[REVIEW] REPLY 1988

Manusia itu makhluk social, dimana Ia tak bisa hidup sendiri. Manusia pasti membtuhkan sesama agar dapat bertahan hidup. Hubungan sosial antar manusia harus terjalin agar kita dapat benar-benar merasa hidup. Hubungan sosial sesama manusia ini diceritakan melalui drama Reply 1988.

Drama yang bergenre family , romance, comedy drama ini menceritakan mengenai lima keluarga yang bertetangga di daerah Ssangmundong Seoul. Masing-masing keluarga memiliki anak yang seusia yang sudah berteman semenjak kecil. Ada Si Kim Junghwan yang pintar namun cuek, Sung Sunwoo anak idaman tiap ibu karena pintar dan juga baik hati, Ryu Dongryong yang koplak malas namun kocak, Choi Taek sang master baduk yang kalem, dan terakhir satu-satunya gadis diantara mereka, Sung Deoksun yang kelakuannya koplak namun sebenarnya manis. Mereka menghabiskan masa muda mereka bersama dan merangkai cerita di Ssangmundong.

Alasan aku menonton drama ini, hey come on dude… it’s reply franchise! Aku sudah menyukai serial Reply 1994. Reply 1994 membekas dihati para penontonnya termasuk aku. Ditambah pemainnya ada Go Kyungpyo dan Park Bogum. Masih butuh alasan untuk menonton drama satu ini? Sedikit curhat, awalnya aku amat berniat untuk menonton drama ini dengan mengikuti tiap minggu selama masih ongoing, tapi boro-boro ngedrama, baca sinopisnya saja ku tak ada waktu, sehingga saat drama ini sudah tamat aku jadi sedikit kehilangan minat. mana saat aku mengintipnya sedikit ditempat ku membeli drama, Kingkong per episodenya menghabiskan waktu 1,5 jam. Walah dalah ku makin malas, karena aku tak yakin sempat menontonnya. Di Reply 1988 ini pun lumayan menghabiskan banyak memori sekitar 6gb. Jika ku beli di Kingkong harganya mencapai 12ribu *Bagi kalian yang hidup di Jatinangor, pasti tak asing dengan tempat membeli film,drama softfile di Kingkong. Fyi, kalau drama dihitungnya pergiga jadi 2 ribu/gb*. Aku yang sedang dilanda krisis merasa sayang menghabiskan uang sebanyak itu hanya untuk 1 drama. Untungnya temanku ada yang punya sehingga ku memutuskan untuk menonton.

Tak butuh waktu lama untuk menghabiskan drama ini jika kalian punya waktu luang. Ditengah waktu luangku ini *lebih tepatnya lagi kabur wkwkwk* aku menghabiskan drama ini hanya dalam 3 hari saja.  Drama ini walau per epiisodenya menghabiskan waktu 1,5 jam lebih bahkan menjelang akhir nyaris 2 jam, tapi drama ini tuh enggak bikin ngantuk. Enggak kerasa banget saat menonton ini tuh. Alurnya mengalir alami banget kayak sungai yang mengalir dari hulu ke hilir. Tiba-tiba sudah beres saja satu episode, dan jadi nagih untuk terus melanjutkan. Di hari pertama ku menonton drama ini lanngsung ku hajar 10 episode pertama sekaligus, soalnya memang enggak kerasa. Eh kok sudah beres lagi, lanjut lagi, gitu aja terus sampai tengah malam. Ditengah-tengah episode kita enggak menunggu-nunggu kapan sih episode ii selesai? Enggak ada kesan itu sama sekali, karena ya itu enggak kerasa banget. Alurnya enak banget parah!

Di Reply 1994 terkenal akan ceritanya yang benar-benar dekat dengan penonton. Ceritanya yang sederhana mengenai kehidupan sehari-hari sehingga mengena ke emosi penontonnya. Hal ini juga dirasakan saat kita menonton Reply 1988 ini. Ceritanya benar-benar dekat penonton. Menceritakan bagaimana kehidupan bermasyarakat yang saling membantu. Cinta pada keluarga dimana saling rebut tapi saling menyayangi, dan juga persahabatan yang saling mengenal satu sama lain. Cerita-ceria kayak gitu bagi kita yang bermasyarakat, bahkan yang memiliki hubungan yang sangat erat pasti akan menyukai drama satu ini. Emosinya kena banget. Aku benar-benar dapat merasakan apa yang dirasakan para tokoh. Benar-benar larut dalam setiap cerita dalam tiap episode.

