[REVIEW] FALSIFY

Falsify_(Korean_Drama)-p1

Legal drama selalu menjadi sebuah penasaran tersendiri buatku. Aku dari kemaren-kemaren ngakunya lelah nonton drama-drama berbau hukum yang berat-berat, tapi pada akhirnya, ujung-ujungnya aku malah nonton lagi kalau ada yang baru, apalagi kalau ada yang bilang drama itu menarik. Drama Falsify ini lah sanggup memecah keteguhanku untuk tidak menonton drama hukum.

Drama berjumlah 32 episode (total 16 jam) yang memiliki genre legal, politik,drama ini menceritakan seorang jurnalis bernama Han Muyeong yang bekerja untuk Aeguk news yang dikenal sebagai media sampah karena selalu merilis berita skandal politik tanpai mengindahkan aturan, walau begitu mereka dianggap pahlawan karena banyak membongkar kasus-kasus yang tak berani diangkat oleh media besar. Muyeong bersama rekan-rekannya di Aeguk sedang menelusuri sebuah kasus perdagangan manusia. Muyeong sendiri memiliki motif saat menjadi jurnalis dan menyelidikin kasus tersebut. Dia ingin mengetahui penyebab kematian kakaknya yang dibunuh saat sedang mencari sebuah berita. Kakaknya, Han Chulho merupakan jurnalis dari surat kabar Daehan yang merupakan media terbesar saat ini. Akhirnya Muyeong menemukan titik terang bahwa semua kasus yang Dia selidiki mebawa satu jawaban pada artikel-artikel palsu kakaknya dan Chulho berusaha memperbaiki itu semua dan menyelesaikan sebuah artikel kebenaran yang sayangnya belum terselesaikan. Muyeong menyadari lawannya adalah Daehan. Muyeong pun bekerja sama dengan Lee Sukmin kepala tim dari splash team Daehan yang memberontak pada Direktur Daehan, Gu Taewon, dan juga dengan seorang jaksa wanita yang dilemmpar dari pusat karena membangkang perintah atasan, Kwon Sora.

Awalnya aku enggak niat untuk nonton drama ini. Aku ingin istirahat dari drama-drama legal. Cuman aku baca komenan, pada bilang drama ini menarik kok. Saat Forest of Secret tayang banyak yang bilang drama itu bagus banget, tapi aku enggak tertarik nonton karena aku lelah dengan drama legal. Bahkan sampai sekarnag pun aku tak berniat memilih drama itu. Lalu saat tahu Falsify yang memerankan Nam Goongmin dan karakter Nam Goongminnya mirip kayak karakter dia di Chief Kim. Jadi aku pikir wah kayaknya bakalan seru nih. Bakalan lucu. Aku tergoda untuk nonton drama ini. Cuman aku enggak cari tahu info dengan baik. Drama ini sama sekali jauh dari kata komedi. Kesamaan karakter Han Muyeong dan Kim Sungryong adalah sama gilanya. Mereka akan melakukan apapun bahkan jika itu adalah hal gila dan tak mungkin demi mencapai tujuan mereka yaitu mencari kebenaran. Cuman aku enggak nyesal sih pilih drama ini.

Layaknya drama legal, drama ini merupakan drama yang intense. Dari awal episode pun tensinya sudah langsung tinggi. Permasalahannya langsung ditampilkan. Maksud dan tujuan utama para tokohnya pun langsung tergambar. Disini semua karakternya kalau enggak hitam ya putih. Walaupun ada yang terlihat abu-abu tapi pasti dominannya tuh kelihatan antara dominan putih dan hitam. Kita penonton selalu dibawa penasaran dengan misteri utama kasus ini. Misteri utamanya tertutup dengan baik sih, walau kasus-kasus lainnya mudah tertebak. Aku menyukainya kasus-kasus disini adalah kasus-kasusnya gamblang sekali kalau mereka semua saling berhubungan. Konflik antar kasusnya begitu kuat, kita akan dibuat bertanya-tanya apa hubungan antar karakter. Masing-masing punya kekuataan dan kepentingan.

