[REVIEW] IMAGINARY CAT ; REMEMBER : SON’S WAR (JINWOO SANG PEMBELA)

Haaaah sekian lama tidak muncul ya? Wkwkwk. Ku sebenarnya ingin bahas kupas tuntas drama-drama yang aku tonton, tapi apa daya, waktuku kini terbatas, baik untuk menonton ataupun menulis. Ini juga curi-curi waktu, mumpung long weekend, wkwkwk. Kali ini aku mau langsung bahas dua drama yang dibintangi actor yang baru saja comeback setelah wajib militer, yap it’s Yoo Seungho! Akhirnya dia keluar wamil dan kambek! Sebagai salah satu actor favorit, sudah pasti ku wajib nonton dramanya dia. Dia kembali langsung dengan dua drama sekaligus, Imaginary Cat dan Remember : Son’s War. Kita bahas yuuk, tapi maaf ya paling aku bahasnya cuman singkat saja, ya sedikit gambaran saja. Yoo langsung ke TKP gaaan!

Imaginary Cat

Hewan peliharaan enggak cuman sekedar hewan yang kita besarkan, kita beri makan, dan perlakukan layaknya hewan. Hewan peliharaan lebih dari sekedar itu. Hewan peliharaan dapat dijadikan sorang temen, bahkan seseorang yang dapat mengerti kita. Seperti itulah penggambaran mini drama satu ini.

Drama bergenre romance-friendship ini menceritakan mengenai seorang part time di toko buku yang sedang merintis karirnya sebagai webtoonist, Hyun Jonghyun. Ia memiliki seekor kucing bernama Bokgil yang Ia temukan 10 tahun yang lau ditengah derasnya hujan. Kehadiran Bokgil membuat Jonghyun merasa lebih hidup karena sebelumnya Ia mengalami kesedihan setelah ditinggal ke alam lain oleh orang yang Ia suka, yaitu Jung Sooin. Segala pemikirannya Ia ungkapkan kepada Bokgil. Hadir juga seorang wanita dalam hidupnya setelah sekian lama, yaitu Oh Nawoo yang amat sangat menyukai kucing.

Satu kata aja buat drama ini, Suka! Serius suka banget sama drama ini. Drama ini hanya berdurasi 30 menit saja dengan total 8 episode saja, tapi drama ini sudah mampu menempel di otak dan hatiku. Dari episode satu pun aku sudah jatuh cinta sama drama ini. it’s really simple , keseharian banget ceritanya. Yoo Seungho sukses bikin aku kesengsem ama dia. Rasanya pengen jadi bokgil dipeluk-peluk dielus-elus sama dia muahahaa.

Chemistry antara Bokgil dan Hyun Jonghyun bagus banget. Serasa kalau Yoo Seungho itu memang yang punya Bokgil. Kucing yang jadi Bokgil nurut banget, tenang… malah terlihat kalau dia senang berada di dekat Yoo Seungho. Sutradaranya keren nih mengarahkan si kucing agar mau melakukan adegan yang di mau. Soalnya si Bokgil ini terlihat alami. Dialog yang dia ucapkan sesuai dengan gerakannya. Yoo Seungho ini sebagai Jonghyun terlihat penyayang kucing. Wajar sih, secara doi punya 3 kucing kalau enggak salah, makanya tidak sulit baginya untuk mengakrabkan diri dengan Bokgil.

Aku tuh suka sama hubungan Bokgil dan Jonghyun yang saling mengisi. Dimana mereka sama-sama merasa sendiri setelah ditinggal, dimana Jonghyun baru saja ditinggal Sooin, dan Bokgil yang ternyata adalah Haru, kucing milik Nawoo yang hilang, baru kehilangan pemiliknya. Mereka bertemu disuasana dramatis, ditengah hujan deras. Setelah bertemu mereka saling mengisi, dan saling mengerti satu sama lain. Jonghyun selalu curhat ke Bokgil dan Bokgil selalu menanggapinya dengan caranya sendiri. Walau Bokgil tak bisa bicara, tapi Jonghyun tahu kalau Bokgil mendengarnya dan mengertinya. Suka banget sama kasih sayang yang ditampilkan. Sesame makhluk ciptaan Tuhan, sesame makhluk hidup rasa cinta kasih sayang pun dapat muncul. Kalau yang punya hewan peliharaan, terutama kucing pasti bisa mengerti banget hubungan Jonghyun dan Bokgil. Aku saja yang tidak punya hewan peliharaan merasa tersentuh banget sama cerita mereka berdua, apalagi yang punya.

