EXO 3rd Album : EX’ACT [a Little Review]

Dari dulu pengen banget ngereview album musik, tapi aku enggak pernah berani melakukannya. Kenapa? Karena aku sama sekali enggak mengerti musik. Aku enggak tahu tekhnik bernyanyi ataupun bermusik, aku gatau musik yang bagus yang seperti apa, aku tidak tahu lagu ini tergolong genre apa, aku buta nada dan buta musik pokoknya. Yang aku tahu hanya, ah lagu ini enak banget di telinga, ah suara dia bagus banget, wow permainan pianonya memukau. Hanya sebatas itu. Aku hanyalah seorang yang amat suka mendengar musik yang enggak bisa satu hari pun tanpa musik *andai hal yang sama juga terjadi pada al quran, Ya Allah maafkan hambamu ini #edisiramadhan* , aku hanyalah seorang penikmat musik. Jadi aku tak punya hak untuk menjudge lagu ini bagus, lagu ini sampah, lagu enggak jelas. Aku hanya bisa menilai lagu ini enak, ramah di telinga aku. Lagipula musik itu masalah taste, selera. Selara tiap orang pasti berbeda-beda, ada yang enggak neko-neko sukanya pop, ada yang suka antimainstream musik-musik indie-alternative, atau yang berat macam jazz, atau ingin berjingkrak-jingkarak dengan edm. Makanya menurut aku bisa saja lagu ini enak luar biasa, bisa saja menurut orang lain ini aneh, karena tak sesuai dengan telinga masing-masing. Ya seperti itu lah pokoknya.

Aku menjadi seorang sm stan, karena musik yang mereka keluarkan cocok dengan telinga aku. Mereka tidak bermain di genre hip hop yang asing di telingaku *walau sekarang sih sudah cukup familiar karena sebagian besar grup kpop menggunakan genre hip hop*. Hanya sedikit lagu dari sm yang menggunakan genre hip hop sebagai track title, itu pun digabung dengan genre baru yang cukup unik aneh tapi nagih macam I Got A Boy nya SNSD dan juga Wolf nya EXO. Sebenarnya banyak dari track title lagu sm yang aneh tapi lama-lama nagih dan nempel. Menurutku itu adalah tipe lagu yang bagus karena akan terngiang-ngiang terus-terusan dan akan susah bosan karena banyak nada kejutan yan bikin nagih. Walaupun track titlenya aneh-aneh tapi just trust me, lagu-lagu yang non track title biasanya enak-enak banget dan nyaman banget di telinga. Walaupun sekarang sm mulai agak jarang menggunakan track title yang bikin kita berkata “jir lagu apa ini?” tapi lama-lama bikin nagih. Sekarang sm lebih sering menggunakan musik yang lebih pop kontemporer, funk mungkin dengan sentuhan edm yang lebih nyaman di telinga. Satu lagi bikin aku suka dengan lagu-lagu sm adalah biasanya sm juga suka memberi sedikit sentuhan RnB, Soul, dan Jazz dimana ketiga genre itu genre yang aku sukai, terutama pada f(x)*musik mereka unik banget, that’s why dari segi musik aku lebih menyukai f(x) dibanding snsd*, SHINee *their first album really RnB touch*, dan juga EXO.

EXO merupakan salah satu idol sm yang schedule ngeluarin albumnya jelas. Ya at least setahun sekali mereka mengeluarkan album baik mini maupun full. Setiap winter menjelang Christmas pasti ada lagu khusus. Ya sebagai salah satu mesin atmnya sm mereka terhitung produktif dibanding artis sm yang lain. Setelah mengeluarkan 2 full album also repackaged, dan 4 mini album termasuk 2 mini album edisi musim dingin, tahun 2016 ini EXO mengeluarkan full album mereka yang ketiga yang bertajuk EXA’CT. Aku cukup greget untuk enggak berbicara mengenai album ini karena album ini cukup berkesan dan nempel di telinga aku. Aku review ini dari segi kenikmatan aku terhadap album ini dan juga sebagai pendengar musik yang suka banget sama mereka. Aku takkan mereview dari segi musik, karena aku tak mengerti. Aku akan sangat sok tahu di tulisanku kali ini, jadi kalau ada yang salah maafkan. *Bow*

 Album EX’ACT ini menurutku cukup berbeda dengan album-album mereka sebelumnya. Album ini merupakan ful album pertama mereka yang resmi mereka bersembilan, dan member exo-m cuman sisa 3. Aku jadi bertanya-tanya, apakah album ini versi korea dan cinanya akan berbeda yang menyanyi sama sepeti album-album sebelumnya, ataukah seperti sing for you, dimana semua member nyanyi di kedua versi.

