[REVIEW] PRODUCER

Sebuah acara televisi tak hanya didukung oleh artis-artis pengisi acara tersebut saja, melainkan terdapat juga peran orang dibelakang layar. Para tim produksi lah yang bertanggung jawab akan kelangsungan acara tersebut, kontennaya sepert apa, apa yang membuatnya berbeda dari acara lain bahkan stasiun lain, bagaimana caranya menarik penonton sehingga meningkatkan rating acara tersebut. Keseruan dan kekacauan yang terjadi dibelakang layar tersebut dapat kita saksikan di drama satu ini, Producer.

Producer merupakan sebuah drama bergenre romance,life, comedy denan gaya mockumentary yang menceritakan mengenai kehidupan dari para tim produksi, terutama produser dari departemen variety show di KBS. Berbagai macam masalah menghadapi kehidupan mereka, Baek Seungchan merupakan seorang PD rookie alias PD baru yang diterima di KBS. Alasan dia menjadi PD karena ada senior yan Ia sukai menjadi PD di KBS, lalu Ra Joonmo PD dari acara 2days 1 night season 4 yang mengalami masalah dengan rating yang terus menurun dan acaranya terancam bubar jalan. PD wanita yang terlihat tangguh, Tak Yejin yang merupakan PD music bank harus bisa menghadapi artis-artis yang akan tampil diacaranya, agar konsep dan pakaiannya sesuai dengan aturan di KBS yang cenderung lebih ketat dibanding stasiun lain *karena milik pemerintah, dan terakhir ada seorang penyanyi terkenal yang sudah debut 10 tahun dari usia remaja, Cindy yang mempunyai masalah dengan karakternya dan juga agensinya. Mereka berempat saling terhubung dengan kisah mereka masing-masing.

Alasan aku menonton ini, oh sudah pasti dan sudah jelas sekali alasannya, ma bebeh Kim Soohyun bermain dalam drama ini, ditambah lawan mainnya ada Cha Taehyun yang jarang bermain dalam drama, lalu Gong Hyojin yang aktingnya amazing, ditambah reuniannya kim Soohyun dan IU, dan yang bikin aku semakin excited adalah karena yang nulis drama ini adalah penulis dari drama You Who Come From The Stars. Aku sua banget sama drama satu itu, jalan cerita, karakterisasi, dan semua tetek bengeknya aku suka, makanya ekspetasi aku sama drama ini tinggi banget. Aku berharap banyak dari drama ini, semoga semenarik drama YWCFTS.

Apakah ekspetasiku sesuai? Ha… namanya juga ekspetasi, dan aku mengulangi kesalahan yang sering aku berbuat dalam real life dan fangirling life. Terlalu berharap tinggi! Harusnya aku dari awal tidak berharap terlalu tinggi, hanya cukup sekedar berharap “Wah ini kayaknya bakalan seru!” bukannya berharap macam “Wah ini gila, pasti seru banget! Enggak mungkin enggak!”. Ya aku sedikit agak kecewa sama drama ini karena ekspetasi awalku yang tinggi. Drama ini sebenarnya menarik kok, idenya bagus menceritakan mengenai kehidupan professional kerja seorang produser, tapi eksekusinya nih kurang.

Dua episode pertama terasa agak membosankan. Entah karena faktor jam tayang yang lebih lama dari biasanya, sehingga tampak agak mengulur-ngulur cerita, entah masih pengenalan, jadi belum ada hal yang menarik, tapi katanya dari episode 3 selanjutnya beda director, jadi stylenya berbeda, dan story tellingnya terlihat lebih atraktif.

Aku suka ide dasarnya, menceritakan bagaimana cara kerja produser. Apa sih yang terjadi dibalik layar sebuah acara-acara variety yang suka kita tonton. Drama ini menggunakan setting asli, yaitu stasiun KBS dengan acara-acaranya yang memang juga ada. Diceritakan 2 days 1 night dalam drama ini sudah mencapai season 4, padahal aslinya baru mencapai season 3. Banyak yang bilang jika disini KBS seperti mempromosikan acara sendiri. Iya sih, memang mungkin sebagai bentuk promosi juga, tapi aku merasa kok tidak seperti promosi, ya mengalir saja seperti seharusnya, tidak memaksakan konten acara-acara tersebut. Selain itu aku setuju yang dibilang mbak fanny di blog kdramatized.com kalau sebenarnya KBS itu lagi nyinyir, menyindir para pekerjanya sendiri. Dapat dilihat di episode pertama saat Seungchan tur kerja, Taeho menjelaskan kalau ini begini padahal kenyataan begitu, nih contohnya produser Immortal Song tampak sedang menggunakan headset saat jam kerja. Taeho bilang sebagai produser acara musik, produser tersebut harus mendengarkan berbagai musik, ternyata saat didatangi, dia sedang bermain games, bukannya mendengarkan referensi musik. Hal ini membuktikan jika sebenarnya KBS mau menegur para pegawainya agar bekerja lebih keras lagi.

Drama ini terasa real. Benar-benar digambarkan cara kerja disana, harus rapat untuk menentukan ide suatu episode, mencoba games yang akan dicoba pada sang artis, harus melobi atasan, mencoba bernegosiasi dengan agensi artis, begadang hanya untuk mengedit agar tayangan menjadi menarik dan lucu. Ternyata acara-acara yang kita tonton itu tak semudah itu menjadi menarik dan lucu. Perlu kerja sama Antara tim produksi dengan artis yang baik dan juga kejelian produser. Seperti kata Joonmo saat menyuruh Seungchan membuat preview, Seungchan sebagai PD harus bisa menilai bagian apa yang menarik dari artisnya, harus mau mengenalnya agar dapat menayangkannya dengan menarik.