Drama ini benar-benar menggambarkan kekuataan media. Media berperan penting banget dalam situasi kenegaraan. Mereka benar-benar menggiring opini public. Opini public ini lah sering dimanfaatkan oleh berbagai pihak berkepentingan. Sekali lagi aku menyadari bahwa opini public itu bisa menyeramkan itu, dan media itu se powerful penguasa. Mereka benar-benar dapat mengendalikan masyarakat, bahkan media juga bisa membuat sebuah rumor menjadi fakta, ataupun sebaliknya. Kasus-kasus yang dilaporkan media, mungkin bisa jadi hanya 25% dari apa yang sebenarnya terjadi. Aku ngeri sendiri sih nonton ini. Bagaimana para penguasan dan yang pnya uang mengontrol media. Emosi juga melihat masyarakat dibodohi oleh media dan juga jurnalis yang terpaksa harus menulis cerita palsu. Chulho awalnya menganggap cerita palsu itu tidak masalah, Dia tak harus capek-capek nyari berita, tapi setelah Dia mengetahui fakta sebenarnya dibalik artikel-artikel palsu tersebut, dia menyadari bahwa sebuah artikel palsu saja bisa merubah banyak hal. Dan situasi drama ini pula sedang terjadi secara real di korea sana. Dimana petinggi KBS dan MBC yang membuat berita memihak mantan presiden sebelumnya yang dimakzulkan, Parrk Geunhye. Aku jadi mikir di Indonesia juga sebenarnya bisa saja terjadi banyak berita dipalsukan, atau berita pesanan. Sudah menjadi rahasia umum, beberapa media di Indonesia juga memiliki afiliasi dengan politik pihak tertentu. Apalagi kita tuh banyak banget berita hoax. Memang harus selalu bisa memilah berita sih. Hal yang kita anggap netral pun kita tak tahu apakah benar-benar terpercaya atau tidak. Seperti Daehan sebuah media besar yang dipercaya. Apapun yang dikatakan Daehan, masyarakat akan percaya.

Drama ini mendeskripsikan masalahnya dengan jelas sih. Mereka membahasnya dengan mendalam dan benar-benar digali. Hanya saja karena hal itu, kasusnya itu memang jadi besar banget dan rumit. Padahal itu adalah sebuah kasus untuk menutupi kasus lain, macam kasus Park Eungmo yang terjadi karena menutupi kasus Nam Kyungmang. Kasus Nam Kyungman sendiri meutupi kasus Faith Center. Ah kalian kalau enggak fokus aku jamin bakalan pusing sama drama ini. Drama ini memang membutuhkan kemampuan berpikir yang cepat untuk mencerna kebenaran dari setiap kasusnya. Hubungan kasusnya sebenarnya cukup jelas namun rumit, jadi kalau aku pribadi sih lumayan nonton ini bikin capek juga, karena harus mikir, cuman aku tetap penasaran dengan jalan ceritanya. Aku amat menyarankan jangan maratn drama ini dalam sehari. Aku nonton dua hari saja merasa lelah. Sebaiknya kalian pecah tiga hari karena aku jamin kalian butuh rehat saat konfliknya menguat.

Cuman kalian jangan terlalu lama juga rehatnya karena sejujurnya drama ini entah mengapa enggak membekas. Jadi aku begitu beres nonton ini di hari pertama, pas besok lanjut, aku tiba-tiba lupa saja. perkembangan kasusnya gimana, terus tokoh-tokoh yang terlibat kasus itu siapa saja. butuh waktu sekitar beberapa menit untuk mencerna kelanjutan dari hari pertama. Entah mungkin otakku kemaren terlalu ngebul kali ya jadi berasa membal saja cerita kemaren yang masuk tuh. Aku enggak tahu, apa mungkin karena faktor penulisan naskahnya atau pembawaan cerita sutradaranya, tapi drama ini adalah tipikal drama yang bisa amat kamu nikmati saat menonton, tapi begitu beres, ya sudah. Sudah selesai enggak berasa dampaknya. Cuman salah satu faktornya kata aku sih perkembangan karakternya yang enggak berasa. Aku enggak bisa merasa keterikatan dengan karakternya. Biasanya kan kalau nonton drama, kita suka merasa nempel sama karakternya. Cuman kalau drama ini sih ya sudah pas nonton saja, setelah selesai, ya sudah.

Lalu drama ini juga lumayan berat kan, tapi enggak cuman dari segi cerita dan konfliknya, dari segi Bahasa dan percakapanpun lumayan berat. Banyak percakapan yang panjang dan menggunakan kata kiasan atau pepatah korea gitu, jadi harus mikir maksudnya apa. Untung aku menggunakan sub dari ayyuperawat. Dia disitu banyak menjelaskan maksud dari kata-kata kiasan yang diucapkan penonton, jadi aku cukup terbantu untuk memahami maksud dari para tokoh. Kalau enggak ada bantuan itu, mungkin aku akan butuh waktu lebih lama untuk mencerna.

