[REVIEW] STRONGEST DELIVERYMAN

STRONGEST DELIVERYMAN

Genre : Slice of life, romance, drama

Episode : 16 episode (total 16 Jam)

Sinopsis : Menceritakan seorang pemuda bernama Choi Kangsoo yang bekerja sebagai pengantar makanan yang tak pernah berdiam di suatu wilayah lebih dari dua bulan. Kangsoo memiliki sifat yang baik, senang menolong orang dan mau terlibat dengan masalah orang lain sehingga dia memiliki banyak sekali jaringan pertemanan di seantero Seoul. Akibat dari sifatnya ini, diberhasil membuat bisnis berbasis aplikasi online jasa pengantaran. Kangsoo bersama teman-temannya Jatuh bangun membangun bisnis yang tentu saja tak mudah dan banyak rintangannya.

Why I Watched : Aku butuh drama yang ringan, dan pas sekali Go Kyungpyo akhirnya menjadi pemeran utama setelah dua drama sebelumnya menjadi second lead yang tersakiti =(. Aku jadi agak kepo sama drama satu ini. Ya mumpung punya banyak waktu dan ada wifi wkwkwkwk.

Kesan : Drama ini tuh penuh dengan keimutan. Banyak sekali adegan yang amatlah cute dan juga ringan. Drama ini pun sebuah drama yang membangkitkan perasaan semangat dan jangan pantang menyerah. Drama ini adalah tipikal cerita yang begitu menghangatkan hati. Sifat gotong royong yang biasanya ditonjolkan masyarakat Indonesia, disini kita bisa lihat dengan jelas. Pertama kali lihat gerombolan teman-teman Kangsoo sesama pengantar tukang makanan pakai motor rame-rame aku kaget dan juga ngakak sih karena berasa melihat geng motor tapi versi mang-mang delivery. Aku jadi ngebayangin kalau di nangor juga kayak gitu, mang-mang hipotesa, kedai indra, atau mang-mang Go-Food juga begitu wkwkwwk. Berasa nonton drama keluarga tapi versi pendeknya.

The interest thing :  Banyak banget pesan moral yang bisa diambil dari drama ini. Orang yang butuh motivasi harus menonton drama ini. Berasa melihat motivasi Mario teguh tapi dalam versi cerita. Disini kita bisa lihat enggak ada salahnya berbuat baik kepada orang lain, karena suatu hari kebaikkan kita akan dibalas, apalagi saat kita membutuhkan. Kangsoo sering banget nolong orang, makanya begitu dia butuh bantuan orang lain atau dituduh melakukan tindakan kejahatan, teman-temannya siap menggantikan dan membantunya sebagai ucapan terima kasih dan solidaritas. Efek dari membantu orang lain juga dan bekerja diberbagai wilayah selama 5 tahun, membuatnya memiliki banyak teman dan jelas itu membangun jaringan koneksi. Disitulah dia bisa membangun bisnisnya. Jelas membangun bisns itu tidak mudah, ditambbah dia membangun bisnis berbasis aplikasi. Kangsoo yang tidak memiliki latar belakang IT tidak akan bisa mengerjakan itu sendiri. Dia pun mendapat bantuan orang lain. Atau masalah dana, Dia mendapatkan investasi dari teman-temannya dari berbagai wilayah. Memang benar ya kalau mau bikin bisnis memng diperlukan koneksi jaringan yang luas. Pesan moral lain seperti yang aku sebutkan sebelumnya, ada makna pantang menyerah, gotong royong, terus semangat. Cerita tentang pemeran utama wanitanya pun Lee Dana pun banyak pesan moral. Hidupnya yang begitu sulit membuatnya tak mau terlibat dengan banyak orang bahkan mencoba bunuh diri. Namun Untunglah Dia enggak jadi, dan akhirnya mendapat jalan keluar untuk masalahnya.  Selama kita punya keinginan dan usaha, bisa tercapai dan tiap maslaah ada jalan keluarnya. Itu lah pesan yang ditampilkan oleh karakter Dana.  Cerita para side story dari para tokohnya juga menarik sih, terutama pasangan chaebol Oh Jingyu dan Le Jiyoon. Mereka sangatlah cute! Jangan lupa juga karakter Lee Dana yang kuat macam preman tingkat bela dirinya sanggup membuat para pengantar makanan lainnya jiper untuk menggoda dirinya. Aku menyukai karkter Dana yang cukup beda dari drama-drama biasanya.

