[REVIEW] YONGPAL & WHO ARE YOU : SCHOOL 2015

Sebenarnya dua drama ini sudah kutonton dari akhir tahun 2015 lalu. Aku berniat membuat reviewnya tapi berhubung masalah waktu, jadi keburu lupa dan males. Aku memutuskan untuk menulisnya karena kedua drama ini tayang di salah satu tv swasta. Ya aku ingin memberikan sedikit gambaran saja bagi yang ingin menonton kedua drama ini di tv, tapi berhubung udah rada lama nontonnya jadi agak lupa-lupa ngat gitu. Jadi kalau ada yg missing gimana gitu, maafkan. A little spoiler : ga rugi kok nonton kedua drama ini hihihi.

Yongpal

Genre : Medical drama, Romance, Thriller, Mellodrama

Kesan : Gila!!! Sumpah ini tuh drama yang semua karakternya, bahkan sampai pemeran utamanya juga ikutan gila! Sakit jiwa semua karakternya. Menghalalkan segala cara agar tujuan mereka tercapai. Emosi setiap adegannya apalagi menuju ending. Salah satu drama 2015 yang seru!

The Interest thing : Drama ini sanggup membawa emosi penonton ikut ke dalamnya. Aku macam emak-emak yang nonton sinetron suka emosi sendiri kalau lihat tokoh jahatnya. Nah aku persis kayak gitu. Emosi sendiri, bahkan sama karakter utamanya pun ,Han Yeojin yang ikutan gila juga. Aku suka sih pesan yang aku tangkapa adalah “balas dendam akan menimbulkan balas dendam yang lainnya”, dan itu memang benar terjadi di drama satu ini. Ide ceritanya juga unik, dimana ada orang yang sengaja dibuat koma dan membiarkannya “terpenjara”, lalu sang penyelamat seorang dokter bedah yang melakukan panggilan untuk mengobati para kriminal. Menurutku ide dasarnya bisa dikatakan jarang ada di drama-drama korea biasanya. That’s why this drama got high rating.

The Bad Thing : apa ya? Paling kurang sesuai judul drama dengan isi ceritanya. Kisah Kim Taehyun sebagai Yongpal hanya dibahas diawal-awal. Pekerjaannya sebagai Yongpal harus terhenti karena ketahuan oleh Lee Hojoon, yang memanfaatkan kemampuannya. Drama ini lebih berfokus pada kisah keluarga Han Yeojin dan juga balas dendamnya. Jadi judulnya kurang cocok sih menurutku. Lalu kisah cinta Yeojin dan Taehyun terasa terlalu cepat, enggak ada prosesnya menurutku tiba-tiba jatuh cinta weh dan ciuman. dan ada satu hal lagi yang kurang. That chemistry!

Chemistry & Akting : Masalah akting enggak usah diragukan lagi deh Joowon memang selalu juara, Kim Taehee bermain dengan bagus,. Aku tak masalah dengan akting dia. Pemain yang lain pun bermain dnegan baik dan nyaman untuk ditonton. Nah masalah salah satu the bad thing in this drama is chemistry. Aku suka adegan manis mereka, suka banget ama perhatiannya Taehyun yang benar-benar sayang pada Yeojin dan ingin menghentikan semua balas dendam itu, tapi the problem is chemistry. Entah kenapa chemistry mereka tidak terlalu bagus. Beras akurang. I don’t know why, but berasa ada yang menjaga jarak. Entah Joowonnya entah Kim Taeheenya. Yang jelas aku merasa seperti ada jarak seperti karena Taehee sudah punya Rain, jadi mungkin Joowon merasa tak enak, atau Taehee sendiri merasa tak enak jadi jaga jarak. Jadi ya boro-boro ngeship, karena chemistrynya kurang. Mungkin seperti yang tadi kubilang, mungkin karena proses jatuh cinta mereka kilat, jadi kurang terbangun chemistrynya.

Second lead syndrome : nope.. there’s no second lead in this drama. It’s talk all about revenge and wealth,

Ending : Agak open ending sih… tapi buat aku cukup sih endingnya. Memang agak ngeganal tapi aku merasa cukup puas karena ya terjawab pertanyaan-pertanyaan kita. Mungkin agak sebal karena scene terakhirnya hanya begitu saja, tapi aku sudah dapat memastikan kalau Yeojin mau meninggalkan balas dendam dan juga kekayaannya demi hidup bahagia dengan Taehyun, dan satu yang pasti Yeojin tetap hidup. Ia selamat dari penyakit livernya. Hal itu terbukti di scene terakhir, dimana mata Yeojin kembali terbuka setelah dioperasi. Penulis membiarkan kita berimajinas dengan akhir ceritanya, tapi bagiku, imajinasi yang tampil ya, mereka hidup bahagia bersama dengan klinik kecil milik Taehyun.

Rate : although it’s a little makjang it’s really good and nice. 4 stars from 5 stars for this drama. High recommended

Verdict : Hati-hati ikutan sakit jiwa juga sama semua karakternya.

