[REVIEW] A GIRL WHO SEE SMELLS (SENSORY COUPLE)

Sebuah kisah kriminal dibungkus dengan sedikit fantasi dan juga bumbu romance akan menjadi suatu perpaduan yang unik bukan? Hal ini lah yang digambarkan dalam drama a girl who see smells.

Drama yang memiliki judul lain Sensory Couple ini mengangkat genre fantasy, crime, romance, dan juga tambahan comedy berbalut menjadi satu. Drama yang diangkat dari webtoon ini menceritakan Choi Moogak mengalami kejadian naas tiga tahun lalu dimana adiknya, Choi Eunseol dibunuh oleh pembunuh berantai “barcode”. Kesedihan yang ditimbulkan cukup mendalam sehingga Ia kehilangan indra perasa dan perasaan dalam hatinya. Akibat kejadian itu, Ia menjadi polisi dan bertekad untuk menemukan siapa pembunuh adiknya. Saat Ia bekerja Ia bertemu seorang gadis unik bernama Oh Chorim. Chorim merupakan gadis yang telah menolongnya menangkap penjahat akibat kemampuan Chorim yang bisa melihat bau. Ternyata mereka berdua memiliki keterkaitan dengan pembunuh barcode tersebut. Chorim merupakan saksi hidup dari pembunuh barcode. Tiga tahun lalu orang tua chorim menjadi korban pembunuhan dan Chorim melihat sang pembunuh. Chorim pun berusaha lari, tapi saat dijalan Ia malah tertabrak dan koma hingga bulanan. Ketika bangun Chorim tak ingat apapun, dan lensa mata sebelah kirinya *klo ga salah* berubah menjadi hijau. Semenjak itu Ia bisa melihat bau. Chorim yang tak mengingat apapun, tentu tak ingat siapa nama aslinya. Nama aslinya bukanlah Oh Chorim, melainkan Choi Eunseol. Ya adik Moogak ini merupakan korban salah bunuh. Harusnya yang dibunuh adalah Choi Eunseol-Oh Chorim, bukan Choi Eunseol adik dari Choi Moogak.

Alasan aku menonton ini karena pas tahu bakalan ada drama yang bergenre romance, mystery, crime, fantasy ini jelas menarik perhatianku. Seperti biasa drama yang berbau detektif pasti bikin aku tertarik, ditambah ada unsur fantasinya. Sesuatu yang faktual dicampur dengan imajinas, hm… terlihat menarik bukan? Ditambah pemeran utamanya adalah Yoochun. Aku suka setiap lihat Yoochun akting, bahkan aku lebih suka lihat dia akting daripada nyanyi. Makanya aku cukup excited dengan drama satu ini.

Drama ini ya cukup menarik sih walau enggak sampai banget. Ide ceritanya menarik dan terhitung baru. Baru kali ini aku menonton sebuah cerita dimana ada orang yang memiliki kemampuan melihat bau. Biasanya orang bisa mendengarkan suara hati, atau bisa menghilang, atau telekinesis, tapi ini malah MELIHAT BA-U! suka sama visualisasi apa yang dilihat Chorim. Warna-warrni. Kebayang enggak sih jadi Chorim bisa melihat bau dengan detail. Pasti pusing setiap dijalan apalagi pasar ada berbagai macam bau. Selain itu menariknya juga disetiap episode ada kasus-kasus yang harus mereka selesaikan walau tak mendetail seperti memecahkan kasus barcode. Kemampuan Chorim ini benar-benar membantu pekerjaan para detektif.

Awal-awal kita akan dibawa tegang dengan kasus barcode ini. Kita akan menebak-nebak siapa si pembunuh barcode ini. Penonton akan digiring kecurigaannya terhadap dr. Chun yang mencurigakan. Kehadiran dr. Chun ini diiringi dengan kehadiran Chef Kwon Jaehee. Jaehee ini diawal-awal terlihat baik dan mengagumkan, tapi justru karakter seperti inilah yang patut dicurigai. Dugaanku kalau bukan dr. Chun pembunuhnya terbukti di episode 4-5. Ternyata dr. Chun orang baik, dan aku malah berharap mungkin dia bakalan jadi malaikat penolong Chorim, tapi ternyata dia malah harus mati cepat.aku sedih kenapa dr. Chun malah mati cepat L SW-nim nya jahat nih.