Hikmah dari para mantan yang pergi begitu saja meninggalkan hati exo-l yang lemah namun kini tegar adalah memberikan kesempatan member lain yang selama ini tenggelam untuk muncul ke permukaan menunjukkan skill bernyanyi mereka. Oleh karena itu, akhirnya sm memutuskan untuk semua member bernyanyi di kedua versi. Semuanya mempunyai part masing-masing di kedua versi. Hanya saja aku sempat berpikir jika mereka bernyanyi di kedua versi, biasanya member m akan lebih dominan di versi cina, seperti di sing for you atau repackaged Love Me Right. Ternyata setelah ku dengarkan kedua versi, kudengarkan baik-baik, dan memastikannya dengan melihat individual part di internet, ternyata versi korea dan cina part individunya tak berbeda jauh. Bahkan cenderung sama. Member m tak banyak dapat porsi di cina. Hal ini membuatku sedikit kecewa, mengingat kesayanganku, chen partnya menjadi lebih sedikit. Padahal aku ingin mendengar banyak suara dia, mengingat lagu-agu di album ini cocok dengan warna suaranya, tapi  at least Jongdae selalu memperkuat dengan backing vocalnya yang menawan. Selain itu lagu-lagu di album ini tak menggunakan high note yang wow, padahal aku rindu Chen high note, atau enggak ya setidaknya Baekhyun high note gitu.

Berbicara part pun, hikmah dari tiga orang pulang kampung selamanya, membuat part bernyanyi jadi lebih rata dibanding album-album sebelumnya. Semua member mendapat part di setiap lagu lebih dari 1 line. Xiumin yang selama ini hanya kebagian 1 line atau malah menjadi seorang rapper, kini mendapatkan part nyanyi yang hampir sama banyak dengan suho *banyakan suho sih tetep*. Terima kasih SM telah memberikan part yang lebih banyak pada Xiumin. Dia layak mendapatkan itu, dia itu seorang vokalis bukan rapper. Sehun pun yang biasanya ngerap seucrit, kini dia berbagi part dengan Chanyeol yang tak lagi maruk. Kai sejak kapan kamu menjadi vokalis? Part dia di setiap lagu terhitung banyak loh dibanding sebelumnya, dan juga dibanding pekerjaan dia sebagai main dancer. Bahkan partnya sama banyak dengan Xiumin.  Namun resiko dari part yang lebih rata, para main vocal kebagian lebih sedikit dari biasanya. Ya resiko boyband beranggotakan banyak dan pada bisa nyanyi *ya tapi walaupun mereka idol yang cenderung sebagai entertainer tapi basis mereka adalah penyanyi, jadi mereka harus bisa bernyanyi*. hanya saja yang tak berkembang partnya hanya Lay. Suara di tuh bagus, dia bisa menjadi seorang main vocal, tapi sm lebih meletakkan dia sebagai main dancer. Entah karena kesibukan Lay, sehingga sedikit waktu merekam lagunya atau Suudzonnya bentuk diskriminasi *astagfirullah enggak boleh berburuk sangka nan, ramadhan*. Aku harap sih selanjutnya Lay lebih dapat banyak part.

Aku merasa di album ini EXO lebih mature. Jika di album-album sebelumnya, lagu-lagunya masih terdiri berbagai genre namun tetap ada benang merah yang menghubungkan, sedangkan di EX’ACT ini lebih ke sejenis saja. Enggak macam-macam, jadi memang enggak begitu terasa pindahnya satu lagu ke lagu yang lain kalau kita sedang mengerjakan hal lain sambil mendengarkan album lain. Kalau d EXODUS kan agak beragam ya lagunya, ada yang agak hip hop macam transformer, ada yang agak orchestra epic gimana gitu macam El Dorado, atau agak funk jazz macam playboy. Kalau sekarnag tuh lebih ke RnB dengan sentuhan EDM dan juga funk soul kali yaaa… aku bingung mendeskripsikannya karena aku enggak ngerti musik, tapi sependengaran aku sih seperti itu. Menurutku EXO tuh enggak pernah lepas dari funk dan edm sih. Di album ini pun EXO tidak memasukkan hip hop seperti sebelum-sebelumnya. That’s whyi like this album. Terima kasih tidak mencoba hiphop sehingga amat renyah di telinga aku. Ya seperti ku bilang aku memang tidak begitu suka genre hip hop makanya aku dulu sempat tidak tertarik dengan bts karena awal muncul amat hip hop, sekarang mereka lebih pop makanya sekarang aku jad melirik setiap mereka comeback. Lagipula kalau EXO mau ke hip hop rapper mereka bukan rapper hip hop. Rapper mereka ya sekedar bisa ngerap seperti rapper sm pada umumnya. Mending enggak usah, dan sm tahu hal itu. Hip hop isn’t sm style *tapi enggak tahu nih NCT bakalan gimana, takut nge hip hop euy, mengingat mereka belum mengeluarkan album, dan single The 7th Sense cukup Hiphop dengan sentuhan EDM tapi yang Without You nya pop band banget, semoga sm tetap pada jalurnya sih*.