The Bad Thing : Untuk ukuran slice of life aku merasa terkadang drama ini terlalu angan – angan. Penyelesaian setiap masalahnya tuh kok berasa gampang banget ya. kayak macam tinggal panggil teman-teman kamu saja, semua bisa teratasi. Setiap masalah yang timbul berasa cepat banget penyelesaiannya, kayak kasus Jingyu yang menutup jalan demi balapan liarnya. Pembuktian bahwa itu Jingyunya cepat banget rasanya, walau memang iya sih kekuatan sosial media berkata segalanya, tapi kok bisa banget kebetulan ketemu anak yang jadi saksi mata di toilet pas lagi main game online. Lalu menjatuhkan  Jung Hyeran juga rasanya hanya semalam. Padhl mah kan biasanya ada penyelidikan dulu dan bertahap, cuman lagi-lagi Kangso dan lainnya menggunakan kekuatan massa. Dan enggak begitu diperlihatkan perjuangan beratnya, karena apa-apa begitu ada masalah, bingung, eh tiba-tiba datang solusi saja. padahal kan biasanya dalam hidup solusi tidak semudah itu ditemukan. Perjalanan bisnis Kangsoo pun terasa begitu cepat. Lalu drama ini kan punya banyak karakter dan masing-masing punya cerita, jadi rasanya kurang ke eksplor karena waktu tayang yang sedikit. Drama ini sebenarnya mungkin lebih cocok jadi drama keluarga dengan jumlah 50 episode mengingat banyak cerita yang bisa dieksplor dan juga perlu penggambaran lebih dalam membangun bisnis “Strongest Deliveryman” ini. Jatuh bangun dan rintangan yang dihadapinya harusnya bisa lebih didramatisir kalau jumlah episodenya diperpanjang. Kalau drama ini jadi drama keluarga aku rasa dia akan memiliki cerita yang bagus.

Chemistry & Akting : Akting dari pemain drama ini banyak yang pemain baru juga atau pemain lama yang biasa menjadi side character, walau begitu tapi akting mereka oke-oke dan Go Kyungpyo sih aku enggak pernah meragukan akting dia, akting dia selalu bagus. Chae Soobin juga oke punya. Aku terakhir melihat dia sebagai antagonis di Sassy Go Go, pas lihat dia menjadi karakter yang kuat, sangatlah fresh dan berbeda. Kim Sunho dan juga Go Wonhee pun walau tergolong pendatang baru, aktingnya apik. Masalah chemistry, chemistry  Go Kyungpyyo dan Chae Soobin oke sih, tapi aku merasa kurang kuat. Malah tertutupi oleh chemistry Kim Sunho dan Go Wonhee. Pasangan chaebol ini memang mencuri perhatian banget. Mereka sangatlah cute. Aku bisa merasakan keimutan dan chemistry pasangan itu dari pertama kali mereka bertemu saat kencan buta.

Second lead syndrome : Enggak sih, karena second leadnya punya pasangan sendiri. Jingyu pada awalnya memang terlihat tertarik dengan Dana, tapi setelah dia terkena kasus, dia menjadi biasa saja, kalau Jiyoon terlihat jelas sekali ya kalau dia menyukai “ahjussi”nya, Kangsoo. Aku melihat Jiyoon tuh lucu banget sih, Dia itu menempel pada Kangsoo tapi enggak menyebalkan. Untunglah Dia memang dipasangkan dengan Jingyu sehingga mereka bisa jadi pasangan yang amat cocok dn juga lucu. Pasangan second lead ini justru menurutku malah lebih menarik dibanding pasangan utama Kangsoo dan Dana. Perkembangan karakter dua orang keturunan  Mereka memang scene stealer banget dan aku amat menantikan adegan mereka berdua sih.

Ending : happily ever after. Bisnis dilingkungan Kangsoo dapat bertahan dengan baik akibat kerjasama antara Pebisnis, Kangsoo, dan juga pemilik gedung. Lalu bisnis restoran Jungga milik Jung Hyeran bangkrut, dan Jiyoon dan Jingyu mau membantu dan mendampingi Hyeran. Lalu Jiyyoon pun melakukan pekerjaan yang diinginkannya sebagai guru TK dan Jingyu mendampinginya juga dan mungkin masih sambil bekerja di Strongest Deliveryman. Bisnis Kangsoo tetap berjalan dan Dana tidak jad keluar Korea dan menggunakan uangnya untuk kuliah. Sayangnya enggak digambarkan nih sebesar apa bisnsis Kangsoo sudah berjalan. Aku berharap padahal setidaknya ada gitu wawancara tentang pebisnis muda sukses dengan narasumber Kangsoo. Overall, oke sih akhir ceritanya. Puas.

Rate : 3,55 poin dari 5 poin

Verdict : cuteness overload!

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s