Enggak butuh waktu lama kita untuk tahu siapa pelaku pembunuh barcode. Diepisode 5-6 kita sudah mengetahui hal itu. Sebelumnya aku menganggap kok rasanya kecepatan, episode segitu sudah tahu lagi siapa pelakunya, ditambah di episode 7, polisi pun sudah mencurigainya. Aku kira ini tuh 20 episode, ternyata 16 episode saja, hahahaha, jadi ternyata alurnya pas, enggak kecepatan. Aku sempat berharap bukan Jaehee pelakunya, karena ya sempat terpesona gitu sama senyumnya Jaehee. Keliatan baik dan kalem. Aku curiga sama dia karena dia paling dekat dengan korban barcode selanjutnya Joo Mari, lalu sikap dia yang kalem-kalem menghanyutkan dan juga profesinya. Pembunuh barcode ini selalu meninggalkan jejak berupa garis barcode dilengan korban. Garis barcode yang begitu rapi tentu memerlukan keahlian pisau yang handal. Sebagai chef tentu saja keahlian pisaunya tak diraguka dooong. Berdasarkan hal itulah aku menebak-nebak Jaehee pelakunya, dan ternyata jeng jeng… benar. Aaaah kesal, kenapa harus dia sih? Kesel dari jaman Gapdong sampai A girl who see smells, psikopatnya kece-kece berat. Ganteng parah! Suka banget sama akting Nam Goongmin. Ekspresi Psikopatnya dapat banget! Perubahan dari senyum ke dinginnya itu loooh…. Ngeri abis.

Aku suka hubungan yang dibangun tim investigasi khusus. Awalnya mereka, inspektur kang, detektif ki, dan detektif yeh, meremehkan kemampuan Moogak, namun Moogak yang berhasil menemukan Mari karena bantuan Chorim, membuat letnan Yeommi mempercayai Moogak dan mengajaknya masuk tim. Lama-lama mereka saling bekerja sama dnegan baik dan saling percaya satu sama lain, bahkan saling mendukung. Ketika Moogak dikeluarkan oleh letnan Yeom, trio detektif merasa sedih dan membela moogak dihadapan letnan Yeommi. Ketika kasus sudah berkahir pun mereka tetap bisa bekerja sama dengan baik, bahkan sampai mengganggu bulan madunya Chorim dan Moogak.

Hubungan Chorim dan Moogak juga menarik. Untung drama ini bebas dari second lead, jadi enggak aka nada orang ketiga. Ya paling sedikit makjang dengan kesalah pahaman. Chorim menganggap adik Moogak mati karena dirinya, sehingga Ia merasa bersalah, padahal selama ini Moogak tak mempermasalahkan itu. Awal hubungan mereka itu lucu, malu-malu kucing, ditambah Moogak yang clueless. Enggak peka Moogak itu, padahal sudah Chorim kasih kode berapa kali. Untungnya Moogak sadar dan mengajak kencan lebih dulu sebelum keduluan Chorim. Setelah kesalahpahaman itu selesai, enggak ada gangguan berarti sih sama hubungan mereka. Mereka itu saling percaya, dan saling mengandalkan. Moogak seringkali khawatir dengan Chorim yang slelau ingin ikut membantu yang pada akhirnya suka membahayakan diri Chorim, namun Chorim yang dasarnya suka membantu orang, Ia memaksa dan Moogak mengerti hal itu. Chorim merasa aman karena ada Moogak disisinya. Aw~. Chemistry Yoochun dengan Shin Sekyung terbangun dengan baik. Nuansa fall in love dengan sentuhan childish dan alay nya berasa banget. Mata mereka cukup bicara. Hm.. tampaknya bakalan jadi calon pasangan favoritku.

