Yoojin, tapi Yoojin membuktikan rasa sayangnya pada Naeil melalui tindakan. Yoojin memang dingin tapi dia sebenarnya pribadi yang peduli. Melihat Naeil yang tak keluar kamar berhari-hari membuatnya cemas. Setelah tahu Naeil terbayang-bayang permainan grieg piano Yoojin. Yoojin pun membimbingnya untuk dapat memainkan lagu tersebut. Selain itu lucu melihat Yoojin cemburu dengan Yoonhoo. Yoojin langsung memeluk Naeil dihadapan Yoonhoo. Yoojin lah yang benar-benar mengerti Naeil. Naeil sempat bingung dengan sikap Yoojin yang cuek dan seperti menarik ulur, tapi akhirnya Ia mengerti, itulah cara Yoojin mengungkapkan rasa sayangnya. Tak ada kata “ayo kita pacaran!” atau “Aku mencintaimu”. Cukup hanya lewat tindakan dan hubungan yang mengalir begitu saja. Terasa dewasa menurutku. Ya seperti itulah gaya pacaran dewasa, dan Yoojin yang dewasa dan menyeimbangkan karakter Naeil yang kekanak-kanakan. Interaksi mereka kesini-sini sudah kayak suami istri beneran. Tahu password rumah masing-masing. Masak bareng, tidur bareng, bahkan saat di eropa pun akan tinggal bareng.

Hampir saja aku mengalami second lead syndrome. Pesona Lee Yoonhoo cukup kuat. Dengan wajah tampan, sikapnya yang manis nan lembut dan wajah sendunya sempat mencuri perhatianku. Untung aku tak tergoda, karena Yoojin lebih mempesona. Yoonhoo itu ya seperti kebanyakan second lead, dia merupakan pelindung bagi Naeil. Dilah yang memperlakukan Naeil sebagai wanita tak seperti Yoojin yang agak kasar. Namun walau Yoonhoo selalu baik, tpai Naeil tetap teguh pada pendiriannya. Ia tegas menolak perasaan Yoonhoo. Benar-benar perempuan baik. biasanya kan first lead female kadang suka enggak tegas dengan second leadnya tapi naeil berbeda. Dia tegas dan benar-benar setia dengan orabangnya.

Persahabatan antara anggota orkestra sangat menyenangkan. Suka banget interaksi antara mereka, dimana mereka saling mendukung, saling menguatkan, saling percaya dan layaknya teman saling berbagi dan bercanda. Mini Minhee yang menjadi teman keluh kesahnya Naeil dan sangat mendukung hubungan Naeil dan Yoojin. Soomin pemain timpani yang ternyata menyukai Yoojin sebagai pria *yep, he is gay*, dan juga Ilrak, concertmaster orkestra S. Sempat terjadi kesalahpahaman antara Yoojin dan mereka, karena Yoojin yang ingin menyelesaikan masalah sendiri, tapi setelah tahu apa yang dilakukan Yoojin ternyata demi mereka, mereka jadi sangat mempercayai Yoojin, terutama Ilrak. Yoojin pun selalu mendorong rasa percaya diri Ilrak agar tak merasa rendah diri dihadapan Shiwon. Suka banget sama bromancenya! Selain itu juga perkembangan hubungan orkestra S dengan orkestra A dan pada akhirnya bergabung menjadi orkestra RS juga menarik. awalnya mereka yang saling membenci, bemusuhan yang sampai-sampai membuat orkestra pecah, tapi pada akhirnya mereka sadar jika mereka harus bersatu agar menciptakan harmonisasi yang baik. Ditambah lagi romansa diantara dua concertmaster Yoo Ilrak dan Jung Shiwon. Lucu banget lihat Ilrak yang malu-malu kucing sama Shiwon, sampai akhirnya Shiwon tertarik dan meresmikan hubungan mereka dengan cincin pasangan. Cute couple :3

Drama ini juga selain memiliki cerita romansa, persahabatan dan perjuangan, drama ini juga ditambah bumbu komedi yang cukup membuat kita terbahak-bahak. Berhubung ini diadaptasi dari komik, sehingga karakter-karakternya memiliki watak pada komik-komik jepang pada umumnya yaitu ajaib, aneh, tapi menyenangkan. Komikalnya terasa pas, tidak berlebihan menurutku. Melihat Naeil yang semangat mengejar-ngejar Yoojin, lalu Yoojin yang meras jijik karena Naeil jorok, Ilrak yang sedang jatuh cinta, dan juga jangan lupa karakter Von Stressman. Asli karakter ini koplak banget. Dia memang seorang jenius musik, tapi toloooooong kelakuannya sama ajaibnya kayak Naeil. Melakukan apapun yang dia mau seenaknya, sampai membuat Dekan Mina, pusing. Memanggil Naeil dengan baby pertama jumpa dan mengajaknya makan malam bersama dan dengan santainya Naeil mengiyakan bahkan membawanya ke apartemen Yoojin. Memang duo orang yang ajaib. Adegan paling kocak itu pas Stressman lagi selfie diatas jembatan. Serius gayanya aneh-aneh dan koplak banget. Aku ngakak banget melihatnya. Walaupun ajaib, tapi Stressman ini dapat mengenali pemain yang berbakat dan bermain menggunakan hatinya, tak hanya mengandalkan tekhnik.