Untuk anak broadcast pasti terasa sangat familier dengan adegan-adegan produksi di drama ini. Kalau buat yang belum kuliah, pasti rasanya setelah menonton ini ingin mnjadi seorang PD, ingin masuk broadcast, karena ya memang terlihat seru. Menariknya drama ini juga memperlihatkan resiko dari pekerjaan ini, dimana saat di ruang editing, apalagi dalam jangka waktu lama dapat berdampak pada kesehatan, hidup tidak teratur, jika rating turun, nasib kita entah bagaimana. Enaknya, kita bisa mengenal banyak artis, bahkan jika cocok dapat bersahabat seperti Cindy dengan Yejin, Seungchan, dan Joonmo, selain itu kita bisa membantu orang melalui tayangan acara kita, dan hal lainnya. Drama ini cukup menggambarkan secara luas bagaimana dunia professional produser.

 Aku pikir karena dari judulnya saja sudah menyebutkan suatu profesi, tentu harusnya drama tersebut menceritakan mengenai dunia produser lebih banyak dibanding romancenya. Ya atau tdak seimbanglah. Aku pikir ini bakalan jadi seperti Misaeng dengan tambahan romansa, ternyata kok malah seperti Reply 1994 2.0 ya? Drama ini kesini-sini ya mulai dari episode 4 mulai kehilangan fokusnya. Fokus dari pekerjaan produser malah jadi fokus ke kehidupan pribadi para produsernya? Kita malah jadi meributkan dan berfokus pada ending the game between Joonmo and Seungchan for Yejin? Siapa sih akhirnya yang mendapatkan Yejin, dan banyak yang sebal gara-gara itu!

Dari awal episode, bahkan sebelum drama ini tayang aku sudah ngeship Gong Hyojin – Cha Taehyun, Kim Soohyun – IU. Di awal episode sudah diperlihatkan kalau pasangannya akan Tak Yejin – Ra Joonmo dan Baek Seungchan – Cindy. Pas tahu diawal episode seperti itu aku sudah memantapkan hati untuk berada di kapal Yejin-Joonmo, tap ternyata kampreeeeeeeet……ternyata SWnim nya mau sedikit bermain-main nih, ada sebuah kapal tiba-tiba dating, kapal Yejin-Seungchan. Moment mereka banyak dan sialnya Kim Soohyun dan Gong Hyojin mereka bisa membangun chemistry dengan lawan main masing-masing, membuat orang ingin menjadikan mereka sebagai akhir permainan. Ya sehingga timbullah shipper war. Ada yang mau Seungchan-Yejin, Seungchan-Cindy, dan juga ada yang mau Yejin-Joonmo.

Gara-gara hal ini kita menjadi bertanya-tanya siapakah yang bakal dipilih Yejin? Bisakah kebersamaannya dnegan Seungchan yang baru berlangsung Selma 2 bulan-an mengalahkan kebersamaannya bersama Joonmo selama 25 tahun? Kalau menurut logika sih, sulit, karena tak mungkin biasanya kita akn sulit yang sudah terbiasa bersama kita hanya untuk hal baru. Kalaupun mencoba hal baru, biasnaya hal lama takkan dilepas. Sayangnya ini drama, dalam drama bisa terjadi apapun, termasuk memilih orang baru dibanding yang lama, dan itu seringkali terjadi! Damn! Aku sudah pasrah sih karena Yejin-Seungchan banyak momen, dan Joonmo tidak melakukan pergerakan. Joonmo yang pasif membuatku berpikir Yejin bisa saja merasa lelah menunggu Joonmo bergerak, dan pada akhirnya lari ke orang baru yang pasti dan tulusnya terlihat.

Ya walau mereka banyak momen tapi aku tetap bertahan dikapal friendzone ini, dan yes! Joonmo is the winner! Lega pas Yejin nolak Seungchan di episode 11, tapi sekaligus kasihan sama Seungchan yang dia benar-benar meluapkan perasaannya. Nyesek lihatnya 😥 aku tahu kok rasanya Seungchan…. Nah disini banyak penonton yang kecewa. Kalau akhirnya Yejin sama Joonmo. Untuk apa bikin momen antara Seungchan – Yejin, kenapa enggak banyakin momen Joonmo-Yejin aja? Kenapa? Why oh why? Cuman sekedar fans service saja? Ya seperti itulah perasaan para shipper Yejin-Seungchan. Ya walau aku berada di kapal Joonmo-Yejin, tapi aku tahu perasaan para Shipper Yejin-Seungchan. I know that feels, it same like my feel when I watched Doctor Stranger. KENAPA BANYAK MOMEN DAN SKINSHIP DIANTARA HOON DAN SOOHYUN KALAU BUKAN MEREKA YANG BERLABUH?!!! *maaf out of topic, buka luka lama*. Ya perasaannya pasti sama seperti itu, jadi aku mengerti perasaan kalian para penghuni kapal Yejin-Seungchan.

