[REVIEW] MOON LOVERS : SCARLET HEART RYEO

MOON LOVERS : SCARLET HEART RYEO

Genre : Melodrama, Romance, History

Episode : 20

Why I Watched : Kang Haneul is back to dramaland!! Jadi jelas wajib tonton walau aku agak males dengan drama-drama saeguk, tapi melihat jumlah episodenya masih dalam batas toleransiku.lagipula drama ini penuh dengan Cogan, jelas makin menarik perhatianku untuk menonton. Lalu iNi merupaka drama remake dari drama tiongkok yang berjudul sama Scarlet Heart yang berjumlah 35 episode kalau enggak salah. Versi korea ini akan dibuat sebanyak 20 episode saja, jadi aku penasaran sepadat apa sih ceritanya?

Kesan : Wah gila!!! Aku jadi cukup kepo dengan sejarah Korea, terutama saat dinasti Goryeo ini yang menjadi setting cerita drama ini. Cukup membuatku mulai menjadi menyukai drama saeguk ya asal episodenya masih batas toleransiku. Drama yang menarik dan greget sih.

The interest thing : Drama kerajaan biasanya menyuguhkan konflik politik yang cukup kuat, begitu juga dengan drama ini. Benar-benar penasaran dan greget banget konflik politik yang ditawarkan. Secara ada 8 pangeran yang bersiap untuk perebutan tahta kerajaan yang memiliki kepentingan politik dan keluarga ibu mereka masing-masing, gimana enggak rumit konfliknya, dan itu semua hanya dibungkus dalam 20 episode. Makanya alur ceritanya cepat dan banyak loncatan tahun, jadi tak bertele-tele sih menurutku langsung ke konflik-konflik masing-masing. Cukup padat dan jelas. Kisah percintaanya pun enggak kalah tragis. Dicintai banyak pangeran tampan dan ikut terjebak dalam konflik kerajaan, jelas banyak yang terkorbankan. Cerita yang memang bikin nagih dan enggak sabar dengan episode selanjutnya.

The Bad Thing : mungkin kelemahan ini sudah banyak disinggung sama netizen di korea sana, dan aku setuju sih dengan kritikan mereka. Drama ini memang lemah di akting dan sinematografinya. Hanya beberapa yang bermain memukau. Hanya Lee Junki dan Kang Haneul yang paling bersinar diantara 7 pangeran kece, sisanya agak kurang. Ditambah sinematografinya yang duh gimana ya… aku merasa terganggu dengan cara zoom para pemain setiap kali mereka berbicara. Berasa nonton sinetron Indonesia yang suka ngezoom wajah pemainnya terlalu besar. Ekspresi para pemainnya jadi begitu terlihat, namun masalahnya banyak pemain muda yang ekspresinya eggak begitu dapaet, jadi jujur cukup mengganggu. Untungnya jalan ceritanya menarik dan bagus. Sayang saja penyutradaraannya agak kurang nih.