Selain hubungan cinta, hubungan persahabatan Letnan Yeommi dan Chorim juga menarik. Layaknya sahabat mereka saling berbagi cerita, membantu, mengutarakan isi hati, bahkan seperti perempuan lainnya, mereka belanja bersama. Letnan Yeommi ini bisa jadi sosok kakak bagi Chorim yang selalu melindungi dan memberikan pendapatnya secara dewasa. Sayangnya yang lebih banyak bercerita adalah Chorim bukannya Yeommi. Rasanya Yeommi tak pernah cerita apapun selain masalah kasusnya. Kurang eimbang rasanya, tapi mungkin awalnya Yeommi hanya ingin mengenal Chorim karena dia merasa curiga dengan Chorim sebagai saksi hidup, ternyata Ia merasa nyaman juga dnegan Chorim dan bisa saling bertukar pikiran.

Aaah… daritad bahas hubungan mulu, kita bahas karakter saja ya… tapi enggak banyak, maafkan, karena waktu menulisku yang mepet. *huhuhu maklum lagi UAS*. And they are….

  1. Choi Moogak. Seorang yang bekerja di akuarium raksasa di Jeju, yang tiba-tiba banting stir menjadi polisi setelah kematian adiknya. Semenjak itu Ia kehilangan indra perasanya. Walaupun dia dingin, tapi dia merupakan sosok yang konyol. Kerapkali melakukan kesalahan saat bertugas menjadi polisi awal-awal, dan berbakat comedy gag. Ngakak abis lihat ekspresi dia kalau udah melakukan sketsa komedi dengan Chorim. Dia memang terlihat bodoh, tapi sebenarnya dia cukup pintar dan jeli. Berapa kali kasus selesai akibat kejelian dirinya. Kejelian itu harus dipaning dengan kemampuan Chorim bisa meihat bau. Kalau sudah jatuh cinta seperti anak kecil, dan menjaga pasangannya dengan romantis.
  2. Oh Chorim. Bernama asli Choi Eunseol, seorang saksi hidup dari pembunuhan barcode. Dia mengalami amnesia akibat kecelakaan saat dikejar pembunuh dan terjadi sebuah keajaiban, sebelah matanya berubah menjadi warna hijau dan dapat melihat bau. Awalnya Ia merasa dirinya monster, tapi ternyata kemampuannya itu dapat menolong orang lain, bahkan polisi sehingga Ia menjadi merasa berguna dengan kemampuannya itu. Ia sosok yang periang bahkan bercita-cita menjadi pelawak, tapi sayang lawakannya enggak lucu sama sekali. Lawakannya enggak lucu itu justru memancing kita sebagai penonton ketawa. Ketawa kasihan wkwkwk.
  3. Kwon Jaehee. Seorang celebrity chef. Memiliki wajah tampan dan badan bagus tentunya menjadi idola para wanita. Ia selalu tersenyum dan ramah pada orang yang Ia temui, namun dibalik itu ternyata Ia memakai topeng. Ialah sang barcode murderer. Latar belakangnya tak diceritakan banyak, tapi yang jelas Ia psikopat yang pintar dan juga dingin, tak punya hati. Dia begitu terobsesi dengan kisah hidup orang lain untuk dijadikan buku untuk Ia nikmati. Dia memiliki kelemahan. Penyakit prosopagnosia. Penyakit itulah juga yang melatarbelakangi hasrat psikopatnya.
