[REVIEW] ANOTHER MISS OH

Apa perasaanmu saat bertemu dengan seseorang yang memilki rasa sakit yang sama? Atau bahkan orang tersebut juga mengalami rasa sakit itu akibat kesalahpahaman yang kamu buat? Akankah kau merasa senasib? Atau kasihan? Atau malah menemukan sisi menariknya? So welcome to Another Miss Oh!

Drama yang secara literally dalam Bahasa Korea yang artinya Oh Haeyoung Again ini bergenre romance, comedy, dengan sedikit melo dan fantasi ini menceritakan mengenai seorang gadis yang mempunyai nama yang sangat umum Oh Haeyoung dimana dia sedang mengalami fase kesedihan yang amat mendalam karena Ia diputuskan oleh tunangannya, Han Taejin sehari sebelum menikah hanya karena alasan Taejin tak menyukai cara makan Haeyoung . Ia bilang ke orang-orang kalau Ia yang memutuskan Taejin dan berpura-pura bahagia, padahal dalam hatinya Ia terus menangis. Kegagalan pernikahannya ini sebenarnya secara tak langsung akibat kesalahpahaman seorang sound director Park Dokyung yang gagal menikah karena calon pengantinnya tak hadir. Calon istrinya adalah teman SMA Haeyoung yang juga memiliki nama sama yaitu Oh Haeyoung. Jika Haeyoung hanya dijuluki geunyang Oh Haeyoung atau “Just” Oh Haeyoung, calon istri Dokyung dijuluki Yeppeun Oh Haeyoung atau “Pretty” Oh Haeyoung. Dokyung mendengar jika Haeyoung akan menikahi Taejin, padahal yang akan menikahi Taejin adalah geunyang Haeyoung, bukan yeppeun Haeyoung calon istrinya. Alhasil Dokyung pun memutuskan untuk “balas dendam” yang berakibat kehidupan geunyang Haeyoung hancur. Semenjak balas dendamnya itu, tiba-tiba Dokyung dapat melihat masa depan seolah seperti kenangan, dan di penglihatannya itu selalu tentang Oh Haeyoung si biasa saja.

Awalnya aku enggak terlalu niat nonton ini. Awalnya aku hanya ingin membaca rekapnya tiap episode. Setelah menonton yang agak rumit macam DOTS, Comeback mister, Reply 1988, Neighborhood hero, membuatku ingin drama yang ringan-ringan yang enggak ribet, dan pas baca awal sinopsisnya ah ini sih kayaknya ringan. Enggak usah banyak mikir. Sedikit menyegarkan otak. Aku saat baca-baca hingga empat episode pertama merasa kok nagih banget ya, seru, selalu bikin penasaran setiap akhir episodenya. Pada akhirnya saat membaca episode 6 aku memutuskan, ini salah satu drama wajib tonton karena ternyata ceritanya tak sesederhana yang aku pikirkan!

*Btw, kita bikin kesepakatan yaaa (?) untuk Geunyang Oh Haeyoung disini ku akan menyebut sebagai uri Haeyoung atau “Our” Haeyoung, sedangkan yeppeun Oh Haeyoung ku menyebutnya dengan Oh Bitna atau ga “Other” Haeyoung. Aku enggak mau menyebut salah satunya sebagai “pretty” Haeyoung karena keduanya sama cantiknya J. Kalau aku menyebut “Haeyoung” saja tanpa embel-embel berarti itu adalah si tokoh utama kita geunyang haeyoung*