Chemistry & Akting : mungkin banyak yang suka dengan chemistrynya Lee Junki dan IU di drama ini, but sorry to say, I don’t like their chemistry. Sejujurnya agak kurang menurutku, agak maksa, walau makin kesini makin baik, dan jadi lebih enak tapi tidak membuatku ngeship mereka. Untuk akting, seperti yang tadi kusinggung, para tokoh sentral hanya Lee junki dan Kang Haneul yang memukau, selebihnya biasa saja. IU menurutku kurang cocok bermain di sageuk dan memerankan karakter Haesoo yang flawless. Bukan berarti IU enggak flawless, tapi saat Ia bermain saeguk, berasa kurang. IU masih bermasalah dalam penyampaian emosi dan ekspresi terkejut, tapi yang jelas akting dia lebih bagus dibanding idol lainnya yang sudah bermain sebagai peran utama tapi minim pengalaman *ehem sohee, ehem yuri*. Aku merasa kayaknya karakter Haesoo ini akan lebih baik kalau diperankan oleh yang benar-benar aktris yang telah memiliki banyak pengalaman. Untuk para pangeran, Hong Jonghyun lumayan dapet antagonisnya, apalagi saat dia ketakutan tahtanya akan direbut. Yoon Sunwoo yang berperan sebagai Wangwon tak banyak tampil selain menjadi “kompor”, dan dia aktor baru, jadi yang memang biasa saja sih. Jisoo menurutku kurang pas kalau bermain saeguk, dia lebih bagus bermain modern, lagipula aku melihat karakternya sebagai Wang Jung, seperti karakter-karakter Jisoo di drama sebelumnya, kurang terlihat perbedaannya. Nam Joohyuk sendiri dia tampaknya lebih cocok main di saeguk, auranya lebih keluar daripada jaman dia di School 2015. Terakhir yang paling banyak dikrtitik juga Baekhyun yang memerankan pangeran ke 10 Wangeun. Aku lagi-lagi setuju ama Knetz. Aku merasa kalau Baek mau akting, dia perlu belajar lagi, walau disini dia memang menghibur, lucu dengan sifat kekanakkannya, tapi aku tak melihat itu sebagai Wangeun. Aku melihat itu memang Baekhyun yang sedang berpakaian kerajaan menjadi pangeran ke 10. Bermain drama Saeguk memang butuh keahlian tersendiri, beda dengan drama modern, penyampaian ekspresi, emosi, dan karkater dalam drama saeguk lebih rumit.

Second lead syndrome : Aku merasa SLS karena yang menjadi Wangwook adalah Kang Haneul, dan Kang Haneul selalu mempesona, ditambah Wangwook yang pintar, sopan, dan juga bersikap manis nan gentleman, ya gimana enggak jatuh cinta. Jadi awalnya juga aku mendukung Wook-Soo shipper, tapi lama-lama setelah interaksi Haesoo dan Wangso aku jadi mendukung Wangso dan Haesoo hahahaha. Harus kuakui aku enggak bisa menampik pesona Lee Junki di drama ini. Dia bermain amat baik, mana makin kesini screentime Wook jadi sedikit, dan dia menjadi ambisius, jadi sebel deh.

Ending : sebelum membahas ending , aku mau bahas adegan di episode 20 dimana Haesoo yang sudah kembali ke masa depan, sadar saat berada ditempat tidurnya. Disitu diceritakan bahwa dia koma 1 tahun. Bentar… bentar…. Dia sudah tertidur 1 tahun, koma, kenapa dia bisa hanya dirawat di rumah??? Bukannya di rumah sakit dengan berbagai peralatan. Agak enggak masuk akal hal itu tuh!!! Oke kembali ke akhir cerita, Udah tahu sih bakalan sad ending, dan ya hampir sama dengan yang versi cina, Haesoo pun akan meninggal karena sakit dan meninggal dipelukan pangeran ke 14, Wangjung, dan Haesoo akan kembali ke masa depan lagi. Ke tempat dia berasal. Aku menyukai sih ide ending itu karena memang tempat asal Haesoo adalah Go Hajin di masa sekarang. Sayangnya aku sebal dengan adegan terakhirnya karena Haesoonya malah enggak kembali bertemu dengan Wangso versi masa depan. Adegan akhirnya hanya Haesoo sadar mengingat semua kejadian di Goryeo adalah nyata dan menangis karena meninggalkan So sendirian. Padahal akan lebih bagus kalau adegan akhirnya seperti ini, Haesoo yang melihat lukisan Gwangjong, tiba-tiba ada pria disebelahnya bilang kalau raja Gwangjong adalah raja yang tampan, saat berbalik menghadap pria itu, Haesoo sadar kalau pria itu adalah Wangso versi masa depan. Katanya sih mereka sudah syuting, Wangso versi modern, bahkan ada spoiler saat Haesoo menangis, ada yang memberinya saputangan. Sayangnya adegan itu dicut. Ya secara keseluruhan, puas sama akhir drama ini, hanya sebal saja dengan adegan terakhirnya. KENAPA MEREKA TIDAK BERTEMU DI MASA DEPAN???

Rate : 3,75 bintang dari 5 bintang

Verdict : hm.. mungkin original terasa lebih baik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s