Paling mengharukan itu pas bagian Bokgil sakit dan waktunya enggak lama lagi. Jonghyun yang jarang menghabiskan waktu bersama Bokgil merasa bersalah, dan berusaha mencurahkan dirinya disaat-saat terakhir Bokgil. Serius aku nangis banget di akhir episode 7 – episode 8. Feelnya tuh dapet banget! Inti dari drama ini tuh disini. Setiap perpisahan pasti ada pertemua baru. Walau baru ditinggal, tapi jangan takut kesepian karena akan selalu datang orang baru yang akan mengisi hari kita. Seperti Jonghyun yang baru kehilangan Sooin, tak lama kemudian hadir Bokgil. Saat Bokgil pergi, ada orang yang siap menemani hari-hari Jonghyun, yaitu Nawoo.

Nawoo ini penyuka kucing, jadi setiap kucing yang Ia temui akan Ia sayangi, bahkan Ia beri makan. Hanya saja terkadang sifat Nawoo ini mengganggu, walau aku juga enggak setuju sih kalau kita enggak suka kucing jangan sampai kasar juga ke kucingnya. Selain itu yang aku enggak sreg dari karakter Naawoo adalah, dia ngintil-ngintil mulu Jonghyun kayak anak anjing, tapi itu Ia lakukan juga karena Ia penasran dengan Bokgil dan Jonghyun yang ternyata penyayang kucing. Jadi aku sih enggak masalah jika Nawoo bersama Jonghyun, toh Jonghyun juga terlihat nyaman dengan Nawoo dan mereka sama-sama suka kucing. Jadi bisa membesarkan kucing bersama. Wlau dulu sempar terjadi kesalah pahaman akibat Bokgil yang ternyata Haru. Jonnghyun takut Nawoo mengambil Bokgil, sedangkan Nawoo merasa bersyukur karena Haru masih hidup dan dibesarkan oleh seseorang seperti Jonghyun.

Sayangnya nih kenapa enggak diceritakan alasan sooin bunuh diri. Kita hanya tahu Sooin bunuh diri setelah Jonghyun tak menjawab perasaannya. Ada masaah apa? Jika Jonghyun menjawab perasaan Sooin, apakah masih ada alasan Sooin untuk hidup? Jadinya kan bertanya-tanya. Terus Bokgil tuh kucing, dan kucing pasti mengeong, tapi kenapa disini dia malah ngomong mulu ga ada suara mengeong sama sekali?!!! Dia mengeong hanya sekali dalam 8 episode. Omo~ satu lagi menurutku akting aktris yang jadi Nawoo agak kaku, terkesan terkadang lebay, tapi mungkin karena da baru kali yaaa. Ya semoga nanti jadi berkembang.

Pastinya ini drama bagus sih ceritanya, dimana mengajarkan kasih sayang sesame makhluk hidup, semangat pantang menyerah walau dikhianati teman, dn jangan takut kesepian karena akan ada orang yang pasti akan hadir dalam hidupmu. Pecinta kucing wajib lihat ini, soalnya aku yang buka penyuka kucing, semenjak nonton ini jadi ingin mengenal kucing lebih dekat. Setiap kucing yang kutemui ku panggil Bokgil hahahahaha. 3.5 bintang dri 5 bintang buat mini drama satu ini! It’s simple also touching. Klian harus nonton sih kata aku!

Bokgil-ah~ meow!

Remember : Son’s War

Tegaknya keadilan dapat dilakukan oleh hukum. Hukum memiliki kekuasaan tersendiri dan mutlak harganya. Namun bagaimana jika hukum itu sendiri sebenanya hanya sebuah permainan sehingga keadilan dapat diutak-atik oleh sang penguasa dunia fana, uang. Kurang lebih seperti itu gambaran mengenai drama satu ini.