Perkembangan karakter dari drama ini juga bagus, cukup pesat. Progress yang terasa itu terdapat pada Yoojin. Yoojin yang awalnya dingin, antisocial, setelah mengenal anggota orkestra S, dia jadi menyadari indahnya pertemanan. Naeil juga akhirnya dapat menjadi lebih dewasa dan mengatasi ketakutannya akan kompetisi piano. Lalu professor Do juga yang awalnya galak banget, suka mukul pakai kipas tapi setelah mengajar Naeil yang tak bisa dikerasi, akhirnya Ia mempunyai cara mengajar yang baru yaitu dengan cara menyenangkan dan penuh tawa. Oh iya awalnya aku sempat sebal dengan professor Do ini karena dia ingin menduduki kursi Dekan tapi dengan cara yang tak benar, tapi ternyata tetap saja dia adlaah seorang professor musik yang tak bisa berbohong jika sudah dihadapan musik. Saat audisi untuk RS orkestra niat hati untuk merekrut anak-anak orkestra A, tapi ternyata permainan tak dapat membohongi. Ia pun akhirnya dapat berbuat adil karena musik.

Aku suka banget dengan background music yang terdengar disetiap adegan. Hal ini membuatku jadi sedikit keranjingan musik klasik. Aku membuka lagi folder-folder Beethoven dan Mozart di folder musik lappyku. Musik-musik yang hadir sangat enak ditelinga dan tak terasa berat bagi pendengar awam sepertiku. Aku kadang suka mengulang-ulang adegan saat orkestra tampil. Sayangnya, beberapa adegan orkestra tampil hanya diperlihatkan sebentar saja, jadi rasanya kurang greget dan klimaks. Untuk perbedaan permainan antara orkestra A dan orkestra S aku tak dapat membedakannya karena aku tak mengerti musik. Jangankan musik klasik, musik kontemporer saja aku masih tak paham. Hanya saja yang aku rasakan keduanya bermain bagus walau berbeda rasa. Orkestra S terasa lebih santai sedangkan A terasa lebih kaku.

Masalah akting, aku enggak ada yang masalah, semuanya bermain baik dan sesuai porsi masing-masing. Akting Shim Eunkyun dan Joowon enggak usah diragukan, mereka selalu totalitas. Shim Eunkyung yang sudah berakting dari kecil, jadi tampaknya dia tak begitu kesulitan memerankan Naeil. Keren abnget akting dia. Dari sosok nenek-nenek sekarang menjadi gadis yang gila akan cinta dan musik. Kurangnya drama ini, menurutku paling saat episode terakhir saat mereka di Salzburg. Syuting di Salzburg dilakukan diawal episode. Pasa saat awal episode Naeil masih sangat kekanakan dan masih memanggil Yoojin sebagai “Orabang”. Padahal pada saat itu Naeil sudah memanggil Yoojin dengan “Sunbae.” Rasanya aneh saja, dari Sunbae diawal episode 16, lalu menjadi Orabang ditengah, pada saat diakhir menjadi Sunbae kembali. Padahal kalau mau saat di Salzburg harusnya sutradaranya ingat untuk menyuruh Naeil memanggil Sunbae, atau enggak saat diakhir dia tetap kembali memanggil Yoojin sebagai Orabang. Lalu ya paling waktu pertunjukan orkestranya yang singkat, dan tidak diceritakan kembali bagaimana jalan Dokyung,mantan kekasih Yoojin.

Ah dan satu lagi, drama ini bergenre romance tapi enggak ada adegan kiseu nya. Sayang banget, padahal aku nunggu-nunggu. Entah kenapa enggak ada adegan itu. entah karena keinginan scriptwriter membuat Yoojin menjadi sosok yang kalem dan tidak agresif, atau karena Shim Eunkyung yang tak mau melakukan adegan tersebut, mengingat dia belum pernah melaukan adegan tersebut. ad ayang bilang karena Eunkyung belum mau menghilangkan imagenya yang polos. Padahal dia sudah cukup usia. Lihatlah teman sebayanya, seperti Dohee yang menjadi Minhee pun sudah melakukan adegan tersebut di drama lain. Lalu ada Yoon Sohee, Jin Seyeon, Sulli, Krystal, Jiyeon pernah melakukan adegan tersebut. Yaudahlah enggak apa-apa, jadi itu membuat Yoojin tetap pada karakternya. Padahal pas degan kencan 6 jam mereka, saat Naeil berhasil dapat boneka itu saat yang tepat atau saat Yoojin memberi cincin pada Naeil itu juga saat yang tepat, tapi Yoojin malah kabur hahaha, tapi ya sudahlah. Selebihnya sih aku enggak terlalu banyak masalah.

Mengingat ini drama remake dan ada versi doramanya, pasti ingin tahu perbandingannya. Berhubung aku tak menonton versi doramanya, jadi aku mencari tahu pendapat orang yang telah menonton kedua versi, dan menurut salah satu blog yang aku baca, menurut dia keduanya sama bagus dan menarik, serta memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. keduanya memiliki cara penceritaan yang berbeda, karena versi dorama agak sedikit dirubah, sedangkan versi drama benar-benar mengambil dari manga. Menurutnya, versi korea ini sukses kok meremake dari manga Nodame Cantabile. Aku setuju sih, drama ini memang cukup bagus dan menarik sayang saja drama remake dari manga seringkali mendapat rating buruk, paling BBF yang mendapat respon positif. Mungkin masyarakat sana kurang suka dengan drama seperti ini, tpai aku bukanlah tipe orang yang peduli dengan rating sih. Kalau ratingnya jelek, tapi dramanya menurutku menarik, aku akan suka dan menonotonnya.

Overall, 3,5 bintang dari 5 bintang untuk drama ini. drama yang menarik dan lucu untuk ditonton. Kalian yang suka musik klasik akan sangat cocok dengan drama ini. selamat mengenal dan memanjakan telinga dengan musik orkestra!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s