  4. Letnan Yeommi. Seorang wanita pemimpin tim investigasi khusus. Dia amat mengejar sang pembunuh berantai. Ia bertekad keras untuk menghentikan pembunuhan itu sampai Ia rela untuk dijadikan “korban” oleh Jaehee. Dia pekerja keras, seringkali ketika polisi lain sudah pulang dan ruangan sudah dimatikan, Ia masih bekerja. Dia sosok yang tegas namun lembut. Tegas saat menjadi polisi, tapi saat sehari-hari Ia menjadi seorang wanita yang mengagumkan lembut namun kuat. Karakter terfavoritku, keren banget soalnya. Pengen bisa kayak dia, pintar, tegas, kuat, namun lembut, ditambah cantik pula. Wajar saja saat Ia menjadi professor kriminolog, mahasiswanya mengaguminya sampai mengirim bunga untuknya.
  5. Oh Jaepyo. Ayah angkat Chorim. Dia mantan polisi, Ia berhenti karena kasus pembunuhan barcode Istrinya merupakan korban pertama dari kasus ini. Dia menolong Chorim karena kasihan Chrim tak punya siapa-siapa, dan tak mau Chorim terluka karena harus menjalani serangkaian investigasi saat dia nanti sadar dari koma. Chorim ini seusia dengan anaknya yang sudah meninggal. Dia benar-benar menyayangi Chorim seperti anak sendiri. Jung Ingi ini bisa memerankan karakter apapun. Dulu di Gapdong dia adalah psikopat, tapi disini polisi yang berhati lembut sekali pada anak angkatnya. Ekspresi dan jiwanya berbeda disetiap karakter. Keren.
  6. Chun Baekkyung. Dokter yang diawal-awal kita curigai sebagai psikopat berdarah beku. Ternyata dia adalah orang baik, Dia mengincar Chorim karena ingin minta maaf karena dulu Ia mau menyuntik mati Chorim agar dapat jantung untuk istrinya, tapi untuk enggak jadi. Aku pikir dia bakalan jadi pelindung bagi Chorim selain Moogak, atau tidak dia bakalan hidup, eh ternyata malah dibunuh oleh sahabatnya sendiri karena tahu rahasia Jaehee sebagai pembunuh barcode.
  7. Inspektur Kanghyuk. Sunbaenya Moogak dikepolisian. Sosok yang kelihatannya sih galak, padahal kalau sudah kenal dia baik dan juga koplak. Dia kadang tak mau kalah dengan anak buahnya. Dia juga sosok sayang keluarga juga.
  8. Detektif Ki. Entahlah siapa nama lengkap dia, kurasa tak pernah diungkap. Kerjaannya di kepolisian kalau enggak menyamar, ya ngintil tersangka bareng detektif Yeh. Dia punya pacar orang Rusia, Elena Vashilivnashinanova *duh namanya susah banget*
  9. Detektif Yeh. Rekan detektif Ki, tak banyak diceritakan sih, tapi setidkanya kita tahu latar belakang dia. Ternyata Dia adalah anak dari CEO sebuah perusahaan. Dia lebih mengikuti passionnya sebagai seorang polisi daripada menajdi chaebol untuk belajar bisnis, padahal sudah diamuk ayahnya.

