[REVIEW] TOMORROW WITH YOU

Sebagai manusia biasa, pasti pernah merasa penasaran dengan kehidupan di masa depan. Rasanya kepo gitu 3 tahun lagi aku jadi apa ya… 5 tahun lagi bakalan ada kejadian apa ya? kalau punya kesempatan untuk bisa lihat masa depan, pasti kebanyakan orang enggak akan menyiakan hal itu, karena dengan begitu kita bisa memperbaiki kehidupan sekarang. Nah begitu juga dengan Yoo Sojoon di Tomorrow With You.

Drama yang bergenre meloromance fantasy ini menceritakan seorang CEO tampan muda dan sukses pastinya, Yoo Sojoon yang memiliki sebuah rahasia. Dia dapat melakukan time traveling setelah selamat dari kecelakaan subway. Dia menggunakan kemampuannya itu untuk keuntungannya sendiri yaitu memenangkan lotre lalu mendirikan sebuah perusaahan properti. Perusahaan itu selalu berhasil karena Sojoon sudah tahu daerah itu berhasil tidaknya. Sojon memiliki prinsip tidak akan terlibat kehidupan orang lain dengan kemampuannya itu. Suatu hari saat Ia melakukan perjalanan ke tahun Maret 2019, Dia melihat dirinya terlibat kecelakaan dan meninggal. Sojoon pun merasa panik dan berpikir bagaimana caranya Ia selamat dari kematian itu. atas saran seorang ahjussi yang juga seorang time traveler, Doosik, Sojoon harus menikahi wanita yang mengalami kecelakaan bersama dia. Menurut Doosik, mereka pasti punya takdir tersendiri karena mereka mati dihari yang sama. Sojoon pun akhirnya mengikuti saran Doosik dan mencoba terlibat kehidupan gadis yang bernama Song Marin itu. Setelah menikah, ternyata kehidupannya tidak semudah yang Ia pikir. Ada masalah baru yang timbul karena Sojoon merubah takdirnya dengan menikahi Marin.

Aku menonton drama berjumlah 16 episode ini karena Lee Jehoon yang main ahaha. Semenjak drama Signal akika jadi penasaran ama doi, dan seneng banget akhirnya doi main drama lagi, romance pula genrenya. Ingin lihat dia dama mode romantis gitu. Lalu plot awalnya tampak menarik tentang time traveling dan menceritakan kehidupan pernikahan. Wah, another adult love story. Makanya aku amat menantikan drama ini, apalagi dari posternya sendiri nampaknya cukup heartwarming.

Setelah selesai menonton ini, ya benar dugaanku heartwarming, cuman tidak memenuhi ekpetasiku akan ke heartwarmingannya. Drama ini tuh lebih ke manis dan aku menyukai hal itu. kehidupan pengantin baru digambarkan cukup baik, terlihat aktivitas pengantin baru *masak buat suaminya….*, terus sikap mereka amat manis satu sama lain tapi disisi lain mereka juga banyak salah paham karena belum terlalu mengenal satu sama lain. Saat Sojoon memutuskan untuk menikahi Marin untuk merubah takdirnya, Ia pikir itu perkara gampang. Mereka hanya tinggal bersama dan toleransi satu sama lain. Setelah menikah, Sojoon menyadari kehidupan pernikahan tidak semudah yang Ia pikirkan. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan dan masalah-masalah yang harus dihadapi. Disini kita bisa lihat kehidupan pernikahan itu tak seindah yang terlihat.

Belajar untuk saling menghargai satu sama lain, belajar bisa nerima kekurangan dan kelebihan satu sama lain. Belajar mau mengkomunikasikan segala hal, enggak ada yang ditutupi. Itulah hal yang dirasa Sojoon dan Marin selama menjadi pengantin baru. Tak hanya berbicara tentang cinta dan kisah mereka, tapi juga mengenai kehidupan masing-masing. Disaat menikah, mereka harus siap jika satu sama lain harus terlibat. Dinding privasi sudah harus runtuh diantara mereka. Oleh karena itu tak jarang juga mereka salah paham karena hal-hal kecil. Menarik banget kisah rumah tangga baru mereka itu. aku menyukai, dimana mereka jadi saling gengsi, saling bersikap manis, saling salah paham yang bikin sama-sama sedih. Aku menyukai perjalanan kehidupan pernikahan mereka yang baru. Mungkin buat para newlywed bisa merasakan hal yang sama.