Kenapa aku bisa tak tergoda untuk pindah kapal? Selama ini kita selalu diperlihatkan bagaimana momen mereka yang sukses bikin hati dag dig dug ser, sanggup membuat jantung Seungchan berpacu kencang, tapi masalahnya semua momen special itu terasa special hanya bagi Seungchan, tidak bagi Yejin. Selama ini kita selalu diperlihatkan momen manis mereka dari sudut pandang Seungchan, bukan dari sudut pandang Yejin. Lalu selama episode berlanjut, Yejin tak pernah sekalipun melihat dan memperlakukan Seungchan sebagai pria. Ia melihat dan menganggap Seungchan hanya sebagai adik yang lucu, makanya dia care dan menjaga Seungchan. Seungchan yang memang suka wanita cantik dan lebih tua, otomatis senang akan perhatian Yejin yang Yejin berikan sebagai seorang noona. Kalau aku amati sih, Seungchan jatuh hati pada Yejin saat Yejin mengelus kepalanya. Seungchan tampaknya menjadi teringat akan noona cantik dekat rumahnya, yang ternyata itu adalah Yejin.

Aku yakin juga kalau Yejin sulit lepas dari Joonmo. Momen mereka memang sedikit tapi sering diceritakan bagaimana hubungan pertemanan yang sudah terjalin 25 tahun. Masa mau mebuang 25 tahun hanya untuk 2 bulan???? Itu yang benar-benar ada dipikiran aku. Kedekatan yang sudah terjalin begitu lama dan mereka tak pernah terpisah. Disitu kita tahu sedalam apa hubungan mereka. Lagipula seandaikan Yejin setuju untuk bersama Seungchan, aku enggak yakin Yejin bisa lepas dari Joonmo. Lihat saja di epilog episode ketiga kalau enggak salah. Di epilog tersebut ditayangkan wawancara dengan ara mantan Yejin yang salah satunya ada ahjussi kece Janghyuk! Semua mantannya berkata kalau yejin tak bisa lepas dari Joonmo, bahkan mereka semua merasa kalau yejin tak menyukai mereka. Mantan-mantan Yejin sadar kalau yang Yejin sukai adalah Joonmo. Malahan salah satu mantannya berkata seolah dia pacaran dengan wanita yang sudah menikah. Kalau Yejin pacaran dengan Seungchan, kebayang Yejin pasti enggak akan pernah lepas dari Joonmo. Lagipula aku belajar dari Reply 1994, yang selama ini disukai Najung dari awal adalah Trash Oppa, begitu juga Yejin. Dari awal Ia sudah menyukai Joonmo. Pasti sulitlah berpindah hati.

Agak frustasi sih sebenarnya dengan hubungan Yejin dengan Joonmo. Kita semua tau kalau mereka memenam perasaan masing-masing, dan Yejin karena mabuk akhirnya Yejin mengaku bahwa Ia telah lama menyukai Joonmo. Joonmo yang tahu itu tetap saja diam. Joonmo tak mau mengorbankan persahabatannya. Dulu Ia tak mau mengungkapkannya karena takut Yejin tak menyukainya, tapi saat tahu Yejin menyukainya, Joonmo tetap saja diam. Dia takut nanti hubungan mereka tak lancar dan malah jadinya putus, dan bisa merusak persahabatan mereka. Setidaknya dengan kehadiran Seungchan jadi agak memacu kepasifan Joonmo, tapi tetap saja Joonmo tetap lebih banyak diam. Namun saat dia mulai berpikir dan mulai memperlihatkan, Yejinnya tak sadar-sadar karena Ia clueless parah. Untung akhirnya Yejin sadar. Sayang mereka enggak banyak momen, tapi walau begitu chemistry antara Cha Taehyun dan Gong Hyojin memang bagus sih, karena hanya melihat dari interaksi mereka saja, kita sudah bisa membaca perasaan Joonmo dan Yejin. Tanpa banyak momen juga sebenarnya kita sudah tahu hubungan mereka itu sedalam dan sekuat apa hanya dengan melihat interaksi dan flashback mengenai mereka.

Klise sih sebenarnya hubungan sahabat jadi cinta, tapi yang menarik bagiku adalah hubungan yang berawal dari sebuah kebiasaan. Joonmo terbiasa untuk mengantar Yejin pulang karena senang dengan lift di apartemen yejin. Lama-lama mereka terbiasa bersama dan saling mengikuti. Tanpa mereka sadari sebenarnya itulah tahapan mereka saling jatuh cinta. Kebiasaan yang berubah jadi cinta, dan secara realita, itu bisa sangat terjadi! Terbiasa akan sesuatu lama-lama tak bisa meninggalkan karena keburu jatuh hati dengan kebiasaan. Jatuh cinta kan bisa karena terbiasa juga, iya enggak? Begitu juga dengan Joonmo – Yejin yang terbiasa bersama dan tak bisa saling meninggalkan karena terlalu sayang dengan masing-masing. Kalau dipikir-pikir, it so sweet. Makanya aku enggak bisa pindah kapal.

