[REVIEW] FALLING FOR INNOCENCE ; WARM AND COZY

Ah setelah sebulan lebih menghilang akhirnya….. sejujurnya drama yang akan aku review ini sudah aku selesaikan dari awal-awal aku liburan yaitu sekitar akhir juni-awal juli. Niatnya sebelum aku KKN aku mau selesaikan review drama-drama ini, tapi ternyata ada beberapa kendala sehingga aku tak sempat menyelesaikannya. Saat KKN aku tak membawa lappy jadi ya sudahlah tertunda dan itu membuat moodku jadi menguap tak bersisa. Awalnya niatku adalah membahas per karakter yang ada di drama-drama ini seperti aku membahas di review sebelumnya, tapi apa daya saking kelamaannya jadi lupa lagi. Aku sudah keburu lupa lagi dramanya seperti apa. Sumpah aku malas banget untuk menulis, tapi aku merasa berhutang karena tak menyelesaikan apa yang sudah kumulai. Jadi kalau reviewnya sedikit dan kacau maafkan karena moodku benar-benar menghilang terbawa arus kenyamananku hahahaha.

Ya sudah yuk langsung. Drama pertama check this out!

 

Falling For Innocence.

Setiap orang pastinya berhak mendapatkan kesempatan kedua, tapi tak semuanya beruntung bisa merasakan kesempatan kedua. Jika kamu mengalami penyakit mematikan yang membuat sisa hidupmu hanya dalam hitungan bulan, dan ternyata kamu mendapatkan keajaiban. Kamu mendpatkan kesempatan kedua. Dalam menjalani kehidupan selanjutnya apakah kamu harus lebih baik atau teap stagnan dengan kehidupan lalu yang buruk? Setidaknya hal ini menggambarkan kehidupan Kang Minho dalam drama Falling For Innocence.

Drama bergenre comedy, romance, dengan sedikit sentuhan mellow, menceritakan mengenai Kang Minho seorang direktur dari perusahaan investasi yang ingin sekali membangkrutkan perusahaan Hermia yang telah dibangun ayahnya. Tujuannya untuk membangkrutkan Hermia adalah untuk balas dendam pada CEO perusahaan tersebut yang tak lain adalah pamannya sendiri karena dulu pamannya merebut posisi ayahnya. Sayangnya Minho menuruni penyakit ayahnya, yaitu Jantung sehingga waktunya untuk hidup tak lama lagi. Dalam tiga bulan Ia harus membuat Hermia bangkrut dalam rencananya itu ia bertemu dengan sekretaris dari pamannya, Kim Soonjung. Pada suatu hari tiba-tiba kesehatannya menurun dan pingsan, saat itu juga Ia akhirnya mendapat keajaiban. Ia mendapatkan donor jantung yang cocok dengan dirinya. Semenjak itu Ia mengalami beberapa perubahan terutama akan cara pandangnya terhadap Soonjung yang awalnya Ia benci karena ayah Soonjung berkhianat pada ayah Minho.

Drama dengan tema transplatasi organ tubuh lalu memiliki beberapa perubahan sebenarnya bukan cerita baru. Sudah lumayan sering diangkat menjadi cerita walau tak sesering kisah cinta “Cinderella”. Apalagi sebelumnya, pacarnya Jung Kyungho yang berepan sebagai Kang Minho, Sooyoung SNSD, bermain drama dengan tema serupa dan sama-sama menjadi orang yang ditransplatasi di drama, My Springs Day. Awalnya aku tak begitu tertarik, tetapi setelah membaca 2 episode, kok bikin penasaran ya? Pada akhirnya aku memutuskan untuk menonton drama satu ini.

Aku suka drama yang memiliki judul lain Fallin in Love With Soonjung, ini karena mengalir banget. Cara storytellingnya enak banget, enggak bikin bosan. Ditambah setiap akhir episode selalu sukses bikin kita penasaran setengah mati. Nagih banget drama satu ini. Kalau sudah nonton satu episode dijamin susah berhenti. Kamu bakalan terus menerus memutar episode demi episode sampai tamat. Aku merasa jalan ceritanya rapih banget. Setiap kepingan adegan itu berhubungan.