Entah sudah berapa kali senyum-senyum sama ketawa sendiri gara-gara adegan kocak mereka. Konyolnya Ayah Junghwan, berantemnya Deoksun dengan sang kakak Sung Bora, expression lessnya Taek dan ayahnya, Dongryong selalu ditegur ayahnya saat di sekolah, dan masih banyak adegan lagi. Dibikin frustasi sama si Jungpal alias Junghwan yang enggak gerak-gerak untuk mendapatkan Deoksun. Dibikin meleleh dnegan sikap manisnya Taek, dan juga dibikin nangis sama Jungpal, Bora, cerita-cerita keluarga masing-masing. Aaah benar-benar emosi aku turut serta saat nonton drama ini.

Dari segi cerita kalau dibandingkan dengan Reply 1994 *dari Reply series, aku hanya belum pernah menonton yang 1997, jadi aku membandngkannya dengan yang 1994*, menurutku kalau dari segi cerita Reply 1988 memang paling bagus sih diantara Reply series yang aku tonton. Salah satu ciri khas Reply series adalah kita dibuat tebak-tebak berhadiah siapakah suami dari si tokoh utama, dan ini salah satu yang menyebalkan dari Reply series karena jadi perang shipper dan memainkan hati para pendukung second lead. Di Reply 1988 juga masih ada misteri mengenai siapa suami tokoh utama tapi tidak begitu kentara. Kalau yang aku rasakan hal yang mau ditonjolkan dari si 1988 ini tuh bukan kisah cinta lawan jenis, tapi kisah cinta antar sesama yaitu teman, tetangga, dan juga keluarga. Banyak hal yang bisa kita ambil dari hubungan mereka semua. Aku suka banget hubungan tetangga mereka sudah seperti hubungan keluarga yang saling membantu, mengkhawatirkan satu sama lain. Jika senang ikut senang, sedih pun ikut merasa sedih. Mungkin karena ini settingnya kan jaman tahun 1988an, dimana gadget belum canggih dan jadi komunikasi antar manusia belum semudah sekarang, tapi justru itulah yang membuat hubungan antar manusia lebih erat. Tidak seperti sekarang, dijamin hubungan kita dengan tetangga tidak seerat yang ada di 1988 ini, terutama di perkotaan, karena sekarang sudah serba canggih jadi kita bisa melakukan sendiri sehingga kita lebih menjadi individualis. Nostalgia yang ditawarkan di Reply 1988 ini yang amat menarik perhatian orang sehingga wajar mendapatkan rating yang amat tinggi.

Reply 1988 ini juga tidak berkutat pada kehidupan Deoksun saja, tapi setiap anggota keluarga yang hidup di Ssangmundong ini. Porsi masing-masing hampir sama banyak dengan Deoksun. Bahkan di episode awal-awal adegan Deoksun tidak begitu banyak, karena porsi ceritannya diambil oleh tokoh lain, tapi hal itu bukan kekurangan, malah kelebihan. Setiap orang punya cerita masing-masing dimana memiliki konflik yang menarik dan selalu ada hal yang diambil dari cerita setiap orang. Ada episode yang porsinya banyak dihabiskan menceritakan keluarga Jungpal, ada yang menceritakan Sunwoo dan ibunya, dsbnya.

Hal yang paling dekat dengan keseharian kita tentunya cerita mengenai keluarga. Cerita mengenai keluarga di Reply 1988 ini benar-benar banyak yang menyentuh, dan karena dekat dengan kita jadi emosinya benar-benar terasa. Saat Sunwoo yang sedih meihat ibunya harus bekerja, saat Bora dan ayahnya canggung tapi mereka tahu kalau mereka saling menyayangi, Dongryong yang merasakan kesepian karena ibunya sibuk bekerja, Jungpal yang amat menyayangi kakaknya walau bodoh, Jungbong. Aku dapat merasakan kesedihan yang mereka rasakan, karena jadi kebayang sama keluarga sendiri. Sedih kan kalau harus melihat ibu kita bekerja keras demi kita, cemas dan sedih melihat kakak yang tidak lulus ujian. Ikut merasa kesepian seperti Dongryong sehingga Dongryong jadi agak Bengal agar lebih mendapat perhatian. Aku ikut cemas juga saat Ibu Deoksun khawatir akan hasil tes kesahatannya karena takut terkena kanker, tapi yang paling kena sih kalau cerita masalah kekeluargaan sih hubungan antara Bora dan ayahnya.

