[REVIEW] KILL ME HEAL ME

Sebuah awal pasti akan mempengaruhi hasil akhirnya. Begitu juga kehidupan. Masa kanak-kanak masih berada dalam garis “start”. Masa kecil merupakan masa awal kehidupan, dimana hal yang Ia lihat, hal yang Ia dengar, hal yang Ia rasakan akan mempengaruhi kehidupannya saat dewasa nanti. Begitulah salah satu sisi yang di dapat dari drama Kill Me Heal Me.

Kill Me Heal Me merupakan drama bergenre drama, misteri, dengan sentuhan komedi romantis. Drama ini mengangkat cerita mengenai Cha Dohyun yang merupakan seorang calon pewaris dari Seungjin Grup. Walaupun dia calon pewaris, keluargnya mengucilkannya terutama neneknya karena Ia bukan dari anak istri sah, sehingga Dia pergi ke Amerika. Stelah bertahun-tahun akhirnya Ia kembali lagi ke Korea, namun sebenarnya bukan Dohyun yang menginginkan kembali ke Korea, melainkan dirinya yang lain. Ya Dohyun memiliki kekurangan akibat trauma masa lalunya. Ia mengidap penyakit DID (Dissociative identity disorder) dan tak ada seorang keluarga pun yang mengetahuinya kecuali sekretasi pribadinya, sekretaris Ahn. Demi mempertahankan kedudukannya, Dohyun berniat mencari psikiater pribadi untuk menyembuhkan dirinya, dan Ia pun bertemu dengan psikiater yang masih menjalani residennya, Oh Rijin. Ternyata Rijin merupakan kunci untuk kesembuhan Dohyun. Mereka saling terikat masa lalu.

Biasanya alasan pertamaku menonton sebuah drama adalah karena pemainnya, tapi di drama ini tak ada pemain favoritku, bahkan malah banyak yang baru aku lihat aktingnya di drama itu. Aku menonton ini karena tertarik dengan temanya yang mengangkat cerita mengenai orang yang berkepribadian ganda. Sebuah kisah yang jarang diangkat ke dalam bentuk visual. Cerita tentang kepribadian ganda yang diangkat dalam visual yang aku tahu hanya serial BBC dr. Jekyll & Mr Hyde, serta film Sybil. Aku sedikit tertarik dengan drama yang berbicara tentang kepribadian atau psikologi kejiwaan, karena melalui cerita seperti itu kita dapat lebih memahami manusia dan menghargai perbedaannya, dan itulah yang aku rasa dengan menonton ini.

Saat awal-awal kita pasti sudah dibawa rasa penasaran, kenapa sih Dohyun bisa memecah kepribadiannya sampai tujuh kepribadian? Trauma apa sih yang dirasakannya? Separah itukah? Pribadi Dohyun memiliki 6 alter ego, yaitu Shin Segi, Ferry Park, Ahn Yosub, Ahn Yona, Nana, dan yang terakhir muncul Mr. X. Shin Segi merupakan kepribadian yang pertama ada. Dia berumur sama dengan Dohyun. Jika Dohyun adalah Jekyll yang baik hati tak pernah marah, maka Segi adalah si Hyde yang pemarah, kasar. Segi akan muncul jika Dohyun merasa tersakiti dan ingin marah namun tak bisa, maka Segi akan muncul dan menggantikannya. Segi ini benar-benar berbanding terbalik dngan Dohyun yang kalem. Dia amat liar, kasar, selalu menggunakan kekerasan, namun penampilannya amat keren. Tipe bad boy yang bikin hati para gadis menjerit. Segi sering menyebabkan kekacauan, sehingga Dohyun lah yang harus membereskan itu semua.