Misteri dalam drama ini awalnya adalah siapa pembunuh Ma Dongwook, kekasih Kim Soonjung. Sebenarnya pembunuhnya agak tersembunyi saat diawal, tapi sebenarnya kita sudah dapat menduga sih itu adalah Joonhee. Ya misteri pembunuhan ini bukan dijadikan sebagai kasus utama atau cerita utama drama ini, makanya langsung ketahuan siapa yang membunuh. Kasus ini hanyalah sebagai latar belakang dan pendukung untuk jalan kisah romantis antara Minho dan Soonjung, dan juga usaha Minho untuk mempertahankan perusahaan dari serangan gold partners dan juga Joonhee.

Sebenarnya mungkin awalnya kita akan sedikit bingung, saat jantung hasil transplantasi Minho merasa berdegup kencang saat melihat Soonjung, apakah Minho itu benar-benar jatuh cinta, atau hanya sebagai memori jantung Dongwook yang ditransplatasikan kepada Minho. Keraguan itu juga muncul pada Soonjung saat tahu jantung Dongwook menjadi milik Minho, ditambah lagi ada beberapa kebiasaan Dongwook jadi kebiasaan Minho seperti Minho jadi senang mengemut lolipop. Sikap Minho ada yang berubah, Ia menjadi bisa lebih diajak bercanda dan tak begitu kejam. Minho memang sedikit berubah menjadi lebih baik, tapi percayalah itu bukan karena jantungnya, tapi karena Ia sadar sendirinya. Ia sadar saat melihat pamannya sakit, apa yang Ia lakukan kini tak jauh berbeda dengan yang pamannya lakukan kepada ayahnya. Ya walaupun kejam, tapi sebenarnya Minho ini baik hati, Ia hanya anak yang terluka karena kematian orang tuanya yang secara tak langsung disebabkan pamannya sendiri. Ia masih punya hati nurani oleh karena itu Ia tak jadi balas dendam. Walaupun begitu Ia masih tetap Minho yang dulu, yang galak dan kejam, hanya saja Ia menjadi lebih baik. Hal itu menandakan kalau Minho berjantungkan Dongwook tetap Minho yang dulu, bukan Minho yang berkepribadian Dongwook.

Oleh karena itu perasaannya pada Soonjung pun murni karena perasaannya sendiri. Jantungnya berdegup kencang mungkin sebagai “memori” jantung Dongwook, tetapi itu hanya sebagai pembuka, karena jika Ia tak benar jatuh hati pada Soonjung, jantungnya takkan berdegup kencang terus menerus. Jantung itu kini miliknya, Ia bisa mengontrol hal itu. Ia hanya terbutakan rasa kesal karena ayahnya Soonjung berkhianat pada ayahnya, tapi begitu mengenal Soonjung ditambah jantung barunya, akhirnya Ia sadar jika Soonjung ini sangat loveable. Dia itu murah senyum, baik banget, keibuan, lembut, anggun, dan juga innocence. Dibalik kelembutannya itu dia bisa bersikap professional dan tegas. Jelaslah gimana Minho tak terpesona? Alhasil perasaan itu memang murni dari Minho bukan dari jantung Dongwook. Bukan jiwa Dongwook yang berpindah kepada tubuh Minho, tapi ya Jiwa Minho dalam raga Minho yang mencintai Soonjung seperti Dongwook mencintai Soonjung.

Soonjung pun akhirnya sadar kalau yang mencintainya itu memang Minho, bukan Dongwook dalam Minho. Minho perjuangannya edaaaaan, manis banget. Mana ada cowok dalam dunia nyata yang ngirim sendiri bunga matahari ke rumah ceweknya! Mana ada!!!! *emosi ceritanya*. Memesankan taksi tanpa kita ketahui, ah pokoknya serius deh adegan-adegan romantis di drama ini manis banget bikin kita para wanita sirik. Setiap treatment yang Minho beri untuk Soonjung sukses membuat penonton ikut melting. Enggak ada obat manisnya, bikin diabetes!