Aku pikir drama ini bakalan berfokus ke perkembangan hubungan Sojoon dan Marin, tapi ternyata ada kisah misterinya. Kenapa setelah 3 bulan menikah tiba-tiba Sojoon menghilang? Ada rahasia apa antara Sojoon dan Doosik? Dan begitu menikah dengan Marin, masa depan Marin tetap meninggal di maret 2019, malah timbul masalah lain. Diawal hingga pertengahan masalahnya belum terlalu terlihat. Lalu pertengahan hingga akhir mulai fokus ke masalah itu, yaitu salah satu bawahannya Sojoon, Kim Yongjin yang juga suami teman Marin, Lee Gunsook menggelapkan uang perusahaan dan membunuh ayah teman Sojoon, Shin Seyoung. Kim Yongjin ini lah yang akan membahayakan Marin dan Sojoon. Kita bakalan dibuat penasaran apa yang akan terjadi diantara mereka. Lalu juga bakalan penasaran sama akhir ceritanya, akankah mereka meninggal dalam kecelakaan seperti yang dilihat Sojoon, atau ada faktor lain?

Menonton plot bagian masalah baru yaitu Kim Yongjin membuatku jadi bertanya-tanya. Akankah kalau Marin dan Sojoon tak menikah masalah Kim Yongjin takkan timbul? Menurutku tetap bakalan muncul. Kim Yongjin tetap bakalan menggelapkan uang perusahaan, Kim Yongjin tetap akan membunuh ayah Seyoung walau sudah dicegah Doosik. Oh iya btw, malah menurutku karena Doosik mencegah, Yongjin jad membunuh ayah Seyoung. Soalnya dia ngasih modal ke Yongjin, jadi dia nyari investor lain dengan menjual gedung milik perusahaan, dan itu diketahui ayahnya Seyoung.

Masalah-masalah diatas tetap akan terjadi, cuman yang membedakannya kehidupan Marin dan Sojoon tidak akan bahaya. Marin tidak akan diculik untuk memancing Sojoon, Sojoon tidak akan menghilang, dan Marin tidak akan merasa tersiksa kehilangan Sojoon. Seandaikan mereka tidak menikah hal-hal diatas tidak akan terjadi. Marin tidak akan menyelidiki lebih jauh Yongjin karena Sojoon. Paling Ia hanya membantu Gunsook mencari tahu Yongjin selingkuh atau tidaknya. Makanya saat Sojoon menghilang, Marin menyuruh Sojoon di masa lalu untuk tidak menikahi dirinya. Hal itu untuk menyelamatkan Sojoon.

Cuman aku agak gregetan kok butuh waktu 4 episode lamanya buat tahu yang membunuh ayah Seyoung itu adalah Yongjin. Sojoon agak clueless nih. Marin juga sudah curiga, bukannya cerita ke Sojoon. Malah menyelidiki sendirian dan pada akhirnya malah ngebahayain mereka berdua. Coba kalau Marin cerita, Sojoon bisa mengantisipasi. Mungkin enggak akan ada kejadian Marin diculik.

Drama ini tuh drama yang bagus sebenarnya cuman gimana ya fokusnya kurang pas kali yaaa. Adanya kasus Yongjin ini sebenarnya enggak terlalu penting buat hubungan mereka. Saat awal-awal mereka menikah, Sojoon ke masa depan melihat Marin meminta menjauhinya, dan juga temannya Kang Kidoong menyarankan untuk mengakhiri hubungannya dengan Marin. Aku kira ada sesuatu tentang hubungan mereka, karena mereka baru kenal 3 bulan memutuskan untuk menikah. Aku pikir bakalan ada masalah mengenai hubungan mereka yang sulit ditolerir sehingga mereka pisah gitu, tahunya gara-gara Yongjin. Sebenarnya menarik sih adanya kasus Yongjin ini, ada sisi lain yang diceritakan yang bikin penasaran, tapi yang aku harapkan dari drama ini tuh bukan fokus itunya.