Menurutku drama yang memiliki judul lain Another Oh Haeyoung  ini tuh terikat banget secara emosinya dengan penonton dan relateable ama kehidupan sehari-hari. Drama ini tuh sanggup bikin kita baper, ngakak, dan juga sedih disaat yang bersamaan. Sebagai penonton aku bisa merasakan emosi setiap pemainnya. Berasa mengerti banget gimana frustasinya Haeyoung karena namanya sama dia dapat perlakuan tidak adil bahkan sampai terjadi kesalahpahaman. Marahnya Taejin yang tidak tahu apa-apa, bingungny Dokyung akan semua yang terjadi. Masalah nama sama tuh di dunia ini pasti banyak banget yang namanya sama, dan seringkali akibat nama sama itu suka terjadi kesalahpahaman. Yang membuatku sebal adalah sekasar itukah mereka memperlakukan uri haeyoung hanya karena dia tidak secantik dan sepintar other haeyoung? Perlakuan mereka berdua amat sangat berbeda, dan aku kalau jadi Haeyoung pun pasti merasa frustasi dan tertekan, dan pastinya merasa iri juga dengan kehidupan Other Haeyoung yang mudah dimata uri Haeyoung. Hanya saja kita tak tahu kehidupan apa  yang sebenarnya terjadi pada si Oh Bitna ini.

Awalnya aku pun membenci karakter Yeppeun Haeyoung ini. Setelah menghilang satu tahun lamanya tanpa bilang apa-apa, eh tiba-tiba muncul lagi di kehidupan Dokyung dan sekitarnya. Kesel aja, mau ngapain coba balik lagi kehidupan Dokyung? Sok-sok modus mau main pingpong bareng, padahal itu rencananya biar bisa membangkitkan kenangan lama mereka, terus balikan lagi. Ditambah di ep 11 dia bilang ke Dokyung dia tak peduli jika Dokyung menghancurkan 100 wanita asalkan itu karena Dokyung mencintai dirinya. What the hell! Egois banget! Helloooooow bumi itu memutari matahari, bukan mengitari kau! Serius disitu puncak kesebalan aku dengan karakternya. Sumpah aku sempat mengira dia adalah rubah picik, tapi setelah tahu kehidupannya bagaimana, ternyata hidup dia tak sempurna, malah lebih baik hidup Haeyoung dibanding Oh Bitna ini. Ternyata dia berasal dari keluarga broken home yang kurang perhatian, dan egoisnya tinggi dan  karena itu dia berusaha mencari perhatian dari orang lain dan berusaha untuk selalu tersenyum bahagia. Dia ingin membuktikan bahwa walaupun dia berasal dari keluarga yang bercerai tap Ia bisa sukses, bahagia. Padahal dalam nyata Ia bagaikan lapisan es yang tampak kuat namun sebenarnya disentuh dikit pun bisa hancur karena rapuh. Ia iri dengan Haeyoung yang memiliki ibu yang amat perhatian dengan dirinya. Ternyata mereka saling menyimpan rasa iri. Semenjak tahu itu aku kasihan dengannya dan tidak bisa membencinya. Rasanya beralasan sekali Ia bersikap seperti itu. Ditambah tak butuh waktu lama, Oh Bitna ini menyadari jika Ia sudah tak ada di hati Dokyung dan mengikhlaskannya dengan Haeyoung. Aku pun senang pada akhirnya mereka dapat berteman baik.

Menurutku karakter uri Haeyoung ini cukup berbeda dari karakter female lead drama lain. Dia memang karakter wanita yang cukup ribut dan urakan, bahkan terkadang bodoh seperti karakter female lead drama lain, tapi yang membuatnya berbeda adalah dia seseorang yang kuat dan sama seperti other haeyoung, Ia tak mau terlihat sedih lebih tepatnya Ia tak mau orang mengasihani dirinya. Ia tak mau merasa malu karena dicampakkan sehari sebelum pernikahannya. Lalu Ia seorang yang vokal. Dia benar-benar menyuarakan isi hatinya dan jujur dengan perasaannya sendiri. Kejadian Ia dicampakkan oleh Taejin membuatnya menjadi tak takut ditolak. Ia tak gentar akan Dokyung. Aku sampai iri dengannya, karena dia bisa jujur dengan perasaannya dan tak takut kalau Ia akan merasa sakit hati. Andai aku bisa kayak dia *eh kok curcol*. Haeyoung juga begitu realistis, dimana kalau lagi jatuh cinta senyum-senyum sendiri berasa dunia milik dia, dia juga bersifat kekanakkan terutama pada orang tuanya. Walau agak menyebalkan terkadang seperti dia merengek memohon pada orang tuanya gar mengizinkanya untuk dapat tinggal dengan Dokyung. Aku merasa bagian itu agak berlebihan karena Haeyoung sudah 32 tahun, Ia sudah dewasa, tak seharusnya Ia menangis seperti anak kecil karena hal itu.Walau begiu aku tetap merasa Haeyoung adalah karakter yang mengagumkan.