Who Are You : School 2015

Genre : Romance, School life, Drama, Teen, with a little mystery

Kesan : Segitu parahkah kasus bullying di korea? Soalnya sering banget drama korea yang bertemakan sekolah pasti mengangkat kasus bullying. Di drama ini juga salah satu latar ceritanya adalah mengenai bullying, tapi drama ini mengemasnya dengan agak berbeda, dimana ada sedikit misteri dan sosok kembar yang berbeda sifat tapi mencoba menjadi si kembar. Drama tema sekolahan yang cukup beda dari yang lain dan tentunya menarik.

The Interest thing : misteri kematian Sooin, dan siapa sih sebenarnya Sooin? Lalu menghilang kemanakah Go Eunbyul selama ini? Apa yang terjadi pada malam menghilangnya Eunbyul? Setiap episodenya lumayan bikin nagih dan penasaran. Aku juga suka perubahan Eunbi yang menjadi Eunbyul mencoba melawan Soyoung. Memang sih dia berlindung dibalik nama Eunbyul, tapi setidaknya dia mendapatkan keberanian. Yang menarik juga manisnya kisah cinta segitiga.

The Bad Thing : mungkin karena sasarannya remaja, dan juga mengenai remaja jadi penyelesaian konfliknya yaudah sederhana saja. Enggak usah dibawa rribet. Setelah sekian maalah timbul, akhirnya di episode-episode akhir 15-16 semua itu selesai begitu saja. Satu lagi yang kurang dari drama ini adalah akhir cerita dari drama ini. Ugh…. it’s not good as the plot and the start. Kita bahas itu di bagian ending.

Chemistry & Akting : Kim Sohyun itu masih muda. Saat berperan di drama ini dia masih berusia 16 tahun, tapi dia bisa memerankan dua orang yang berbeda. Dari sorot matanya benar—benar beda. Kita bisa membedakan mana Eunbi dan mana Eunbyul, padahal itu orang yang sama. Tak mudah untuk memerankan itu semua. Kim Sohyun diusia semuda itu sudah sukses memerankan dua karakter yang berbeda di dalam satu drama. Standing ovation banget buat dia. Sungjae juga bermain dengan bagus. Dia punya potensial untuk mendapatkan gelar acting-dol bersama D.O, Eunji, Siwan, Lee Joon. Semoga akting dia dapat berkembang terus. Nam Joohyuk juga bagus but not impressed me a lot. Cast lain juga tak bermasalah. Cho Soohyang yang memerankan Kang Soyoung juga bagus. Mukanya itu loh bikin sebal setiap melihatnya. Bawaanya pengen ngejewer bocah alay macam ini. Masalah chemistry Kim Sohyun memang bisa membangun dengan kedua lawan mainnya, baik dengan Sungjae maupun dengan Nam Joohyuk. Baik sebagai Eunbi ataupun Eunbyul tetap ada chemistry dengan mereka berdua. Kekuatan drama ini tuh ya terletak pada Kim Sohyun sih kuakui banget.

Second lead syndrome : kupikir second leadnya adalah Han Yian. Saat awal-awal episode aku suka interaksi Yian dan Eunbi, dan disitu aku jadi ingin mereka yang berakhir bersama, karena ku pikir Eunbi akan berakhir dengan Taekwang. Eh ternyata the real second lead adalah Gong Taekwang. Saat makin kesini aku menerima dan suka banget sama setiap interaksi Taekwang Eunbi dan juga sikap Taekwang yang siap melindungi Eunbi aku jadi ngeship mereka berdua, dan ikhlas kalau mereka jadian. Taunya malah Taekwang yang jadi second lead. Jadi apakahku second lead syndrome? Yes, I am! Huhuhuhu aku kecewa saat Eunbi tak bersama Taekwang. Cowok baik macam itu kau abaikan =(. Eh tapi kan itu Eunbi dan Yian pacaran saat SMA. Jalan menuju pernikahan masih jauh, siapa tau mereka putus dan bukan jodoh muahahahahahha *evil laugh* *Oke,imajinasi aku terlalu liar*.

Ending : gini nih kerapkali drama korea tuh sudah bagus-bagus jalan ceritanya, endingnya malah mengacaukan semuanya. Aku sih lebih ingin endingnya mereka dengan pasangan masing-masing. Eunbyul dengan Yian, Eunbi dengan Taekwang. Memang kurang ajar SWnimnya bikin twistnya. Jago banget, skaing jagonya jadi menyebalkan. Lalu kenapa Eunby harus sekolah ke luar negeri? Kenapa tak biarkan mereka sekolah bersama? Mereka sudah terpisah sekian belas tahun. Saat sudah saling mengetahu bertemu saling melindungi, Eunbyl alah dikirim keluar negeri. Harusnya ada banyak momen yang bisa alu bersama kalau Eunbyul enggak keluar negeri. Taekwang pun tak menemukan kebahagian sendiri. Hubungannya dengan ayahnya ya sudah begitu. Ibunya juga begitu. Menyedihkan =(

Rate : because that ending, I give 3 ¾ stars from 5 stars.

Verdict : stop bullying sih memang paling tepat.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s