[REVIEW] WHISPER

Sebelum aku mulai reviewnya, aku mau sedikit curhat dulu. Oke sekarang aku mau jujur. Aku akhir-akhir ini, eu lebih tepatnya setahun lebih kebelakang sedang mengalami semacam writer’s block. Hal ini sudah beberapa kali aku ungkit sih, cuman kalau kemaren-kemaren aku berusaha mengabaikan. Berasa gengsi saja, lebih tepatnya malu sih. Penulis amatiran ngak-ngaku writer’s block, tapi ya nyatanya aku jadi agak kesulitan menulis dan merangkai kata-kata. Sebenarnya ide yang mau aku tulis itu bejibun banget. Serius deh, tapi entah kenapa susah banget direalisasi dalam bentuk tulisan. Ketika sudah buka word, aku sering bengong untuk memulai. Kalau udah bingung trus ujung-ujungnya malas. Makanya aku enggak mau mengakui writer’s block, karena lebih tepatnya mungkin kemalasan memamng sudah terlalu menjangkitku dan pada akhirnya bikin sulit nulis.

Hal paling aku bikin sulit nulis adalah menentukan awal. Aku sudah tahu apa saja isi yang mau aku tulis, tapi aku enggak tahu harus mulai dari mana. Sebuah tulisan tentunya biasanya butuh kalimat pengantar alias pembuka, dan itu yang sering bikin aku bingung. Aku ingin mencoba ssesuatu yang beda, tapi pasti gitu-gitu lagi pembukanya. Monoton enggak sih rasanya? Setiap mau nulis review terutama, aku bingung mau bikin paragraf pengantar dari mana. Kalau kalian sudah pernah baca semua review aku, kalian pasti merasa kalau pembuka aku gitu-gitu saja, karena jujur aku bingung. Nampaknya aku masih butuh latihan, dan masih pada tahap coba-coba, seperti tulisan review kali ini.

Tulisan review kali ini aku buka dulu dengan curhatan yang sebenarnya enggak ada nyambungnya sama isi review. Cuman mungkin ke depannya aku bakalan bikin pembuka dari curhatan, kalau enggak ya balik lagi seperti biasa hahahaha. Maafkan ketidak konsistenan hamba. Kita lihat nanti ya apakah pembukaku masih gitu-gitu saja atau ada perubahan. Kali ini mood aku cukup bagus untuk nulis. Beberapa hari kemaren aku baru menyelesaikan sebuah drama yang baru beres tayang sekitar 2 minggu lalu. Langsung aku babat habis dalam 2 hari. Aku ingin berbagi perasaan aku mengenai drama Whisper ini dengan kalian.