Ferry Park, merupakan seorang Ahjussi berusia sekitar 40an. Dia ini amat gemar minum, mancing. Jika Segi tampak berbahaya, Ferry pun tak kalah. Walau karakternya yang flamboyan, kolot, tapi ternyata Ia jago merakit bom. Ia biasanya muncul ketika Dohyun dalam keadaan panik dan cukup bahaya. Sepeti saat Rijin disandra preman karena sebuah jaket kulit yang berisikan narkoba, Dohyun yang panik berusaha memanggil Segi, tapi yang keluar malah Ferry.

Lalu ada si kembar Ahn Yosub dan Ahn Yona yang masih berusia 17 tahun. Yosub merupakan sosok yang pendiam, murung, tampaknya tertarik dengan sastra karena dia suka menulis puisi. Yosub ini dapat membahaykan jiwa Dohyun karena yosub selalu ingin bunuh diri. Yosub keluar saat Dohyun benar-benar merasa ada di titik terendah. Berbeda dengan kembarannya, Yona merupakan sosok yang ceria layaknya gadis remaja pada umumnya. Yona merasa bebas dari urusan kehidupan, dia seperti tak punya masalah. Ia hanya seorang gadis yang menyukai pria tampan, namun karena kesukannya itu Dia merupakan karakter paling berbahaya karena bisa menjatuhkan nama Dohyun dan Sangjin. Dia sulit dikendalikan saat Dia sudah senang mengejar-ngejar Oppa kesayangannya, apalagi jika sudah bersikap centil pada Rion, kakak kembar Rijin. Dia benar-benar centil, dapat dibayangkan jiwa seorang gadis berada pada tubuh Doyun yang atletis. Sudah pasti orang-orang akan menganggapnya gila. Yona muncul ketika Doyun terlibat suatu perasaan yang cukup menyakitkan, tapi Ia harus bergerak, tak boleh berubah, Ia harus melupakan rasa sakit itu, maka datanglah Yona menggantikannya.

Nana, karakter yang tak banyak diperlihatkan sosoknya, hanya di episode akhir saja. Merupakan seorang gadis kecil yang suka menggambar boneka beruang. Ia muncul ketika Dohyun berusaha mengingat masa lalunya, dan biasanya kemunculannya hanya sebentar. Terakhir, saat Dohyun sedang dalam proses penyembuhan muncul kepribadian Mr. X. Mr. X ini merupakan kepribadian yang muncul efek dari penyembuhan Dohyun. Biasanya kepribadian yang seperti ini bisa saja jahat menolak untuk disatukan, tapi Mr. X ini datang untuk membantu. Ia merupakan sosok ayah bagi Nana yang tak pernah Ia lihat selama ini.

Awalnya aku kaget dan heran, kok bisa ya sampai tujuh kepribadian? Aku merasa itu banyak banget, tapi aku teringat akan cerita Sybil dengan 16 kepribadian dan juga 24 wajah Billy yang memiliki 24 kepribadian. Selama ini aku berpikir biasanya yang memiliki kepribadian ganda, paling hanya punya 1 alter ego, tapi ternyata setelah aku cari-cari di yang maha tahu tapi jelas dia tidak se Maha Tahu Allah yang mempunyai semesta ini, mbah Google, ternyata yang memiliki gangguan kepribadian ganda, dan memiliki trauma, biasnaya memiliki banyak kepribadian. Jarang yang mempunyai dua kepribadian. Tujuh itu termasuk sedikit. Kepribadian yang muncul itu merupakan bentuk luka jiwa yang dimiliki sang penderita. Semakin banyak, maka semakin sakit luka yang terasa. Begitulah, Dohyun memang benar-benar terluka dengan peristwa masa kecil yang menyakitkan. Sayangnya, saat Ia terluka tak ada keluarga yang mendampinginya sama sekali. Trauma yang Ia alami tidak ditangani dengan baik sehingga luka itu terus ada bahkan hingga menimbulkan infeksi dan juga nanah sehingga makin membuat keadaan luka itu makin parah.

