[REVIEW] CIRCLE

Genre science fiction bukanlah genre yang masuk dalam daftar genre favoritku, tapi bukan berarti aku enggak suka. Genre ini tuh termasuk hit or miss buat aku. Kalau cerita tersaji dengan apik, menarik, dan tentunya bagus, aku akan menyukai cerita dari genre tersebut. Namun kalau cerita science fictionnya tidak tersaji dengan baik, not well done, aku biasanya akan menghindari dulu film-film science fiction. Macam film Interstellar, bagus sih, tapi aku enggak ngerti, bahkan aku lupa ceritanya saking pusingnya. Jadi aku menghindari film-film science fiction untuk beberapa saat. Terakhir film Dr. Strange cukup menyita perhatianku akan genre sci-fi. Cuman ya gitu, aku enggak terlalu menggilai cerita itu. so far belum ada cerita sci-fi yang nempel  sampai berbekas di hati dan di ingatan, sampai pada akhirnya aku menonton  drama Circle yang bikin aku terbayang-bayang dan merasa kehilangan setelah menyelesaikan drama tersebut.

Circle merupakan drama bergenre science fiction, thriller, mystery. Drama yang berjumlah 12 episode ini memiliki 2 bagian cerita, yaitu part 1 mengenai beta proyek di tahun 2017. Sepasang kembar, Kim Woojin dan Kim Bumgyun di tahun 2007 mengalami suatu peristiwa yang mereka percayai melibatkan alien. Disitu mereka bertemu dengan seorang wanita cantik yang mereka percayai adalah seorang alien. Kemudian wanita itu dirawat bersama mereka dan ayahnya diberi nama Byul. Sampai suatu harri Byul dan ayah si kembar menghilang. Semenjak itu Bumgyun terobsesi dengan hal-hal berbau alien, sehingga menyebabkan dia di penjara. Woojin mencoba lebih realistis. Sampai tiba di tahun 2017, Woojin menjadi seorang mahasiswa yang cerdas. Di kampusnya sedang ada aksi perlawanan terhadap pihak rektorat karena biaya kuliah. Para aktivis tersebut tiba-tiba meninggal karena bunuh diri. Namun pihak kepolisian merasa ada yang janggal. Bumgyum yang sudah keluar penjara pun merasa itu semua perbuatan alien. Woojin sendiri mencurigai kakaknya, karena kakaknya terus menyelidiki alien. Bumgyum pun berusaha membuktikan bahwa alien itu ada dengan menunjukkan sosok seorang wanita yang mirip Byul. Wanita tersebut adalah Han Jungyeon. Namun Woojin tak percaya karena Jungyeon adalah teman kuliahnya. Walau begitu Woojin curiga akan sosok Jungyeon karena mirip sekali dengan Byul dan ada keanehan pada dirinya. Setelah diselidiki Jungyeon dan Bumgyun punya tujuan yang sama untuk mencari tahu kasus bunuh diri para aktivis. Sayangnya Bumgyun yang sedang menyelidiki tiba-tiba menghilang. Woojin pun panik dan berusaha mencari kembarannya itu dengan bantuan Jungyeon. Selama mencari Bumgyun, Woojin dan Jungyeon pun menemukan fakta mengejutkan.