Bora tidak begitu dekat dengan ayahnya. Terkadang Ia merasa canggung. Hal ini banyak terjadi antara anak perempuan dan ayahnya, begitu juga aku. Bora dan ayahnya tak pandai mengekpresikan perasaaan sayang masing-masing. Makanya berapa kali Bora membelikan baju dan sepatu untuk ayahnya salah ukuran, tapi ayahnya tetap saja bersikeras untuk memakainya. Bora merasa bersalah ddan tentu saja itu menyedihkan. Aku dibuat nangis badai saat Bora pindah mau ngekost dan ayahnya memberinya obat-obatan dan juga uang, lalu saat Bora menikah dengan Sunwoo. Mereka saling mengirim surat dan mengungkapkan rasa sayangnya karena sulit bagi mereka untuk mengucapkannya lewat mulut. Bora disitu menangis banyak, aku pun ikut menangis banyak karena aku dapat merasakan hal itu. Ngerti banget perasaan Bora yang harus lepas dari keluarga apalagi ayahnya. Walau tak begitu dekat, tapi Ia tetap menyayangi ayahnya. Sebagai anak perempuan ngerti banget perasaan yang seperti itu pada ayahnya. Ayah walaupun lebih banyak diam dibandingkan Ibu, tapi ayah lah yang paling khawatir jika anak perempuannya belum pulang juga saat malam, ayahlah yang siap jadi “superman” saat kita butuh bantuan apapun, seperti menjemput, mengantarkan, dsbnya. Daddy is first love every girls in the world. Kayaknya pas aku nikah aku bakalan kayak Bora yang menangis banyak. Membayangkannya saja sudah membuatku sedih :”””.

Love story di Reply 1988 ini ada empat pasangan termasuk sang tokoh utama. Untukku yang paling menarik sih yang hubungan noona-dongsaeng Sunwoo – Bora. Deoksun yang sempat kegeeran karrena Ia kira Sunwoo menyukainya karena terus ke rumah Deoksun. Ternyata itu semua modus Sunwoo untuk melihat Bora. Bora yang awalnya menolak, menjadi luluh juga akibat usaha Sunwoo. Walau git merreka tak mau mempublikasikannya. Tapi kalau jad Bora aku pun tak bisa menampik Sunwoo yang ama baik dan juga perhatian. Makanya walau sempat putus, Bora lah yang mengajak balikan pertama kali. Awalnya mereka saling bicara formal karena Bora tak mau Sunwoo yang lebih muda darinya tak sopan, tapi saat mereka memulai hubungan lagi banyak yang berubah agar hubungan mereka jadi lebih baik.

Pasangan lain yang menarik juga adalah pasangan Ayah taek dan Ibu Sunwoo. Ereka adalah teman satu kampung yang sudah saling mengenal lama. Sama-sama ditinggal meninggal oleh pasangan sebelumnya. Menjelang masa tuanya, mereka ternyata saling mengisi, terutama setelah Ibu Sunwoo merawat Ayah Taek saat sakit mereka saling dekat dan jadi saling membutuhkan. Suka banget pas lamarannya, “au kah kau hidup bersama denganku?” OMG!!!!!! Its damn sweet!

Pasangan ketiga adalah Jungbong dengan temannya Deoksun, Manok. Agak sebal dan lawak sih awal pertemuan mereka. Sama-sama jatuh cinta pada pandangan pertama. Mereka juga sempat putus selama 6 tahun, dan akhirnya balik lagi. Jungbong ini tuh manis banget kalau lagi jatuh cinta. Gombalnya parah banget, dan dia tahu cara untuk memperlakukan Manok yang punya segalanya, tapi tak mengenal cinta. Kocak banget sama hubungan mereka. Pacaran yang ala-ala gitu, dan gombalan masing-masing bikin diabetes!

