[FF] Bantuan

Title               : BANTUAN

Rate               : PG 13+

Genre             : Kembali ke genre pasaran tapi penuh minat ROMANCE, FLUFF

main Cast     : uri KAISTAL – KAI EXO AND KRYSTAL F(X)

length           : One shoT, VIGNETTE, FICLET

Author          : mumpung HANAN HANIFAH punya ide

INSPIRED        : Shinichi Kudo yang membantu Ran Mouri diam-diam.

Disclaimer   : Idenya terlintas begitu saja, makanya nampaknya akan kurang matang. Lagi kangen couple satu ini, jadi aku bikin FF mereka. SUKA NGGAK SUKA sih itu selera kalian, tapi mohon dengan sangat NO BASHING. GOMAWAEYO udah mau baca. MIANHAEYO kalo jelek. Aku sangat merespect orang yang menghargai karya orang, SO, PLEASE DON’T COPY THIS FF AND PLAGIARISM THIS. Please ENJOY.

 

Kai terkejut begitu memasuki apartemen Krystal. Tak biasanya apartemen Krystal dibiarrkan dalam keadaan seperti kali ini. Jarum-jarum tertusuk begitu saja di atas bantal. Kain-kain perca betebaran disemua sudut. Benang-benang terbelit acak, melihatnya saja rasanya sulit untuk mengurainya, apalagi melakukannya. Kostum kelinci dan gajah dibiarkan begitu saja terlipat kusut di atas sofa. Krystal terlihat sednag asyik memotong pola sambil bersenandung. Kai teringat jika kekasihnya itu sedang membuat kostum untuk pertunjukan amal ke panti asuhan. Melihat Krystal sibuk, Ia teringat ajakan Krystal tadi siang. Kai menjadi ragu ajakan Krystal akan terlaksana.

“Kita jadi enggak nih mau nonton? Kau tampak sibuk.” Tanya Kai sembari terkantuk-kantuk.

“Jadi dong!” Seru Krystal dengan semangat.

“Tapi Krystal, Kasur lebih menggoda daripada bioskop.” Kai melirik Sofa –jika dibuka lipatannya dapat menjadi Kasur– yang terletak di tengah ruang tengah apartemen Krystal dengan senyum jahil.

Krystal langsung melotot tajam. “Maksud kamu?”

Kai tertawa kecil, “hahaha, kamu mikirnya kemana?” Kai mencubit pipi Krystal gemas. “Maksud aku tuh, tubuhku lelah. Tidur tampak lebih enak dibanding nonton.”

“Ah… jangan! Terserah kamu deh di bioskop mau nonton apa tidur, yang penting kamu harus menemaniku! Semua teman-temanku sudah menonton film itu, hanya aku yang belum.” Rajuk Krystal.

“Ya terus kalau teman-temanmu sudah kenapa sih?”

“Film itu lagi jadi trending topic obrolan. Aku bingung sendiri, tak tahu apa yang mereka bicarakan.”

Aigo…” Kai geleng-geleng kepala. “Dasar wanita! Ya sudah, aku temani, tapi memangnya keburu? Sekrang sudah jam Sembilan malam.”

“Kostumnya harus jadinya besok malam. Masih ada waktu kok, aku cuman tinggal menjahit lima kostum binatang lagi. Midnight nanti kita nonton, setelah itu tidur sampai pagi, terus jahit sisanya. Deadline terpenuhi kan?”

Tiba-tiba terdengar dering ponsel dari ponsel Krystal. Krystal dengan cepat eraih ponsel yang tergeletak begitu saja diatas karpet. Ia membaca pesan yang sampai. Wajahnya yang mulanya terlihat ceria, setelah membaca pesan itu raut wajahnya langsung menjadi panik sekaligus kecewa.

Aigo! Gawat! Luna baru saja memberitahuku kalau kostum harus jadi besok siang, karena pertunjukannya dimajukan menjadi besok sore! Kostum yang belum kujahit ada lima, bisa-bisa aku tak tidur untuk menyelesaikan ini! ah… bagaimana ini?” Otot muka Krystal langsung menunjukkan rasa cemasnya. Ia sudah selesai membuat pola, hanya tinggal menjahitnya, tapi kostum yang harus Ia buat  cukup banyak. Sebenarnya dalam waktu semalam, kostumnya bisa jadi, tapi itu artinya Ia tak tidur, sedangkan Ia harus tampil prima dalam pertunjukan amal itu.