Dari segi lirik aku enggak tahu sih, aku enggak begitu mencari tahu artinya apa, tapi mereka kini banyak menggunakan Bahasa inggris di semua lagu! Biasanya pasti ada satu lagu yang full Bahasa korea atau cina, atau Bahasa inggris hanya 1 line atau bahkan hanya sekitar 3 kata yaitu judul lagu, tapi kini mereka menggunakan Bahasa inggris di semua lagunya, dan lebih dari 1 line. Terhitung banyak pokoknya dibanding album mereka sebelumnya. Agak kaget sih dan sedikit weird mendengar pronounce mereka Kecuali D.O sih. Pengen ketawa kadang Jongdae atau Baekhyun dengan konglish mereka, tapi gapapa mereka bukan English speaker jadi yasudahlah… yang penting secara tekhnik mereka bernyanyi amat baik *did they ate cd huh?*

Begitu menyetel album EXA’CT ini dibuka dengan title track Lucky One. Untuk sebuah title track kurang nendang sih, karena nanggung ngebeat enggak terlalu, tapi ballad pun enggak. Memang Lucky One ini bukan karakter utama sih, tapi ini lagu yang enak sebagai pembuka. Kita diajak sedikit bersenandung tapi badan enggak gereget untuk menari. Pemanasan yang enak. Semuanya mendapat part yang rata. Lagunya agak ngepop macam Love Me Right tapi lebih dnegan sentuhan RnB.

Lanjut dengan sang pemeran utama Title Track, Monster. Lagu yang genrenya paling beda, genre yang memang biasanya jadi title track. Epic sih kalau menurut aku. Lagu ini yang nyiptain Kenzie, dan lagu ini memang Kenzie banget macam why so serious, red light, overdose, tapi ini lebih easy listening, karena pertama kali denger langsung nempel banget. I’m creeping in your heart babe~ Ada high note Chen sih, tapi kurang nendang karrena lebih ke falseto, tak seperti high note yang kurindukan selama ini macam Overdose atau Wolf.

Setelah dibawa menari excited dengan monster, dibawa pendinginan dengan Artificial Love. Ketukannya jelas banget saat pertama kali memutar langsung disambut suara lembut D.O. Lagu ini kalau menurutku agak RnB dan jelas EDM yang Funky gimana gitu. Nada-nada yang dipakai cukup tinggi, tapi diiringi harmonisasi nada rendah yang enak banget. Lagu ini tu tipe yang enak untuk didengar tapi bukan untuk dinyanyikan, karena agak susah mengikutinya *entah karena aku tak bisa nyanyi* suka banget pas sehun chanyeol, dan kai xiumin ngerap saling bersahutan *lebih kayak nyanyi cepet sih*. And it’s really good. Lalu part Chen “dub dub da. Dada” ala Tompi. Jinja johaeseo.

Cloud 9 menjadi track ke empat yang menyambut di album ini. Kesan saat pertama dengar, lah hip hop nih? Ternyata enggak sama sekali. Lagu ini kayaknya yang paling ada hip hopnya ah paling. Sisanya lebih ke beat RnB soul. Kalau agu ini enak banget untuk diikuti sambil bernyanyi. Part nyanyinya rata banget kalau kata aku, enggak ada yang mendominasi *kecuali Lay yang sedikit banget*. Suka part Kai yang bernyanyi dengan nada tinggi. He can sing well! Duet Chen dan Baekhyun pun seirama banget, ngeblend suara mereka dilagu ini. Cocok sama jenis suara mereka.

The next song is Heaven. Dibuka dengan suara Chen yang tinggi tapi kalau kata aku kurang cocok untuk jenis lagu ini, tapi tetap enak didengar. Lagu ini satu-satunya lagu yang ngepop di album ini. Lagu ni lebih didominasi oleh suara Baekhyun. Vbe lagu ini mengngatkan pada lagu EXO yang The First Snow kalau menurutku.

Track keenam adalah lagu White Noise. Kayak Lucky One sih musiknya, suka banget part Reffnya dimana Chen dan Baekhyun menggunakan suara falsetto mereka yang enak banget. Part “Somebody… somebody…” pun suka karena terdengar sexy muahahahaha. Lagu ini funk nya terasa banget dan lumayan didominasi oleh Baekhyun Chen D.O, yang lain menambahkan sedikit-sedikit macam lagu di album lain. Lagu ini memang banyak menggunakan falsetto pas di Reff nya sih dan ternyata falsetto Suho enak juga. Kalau D.O sih enak tapi lebih suka sura lembut dia yang dalam ala bariton, tapi suara falsetto nya dia disini tetap enak kok.