Kalau dilihat dari semua kepribadian awal-awal, kita menyangka jika kepribadian yang pertama kali muncul adalah Shin Segi, baru muncul kepribadian lainnya. Kita akan menyangka jika kepribadian Nana baru muncul akhir-akhir ini, padahal sebenarnya, bersama kepribadian Segi, Nana sudah hidup semenjak Dohyun kecil. Jika Segi muncul sebelum kebakaran, sedangkan Nana sesudah kebakaran. Nana ini merupakan cerminan dari Rijin kecil, karena kepribadian Nana ini lah nama Cha Junyoung menjadi Cha Dohyun. Ia merasa bersalah pada Rijin karena tak bisa berbuat apa-apa, sehingga menganggap dirinya adalah Dohyun agar bisa merasakan sakit yang dialami Dohyun alias Rijin kecil. Kepribadian Ferry tercipta karena Dohyun rindu akan sosok ayahnya yang hangat yang tidak suka menyiksa rijin kecil. Ia pernah berjanji untuk membelikan kapal laut (kapal Ferry), nama Park berasal dari warga sekitar yang memanggilnya tuan Park, karena Cha Junpyo tak ingin orang-orang tahu klau dia orang dari Sangjin. Ahn Yosub karena Ia ingin bunuh diri saat SMA, lalu Ia memunculkan Yona karena ingin merasa hidup tanpa rasa bersalah dan bebas rasa bersalah.

Seperti keluarga chaebol di drama korea pada umumnya, keluarga mereka saling cuek dan hanya sibuk dengan kekuasaan dan uang. Neneknya tak peduli karena Dohyun bukan anak dari istri sah, ayahya terbaring koma, Ibunya yang berasal dari keluarga miskin ingin memiliki kedudukan melalui Dohyun. Keluarganya tidak ada yang benar-benar keluarga. Saat tahu Dohyun mengidap penyakit DID, neneknya malah berusaha mengusirnya, Ibunya malah berpikir bagaimana cara menyembunyikan kelemahan Dohyun. Padahal seharusnya yang dilakukan seorang Ibu adalah sedih, memikirkan perasaan anaknya, betapa kesulitan anaknya menghadapi hal itu bertahun-tahun, tapi yang dilakukan Ny Shin hanyalah memikirkan kedudukannya. Orang yang mengerti Dohyun hanyalah Sekretaris Ahn. Sekretaris Ahn sudah menganggap Dohyun layaknya adik sendiri, dia yang mengurus segala keperluan Dohyun, memberi saran untuk langkah Dohyun, dan juga yang membantu pengobatan Dohyun dengan cara mencari psikiater terbaik. Wajar saja jika Dohyun sulit sembuh.

Seperti dipostinganku sebelumnya, Ia sembuh karena cinta. Hubungan professional berubah menjadi cinta. Rijin sebagai psikiater tak butuh waktu lama untuk menyadari ada yang salah dengan Dohyun. Awalnya dia tak mau mengobati karena Segi yang terus mengejarnya, tapi Ia merasa simpati dan luluh melihat Dohyun yang berusaha bertanggung jawab dengan kekacauan yang dibuat dirinya yang lain, Rijin pun mau mengobati. Orang-orang mungkin akan menganggap Dohyun monster, *kalau di Indonesia sih sudah disangka kesurupan kali, sudah dibawa ke tempat ruqyah*, tapi Rijin yang seorang psikiater tidak memandangnya seperti itu, memandangnya kasihan pun tidak.  Ia merasa simpati dan dapat merasakan luka itu. darisitulah Dohyun mulai jatuh hati seperti di episode delapan. Adegan akhir episode delapan aku suka banget, saat Rijin bilang kalau semua kepribadian itu sepeti puzzle yang hilang, mereka semua tidak akan hilang tapi menyatu menjadi seorang Cha Dohyun. Kata-kata Rijin itu bagus banget, mendalam pula. Wajar saja Dohyun merasa tersentuh, ditambah suasananya yang romantis, membuatnya hanyut dalam perasaan. Serius deh itu adegannya romantis banget.