“Baguslah, jadi kita enggak usah nonton. Aku bisa istirahat.” Sahut Kai sambil membongkar sofa menjadi Kasur, kemudian Ia langsung merebahkan dirinya.

Krystal menghela nafas. Wajahnya langsung murung, “Yah… kita enggak jadi nonton ya? ah… sedih… katanya hari ini terakhir tayang, huhuhu.”

“Ya sudah enggak apa-apa ketinggalan satu film hits. Nanti juga bisa tonton di internet.” Celetuk Kai dengan mata terpejam.

“Hei, Kai! Jangan tidur dulu! Bantu aku menjahit dulu! polanya sudah kupotong, kau tinggal jahit saja.” Pinta Krystal sambil melemparkan pola yang akan dijahit pada Kai.

Sireo! Aku lelah, pertunjukan tadi menguras habis tenagaku. Lagipula, dulu aku pernah membantumu menjahit, kau mengomel karena jahitanku tak rapi.” Tolak Kai sambil melemparkan kembali pola yang harus dijahit.

“Ini keadaannya urgent, jadi enggak apa-apa jahitannya enggak rapi, yang penting jadi dan aku bisa istirahat supaya aku besok tampil fresh.” Krystal benar-benar memohon bantuan Kai, tapi orang yang diminta bantuannya malah menggelengkan kepala dengan cepat menolak permohonan orang yang butuh pertolongannya.

“Hais… kalau kau tak mau bantu, untuk apa kau disini? sudah sana pulang saja!” Usir Krystal kesal karena tak mau membantunya.

“Krystal… aku benar-benar mengantuk. Aku tak dapat menyupir dengan baik jika aku mengantuk. Jadi biarkan aku tidur.” Pinta Kai sambil membalikkan badannya dan matanya tentu saja sudah menutup dengan baik. Tampaknya Kai benar-benar sudah mulai memasuki fase tidur, dan mengingat kebiasaan Kai yang suka tidur, tentu saja sulit mengganggunya untuk meminta bantuan. Krystal pun akhirnya hanya bisa membiarkan Kai tidur.

“Haish… punya pacar kok enggak guna, susah diminta bantuannya. Dasar tukang tidur!” Gerutu Krystal kesal. Mau tak mau Krystal pun harus melanjutkan pekerjaannya seorang diri. Ia pun mulai mengambil benang jahit berwarna putih, lalu memasukkan benang tersebut kedalam lubang jarum. Jarinya kini dengan gesit menyatukan satu pola dengan pola lainnya dengan benang.

Awalnya Krystal masih dalam keadaan segar menjahiti kostum-kostum binantang, tapi memasuki tengah malam kostum yang baru Ia jahit sebanyak dua buah, itu pun kostum yang kedua belum benar-benar beres. Tubuh Krystal mulai bereaksi. Ototnya terassa berdenyut, dan punggungnya terasa pegal. Matanya pun mulai sayu. Krystal merasa kelopak matanya kini tergantung besi yang amat berat yang membuat kelopak matanya ingin menutup. Krystal pun mulai menguap.

“hoam!” Krystal meregangkan tubuhnya. Lehernya diputar-putar mencoba merelaksasikan diri. Krystal merebahkan dirinya ke lantai. “Duh aku mulai lelah nih.”. Ia melirik jam dinding. Angka dua belas ditunjuk oleh jarum jam.

“Sudah jam duabelas ternyata. Pantas saja aku mengantuk. Tidur dulu saja kali ya limabelas menit biar segar lagi.” Krystal pun memasang alarm pada ponselnya selama 15 menit agar Ia tak kebablasan ketiduran. Ia pun meningkatkan volume dering alarmnya agar Ia benar-benar terbangun.

Rasanya baru saja Krystal memejamkan matanya, matanya kini sudah terbuka lagi. Krystal langsung menguap dan meregangkan tubuhnya. Setelah tidur tubuhnya kini terasa enak dan segar, dan Ia siap untuk bekerja lagi, namun saat Krystal melirik jam dindingnya Ia langsung terkejut. Jarum jam mengarah pada angka lima. Itu artinya Ia sudah tertidur selama lima jam..