Berbicara mengenai Park Dokyung, Ia juga agak berbeda karena cukup jarang karakter Kdrama yang male leadnya introvert. Biasanya kalau diam, sinis mereka adalah seorang yang ansos, sedangkan Dokyung hanyalah seorang yang kalem dan introvert. Untuk masalah kerjaan dia memang bawel, kebangetan malah, tapi masalah perasaan, cinta, ddan keluarga dia memilih untuk memendamnya. Dia tak ekspresif jadi sulit untuk mengatakan apa perasaan dia sebenarnya, kebalikan dari Haeyoung. That’s why mereka cocok sekali dan saling mengisi. Dokyung memang membutuhkan orang seperti Haeyoung. Dia adalah tipe orang yang menunjukkanya melalui tindakan *that’s type I prefer too!*. Seperti menaruh sepatu di depan kamar Haeyoung, langsung masuk ke kamar Haeyoung begitu ada delivery makanan tiba, dan masih banyak hal lain. Menurutku itu adalah hal yang amat manis dan berarti untuk seorang wanita, dan dijamin bikin baper. Aku saja yang nontonnya baper dan senyam-senyum sendiri apalagi Haeyoung yang mengalaminya? Sayangnya Dokyung merasa bersalah karena Ia menganggap dirinyalah penyebab kegagalan pernikahan Haeyoung, sehingga Ia tak yakin untuk mencintai dan memiliki Haeyoung sepenuhnya.

Penyebab Dokyung bisa melihat masa depan yang terkait dengan Haeyoung dimana setiap penglihatannya itu seperti kenangan, menurutku sih agar Dokyung tak merasa menyesal karena tak dapat mengungkapkan cinta pada Haeyoung sebelum Ia mati. Dokyung selama ini selalu melihat dirinya mati ditabrak seseorang yang misterius, dan disaat kritisnya Ia merasa merindukan Haeyoung. Seharusnya melalui penglihatan itu Dokyung melakukan beberapa aksi agar Ia selamat, tapi yang Ia lakukan selama ini hanya menerima semua penglihatannya dan membiarkan itu semua terjadi sesuai penglihatannya. Dia terlalu legowo karena rasa bersalahnya itu. Padahal mungkin itu peringatan Tuhan agar dia tidak menyesal tidak mengungkapkan rasa cintanya. Untungnya Dia sadar, dia mencoba merubah hal yang Ia lihat, ternyata perubahan itu sedikit demi sedikit mempengaruhi Haeyoung yang awalnya berkeras menjadi luluh kembali.