Karakternya masih ada yang lain direktur tempat Chorim menjadi pelawak, terus seniornya Chorim di tempat tersebut Wooya, dan juga teman Chorim yang jatuh hati pada ketampanan detektfi Yeh, Ma aeri, namun karakter mereka tak begitu ditonjolkan, jadi tak terbaca seperti apa.

Kekuataan drama ini kalau menurutku ada pada emosi yang dirasakan penonton saat menonton drama ini. Setiap adegan menegang, terutama diakhir episode selalu membuat otot kita enggak rileks, hati ketar-ketir dan amat menanti episode selanjutnya. Drama ini sukses membuat kita penasaran dan cukup nagih pastinya. Apalagi untuk yang suka cerita detektif, cerita criminal lainnya juga cukup menarik. Alurnya pas juga enggak bikin ngantuk. Komedinya pun segar, sukses membuat tertawa, terutama saat Moogak melakukan comedy gag. Sumpah dia berbakat untuk itu wkwkwk.

Sayangnya drama ini memiliki beberapa kelemahan. Terdapat beberapa plot hole yang agak mengganggu, terutama menjelang episode akhir. Memasuki episode belasan, mulai agak kehilangan detail. Saking fokusnya terhadap mengejar Jaehee, jadi ada detail yang terlewat. Penonton tak dijelaskan secara gamblang asalan Jaehee menjadi psikopat. Hanya dijelaskan secara tersurat itu pun sedikit. Jaehee seperti itu kemungkinan pertama karena dulu Ia disiksa orang tua angkatnya, kedua karena penyakit prosopagnosianya. Akibat penyakit itu Ia tak dapat mengenali wajah orang, bahkan diri sendiri *biasanya yang mengidap penyakit ini akan seperti itu*, sehingga Ia merasa tak punya kehidupan, dan ingin memiliki kehidupan orang dengan cara dijadikan sebuah buku yang pastinya buku terbitan ada sebuah barcode. Lalu asalan korban-korban Jaehee dibunuh. Kenapa orang tua kandung Chorim dibunuh? Kenapa Joo Mari dibunuh? Dan korban lainnya. Kita hanya tahu alasan Jaehee membunuh dr. Chun.

Selain itu ada yang aneh. Kan pas di awal episode, Eunseol (Chorim) menemukan orangtuanya terkapar di rumahnya, dan disitu ada Jaehee yang langsung mengejarnya, tapi di episode-episode akhir diperlihatkan ibu Eunseol menulis buku dengan Jaehee didekatnya. Seorang psikopat memiliki pola untuk pembunuhannya. Jika tak sesuai pola biasanya mereka akan gila. Begitupun dengan Jaehee. Pola Jaehee adalah menahan korbannya selama 6 hari untuk menulis buku. Pada hari ketujuh Ia akan membunuh korbannya itu, lalu “menuliskan” barcode ditubuh korbannya itu. Nah berarti harusnya ibu Eunseol ditahan dong sama Jaehee. Seandaikan ditahan, ditahan dimana? Kalau dilihat dari visualisasinya seperti di rumah. Nah tapi kan Jaehee ini memberi waktu 6 hari, berarti kalau di rumah, harusnya Jaehee selama 6 hari itu ada disitu terus kan? Tapi kalau gitu kenapa Eunseol enggak sadar ada orang asing di rumahnya. Atau mungkin Jaehee sempat pulang-pergi, tapi kalau gitu pasti ibu Eunseol sudah kabur duluan. Ah atau ibu Eunseol disekap ditempat lain, tapi kalau gitu ibunya hilang selama 6 hari, masa Eunseol enggak nyari-nyari ibunya. Di awal episode pun sudah diceritakan jika Eunseo pulang dari sekolah dengan cerianya dan tak sabar makan masakan ibunya. Berarti sebelum pergi sekolah ibunya baik-baik saja kan? Ah atau kemungkinan terakhir, Jaehee baru dating siang, disuruh nulis saat itu juga, dan malamnya dibunuh. Itu sih yang paling masuk akal, tapi jelas-jelas polisi bilang Jaehee memiliki pola pada semua korban. Korban disekap selama 6 hari lalu dibunuh pada hari ketujuh, dan ditemukan pada hari ketujuh juga. Biasanya psiopat tidak mengacaukan polanya, kecuali ngedadak ada yang lihat dia seperti Eunseol. Serius ini enggak masuk logika aku. Plot hole ini yang paling kacau dan mengangguku.

