[REVIEW] EXO NEXT DOOR

Para fangirl pasti setidaknya pernah berimajinasi jika saja tetangga depan rumah adalah dorm idol favorit masing-masing. Kalau tidak, aku yakin seorang fangirl pasti pernah membayangkan agar bisa dekat dengan oppa, bercita-cita menjadi manajer, stylist, staf, bahkan mungkin kita rela menjadi seorang tukang cuci agar bisa dekat dengan mereka. Hal-hal semacam itu ternyata dialami oleh Ji Yeonhee di webdrama EXO Next Door.

Webdrama yang berdurasi sekitar 10-12 menit ini mengusung genre paling lumrah, romance, comedy. Drama ini menceritakan sebuah grup idol terkenal, EXO yang beberapa anggotanya yaitu Chanyeol, D.O, Baekhyun, dan Sehun pindah ke rumah kakek Chanyeol dimana Chanyeol memiliki tujuan untuk mencari kalung yang diberi kakeknya di rumah itu. Kepindahan mereka ternyata membuat seorang gadis tetangga, Ji Yeonhee mengalami pengalaman baru, menjadi asisten rumah tangga grup idol terkenal. Ternyata Chanyeol dan Yeonhee memiliki keterkaitan masa lalu.

Kalian yang sudah mengikuti blog ku sudah pasti bisa menebak alasanku menonton drama ini, ya jelas sekali, karena ini dramanya E-X-OEXO-L dijamin pasti menonton ini karena oppa-oppa mereka berakting. Aku sebagai yang ngefans berat sama mereka * mereka berakting. Aku sebagai yang ngefans berat sama mereka *duh ingin ngaku sebagai exo-l, tapi ga beli albumnya huhuhu*, jadi suatu keharusan untuk menonton drama tersebut. Lagipula aku ingin tahu kemampuan akting para member selain D.O.

Drama ini sebenarnya fanfict banget, dimana seorang gadis yang ngefans *asumsikan saja begitu karena kamarnya penuh poster EXO, walau sebenarnya itu promosi*, tiba-tiba mendapat tetangga baru segerombol artis terkenal yang Ia suka, terus kerja disana, dan malah terlibat cinta segitiga. Itu tuh bagi kami para fangirl terutama internasional fans adalah sebuah khayal babu tingkat alam semesta, alias MIMPI LU! Hal kayak gitu tuh cuman ada di dunia fanfict, bahkan dunia drama pun itu terlalu khayal babu rasanya. Untungnya sih ini cuman webdrama, jadi masih terasa normal. Kalau ini bukan webdrama, dijadikan sebuah drama dengan satu episode berdurasi 60 menit, dijamin orang-orang akan merasa bosan karena jalan ceritanya terlallu dongeng.

Yeonhee tuh beruntung banget, diperebutkan dua pria tampan, bahkan salah satunya sudah menyukainya dari kecil dan bertahan sampai sekarang. She’s his first love. Beruntugnya lagi dia bisa bekerja di rumah mereka, sering ketemu mereka. Adek rela bang jadi babu asal bisa dekat abang…. Huhuhu seperti itulah perasaan EXO-L menonton drama ini. Makanya kurang dongeng apalagi drama 16 episode ini?

Drama ini menghibur kok, apalagi bagi seorang EXO-L. Jalan ceritanya memang dengan mudah sekali tertebak, Chanyeol dan Yeonhee adalah teman masa kecil, dan kalung yang dicari Chanyeol ada di Incheon te. Hl itu benar-benar bisa tertebak, tapi eksekusi ceritanya menarik sih. Aku suka pembawaan plotnya yang mengalir dengan lancar dan aku merasa terhibur sih menonton itu. Komedinya sanggup membuatku ngakak, walau awal-awal komedinya agak terlalu komik, tapi makin kesini gimmicknya makin alami.

Setiap episode pasti kita akan dibuat tertawa oleh tingkah laku Yeonhee yang amat koplak atau dengan kelakuan adiknya, dan tak lupa tingkah laku anak EXO, Baekhyun dan Sehun yang benar-benar segar karakternya. Paling lucu sih kalau sudah adegan Sehun dengan adik Yeonhee. Mereka berdua ini masih bocah, jadi kelakuannya bodoh, koplak. Aku suka banget sama bromance mereka. Padahal mereka enggak satu grup, tapi bisa cepat akrab. Kalau di dalam grup gimana? *eeeeh….*.