Suka banget sama chemistry mereka berdua, padahal mereka masing-masing sudah punya pasangan di kehidupan aslinya. Ya tapi wajar sih chemistry mereka dapat banget, karena baru saja setahun lalu di 2013 mereka bermain sebagai lead di drama Secret. Aku tak menonton drama itu sih, tapi kata temanku yang menonton, dari Secret pun mereka sudah membangun suasana yang bagus satu sama lain, sehingga di sini mereka tak kesulitan untuk mendapat chemistry. Hubungan Antara Rijin dan Dohyun pun tak ternodai akan kesalahpahaman macam orang ketiga yang enggak penting, namun mengingat permasalahan yang menguji hubungan mereka amat pelik, sehingga yaw ajar kalau tak ada konflik karena orang ketiga. Rijin dan Dohyun saling bekerja sama untuk dapat menyembuhkan luka masing-masing di masa lalu.

Drama ini tentu saja bikin kita ketagihan dan penasaran dengan misteri yang ada di Sangjin Grup. Kenapa Dohyun bisa jadi gini? Siapa anak lain di keluarga Sangjin? Misteri kebakaran yang terjadi 20 tahun lalu, dan sebagainya. Mengenai anak lain di Sangjin, awalnya penonton akan digiring pemikirannya jika anak itu adalah Oh Rion, tapi setelah kesini-sini, kita akan sadar jika anak itu bukan Rion, tapi Rijin. Drama ini juga penulisnya jago bikin twist yang bikin kita jantungan saking kagetnya, membuat mata kita terbelalak saking terkejutnya dan yang penting twistnya enggak ngeselin. Twist yang benar-benar mengejutkan adalah mengenai nama Cha Dohyun. Tak terpikir jika pemilik asli nama itu adalah Rijin. Serius itu aku sampai benar-benar bengong tahu itu. kok kepikiran bikin ceritanya seperti itu?

Saudara kembar yang tak sekandung Oh Rion dan Oh Rijin ini pun menarik untuk disimak. Hubungan mereka seperti kakak adik pada umumnya, sering bertengkar tapi saling melindungi. Sepanjang hidup Rijin bersama Rion, Rijin selalu menganggap Rion adalah Oppa yang selalu ada untuknya, kakak tempat Ia berbagi, Rion pun seperti itu, Rijin adalah adik kesayngannya yang perlu dilindungi dan tempatnya saling berbagi, namun Rion juga menyayangi Rijin sebagai wanita. Sebuah cerita yang lumrah sebenarnya, saat pria-wanita hidup bersama-sama, bertahun-tahun dan tak memiliki hubungan darah sama sekali, akan timbul getar-getar cinta #haseek, jika beruntung keduanya merasakan seperti di Pinocchio, namun jika sial, hanya cerita bertepuk sebelah tangan. Rion tergolong dalam kaum yang sial. Ia cemburu saat rijin dekat dengan Dohyun, Ia sedih ketika dirinya lah yang membuat Rijin semakin dekat dengan Dohyun, dan jelas Ia marah ketika Rijin menangis karena Dohyun. Rion sadar jika Ia dan Rijin tak mungkin bersatu. Serius sedih pas adegan rion akhirnya melepas Rijin dan menyerahkannya pada Dohyun. Dia ikhlas tapi sedih. disitu saya merasa apa yang Ia rasa huhuhuhu.

Makanya, aku dari semua karakter di drama ini paling suka sama karakternya Oh Rion. Banyak yang jika ditanya lebih suka Segi apa Dohyun, pasti mereka akan menjawab Segi. Tak bisa dipungkiri pesonanya sebagai bad boy memang memikat sekali, tapi karena aku orang yang naif, jadi aku lebih suka cowok yang baik kalem macam Dohyun, tapi kalau ditanya Antara Segi dan Dohyun, aku lebih milih Rion. Dia orangnya bisa diajak bercanda, koplak, namun dibalik sifat koplaknya dia, Dia dapat melindungi, bisa diajak serius jika waktunya, enak diajak sharing. kalau buat aku sih, Rion tuh pria idamanku. Aku jatuh dengan pesona dia. Ada juga enggak diantara kalian yang sama kayak aku? Hahahaha.

