[REVIEW] AGE OF YOUTH 2

Salah satu kebahagiaan yang tiada tara bagi penggila drama korea adalah saat mengetahui drama favorit akan dibuat musim keduanya. Begitulah diriku saat di awal tahun ini mendengar kabar Age Of Youth akan dibuat musim keduanya, setelah dimusim pertamanya kita diberi open ending dengan sejuta pertanyaan.

Age Of Youth 2 masih mengusung genre slice of life dengan bumbu romance comedy. Jumlah episode pada musim kedua lebih banyak 2 episode dibanding musim pertama, yaitu sebanyak 14 episode. Cerita yang disajikan masih mengenai gadis-gadis penghuni Belle Epoque. Yoon Jinmyung  yang sudah lulus kembali dari liburannya di china selama 1 tahun kini memiliki pekerjaan tetap. Lalu Jung Yeeun yang masih struggle dengan rasa traumanya terhadap kekerasan dan membuatnya menjadi selalu merasa insecure. Kemudian si maknae, Yoo Eunjae yang menghadapi rasa patah hati pertamanya setelah putus dari pacarnya, Yoon Jongyeol setelah berpacaran selama 1 tahun. Si moodmaker Song Jiwon yang pada musim lalu tidak begitu dibahas ternyata memiliki masa lalu kelam yang harus Ia hadapi. Terakhir, sayangnya sosok unni badass, Kang Yina hanya tampil sebagai cameo di episode awal dan juga akhir. Yina diceritakan pindah kota karena bosnya membuka toko baru. Kamar Yina kemudian diisi oleh anak baru bernama Jo Eun. Eun terlihat dingin dan tak peduli ditambah fisiknya yang tinggi seperti pria dan rambut pendeknya. Walau begitu Eun merupakan sosok yang memiliki luka dalam karena konflik keluarganya.

Seperti biasa drama ini selalu membuat tokohnya berasa hidup dan keberadaannya enggak jauh dari kita. Lagi-lagi sebagai anak muda berusia 20an aku bisa relate lagi nih sama masalah keseharian mereka. Saat kita harus berhadapan dengan orang baru, saat kita menghadapi putus cinta. Seperti juga saat narasi bahwa kita menyadari dunia akan baik-baik saja walau tanpa kita. Nonton ini tuh memang selalu bisa membuat kita berkata, “Ah gue juga gitu!”.

Musim kedua ini memang lebih mengeksplor karakter Song Jiwon yang dimusim sebelumnya tidak banyak cerita. Awal kedatangan Eun ke Belle Epoque pun ternyata berkaitan dengan permasalahan yang akan Jiwon hadapi. Walaupun agak maksa sih masuknya Eun ke tempat kost ini, tapi justru itulah titik utama dari konflik drama ini. Karakter Jiwon yang gila, ceria, ternyata memendam sesuatu yang traumatis bagi dirinya. Musim kedua ini memang dibuat untuk karakter Jiwon. Walau begitu, masing-masing penghuni Belle Epoque ini tetap memiliki cerita tersendiri yang menarik perhatian. Bahkan sebenarnya kasus Jiwon sendiri baru dibahas menjelang akhir dari drama ini.

Drama ini tetap enggak kehilangan ciri khasnya, ringan namun mendalam. Cerita yang disajikannya ringan, namun pemikiran setiap tokohnya bikin kita juga ikut berpikir dalam dan menganalisisnya. Kenapa sih setiap karakternya berbuat seperti itu? Jika kita mengerti pola pikir mereka, kita akan mengerti juga setiap tindakannya. Drama ini sanggup bikin kita jatuh cinta makin dalam, apalagi dengan musim kedua ini aku malah makin mencintai dan memiliki drama ini.

Untuk review drama ini enaknya sih bahas satu persatu karakternya kali yaa….. soalnya aku bingung kalau mereka dibahas secara keseluruhan. Lagipula aku greget sih kalau enggak bahas mereka satu per satu. Banyak soalnya yang harus diceritakan.

Kita mulai dari yang paling tua dulu ya. Yoon Jinmyung. Dia enggak banyak berubah sih, tetap menjadi sosok paling tenang dan dewasa. Disini terlihat banget dia menjadi sosok ibu bagi para penghuni yang lain. Image dia di mata anak baru, macam robot yang tidak punya emosi. Makanya Eun kaget lihat dia punya pacar dan bisa panik gara-gara konser perpisahan Asgard. Pas tahu Han Yeri balik lagi bakal meranin Jinmyung, aku senang, karena penghuni Belle Epoque butuh sosok dia yang tenang dan dewasa. Kehidupannya kini setelah 1 tahun lebih tenang dari sebelumnya. Keadaan ekonominya enggak jauh beda sih, seperti yang disebutkan di wawancara, enggak jauh lebih baik, karena dia masih harus bayar hutang, tapi setidaknya dia memiliki pekerjaan tetap. Bicara mengenai Dia dapat pekerjaan di perusahaan entertainment cukup menarik sih. Disaat peserta lainnya menunjukkan bakat seni, memiliki pengetahuan idol yang luas, Jinmyung bilang secara jujur dia enggak punya waktu untuk itu. Hanya Bigbang grup yang dia tahu semua membernya. Sudah pesimis, eh tahunya dia diterima. Kalau menurutku justru karena dia enggak banyak tahu tentang Idol dia diterima. Memang sebaiknya pekerja di perusahaan entertainment bukanlah seorang fans, karena sering banget kalau fans kerja di perusahaan entertainment suka jadi menghancurkan.