Kalau Seungchan – Cindy, alasanku satu aku bosan Kim Soohyun selalu lovelinenya dengan yang lebih tua daripada dia kecuali Suzy. Alasanku yang lain enggak thu kenapa suka aja! Setiap pemainnya ini memang bisa membangun chemistry yang baik dengan siapapun bahkan Seungchan-Joonmo pun bisa banget minta di ship-pin. Kim Soohyun dan IU juga sukses chemistrynya. Adegan sweet mereka enggak banyak, dan sama seperti Seungchan, adegan manis itu hanya dirasakan Cindy seorang. Cindy penasaran sama Seungchan yang bisa-bisanya mengacuhkan seorang Cindy. Seungchan tampak sama sekali tak tertarik dengannya. Lalu Cindy sempat mengira yang memberinya kimbap adalah Seungchan, padahal Joonmo sehingga Cindy agak memperhatikan dan menggoda Seungchan, tapi Seungchan yang lurus tak goyah dan tak peduli bahkan. Cindy benar-benar mulai ada rasa saat Seungchan memayunginya saat hujan. Hal itu mengingatkan pada orangtuanya yang sudah meninggal yang selalu memayunginya dulu. Disitu dia mendapatkan lagi rasa kehangatan yang sudah lama tak Ia rasa. Ditambah sikap Seungchan yang polos, dan agak culun menjadi daya Tarik sendiri. Cowok kayak gitu terkadang untuk sebagian wanita *termasuk aku* menarik untuk diperhatikan. Cowok yang minim pengalaman kencan, ditambah pendiam, polos, dan seganteng Kim Soohyun, pasti akan jadi incaran wanita.

Katanya diantara keempat pemain utama semuanya adalah first lead. Enggak second lead ataupun pendukung, tapi kalau dilihat dari waktu tayangnya, malah banyakkan Tak Yejin dan Baek Seungchan nih. Cindy sama Ra Joonmo enggak sebanyak mereka. Kalau dari segi cerita sih Joonmo bisa masuk first lead karena dia mendapatkan Tak Yejin. Kalau cindy, kok agak gimana gitu. Tampilnya enggak banyak-banyak amat, enggak digambarkan jelas hubungannya dengan Seungchan. Rasanya kok enggak adil. Katanya first lead juga. Kasih porsi yang sesuai dong seharusnya! Tapi setidaknya yang membuat dia tetap menjadi lead adalah dia mempunyai masalahnya tersendiri. Masalah kehidupan keartisannya.

Hidup sebagai artis terlihat enak. Popular, disukai banyak orang, dan jelas memiliki kehidupan yang mewah hasil dari popularitasnya itu. Sayangnya, untuk mencapai semuai itu banyak keperihan yang harus dibayar Cindy. Debut dari usia remaja dimana harusnya Ia masih mencari jati diri dan teman sebanyaknya harus Ia korbankan. Hasilnya? Ia tak mengenal dirinya sendiri dan juga tak memiliki teman. Harus kehilangan orangtuanya saat masih muda, diet yang tidak manusiawi tapi jam kerja layaknya Ia robot. CEO agensinya, CEO Byun memperlakukan dia bagaikan mesin uang. Jika sudah ada mesin uang yang baru, Ia sudah tak memerlukan lagi mesin uang yang lama dan Ia buang begitu saja, namun sebelum Ia membuangnya, Ia hancurkan terlebih dahulu mesin uang tersebut.

Ironis sebenarnya kehiduan Cindy ini, tapi melalu drama ini kita jadi tahu sisi kelam dari industry hiburan korea. Sebagai yang mengikuti KPOP melihat ini jadi percaya dengan rumor-rumor para idol yang stress, yang sampai harus bertengkar agar bisa debut. Perjalnan mereka tak mudah, makanya sejelek apapun, tak seharusnya mereka di bash. Mereka sudah bisa debut saja sudah layak, apabila mereka jelek, waktu juga yang akan bicara, para khalayak akan acuh dan akan jatuh dengan sendirinya. Aku percaya gambaran Cindy dan CEO Byun ini memang terjadi di dunia industi hiburan korea yang sebenarnya. Aku percaya banget ada CEO yang seperti CEO Byun. Ada agensi yang seenaknya menempatkan anak-anaknya dengan cara memaksa stasiun agar mereka bisa tampil di acara mereka, seperti yang dilakukan CEO Byun. Ya kalau kalian mengikuti KPOP, dari pemberitaan dan rumor mungkin kalian sudah bisa menebak siapa…..

Aku suka banget sama interaksi keempat pemeran utama. Aku senang banget mereka berempat bisa bersahabat dengan baik. Adegan favoritku tentu saja di episode 7 saat mereka semua berkumpul di rumah Joonmo. Disini akhirnya Cindy bisa merasakan pertemanan, dan Ia yang asalnya bermasalah dengan Yejin bisa bersahabat baik dan saling membantu. Yejin rela begadang demi membutikan kalau bukan keinginan Cindy berbohong, melainkan keinginan CEO Byun. Joonmo dan Seungchan yang sibuk memperebutkan Yejin, walau saling nyinyir, tapi mereka saling care. Saat Seungchan membuat preview yang agak “unik” Joonmo menghiburnya itu bukan salahnya. Saat Tim nya malah makan dengan tim acara protocol pengganti 2 days 1 night, Star Wars, Seungchan memilih makan bersama Joonmo daripada ikut tim Star Wars. Padahal jika Ia ikut, saat 2 days 1 night benar-benar bubar, Ia bisa join ke acara tersebut, tapi Seungchan lebih memilih loyal pada Joonmo.