Drama Whisper merupakan drama bergenre legal thriller, politic, drama minim romance yang berjumlah 17 episode. Drama ini menceritakan tentang Lee Dongjun seorang hakim yang sudah 10 tahun berkarir dan dikenal tentang keadilannya. Disuatu persidangan, Ia menjatuhkan hukuman yang cukup berat pada anak seorang ketua mahkamah agung atas tindak penggelapan dana. Tak berselang lama dari persidangan tersebut, diadakan peninjauan kembali apakah hakim-hakim yang bertugas layak diangkat kembali atau tidak. Sidak itu diketuai oleh ketua MA dengan juri-jurinya. Akibat dendam pribadi ketua MA dan juga juri-juri yang kerabatnya pernah dihukum oleh Dongjun, karir kehakiman Dongjun terancam. Disaat yang sama Ia diminta oleh ayahnya yang seorang presdir RS Hangang, dr Lee Hobeom utuk menikahi anak dari CEO firma hukum terbesar Taebaek, Choi Ilhwan. Hobeom membutuhkan Ilhwan untuk menutupi kejadian malpraktek dan juga urusan hukum mengenai bisnis rumah sakitnya. Ilhwan membutuhkan Dongjun karena kecermatan dan kesamaan nasib.Ia berharap Dongjun memiliki ambisi yang sama dengannya sehingga dapat meneruskan Taebaek dengan baik. Namun Dongjun menolak permintaan untuk menikahi anak Ilhwan, Choi Suyeon. Akibat tekanan pengangkatan kembali hakim, Dongjun terpaksa menyetujui pernikahan tersebut. Selain menyetujui pernikahan, Dongjun juga diminta untuk membacakan putusan sidang yang telah dibuat Choi Ilhwan. Sidang tersebut merupakan kasus pembunuhan seorang reporter Kim Sungsik dengan terdakwa Shin Changho yang juga rekan kerjanya. Tentu saja pembunuh sebenarnya bukan Shin Changho. Kasus ini sebenarnya melibatkan sebuah kasus yang lebih besar lagi dimana orang-orang Taebaek terlibat. Putri Shin Changho yang merupakan polisi, Shin Youngju berusaha membuktikan ketidakbersalahan ayahnya. Ia mencoba menyerahkan bukti yang didapat pada Dongjun, karena Ia percaya pada Dongjun yang takkan mengabaikan bukti konkret. Sayangnya akibat tekanan, Dongjun berkhianat dan menyatakan Changho bersalah sesuai perintah CEO Choi. Youngju yang marah pun berusaha menjebak Dongjun agar Dongjun mau bekerja sama dengannya untuk menangkap pelaku sebenarnya dan meruntuhkan Taebaek yang busuk didalamnya.

Wah gila nulis plot awalnya saja sudah ribet banget. Seperti yang terlihat yang diplot awalnya drama ini memang ribet, padahal sebelumnya aku udah bilang kalau aku enggak mau nonton drama yang berat. Cuman, hei di drama ini ada Lee Sangyoon, Lee Boyoung, dan ahjussi rasa oppa ku, Kwon Yool!. Pas tahu Lee Boyoung comeback setelah 3 tahun vakum, terus ditambah reuniannya sama Lee Sangyoon setelah My Daughter Seoyung, plus ada Kwon Yool. Nikmat Tuhan mana yang kamu dustakan!!! Wkwkwk. Aku suka Lee Sangyoon semenjak Liar Game, tapi masalahnya drama dia setelah itu enggak ada yang menarik perhatianku. Pas baca plot awalnya aku agak males karena pasti bakalan penuh intrik antara orang berkuasa dan orang berduit. Cuman legal drama tuh salah satu genre favoritku. Lalu ditambah pemain yang bagus-bagus, jadi kenapa enggak dicoba?

Aku enggak nyesel sih ngikutin drama ini. Waah gilaaa memang legal drama memang selera aku. Ditambah disuguhkan dengan konflik yang solid. Konflikny itu loooh mantap jiwa. Sekalinya nonton drama ini, enggak bisa berhenti. Nagih abis. Selesai satu episode, rasanya enggak sabar buat lanjut ke episode selanjutnya. Cuman butuh 2 hari untuk menyelesaikan drama ini. Kalau aku enggak inget buat tidur kayanya bakal aku lahap sehari saja.

Konflik yang intense antar tokoh yang bikin ketagihan. Kita bakalan penasaran dengan apa yang selanjutnya terjadi. Setiap tokoh punya strategi dan rencana masing-masing yang sama-sama kuat. Disaat kita mengira  rencana protagonis akan berhasil ternyata rencana antagonis jauh lebih matang. Menariknya lagi pertarungan pun tidak hanya terjadi antara pihak protagonis versus antagonis, tapi juga perseteruan antara masing pihak juga ada konflik tersendiri. Apaagi diawal-awal konflik antara Dongjun dan Youngju cukup kuat ya. Mereka merasa bahwa mereka dan rencana yang dijalankan merupakan jalan terbaik. Youngju seringkali menentang rencana Dongjun karena Dongjun lambat dan lebih menguntungkan dirinya dan Taebaek, sedangkan Youngju ingin Taebaek runtuh.