Nah pasangan keempat hubungan antara Jungpal – Deoksun – Taek. Jungpl dan Taek menyukai wanita yang sama dalam waktu yang lama. Hanya saja keduanya berbeda aksi. Jika Jungpal hanya diam saja, sedangkan Taek yang diam dan pemalu berani mengungkapkannya pada teman-temannya dan juga Deoksun. Geregetan banget sama si Jungpal. Dia tuh punya berapa kali kesempatan sama si Deoksun, tapi karrena gengsi dan malu dengan teman-temannya, Ia melewatkan kesempatan itu begitu saja. Aku histeris sendiri melihat sikap Jungpal. Berapa kali teriak “Jungpal baboya!!!” karena dia melewatkan banyak kesempatan begitu saja. Jungpal ini sayangnya terlalu gengsi dan ragu-ragu. Jungpal ini cuman bisa cinta dalam diam dan diam-diam perhatian. Saat episode 18 dimana Jungpal melepas Deoksun, disitu dia sempat menyalahkan masalah “timing”. Memang iya sih timing berperan disitu, tapi akhirnya dia sadar, dia tidak mendapatkan Deoksun karena dia ragu-ragu. Ya kesalahan dia adalah hanya diam saja dan memang Jungpal ini sedikit gengsi gara-gara Deoksun yang memang tidak dianggap wanita tertama oleh Dongryong. Aku benar-benar bersimpati pada Kim Junghwan. Aku dapat merasakan banget perasaan Jungpal yang cinta dalam diam dan juga cuman bisa perhatian diam-diam, bahkan terkadang bersikap cuek agar tak ketahuan. Enggak ada yang satu pun tahu perasaan Jungpal sesungguhnya pada Deoksun. Jungpl benar-benar rapi menyembunyikannya. Bahkan saat Jungpal mengungkapkan perasaan yang sesungguhnya, Ia malah mengakhirinya dengan candaan. Seolah-olah itu hanya untuk memuaskan Dongryong yang ingin melihat Jungpal mengakui cinta. Padahal itu perasaan dia sesungguhnya. Sumpah pas di part itu air mataku ngucur seketika. Aku mengerti banget perasaan Jungpal. Baper parah aku pas di adegan itu. Aaah aku second lead syndrome =(.

Btw, gara-gara aku second lead syndrome disini, aku menyadari kenapa aku seringkali mengalami second lead syndrome di drama-drama. Selain karena karakter para second leadnya mengagumkan, atau chemistry second lead dengan first leadnya terlalu bagus, tapi sesungguhnya alasannya addalah karena aku bersimpati pada mereka yang mengalami broken heart or one side love. Aku enggak tega melihat mereka bersedih, dan aku tahu rasanya sakit dan sedih karena patah hati dan juga cinta tak berbalas. Paham banget da… *curcoool*. Begitu juga dengan Jungpal, aku simpati banget sama dia dan mengerti apa yang dia rasakan, makanya aku second lead syndrome. Lagipula aku suka sama cara Jungpal memperlakukan Deoksun. Dia memberi perhatian tapi seolah tidak, kalau dilihat dari sisi Deoksun biasa saja karena tidak tahu, tapi dari sisi kita penonton, kita tahu betapa sayangnya Jungpal pada Deoksun, sehingga perhatian yang dia berikan sebenarnya amat manis. Contohnya seperti Jungpal melindungi Deoksun saat di bus. OMG!!! Aku yang tiap hari naik bus damri buat ngampus, belum pernah tuh ada cowok yang kayka gitu. Ya inilah bedanya realita dan drama. So sad =( wkwkwk.

Jungpal memang mengagumkan sebenarnya, tapi Taek juga enggak kalah mengagumkan. Diam-diam menghanyutkan banget dia. Dia pintar strategi, terbukti dari kemenangnya terus menerus dalam kejuaraan baduk. Perhatian yang dia beri kepada Deoksun juga sama manisnya sih kayak Jungpal, cuman Taek lebih terang-terangan. Lagipula tipe cowok pendiam dan tenang macam Taek ini memang menarik perhatian sih *menurutku*. Taek bisa mengimbangi Deoksun yang berisik dan juga pecicilan. Deoksun juga bisa mengimbangi Taek yang polos dan juga banyak ga bisanya wkwkwk, macam bikin ramyeon, buka sumpit, makan mie. Mereka itu saling melengkapi sih, jadinya ya memang cocok-cocok saja. Walau aku ingin Deoksun dengan Jungpal, tapi aku juga setuju Deoksun dengan Taek. Mereka memang cocok sih dan Taek juga cowok baik-baik. Ccowok kayak gini nih husband material. Kalau aku pribadi juga suka sih cowok kayak Taek gini. Kalem diam menghanyutkan. AW!

