[REVIEW] THE K2

THE K2

Genre : Drama, Action, Romance, Melo, dan sentuhan Political

Episode : 16

Why I Watched : Ji Changwook seorang lah yang mampu membuatku ingin menonton drama ini. Ini bakalan drama dia terakhir sebelum dia wamil, jadi harus nonton doooong. Lagipula ini drama dari penulis Yongpal, dan aku cukup menyukai drama Yongpal. Jadi cukup ku antisipasi.

Kesan : Vibenya vibe Yongpal banget. Tegang, politiknya sama-sama dark, tapi kesannya hanya saat drama itu berjalan. Saat drama itu selesai. Ah ya sudah tamat begitu saja. Tak ada keinginan untuk kepo lebih lanjut.

The interest thing : buat yang suka politik dengan romanceless, drama satu ini memang cocok abis. Aku menyukai suasana tegang dan dark dari drama ini. Seperti Yongpal, drama ini juga disuguhi oleh sebagian besar orang-orang brengsek, yang enggak brengsek cuman Kim Jeha dan Go Anna, dan beberapa orang setia mereka. Sisanya? Enggak ada yang bener. Seolah baik padahal enggak. Konflik politik antar lead amat menarik dan menegangkan. Cukup diperlihatkan bagaimana busuknya dunia politik, kawan bisa jadi musuh, musuh jadi kwan. Jang Sejoon dan Choi Yoojin yang sukses membangun image sebagai orang baik dan keluarga harmnis, padahal nyatanya. Cuuuiih. Karakter Choi Yoojin adalah juara dari drama ini. Pesona dia jauh lebih wah dibanding Kim Jeha sendiri. Dia itu jahat tapi aku seperti mengerti kenapa dia seperti itu. Dia melakukan itu karena mencintai Jang Sejoon, tapi Sejoon hanya membodohinya saja. Lalu dia pun terdesak dengan keadaan keluarganya. Cara dia salah sih, karena Anna jadi korban, padahal kalau dia bisa melupakan itu semua, dan bersikap baik pada Anna saat Um Hyerin, Ibu Anna meninggal, mereka bisa jadi ibu dan anak yang akur. Selain itu kalau suka action, adegan actionnya oke punya ih menurutku dari koreografi maupun tekhnik gambarnya. Buat kita para cewek yang jelas bakalan dag dig dug ser, melihat Ji Changwook beraksi dengan otot-ototnya yang menggoda. Nyemil roti sobek kita wkwkwk

The Bad Thing : Hm… karakternya kurang kuat kalau menurutku. Hanya Yoojin saja yang terlihat bersinar di drama ini. Semua karakternya terasa stagnan, kurang perkembangan. Terkadang drama ini memang terlalu membuang waktu dengan adegan actionnya, jadi perkembangan karakternya enggak begitu terlihat, terutama Anna dan Jang Sejoon. Pasangan ayah dan anak ini tidak begiu banyak perkembanga. Anna lumayan sih dia mulai mengatasi Gangguan paniknya, walau kesini-sini aku melihatnya kok kayak yang malah enggak pernah punya gangguan panik. Agak kehilangan fokus nih SWnya. Lalu Sejoon sampai akhir pun dia tidak berani terang-terangan melawan Yoojin. Dia memang mau mengakhiri itu semua, dengan memegang kartu memori Han Sukhan, tapi dia tetap terobsesi dengan politiknya, dan tak ada niatan untuk meperbaiki nama Um Hyerin yang telah Ia rusak. Padahal kalau di Yogpal, setiap orang memiliki motivasi masing-masing untuk tujuan mereka mengabdi pada siapa, dan mereka bisa berbalik 180 derajat saat itu juga demi bertahan hidup, sedangkan disini keinginan itu kurang kuat.