Drama bergenre Thriller, melodrama ini menceritakan mengenai Seo Jinwoo yang memiliki Hyperthymesia, dimana Ia dapat mengingat setiap detail kejadian yang Ia lihat. Jinwoo hanya tinggal dengan ayahnya, Seo jaehyuk semenjak kecelakaan yang terjaid saat Ia kecil sehingga menewaskan Ibu dan kakaknya. Ayahnya yang hanya seorang pekerja Villa, tiba-tiba saja dituduh membunuh seorang mahasiswi Oh Jungah, karena Jaehyuk lah yang pertama kali menemukan korban. Permasalahannya Jaehyuk tak dapat membuktikan dirinya tidak bersalah akibat Ia tak mengingat kejadian mengapa Ia bisa berada di tempat mayat Jungah ditemukan, karena Ia ternyata mengalami alzheimer. Ketika semua masyarakat menghakimi Jaehyuk dan Jinwoo, ada seorang mahasiswi yang percaya jika Jaehyuk tidak bersalah, yaitu Lee Inah. Inah pun mencoba membantu Jinwoo untuk membuktikan kalau Jaehyuk tidak bersalah dengan meminta bantuan pada seorang pengacara terkenal, Park Dongho. Mulanya Donfho menolak dan tidak tertarik untuk mengambil kasus tersebut, namun ternyata kasus Jaehyuk ini melibatkan seorang pebisnis besar Nam Gyuman yang merupakan incarannya selama ini, membuat Dongho menerima kasus tersebut. Hanya saja saat Jaehyuk akan memenangkan kasus tersebut, Dongho tiba-tiba berkhianata dan berubah kubu menjadi kubu Gyuman. Jaehyuk pun diputuskan hukuman mati. Jinwoo merasa sakit hati dan tak terima akan halt u memutuskan untuk belajar jadi pengacara untuk membela ayahnya, dan juga agar bisa membalas dendam pada Gyuman dan Dongho.

Satu kata buat drama ini tuh, Gila!!! Ada ya orang kayak Gyuman di dunia ini? Ada ya orang yang bisa mempermainkan hukum semau dia? Ada ya orang yang menyatakan kalau dirinya itu adalah hukum. Semua omongan dia adalah hukum? Di drama Remember ini sih ada, ya si Gyuman itu. Episode pertama langsung menarik perhatianku. Waaah cerita tentang hukum nih, biasanya suka menarik, dan kalau menurutku memang menarik.

Emosi nonton episode-episode awal. Kok hukum jahat banget ya sama orang yang enggak punya uang? Belum lagi opini publik yang membuat tersangka terpojok. Masalahnya enggak cuman Jaehyuk yang kena, bahkan Jinwoo yang enggak tahu apa-apa dan sangat jelas tidak melakukan kesalahan pun dihakimi masyarakat. Betapa jahatnya efek ketidakadilan hukum pada masyarakat kecil. Bahkan aku sangat tidak tega untuk menonton episode 4 dimana Jaehyuk dijatuhkan hukuman mati, dan Dongho berkhianat. Kesal siih, tapi kita tahu juga alasan Park Dongho berkhianat. Dia terpaksa untuk kalah demi Suk Jooil , seorang gangster yang sudah Ia anggap sebagai ayah, dan mereka rela jadi “anjing” Ilho grup.

Sebenernya cerita drama ini tuh agak makjang sih. Kakakku sempat ikut nonton sedikit drama ini dan Ia berkomentar “Ah males, sinetron banget ceritanya.”. Ku akui memang iya sih sinetron banget ceritanya, dimana orang miskin sulit mendapatkan keadilan, lalu si tokoh utamanya sudah jatuh tertimpa tangga pula. Walau begitu aku tetap suka karena eksekusi drama satu ini bagus. Alur dan plotnya cukup rapi, da nada beberapa hal yang tidak terduga. Lagipula jumlah episodenya hanya 20 episode saja, bukan ratusan bahkan ribuan, jadi kku tetap bertahan untuk menontonnya hingga akhir. Menyesal? Oh… big no! aku sama sekali tidak menyesal, malah mendapat suasana yang beda. Sudah lama enggak menonton drama yang mellow tapi bikin tegang.

Cerita drama ini tuh walau seperti terlalu dibuat-buat tapi dalam dunia nyata tuh aku yakin ada orang yang punya uang, dia mengendalikan semua aspek di dunia, termasuk hukum dan kekuasaan. Dibalik para hakim, jaksa, sampai politisi macam presiden ada seorang pengusaha yang mengendalikan itu semua. Segala macam cara Ia pakai untuk membuat hidupnya selalu nyaman. Nah seperti itulah yang dilakukan Nam Gyuman dan ayahnya Nam Ilho agar hidup mereka selalu sentosa. Bahkan mereka tak segan untuk membunuh orang yang akan menjegal kehidupannya kelak.