Kehidupan dan screentime Jinmyung di musim ini enggak begitu banyak sih. Cerita dia agak flat menurutku. Walau begitu aku merasa Jinmyung memang layak mendapatkan ketenangan cerita di musim ini. Setelah di musim lalu, hidupnya benar-benar penuh cobaan, dan dia harus struggling berat menahan air mata. Setelah masalahnya selesai, wajar kalau hidupnya sekarang flat saja. Cerita dia dengan Heimdal juga enggak begitu ngaruh. Eh iya pas awal-awal dengar castnya, pas tahu si chef Park Jaehwan yang diperankan Yoon Park enggak akan main lagi, dan gantinya jadi Heimdal, disitu aku langsung enggak suka, karena aku berpikir Jaehwan dan Jinmyung putus. Aku enggak ridho mereka putus karena mereka adalah pasangan favoritku dimusim lalu. Masa mereka putus gitu saja? Walau aku berpikir lagi juga, ya wajar kali ya putus LDR 1 tahun enggak mudah. Eh tahunya enggak dong HAHAHAHA. Pas diawal-awal ep 2 langsung dijawab Jinmyung masih pacaran dengan Jaehwan ditelepon. ALHAMDULILLAH WKWKWK. Senang banget lagi Jaehwan di episode terakhir nongol walau cuman bentar banget doang sih, tapi disitu kita bisa tahu hubungan mereka memang kuat dan bisa lanjut ke jenjang yang lebih jauh.

Nah hubungan Jinmyung dan Heimdal ini lebih buat perkembangan karakter Jinmyung. Heimdal yang tiba-tiba kegeeran, nyangka Jinmyung fansnya dan hubungan mereka jadi akrab. Hubungan Jinmyung dan Heimdal ini lebih ke untuk menebus rasa bersalahnya Jinmyung pada adiknya karena dia tidak mengurus adiknya dengan benar. Heimdal ini mengingatkan Jinmyung pada sosok adiknya. Walau saat di epilog menyangkal, tapi kita tahu kalau Heimdal memang mengingatkannya pada adiknya. Mereka seusia dan memiliki semangat yang sama akan impiannya. Jinmyung yang awalnya enggak mau turun tangan, karena dia takut harus berurusan dengan orang baru dan ikut campur membuatnya harus bertanggung jawab pada orang tersebut. Dia sudah merasakan itu dulu kepada keluarganya, sehingga hidupnya menjadi sulit. Dia enggak mau kayak gitu lagi. Hanya saja Heimdal memang menjadi sosok yang Jinmyung khawatirkan, sehingga membuatnya turun tangan. Its not a bad thing to know new people. Pada akhirnya walau harus dipusingkan dengan konser perpisahan Asgard, tapi Jinmyung menikmati itu ,dan dia mendapat adik baru.

Ngomong-ngomong soal Asgard aku jadi baper. Kasihan banget mereka selama 5 tahun enggak terkenal dan pada akhirnya diputus kontraknya oleh perusahaannya. Ngingetin banget sama nu’est soalnya. Mereka juga sama 5 tahun jadi nugu, dan mereka juga nyaris disband kalau gagal di Produce 101. Untungnya berhasil. Hal ini juga sempat dibahas oleh Heimdal. Dia optimis Asgard akan terkenal, karena lagu 5 tahun lalu saja bisa naik ke chart which is its hello by nu’est, btw. Heimdal pun berpikir Asgard juga bisa. Aku kasihan sih lihat optimismenya. Heimdal tuh nunjukkin idol-idol jaman sekarang. Sekarang kan banyak banget idol nugu gitu. Heimdal tuh bertahun-tahun dijalur itu dari dia remaja sampai dewasa. Saat harus berhenti dia tidak tahu harus seperti apa, karena masa mudanya habis untuk meraih mimpinya menjadi seleb. Dia merasa sudah terlalu tua untuk meraih jalur lain. Sedih asli lihatnya. Aku sedikit merasa relate, disaat usia enggak begitu muda lagi, tapi impian kita enggak berhasil. Bingunglah mau ngapain. Bertahun-tahun investasi waktu disitu tapi nyatanya enggak berhasil. Untuk kasus Heimdal, disitu aku sadar jadi idol di korea itu enggak cukup kerja keras dan bakat saja. Semua orang juga bekerja keras dan berbakat, tapi karena persaingannya ketat mereka perlu faktor X dan luck. Sayangnya Asgard lack di faktor Luck.