Aku lebih berharap ke perkembangan hubungan Sojoon dan Marin setelah menikah karena mereka belum lama saling mengenal, pasti bakalan muncul permasalahan karena mereka belum saling tahu satu sama lain. Aku tuh berharap mengenai masalah yang timbul dan cara penyelesaiannya dan bakalan membangun kekuataan hubungan mereka. Sayangnya, hal itu enggak terlalu diperlihatkan. Sebenarnya diperlihatkan sih perkembangan hubungan mereka yang belajar satu sama lain. Marin yang frustasi karena Sojoon mennyembunyikan sesuatu, Sojoon yang khawatir akan hubungan mereka, tapi hanya itu saja gitu. Aku mengharapkan yang lebih gitu. Misalkan saking banyak permasalahan, mereka berpikir untuk bercerai gitu kek, atau apa lah. Pokoknya menggambarkan relationship developmentnya mereka. Jujur aku sampai sekarang masih merasa bingung dititik apa Sojoon akhirnya benarr-benar tulus dengan Marin?

Sojoon kan niatnya menikahi Marin agar dia bisa menghindari takdir kecelakaan. Diawal menikah pun dia lebih banyak menghabiskan waktu di rumah Kidoong daripada dirumahnya sendiri bersama Marin. Terus lama-lama Sojoon jadi tulus saja dengan Marin. Sojoon mengkhawatirkan Marin, Ia mengkhawatirkan  hubungannya dengan Marin di masa depan. Aku agak aneh, sejak kapan Sojoon jadi tulus dengan Marin? Pas pacaran kah? Tapi adegan pacaran mereka hanya hitungan menit saja? atau saat Sojoon mengetahui Marin juga korban selamat dari kecelakaan subway? Atau seiring  berjalannya pernikahan rasa tulus itu muncul dan akhirnya menguasai? Aku enggak mendapat momen itu. Kalau Marin sih, begitu Sojoon menggodanya saja dia sudah menyukai Sojoon. Lalu Sojoon sendiri sejak kapan?

Masalah yang cukup menggambarkan perkembangan hubungan mereka itu paling yang masalah komunikasi. Sojoon sudah menikah, tapi dia banyak menyembunyikan kisahnya kepada Marin. Mulai dari orang tuanya, yayasan Happiness, sampai kemampuan time travelnya. Marin sebagai istri jelas stress, dia tidak tahu apa-apa tentang suaminya, tapi teman-temannya tahu hal itu. terutama yang masalah time travelnya Sojoon. Marin frustasi dengan rahasia barang-barang milik suaminya. Frustasi dengan beberapa perubahan sikap Sojoon setiap habis pulang dari masa depan. Begitu banyak hal yang tidak dikomunikasikan Sojoon kepada Marin. Sojoon yang terbiasa hidup sendiri, kini harus berbagi segalanya. Butuh waktu untuk menceritakan itu semua, dan disitu hubungan mereka makin kuat.

Begitu Marin tahu Sojoon bisa ke masa depan, Marin harus menghadapi Sojoon yang terlalu fokus ke masa depan. Aku juga melihat itu frustasi sendiri. Sojoon itu terlalu fokus melihat masa depan, dan memperbaikinya. Sojoon terlalu fokus untuk membuat masa depannya lebih nyaman. Dia lupa kalau dia itu hidup di masa sekarang. Dia sampai tidak menyadari untuk menikmati dan menghargai masa sekarang. Marin sampai protes karena dia merasa frustasi dengan hal itu. belum resiko Sojoon enggak bisa balik lagi. Khawatir lah. Permasalahan ini juga ngaruh banget ke relationship development mereka. Setelah Sojoon tidak fokus ke masa depan lagi, hubungan mereka juga membaik.