Gyuman ini benar-benar seseorang yang amatlah buruk. Setuju banget sama si detektif Kwak, dia adalah seorang anak manja kaya raya yang memiliki masalah dengan manajemen kemarahannya. Gyuman amat muddah marah, dan sekalinya marah Ia bisa merusak mobil, laptop, bahkan dapat membunuh orang karena hal sepele, dan yang harus membereskan itu semua adalah sekretarisnya Ahn Seobum. Mulanya Seobum mau menuruti perintah Gyuman, tapi lama-lama Ia gerah juga harus selalu membereskan noda yang ditinggalkan Gyuman, ditambah dia selalu direndahkan dan juga disiksa Gyuman. Seobum pun takut jika Gyuman malah menjebaknya. Ia pun sadar akan kesalahannya hingga Ia membantu Jinwoo untuk menangkap Gyuman. Yeey!

Masalah manage kemarahan yang buruk sebenarrnya wajar sih Gyuman begitu, lah bapaknya juga enggak jauh beda sama dia, hanya saja Ilho jauh lebih kalem dibanding Gyuman. Setidaknya Ilho masih dapat memanage kemarahannya, tapi langsung disalurkan dengan cara menuntas habis permasalahan yang ada di hadapannya, bahkan walau sampai harus melenyapkan orang tersebut selamanya. Gyuman yang merupakan pewaris Ilho grup, membuat Ilho mendidik Gyuman dengan keras dan tidak dengan hati, makanya Gyuman seperti itu. Tidak ada yang Gyuman takuti, kecuali sang ayah. Beda dengan adik Gyuman, Nam Yeokyung. Yeokyung yang bukan pewaris, mebuat Ilho membebaskan Yeokyung untuk mengambil hal yang Ia suka, maka dari itu Yeokyung meilih menjadi jaksa, tanpa tahu apa yang telah diperbuat keluargnya terhadap hukum.

Obrol-obrol soal Yeokyung, aku merasa kehadirannya di drama ini tuh enggak begitu penting. Aku kira kan di awal Jinwoo sempat mengincar Yeokyung untuk didekati agar dapat mencapai Gyuman, lalu Yeokyung bakal jatuh cinta karena Jinwoo yang mendekatinya, tapi ternyata hanya sebatas agar bisa bertemu Gyuman, udah weh. Sisanya scene dia enggak banyak. Paling dia berjasa atas pemberitahuannya kalau Gyuman akan kabur keluar negeri kepada Inah. Sayang banget, padahal karakter Yeokyung bisa dikembangkan nih. Jadi penyelidik keluarganya sendiri kek, atau jadi orang ketiga Inah sama Jinwoo keeek. Apalah, jangan disia-siakan hanya untuk seperti itu.

Aku kira 20 episode ini akan terus memperjuangkan Jaehyuk untuk keluar penjara. Makanya aku kaget di episode 10 Jaehyuk meninggal. Sesungguhnya disitu menyedihkan, belum juga terbukti, Jaehyuk sudah meninggal lagi, tapi justru itulah titik balik seorang Seo Jinwoo. Dia menjadi makin semangat dan dendam kesumat kayaknya. Dia makin membabi buta mencari celah untuk menjerat Nam Gyuman dan keluarga. Satu persatu bawahannya dihabisi oleh hukum. Jadi drama ini tuh menceritakan bagaimana usaha melawan seeorang yang punya uang uuntu membayar semua kesalahannya. Ya sekaya-kayanya orang tetap saja pasti ada celah untuk menjatuhkan dia di mata hukum. Hukum itu mutlak, tapi cara kita menggunakannya relatif, sehingga orang yang tidak bersalah macam Jaehyuk hingga orang gila macam Gyuman dapat terjerat hukum juga.