Tampaknya sudah berapa drama yang aku lalui tidak mengalami second lead syndrome, disini pun tidak. Masalahnya gimana mau kena sindrom itu, second leadnya Shin Segi, lah Segi juga kan Dohyun. Oh Rion? Hubungan mereka selama ini ya adik-kakak. Rasa cintanya yang Ia beri ke Rijin pun lebih seperti hubungan keluarga. Lagipula, Rijin tak pernah tahu Rion menyukainya sebagai wanita. Jadi ya gimana mau second lead syndrome? tapi Baguslah, aku jadi berada dijalur yang benar. Mendukung hubungan Dohyun dan Rijin sepenuh hati.

Dari drama ini dapat pelajaran yang menarik, bagaimana keluarga memegang peranan penting terhadap perilaku seseorang. Riji mempunyai trauma yang sama dengan Dohyun, bahkan Rijin merupakan korban, sedangkan Dohyun hanya saksi dan korban tidak langsung, tapi Rijin diselamatkan oleh keluarga Oh. Rijin dibesarkan dengan penuh kasih sayang, dan diperlakukan layaknya anak sendiri, walaupun Rijin hilang ingatan, tapi Ia tak lupa kalau Ia adalah anak adopsi. Ia tak lupa hari dimana Ia dan Rion menjadi saudara kembar. Oleh karena itu Ia sangat berterima kasih dengan Rion yang mau berbagi kasih sayang orangtua, dan juga pada orangtua angkatnya yang menganggap Dia seperti anak sendiri.

Tumbuh dikeluarga yang penuh kehangatan membuat Rijin dapat tumbuh dengan baik dan rasa lukanya dapat terobati, walau masih menyisakan trauma jika mengingat hal itu, namun tidak dengan Dohyun. Sudah hilang ingatan, keluarganya tak memperlakukannya sebagai keluarga. Kasih sayang hanya didapat dari sekretaris Ahn, membuatnya benar-benar hancur berkeping-keping kepribadian. Makanya peran keluarga benar-benar dibutuhkan pada orang yang mengalami luka hati dan juga trauma. Trauma akan tetap menjadi trauma, namun bagaimana cara menghadapi trauma itu agar tak berlarut, bahkan hingga menyakiti diri. Cara penanganan yang baiklah yang membuat sang pemilik trauma lukanya akan mengering. Dohyun ditangani tidak dengan baik. begitu Dia hilang ingatan, ya sudah, it’s a new life for him. Ny Shin dan nenek bertindak seolah-olah tidak ada yang terjadi. mereka memperlakukan Dohyun dengan biasa saja, bahkan cenderung mengucilkannya dan menekannya sehingga wajar saja Dohyun sampai ingin bunuh diri dan muncul kepribadian Ahn Yosub.

Lagipula dipikir-pikir sebenarnya semua ini takkan terjadi jika Ny. Shin tidak terobsesi menjadi bagian Sangjin sehingga memaksa Cha Junpyo untuk kembali ke keluarganya untuk mendapatkan KK. Ny. Shin memaksa karena IA ingin menjad bagian Sangjin, walau kenyataannya tak bisa, tapi Ia tak menyerah melalui anaknyalah bisa mendapatkan harta Sangjin. Peran Ny. Shin secara tidak langsung dapat mengakibatkan semua kejadian ini, mulai dari Dohyun yang kepribadian ganda, sampai Rijin yang trauma. Hanya saja tak hanya hal negatif yang dapat diambil dari obsesi Ny. Shin ini, positif nya,Dohyun dapat bertemu Rijin jadi mereka bisa merenda kasih bersama hahahaaha.