Lucu banget melihat Minho lagi jatuh cinta dan patah hati. Seperti anak kecil yang baru mengenal cinta, Ia akan terus berdekatan dnegan Soonjung. Mengusahakan segala cara agar bertemu, seperti pura-pura kehilangan kunci rumah dan pura-pura membeli tas untuk klien tapi Soonjung ini pintar jadi ketahuan modusnya Minho. Saat patah hati pun dia menjadi ‘gila’. Teriak-teriak sendiri, ngerusuhin orang yang lagi pacaran. Sumpah itu kocak banget. Seorang CEO tapi kelakuannya seperti anak kecil. Untuk dia professional sehingga kehilangan Soonjung tak mempengaruhi kinerja kerjanya.

Aku sempat nyaris second lead syndrome. Saat diawal-awal Joonhee belum kelihatan evilnya, jadi sedih pas lihat dia beli obat buat Soonjung, tapi Dongwook tiba-tiba melamar Soonjung. Rasanya sakit banget lihat dia kecewa, tapi untunglah kejahatan Joonhee terlihat dan rasa obsesi dia pada Soonjung malah membuatku tak simpati pada dia. Dia jadinya saking tak bisa mendapatkan Soonjung, saking cintanya dengan Soonjung, dia jadi obsesi dan halalkan segala cara untuk mendapatkan Soonjung. Dia jadi tak mencintai dnegan sepenuh hati dan tulus, tetapi malah jadi obsesi dan penuh nafsu untuk mendapatkannya. Dia menjadi egois, dia tak peduli Soonjung tak suka, yang penting Ia mendapatkan Soonjung. Joonhee ini benar-benar kacau karena harta, tahta, dan wanita. Ia ingin menjadi kaya dan mendapatkan posisi tinggi agar bisa berkuasa sehingga Ia bisa mendapatkan wanita yang Ia inginkan. Kejahatannya tak terhitung ini, harusnya tak hanya terbalaskan dengan penjara, tapi harusnya dia stress, gila kalau bisa agar dia merasa tersiksa. Tersiksa karena sudah mengorbankan ayahnya dan juga gagal mendapatkan Soojung.

Aku suka bromance antara Minho dan sekretaris pribadinya itu, Oh Woosik. Dia amat mengerti Minho yang tempramen, dia pun sering marah-marah karena Minho yang seenaknya, tetapi walau begitu Woosik menyayangi Minho. Ia akan sangat pannik saat jantung Minho kambuh bahkan bisa hingga menangis. Woosik pun banyak memberi saran untuk percintaan Minho. Mereka ini amat so sweet. Layaknya adik kakak, Woosik amat sabar menghadapi Minho. Kayaknya cuman Woosik yang bisa bertahan dnegan perangai Minho.

Drama ini kurangnya? Hm… pastinya ada tapi aku lupa hahahaha, paling menurutku Minho kan pasien transplatasi, jantung pula, harusnya sih dia banyak istirahat, tapi dia malah hiperaktif. Sibuk kesana kemari dan tampak sehat-sehat saja. Setahuku sih pasien transplantasi itu butuh waktu untuk recovery apalagi sampai benar-benar total. Makanya agak aneh melihat Minho yang begitu aktif, tapi untungnya SWnim nya tak lupa memperlihatkan perkembangan kesehatan Minho yang sempat beberapa kali anfal, dan puncaknya saat diepisode 15. Asli, pas di ending episode 15 aku khawatir banget Minho meninggal, tap pas liat preview episode 16, ah kayaknya sih Minho tetap hidup, dan Alhamdulillah tidak menipu. They have their happy ending, walaupun belum nikah. Ada yang bilang mereka nikah karena panggilan Soonjung pada Minho yaitu yeobo yang biasanya digunakan untuk yang sudah menikah, tapi entahlah silahkan kalian interprestasikan sendiri.