Salah satu hal yang juga membuatku emosi dan ikut merasa kesal adalah kenapa hampir semua tokoh yang muncul di drama ini, terutama peran pembantunya adalah orang-orang pro nam gyuman. Apalagi orang-orang yang harusnya penegak hukum ternyata banyak dari mereka yang merupakan anjing-anjing Nam Gyuman dan Nam Ilho. Sampai episode 14 kita masih berpikir kayaknya orang hukum yang benar-benar dala drama itu hanya hakim Kang  Sukkyu dan jaksa Tak Youngjin saja. Eh tapi… kok tiba-tiba jaksa Tak memihak Nam Ilho juga. Damn! Apakah enggak ada orang bersih di sistem yudikatif di drama ini? Pas tahu jaksa Tak berkhianat aku sempat kecewa banget, padahal doi merupakan salah satu tokoh yang mengagumkan. Pas dicoba disogok sama Nam Ilho aja, dia langsung menolak dengan tegas, bahkan membayar minuman yang Ia minum. Eh tiba-tiba besoknya dia malah berubah menjadi pihak Ilho bukan pihak Jinwoo lagi. Hal apa yang membuatnya berubah semalam coba? Aku sampai khawatir kalau hakim Kang juga menjadi tidak bersih, karena selama ini dia termasuk hakim yang idealis, apalagi setelah dulu pernah membuat kesalahan putusan hukuman. Secara hakim Kang adalah teman Gyuman, untung dia adalah teman yang baik. Jika temannya melakukan kesalahan, dia takkan membiarkan hal itu. Jaksa Tak berkhianat bukan karena uang, dia menolak saat akan diberikan bonus. Ia ingin kekuasaan dan kedudukan sebagai kepala jaksa. Ah disitu aku mengerti mungkin jaksa Tak ingin karirnya meningkat dan iri dengan kehidupan jaksa Hong Moosuk yang enak etelah menjadi anjing paling setia Nam Ilho. Untungnya ternyata Jaksa Tak berkhianat merupakan salah satu rencana untuk menjatuhkan Ilho grup. Sumpah itu lega banget, dan senang banget ternyata memang jaksa Tak orang yang bersih.

Orang yang paling licik di drama ini menurutku adalah jaksa Hong, karena dia itu naluri menyelamatkan diri sendirinya gede banget. Saat lagi berjayanya Ilho grup, dia amat manis, sopan, dan benar-benar patuh pada duo ayah-anak, tapi begitu tahu dia akan terdesak, dia berusaha menyelamatkan diri sendiri dan berusaha untuk mencari keuntungan dengan cara menyuruh Gyuman pura-pura mati dan keluar negeri tapi jangan sampai ketahuan ayahnya karena ayahnya pasti enggak akan suka. Sebagai imbalan, jaksa Hong mengingkan sebuah resort di California *kalau ga salah*. Eh tahunya jaksoa Hong melaporkannya pada Ilho kalau Gyuman mau kabur. Lalu saat Iho grup diambang kehancuran, jaksoa Hong malah memberikan kebusukkan Ilho biar dia selamat. Padahal mah Park Dongho dan Jaksa Tak takkan membiarkan dia begitu saja.

Akhir dari nasib Nam Gyuman menurutku menyedihkan. Walaupun dia jahat, tapi aku simpati dengan akhir kisahnya dia. Dia ditinggalkan oleh semua orang, termasuk ayahnya sendiri. Saat dia ditinggalkan para anjingnya mungkin dia baik-baik saja, tapi saat ayahnya juga ikut meninggalkan dia, dia benar-benar merasa kehilangan, karena ayahnya segalanya bagi dia. Ayahnya lah yang mendidik dia seperti itu, ayahnya lah yang memberi dia kehidupan dengan Ilho grup, makanya dia bahagia banget saat pengumuman kalau Ia menjadi CEO Ilho grup. Makanya saat ayahnya juga meninggalkan dia, Gyuman merasa enggak ada lagi semangat hidup dan Ia juga tak sanggup untuk hidup di penjara. Alhasil dia memilih bunuh diri. Sumpah disitu aku merasa kasihan sama dia. Kenapa dia harus bunuh diri? Kan menyedihkan banget hidupnya, tapi kalau dipikir-pikir, memang itu sih hukuman yang pantas untuk semua kejahatan Gyuman. Ditinggal semua orang merupakan hukuman paling pas karena batin dia pasti akan merasa kesepian, dan Nam Gyuman tak pernah terbiasa akan hal itu sehingga Ia akan sangat merasa tersiksa. Kematian Gyuman pun hukuman yang pantas juga untuk Ilho karena semua anaknya termasuk Yeokyung meninggalkan dia. Dia pun hanya bisa menikmati sisa hidupnya di penjara.

Dari tadi ngomongin pihak musuh mulu nih? Gimana cerita tentang sang tokoh utamanya? Enggak ada romance apa? Hohoho jangan harap banyak adegan manis di drama ini, apalagi masalah hubungan. Di Wikipedia dan asianwiki disitu jelas tidak menyebutkan romance dalam genrenya. Aku pikir saat awal-awal episode bakalan banyak berkembang hubungan romance Inah dan Jinwoo, eh tahunya…. Ada adegan manis saja syukur banget! Tapi Alhamdulillah sih SWnimnya tiap episode yang memberi adegan manis 1 scene laah… melihat hubungan mereka itu gimana ya… suka saja. Saling support, terutama Inah yang siap mendukung dan mendorong Jinwoo. Mereka itu saling melindungi. Walau Ibu Inah enggak setuju Inah dengan Jinwoo, tapi Inah enggak peduli. Dia ingin selalu ada untuk Jinwoo yang memang butuh dukungan dari orang-orang terdekat.