“Mati aku! Pantas saja aku merasa tidurku enak. Ternyata aku tertidur lima jam!” Krystal menepuk dahinya, Seketika paniklah Krystal. Pekerjaannya masih banyak, tapi Ia hanya mempunyai waktu sekitar tiga jam saja. Mau tak mau Ia harus meminta bantuan Kai. Krystal langsung melihat ke sofa. Kai tampak masih tertidur dengan nyenyak. Krystal begitu sirik melihat Kai yang sedari tidur dengan tentramnya. Krystal pun menggoyang-goyangkan tubuh Kai agar Kai terbangun, tapi Kai tetap saja tak bergeming

“Dasar koala! Tidur mulu!” Gerutu Krystal memanyunkan bibirnya. “Kai, bangun! Ayo bantu aku! Aku ketiduran, pekerjaanku masih banyak!”

Kai tetap saja tidur. Ia hanya menjawab dengan gumaman tak jelas yang menandakan bahwa Ia tak mau diganggu.

“Kai! Ayolah bangun! Kau sudah tidur daritadi, bantu aku. Kumohon!” Rajuk Krystal frustasi. Saking frustasinya Ia langsung melempari Kai dengan kostum yang tergeletak di dekat tubuh Kai. Kai dalam tidurnya langsung menepis balik kostum itu. Krystal pun hanya bisa memukul-mukul kostum itu dengan kesal.

“Loh? hah?” Tiba-tiba saja Krystal terhenyak. Ia memperhatikan kostum yang tadi Ia lempar. Kostum gurita. Seingatnya kostum yang sudah Ia jahit adalah kostum kelinci, gajah, anjing, dan ayam. Krystal merasa aneh kenapa tiba-tiba ada kostum gurita. Ia pun langsung melihat ke sekelilingnya. Pola-pola yang tadi Ia potong menghilang dan kini sudah berubah wujud menjadi bentuk gurita, bebek, dan ikan. Krystal langsung memerhatikan jahitan kostum-kostum tersebut. Jahitan asal dan berantakan. Benangnya mencuat kemana-mana, dan mengganjal tak jelas. Sudah jelas kostum ini merupakan karya orang yang kini tengah tenggelam dalam alam mimpi. Krystal pun langsung tersenyum dan menghampiri Kai.

Krystal menatap Kai dengan penuh senyuman. “Kamu pasti kebangun sama alarm yang aku pasang ya? aneh ya, niatnya alarm itu buat membangunkan aku, tapi malah kamu yang terbangun. Pasti kamu baru beres menjahitnya ya? ” Ujar Krystal dengan suara pelan dan lembut. Krystal membelai rambut Kai kemudian memeluk Kai dari belakang. “Gomawo. Selamat istirahat Kai, jaljayo.”

“Film Cinderella masih ada kok, tadi aku cek di website. Nanti malam setelah pertunjukanmu bere kita nonton. Aku sudah pesan tiketnya.” Gumam Kai dengan mata terpejam. Ternyata Kai belum benar-benar tertidur. Hal ini membuktikan bahwa Kai belum lama selesai dari pekerjaannya membantu Krystal.

“Serius?” Mata Krystal langsung berbinar bahagia. Kai menjawab dengan anggukan dan dehaman.

“Terima kasih banyak Kai!” Krystal kembali memeluk Kai dari belakang dengan erat. Mendapat pelukan dari Krystal, Kai langsung membalikkan badannya, dan langsung mendekap Krystal ke dalam tubuhnya.

“Sudah sekarang biarkan aku tidur. Aku masih mengantuk. Kamu juga, lanjutkan saja tidurmu, pekerjaanmu sudah selesai.” Kai mengucapkan itu semua dengan kondisi mata tertutu, walau begitu, Krystal tahu jika Kai tak melindur. Ia melakukan itu dalam keadaan sadar.

Krystal mengangguk senang. Mereka pun akhirnya melanjutkan istirahat mereka dengan sambil mendekap dan tersenyum.

—The End—

Sunday, March 22, 2015

10:42 PM

Hahahaha aku ngeberesin ini hanya dalam waktu sejam saja. Aku bikin ini karena aku ingin ya itu sebulan satu karya. Jadi aku membuat sebuah cerita singkat nan geje ini ditengah keriweuhan tugasku. Ini idenya terlintas begitu saja. Maafin ya kalau ceirtnaya terasa kaku, dan bahasanya terlalu sederhana dan enggak deskriptif. MIANHAEYO klo jelek, karakterisasi kurang, klo banyak typo, dan eyd jelek. GOMAWO udah baca. don’t forget untuk meninggalkan jejak yaaa ;;). TOLONG juga jangan mengcopy atau memplagiat cerita ini. Kritik sarannya ditunggu loooh. sampai bertemu di FF selanjutnya. Annyeong

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s