Selain itu tak dilihatkan dengan jelas Chorim yang mulai mengingat. Adegan Chorim mulai ingat hanya saat Ia memakan sup rumput laut, lalu saat hampir tertabrak mobil dan saat Jaehee tertangkap,lewat sebuah mimpi, dan setelah mimpi itu tiba-tiba Ia ingat semua. Apa-apaan ini?! Kok tiba-tiba ingat semua karena penjahatnya sudah tertangkap? Factor macam apa itu! Kenapa penulisnya tidak bikin dari sebelum-sebelumnya Chorim mengingat perlahan-lahan, dan puncaknya saat Jaehee tertangkap, dia bsa mengingat dnegan jelas. WTH…. Tapi ya asumsikan saja kalau program pemulihan ingatan yang Ia jalani barubekerja setelah Jaehee tertangkap, tapi… tapi… tetap saja aneh… harusnya kalau mau jangan langsung ingat semua, Ia ingat sebagian kek, atau gimana lah. Harusnya ada suatu kejadian yang bikin dia benar-benar teringat dengan kejadian naas itu. Selain itu tak begitu digambarkan juga indra perasa Moogak bagaimana. Kalau yang aku tangkap sih, Moogak semenjak bersama Chorim Indra perasanya perlahan kembali, saat Chorim ingat semuanya, indra perasanya makin berkembang, tapi tak banyak. Aku sih lebih baik begini, jadi terlihat kalau indra perasa Moogak perlahan mulai kembali walau butuh proses, tak seperti ingatan Chorim yang tiba-tiba kembali setelah Jaehee tertangkap dan bermimpi. Pffft..

Drama ini diangkat dari webtoon, jelas bagi yang sudah membaca pasti akan membanding-bandingkan. Seperti biasa jika sebuah cerita tertulis diwujudkan dalan visual bergerak, pembaca aslinya biasanya kurang puas. Ya sama seperti sebuah novel yang dijadikan film, pasti ada yang enggak puas karena banyak adegan yang hilang atau malah berubah banyak. Begitupun dengan pembaa webtoon Sensory Couple. Menurut mereka ada yang berbeda, dan jadi tak sehebat penulis webtoonnya. Aku tak tahu karena tak membacanya. Ada yang sudah baca? Bagaimana menurut kalian?

Well, walau banyak kekurangan, tapi itu semua tertutup dengan akting pemainnya. Yoochun selalu tak mengecewakan. Serius dia bisa, komikal apalagi. Koplaknya dia disini ngingetin aku sama peran dia di Rooftop Prince. Saat pengumuman pemain, banyak yang meragukan Shin Sekyung, karena katanya dia agak kaku dan kurang improve, tapi ternyata Shin Sekyung bisa menepis itu semua. Dia memperlihatkan aktingnya yang sudah berkembang, dan banyak yang memujinya. Aku merasa Shin Sekyung memang cocok memerankan karakter Chorim ini. Dia harus memerankan perannya yang ceria. Luwes sekali aktingnya disini. Aku suka lihat dia disini. Kalau drama lain aku tak tahu, aku sempat mengintip sedikit dramanya fashion king dan When a Man Falls In Love , serta film awal-awal debutnya Cinderella, tapi dari ketiga judul itu aku tak ada yang menonton dengan benarr, jadi enggak ngeh sama akting dia.

Kita harus kasih big applause for Nam Goongmin atas perannya sebagai Kwon Jaehee. Alasan drama ini kuat juga karena akting dia sebagai psikopat yang benar-benar aduhai amboi, mantap kali! Ekspresinya benar-benar dapat. Dari senyum ke dingin, aura menyeramkannya, ditambah dia benar-benar menjiwai karakter Kwon Jaehee. Aku benar-benar melihatnya sebagai jaehee. Akting dia begitu alami dan benar-benar hebat serius. Banyak yang menonton ini karena Nam Goongmin, dan dia benar-benar tak mengeewakan. Gila, enggak ada obat akting dia, kerena banget!

Ah ngomong-ngomong Jaehee, aku jadi ingat, kenapa psikopat sangat ingin hidup. Dia benar-benar takut mati.  Sama seperti Ryu Taeoh dan Cha Dohyuk di Gapdong, mereka berdua psikopat, dan benar-benar takut mati. Dihukum penjara seumur hidup pun tak masalah, karena mereka pintar, mereka bisa meloloskan diri dari hokum manusia, tapi begitu berhadapan dengan hukum Tuhan, kematian, mereka benar-benar ketakutan. Mereka benar-benar ingin hidup. Psikopat mungkin merasa dengan Dia hidup dia bisa melakukan segalanya, tapi begitu mati kenikmatannya diambil begitu saja, dan tentu psikopat tak mau akan hal itu.