Bagian yang menarik dalam masalah pertemanan adalah tentu Cindy. Dia benar-benar tak punya teman. Hubungan dia dengan anggota Pinky4 buruk karena Cindy yang dingin, tapi melalui program 2 days 1 night Ia dapat berteman dengan PD nya, lalu dapat memperbaiki hubungan dengan Go Ahra, dan jadi teman. Eh tapi btw ngomongin tentnag pinky4 yang jumlah anggotanya berempat dan pada akhirnya Cindy menjadi lebih dikenal dibanding teman segrupnya sehingga membuat Ia melakukan banyak pekerjaan sendiri, mengingatkan ku pada salah satu girlgroup yang memiliki jumlah anggota yang sama da nada satu membernya yang amat terkenal. Rumornya juga mengatakan kalau si member terkenal dengan rekan se grupnya hubungannya sebatas rekan kerja, bukan teman. Hal ini akibat popularitas yang jomplang antar 3 member lainnya dengan yang member melejit sekali itu. Kok rasanya seperti agak nyinyir tapi ya wallahuallam. Siapa tahu kebetulan atau ingin menggambarkan jika hubungan antar member grup belum tentu seakur yang terlihatnya. Ingatlah ini dunia hiburan yang penuh settingan. Kita tak tahu mana yang fake mana yang real, atau malah yang fake malah jadi terasa real?

Selain itu ada yang menarik perhatianku dari semua hubungan pertemanan Cindy, yaitu hubungannya dengan Manajer Oppa. Manajer Oppa terlihat takut dengan Cindy, serba salah, bahkan bergabung di fancafe antifans Cindy. Walaupun begitu sebenanrya Manajer Oppa ini sangat care dengan Cindy, dan Ia amat mengenal Cindy. Dia tahu saat seperti apa Cindy akan marah, dia juga membela Cindy. Seperti saat Cindy harus membuat preview mengemis dan itu jadi bahan obrolan di internet, Manajer Oppa langsung memprovokasi Cindy untuk marah pada PD paying alias Seungchan, walau ujungnya Cindy jadi modus sih hahaha. Aku kasihan saat Ia ditampar CEO byun gara-gara Cindy jatuh terluka diatas panggung. Manajer Oppa bahkan lebih takut pada cindy daripada CEO Byun karena untuk apa Ia harus takut pada orang yang tak Ia sukai. Ia justru takut jika orang yang Ia sukai marah padanya. Ah that’s sweet manager oppa! Makanya Ia sedih saat yang dimaksud di speech Cindy tentang orang yang selalu memayungi dia, bukanlah manager oppa yang dimaksud, melainkan Seungchan. Disini juga kita jadi tahu bagaimana perjuangan seorang Manajer. Ternyata Ia sama bahkan lebih capek dari artisnya itu sendiri, karena tak jarang mereka juga berperan sebaga supir, belum harus mengatur segala keperluan. Hdupnya harus selalu mendampingin sang artis, sedangkan dirinya tak tahu lah bisa memiliki kehidupan sendiri apa tidak. Diakhir tak dilihatkan sih Cindy saat sudah independen mengganti manajernya apa tidak, tapi aku harap sih tidak. Lagipula siapa sih yang bakal tahan dengan Cindy selain sang Manajer Oppa?

Drama ini memang mengandalkan sekali nama besar artis-artis yang menjadi pemain, terutama para pemeran utama yang sudah mempunyai nama besar. Ditambah drama ini mengenai dunia hiburan, pastinya mau tak mau harus menampilkan artis-artis, jadi jangan heran kalau di setiap episodenya banyak artis yang kalian kenal yang muncul sebagai cameo. Drama ini beratburan cameo yang hanya muncul walau tak lebih dari satu menit. Cameo-cameo tersebut ada yang tampil sebagai dirinya sendiri adapula yang berperan sebagai orang lain, seperti Janghyuk jadi mantan pacar Yejin, atau Roy Kim sebagai antifans dari Cindy. Cameo-cameo ini menjadi nilai tersendiri, dan tentunya jadi daya Tarik dan pemanis cerita, seperti kehadiran Lee Seunggi yang sangat dekat dengan Yejin atau Go Ahra yang berpura-pura sebagai teman Cindy karena mereka sama-sama debut dari usia remaja dan tak punya teman. Disitu kita tahu bahwa walau mereka slaing membenci tapi mereka memiliki kesamaan dan dapat jadi teman. Disitu kita benar-benar tahu kalau Cindy kesepian.

Disini juga ada uri Sparta kook, Kim Jongkook! Disini Ia berprean sebagai Kim Hongsoon PD dari Open Concert. Disini diperlihatkan karakternya yang harus selalu mengalah pada atasan bahkan dia takut pada wanita yang nantinya malah terlibat loveline, Go Yangmi. Lucu melihat Jongkook yang takut sama Yangmi dan kalah lari dari Yangmi. Kalau lihat dia di Running Man, tahu sendiri jiwa kompetitif dan garangnya dia. Menurutku debut aktingnya ini tak buruk. Bagus kok, setidaknya tak ada Image Kim Jongkook dalam diri Kim Hongsoon. Hongsoon ekspresinya beda dengan Jongkook. Hal itu menandakan kalau Jongkook dapat memerankan perannya dengan baik.

Seperti yang aku bilang tadi, drama ini agak bergeser fokus dari kehidupan pekerjaan produser, malah menjadi kehidupan pribadi mereka. Untungnya sih disetiap episode masih ada tentang produksinya gitu, walau cuman sedikit. Eits… tapi menariknya setiap episode memiliki judul yang berhubungan dengan broadcasting dan produser. Judul-judul itu juga memiliki keterkaitan dengan kehidupan pribadi mereka, seperti episode tenang memahami preview. Disitu dijelaskan cara membuat preview yang baik, tapi ternyata dalam sebuah kehidupan juga harus ada sebuah preview alias tanda-tanda. Sebelum menembak seseorang, tentunya harus memberi dia preview atau aba-aba dulu agar Ia bisa bersiap. Nah disetiap episode istilah-istilah broadcast tersebut dijadikan sebagai sebuah perumpaan kisah kehidupan percintaan para tokohnya.

