[REVIEW] LIAR GAME

Manusia akan dikatakan manusia jika dia memiliki hati nurani dan akal. Sayangnya, akal seringkali mengkhianati nurani demi sesuatu yang dapat menggoyahkan nurani. Sebut saja uang. Tak sedikit orang yang membekukan nuraninya demi uang. Hal-hal tersebut dapat kita lihat di drama satu ini. Liar Game.

Liar game merupakan drama bergenre misteri, thriller yang menceritakan Nam Dajung seorang mahasiswi yang harus bekerja part time demi membayar hutang ayahnya yang kabur meninggalkan dia. Dajung ini merupakan gadis yang naïf dan polos. Dia terlalu baik hati, tak bisa melihat orang lain dalam kesulitan. Suatu hari Dia menolong seorang nenek, dan nenek itu malah meninggalkan tas berisi uang. Ternyata koper berisi uang tersebut merupakan umpan untuk memilih peserta sebuah variety show LIAR GAME yang dipandu oleh seorang ahli keuangan, Kang Doyoung. Dalam acara ini, para peserta diharuskan untuk melakukan apapun, bahkan menipu untuk mendapatkan sejumlah uang, dan total hadiah akhirnya sebesar 10 juta dollar *wow berapa rupiah tuh? Nol nya udah ga keitung*. Dajung awalnya tak mau mengikuti acara tersebut karena dia tak bisa menipu, namun pada akhirnya dia memilih untuk mengikuti acara tersebut agar ayahnya melihatnya dan pulang. Naasnya, pada babak pertama Dajung yang polos tertipu oleh gurunya sendiri. Akhirnya atas saran Dalgoo –Paman rentenir namun baik hati– Dajung meminta bantuan pada seorang mantan napi Ha Woojin. Woojin merupakan seorang professor muda psikologi yang amat pintar, namun karena suatu kasus penipuan Ia harus masuk penjara. Bersama Woojin, Dajung pun berusaha memenangkan acara ini, namun ternyata dibalik pembuatan acara ini, sebenarnya ada misteri besar yang mengaitkan antara Woojin, Dajung, dan sang MC, Doyoung.

Awalnya aku tak berniat menonton ini. Niat awalnya hanya membaca sinopsisnya saja di blog. Saat tahu salah satu blog yang sering kubaca, Kdramatized¸ merekap drama ini, aku sudah memilii pikiran, kayaknya drama ini bagus, soalnya setiap drama yang Ia rekap pasti drama yang menarik dan layak tonton, tapi aku masih belum tertarik, sampai akhirnya aku membaca dua episode pertama, aku langsung tertarik, dan merasa ini merupakan drama yang seru dan patut ditonton. Selain itu ada Kim Soeun, sudah lama tak melihat drama dia, aku terakhir nonton dia di BBF hahaha. Lalu yang menjadi Kang Doyoung adalah Shin Sungrok. Aku ingin tahu dia peran disini menjadi baik atau jahat?

Drama ini merupakan remake dari manga dan dorama Jepang, namun versi korea ini mengadaptasinya dan mengadakan beberapa perubahan, sehingga menurut yang sudah menonton keduanya, keduanya cukup berbeda, tapi sama-sama menarik. Aku tak tahu ya versi doramanya, cuman ya aku setuju kalau drama ini memang menarik. Drama ini terdiri dari 12 episode, dan setiap satu babak ditayangkan dalam dua episode, sehingga totalnya ada 6 babak. Setiap permainannya amat menarik karena disini kita bisa melihat seberapa besar kah kita percaya dengan seseorang? Seberapa pentingkah uang dalam kehidupan sehingga rela berkhianat demi uang?

Berhubung drama ini hanya 12 episode, maka alurnya terasa ngebut menurutku, tapi walaupun begtu sebenarnya 12 episode ini memang pas, karena drama ini kan menceritakan tentang variety show LIAR GAME dan kehidupan para peserta serta misteri dibalik acara tersebut, jadi kalau panjang juga jadinya agak membingungkan. Dengan jumlah episode yang singkat ini membuat kita tak usah berlama-lama bertanya-tanya akan misteri-misteri yang ada. Setiap akhir episode apalagi akhir ababk kita selalu dilanda rasa keinginan tahuan yang bertubui-tubi. Penasaran banget apa sih yang terjadi selanjutnya? Cukup menegangkan juga dengan permainan-permainannya, terutama saat babak akhir.