Ya untuk kalian yang ingin menonton something sweet but mature, Falling For Innocence pilihan yang tepat. 3,75 bintang dari 5 bintang untuk drama ini. Salah satu drama romcom 2014 yang wajib ditonton.

Selamat diabetes!

Warm and Cozy

Perlakuan seperti apa sih yang bisa membuat kalian jatuh hati pada seseorang atau istilahnya sekarang baper alias bawa perasaan? Karena dia baikkah? Dewasa? Aatu karena dia hangat dan jug dapat membuat kita nyaman seperti yang di Warm and Cozy.

Drama bergenre komedi romantis ini menceritakan mengenai seorang perempuan Lee Jungjoo yang ingin hidup mandiri di pulau Jeju. Ia ingin merintis usaha restoran, sayangnya Ia ditipu temannya. Disitulah Ia kembali bertemu “pangeran kuda putihnya”, Baek Geunwoo yang memiliki restoran bernama maendorong ttottot yang artinya dalam Bahasa jeju adalah Warm and Cozy. Sifat Jungjoo dan Geunwoo ini amat berlawanan, Geunwoo yang pemalas dan Jungjoo yang rajin. Akibat sebuah kesalahpahaman, Jungjoo dapat tinggal bersama Geunwoo di restoran Geunwoo dan juga dapat membeli restoran tersebut dengan jaminan rumah rusak dan juga uang 50juta won saja. Kesalahpahaman itu juga membuat Geunwoo memperlakukan Jungjoo sedikit istimewa sehingga membuat Jungjoo sedikit kegeeran sehingga Jungjoo baper, sedangkan Geunwoo masih saja mengejar cinta pertamanya, Mok Jiwon.

Alasan aku menonton ini karena aku sangat excited saat ada berita sang SWnim Hong Sister mau comeback. Aku suka drama-drama dia sebelumnya seperti Master Sun, My Girlfriend is Gumiho, You’re Beautiful, dll. Ditambah menurut kabar angin pemeran utamanya adalah Kang Sora dan Kim Woobin. Keduanya favoritku, dan aku jadi berpikir akhirnya Woobin dan Jongsuk tukeran pasangan wkwkwk, tapi ternyata Woobin menolak dan digantikan oleh Yoo Yeonseok. Penggantian pemain itu enggak bikin minatku berkurang, malah aku sih senang-senang saja, enggak apa-apa banget malah. Aku juga suka dia kok. Ditambah Jinyoung B1A4 ikut bermain juga. Waah banyak kesayangan nih. Pada intinya ekspetasiku pada drama ini sangat lah tinggi. Sayangnya, ekspetasi kerapkali tidak sesuai kenyataan.

Drama ini tuh gimana ya…. Aku bingung. Inti ceritanya tuh kan Jungjoo dan Geunwoo membangun kisah romantis, tapi kenapa harus ada masa lalu orangtua mereka yang sebenarnya enggak memberi efek apa-apa. Cerita latar belakang orangtua mereka menurutku enggak penting. Masa lalu orangtua mereka hanyalah berujung pada Jungjoo dan Geunwoo bisa bertemu. That’s it , nothing special. There’s no impact.  Selain itu aku merasa alur ceritanya cukup lambat apalagi perkembangan hubungan Geunwoo dan Jungjoo. Serius itu bikin frustasi!!!! Kesel banget apalagi saat epsode 10 keatas. Astagfirullah…. Geregetnya naudzubillah. Jungjoo suka sama Geunwoo, tapi Geunwoo dengan bodohnya malah melihat terus Jiwon, giliran Geunwoo suka beneran Jungjoonya enggak percaya. Giliran Jungjoo percaya, Geunwoonya malah terpuruk. Aaaargh!!!!