Drama ini juga walau banyak ketawanya, tapi tetap saja ada hal yang menyentuh hati, seperti kisah Cindy yang seidh orangtuanya meninggal, perasaan Seungchan terhadap Yejin yang begitu meluap tak tertahankan, tapi yang benar-benar menyentuh sampai aku menangis adalah saat akhir episode 11. Cindy yang merasa terbuang karena orang-orang membencinya akibat kebohongan yang diciptakn CEO Byun. Cindy berpikir jika tim 2 days 1 night juga membuangnya, tapi ternyata tidak. Pagi-pagi mereka membangunkan Cindy untuk syuting. Disitu Cindy menangis karena ternyata Ia tak dibuang. Jujur disitu aku juga ikut nangis. Sedih, terharu dapat banget feelnya, tapi sialnya saat lagi klimaks-klimaksnya sedih, tiba-tiba udahan aja. Damn! Aku belum puas nangisnya! Itu tuh bentar lagi klimaks, nendang menyentuh hati, eh malah dipotong. Saat diulang lagi di episode 12, feelny sudah hilang, jad enggak sedih lagi. Ah sayang banget. Gara-gara durasi kali yaaaa.

Konsistensi drama ini tuh terletak pada karakternya sih. Dari awal sampai akhir karakter enggak berubah, gitu aja sifatnya. Nah kita bahas keempat pemeran utama ini. Ya ada perkembangan koook dan itu tidak menghilangkan karakter asli mereka. Yok kita bahas

  1. Baek Seungchan. Lulusan hukum yang malah terjebak menjadi seorang PD. Ia menjadi PD karena senior yang Ia sukai menjad PD di KBS. Dia ini polos, minim pengalaman kencan, dan satu ciri khas dia. Dia ini orangnya LURUS banget banget banget. Kalau A ya harus A. kalau 5 harus 5 enggak boleh lebih atau kurang. Engga bisa jadi 5,01 pun. Dia ini pintar, rajin dapat memprediksi dengan tepat. Kelurusannya ini cocok sih dengan kuliah yang Ia ambil. Kebayang dong kalau dia jadi hakim atau jaksa, pasti membuat hukuman yang sesuai dengan aturan wlau bisa jadi Ia malah tak mempertimbangkan faktor-faktor yang membuat hukuman menjadi ringan. Sayangnya sifat dia satu ini kurang cocok jika jadi PD variety show, dimana Ia harus menjadi orang yang bisa bercanda, sedangkan Seungchan ini serius banget. Pada akhirnya lama-lama dia belajar bagaimana menjadi Pd yang baik dan pada akhirnya dia mulai bisa bertindak sebagai PD, walau lurusnya masih wlau sudah mulai mencair. Keluarganya amat membanggakan Dia bahkan cenderung berlebihan, tapi karena sifat lurusnya ini apa yang dibanggakan orangtuanya malah jadi jatuh wkwkwk. Kalau sudah enggak suka sama orang dia bakal bertindak kekanak-kanakan, seperti merebut makanan, atau mengocok soda, dan hal kekanakan lainnya. Dia yang tak pernah kencan, sulit mengungkapkan rasa sukanya, tapi saat bersama Yejin Ia berani mengungkapkannya agar tak terjadi kesalahan yang sama.
  2. Tak Yejin. Sosok yang terlihat tangguh, tapi itu dia, dia bertindak seperti itu untuk melindungi dirinya agar tak dijatuhkan oleh orang lain. Keras pada anak buahnya, dan cukup galak. Moody parah, sampai para manajer artis memiliki beberapa kondisi yang harus diwaspadai untuk menghadapinya. Dia inisebenarnya clueless, enggak peka, tapi parahnya dia merasa kalau dirinya ini peka terhadap situasi. Seperti kata Seungchan itu kelemahan paling mendasar dari dirinya. Dia merasa paling tahu jika seseorang menyukai yang lain, padahal kenyataannya tak seperti itu. Kalau sudah mabuk kacau, dan Ia cukup setia menurutku. Selama ini yang Ia lihat hanyalah Joonmo seorang. Dia punya sisi aegyo saat mabuk, dan akan sangat kacau saat Ia mabuk. Semuanya akan Ia keluarkan yang ada dalam hatinya. Ia juga seseorang yang lembut, terlihat dari cara Ia memperlakukan Seungchan seperti adik sendiri.
  3. Ra Joonmo. Koplak banget sih kelihatannya, cuek parah tapi dibalik itu sebenanrya dia sosok yang care. Tempramennya tinggi apalagi jika sudah berhubungan dengan acaranya. Sok tahu, dan punya selera yang unik. Apa yang Ia bicarakan selalu kebalikannya. Jika lagu yang meurut Ia jelek, nantinya akan menjadi sebuah hits, dsbnya. Dia sangat galak pada bawahannya dan kalau tak suka dengan orang benar-benar diperlihatkan. Dia ini sosok yang bertanggung jawab sebenanya, buktinya Ia setia mempertahankan bawahannya walau atasannya meminta bawahannya untuk diganti, tapi Ia keukeuh, bahkan saat atasannya menyuruh untu mengganti pemain karena skandal, Ia tetap gentar mempertahankan artis tersebut walau ancamannya karirnya dipertaruhkan. Dia sempat amat takut untuk bertanggung jawab dengan hidup orang lain karena dulu sempat berjanji pada salah satu artis asuhan CEO Byun, Yuna untuk percaya padanya dan bertanggung jawab, tapi atasannya menentang sehingga mau tak mau Ia harus melepas Yuna. Maka dari itu Ia amat membenci CEO Byun, akibat itu juga Ia takut untuk memulai hubungan dengan Yejin. Untungnya saat kasus Cindy Ia dapat belajar dan tak mau mengulangi kesalahannya.
  4. Debut diusia remaja membuatnya kehilangan jati diri. Saat harus tampil di variety show, ia bingung ketika disuruh untuk menjadi dirinya sendiri, karena dia pun tak tahu bagaimana dirinya sebenarnya. Akibatnya dia menjadi sosok yang kejam, dingin, dan galak nan sadis. Emosinya sering naik dan Ia menjadi sombong. Sebenarnya itu bentuk pertahanan dirinya dari rasa sepi, sedih yang Ia alami saat ini. Ia amat stress, kehilangan orangtua diusia muda, kerja yang gila-gilaan membuatnya insomnia. Seungchan lah yang dapat membuat Ia menemukan dirinya yang sebenarnya. Dia sebenarnya jujur, baik, dan memiliki sisi lucu. Dia mengagumkan sebanrnya, dapat membuat antifans menjadi fans dirinya. Lucu banget saat dia bertemu dengan antifansnya wkwkwk. Dia juga mengidap OCD, sheingga kalau melihat yang tak beraturan, Ia tak segan-segan untuk merapihkannya walau butuh waktu seharian. *gara-gara ini aku jadi berpikir apakah aku harus punya OCD biar mau beberes rumah*