Ada yang bilang kalau lebih suka melihat Inah dan Jinwoo jadi adik kakak saja, karena chemistry mereka kurang, tapi aku tak merasa begitu kok. Aku sangat excited dengan perkembangan hubungan mereka, tanpa ada kata aku sayang kamu, aku suka kamu, aku mencintaimu, tapi mereka sudah saling tahu perasaan masing-masing dan mereka sadar saling membutuhkan, dan menurutku chemistry mereka bagus kok. Aku suka. Terasa kok kalau dinatara mereka memang lebih dari hubungan noona-dongsaeng. Gereget banget sama drama ini karena nunggu-nunggu kissing scene. Drama ini udah on air 17 episode paling jauh yang mereka lakukan hanyalah saling memeluk dan kencan berdua.  Nonton Kdrama tanpa kissing scene tuh berasa sayur tanpa garam*astagfirullah naaan!*. drama ini tuh ternyata nyaris enggak ada kissing scenenya. Bagi kita yang menunggu adegan tersebut, ita harus berterimakasih kepada sang sutradara yang telah menambahkan adegan tersebut di episode 18. Harusnya adegan Inah menenangkan Jinwoo hanya sampai mereka bertatap mesra, tapi menurut sang sutradara perlu adegan kissing scene agar lebih kuat dan mendukung. Thank you so much director nim! Ada yang menganggapnya adegan itu awkward, tapi menurutku malah dapet feelnya, karena suasanya memang awkward dimana Jinwoo ketahuan oleh keluarga Inah mengenai kondisinya saat ini. Jinwoo yang ingin menajuh, tapi Inah malah meyakinkannya untuk tidak bersedih dan siap untuk menjadi memori Jinwoo, merasa tersentuh and they kissing. Omg! Its damn too sweet!

Its so sweet setiap melihat adegan mereka, apalagi saat Jinwoo merekam pesan khusus untuk Inah, itu so sweet sekaligus mengharukan. Dia pergi menjauhi Inah dan tim firma hukumnya agar mereka tak merasa tersakiti ketika Jinwoo hilang ingatan dan tidak mengingat mereka sama sekali, karena Jinwoo tahu sakitnya ketika orang yang Ia sayangi tak mengingatnya. Ia tak ingin Inah merasa kan hal itu, padahal bagi Inah Jinwoo pergi justru lebih menyakitkan. Kelemahan yang dimiliki Jinwoo adalah Inah, tapi untung Inah enggak di apa-apain sama si manja Gyuman.

Inah ini merupakan salah satu karakter female lead Kdrama yang aku suka. Dia ini berani banget bahkan cenderung nekat. Tak takut untuk mengikuti seorang pembunuh yang bisa saja menyerang dia. Tak gentar ketika harus menyelidiki kasus orang penting, bahkan berani melawan perintah atasan untuk menjadi jaksa dipengadilan ulang Seo Jaehyuk karena Ia tahu Jaehyuk tidak bersalah. Inah menjadi jaksa pun karena kasus ayah Jinwoo ini karena Ingin membuktikan ketidakbersalahan Jaehyuk dan dapat memberi hukuman yang berat bagi pelaku sebenarnya. Sifat Inah yang keras kepala menurun dri Ibunya, telrihat jelas sekali dari drama ini. Sifatnya yang lembut namun berani menurun dari ayahnya yang sumpah ayah terbijak yang ada di kdrama kali ya? Ayahnya ini wise banget, dan selalu positive thinking pada setiap orang. Ayah Inah juga tidak mempercayai Jaehyuk bukan pembunuh, makanya Inah juga mempercayai hal itu. Setiap keputusan Inah pasti selalu didukung ayahnya selama keputusannya terkategori baik. Jinwoo membutuhkan sosok wanita yang seperti Inah yang sudah dewasa mengingat Jinwoo memiliki masalah yang banyak dan berat. Kebayang Jinwoo punya pacar yang lebih muda dan kekanakan ditambah manja wah makin runyam hidup Jinwoo. Inah tuh pas karena dia lebih tua otomatis lebih dewasa sehingga dapat mengerti dan mendorongnya selalu.