Drama ini memang bergenre legal drama, tapi menurutku legalnya enggak terlalu berasa. Dunia hukum hanya menjadi latar belakang, karena konfliknya sendiri lebih ke pertarungan sesama tokoh seperti yang aku bilang sebelumnya, dibandingkan pertarungan di dunia hukumnya, walau tetap ada kok kasus hukum yang diangkatnya. Cuman pembuktian kasus itunya lebih disajikan dnegan konflik antara orang berkuasa, orang beruang, dan orang yang tidak punya keduanya. Kalau kalian nonton kalian akan benar-benar merasakan konflik yang solid. Kalian yang suka sama drama yang konfliknya berat, kuat, dan greget dijamin bakalan menikmati drama ini.

Konflik yang intense juga bikin banyak plot twisted di dalamnya. Aku berapa kali terkejut dengan rencana tidak terduga yang hadir di alur cerita. Serius aku baru sekarang lagi nonton drama yang penuh dengan plot twisted. Hampir di setiap episode ada. Mengingat alur drama ini memang cepat, jadi disetiap episode memang ada rahasia tersembunyi yang terkuak, sehingga jadi yaw ajar sih jadi banyak plot twisted. Anehnya banyaknya plot twisted ini enggak bikin aku capek sama drama ini. Yang ada malah makin nagih dan enggak sabar buat ngeberesin drama ini. Whisper ini kan penulisnya sama kayak drama Punch. Buat yang sudah nonton Punch, bakalan terbiasa sama plot twisted drama ini. Polanya katanya sih masih sama kayak di Punch. Berhubung aku belum nonton Punch, aku jadi belum bisa berkomentar mengenai hal itu. cuman ya berdasarkan opini yang sudah nonton keduanya, mereka sudah enggak aneh lagi dengan plot twisted yang ada. Buat yang belum nonton Punch, hal itu akan menjadi akan jadi kejutan yang bikin jantung excited, seperrti yang ku rasakan saat nonton ini. Oh iya ngomongin Punch, Whisper dan Punch ini ternyata 1 universe, karena nanti di episode terakhir aka nada cameo dari pemain Punch.

Lagi-lagi kalau drama yang menceritakan mengenai lapisan masyarakat kalangan penguasa, aku merasakan realita. Disini juga diperlihatkan hukum yang tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Banyak rekayasa kasus yang terjadi, dan aku juga jadi teringat akan beberapa kasus besar di Indonesia. Di Taebaek sendiri kan terjadi kasus mega korupsi yang melibatkan banyak pihak, nah hal ini mengingatkan ku pada kasus e-ktp yang sedang bergulir. Kasus ini juga sama melibatkan banyak pihak dan banyak juga yang belum terungkap. Realita yang dirasakan makin berasa dengan karakter para tokohnya. Aku merasa semua tokohnya itu abu-abu. Enggak ada yang tegas putih ataupun hitam. Seperti dikehidupan nyata. Banyak orang baik tapi karena keadaan terdesak mereka bisa merusak prinsip mereka dan berubah berbuat kejahatan. Begitu juga dengan orang jahat, biasanya karrena keadaan dan mereka masih memiliki sisi manusiawinya. Paling terasa keabuan karakternya jelas sih pada Dongjun. Dia hakim yang tidak akan mengabaikan bukti nyata, tapi karena posisinya terancam Ia pun jadi mengabaikan fakta tersebut. Kalau dari sisi antagonis ada Suyeon yang berusaha mengendalikan Jungil, tapi pada akhirnya menyerahkan bukti karena demi kesehatan mental ibunya. Setiap orang pasti memiliki sisi terang dan gelapnya, dan di drama ini digambarkan dengan baik karakter tersebut.