Bagian Jungjoo yang enggak percaya dengan Geunwoo itu sebenarnya bisa dimaklumi. Aku pun kalau jadi Jungjoo pasti takkan percaya karena Geunwoo berapa kali membohongi dirinya dan bermain-main dengan dirinya. Makanya begitu Geunwoo bilang kalau dia mulai menyukai Jungjoo, Jungjoo menjadi tak percaya karena trackrecord Geunwoo yang amat buruk.

Serius frustasi aku sama karakter Geunwoo. Dia itu kok bodoh banget ya mengejar-ngejar Jiwon yang sama sekali enggak pantas diperjuangkan. Pemalasnya keterlaluan. Pokoknya sebagai pria dia samasekali bukan pria, tapi hanya seorang cowok, boy. Kekanak-kanakkan. Wajah boleh tampan tapi kelakuan minus.  Walaupun begitu sifat kekanakan dia membuat hatinya lemah dan tak bisa melihat orang teraniaya. Dia sebenarnya baik dan orang yang hangat. Saat Jungjoo direndahkan mantan rekan kerjanya, Geunwoo membantu Jungjoo menaikkan harga dirinya dengan menyuruh mantan rekan kerja Jungjo dating ke restorannya dan Jungjoo adalah bosnya. Dia pun sangat care, khawatir saat Jungjoo terlihat sakit, dan dia rela memberi apapun untuk orang yang dia cintai. Ya tapi itu, untuk perkembangan Jungjoo dan Geunwo sikap Geunwoo itu bikin frustasi dan membuatku sempat beralih shipper pada sang walikota, Lee Hwangwook.

Oke, setelah sekian lama enggak second lead syndrome , di drama ini *dan drama hong sister lainnya* aku terkena second lead syndrome. Saat di Jeju, Jungjoo mendapat banyak bantuan dari walikota kota Sorang yang masih muda dan belum menikah. Hwangwok ini agak canggungan orangnya, jadi cara menunjukkan rasa sukanya agak malu-malu sehingga selalu keduluan Geunwoo. Dia tu jadi pahlawan kesiangan, sediiih :(. Aku suka karena dia benar-benar perhatian pada Jungjoo dan sikap malu-mlu yang Ia tunjukkan itu sangat lucu. Makanya saat Geunwoo membuatku frustasi aku merasa lebih baik Jungjoo dengan Hwangwook. Setidaknya Hwangwook jauh lebih dewasa dibandingkan Geunwoo. Jungjoo setidaknya tidak akan frustasi kalau bersama Hwangwook. Aku senang banget saat Jungjoo dikenalkan dengan keluargnya. Hwangwook-Jungjoo ini adalah hasil dari “cie-cie” para warga kota yang ingin walikota mereka menikah. Efek cie-cie seperti inilah seringkali berujungkan baper, sayangnya hanya Hwangwook saja yang merasa baper, sedangkan Jungjoo sudah keburu baper duluan dengan Geunwoo.

Sepertinya Hong sister ini senang membuat karakter second lead femalenya sebagai karakter yang menyebalkan bahkan condong jahat. Seperti di You’re beautiful dan My Girlfriend is Gumiho, second lead female di drama ini juga sangat amat menyebalkan. Bahkan menurutku karakter dia adalah karakter second lead female termenyebalkan yang pernah kutonton setelah Kang Haewon di Full House. Karakter Mok Jiwon sukses mengalahkan rasa kesalku pada Han Jaehee di Nice Guy. Kalau dengan Jaehee setidaknya aku punya rasa simpati, tapi dengan Jiwon, sama sekali tidak. Awalnya dia menyukai kakaknya Geunwoo, Song Jung Geun, tapi sayang Junggeun tak melihat dia sama sekali, akhirnya enggak mau rugi balik ke Geunwoo. Uugh menyebalkan! Rasanya setiap ada adegan dia, apalagi kalau sudah merayu Geunwoo atau menghasut Jungjoo pengen aku skip adegan itu. Bahkan beberapa kali kayaknya aku skip adegan dia karena saking malasnya melihat dia. Dia itu enggak jahat tapi amat sangat menyebalkan sekali. Jiwon itu egois banget. Dia lakukan apapun agar dia bisa diposisi yang enak, dan sampai akhir karakter dia tetap seperti itu, matre. Cameo Suaminya yang diperankan oleh Son Hojoon begitu menyukai Jiwon, tapi Jiwon hanya menyukai hartanya saja. Hal yang lebih menyebalkan lagi adalah Jiwon ini selalu berhasil menguping pembicaraan yang penting dan itu Ia jadikan senjata untuk mendapatkan Geunwoo (Hartanya). Waeyo swnim? Kenapa harus selalu dia yang menguping pembiaraan penting!!!! Seriusan keseeeel!!!! Seo Yian menurutku sukses memerankan karakter Jiwon karena aku benar-benar kesal sampai setiap melihat dia ingin bilang “go to hell!!”. Delivery karakternya menurutku sangat bagus, padahal kalau enggak salah drama dia juga belum banyak.