Oh iya masalah judul kan ini Remember “ Son’s War. Saat di episode awal aku mengerti kenapa judulnya ada kata “Son’s War”. Oh ini pertarungan antar anak yaitu Jinwoo yang ingin membela ayahnya, dan Gyuman anak manja yang tidak ingin, atau lebih tepatnya takut untuk merepotkan ayahnya. Terlihat jelas di awal episode, tapi ternyata semakin kemari terungkap sebuah misteri, ternyata Dongho dan Jinwoo sudah terikat masa lalu, dimana kecelakaan yang menyebabkan Ibu dan kakak Jinwoo meninggal melibatkan ayah Dongho yang juga menjadi korban. Kecelakaan itu semua terjadi akibat Nam Ilho, sehingga membuat Son’s War ini menjadi jelas. Pertarungan tiga anak. Awalnya Jinwoo benci dengan Dongho secara Dongho sudah berkhianat, ditambah Kematian Ibu dan Kakaknya akibat ayah Dongho. Makinlah Jinwoo benci. Hanya saja Jinwoo pad akhirnya tahu kalau Dongho sebenarnya mendukungnya dari belakang, dan benar-benar menganggap kontrak 50 dollar itu terus berlaku, dan juga pada akhirnya Dongho berhenti jadi anjing Ilho grup, membuat Jinwoo bersatu dengan Dongho dan melawan Nam Gyuman dan juga Nam Ilho. Episode 14 keatas pertarungan antar anak sesungguhnya.

Lalu bagaimana dengan judul Remembernya? Permasalahan yang ada dalam drama ini salah satunya mengenai ingatan. Seo jaehyuk bermasalah dengan ingatannya, dimana Ia mengalami Alzheimer, sedangkan Seo Jinwoo malh memiliki daya ingatan yang bagus akibat kondisi Hyperthymesianya. Sayangnya itu bukan kelebihan, melainkan kekurangan atau kelainan. Kapasistas otaknya jauh leih penuh dibanding orang lain, karena keseringan dipakai, otaknya mulai mengalami degradasi sel, ditambah ayahnya riwayat Alzheimer membuatnya terkena Alzheimer juga. Sedih banget dan drama banget sih pas dia kena penyakit itu. Kenapa harus kayak gitu??? Tapi nah itu dia inti ceritanya, kalau Jinwoo enggak dibikin hilang ingatan, judul Remembernya enggak akan dapat. Selama ini ingatannya penuh dengan ingatan buruk, dimana dengan kondisi hyperthymesianya membuatnya mengingat dengan detail, dan tentu itu akan sangat menyakitkan. Jika dia terkena Alzheimer, semua kenangan akan hilang, termasuk kenangan buruknya, tapi dengan Alzheimer itu dia bisa membuat kenangan baru, dan semua kenangan baiknya tersimpan dalam hati. Jinwoo yang terkena Alzheimer ini memang agak makjang, dan aku sempat mikir, kayaknya enggak usah adda cerita Jinwoo kena Alzheimer juga deh… tapi setelah kupikir-pikir, cerita Jinwoo terkena Alzheimer memang perlu, karena itu salah satu benang merahnya. Walaupun Alzheimer sering mengenai orang yang sudah lanjut usia, tapi kasus Alzheimer pada yang masih muda pun tak sedikit juga. Kalau Tanya mbah google pasti ada cerita mengenai hal tersebut.