Setiap babak memiliki permainan yang berbeda-beda. Sebenarnya tak harus menipu sih, tapi ya karena harus mempertahankan kemenangan, jadi mau tak mau harus mempergunakan segala cara mau cara curang sekalipun. Para peserta dituntut untuk menjadi cerdik alias cerdas dan licik bin picik. Hal itu lah yang dibutuhkan Dajung. Dajung itu entah terlalu baik atau terlalu bodoh. Dia mudah percaya pada orang tanpa curiga sedikitpun. Oleh karena itu dia membutuhkan Woojin. Woojin sebagai professor psikolog dia mampu membaca mikroekspresi, sehingga Ia disebut pendeteksi kebohongan berjalan. Woojin sebenarnya awalnya tak mau membantu Dajung, namun sifat Dajung yang naïf mengingatkannya pada mendiang ibunya yang terlalu baik. Walaupun pada babak selanjut Woojin menjadi saingannya karena Woojin juga menjadi peserta, Woojin tetap membantu Dajung, karena tujuan Woojin untuk mengikuti acara ini adalah untuk menemukan kebenaran dari kematian ibunya dan kasus penipuan yang Ia lakukan dulu.

Kemampuan Woojin untuk membaca mikroekspresi dan ilmunya untuk mengenal karakter seseorang membuatnya selalu memenangkan permainan bersama Dajung, namun sepandai-pandai tupai meloncat pasti akan jatuh juga. Di babak presiden episode 7-8, akhirnya Woojin jatuh juga keperangkap Doyoung. Ternyata Doyoung mampu mengontrol mikroekspresi, padahal itu merupakan sesuatu yang amat sangat sulit. Woojin pun tak dapat memenangkan permainan ini, tapi sebenarnya itu merupakan sesuatu yang bagus, karena itu dapat menjadi alarm untuk Woojin agar Ia dapat lebih berhati-hati pada Doyoung, karena Doyoung bukanlah sembarang orang.

Serius seram banget lihat Kang Doyoung. Ekspresi dia benar-benar tak terbaca. Saat-saat diawal episode aku masih meraba, orang seperti apakah Doyoung. Karakter dia masih terlihat abu-abu, namun setelah selesai episode 2 aku baru mengerti ternyata dia hitam. Lagi-lagi Shin Sungrok memerankan karakter yang “gila”. Otak semua dibalik acara LIAR GAME ini adalah dia. Walaupun dia seorang MC dan memiliki seorang produser, tapi sebenarnya yang memegang dan keseluruhan ide permainan adalah dirinya. Dia mengatur setiap permainan sedemikian rupa untuk melancarkan balas dendamnya. Pemilihan peserta pun sebenarnya sudah diatur sedemikian rupa. Peserta yang terlibat merupakan orang-orang yang memiliki hubungan dengan perusahaan yang Ia pegang. Namun ada satu yang masih aku belum mengerti, kalau saja Woojin menolak permohonan Dajung untuk membantunya di babak pertama, akankah Woojin tetap menjadi peserta Liar Game, seperti keinginan Doyoung?, tapi sepertinya Doyoung sudah memperkirakan bahwa Woojin pasti mau karena Dajung itu seperti Ibu Woojin, jadi Doyoung tahu kalau rencananya itu pasti berhasil.

Tujuan Doyoung untuk membuat acara ini terungkap di episode terakhir, dimana pesertanya hanya mereka bertiga, Doyoung, Woojin, dan Dajung. Doyoung ingin mengulangi kembali permainan ketika mereka kecil yang belum terselesaikan. Tampaknya Doyoung ingin Dajung membunuh Woojin karena Ia menaruh peluru asli pada pistol Dajung, sama seperti saat mereka kecil ingin Dajung mendorong Woojin. Sebenarnya Doyoung membuat acara ini dan balas dendam karena Ia kecewa karena hanya Ia yang “dibeli” oleh pihak Walden Two, sedangkan Woojin dan Dajung tidak. Woojin karena Ia adalah anak kandung dari Ibu panti, sedangkan Dajung tak jadi karena usianya terlalu kecil dan juga Dajung diambil kembali oleh ayahnya. Ia kecewa dan marah menjadi korban percobaan Walden Two, dimana itu sebuah percobaan yang mengerikan. Dari kecil mereka sudah diajari melatih mikroekspresi agar bisa membohongi orang dan menipu orang. Banyak anak yang tak bertahan dan akhirnya meninggal. Doyoung cukup beruntung karena Dia dapat bertahan, tapi hal tersebut meninggalkan luka yang mendalam sehingga Ia tak punya nurani.