Part 2 dari drama ini menceritakan Seoul ditahun 2037 Brave new world dimana Seoul dibagi menjadi dua bagian yaitu normal earth yang kondisi lingkungan yang buruk dan smart earth dimana kondisi lingkungannya amat terjaga dan semenjak 15 tahun berdirinya smart earth tidak terjadi kejahatan karena adanya stable care system. Warganya dipasang chip sehingga emosi dan ingatan mereka dapat terjaga, sehingga tidak akan terjadi kejahatan. Sayangnya 5000 hari tanpa kejadian itu harus ternodai dengan sebuah pembunuhan yang dilakukan oleh seorang wanita. Pelaku pembunuhan tersebut merupakan korban kasus penculikan saat 20 tahun lalu. Pelaku tersebut menelepon kepolisian yang ada di normal earth karena di smart earth tidak memiliki polisi. Kim Joonhyuk adalah detektif yang ditugaskan untuk menyelidiki kasus tersebut. Joonhyuk sendiri selain menyelidiki kasus pembunuhan tersebut, Ia juga menyelidiki mengenai smart earth dan stable care system yang diduga berkaitan dengan hilangnya orang terdekatnya. Apa yang terjadi di tahun 2037 ini merupakan hasil dari apa yang terjadi di 2017. Kedua timeline ini memiliki masalah masing-masing yang akan terjawab pada timeline yang berbeda dan masalah dan jawabannya akan saling terhubung.

Awalnya aku enggak minat nonton drama ini, karena seperti yang dibilang di awal genre ini tuh hit or miss banget buat aku. Apalagi korea dari segi film pun jarang membuat genre yang seperti ini. Jadi aku enggak begitu yakin. Cuman saat tahu drama ini hanya 12 episode dan komentar orang-orang yang mulai menonton drama ini pada bilang seru, jadi aku putuskan untuk menonton.

Wah finally I found my crack drama in 2017. I feel withdrawal syndrome after this drama ended. Cuman satu kata buat menggambarkan drama ini, “awesome!”. Drama ini seru banget. Begitu mulai nonton drama ini, 15 menit pertama saja sudah penasaran dan jatuh cinta. Selesai 1 episode, tanpa sadar pasti ingin lanjut-lanjut terus sampai selesai. Begitu selesai berasa hampa dan masih terbayang-bayang dengan kisah drama ini. Aku sampai kebawa mimpi adegan-adegan drama ini  hahahaha. Susah move on.

Akhirnya setelah sekian lama korea bertumpu dengan drama genre romcom, thriller, drama, mystery, mereka mencoba sebuah genre baru yaitu science fiction. Drama korea masih amat jarang mengangkat genre sci-fi. Walau drama ini memang tetap terdapat sentuhan mystery, thrillernya, tapi fiksi saisnya amat berasa. Dari awal kita sudah dibawa dengan alien dan pengetahuannya. Ditambah dengan kemajuan tekhnologi di tahun 2037, dimana kita bisa melihat rekaman dari memori seseorang. Lalu ada telepon virtual juga. Benar-benar sudah maju tekhnologinya. Kalau dari segi cerita fiksi saisnya difokuskan dengan stable care system yang ternyata sebenarnya bermasalah. Stable care system ini dapat disalahgunakan untuk merekayasa ingatan demi kepentingan pribadi, terutama perusahaan yang memproduksinya, Human B.

Misteri-misteri yang muncul bikin kita penasaran abis dan nagih. Kita jadi menebak-nebak apa yang akan terjadi selanjutnya. Kenapa di tahun 2037 bisa terjadi kayak gini? Apa yang terjadi sebenarnya di 2017? Drama ini tuh keren plot twistnya. Kalau enggak terlalu memperhatikan detail pasti enggak akan bisa nebak. Aku berapa kali terkejut dengan jawaban dari misteri yang ada. Beberapa kali kita dibawa ke kemungkinan-kemungkinan, ternyata jawabannya jauh dari kemungkinan. Seperti aku mengira awalnya Joonhyuk itu Woojin yang sedang mencari Bumgyun, karena vibe mereka sama banget. Ternyata dugaanku salah. Aku menyadari dia bukan Woojin saat melihat Joonhyuk membuat roti. Yang bisa membuat pastry adalah Bumgyun. Disitu aku terkejut akan fakta Woojin yang hilang. Lah? Kan di 2017 yang hilang Bumgyun, kenapa sekarang malah Woojin? Apa yang terjadi? Pokoknya saat kalian mengetahui sebuah jawaban, pasti akan muncul pertanyaan lain. Jawabannya itu bisa saja di timeline 2017 bisa juga di timeline 2037. Kita benar-benar harus memperhatikan kedua timeline dengan baik.

