[REVIEW] FATED TO LOVE YOU

Jika kalian pernah membaca postingan Jepretpress Drama Awards , kalian mungkin bingung, kok Hanan review drama ini? kan ini drama 2014, tapi enggak ada di list award? Ya sudah pasti jawabannya karena aku baru menontonnya sekarang. Baru dapat stok nih, jadi aku memutuskan untuk menonton drama ini.

Fated To Love You merupakan drama bergenre romance, melo, comedy yang menceritakan seorang pengusaha sukses yang usianya sudah berada di 30an, Lee Gun. Ia dituntut para tetua keluarganya untuk menikah dalam waktu dekat dan mempunyai anak, kalau tidak perusahaan akan jatuh ke yang lain. Untuk itu Gun memutuskan untuk melamar kekasihnya yang sudah menjalin hubungan selama 6 tahun, Nam Sera di Makau, namun pada saat Sera akan berangkat ke Makau, Sera yang seorang ballerina mendapatkan peran yang sangat Ia inginkan, sehingga Ia malah pergi ke New York. Akhirnya saat di Makau, Gun bertemu dengan Kim Miyoung, seorang pegawai kantor hukum yang dijuluki “Post-it Girl” karena tak pernah menolah permintaan orang, dan sialnya terjadi sesuatu diantara mereka, sehingga tanpa sadar mereka malah tidur bersama. Tiga bulan berlalu dan ternyata Miyoung malah hamil. Ibu Miyoung mengetahui hal itu meminta Gun bertanggung jawab dan menghubungi keluarganya. Nenek Gun tahu kalau cucunya menghamili anak orang, senang bukan main karena dengan begitu tahta Gun akan terselamatkan. Akhirnya Gun menikahi Miyoung, namun masalah tak selesai sampai situ. Pernikahan tanpa cinta? bukankah itu hal yang amat sulit?

Awalnya aku kira drama yang berupa remake dari versi Taiwan ini bakalan melo banget. Bakalan mengharu biru, tapi ternyata drama ini tak semelo yang aku kira. Drama ini tetap dibawakan seperti drama korea umumnya, ya dibumbui komedi yang sukses bikin ketawa ngakak. Terutama diawal episode, tingkah laku Gun luar biasa kocak. Dia ini sudah dewasa, tapi kelakuannya tetap saja masih agak kekanak-kanakan. Apalagi kalau duet sama sekretaris Tak. Kelakuan sekretaris Tak yang sama kekanakannya dengan Gun itu berasa kombinasi yang luar biasa ajaib, lalu ditambah kehadiran “Naga”, Lee Yong. Mereka bertiga serius, kocak banget hahaha. Selain itu keluarga Miyoung sendiri membawa kelucuan tersendiri. Setia mendnegar Gun tertawa, aku pasti ikutan ketawa. Aku tertawa bukan karena mentertawakan apa yang ditertawakan Gun, tapi mentertawakan ketawanya Gun. Ketawa paling ajaib yang pernah aku dengar hahahahaha, dan aku makin ngakak setelah tahu ternyata ayahnya juga sama ketawanya seperti itu. Ternyata tawa Gun yang seperti itu selama ini adalah dari ayahnya yang bilang jika kau merasa kesulitan tertawalah seperti itu. Gun yang merindukan sosok ayah akhirnya Ia menjadi tertawa seperti itu, dan pada akhinya menjadi kebiasaan.

Saat awal-awal aku sempat kasihan dengan Miyoung. Miyoung ini kok jadi orang baik banget sih. Dia benar-benar tak memikirkan perasaan dirinya sendiri. Hanya karena tak mau orang lain tak merasa tak enak, Ia seringkali mengorbankan perasaannya sendiri, dan pada akhirnya Ia terluka. Bahkan pada saat awal pernikahan, walaupun dia awalnya sedih dan terluka dengan adanya kontrak yang disodorkan Gun, tapi dia tetap mengiyakan, karena Dia merasa dia datang ke kehidupan Gun sebagai pengganggu antara hubungan Gun dan Sera. Untungnya Dia perlahan berubah menjadi Gadis Lem Super. Atas dorongan Gun, Ia harus menjadi gadis yang lebih kuat, apalagi dia sedang mengandung Gaeddong. Jika Ibunya tak kuat, maka Ia tak bisa melindungi Gaeddong. Perubahan drastis seorang Miyoung adalah saat dia Kehilangan Gaeddong. Dia tetaplah Miyoung yang baik hati dan rendah hati, namun ada perubahan mengenai sikapnya terhadap Gun. Ia berani untuk menjadi lebih tegas. Ia tak ingin terluka lagi. Aku suka perkembangan karakter Miyoung yang dari awalnya bukanlah apa-apa, sampai akhirnya Da menjadi terkenal sebagai seniman dan menjadi gadis yang lebih kuat.