Aku suka drama ini tuh selain ide cerita yang menarik, tapi eksekusinya pun bagus. Jalan ceritanya rapi, dan alurnya terasa pas. Sang SWnim tahu kapan saat harus mengungkapkan semua misteri. Drama ini dari segi cerita tampak agak berat dan rumit, tapi kita takkan pusing kok, selalu saja ada komedi yang diselipkan untuk meredakan otot-otot muka kita yang tegang. Seperti drama korea pada umumnya, episode-episode awal banyak kejadian lucu Antara Dohyun dan Rijin, serta hal komedi yang dihasilkan kepribadian Dohyun yang lain, tapi makin kesini makin mellow dan sedikit, tapi untungnya tetap ada, dan itu sering dihasilkan dari pola tingkah Yona yang menyukai Rion. Sumpah itu lucu banget nget nget. Itu adegan favoritku. Menghibur banget. Yona benar-benar sasaeng Oh Rion sampai tahu kapan Rion masuk wamil dan keluar wamil. Rion yang sudah kewalahan menghadapi Yona. Ah gila lucu banget. Lalu adegan Segi dan Rijin yang debat sambil ngerap. Sudah enggak paham lagi, kayak bocah wkwkwk.

Masalah akting, ayo kita berikan standing ovation also big applause for Jisung! *prok-prok-prok*. Sumpah akting dia keren banget. Kita bisa merasakan kok perbedaan setiap karakter. Dia benar-benar dapat memerankan tujuh karakter dalam satu drama yang sama. Wajah mereka sama, tapi serius dalamnya, jiwanya beda banget dan Jisung dapat mereflesikan itu semua. Mata setiap karakter tergambar jelas berbeda. Memang, untuk memudahkan kita para penonton, setiap perubahan karakter diberi warna mata yang berbeda, tapi tanpa warna mata pun kita bisa merasakannya kok, pasti. Sorot matanya itulooh. Dia bisa memancarkan 7 sorot mata yang berbeda! Terasa banget lah pokoknya kalau mereka beda orang. Aku jadi teringat dia di Protect The Boss. Disitu karakternya Cha Jiheon koplak macm Ferry Park tapi kekanakkan seperti Segi, dan sorot mata dia sebagai Jiheon dengan 7 karakter di KMHM ini, enggak ada yang sama. Itu semua tuh beda orang. Benar-benar hebat banget. Great job, ahjussi! Aku jadi penasaran sama Lee Seunggi kalau dia jadi dia main disini. Aku yakin dia pasti bisa, tapi aku penasaran saja, karena pasti cara dia merefleksikan karakternya beda dengan Jisung. Semoga nanti Seunggi punya drama yang macam gini juga.

Kill me Heal Me memang banyak kelebihan, tapi pasti punya kekurangan juga. Pertama drama ini melupakan detail kecil, walau sebenarnya mungkin ada yang tak sadar dan tak penting,t api untuk menghasilkan efek nyata bukankah detail itu penting? Seperti saat adegan ibu kandung Rijin, Min Seoyeon menelepon Ibu Rion yang meminta untuk mengambil Rijin karena Dia mau keluar negeri. Disitu dikisahkan bahwa kejadian itu terjadi tahun 1994, tapi saat tahun itu seingatku saat menonton Reply 1994 taun segitu masih menggunakan telepon rumah atau pager, tapi mereka berkomunikasi menggunakan ponsel. Apakah aku yang salah lihat? Atau mungkin tahun segitu sebenarnya sudah ada tapi hanya orang kaya yang memakainya? Kalau ibu kandung rijin sih masih mungkin karena dia kaya, tapi bagaimana dengan Ibu Rion yang biasa-biasa saja? Lalu saat Cha Junpyo akhirnya sadar setelah koma 20 tahun. Kenapa dia tiba-tiba teringat kejadian kebakaran? Hal itu masih mungkin karena Ia terkahir bangun saat itu, tapi anehnya baru juga sadar, Dia sudah bisa berdiri, berlutut?!!! WOY DIA SUDAH KOMA SELAMA 20 TAHUN! Selama 20 tahun ototnya tidak digerak-gerakkan, sudah pasti mengalami kekakuan. Orang yang tak digerakkan ototnya selama berbulan-bulan saja harus menjalani fisioterapi agar bisa berdiri dengan benar, ini sudah 20 tahun koma sudah bisa berdiri dengan baik walau masih bertumpu, tapi itu hal yang ANEH! *maaf emosi banget dibagian itu*. Kedua ada karakter ynangg enggak begitu berpengaruh atau terasa ada dia atau ga bodoh amat, yaitu karakter Han Chaeyeon. sebagai teman kecil dan cinta pertama, dia memiliki kekuataan untuk melindungi posisi Dohyun, tapi hanya sebatas itu. Enggak diceritakan lebih. Karakternya enggak bikembangkan padahal sayang yang main adalah Kim Yoori.