Kalau aku sih karena kadang suka melewatkan detail, jadi banyak yang jawabannya enggak aku duga. Lagpula karena aku baru kali ini aku menonton drama korea dengan genre sci-fi jadi aku belum bsa membaca polanya. Aku bisa menduga jawaban dari sebuah misteri itu adalah di detik-detik misteri itu akan terungkap. Seperti siapa sebenarnya ketua Human B. aku memiliki beberapa suspect tapi dari suspect itu tidak terbukti. Aku baru bisa menduga disaat ketua Human B tersebut mengkonfrotasi (?) walikota smart earth. Saat disitu aku langsung merasa curiga dan ternyata 1 menit keudian tebukti dugaanku. Aku cukup terkejut akan fakta itu, karena saat di tahun 2017, dia tidak begitu terlihat mencurigakan. Begitu juga saat tahun 2037, kupikir dia orang baik. Ternyata dia adalah dalang dibalik kekacauan yang terjadi di smart earth.

Cerita di 2017 sendiri juga penuh kejutan. Aku sudah pikir kemana, tahunya jawabannya berbeda sekali engan dugaanku atau kalau tidak dugaanku yang asalnya benar tapi sempat tergeser karena plot twist yang ditampilkan dlam cerita. Seperti dugaanku kalau Jungyeon memang Byul, awalnya aku sudah curiga dia memang Byul, tapi karena twist yang ada aku kira bukan, tahunya memang benar dia. Kalau kalian suka cerita yang tidak terduga, kalian benar-benar akan dimanjakan drama ini. Kejutannya benar-benar bikin kita berkata “Wah gila sih ini! Huh, daebak!”. Sudah tak terhitung kayaknya aku ngomong daebak selama nonton drama ini. Minimal disetiap episode saja ada daebak, apalagi menjelang akhir-akhir. Mantap jiwa pokoknya.

Aku senangnya drama ini juga karena enggak ada basa-basi. Langsung ke inti. Cerita rumit ini saja bisa selesai hanya dalam 12 episode saja. alurnya cepat tapi rapi. Enggak ada tuh yang namanya adegan enggak penting. Cerita seperti ini sebenarnya bisa saja dipanjangkan sedikit. Aku enggak keberatan kalau drama ini menjadi drama 16 episode, tapi ya 12 episode ini sudah komposisi yang pas. Awalnya drama ini rencananya hanya 10 episode saja, tapi mungkin kalau 10 episode masih ada yang kurang keeksplor. Alur yang cepat ini bikin nagih, dan stidaknya rasa penasaran kita enggak akan lama. Rasa penaaran kita akan terjawab ya maksimal di episode selanjutnya lah. Atau kalau bisa juga terjawab di bagian kedua dari drama ini pun terjawab. Detail drama ini juga bagus. Aku bisa merasakan perbedaan yang amat jelas antara 2017 dan 2037. Detail-detai tersebut juga ternyata bisa menjadi “sennjata” cerita yang tak terduga. Detail yang kita abaikan ternyata memegang peranan penting pada drama.

Semua kejadian di 2037 adalah akibat dari kejadian 2017. Percobaan yang dilakukan ayah Woojin, ayah Jungyeon dan juga Profesor Park Donggun. Orang-orang tersebut merupakan kunci dari kasus menghilangnya Bumgyun dan juga Woojin. Tujuan baik mereka, ternyata memiliki dampak yang amat buruk. Sebenarnya semua berawal dari Byul. Kalau saja Byul tidak membagi tekhnologi yang Ia miliki, mungkin itu semua tidak akan terjadi. Awalnya Byul membuat tekhnologi tersebut untuk membantu Woojin. Namun karena “keserakahan” para peneliti, terutama professor Park untuk mengontrol orang lain, tekhnologi tersebut disalah gunakan.