Aku juga pada awalnya memiliki kekhawatiran terhadap Gun. Aku takut Gun tak bertanggung jawab dan bersikap dingin pada Miyoung karena tidak mencintainya. Sejak bertemu Gun selalu hangat pada Miyoung, namun saat menikah Ia yang tak siap dan syok, menjadi frustasi sendiri, sehingga Ia agak jutek dengan Miyoung. Aku sempat kecewa dengan sikapnya seperti itu, tapi untung tak berlangsung lama. Akhirnya Gun sadar dan menerima fakta bahwa dia sudah menikah. Wajar saja sih jika Dia frustasi, lah mereka ujug-ujug nikah, mana enggak cinta pula. Dia menikah hanya demi rasa tanggung jawabnya saja sebagai pria. Gun yang sempat frustasi membuat kontrak yang isi sebenarnya cukup melukai Miyoung, namun sikap Miyoung yang perhatian dan amat baik hati bin naïf, membuat hati Gun luluh. Hati Gun yang sudah terpatri pada Sera seorang selama bertahun-tahun, pada akhirnya runtuh setelah hidup bersama Miyoung beberapa minggu. Miyoung yang cenderung lemah membuat Gun ingin melindunginya. Gun ingin Miyoung menjadi gadis yang bisa tegas dan mau mencoba hal baru, bukan lagi gadis yang mengiyakan semua permintaan orang.

Cerita ini sebenarnya tampak so sweet, manis dan penuh keromantisan jika dilihat dari sudut pandang Gun dan Miyoung. Bagaimana tidak? Gun sangat menjaga Miyoung. Mau menghadiri kelas ibu hamil mendampingi Miyoung, Miyoung membuatkan makan siang untuk Gun, Gun membacakan buku cerita untuk Gaeddong. Kalau menonton pasti rasanya, ah indah banget sih, namun hal itu tak berlaku untuk Sera. Sera mempunyai mimpi sebagai seorang ballerina, Ia ingin mengejar mimpi itu dan Gun menunggunya. Sayangnya, saat Gun ingin benar-benar mengutuhkan cinta mereka, Sera malah memilih untuk mengejar mimpinya. Disaat dia merasa bersalah, dan Dia berani melepas karir balerina demi Gun, kenyataan yang harus Ia hadapi amat pahit. Gun sudah menikah. Memang sih rasanya, Sera ikut andil dalam kesalahan itu, tapi tetap saja pasti Sera amat sakit hati, kecewa, dan marah. Pria yang Ia pacari, hanya tinggal selangkah lagi menikah malah menikah dengan wanita lain. Kalau aku jadi Sera sih enggak mau lagi ketemu Gun. Mulanya dia memang mengurung diri, benar-benar hancur, tapi akhirnya Dia mau bertemu dan saat tahu Gun menikahi demi anak, Sera sedikit berbuat curang, yaitu memberikan Miyoung kontrak baru, seolah-olah itu kontrak baru yang dibuat Gun. Untungnya, pada akhirnya dia berbesar hati akan keputusan Gun. Untunglah Sera bukan second lead yang jahat. Kalau agak judes-judes ke Miyoung sih wajar lah. Setelah tiga tahun putus, Sera tetap berteman dengan Gun, dengan maksud semoga Gun mau membuka hatinya kembali, tapi ternyata hati Gun sudah mentok di Miyoung. Sera kembali terluka dan sedih, tapi untungnya lagi dia akhirnya menyerah dan mau berbesar hati. Btw, yang jadi Sera, Wang Jiwon, cantik ya? mukanya seperti muka Indo. Aku kira dia campuran, tapi ternyata dia korea asli. Entah sih wajahnya asli apa tidak, tapi serius dia cantik banget ^^

Aku cukup mengalami second lead syndrome, tapi tak parah. Karakter Daniel yang sebagai Oppa tetangga Miyoung yang baik hati. Daniel selalu ada dan selalu mendengarkan keluh kesah Miyoung. Daniel ini benar-benar bagaikan malaikat pelindung bagi Miyoung. Daniel lah yang paling mengetahui isi hati Miyoung, dan Daniel lah yang selalu ada dan menolong Miyoung saat kesusahan. Saat Miyoung benar-benar terpuruk karena keguguran, Daniel yang membangkitkannya dan mentransformasi Kim Miyoung menjadi Ellie Kim sang seniman. Daniel sabar menanti pintu hati Miyoung terbuka untuknya. Waktu tiga tahun bersama di Paris, ternyata tak menggoyahkan rasa cinta Miyoung pada Gun. Sedih makanya waktu lihat Daniel ngelamar Miyoung, tapi Miyoung tolak karena rasanya pada Daniel selama ini adalah rasa terima kasih, bukan cinta. Sedih juga pas Daniel mengucapkan salam peprisahan melalui lagu. Hiks.. Daniel L. Aku enggak terlalu second lead syndrome, karena Gun yang unik dan hangat bisa membuat Miyoung selalu nyaman, jadi aku maafkan Gun, tapi tetap saja, aku bersimpati dengan second lead baik Sera maupun Daniel.