Walau begitu, buat kalian yang suka drama yang berbau politik dan konflik yang kuat aku jamin bakalan suka sih sama drama ini. Apalagi jika menghindari romance drama ini memang pas. Enggak ada satupun pasangan yang akan dijodoh-jodohkan, paling Sora dan Muyeong sedikit ada tanda-tanda, tapi aku berterima kasih mereka enggak kentara loveline nya karena akan benar-benar enggak berasa chemistrynya dan kalau ada romance kebayang sih bakalan menghancurkan cerita. Enggak tepat saja rasanya menempatkan romansa di drama ini. Aku sempat mengira akan adda loveline antara hoobae-sunbae Gong Jiwon dan Na Sungshik di Splash Team, tapi ternyata tidak. Aku sedikit berharap sih, karena mereka amatlah sangat cute tapi lebih baik enggak ada love line. Drama ini jadi benar-benar fokus akan membongkar setiap kasus dan alasan mengapa Chulho terbunuh. Semua kumpuan puzzle kasus ini benar-benar mengarah pada artikel tak terselesaikan oleh Chulho. Untuk membuat artikel tersebutlah Chulho hingga terbunuh.

Drama ini memiliki jajaran pemain yang sudah memiliki nama tersendiri di bidang akting. Nam Goongmin yang sudah terbukti, lalu ada Uhm Jiwon master di chungmuro, Yu Junsang dengan banyak pengalaman di musikal, drama. Sang villain pun Gu Taewon yang diperankan Moon Sunggeun merupakan pemain senior. Akting emreka semua bagus sih, delivery emosi dan percakapannya terjalin baik. Lalu chemistry antara tim Aeguk dan Tim splash juga berasa banget. Aku suka banget tim kerja dan persahabatan mereka. Saling mengajari, saling menegur namun saling perhatian. Begitu juga dengan bromancenya Muyeong dan Sukmin. Sukmin amat care dengan Muyeong layaknya adik sendiri. Dia benar-benar merangkul sebagai sosok kakak dan juga sosok senior.

Akhir drama ini sih mungkin agak menggantung, seperti meminta untuk dibuat musim kedua dari drama ini. Kita masih dibuat bertanya-tanya siapakah para Tetua itu? kita hanya tahu salah satunya adalah ayah dari pengacara Cho Youngki pemilik firma noah. Apa saja kejahatan yayasan Sahae dan apa rencana utama badan keamanan nasional dengan program faith center? Siapa lagi orang-orang dibalik itu semua. Pasti ada itu, aku yakin. Pertanyaan-pertanyaan itu masih menggantung dari pikiranku, namun kalau mengingat tujuan utama tokoh utama kita adalah untuk mengetahui siapa yang membunuh kakaknya, rasanya drama ini sudah memiliki ending yang memuaskan. Kita tahu jawaban kenapa Chulho terbunuh, kasus apa yang diseldikinya, lalu orang-orang jahat yang terlibat mendapatkan hukumannya, walau para Tetua belum tersentuh. Lalu Muyeong yang ingin berhenti pun tidak jadi karena ternyata darah jurnalis dan mencari kebenaran ada pada dirinya. Spalsh team juga jadi kembali kuat dengan banyaknya jurnalis yang bergabung, Daehan mungkin akan membaik walau salah 1 antek Taewon, kepala editorial Jung Haedong tidak dipecat. Dengan masih adanya Haedong pasti akan menjadi batu sandungan tersendiri, tapi mengingat splash team yang kuat dan Sukmin yang sudah menjadi kepala editorial, rasanya Daehan akan bisa mengatasinya. Overall, the ending is well excecuted *also the drama too*.

Aku kasih poin 3,75 dari 5 poin untuk drama ini. Sebuah drama yang memiliki kisah menarik, produksi yang tereksekusi dengan baik, dan konflik yang nendang. Aku amat menyarakan sih kalau suka drama berbau hukum politik dengan romance less drama ini akan cocok untuk kalian.

Gunakan media dengan bijak guys! Efeknya luar biasa~

Notes : cing demi ieu mah, serius, aku mau rehat dulu dari drama hukum politik procedural dan sejenisnya. Hamba lelaaaah wkwkwk *tapi kalau ada yang seru mungkn akan ku pick muehehehe*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s