Kita bisa menyadari kalau tekhnologi itu memang macam dua mata pisau. Ia bisa memberi manfaat, tapi bisa juga menjadi senjata makan tuan. Tinggal gimana kita memanfaatkannya. Dan harus seperti ayahnyasi kembar, Kim Gyucheol, ketika menyadari efeknya lebih buruk, dia tidak jadi mengembangkannya. Sebenarnya tujuan dari ayah Jungyeon, Profesor Han Yongwoo baik. Ia ingin membuat dunia yang lebih baik. Tidak ada kejahatan, cuman yang dia lakukan untuk penelitian tersebut mengorbankan orang-orang tidak bersalah, sehingga secara tidak langsung dia pun menambah daftar kejahatan di dunia. Profesor Han juga tidak menyadari efek yang akan timbul dengan tekhnologi stable care tersebut. Makanya walau antagonis, tapi dia memiliki tujuan mulia, sehinga Jungyeon masih mau memanggilnya ayah dan merawatnya di akhir. Berbeda dengan Profesor Park yang awalnya memiliki sisi kemanusiaan, tapi keserakahannya sebagai peneliti dan sadar jika Ia bisa mengontrol dunia, Ia mengembangkan tekhnologi tersebut untuk menyalahgunakannya. Memang pengembangan tekhnologi itu harus hati-hati, jangan sampai malah menimbulkan efek yang lebih negatif dibanding positif.

Makanya kalau ditanya, seandaikan tekhnologi ini beneran bisa berkembang dan ada, apakah aku akan memilih memakainya, apa tidak? Aku pribadi sih milih enggak. Emosi terkontrol itu enggak enak. Setiap kita panik, takut, cemas, marah, jika eosi-emosi itu harus ditahan, lama-lama bisa gila dan kesiksa. Ditambah memori yang bisa diotak-atik. Memori buruk dan kejahatan diblokir. Enggak manusiawi itu namanya. Kita harus berani menghadapi rasa sakit tersebut. Memang benar seperti kata Woojin pengobatan terbaik untuk PTSD adalah melupakan memori tersebut, tapi professor Han sendiri juga tidak setuju akan hal itu. memori itu tetap bagian kehidupan manusia. Dengan memori tersebut membuat kita menjadi manusia yang lebih baik, jika kita pernah melakukan kesalahan kita masih ada rasa bersalah dan ingin menebus dosa tersebut. Bukannya melupakan seolah tidak terjadi apa-apa. Hal itu sangat tidak sehat. Kalaupun tekhnologi ini bisa berkembang, mungkin lebih kepada bisa melihat rekaman memori, tapi tidak bisa mengubahnya. Dipikir tekhnologi ini memang bisa membantu, apalagi kepolisian dalam kesaksian,. Hanya saja jika tekhnologi itu bisa untuk mengubah, memblokir memori. Aku tidak setuju.

Buat yang enggak begitu suka sci-fi mungkin akan merasa enggak begitu menarik karena drama ini berbicara tentang misteri dan juga tekhnologi, tapi kalau kalian sadar inti cerita drama ini tuh bukan tentang tekhnologi dan misterinya, tapi rasa kekeluargaannya. Di kedua part drama ini, kita benar-benar difokuskan kepada pencarian anggota keluarga yang hilang. Kembar yang terpisah. Disitu kita benar-bbenar menyadari makna keluarga mereka. Walau seberantem apapuun sama saudara, tapi da tetap sayang. Begitu salah satu menghilang, si kembar akan berusaha mencari bagaimanapun caranya. Rasa percaya, dan kasih sayang itu menjadi kekuatan mereka untuk menemukan saudaranya yang hilang. Kehangatan keluarga dan persaudaraannya terasa banget. Setiap melihat momen si kembar itu aku merasa kebahagian, kegetiran, tersentuh, dan juga hangat yang sama. Emosinya sampai banget. Mau gimana pun keadaannya, mereka saling menerima dan mau saling berkorban agar saudara mereka bisa selamat. Cerita persaudaraan si kembar inibenar-benar jadi kekuatan yang kuat untuk drama ini.