Drama ini tuh semua karakternya realistis dan reasonable. Setiap hal yang mereka lakukan ada alasannya, dan itu wajar, kita dapat memaklumi dan mengerti kenapa Ia melakukan itu. Aku menyukai hal tersebut, dan karena mereka  sudah dewasa jadi mereka bisa menerima semua “kemalangan” mereka dengan sikap yang dewasa. Selain itu didrama ini tuh enggak ada karakter villainnya. Han Taejin? Oh no…. Dia balas dendam karena dia marah, dan kalau dari sudut pandang dia, aku mengerti kenapa dia melakukan itu. Sebenarnya dia adalah korban. Dia tak tahu apa-apa. Sebenarnya dia lah yang paling kasihan, sudah ditipu temannya dan Tuan Jang, calon istrinya direbut, jabatan dan bisnisnya hancur, masuk penjara. Kalau melihat sudut pandang Taejin ini menarik loh buat diceritakan ceritanya sendiri. Bagaimana dia bangkit dan memaafkan Dokyung dan merelakan Haeyoung. Untung dia tahu kalau Dokyung enggak salah. Paling yang antagonis adalah Tuan Jang dan Ibunya Dokyung. Tuan Jang memang menyebalkan sangat karena uang dia memanfaatkan orang-orang tak bersalah, tapi sebenarnya karakter Tuan Jang pun tak sejahat seperti chaebol di kdrama lain. Ia hanya seorang yang picik dan bahkan Ia kalah dengan amarah Ibu Dokyung. Dokyung’s mom is the worst mother I ever watched in kdramaland. Ibunya ini gila uang yaaaaa mungkin itu Ia lakukan agar dapat pengakuan dari anak-anaknya, padahal yang mereka harapkan adalah kehadiran ibunya. Setidaknya termaafkan karena Ibu dokyung sudah marah-marah mengancam Tuan Jang karena telah menghancurkan hidup anaknya. You Rock mom!

Ibu Dokyung ini berbanding terbalik dengan Ibu Haeyoung. Orang tua Haeyoung adalah the best parents I ever watched. Mereka mendukung apa pun keputusan anaknya, walau mereka enggak suka. Mereka tidak akan membiarkan anaknya bersedih sendirian. Suka banget ama adegan karaokean mereka, mereka tertawa bersama, menggila bersama, lalu menangis bersama. Adegan yang kocak tapi sekaligus menyentuh. Jarang-jarang ada keluarga yang kayak gitu. Haeyoung beruntung banget punya orang tua kayak gitu, wajarlah other Haeyoung merasa iri. Ibunya Haeyoung sih terbaik! Jeongmal daebak! Jjang jjang eomma! Dia terkadang muak akan sikap anaknya, tapi gimanapun juga dia Ibunya, saat Haeyoung pindah karena Ia usir, Ia tetap menengoknya karena khawatir. Ibunya juga marah saat tahu anaknya dicampakkan Dokyung dan Taejin. Ibunya ini sama gilanya dengan Haeyoung karena ternyata saat muda saat berpacaran dengan ayahya, Ibunya juga bersikap sama seperti Haeyoung. Ayahnya pun sama seperrti Dokyung yang cenderung diam dan kalem. Udah terdabes emang.

Dari drama ini secara enggak langsung dapat tips mengenai hubungan kekasih. Kegagalan hubungan uri Haeyoung-Taejin dan Dokyung-other Haeyoung adalah komunikasi dan rasa pride mereka. Mereka gagal mengkomunikasikan apa yang sebenarnya terjadi padahal hubungan mereka masing-masing sudah sampai tahap yang ibaratnya tinggal selangkah lagi. Taejin tak jujur dengan masalah kebangkrutan bisnisnya, sedangkan Other Haeyoung tak jujur mengenai apa perasaannya dan Ibu Dokyung bilang padanya. Mereka memilih memendam dan mengurus semuanya sendiri karena secara enggak langsung mereka mempertahankan ego dan pride mereka. Mereka merasa jika jujur akan merusak pride mereka. Walau yang Taejin lakukan aku ngerti siiih, dia juga enggak mau keluarga Haeyung jadi jelek namanya, tapi tetap saja harusnya mereka jujur, komunikasikan apa yang terjadi. Ego dan pride mereka melukai pasangan mereka masing-masing. Padahal kalau dikomunikasikan mungkin akan tetap sakit tapi setidaknya tak sesakit sekarang. Taejin harusnya bilang, masalah mereka jadi menikah atau tidak itu keputusan Haeyoung, kalaupun mereka tak jadi menikah Haeyoung takkan sakit hati, atau bahkan mengingat sifat Haeyoung, pasti Haeyoung akan menunggunya. Oh Bitna pun begitu, seandai dia jujur kalau dia tak mau dikasihani, Dokyung akan berubah sikapnya dan pasti akan melabrak ibunya, dan tetap memaksa menikah. Ya dasarnya bukan jodoh sih yaaaa. Intinya memang komunikasi itu kunci utama sebuah hubungan. Kalau komunikasi tak satu frekuensi dijamin sulit mempertahankan hubungan.