Nah itu karakternya. Semuanya mengalami perkembangan, tapi yang perkembangannya paling terasa dan paling maju adalah karakter Cindy. Cindy yang awalnya dingin, tapi ternyata Ia kesepian jadi lebih terbuka dan tentu saja lebih baik dan juga lembut, walau tetap sih angkuh dan percaya dirinya tetap ada, tapi kalau enggak gitu bukan Cindy namanya. Setidaknya dia menjadi mengenal siapa dirinya sebenarnya. Dia ini orang yang seperti apa. Yejin paling enggak banyak berubah, tetap kuat namun juga rapuh, dan tetap clueless.

Masalah akting, oh enggak usah diragukan. Kim Soohyun selalu hebat. Terakhir lihat dia sebagai alien ganteng yang kaku nan dingin, disini dia menjadi amat culun, polos, dan juga lurus. Fresh sih lihat Kim Soohyun seperti ini. Benar-benar beda saja. Ditambah lagi model rambutnya yang membuat dia terlihat makin bocah, tapi tetep ganteng kok. Cha Taehyun, ah kayaknya dia memang spealisasi di komedi. Aku lihat akting dia cuman di film Hello Ghost sama drama ini. Dua-duanya sama mengusung komedi dan sama-sama koplak, tapi gatau kenapa beda aja karakternya. Deliverynya bagus, ya wajarlah aktor senior. Gong Hyojin, uh aku suka banget akting eonni satu ini. Dia ellau memerankan karakter yang berbeda dan sukses memerankannya dengan baik dari satu karakter ke karakter lainnya benar-benarr beda, sampai aku mikir ini yang main di drama ini kan? *drama yang Ia mainkan sebelumnya maksudnya*. Hanya saja saat di awal kemunculan, Yejin menjadi sosok yang galak dan judes, nah karakter satu ini malah mengingatkanku pada karakter dia di It’s Okay That’s Love, Ji Haesoo. Disitu Hesoo kan emang galak, judes banget pula. Nah pas diawal dia juga seperti itu, tampaknya belum terlalu lepas sama karakter Haesoo, tapi enggak butuh waktu lama, sosok Yejin bisa lepas dari sosok Haesoo. Haesoo ya Haesoo, Yejin ya Yejin. Haesoo sosok yang tangguh karismatik, kalau Yejin tangguh koplak. Nah kalau IU walau dia sudah beberapa kali bermain sebagai lead, tapi masih banyak yang meragukan akting dia. Aku pribadi sebelum drama ini hanya menonton IU di drama Dream High, dan aku suka akting dia disitu. Enggak thau kalau di drama yang lain. Awalnya Cindy ini muncul kan dingin dan agak kaku, dan banyak yang enggak sreg, tapi sebenarnya IU bermain dengan baik kok, karena memang begitu karakter Cindy. Pada akhirnya IU mendapatkan pujian untuk akting menangisnya di episode 11. Pantas sih, soalnya itu emang mengharukan banget.

Eh ya mumpung inget. Seungchan berapa kali ngobrol berdua sama FD (Floor Director) yang diperankan Lee Jooseung. Disitu ternyata FD ini adalah hantu. Sang FD seringkali memberikan banyak saran untuk Seungchan dalam masalah produksi. Sebenarny apa banget sih, asa teu kudu pisan. Ya ungkin untuk menggambarkan jika nantinya Seungchan akan sukses, seperti yang dibilang Joonmo. Kalau di korea sana kalau penyanyi saat rekaman terdengar atau melihat hantu, maka lagu tersebut akan sukses. Begitu juga dengan orang yang melihatnya jika Ia bekerja di bidang hiburan atau melihat hantu ditempat kerjanya, maka Ia akan sukses. Sebenarnya tanpa itu, kita juga tahu sih Seungchan akan sukses mengingat karakternya yang lurus dan juga pintar. Hanya butuh dilatih skill dan tingkat keseriusannya diturunkan.