Ketiga, endingnya kurang memuaskan. Penyauan kepribadiannya terasa cuman begitu saja, ya memang sih prosesnya di episode-episode sebelumnya, tapi kok rasanya begitu mudah gitu membuat mereka semua pergi dari kehidupan Dohyun. Aku merasa seperti lebih real penyatun kepribadian Goo Seojin dan Robin di Hyde Jekyll Me dibanding ini. Lalu, orangtua Rion dan Rijin sudah 1 tahun mengenal Dohyun, masih belum thu identitas asli Dohyun. Mereka masih tahunya Dohyun adalah Ferry Park. Memang sih adegan akhirnya menggambarkan kalau mereka bahagia, tapi kalau orangtuanya nanti tahu pasti akan jadi masalah dan hubungan mereka akan terganggu kembali. kenapa enggak digambarkan orngtuanya tahu? walau mungkin menolak tapi nanti akan menerima, jadi membuat penonton tenang, tak seperti sekarang. rasanya ada kekhawatiran gitu mengingat orangtuanya belum tahu, tapi yasudahlah tak apa. hal itu mengingatkan kalau sebenarnya sebuah akhir bukanlah akhir, tapi awal. Pastinya nanti hubungan mereka akan mengalami permasalahan yang akan datang dikemudian hari. Namanya juga kehidupan, masalah takkan pernah berhenti mendatangi kita kecuali raga kita meninggalkan dunia ini. Mungkin SWnim nya mau menyampaikan hal itu, ya biar lebih real.

Eh iya tadi sempat menyinggung Hyde Jekyll Me. Banyak yang membandingkan kedua drama ini karena mengangkat tema yang serupa dan berada pada slot tayang yang sama sehingga mau tak mau saling bersaing. Aku mungkin akan sedikit membandingkan. Keduanya sama-sama mengangkat keppribadian ganda, dan sama-sama sembuh karena cinta, tapi berbeda alurnya dan juga permasalahn utamanya. Hyde Jekyll Me ratingnya jauh dibawah Kill Me Heal Me padahal pemainnya sudah sekelas Hyunbin dan Han Jimin. Mungkin ini karena eksekusinya. Ide ceritanya menarik, tapi SWnimnya tk bisa merepresentsikannya dengan baik dan tak dapat membuat arah cerita yang baik, jadi konfliknya terasa kurang, tapi buat yang tertarik dnegan psikologi kedua drama ini mungkin bisa dijadikan referensi untuk mempelajari, karena proses penyembuhannya ternyata berbeda. Sama-sama penyatuan, tapi kalau di Hyde Jekyll Me, Robin dan Seojin saling berbagi ingatan,sedangkan KMHM tidak.

Overall, drama ini sudah pasti menjadi tontonan wajib kdramalovers. Four stars from five, I rate it for this drama. Such nice drama and full of message. Insya Allah enggak akan menyesal nonton ini. pokoknya siapkan saja tawa dan tissue kalian terhadap drama ini. Siap-siap kesengsem Shin Segi, siap-siap luluh dengan Cha Dohyun, dan siap-siap ngakak karena Yona-Rion!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s