Hubungan Dokyung-Haeyoung pun berjalan karena komunikasi. Mereka merasakan sakit yang sama, sehingga saling berbagi dan memahami. Ditambah Haeyoung yang menyuarakan apa isi hatinya, sehingga hubungan mereka berjalan. Chemistry Seo Hyunjin dan Eric mun benar-benar bagus, seolah mereka jatuh cinta beneran. Sumpah aku sampai ngeship mereka di real life , ngeshipnya yang ngeship banget macam Darling Couple. Dari drama yang aku ship banget banget di real life saking nyatanya chemistry mereka, hanyalah Darling couple dan koala couple kita ini, dan mereka sama-sama sampai digosipin dan sama-sama mengelak muahahahaa. Kalau kalian tonton, lihat deh beda banget dan nyata banget chemistry mereka. Aku belum pernah melihat akting Eric selain di drama ini, tapi untuk Seo Hyunjin jika dibandingkan dengan Doojoon, beda banget, dan ini lebih dapet. Aku belum pernah lihat adegan kissing sepassionate Haeyoung-Dokyung lakukan macam di ep 9 dan itu sekali take!. Aku sampai menonton semua BTS demi melihat momen mereka. Saat menonton BTS pertama adalah syuting pertama drama ini yaitu scene saat Dokyung dan other Haeyoung pacaran, dan aku saat melihat itu aku merasa “wah bakalan kalah nih kayaknya chemistry Seo Hyunjin dibanding Jeon Hyebin”, karena disitu Hyebin luwes banget, eh ternyata aku salah. Malah chemistry Jeon Hyebin enggak ada apa-apanya dibanding Seo Hyunjin. Kalau kalian menonton drama dan melihat BTSnya kalian akan tahu apa yang kurasakan wkwkwk. Mungkin ini hanya delulu semata tapi aku merasa ada yang beda. Hm… #keukeuh. Sama seperti Darling Couple, aku berharap uri koala cople ini akan dipertemukan kembali disebuah proyek, entah drama, film atau iklan juga enggak apa-apa deh. Pengen lihat mereka bareng lagi soalnya.

Sumpah enggak kuat melihat adegan mesra mereka. Diabetes rasanya saking manisnya. Walau manis banget tapi enggak giung lihatnya. Malah nagih, enggak bosan. Favoritku sih yang ep 14 saat mereka tiduran di ilalang dan mereka saling memanggil dengan tatapan cinta. “Oppa…” “Haeyoung-ah…” Sumpah aku meleleh banget dengan suara lembut dan tatapan Eric disitu. AAAAH MAU DIGITUIN!!! Sumpah aku meleleh, senyum-senyum sendiri, dan jantungku ikut berdebar kencang melihat adegan itu. Masa sih Seo Hyunjin enggak meleleh denagn tatap hangat dan suara lembut Eric disitu??? Aku saja meleleh abis. Kisah romantis dengan chemistry yang kuat inilah salah satu andalan drama ini dan jelas menjadi kekuatan yang besar.