Oh iya aku jadi agak bertanya-tanya juga. Seandaikan Sojoon dan Marin enggak nikah, kan di masa depan Sojoon 2019 bilang ke Sojoon 2016, dia nerima takdir kecelakaan itu dan menyuruh Sojoon 2016 untuk mencoba membuat hubungannya dengan Marin berhasil. Hal apa yang dihadapi dan disesali Sojoon karena tidak menikahi Marin? Kenapa Sojoon 2019 meminta Sojoon 2016 menikahi Marin? Apa yang terjadi? Aku kira ada permasalahan mengenai hubungan mereka. Misalnya Sojoon 2019 menyesal karena telah menyakiti Marin dan hidupnya tersiksa dan merasa bersalah tapi enggak bisa memperbaikinya. Makanya aku lebih berharap ceritanya fokus ke masalah yang bikin berkembangnya hubungan mereka.

Ah terus karena genre fantasi biasanya memang suka ada  terlewat. Kenapa bisa punya kemampuan itu setelah selamat dari kecelakaan? Hmm mungkin jawabannya berkah dewa kali yaaa wkwkwk. Cuman kenapa hanya Sojoon dan Doosik yang bisa melakukan time traveling, tapi Marin enggak? Padahal Marin juga kan korban selamat. Lalu adakah time traveler lainnya terus orang-orang disubway enggak aneh apa lihat orang tiba-tiba hilang dan tiba-tiba muncul? Kenapa kemampuan Sojoon sempat hilang? Ah terus kenapa Doosik mempercayakan hidup anaknya pada Sojoon? Apa karena saling mengenal? Atau karena takdir kecelakaan maret 2019? Atau alasan lainnya. Diantara semua pria, kenapa Doosik nyuruh Sojoon yang menikahi Marin. Ah aku ngeh, soalnya karena sesama time traveler, jadi Doosik punya alasan buat menyelamatkan hidup Marin yang bakalan kecelakaan di tahun 2016 dan jadi lumpuh. Jadi Doosik nyuruh Sojoon menyelamatkannya dengan alasan agar bisa menikahinya. Masalah Doosik nih, aku dari awal pas dia ngomong menyelamatkan anaknya dari kelumpuhan dan berhasil membuat anaknya menikah dengan pria baik, aku langsung ngeh kalau dia bapaknya Marin. Orang-orang banyak yang enggak ngeh disitu. Mereka mulai ngehnya saat Marin cerita tentang ayahnya.

Untuk akhir cerita, senang sih happy ending, walau ada yang agak bingung. Kenapa bisa Sojoon loncat ke tahun 2020? Bukannya dia enggak bisa loncat ke tahun yang lebih dari 2019 karena dia akan mati? Apa karena takdirnya mulai berubah? Di episode 16 cukup dibikin deg deg an nih gimana nasib Sojoon dan Marin di maret 2019, soalnya enggak ada tanda-tanda mereka bisa menghindari hal ini. Masa Marrin sudah menanti Sojoon 2 tahun, begitu Sojoon kembali mereka harus kecelakaan =(. Agak enggak nyangka juga, Doosik akhirnya berkorban buat Sojoon dan Marin. Salah satu takdir yang bisa diubah lagi oleh Doosik. Sebenarnya kan harusnya mereka bertiga mati di hari yang sama, karena mereka bertiga sama-sama korban selamat kecelakaan Subway. Sepuluh tahun kemudian mereka akan menghadapi yang sama karena kalau di Goblin mungkin mereka adalah jiwa yang hilang. Jadi kematian akan terus mengintai mereka. Makanya walau mereka selamat, akankah di 2029 mereka akan menghadapi takdir yang sama lagi? Apa takdir itu sudah berubah lagi? Tapi ya biarlah itu menjadi misteri sih.

At least semuanya bahagia Seyoung dan Kidoong nikah. Seyoung mungkin memuali hubungannya dengan mantan sekretaris mantan suaminya, Sekretaris Hwang. Ayah ibu Marin sempat bersatu, walau Doosik meninggal =(. Sedih sih, padahal pengen lihat Sojoon, Marin, Ibu Marin, dan Doosik akan di satu meja gitu. Berasa keluarga sesungguhnya gitu huhuhuhu. Aku puas sih sama akhir ceritanya, 3 tahun setelah kejadian 2019 mereka hidup dengan baik. Masih suka ribut karena hal kecil, terutama gara-gara Sojoon terus ke masa depan, tapi abis itu baikkan lagi. Ya masih belajar untuk menjadi lebih baik lagi. walau kurang kenapa di 2022 enggak digambarkan mereka punya anak. Kan kalau gitu lebih lengkap huhuhu. Sojoonya sibuk ke masa depan mulu sih. Dan tekhnologi masa depan makin canggih ya bang… hapenya transparan coy! LG ada rencana bikin hape beginian kayaknya… wkwkwk tapi kenapa mobil mah gitu-gitu saja? enggak ada sponsor kali wkwkwk.