Aku suka hubungan Dajung – Dalgoo, lucu aja gitu. Dalgoo merupakan orang yang kerja di rentenir dimana ayah Dajjung berhutang pada rentenir tersebut. Dalgoo selalu menagih hutang, tapi Ia selalu menjaga dan membantu Dajung. Sifat Dajung yang amat baik membuatnya tak tega dan ingin melindungi Dajung karena Dajung pasti akan mudah tertipu. Dia benar-benar menjaga Dajung sebagai keponakan. Lucu banget pas Woojin komentar kalau hubungan mereka tampak tak seperti kreditor dan penghutang, karena Dajung selalu memasakkan ramen untuk Dalgoo. Aku senang pada akhirnya Dalgoo berhenti dari pekerjaannya. Dalgoo sebenarny orang baik, walau Ia pernah masuk penjara, tapi alasan dia masuk penjara pun sama seperti Kang Maru di Nice Guy, untuk menutupi kejahatan kekasihnya, tapi sialnya kekasihnya malah pergi. Selain itu yang aku suka dari Dalgoo adalah berapa kali dia memakai kemeja batik ^^ hihihi terima kasih loh sudah mempromosikan batik di drama J. Hal yang mengejutkan adalah ternyata masuk Dalgoo ke kehidupan Dajung sudah diatur oleh Doyoung. Ayah Dajung berhutang pada rentenir tempat Dalgoo kerja juga sudah diatur oleh Doyoung. Doyoung memang perencana terbaik. Rencana dia benar-benar matang, tapi sayangnya Woojin yang pintar dan Dajung yang baik hati merupakan kekuataan yang lebih besar dibanding Doyoung.

Karakter yang paling kubenci di drama ini adalah Ayah Dajung. Loh kok? bukan Doyoung? Atau Jamie gitu? Doyoung walau menyeramkan dan sakit jiwa, tapi dia seperti itu karena lukanya menjadi kelinci percobaan Walden Two. Jamie, memang pada awalnya aku kesal dengan Dia, tapi lama-lama aku merasa dia keren. Dia memang betrayer sejati, tapi karena sifat berkhianatnya itu Dia menyelamatkan Woojin dan Dajung. Pada akhirnya Jamie sadar kalau Doyoung tak dapat dipercaya dan tidak menguntungkan. Dia berkhianat yah demi bertahan dan mendapatkan uang, dan pada akhinya kita tahu kalau dia masih punya nurani saat di episode 10. Kalau ayah Dajung itu ngeselin menurutku. Serius deh. Enggak tanggung jawab banget sih jadi bapak! Pas kecil ninggalin Dajung di panti asuhan gara-gara mau cari uang buat pengobatan ibunya, berharap Dajung diasuh keluarga kaya, padahal hampir saja Dajung jadi korban Walden Two juga. Lalu, saat Ia berhutang sangat banyak hingga tak sanggup membayarnya malah kabur. Bodoh! Dia malah lari dari tanggung jawabnya. DIa kabur sama saja melimpahkan beban hutangnya pada anaknya. Enggak bertanggung jawab banget kan? harusnya dia sadar akan hal itu. tahu Dajung dalam bahaya, tetap saja tak mau muncul. Serius lemah banget jadi seorang ayah! Mana boleh ayah seperti itu. Melihat ayah Dajung membuatku bersyukur pada papa ku. Papa ku amat bertanggung jawab, apalagi denganku. Dia rela jemput aku jam berapapun *semalam apapun tepatnya* dari kampusku yang jauh agar anak perempuan satu-satunya ini bisa pulang dengan selamat, bahkan mau mengantarkan aku sesubuh apapun *walau dengan sedikit omelan*. Huhuhu maafin curhat.