Kisah Jinwoo yang nasibnya amat malang membuatku sangat berharap diakhir episode Ia mendapatkan kebahagian dan salah satu kebahagian dia adalah Inah. Sayangnya, ending drama ini open ending, tapi menurutku tergolong happy ending sih. Jinwoo walau kehilangan memorinya, tapi Ia dikelilingi orang-orang yang menyayangi dia, mulai dari tim firma hukumnya Song Jaeik dan Ahjumma Yeon Bomi, sang pengacara yang pernah menjadi musuhnya, Park Dongho yang meneruskan firma hukumnya, dan juga tentu Inah yang amat care. Makanya agak sebal, kenapa Jinwoo harus pergi dari mereka, padahal mereka sia untuk membantu dan mendampingi Jinwoo penyakit seperti itu kan memang sulit untuk hidup sendiri, karena dia bisa linglung sendiri, apalagi jika sudah parah Ia tak bisa melaksanakan kehidupan sehari-harinya karena tak tahu bagaimana menggunakan alat-alat keseharian. Ya mungkin Jinwoo tak ingin menyakiti mereka dan tak mau merepotkan. Hanya saja walau otak Jinwoo tak mengingat, hati Jinwoo mengingat itu semua, terutama kenangannya bersama Inah. Setiap hatinya merasa rindu dan teringat akan Inah, Jinwoo pergi ke pohon natal untuk meninggalkan pesan pada Inah walau tak bisa mengingat nama dan siapa Inah. Inah tahu akan hal itu makanya Ia mendatangi tempat tersebut dan saat tahu Jinwoo meninggalkan pesan untuk Dia, Dia amat senang. Inah berusaha membangkitkan ingatan Jinwoo dengan menunjukkan kalung cincain milik Jinwoo yang diberikannya pada Inah, tapi Jinwoo tak mengingatnya. Makanya, Inah matanya terlihat sedih, tapi sekaligus lega dan juga senang. Hal itu terlihat dari sneyumnya. Sedih karena Jinwoo tak ingat akan dirinya, tapi Ia tahun Jinwoo dalam hatinya sangat mengingat dan merindukannya. Jinwoo pun tersenyum karena hatinya merasa senang bertemu dengan Inah. Iya sih agak sad ending juga melihat adegan terakhirnya, tapi entah kenapa adegan itu menangkan jiwa. Ya karena setidaknya fisik Jniwoo baik-baik saja walau memori dia sudah banyak yang hilang, dan juga Jinwoo mengingat Inah. Pesan terakhirnya juga mengatakan kalau dia mengharapkan Inah bahagia dan jangan lupakan kalau dia pernah ada dalam hidupnya. Huhuhuhu :”””””. Agak membingungkan sih endingnya tapi yasudahlah, segitu mah tidak mengecewakan sih buatku.

Drama ini memang bergenre melodrama, tapi ada sedikit adegan lucu kok. Adegan lucu favoritku adalah saat episode terkahir dimana Gyuman sudah dipenjara, Ia bertemu dengan detektif Kwak, dan Ia memaki-maki detektif Kwak. Detektif Kwak yang sudah tobat menjawabnya dengan ayat-ayat di kitab. Gyuman makin sebal dan marah-marah, lau detektif Kwak hanya menjawab dengan “aamiin”. Sumpah ngakak banget sama adegan itu. Kocak banget, udah marah-marah panjang lebar, maki-maki kasar dijawab cuman dengan aamiin.

Drama ini sebenarnya drama yang bagus sih dari segi cerita. Alur dan plotnya juga bagus kok bikin penasaran dan rapih awalau terkadang melupakan detail atau ada yang tertinggal. Sayangnya drama ini agak underrated menurutku. Di forum soompi dan dramabeans orang-orang yang ikutan diskusinya sepi banget. Kurang dari 100 diskusi per epsiodenya. Entah karena orang-orang jemu dengan genre drama seperti ini, atau drama-drama lain lebih menarik, tapi untuk slot tayangnya, drama ni masih menduduki rating teratas, cuman ya itu tidak begitu banyak orang yang tertarik. Cuman ya itu dia sayangnya drama ini tuh agak makjang, tapi karena jumlah episodenya hanya 20 jadi tidak begitu masalah.

Cerita agak makjang drama ini tertutupi oleh aking para pemainnya yang daebak semua. Akting-akting mereka keren banget. Yoo Seungho enggak usah diragukan, doi meamng berbakat banget. Park Minyoung amat berkembang dibandingkan jaman Sungkyunkwan Scandal, Nam Gongmin juaranya sih. Emosi dia saat marah, dan sikap gila Nam Gyuman dapat banget. Ngeri banget lihat mata dia saat marah. Ini bukan pertama kalinya Nam Gongmin jadi antagonis. Saat di Sensory Couple dia berperan sebagai penjahat yang psikopat, dan disitu matanya jauh lebih menyeramkan dibanding saat Ia menjadi Nam Gyuman. Kayaknya dia bakalan jadi masuk list best villain versi jepretpress deh. Akting para pendukung pun enggak kalah bagus. Rata-rata yang main disitu memang sudah banyak bermain drama sih yaaa jadi pada enjoy dan natural. Makanya salah satu alasan drama ini layak tonton juga karena akting pemainnya yang bagus.

Drama ini menarik untuk ditonton kok. 3 ¾ bintang dari 5 bintang untuk drama satu ini. Kalau kalian suka drama tentang hukum, drama yang agak mellow agak menegangkan dan konfliknya ruwet drama satu ini cocok sih untuk kalian tonton. Tenang saja nonton drama ini enggak bikin kalian tambah pusing kok karena masih ada manis-manisnya yang bikin agak baper. Eh serius loh drama ini memang bagus kok… ya harus nonton sih!

Selamat menyimpan memori dalam hati!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s