Akting para pemainnya enggak ada masalah. Bagus-bagus. Lee Jehoon dan Shin Minah chemistrynya juara! Begitu poster drama ini keluar saja sudah terlihat kalau chemistry mereka bakalan bagus. Benar saja, begitu episode pertama langsung terasa. Biasanya episode awal-awal chemistry pemainnya belum kerasa, tapi kalau mereka tuh langsung klik. Berasa jodoh wkwkwk. Kalau enggak inget Minahnya sudah punya Kim Woobin, pengen aku bawa ke KUA wkwkwk. Kelebihan drama ini chemistry mereka tuh. Benar-benar seperti pengantin baru. Kita bisa merasakan rasanya saat mereka jatuh cinta, saling khawatir, saling sedih. Apalagi pas Marin harus nunggu Sojoon 2 tahun. Disitu aku larut banget. Shin Minah keren parah aktingnya disitu. Lee Jehoon juga mengagumkan banget di drama ini tuh. Suka parah sama chemistry mereka yang amat lovely. Menyenangkannya lagi, mereka tidak terganggu oleh second lead. Terbebas hamba dari second lead syndrome.

Tomorrow With You ini tuh salah satu drama bagus yang heartwarming also sweet. Sayangnya, tidak berjalan lurus dengan rating. Rating drama ini tuh hanya kisaran 1,3% doang. Untuk ukuran TV kabel jelas kecil apalagi ukuran TVN. Ukuran TVN tuh rating 3% saja terhitung lumayan. Kalau mau dibilang bagus harus diatas 5%, tapi drama ini enggak bisa mencapai hal ini. Wajar sih, soalnya drama ini memang bukan cup of tea kebanyakan orang. Lalu drama ini kuakui agak membosankan karena alurrnya lambat. Makanya ide cerita kayak gini mungkin lebih cocok jadi film atau kalau dram paling banyak 12 episode. Makanya yang enggak selera sama drama ini bakalan merasa bosan. Kalau yang suka sama drama tipe ginian sih pasti bakalan menikmati. Kalau buat aku sih drama ini nagih kok. Cuman kalau nontonnya enggak disekaligusin, macam aku, karena aku nontonnya on going, bakalan agak lupa gitu dan hasrat melanjutkannya enggak begitu gede. Tapi begitu sekali mulai, langsung nagih dan penasaran akan episode selanjutnya.

Overall, aku menyukai drama ini. Drama yang menghangatkan, manis. Hati-hati saja efek setelah menonton ini akan merasa baper, dan yang jomblo rasanya pengen punya pacar, dan yang udah masuk usia nikah rasanya pengen ikutan nikah jga hahaha. Lihat manisnya mereka rasanya jadi pengen nikah juga, apalagi lihat orang sekitar mulai banyak yang nikah *duuu.. saya sudah tua ternyata….*. cuman ya yang belum punya calon mah cuman bisa sabar saja menanti jodoh terbaik datang :” *curcol mulu naaan*. Yang udah ada calonnya, sok kode minta dihalalin wkwkwk. Yang belum masuk usia nikah, beresin sekolah saja dulu sana, gapai cita-cita gih wkwkwk. Beginilah kalau nonton drama romantis suka jadi pengen ikutan juga, padahal belum tentu siap hahahaha.

Ingin drama yang bikin baper dan manis? Tomorrow With You pilihan yang tepat. Enggak rugi kok meluangkan waktu 16jam kalian untuk menonton drama satu ini. 3,65 poin dari 5 poin untuk drama satu ini.

Saatnya berkata, yang halal memang lebih enak hahahaha. P.S : kalau sudah siap dan mampu wkwkwk.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s