Sebenarnya untuk Reply series sekarang kan kata produsernya juga tidak akan berfokus dan pusing-pusing tebak-tebakkan suami tokoh utama. Series 1988 sekarang lebih berfokus pada kehidupan sehari-hari dan keluarga, dan itu memang terbukti. Walau kita dibawa penasaran juga dengan siapa suami Deoksun, tapi tidak sememusingkan Reply 1994. Setidaknya enggak terlalu php menurutku. Lagipula, sudah agak bisa ditebak. Lebih banyak momen antara Taek dan Deoksun, dibanding Junghan dan Deoksun. Momen Junghwan dan Deoksun hanya diawal-awal dan itu lebih banyak dilihat darri sisi Jungpal, sedangkan momen Taek dan Deoksun dari episode 10 ke atas bertebaran, dan meomen manis mereka dari dua sisi. Seperti Deoksun yang membuatkan makanan agar Taek mau makan saat kejuaraan, Taek yang selalu mengabari Deoksun setelah selesai kejuaraan, dan sederet momen lainnya. Mereka sering dapet scene berdua. Makanya lebih mudah ditebak, walau memang agak ketar-ketir dan berharap Jungpal jadi suami Deoksun karena SWnim Reply series ini suka tidak terduga, tapi ternyata tetap terduga. Awal kemunculan suami Deoksun yang sudah dewasa, dari sikapnya terlihat seperti Jungpal karena agak kasar dan nyinyir, tapi setelah adegan itu kita lihat Taek diajari bahasa kasar dan belajar lebih ekspresif. That’s why Taek dewasa bersikap seperti itu. jujur sikap suami Deoksun saat awal agak menipu karena kita berpikir bahwa itu adalah Junghwan, sayangnya bukan =(.

Sayangnya niiih… aku agak kebingungan sejak kapan sih Deoksun jatuh cinta dengan Taek? Selama ini kit hanya tahu Deoksun menyukai Sunwoo karena kegeeran, dan tertarik dengan Jungpal karena Jungpal melarangnya berkencan buta. Titik apa sih yang membuat Deoksun jatuh cinta dengan Taek? Apakah saat Ia dicium Taek? Atau tersentuh dengan semua kemanisan Taek atau saat Taek datang menemaninya menonton konser? Soalnya mereka mulai benear-benarr dekat dan berpacaran adalah setelah Taek menemani Deoksun menonton konser. Kalau begitu jika Jungpal datang terlebih dahulu dibanding Taek akankah Deoksun mempertimbangkan Jungpal atau malah berjodoh dengan Jungpal? Entahlah… rasanya bagian Deoksun mulai jatuh cinta dengan Taek kurang dijelaskan. Aku setuju dengan netizen yang bilang mereka kurang bisa menerima bagaimana proses Deoksun menyukai Taek. Mungkin kalian bisa menjelaskan, siapa tahu aku melewatkan momen tersebut atau enggak ngeh?

Semua tokoh utama para anak SMA diceritakan mengenai keluarganya. Ada satu episode didominasi oleh cerita keluarga Sunwoo, atau cerita keluarga Jungpal, atau cerita keluarga Taek, hanya saja aku merasa porsi screen time dan cerita tentnag Dongryong tak sebanyak 4 tokoh utama lainnya. Cerita mengenai dia hanya diselipkan dicerita keluarga lain. Dongryong hanya diceritakan sebagai anak yang kesepian akrena orangtunya sibuk, bahkan dia menyebut ibunya kepala bagian Jo. Mungkin itu sebagai bentuk kekesalan dan kesedihannya pada ibunya yang lebih mementingkan pekerjaan daripada anaknya.  Ayahnya guru disekolahnya dan amat galak, sehingga Ia selalu malas merasa di rumah. Agar dapat perhatian dia bertingkah badung. Dongryong memiliki seorang kakak. Sudah hanya informasi itu saja yang terbaca olehku mengenai Dongryong. Beda dengan 4 tokoh utama lainnya yang aku tahu bagaimana perasaan parra orang tua dan saudara, bagaimana permasalahannya. Sayang banget nih Dongryong enggak dikasih banyak waktu untuk tampil. Kalau digali lagi mungkin menarik kali ya, seperti ibunya mungkin memiliki permasalahan kerja yang berpengaruh pada keluarganya, atau ayahnya juga merasa kesepian karena istri bekerja, anaknya sering diluar, atau apa lah terserah. Rasanya kurang adil saja karena screen time Dongryong sedikit.