Daritadi aku agak ngebanding-bandingin dengan Gapdong. Memang drama satu ini mengingatkan ku pada drama Gapdong. Sama-sama berlatar belakang detektif kepolisian, pembunuh berantai, dan psikopat. Selain itu juga sama-sama diwarnai kisah cinta, jadi mau tak mau aku teringat Gapdong, walaupun sebenarnya kedua drama ini benar-benar beda. A Girl Who See Smells membawa fantasi, sedangkan Gapdong terinsipirasi dari kisah nyata dimana terjadi pembunuhan berantai di korea pada tahun 90an.

Overall, it’s nice drama to watch. Endingnya engga bikin kesal menurutku. Suka sama endingnya yang begitu rapi. Akhirnya ternyata passion Moogak dan Chorim berada di kepolisian dan mau membantu orang. Drama ini berbintnag 3,75 bintang dari 5 bintang. Asalanya aku mau kasih 4, tapi karena ada plot hole yang begitu menganggu enggak jadi deh. Seru kok untuk mengisi waktu luang, dan butuh hiburan, ditambah kalau ingin merasa adrenalin terpacu, silahkan tonton drama satu ini.

Hati-hati kesengsem psikopat kece! hihihihi

Iklan

9 thoughts on “[REVIEW] A GIRL WHO SEE SMELLS (SENSORY COUPLE)

  1. Nice review!
    Kalo boleh urun pendapat di sini: tentang keanehan gak sinkronnya antara org tua kandung Cho Rim (alias Choi Eun Sol) yang sudah tewas duluan di rumah dan kepergok oleh Cho Rim, tapi koq sempet nulis buku tentang perjalanan hidup mrk ?

    Menurut pendapat saya, pada saat kepergok Cho Rim itu kedua org tuanya belum tewas, tapi masih pingsan/tidur karena obat bius. Ingat kan, Jae Hee selalu memingsankan korban2nya dulu dengan saputangan berkandungan chloroform, sebelum sempat mereka diseret untuk dibawa ke kamar serba putih itu. Namun pada saat Jae Hee belum sempat membawa pergi org tua Cho Rim, sudah kadung ketahuan duluan oleh Cho Rim.
    Inget ngga Pas liputan berita penemuan mayat kedua org tua Cho Rim yg disenderin di batu itu? Kan disitu disebutkan mayat mereka ditemukan setelah 6 hari menghilang.
    Jadi asumsi saya ya begitu : Mereka pingsan krn menghirup chloroform, lalu pas mau dibawa pergi oleh Jae Hee, ketahuan oleh Cho Rim. Cho Rim lari dikejar Jae Hee lalu ketabrak mobil. Jae Hee kembali ke rumah Cho Rim untuk bawa kedua org tua Chorim (yg masih pingsan) pergi. Sesudah itu baru dia ke rumah sakit untuk cari2 pasien bernama Choi Eun Sol yang end up dengan salah bunuh adiknya Moo Gak.

    Kira2 seperti itu… hehehe

  2. Asumsi ku juga sma spt mbak Niken diatas, jaehee msh menggunakan pola yg teratur saat kematian org tua kandung chorim. Karena saat penemuan mayat ortu chorim di dekat pantai dijelaskan sdh 6 hari berlalu..
    aku jg penasaran apa kriteria jaehee dlm memilih korban nya, terutama alasan knp ia membunuh kekasih nya sendiri, apa jaehee ingin merasakan kehidupan seorang model?
    sebenarnya aku membayangkan ending jaehee tdk mati, enak banget gk dihukum langsung mati gitu aja hehe..

    • ga terlalu di jelasin kenapa ia menyekap selama 6 hari, tapi hanya pola dia aja. mungkin dia menyekap 6 hari agar sang korban memiliki waktu untuk menuliskan cerita hidupnya. nah itu dia ga ada penjelasan mengenai orang tua angkat si chef lebih lanjut, jadi tidak diketahui

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s