Disini digambarkan banget orang-orang bisa berubah dem bertahan hidup. Mau karakter mayor, karakter yang minor yang erbabkti pada karakter mayor, semua tindakan mereka adalah agar mereka bisa bertahan hidup. Saling berkhianat, yang jadi jahat tiba-tiba baik, begitu juga sebaliknya tu semua dalam rangka memenuhi naluri survival mereka. Seperti karakter kepala sekretaris Taebaek, Song Taegon yang tampak tidka konsisiten, tapi hal yang dia lakukan itu dalam rangka survive. Dia tidak mau “mati” sendiri, tidak mau dibuang sehingga ia pun berusaha menjaring orang-orang Taebaek. Begitu juga dengan sekretaris Jungil, Jo Kyungho. Dia berkhianat dari Jungil karena pada akhirnya jika Ia menutupi kejahatan Jungil terus menerus, hidupnya pun akan terancam lama-lama. Rimba kehidupan banget enggak sih, dimana orang-orang bisa berubah agar tetap bisa bertahan hidup.

Konflik drama ini sudah seru, tapi sayangnya agak ternoda dengan beberapa plot holes. Seperti Jungil yang tidak terbukti membunuh. Ia hanya terbukti merusak mayat. Padahal kan ada bukti dari omongannya ddia sendiri. Di video jebakan yang dibuat Suyeon, disitu Jungil kan ngaku kalau Sangshik masih bernafas dan sudah melihat wajah Jungil, sehingga terpaksa Ia tusuk. Kenapa enggak pake video sebagai bukti. Kenapa cuman dari pernyataan Suyeon dan anak buah Baekgoo saja. Untungnya Jungil tetap mendapat hukuman akibat jebakan Dongjun dan Youngju. Memang benar sih, terkadang untuk menangkap penjahat harus memakai cara yang sama seperti yang dilakukan penjahat tersebut.

Awalnya aku pikir yang membunuh Sangshik itu Suyeon, karena Suyeon kan yang menyuruh Baekgoo. Cuman setelah dipikir-pikir dan diperliihatkan secara lengkap, memang betul Suyeon yang menyuruh, yang melukai awalnya adalah anak buah Baekgoo, tapi yang menghilangkan nyawanya adalah Jungil karena terpaksa. Pada akhirnya juga mereka merasa bersalah, karena baik Suyeon dan Jungil hanya berniat mengambil dokumen, bukan menghilangkan nyawa. Hal itu juga berlaku ke Dongjun yang ditusuk Baekgoo. Jungil hanya menyuruh Baekgoo untuk mengrim Dongjun keluar negeri, bukan untuk dibunuh. Makanya saat dijebak Dongjun, dia amat tidak menerima, karena dia memang tidak menyuruh untuk membunuh, tapi semua bukti (termasuk pernyataan palsu dr. Lee) mengarah kepada Jungil.

Lalu aku merasa kehadiran mantan Youngju, Park Hyunsoo enggak begitu punya efek dengan jalan cerita. Disitu hanya diperlihatkan keegoisannya, rasa cemburunya, terus sama dia membantu beberapa penyelidikan Youngju terhadap Taebaek. Selebihnya dia tiba-tiba pergi weh. Untuk ukuran mantan pacar, aku merasa impact kehadirannya enggak berasa. Kalau perannya hanya sekedar membantu penelitian Youngju ya sudah jadi rekan kerja atau sahabat Youngju saja. enusah jadi pacar lalu jadi mantan. Soalnya ada tidaknya dia enggak begitu ngaruh ke alur cerita sih.

Satu hal lagi yag aku sayangkan dari drama ini. Setelah mengetahui pola plot twisted dan storytellingnya SWnim nya, lama-lama menuju akhir aku sudah dapat menduga beberapa rencana dan alur yang akan terjadi. Aku lama-lama jadi terbiasa dan merasa enggak aneh di akhir-akhir. Padahal aku berharap ada suatu kejutan tidak terduga gitu. Cuman ternyata ya sesuai dugaanku. Siapa tahu ada rencana atau strategi menarik lainnya untuk menjerat Taebaek, tapi ternyata polanya sama, jadi akhirnya kurang semengejutkan diawal.