Adiknya Yeonhee ini benar-benar penambah bumbu komedi banget. Dia belum dewasa, tapi sebagai lelaki dia amat menjaga Yeonhee sehingga sempat menyuruh Yeonhee menjauh dari anak-anak EXO, karena mereka alien dengan superpower. Adiknya sempat mencari info mengenai EXO, dan membaca konsep superpower mereka. Adik Yeonhee yang baru lulus SMA ini, pikirannya masih kekanakan menjadi mempercayai bahwa mereka adalah sekumpulan alien dengan kekuatan supranatural.. Lucu banget dia amat mempercayai itu, dan bilang ke sehunnya pula! Terus adegan Dia dan Sehun lari dari kejaran fans, lebay sih, tapi itu lucu serius deh. Adegan mereka ngopi bareng. Ah serius suka sama bromancenya mereka.

Karakter keempat member EXO sebenarnya enggak jauh berbeda. Sehun yang kekanakan, Baekhyun yang jahil, hanya saja D.O dan Chanyeol ini tukeran karakter. Selama in kita mengenalnya D.O yang dingin dan serius, sedangkan Chanyeol yang ceria, dalam drama ini mereka bertukar jiwa (?), Chanyeol menjadi sosok yang dingin bahkan cenderung galak, sedangkan D.O menjadi ceria dan amat ramah. Pas di ending episode 2, Yeonhee ketahuan mengintip anak EXO, D.O malah dadah-dadah smbil nyengir lebar sama Yeonhee, sedangkan Chanyeol menatapnya tajam. Padahal kan yang kebayang sama kita harusnya Chanyeol yang dadah-dadah sambil nyengir lebar, D.O yang menatap tajam. Jadi melihat karakter seperti ini berasa bukan mereka, tapi biarin sih, biar terasa aktingnya. Iya, biar berasa aktingnya jadi menyadarkan diri kita bahwa itu semua hanya akting, hanya dalam drama. Biar berkesan profesionalnya, saking profesionalnya sampai kebawa ke kehidupan idol mereka *eh.. becanda*. Saat-saat menjelang episode terakhir saja karakter asli mereka keluar. Chanyeol jadi suka nyengir lebar sama Yeonhee, dan D.O diam galau karena bertepuk sebelah tangan.

Masalah akting keempat orang itu enggak masalah sih. Baekhyun dan Sehun enggak jauh sama karakter mereka, jadi natural saja terlihatnya. Jika sudah menonton it’s okay that’s love atau Cart, pasti tahu akting Do Kyungsoo yang mengagumkan, jadi tak usah diragukan akting dia disini. Nah Chanyeol….. dafuq ternyata akting dia juga bagus. Agak sedikit kaku sih pas dia jadi dingin, tapi segitu sih kalau menurutku terlihat alami, tak seperti sang leader, pas adegan kesaitannya, sumpah lebay banget! Sebel liatnya! Iya sih mungkin mau memperlihatkan betapa sakitnya dia, tapi….. itu…. Terlalu….. berlebihan *mianhae junmyeon oppa*.

Chemistry Moon Gayoung sama Chanyeol cukup bagus sih. Terasa memang kalau ada something diantara Chanyeol dan Yeonhee. Aura-aura teman masa kecilnya dapat dirasakan, dan juga kalau mereka malu-malu putri malunya terlihat imut. Ternyata chemistry mereka memang sudah dibangun garra-gara mereka main film bareng, dan jadi pasangan juga. Aku enggak tahu sih mana yang syuting duluan, drama ini apa film Jangsoo Shop, tapi yang jelas interaksi mereka enggak akan jauh beda sama disini, dan chemistrynya pun pasti takkan jauh berbeda.

Kalian yang sudah menonton apakah kalian mengalami hal yang sama sepertiku? Kalian baper enggak sih nonton ini? Enggak tahu kenapa, aku baper banget nonton ini. Berasa jadi Yeonhee. Aku sering menonton drama ini berdua bersama temanku di kampus sambil nunggu praktikum *and absolutely yes, we used campus facilities, computer plus wifi*. Bias dia adalah Chanyeol dan biasku D.O *after uri chenchen*, dan kita berdua merasa baper. Dia jelas baper karena Chanyeol, tapi aku baper gara-gara mereka berdua!!! Kita sering teriak-teriak sendiri *dilorong kampus, untung sepi* pas nonton itu. Entah karena ketampanan Chanyeol, D.O atau karena adegan sweetnya. Serius aku merasa jadi Yeonhee. Setiap adegan yang memicu pipi Yeonhee menjadi merah, malah aku kegirangan sendiri. Jantung terasa dugeun-dugeun, tiba-tiba pipi panas sendiri.Kenapa jadi aku yang deg-deg an sama adegan itu? Padahal Chanyeol ataupun D.O tak berada disitu. Mereka berada di layar computer, sedangkan aku di dunia nyata, tapi malah jantungku yang berdetak kencang setiap adegan seperti itu. Rasanya pengen juga di so sweet in sama cowok #KODEKERAS.