Chemistry & Akting : Berhubung Ji Changwook dan Yoona sama-sama memiliki visual Masya Allah ciptaan-Mu tiada tandingannya, jadi terihat cocok bersama. Ya kalau dibadingkan dengan Yongpal, chemistry merek jauh lebih dapet dibanding pasangan Yongpal. Fokus ceritanya bukan tentang hubungan mereka, jadi lagi-lagi aku merasa proses jatuh cinta mereka jatuh cnta. Berasa tanpa momen dan tanpa sebab, waau memang ada momen sih, tapi terasa kurang, jadi aku merasa chemistry mereka kurang pas, tapi yak arena visual mereka dan Ji Changwook memang kalau sudah adegan romance, manisnya bikin diabetes dan jadi lucu lihatnya, jadi cukup minta diship mereka berdua. Malah yang menarik tuh malah chemistry dan interaksi antara Yoojin dan Jeha. Walau hubungan mereka untuk kerja dan kerjasama untuk menjatuhkan Park Kwansoo, tapi lebih dapet feelnya. Yoojin yang mempercayai Jeha dan mungkin tersentuh dengan sikap gentlemannya, walau Jeha memang tak percaya penuh dengan Yoojin. Jelas siih, karena Yoojin termasuk menghalakan segala cara demi mulusnya jalan dia. Aku menyukai hubungan platonis mereka dan cukup menantikan setiap adegan interaksi mereka. Akting sih lagi the winner is Song Yoona yang memerankan Choi Yoojin. Di drama ini tuh yang bikin aku betah adalah melihat akting dia yang luar biasa keren. Semua emosi bisa Ia campur. Khasnya seorang antagonis yang menjadi lead macam Han Jaehee di drama Nice Guy. Kesel, marah, kaget,sedih bisa ia tampilin di satu scene. Memukau banget lah. Makanya pesona dia disitu lebih kuat dibanding Ji Changwook, padahal Ji Changwook juga sudah bermain bagus, tapi karena peran dia disini ga jauh saat dia menjadi Healer, bedanya disini dia jauh lebih serius dan emosional. Btw pas dia meluk Anna dari belakang benar-benar langsung teringat akan Healer, karena pas di Healer sering kayak gitu. Rasanya ingin dibackhug juga wkwkwk. Untuk Yoona, aku mengerti kenapa awalnya dia menolak drama ini, karena karate Anna lumayan rumit, ditambah harus berakting memiliki gangguan panik. Awalnya sih dia cukup bagus, lebih berkembang pokoknya dibanding saat dia bermain di Prime Minister and I. Hanya saja, makin kesini, semakin terlihat jadi Yoona. Apalagi saat dia sudah menjadi malaikat Barcelona, tapi at least adegan nangis dia jauh lebih menyentuh dibanding akting dia yang dahulu. Yah well done laaah.

Second lead syndrome : SLS? Siapa tokoh second leadnya coba? Masa Choi Yoojin? Kan enggak lucu… hubungan dia dan Jeha adalah hubungan platonis. Sudahlah…

Ending : Tahu sih pasti Park Kwansoo akan jatuh, Anna dan Jeha akan bersama gimanapun caranya, tapi aku enggak tahu ending Yoojin dan Sejoon. Aku kira Sejoon akan terlepas dari Yoojin dan menjadi ayah yang baik untuk Anna, tapi ending yang benar-benar happy ending memang terlalu dongeng untuk drama bergenre seperti ini. Kaget sih akhirnya mereka malah mati bersama berdua. Ya kalau Yoojin sih memang membutikan kalau dia memang selama ini mencintai Sejoon walau sudah tersakiti karena termanfaatkan, sedangkan Sejoon? Mungkin dia ingin menebus kesalahannya selama ini, tapi dia enggak mikirin Anna apa ah tapi memang Anna selama ini hidup tanpa ayah dan sekarang ada Jeha juga, sedangkan Yoojin? Ya mungkin selain menebus kesalahan dan mengorbankan diri, ya gitu-gitu juga mereka pernah hidup bersama berpuluh tahun. Ya sudah seperti teman mungkin, seperti kata Sejoon mengajak Yoojin untuk menjadi teman dikehidupan selanjutnya. Cukup manis sih detik terakhir mereka hidup, layaknya pasangan yang bahagia. Aku enggak tahu sih cinta Sejoon untuk siapa, karena dia memang brengsek. Politik memang cinta sejatinya. Akhirnya orang-orang korupsi itu terhukum, terutama Kwansoo yang dihukum dengan membunuh dirinya sendiri. Mantap sih.Cukup tak terbaca sih eksekusi akhirnya akan seperti ini, tapi aku menyukainya. Agak sebal sih sampai akhir enggak tahu siapa nama asli Jeha, pffft.

Rate : 3,75 bintang dari 5 bintang

Verdict : K2…… aku padamu

Iklan

2 thoughts on “[REVIEW] THE K2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s