Lagu One and Only melanjutkan vibe yang mirip dengan White Noise. Diawali dengan suara terompet ala Fire nya 2NE1, lalu langsung dibawa ngeslow. Tempo dan nadanya konstan, nah lagu macam gini tu cenderung bikin cepat bosan karena nadanya yang agak monoton. Walau begtu au suka banget lagu ini karena enggak neko-neko dan vocal mereka ngeblend sama musik. Sebenarnya lagu ini juga cukup ngepop tapi enggak sengepop Heaven. Ini cukup Soul RnB sih menurutku. Lagu ini didominas oleh Chen, Baekhyun hanya kebagian sediikit.

Lagu kedelapan kita dibawa ber EDM ria tapi bukan EDM macam lagu-lagu Calvin Harris atau Zedd. EDM macam 4 walls atau Rude Love f(x).  They Never Know tuh kebalikn Artificial Love yaitu EDM funk dengan sentuhan RnB. Lagu ini memiliki jeda musik yang amat kental suara dari tekhnologi tinggi ala DJ yang bakalan bikin kita sadar “wuh edm nih!”, dan aku suka banget musiknya *pasti kalau lagu ini ada di sm superstar susah banget dimaianinnya*. Enak banget, lagu ini tuh ala-ala Soundwave dan Monostereo The Remixnya Net. Vocal mereka agak tertutupi dengan musiknya, tapi itu justru harmonisasi yang bagus dan renyah ditelinga, dan satu hal yang aku suka, Chen High Note walau cuman seuprit. High note yang kurindukan wkkwk. Ending lagu ini yang kurang klimaks. Lagi-lagi diakhiri oleh D.O dengan hanya seperti itu, ku kira aka nada bagian lain ternyata tidak. Sudah saja selesai lagunya.

The Last Track disajikan dengan lagu yang menyejukkan yaitu Stronger. Satu-satunya lagu yang bergenre Ballad. Biasanya EXO tuh di albumnya ada 2 lagu yang ballad, tapi dialbum ini hanya 1 saja. Lagu ini hanya diiringi permainan piano macam My Turn To Cry. Lagu ini hanya dinyanyikan para vocal line Chen baekhyun D.O, Suho dan untuk versi cinanya Suho diganti oleh Lay. Harmonisasi mereka, gilaaaaa bagus banget. Lembut, enak, nyaman, benar-benar membuai telinga. Lagu ini paling kental banget dengan Bahasa inggrisnya.

Tumben-tumbenan SM ngasih lagu instrumental dari double title tracknya. Album ini ditutup dengan instrumental dari Lucky One dan Monster. Dari kedua instrument itu aku paling suka yang Lucky One. Enak banget, bisa untuk dijadikan backsound video atau di toko-toko gitu. Kalau yang monster berasa nanggung, karena lebih enak ada liriknya mengingat lagunya yang ngebeat dan dance banget. Setahu aku SM pernah ngasih lagu title track yang instrumental di Red Velvet yang One Of These Nights. Selain itu setahuku enggak da, tapi enggak tahu juga sih, karena enggak semua album SM ku dengar. Setahuku sih f(x), SHINee, Suju, SNSD enggak pernah ada versi instrumentall. Klau ada berarti aku melewatkannya.

Overall, dari semua album EXO *baik full maupun mini* jika sebelumnya favoritku adalah yang Miracle In December karena hampir semua lagunya sesuai dengan genre yang aku suka, maka kali ini posisi tersebut disejajari oleh EXA’CT album ini. Aku suka karena ini sama konsistennya kayak Miracle In December, dan ya itu genrenya sesuai dengan telinga aku, walaupun sebenernya yang lebih EXO banget yang album EXODUS, tapi aku lebih suka EX’ACT dibanding EXODUS. EXODUS selalu berada di posisi setelah miracle in December. Lagu favoritku di album ini adalah Artificial Love, They Never Know, dan juga Stronger, and of course also Monster!. Ya sebagai pendengar musik yang hanay bisa menikmati tapi enggak ngerti dan juga sebagai seorang fans EXO aku pribadi puas dan suka banget sama album ini. Walau enggak terlalu EXO, tapi tetap memiliki warna EXO tapi yang lebih dewasa dan juga sesuai judulnya EX’ACT, pasti dan konsisten dengan benang merah yang terlihat jelas.

EX’ACT The third album which really exact and exactly good for your ears!

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s