Ada lagi satu karakter yang bikin aku bingung. Karakter Jung Poongsan. Dia itu sebenarnya mendukung hubungan Jungjoo dengan Geunwoo atau Jungjoo – Hwangwook? Awal-awal dia tampak menjodoh-jodohkan Geunwoo dengan Jungjoo, tapi saat Geunwoonya terus mengejar Jiwon dia malah menjodoh-jodohkan dengan Hwangwook. Walaupun begitu dia berperan juga dengan hubungan Jungjoo-Geunwoo. Dia suka memanasi Geunwoo dengan membuat Geunwoo cemburu saat memberitahu Jungjoo bersama Hwangwook. Poongsan ini pintar membaca perasaan orang, dia tahu saat Geunwoo dan Hwangwook menyukai orang yang sama. Namun kalau dipikir-pikir sebenanrya dia berada dipihak Jungjoo. Ia ingin nunanya itu bahagia, oleh karena itu dia mendorong kedua pria itu. Mmana yang akan dipilih Jungjoo berada ditangan Jungjoo yang penting Jungjoo bahagia.

Ya walaupun drama ini agak bikin frustasi, tapi sebenarnya drama ini tuh enak ditonton karena ringan dan cukup menghibur kok. Setidaknya kamu kalau nonton ini enggak makin stress macam nonton Doctor Stranger. Drama ini tuh walau tak sebagus drama Hong Sister sebelumnya, tapi terasa banget kalau ini tuh drama Hong Sister banget. Aku bingung menjelaskannya, tapi yang jelas kalau kamu pernah nonton drama Hong Sister sebelumnya dan nonton ini pasti bisa merasakan ada kesamaan. Komedinya komedi Hong Sister banget dan itu menghibur kok. Walau enggak banyak tapi sukses bikin ketawa. Lalu tensi emosi yang naik lalu turun terus naik, dan satu kedua tokoh utama selalu terpisah dulu dalam jangka waktu tertentu, terus bertemu lagi dan akhirnya bersama.

Hal yang aku suka dari drama ini adalah romancenya. Adegan antara Geunwoo dan Jungjoo menurutku amat manis bahkan sebelum Geunwoo menyukai Jungjoo saja adegannya sudah amat manis, apalagi setelah Ia menyukai Jungjoo dan mereka saling sadar itu adegannya bikin jantung berdegup saking manisnya. Diabetes! Chemistry antara Yoo Yeonseok dan Kang Sora bagus banget. Seolah-olah mereka memang jatuh cinta beneran. Aku suka banget, minta dishippin banget! Saat melihat poster dramanya juga aku merasa tampaknya chemistry mereka oke dan akan sangat so sweet, walaupun ada yang bilang terlihat canggung, tapi aku tak merasa seperti itu.aku memperkirakan kalau mereka memiliki chemistry yang hebat dan dapat merepresentasikan rasa cinta Jungjoo dan Geunwoo. Bakal masuk nominasi best couple versi jepretpress niih.