Alhamdulillahnya masalah plot holes, dan juga alur yang agak tertebak ini diobati oleh akting pemainnya yang bagus-bagus. Berhubung disini aktor semua dan banyak yang senior jadi akting jadi poin tambah banget. Mereka semua aktingnya bagus-bagus. Lee Sangyoon tuh dapet banget,  ukup karismatik, walau tetap sih peran yang apling nempel sama dia adalah Ha Woojin di Liar Game. Aku juga baru sekarang melihat Lee Boyoung serius, karena terakhir lihat Lee Boyoung di I Can Hear Your Voice walau perannya jadi pembela umum tapi karakternya somplak. Park Seyoung juga keren parah. Emosinya dia itu dapet banget. Kwon Yool sih villainnya jauh lebih dapat disini dibanding pas di Let’s Fight Ghost. Kalau kalian merasa Kwon Yool di Let’s Fight Ghost sudah bagus, di drama ini dia jauh lebih bagus. Atau kalian merasa akting dia sebelumnya kurang, disini serius bagus banget. Aku lebih menyukai akting dia disini. Salah satu performance terbaiknya. Mungkin karena emosinya disini lebih beragam sih. Jungil tuh nempel banget sama dia. PD nya sih mantap bisa menemukan pemain yang pas sama karakternya. Pengarahan juga bagus lagi.

Masalah romansa drama ini memang enggak kental. Cuman ya lumayanlah adegan romansanya bisa bikin otot rileks dan hati berdesir karena keromantisan yang ada. Macam kata-kata Dongjun ke Youngju as dia beliin sushi buat orang-orang di kantor polisi, “menurut undang-undang, jika memberikan hadiah kepada orang yang dicintai takkan dihukum.” Oh gosh! Aku senyum-senyum sendiri pas adegan itu hahahahaha:3. Proses jatuh cinta mereka kurang berasa sebenarnya. Aku bingung sejak kapan mereka jatuh cinta. Sejak kapan Dongjun melihat Youngju berbeda. Sikap dia yang berubah dan mau menghancurkan ke Taebaek itu karena rasa bersalahnya pada Changho atau karena rasa cintanya pada Youngju yang terus mengalami kesulitan. Aku rasa perpaduan keduanya sih. Ya walau proses jatuh cintanya enggak berasa, untung tertolong dengan chemistry Lee Sangyoon dan Lee Boyoung yang juara. Berhubung mereka pernah memerankan suami istri sebelumnya jadi enggak ada masalah dalam memabngun chemistry.

Begitu juga dengan chemistry evil couple, Suyeon dan Jungil. Aku lebbih menyukai kapal mereka dibanding kapal utama. Adegan mesra mereka juga enggak banyak. Adegan mesra dan manis mreka hanya sekedar lewat foto saja, selebihnya mereka lebih sering berinteraksi untuk menjalankan rencana mereka, Cuman anehnya aku tetap bisa merasakan chemistry mereka. Diawal-awal cukup dilihatkan kuatnya hubungan yang sudah dijalin 4 tahun. Mereka berusaha melindungi satu sama lain. Disitulah berasa banget chemistrynya, cuman aku sudah punya feeling kalau mereka bakalan pecah kongsi, tapi aku enggak nyangka saja mereka pecah kongsinya cepat juga. Di episode 7-8 mereka sudah terbelah dua. Aku pikir mereka bakalan pecah dan saling menyerang menjelang akhir-akhir, karena aku pikir mereka bakalan saling mengorbankan diri, tapi ya ketika hidupmu terancam, ya pasti naluri survival muncul. Untuk mempertahankan masing-masing akhirnya mereka saling berkhianat. Drama ini cukup menggambarkan ketika mantan menjadi musuh jauh lebih mengerikan ketimbang seseorang yang memang musuh dari awal.