Banyak hal yang dapat diambil dari Reply 1988, seperti harus menghargai orang tua. Kasih ibu sepanjang masa, dimana ibu Sunwoo rela bekerja malam hari dan enggak mau anaknya takut agar bisa membelikan anaknya baju dan sepatu. Kasih sayang adik dan kakak, Junghwan dan sang kakak, Jungbong yang dodol, walau gitu Junghwan amat menyayangi dan ingin mewujudkan impian kakaknya. Sunwoo yang sayang banget dengan adik kecilnya Jinjoo, atau Deoksun dan Bora yang selalu bertengkar layaknya anjing dan kucing tapi saling menyayangi dan merasa kehilangan ketika Bora menikah. Deoksun dan sang adik Neoeul yang terkadang saling sirik, apalagi Deoksun sebagai anak tengah terkadang merasa terlupakan karena orang-orang lebih memperhatikan sulung dulu, lalu bungsu, baru tengah. Para anak tengah pasti tahu kan rasanya jadi Deoksun *aku sih enggak tau karena aku anak bungsu wkwkw*. Lalu hubungan ayah dan anak yang terbuka macam Deoksun, Bora, atau Taek dan ayahnya. Hubungan antara tetangga yang layaknya saudara harus saling membantu dan mengerti, dan juga gotong royong. Paling jelas sih yang bisa diambil dari kisah cinta Jungpal – Deoksun – Taek adalah jika kamu menyukai seseorang bertindaklah sepeti Taek. Show off! Show it to someone you loved! Berani tunjukkan dan salurkan rasa cintamu. Jangan seperti Jungpal yang gengsi, ragu, dan takut untuk menunjukkannya sehingga hanya bisa diam saja. Jika kamu seperti Jungpal terus gimana mau dapat jodoh *where’s the mirror? WHERE’S THE MIRROR*.

Kesamaan reply series adalah terletak pada nostalgia kehidupan masa lalu, tebak-tebakkan suami, dan juga kesamaan karakter tokoh utama wanitanya. dari ketiga series, tokoh utama ceweknya semua sama, tipe cewek yang cukup kasar, pecicilan, dan juga berisik. Temen aku yang cowok aja saat menonton itu tanggapannya “Gila.. ada ya cewek kayak gitu?”. Persamaan ketiga series ini juga sukses membawa semua pemeran, terutama pemeran utama wanitanya menjadi besar namanya dan mendapatkan lebih banyak Job. Produsernya dari awal mencari pemeran yang banyak diragukan oleh netizen seperti Eunji, Go Ara, dan juga Hyeri. Berkat tangan dingin sutradara dan produser, mereka bertiga sukses membuktikan kalau mereka dapat berakting dengan baik dan memukau para penonton. Selain itu untuk akting para pemain lainnya juga sama kerennya. Memang tim produksi Reply series ini tuh Daebak banget!

Efek nonton ini tuh ya selain kamu baper berat terutama ama cerita Jungpal – Deoksun – Taek. You know guys? Saking bapernya aku sempat untuk menghentikan nonton drama ini dulu. Aku menyelesaikan drama ini dalam waktu 3 hari. Niatnya 2 hari saja, karena pada hari perrtama aku sanggup untuk menontn 10 episode, jadi hari kedua 10 episode sisanya. Eh pas di episode ke 15 malah baper berat. Enggak sanggup melanjutkannya karena saking bapernya *hahaha aku lagi mellow saat itu*, sehingga 5 episode sisanya baru dilanjut di hari ketiga. Oke, kembali ke topik. Ya selain baper, kamu akan merasa akan sangat menghargai keluarga dan juga teman-temanmu. Rasanya pengen punya teman-teman seperti mereka dan juga rasanya ingin kehidupan bertetangga seperi kehidupan di Ssangmundong yang kekeluargaannya dapet banget. Jadi berasa ingin menjadi warga Ssangmundong dan bertetangga dengan mereka semua. Rasanya ingin banget berada ditengah-tengah mereka dan menjadi bagian dengan mereka semua.

Sumpah ini tuh salah satu drama peralihan tahun 2015-2016 yang layak dan wajib tonton. Aku akan sangat merekomendasikannya untuk drama terciamik jepretpress 2015 dan 2016. Drama ini sanggup merampok bintangku sebanyak 4 ¼ dari 5 bintang yang ku punya. Almost perfect! Kalian harus meluangkan waktu kalian 1,5 jam saja sehari, atau seharian penuh atau 3 hari enggak penuh (?) untuk menyempatkan menyaksikan drama satu ini, tapi aku sangat sarankan kalian menonton ini saat waktu luang karena bakalan nagih banget. Kalau kalian sibuk, rariweuh bisa-bisa kerjaan kalian malah terbengkalai gara-gara keasikan nonton drama ini. Nagih, baper, ketawa, hangat, nyaman, sedih campur jadi satu! Daebak pokoknya! Reply 1988 salah satu drama yang membekas banget!

Happy living with Ssangmundong people!

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s