Untuk akting sudah paling tidak diragukan Shin Sungrok keren banget. Ekspresinya itu looh. Kok bisa dia memasang ekspresi seperti itu? aku merasa seperti karakter villain macam Doyoung dan Lee Jaekyung di You Who Came From The Star sudah mendarah daging pada dirinya. Kim Soeun pun aku merasa dia memang sangat cocok untuk memerankan Dajung yang polos, dan Lee Sangyoon serius kece berat. Dia mampu membawakan karakter Ha Woojin yang dingin namun mempesona, kyaaaa. Aku lebih suka style rambutnya disini, dibanding di drama dia yang lain.

Sayangnya drama ini cukup membuat kita berpikir. Sebenarnya itu merupakan kekuataan, tapi bagiku itu merupakan suatu kelemahan, karena aku memiliki daya pikir yang cukup lambat *yeah, people said that I’m lemot, even when they are kidding, mostly,I’m too late to laugh* , selain itu pada penjelasan setiap permainannya agak rumit menurutku. Kerapkali diawal permainan aku tak mengerti, tapi untungnya seiring berjalannya permainan aku mengerti isi permainan tersebut. Lalu ada satu hal lagi yang kurang jika dilihat dari sudut pandang perempuan. Yap! Enggak ada romance! Padahal sudah berharap banget nih romance diantara Dajung Woojin. Chemistrynya dapet banget. Kim Soeun tuh ya shippable banget. Dipasangin sama siapa saja rasanya cocok. Woojin yang sulit percaya dengan seseorang dengan Dajung yang muda percaya merupakan kombinasi yang tepat karena mereka dapat saling melengkapi dan mengingatkan. Diawal-awal padahl sudah ada potensi romansanya, namun tampaknya SW-nim nya tak berniat membuat drama ini dibumbui romance. Setidaknya, diakhir episode, mereka saling berjabat tangan dengan senyuman, hal itu bisa menandakan kalau hubungan mereka jika bertemu kembali bisa berlanjut.

Berharap banget ada season 2. Melihat Endingnya yang serasa menggantung, dimana bakalan ada permainan LIAR GAME sebenarnya, rasanya jadi ingin tahu apalagi sih permainannya? Apalagi sih yang ingin ditunjukan? Selain itu jug aku berharap ada season 2 karena aku ingin melihat kelanjutan hubungan Woojin – Dajung. Aku berharap kalau ada season 2 *aamiin* bakalan ada romance mereka berdua. Let’s scream…. SEASON 2…SEASON 2…SEASON 2….. PD-NIM season 2 juseyo…. But with the same cast. Woojinnya tetap Lee Sangyoon, Dajungnya tetap Kim Soeun dan Kang Doyoung tetap Shin Sungrok.

Aku beri 3 ¾ bintang untuk drama ini. Asalnya mau empat sih, tapi enggak jadi karena enggak ada romancenya hahaha *dasar cewek* habisnya berasa ada yang kurang. kalian wajib tonton drama ini karena seru parah. Drama ini sukses bikin aku enggak sabar nunggu minggu depan, dan kepo luar biasa sampai aku rela untuk mengunjungi forum soompi dan membaca rekapan di dramabeans yang notabene nya menggunakan bahasa inggris demi mengetahui kelanjutan kisahnya, karena pada saat drama ini diputar aku lagi sibuk-sibuknya, jadi aku harus mengetahui ceritanya melalui membaca rekapannya, tapi berhubung yang bahasa indonesianya agak lama, jadi aku langsung kepo melalui bahasa inggris, walau aku tak mengerti saat menjelaskan beberapa bagiannya -,-. Duh malah jadi curcol deh. Pokoknya drama ini bagus kok untuk ditonton.

Ayo kita serukan untuk drama ini, SEASON 2…. SEASON 2… SEASON 2…..!!!

 

Iklan

6 thoughts on “[REVIEW] LIAR GAME

  1. baru selesai nonton dan seru abis…!
    serius bikin ketagihan. >_<
    butuh season 2 nya…liat gak ada romancenya kayak greget gimana…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s