Kekuatan drama ini pun ada pada pembangunan alur yang menarik. Plotnya sederhana saja dan ringan, tapi alurnya dibuat tidak biasa dan membuat kita ketagihan berat saat menonton ini. Setiap akhir episodenya selalu sukses dibuat penasaran. Disaat orang-orang membenci hari senin, kami para penggemar setia Another Miss Oh sangat menantikan hari senin. Ya drama ini sanggup membuatku menjadi tidak benci hari senin. Rasanya ingin buru-buru senin jam 11 malem KST biar bisa buka forum soompi untuk mengikuti live recapnya saking penasarannya. Alurnya sanggup menarik perhatian dan penasaran akankah mereka happy ending? Kapan kecelakaan itu terjadi? Apakah Dokyung selama ini skizofernia? Sumpah loh aku sampai mengira Dokyung kena skizo karena setiap Ia bertemu dengan psikiaternya, filter gambarrnya jadi berbeda, dan tak pernah ada siapa-siapa saat mereka berjumpa. Jadi sempat mengira itu hanya dalam khayalan Dokyung, tapi ternyata dokter itu nyata. Untuk akhirnya sempat khawatir akan sad ending, tapi aku ingat kembali kalau genre drama ini adalah romcom, jadi aku percaya pasti happy ending, no matter what happen. Setiap episodenya juga pasti disuguhi kekocak-kekocakkan, sama seperti Marriage Not Dating setiap episodenya pasti komedinya dapat karena PDnya sama sih, eh kecuali ep 11-12, it’s totally mellow.

Lalu drama ini menjadi bagus pun tak luput dari kerjasama timnya. Kalau lihat BTS, terus postingan Instagram para pemain dan krunya, mereka benar-benar terlihat kompak dan seperti keluarga. Bahkan setelah drama selesai mereka masih hangout bareng. Mereka benar-benar tim yang baik ditambah PD dan SW yang baik dalam menuntun cerita dan juga para aktornya yang bermain amat baik. Akting semua pemainnya bukan main bagusnya. Mereka benar-benar memahami karakter yang mereka perankan, dan mereka sanggup mengeksekusi itu. Aku benar-benarr menyukai akting Seo Hyunjin, dan sekarang ku jadi her fangirl. Akting dia bagus banget, dan total. Dia tak takut terlihat jelek. Ekspresi dan emosinya tersalurkan dengan baik. Ada yang bilang akting Eric enggak begitu bagus karena dia banyak diam. Padahal menurutku akting Eric bagus banget disitu, karena karakter Dokyung memang seperti itu!!! Dan Ia menyampaikannya dengan amat baik. Kalau kalian mengenal karakter Dokyung pasti setuju kalau Eric bermain dengan baik. Pemain pendukungnya pun bermain baik, bahkan Youngji yang baru saja memulai debut aktingnya juga segitu cukup bagus. Aku jadi menantikan lagi drama baru parra pemeran drama ini. Bahkan aku menantikan Shinhwa comeback karena ingin melihat Eric wkwkwk.

Aku pribadi sih agak sulit menemukan yang kurang dari drama ini. Aku merasa drama ini tuh well written also well produced. Hanya saja paling rencana awalnya drama ini berjumlah 16 episode, tapi karena meraih popularitas jadi ditambah 2 episode. Nah karena ditambah 2 episode tentu akan berpengaruh tterhadap alur cerita, sehingga menjadi gak lambat, padahal sampai episode 10 aku merasa alurnya amatlah sangat pas. Sayangnya karena penambahan itu jadi agak diulur dan aku merasa episode 15-16 agak enggak terlalu menarik dan agak membosankan, walaupun disitu kita tahu fakta-fakta penting sih. Berasa kurang menantang dan konflik enggak terlalu dapat, padahal biasnaya di setiap episode itu konfliknya selalu dapat. Hal ini membuat orang-orang kehilangan minat, tapi aku sih tetap setia.