Adegan terbaper aku adalah saat episode terakhir, saat D.O menarasikan isi hatinya. Sumpah itu aku baper se baper bapernya. Aku baper karena Satu karena narasi D.O yang amat mendalam. Suara D.O yang berat dan lembut, mengucapkan kata-kata yang aaah…. Menusuk hati…. Sukses membawa aku hanyut dalam perasaannya, kedua karena again this syndrome take my heart. I got second lead syndrome…. Aku lebih ingin D.O sama Yeonhee. D.O yang berikap lembut dan selalu baik, gimana enggak jatuh hati? Dan alasan ketiga alasan sebenarnya mengapa aku baper se baper bapernya, semua kata-kata yang D.O narasikan itu mewakili perasaanku. Aku pernah dalam posisi itu, dan narasi D.O itu benar-benar mewakili perasaanku saat itu. Aku tahu banget apa yang dirasakan D.O. aku pernah jadi second lead, that’s why I always sympathize to second lead *ah maaf malah jadi curcol*. Bapernya parah banget, Ya Kyungsoo sialan!

Sebenarnya kalau adegannya sukses membawa kita baper, dapat merasakan apa yang karakter tersebut rasakan, berarti penyampaiannya bagus. Para pemainnya dapat merefleksikan karakter dan perasaannya dengan baik. Aku termasuk yang gampang baper, dank arena aku fans mereka, makanya aku bisa merasa terhanyut dalam adegannya, kalau bukan fans, entahlah, tapi aku rasa pasti setidaknya yang bukan fans pun merasa sedikit baper.

Berhubung ini webdrama, jadi durasinya hanya sebentar, jadi sebalnya tuh baru juga duduk, ngambil nafas, eh tiba-tiba udahan lagi. Paling parah itu episode 9, 10 kalau enggak salah, cuman sekitar 9 menit. Serius enggak berasa banget, pffft. Selain itu yang kurangnya juga ceritanya mudah tertebak, bahkan hanya dari sebuah preview. Setiap akhir episode selalu diberi preview episode selanjutnya, dan setelah menonton preview tersebut aku dapat dengan mudah membaca apa yang akan terjadi di episode selanjutnya. Previewnya terlau memberikan petunjuk jadi kadar penasarannya berkurang.

Selain itu aku kesal sama iklan sponsornya. Dimana-mana bertaburan barang-barang dengan karakter Line, tapi itu sih mending, enggak terlalu masalah, yang keslanya itu iklannya kadang maksa banget! diepisode 7 ada tambahan spesial, dimana Baekhyun bertelepon ria dengan Xiumin menggunakan aplikasi Line, ada satu dialog dimana Baekhyun ingin bercerita, tapi tak ingin lewat telepon, Xiumin mengira Baek tak mau lewat telepon karena telepon internasional pasti akan mahal, lalu Baek menanggapinya “Hyung, kamu tak tahu kalau ini gratis? ktia bisa mengobrol sepanjang malam semau kita”, lalu Xiumin menjawab “ah iya…”. Ah serius itu iklannya keliatan banget. kurang alami nih reaksi Xiumin, jangan cuman bilang “ah iya…”, bilang “oh.. aku baru tahu itu!” atau “Ah aku lupa!” atau apalah jangan “ah iya…” itu keliatan banget iklannya dan seperti yang terpaksa uhuhuhuhu.

Pasti yang sudah menonton kurang sreg dengan endingnya. Tiba-tiba setelah keempat member exo pergi dari rumah itu karena harus tur konser, eh tiba-tiba balik saja dan menyapa “annyeong Incheon te!”. Enggak dijelaskan hubungan Chanyeol-Yeonhee seperti apa. Asumsikan sih mereka tak berpacaran, tapi ya hanya some. Kebayang sih kalau di situ digambarkan kalau mereka berpacaran, soalnya kan ceritanya menggabungkan “nyata” dan “khayal babu”. Kalau Yeonhee pacaran, bisa dibayangkan bagaimana media memberitakan dan reaksi para fans. Hal ini walau hanya drama pasti melukai hati fans, karena walau ini khayal babu, tapi ada unsur nyatanya. Cukup sudah hati fans terluka karena tiga orang dan satu cabe-cabe an yang ketahuan lagi k*ss di mobil jam 2 malam *tapi aku ridho kok mereka pacaran, soalnya keliatan tuh cabe sayang banget sama pacarnya*.

So far drama ini tetap menghibur kok, terutama bagi EXO-L. Enggak rugi kok menyisihkan sekitar 200 menit kalian atau sekitar 3 ¼ jam untuk menonton drama ini. Sehari juga beres. Rate for this drama is 3,5 stars from 5 stars. Kalau ingin nonton yang ringan dan tak menyita waktu, ditabah kalau kalian suka pria tampan dan suka musik kpop, bisa dicoba nonton ini.

Hati-hati Baper nonton ini! Enjoy the damn baper with EXO~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s