Selain juga kalian yang menyukai romance jangan takut tidak mendapatkan kemanisan cinta dari drama ini. Selain cinta keluarga, ada jjuga cinta teman, dan juga lawan jenis pastinya. Ini masih memiliki ciri khas dari drama-drama korea. Mau genrenya apapun juga, pasti diselipin kisah manis mah sedikit. Walau tidak ada perkembangan hubungan, dan hanya sebagai bumbu, tapi ya lumayan lah, adegan manisnya bikin senyum-senyum. Macem hubungan Jungyeon dan Woojin, dimana Woojin jelas terlihat tertarik dengan Jungyeon. Seperti yang dilihat dari rekaman memorinya, Woojin selalu melihat Jungyeon. Atau juga hubungan Bumgyun dengan Minyoung. Minyoung yang tulus menunggu Bumgyun 10 tahun merawat Bumgyun yang enggak sadarkan diri, dan juga 10 tahun menanti Bumgyun yang mau menjalin hubungan karena Bumgyun amat fokus mencari Woojin. Aku suka kedua pasangan ini sih, tapi paling kerasa chemistrynya sih Woojin dan Jungyeon. Jungyeon itu macam cinta pertamanya Woojin sih. Aku suka banget momen-momen mereka di awal episode. Lucu banget lihat Woojin yang terpesona dengan Jungyeon.

Drama sebagus ini adalah hasil kejeniusan penulis dan PD nya. Tim penulis drama ini cukup banyak loh sampai 6 orang. Biasanya hanya butuh sekitar 3-4 paling banyak. Cuman karena drama in membutuhkan detail dan koneksi plot yang baik, pasti membutuhkan banyak otak untuk menyusun cerita ini. PDnya juga bisa menerjemahkan cerita yang ditulis SW nim dengan baik. Lalu akting pemainnya juga enggak kalah penting. Yeo Jingoo, walau masih muda, tapi karena meniti karir akting dari kecil, membuat his performance jinja wanjeon daebak. Aku baru sekarang melihatnya sebagai pemeran utama, dan aktingnya mantap soul. Keren banget emosinya. Terus Kim Kangwoo juga keren abis. Awal episode aku terkecoh karena ku kira dia adalah Woojin yang diperankan Yeo Jingoo karena mereka meiliki vibe yang sama. Ternyata Dia adalah Bumgyun di tahun 2037. Cuman setelah tahu dia adalah Bumgyun dan memperhatikannya, kenaifannya sama banget seperti yang ditampilkan Bumgyun 2017 yang diperankan oleh Ahn Wooyeon. Dia belum banyak portofolio, tapi dia benar menunjukkan potensinya. Emosi dan chemistry dia dengan Yeo Jingoo juga dapat banget. Mantap pokoknya. Gong Seungyeon juga bermain baik. Aku baru pertama kali melihat akting dia, tapi aku langsung menyukainya disini. Walau aku masih agak terganggu dengan akting menangisnya dan karakter strongnya di tahun 2037, tapi no problem.

Kalau ditanya kurangnya drama ini. Aku bingung jawab apa. Drama ini beneran rapi, serius. Aku merasa tidak ada plothole. Hmm mungkin ada sih, tapi akunya enggak sadar, atau lebih tepatnya lupa hahaha. Kalau aku sampai lupa, berarti enggak mengganggu, jadi bukan masalah besar. Paling ya menurutku cerita tentang aliennya enggak begitu ke eksplor. Masih jadi tanda tanya besar. Sudah dapat dipastikan Jungyeon itu alien, karena dia tidak menua-nua. Berarti jelas kalau waktu rotasi dia berbeda dengan bumi. Tapi kenapa bisa DNAnya sama. Berasal dari planet apa dia? Terus aliennya hanya sebagai dasar tekhnologi yang dikembangkan. Planet asal Jungyeon jauh lebih maju, sehingga memiliki tekhnologi tersebut. Selebihnya tidak ada. Makanya kalau alurnya membawa alien, aku rasa kurang tepat karena aliennya tidak begitu diceritakan.