Oh iya berbicara drama ini juga tak lepas dari satu pasangan ini. Yap noona-dongsaeng antara Park Sookyung kakak Dokyung dan juga tasan Haeyoung dikantor dengan sahabat Dokyung, Lee Jinsang. Jinsang yang womanizer malah menghamili Sookyung yang galak. Awalnya teman berbagi rahasia dan teman curhat, Sookyung yang dewasa menasehati Jinsang yang amat tidak dewasa di usianya, bahkan memberinya “pelajaran”. Lucu banget kalau sudah adegan mereka berantem pakai Bahasa prancis. Park Hoon pasti hanya bisa terbengong mendengarnya. Menurut yang berbahasa prancis, katanya sih pengucapan Kim Jisuk yang memerankan Jinsang kurang bagus, kurang jelas, sedangkan pengucapan Ye Jiwon sebagai Sookyung sudah cukup jelas karena dapat dimengerti. Btw, Kim Jisuk ini adalah lulusan sastra jerman, kenapa enggak pakai Bahasa jerman saja ya? Mungkin kurang romantis kali yaa… secara prancis identik dengan keromantisan. Aku senang sih Jinsang mau tangggung jawab, tapi aneh enggak sih karena mereka awalnya sudah seperti adik-kakak. Sookyung iya mulai menyukainya karena mereka pernah tidur bersama, sedangkan Jinsang masih ragu dan awkward sampai akhir episode pun. Namun aku percaya sih dia masih belajar untuk setia dan menjadi pria dewasa yang bertanggung jawab. Aku suka banget sama karakter Sookyung. Awalnya dia menyebalkan karena “menyiksa” Haeyoung, tapi ah aku mengerti alasannya kenapa Ia melakukan hal itu. Ia amat menyayangi adiknya sehingga sensi dengan yang namanya Haeyoung. Diapun seorang wanita yang kuat baik secara fisik maupun hati. Gambaran emansipasi wanita banget.

Aku pun suka dengan hubungan keluarga Dokyung, dimana mereka adik kakak saling mendukung. Walau Park Hoon enggak ada hubungan darah sama sekali dengan Sookyung dan Dokyung, tapi mereka tetap menganggapnya adik dan memasukkannya ke kartu keluarga. Dokyung yang selalu marah karena Hoon mencoba menjadi penulis skenario tapi ceritanya selalu jelek. Dokyung marah karena Ia ingin hidup Hoon menjadi baik. Hoon merasa kakaknya itu kejam tapi sebenarnya Dokyung menyayanginya. Anna, pacar Hoon pun merasa seperti itu, karena walau bukan saudara kandung, tapi Dokyung amat peduli dengan Hoon. Hubungan Dokyung dan anak buahnya juga bagus banget. Walau Dokyung sering memaki mereka saat bekerja, dan mereka menjadi gila, tapi mereka adalah anak buah yang sangat loyal dan tahu Dokyung orang baik dan dapat diandalkan. Mereka tak meninggalkan Dokyung saat perusahaannya sulit. Bahkan saat Dokyung patah hati karena Haeyoung mereka berusaha menghibur dan bersimpati, seperti adegan favoritku saat mereka berjalan berbaris bagaikan bebek mengikuti Dokyung berjalan tak tentu arah. Mereka tak bertanya ataupun ribut, mereka hanya diam dan mengikuti berusaha memahami dan berada di samping Dokyung. How sweet this friendship and family :”””.

Sumpah kalian enggak akan rugi untuk nonton drama satu ini. Penggemar romcom wajib nonton drama ini. Mungkin ada yang merasa overrated, that’s okay, selera tiap orang beda. But seriously, you have to watch Another miss oh! Teman aku yang cowok saja sampai baper nonton ini. Aku berani kasih 4 bintang dari 5 bintang untuk drama satu ini. Bakalan masuk list drama terfavoritku di 2016 ini pastinya. Emosi kalian akan tercampur aduk dan dijamin bakalan jatuh cinta dengan drama satu ini!

Happy Watching and be carefull, BAPER!!!! Wkwkwk

 

Btw, aku sudah menyelesaikan drama ini dari pertengahan juli tapi baru sempet bikin review sekarang jadi kalau ada yang miss maafkan yaaaa, dan maafkan juga karena aku sudah lama tidak menulis, aku merasa kemampuanku agak berkurang, jadi maaf banget kalau tulisannya agak kacau, ngaleor kemana aja dan tak terstruktur. Aku lagi mencoba untuk menulis kembali soalnya. Setelah lulus ini, aku lagi kejar setoran drama-drama, jadi tunggukan reviewku yang lain ;).

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s