Masalah ending. Aku pribadi sih puas karena Joonmo dan Yejin akhirnya bersama. Di epilog terakhir , hubungan mereka baik-baik saja dan berjalan lancar, semoga saja mereka cepat menikah. Mungkin ada yang enggak puas dengan ending Seungchan dan Cindy yang terasa open ending, tapi lebih baik seperti itu. Kalau kita mengharapkan mereka bersama, sampai episode 10 pun Seungchan hanya melihat Yejin, jadi enggak mungkin kan tiba-tiba pindah hati ke Cindy, ya walaupun Seungchan ini kayaknya tipe yang cepat pindah hati mengingat baru saja patah hati karena seniornya, eh tiba-tiba suka Yejin. Kalau dia jadi sama Cindy, episodenya tentu saja enggak cukup. Hanya saja lebih baik ya open ending seperti ini, jadi kita penonton bisa mengkhayal masing-masing. Bagi umbrella shipper, bisa membayangkan kalau Seungchan membuka hati pada Cindy dan nantinya mereka akan bersama, dan bukan untuk shipper mereka, bisa membayangkan mereka dapat menjadi sahabat yang baik *ujung-ujungnya kayak Yejin – Joonmo terus nikah wkwkwk #maunya*. Aku sudah menduga sih hubungan Seungchan dan Cindy akan open ending. Lah ampe episode 8, Seungchan malah makin menjadi-jad dengan Yejin, jadi tak mungkin endingnya mereka pacaran. Aku sempat agak pesimis saat melihat perkembangan hubungan Yejin dan Seungchan dan Joonmonya pasif. Aku sangat ingin Joonmo dengan Yejin sebagai akhir, tapi jika tidak, aku berharap Yejin enggak sama Seungchan. Pokoknya lebih baik semuanya open ending daripada Yejin enggak sama Joonmo. Untungnya ending sesuai harapan dan perkiraan. Banyak juga sih yang enggak puas karena ada yang open ending, tapi bagiku aku puas kok. Sebenarnya yang bikin lebih puas lagi adalah Cindy akhirnya lepas dari jeratan jahanam CEO Byun. Itu sih yang ending yang terpenting. Aku benar-benar ingin lihat dia lepas dari CEO Byun, dan ternyata dia memanajemen diri sendiri. Untungnya dia Cindy yang sudah debut 10 tahun, bukanlah artis baru. Kalau artis baru, dijamin Ia akan mengalami kesulitan. Setidaknya Cindy menemukan kebahagian tersendiri.

Ah satu lagi, soal alur. Drama ini tuh cuman 12 episode, tapi aku merasa kok alurnya llambat ya. Kok lama banget sih buat Joonmo sadar, kok lama banget sih Seungchan mengungkapkan pada Yejin. Kok lama banget sih buat melihat scene keempat pemeran utama dalam satu frame. Pengenalannya agak terlalu lama nih. Untungnya walau alurnya lambat, tapi tetap nagih sih. Rasanya dari atu ke satu yang lain ingin terus lanjut. Walau di dua episode pertama aku agak males karena agak membosankan. Lau ada satu lagi yang bikin aku bingung. Kan di awal, diceritakan Cindy sudah debut 10 tahun, tapi ada kejadian Yuna yang terjadi lima tahun yang lalu. Kejadian Yuna itu untuk mengenalkan pinky4. Aku jadi bingung, jadi sebenarnya Cindy itu debut 10 tahun yang lalu ama lima tahun yang lalu? Atau dia sempat debut 10 tahun yang lalu, lalu 5 tahun kemudian dia gabung di pinky4? Tapi jika seperti itu bukankah aneh sudah debut 5 tahun, lalu bergabung di sebuah grup? Ah disitu logika aku enggak masuk. Kalau ada yang ngeh bisa tolong jelaskan?

Ya walaupun drama ini tak sesuai dengan ekspetasiku, dan sejujurnya aku lebih suka karya Park Jieun *SWnim nya* di drama sebelumnya, YWCFTS, tapi drama ini enggak jelek kok. Tetap punya sisi menariknya. Ya sebenarnya jalan cerita drama itu tak hanya dipegang SW nya saja, tapi ada produser dan sutradara, makanya walau penulisnya sama dan drama sebelumnya sukses, pasti tetap akan berbeda sentuhan jika dikerjakan oleh tim produksi yang berbeda. Lihatlah sebagai contoh, PD dan SW I Hear Your Voice bekerja sama lagi di drama Pinocchio. Hasilnya? Enggak jauh berbeda, sentuhannya mirip dan eksekusinya sama menariknya. Makanya drama Producer ini mungkin kurang dieksekusinya, dasar ceritanya sudah menarik koook, tapi ya itu eksekusinya agak kurang nih.

Sayang nih di drama sebelumnya dapat mencapai angka 4, untuk drama ini aku kasih 3 ¾ bintang dari  bintang untuk drama ini. Seru kok untuk ditonton, ya tapi siapkan waktu luang saja, karena drama 12 episode ini memiliki durasi yang lebih panjang dibanding drama lainnya yang biasanya 60menit, drama ini berkisar sekitar 80 menit. Pastinya kalian akan terhibur dengan komedinya, bakalan agak gereget dnegan hubungan Yejin – Joonmo, dan jug dapat pengetahuan mengenai seluk beluk dunia pertelevisian.

Selamat mengedit hati dan pikiran!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s