Akhir drama ini juga sama sih agak open ending. Kasus di drama ini sih beres. Stable care system bisa dihancurkan eu.. dihilangkan tepatnya. Profesor Park alias menteri Park mati, dan itu hukuman yang pantas buat dia. Woojin tetap ada, tapi dalam bentuk kloningan =( Woojin aslinya sudah mati dari tahun 2022. Awalnya Joonhyuk tidak mau menerima Woojin yang hanyalah kloningan. Tapi setelah dipikir-pikir, dia memiliki tubuh Woojin dan ingatan Woojin, jadi tetaplah Ia adalah Woojin. Setidaknya kalau kloningan kan enggak akan nambah tua *iya gitu? Sok tahu*, jadi dia bisa sama Jungyeon yang juga enggak tua-tua hahaha *keukeuh kapal harus berlayar*. Cukup happy ending sih, walau menyisakan begitu banyak pertanyaan. Macam Woojin yang hidup sekarang kan kloningan ke 3, bagaimana nasib kloningan 1 dan 2 nya? Matikah? Gagalkah? Atau apa? Lalu yang paling jelas adalah teka-teki Han Jungyeon. Jungyeon sampai 2037 tetap tidak ingat kehidupannya sebagai Byul, tapi itu memang lebih baik sih untuk dia. Dia lebih baik hidup sebagai Han Jungyeon daripada Byul. Cuman yang bikin penasaran, dia berasal dari planet apa? Apa tujuannya kesini? Apa hubungan alien dengan tekhnologi yang mereka punya? Cuman setidaknya kita dapat mengetahui waktu rotasi planetnya ke planet bumi. Di akhir diceritakan tentang penampakkan sinar terang dank abut gelap di langit. Kejadian yang sama seperti yang dialami si kembar di tahun 2007. Hal itu menandakan kedatangan alien, dan kejadian itu ada dari tahun 1986, 2007, dan 2037. Setiap 30 tahun sekali mereka datang ke bumi. Ya setidaknya Byul enggak kayak Do Minjoon yang harus nunggu 400 tahun Byul hanya butuh 30 tahun saja hahahaha *abaikan ini*. Ya jadi seperti lingkarran yang enggak akan ada habisnya sih si misteri itu kalau diartikan dari akhir dramanya sesuai judulnya. Cuman tetap saja melihat akhir seperti ini jadi berharap ada season 2 dengan pemain utama yang sama tentunya dan lebih membahas tentang alien itu. ayo TvN aku amat menantikan season 2 dari Liar Game, Signal, and now Circle.  Season 2 juseyo PD nim… SWnnim… TvN Sajangnim hehehe.

Circle, kamu adalah drama 2017 pertama yang kuberi nilai diatas 4 yaitu 4,3 poin dari 5. Sayang banget drama sebagus ini ratingnya enggak begitu bagus. Rating paling tingginya cuman 2,7% dan episode terakhir hanya mencapai 2,5%. Untuk ukuran Tv kabel enggak buruk sih, tapi ya enggak bagus-bagus amat. Cuman katanya sih aku baca-baca di koreanya sendiri drama ini cukup populer. Nampaknya orang-orang lebih banyak menonton online dibanding langsung. Lagi-lagi rating enggak menentukan suatu kualitas drama. Enggak akan nyesel deh kalian nonton ini, apalagi kalau kalian ngaku science fiction geeks harus nonton drama satu ini!

Insya allah susah move on hehehe

 

 

 

P.S : diatas tanggal 17 juli aku enggak yakin bisa nulis review drama sering dan lengkap. Tapi akan kuusahakan untuk tetap nulis review walau cuman sedikit. doakan yaaa wkwkwk

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s