Selain kisah cinta mereka, ada satu pasangan yang justru menurtku lebih menarik perhatian dan aku tunggu-tunggu di setiap episodenya. Yap, couple Song Junggeun dan Kim Haeshil. Pertemuan pertamanya yang menurutku amat epic, yaitu Junggeun yang tenggelam ditolong haeshil yang seorang penyelam. Junggeun ini perjuangannya wow bis bikin haeshil move on dari suaminya yang telah meninggal 30 tahun lalu. Hubungan mereka itu lucu dan menarik dan sudah pasti manisnya bikin diabetes. Nah justru masa lalu orangtua Geunwoo itu lebih berpengaruh dengan hubungan Junggeun dan haeshil, untung Haeshil bisa memaafkan dan menerima itu. Sayangnya hubungan Haeshil dan Geunwoo sampai akhir tak bagus. Padahal Geunwoo enggak salah apa-apa, kenapa Haeshil harus merasa berat? Kenapa Geunwoo harus merasa bersalah? Mungkin bagi Haeshil itu luka berat baginya akibat orangtua Geunwoo, tapi ya sudah itu masa lalu. Mungkin Haeshil bukan tipe orang yang mudah melupakan luka *sama kayak aku*, tapi kenapa Junggeun lebih bisa dimaafkan dibandingkan Geunwoo? Padahal Junggeun yang lebih terhubung sebenarnya saat kita tahu misteri sebenarnya. Ah mungkin karena cinta kali yaaaa, lagipula Geunwoo kan hanya adik tiri Junggeun.

Satu lagi, karena latar belakangnya adalah restoran dan Geunwoonya seorang chef, maka setiap episode selalu ada makanan yang disajikan dan diakhir episode selalu diberitahu resepnya oleh chef Geunwoo sendiri. Untuk kamu yang suka masak, bisa dicoba tuh resep-resep yang ada di drama ini. Sayangnya, ada satu episode tak ada resep yang ditayangkan, dan menjelang akhir-akhir chef Geunwoo digantikan oleh Poongsan atau Junggeun-Haeshil, bahkan kadang Jungjoo. Walau begitu tetap tak membuat turun minat akan resep itu.

Yeah, overall drama ini agak jauh dari ekspetasiku, tapi drama ini masih asyik ditonton. 3,40 bintang dari 5 bintang untuk drama ini. Kalau kalian ingin melihat drama yang ringan dan manis, drama ini merupakan pilihan yang cocok.

Selamat merasa maendorong ttottot dengan keromantisan Geunwoo-Jungjoo

—-~—

Damn! it’s finally done! After many weeks and days…..

Ah ya sebelumya aku mau sedikit pengumuman *aiiiih gaya ameeet*. Sekarang aku sudah memasuki angkatan tua alias tingkat akhir. Aku sudah mulai fokus pada kewajiban akhirku sebagai mahasiswa ditambah semester ini adalah akhir kepengurusan di organisasi dan ada proker yang lumayan besar, sehingga kehidupan nyataku akan padat. Oleh karena itu tampaknya aku akan jarang menulis *so sad…* Tampaknya belum tentu setiap bulan aka nada postingan baru, tapi aku akan selalu usahakan untuk ada postingan entah itu review atau ff. Pokoknya aku usahakan agar tidak menghilang koook. Sekarang saja aku sudah ketinggalan drama-drama baru gara-gara KKN bulan kemarin. Ditambah aku agak kehilangan mood untuk menulis dan menonton drama. Untuk pengunjung setia blogku *emang ada* maaf ya kalau aku jarang posting, tapi jangan membuat kalian malas untuk datang mengunjungi Jepretpress. Tolong tetap kunjungi dan nantikan postingan terbaruku, kalau bisa malah kasih semangat juga muehehehehe, karena sesungguhnya mengumpulkan mood itu susah sekali apalagi untuk aku yang moody.

Pokoknya aku tetap usahakan untuk bisa posting sebulan sekali, tapi kalau enggak ya harap maklum yaaa. Maafkan dan terima kasih ^^.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s