Aku berharap mereka rujuk gitu diakhir-akhir, tapi aku tahu pengharapan itu enggak mungkin sih. Makin akhir malah makin sengit konflik diantara mereka, ditambah ayah Jungil, CEO Kang Yootaek dibunuh CEO Choi. Walau terjadi konflik antara pasangan ini, cuman aku masih bisa merasakan mereka itu sebenarnya masih saling sayang. Memang tujuan Jungil berpacaran dengan Suyeon agar bisa memiliki Taebaek, tapi selama ini perasaan dia memang tulus. Begitu juga dengan Suyeon yang tulus, makanya dia kecewa berat dan jelas marah saat tahu Jungil berkhianat. Jungil juga menjadi berkhianat karena rasa cemburunya pada Suyeon yang mencium Dongjun. Bisa dilihat saat Suyeon berusaha menjebak Jungil, begitu juga dengan Jungil yang menjebak Suyeon. Disitu terlihat perasaan mereka sebenarnya. Atau bisa dilihat juga saat Suyeon mencium Jungil diatap, dia bertindak seperti tidak merasakan apa-apa, tapi setelah Jungil pergi reaksi Suyeon langsung berubah. Mereka kalau tidak egois dan saling memikirkan perasaan satu sama lain, pasti masih bersama hingga akhir episode. Ya tapi gimana ya, dalam rangka bertahan hidup dan mereka yang lebih mencintai diri mereka sendiri, jadi ya harus berkhianat.

Berhubung genre utamanya bukan romance jadi aman dari second lead syndrome. Aku pikir Suyeon nantinya akan menyukai Dongjun jadi tercipta cinta segi empat dan perebutan tokoh utama pria. Untungnya hal itu tidak terjadi. Kalau terjadi ah no no no no jadi makjang banget ceritanya. Menurunkan kualitas sih. Suyeon memang sempat membuat Youngju cemburu –dan juga membuat Jungil cemburu tanpa Ia sadari- tapi hal itu Ia lakukan karena tidak emnyukai Youngju dan untuk menunjukkan kekuasaannya.  Loveline yang tercipta sudahlah amat bagus menurutku. Enggak usah dirusak dengan orang ketiga, karena konflik Taebaek sendiri sudah rumit.

Akhir drama ini baik sih. Seperti tujuan pada legal drama, orang yang bersalah harus dihukum. Mereka semua mendapat hukuman yang setimpal dengan kejahatannya. Dongjun pun harus menanggung konsekuensi atas perbuatannya dulu. Untungnya Ia mendapat keringanan karena Ia lah yang membuka agar kasus ini diusut. Dongjun benar-benar sudah berkorban banyak agar keadilan tertegakkan.  Nama Changho juga bersih sebagai pembunuh. Aku agak enggak nyangka sih Youngju keluar dari kepolisian dan sekolah hukum agar bisa menjadi pengacara. Dia terinspirasi untuk membela orang-orang yang dibutuhkan semenjak berjuang di kasus ayahnya. Lagipula dnegan Youngjun membuka firmanya sendiri, Dongjun keluar penjara, Ia tetap bisa bekerja di ranah hukum walau surat izin pengacaranya dicabut. Ayahnya Dongjun juga walau enggak mendapatkan hukuman pidana, tapi sisa hidupnya dia mendapatkan hukuman tersendiri. Pada akhirnya memang orang yang dekat dengan kita karena kekuasaan, harta akan menjauh saat kita jatuh. Dongjun dan Youngju juga bisa memulai hubungan dengan lebih tentram. Sayangnya nih katnaya pas Dongjun keluar penjara, Youngju mau bawa makanan bikinan dia sendiri, tapi kok malah enggak ada sih. Aaah.. kecewa penonton.

Whisper memang bukan drama yang akan menyentuh selera semua orang. Hanya orang dengan selera tertentu yang akan menyukai drama ini. Dan juga walau aku masih lebih menyukai Defendant  tapi drama ini tetaplah drama yang bagus dan menarik. Banyak pesan moral yang bisa diambil. Salah satunya nih, jangan sesekali berbuat kejahatan atau berbohong karena sekalinya kita melakukan hal itu kita akan terus terjebak disitu dan menciptakan kejahatan atau kebohongan baru untuk menutupi kejadian awal. Drama ini layak kok mendapat 3,85 poin dari 5 poin bagiku.

Jangan abaikan bisikan untuk nonton drama ini gengs!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s