Untuk masalah alur, terasa pas, enggak cepat, tapi enggak lambat juga. SW-nim dapat membuat momen-momennya terasa tepat ada waktunya. Gun dan Miyoung yang mulai saling menyayangi layaknya kelurga di episode 8-10, itu pas timingnya. Miyoung keguguran di episode 12 juga pas, dan aku juga senang Miyoung dan Gun kembali bersatu tak harus menunggu episode akhir. Mereka akhirnya bersatu kembali di episode 18, dan dari episode itu beerjuang untuk mendapat restu Ibu Miyoung. Ah pokoknya semuanya terasa pas kok, enggak ada yang salah timingnya. Aku juga suka perkembangan keluarga Gun. Awalnya nenek dan Gun tak menerimma kehadiran Ibu Tiri Gun dan Yong, tapi pada akhirnya mereka menjadi dekat dan menjadi keluarga seutuhnya. Gun menerima Yong sebagai adiknya walau akhirnya Ia tahu bahwa Yong bukan anak dari ayahnya.

Paling yang agak lambat menurutku kalau Sera itu adiknya Daniel baru ketahuan di Episode akhir. Sebenarnya aku dari awal sudah agak menduga, dan makin menguatkan dugaanku dengan bekas luka dipunggung Sera saat diepisode 10 kalau enggak salah. Padahal kenapa enggak episode 18 atau 19 biar kebersamaan mereka lebih terasa, tapi aku sih interaksi mereka saat saling menguatkan saat sama-sama patah hati. Hubungan adik-kakak yang terjalin secara tak sengaja, dan ternyata mereka adalah adik-kakak asli.

Seperti drama korea umumnya yang mengangkat genre romance comedy, pada awal-awalnya penuh tawa, tapi makin kesini apalagi menjelang akhir episode mengharu biru. Banyak momen yang sebenarnya menyentuh hati,yang nyaris air mataku mengalir, namun tak semuanya bisa membuat air mataku mengalir. Adegan saat Miyoung histeris saat tahu janinnya meninggal dan saat Sera dan Daniel bertemu sebagai adik-kakak dan akan membeli eskrim itu sukses bikin aku menangis dan agak sesegukan. Melihat Miyoung menangis histeris, serius itu menyayat hati banget. Sedih banget rasanya, aku yang belum merasakan pernikahan saja sudah menangis, apalagi yang sudah menikah dan punya anak, pasti menonton itu jauh lebih sedih karena mengerti perasaan Miyoung. Aku lebih sesegukan saat adegan Sera dan Daniel. Aku punya kakak cowok 2, jadi ya aku mengerti lah perasaan Sera. Aku agak ngebayangin kalau itu terjadi sama aku, aku pisah dnegan kakak kandungku bertahun-tahun dan akhirnya bertemu. Ugh.. itu rasanya mengharukan sekali.

Untuk masalah akting aku enggak mau berkomentar terlalu banyak. Mereka semua keren. Aku benar-benar terpukau dengan akting menangis Jang Nara. Setiap melihat Dia menangis tak tega. Rasanya aku juga ingin ikut membela dan melindungi wanita lemah ini. Akting Jang Nara saat menangis karena kehilangan Gaeddong, itu paling daebak. Terlalu menyayat hati L. Aku kagum sama Janghyuk, kenapa dia bisa ketawa seunik itu? hahaha. Bagaimana bisa? Aura kebapakannya dan suami siaganya dapet banget. Wajar sih, karena dia juga seorang ayah dan suami. Chemistry diantara mereka berdua juga kuat, wajar mereka dapat best couple di MBC Drama Awards 2014.

Drama ini memang cukup makjang dan klise menurutku, cinta beda kasta, ditambah ada adegan amnesia segala -,-, tapi ya begitulah cerita drama asia pada umumnya, tapi drama ini seru kok untuk ditonton. Tiga setengah bintang dari lima bintang untuk drama ini. Cocok lah buat kalian yang suka sama romance yang agak-agak melo, tapi enggak begitu berat.

Ketika takdir yang bicara, walau baru sebentar dan badai sebesar apapun yang menghadang, maka jadilah juga. So, happy watching the sweet story love ^^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s