Fans pentagon, universe kalian harus berterima kasih kepada drama ini karena selain member pentagon ikut main jadi member Asgard,  lagu pentagon – critical beauty jadi lebih dikenal. Di Dramabeans sama di forum soompi saja yang bukan kpopers jadi kepo sama lagu yang dibawakan Asgard dan jadi suka lagu itu. Moga pentagon nasibnya enggak kayak Asgard ya. Pentagon juga berbakat banget, apalagi setelah dikenalnya Hui sebagai komposer. Sebagai Melody kudukung kalian.

Back to Age Of  Youth 2. Cerita Jinmyung dan Heimdal merupakan salah 1 cerita yang unik untuk ukuran kdrama. Hubungan antara pria dan wanita tidak harus selalu tentang cinta. Hubungan tulus adik-kakak yang tidak sedarah pun bisa jadi sebuah kisah menarik, dan tereksekusi dengan baik.

Selanjutnya kita bahas Jung Yeeun. Disini kita bisa lihat betapa berbedanya Yeeun tahun ini dengan tahun lalu, terutama dari segi style. Dulu Yeeun begitu manis, modis dengan rok pendek. Sekarang dia hanya menggunakan kaos dan rok hitam panjang sederhana. Dia tidak ingin menarik perhatian pria karena rasa traumanya. Dia benar-benar menjadi dirinya saat bersama Belle Epoque. Dia harus menghadapi gunjingan orang-orang. Efek traumanya terhadap dia benar-benar besar. Enggak berani jalan sendiri, enggak berani natap cowok, hingga terlalu fokus kepada dirinya sendiri hingga membuat sahabat kampusnya, Han Yookyung berbuat tidak enak pada dirinya.

Kita juga jadi tahu berasal dari mana sih rasa ketakutan Yeeun akan berat badan dan rasa diabaikan. Dia takut dibenci apalagi setelah kejadian kekerasan setahun lalu. Ternyata itu semua dari keluarganya. Ibunya ingin keluarganya tampak sempurna. Di salah 1 epilog , diperlihatkan pada masa kecil Yeeun disuruh menurunkan berat badan, padahal nafsu makan dia gede. Dari situlah dia menjadi terobsesi dengan berat badan. Bukan semata karena pacar, seperti yang kupikir di musim lalu. Lalu rasa terabaikan dan dibenci juga berasal dari keluarganya yang dingin. Harus sempurna dan tidak memiliki image buruk, seperti yang terlihat di episode 13 apa 14 saat Yeeun makan malam bersama keluarganya. Disitu Ibunya menjawab semua pertanyaan untuk Yeeun dan berusaha menampilkan sisi bagus Yeeun. Yeeun merasa muak mengatakan yang sebenarnya, namun sayang respon keluarga besarnya juga tidak peduli dan tidak menunjukkan simpati.

Tumbuh di keluarga seperti itu membuat Yeeun jadi memikirkan pendapat orang tentang dirinya dan berasa hidup terpusat akan dirinya. Merasa dia yang paling menderita sehingga membuat persahabatannya dengan Han Yookyung dan So Kyungah hancur. Tapi memang apa yang dilakukan Yookyung jahat sih. Lagipula treatment yang mereka lakukan pada Yeeun salah juga sih. Padahal harusnya mereka cerita saja apa yang sebenarnya. Jangan terlalu memperlakukan Yeeun seperti seseorang yang sakit jiwa.

Trauma Yeeun mulai membaik semenjak dia berkenalan dengan Kwon Hochang. Hochang memiliki kondisi khusus, dia memiliki autisme -nampaknya juga dia memiliki OCD-. Kondisinya dia ini membuatnya menjadi korban bullying. Pertemuan antara Hochang dan Yeeun cukup beda, dimana Hochang menarik Yeeun menjauh dari “bully-an” teman-teman SMAnya. Yeeun jelas teriak dan ketakutan tapi akhirnya dia penasaran kenapa Hochang melakukan itu. Setelah mengonfirmasinya, Yeeun menemukan kesamaan dan ketulusan pada Hochang. Pada akhirnya mereka mulai saling menyembuhkan. Healing.

Hubungan Hochang dan Yeeun masih dalam tahap awal banget. Hochang yang clueless dan minim pengalaman membuat Yeeun harus banyak bersabar. Walau begitu kita tahu Hochang memang tulus, Yeeun juga. Apalagi dari cowok brengsek Goo Daeyoung ke Kwon Hochang yang polos. Yeeun memang layak kok. Masalah waktu hubungan kurasa mereka mungkin dapat bertahan. Untuk tahap lebih lanjut enggak tahu juga sih. Mereka masih butuh waktu untuk saling mengenal, memahami, dan menerima satu sama lain. Untuk menerima sudah mulai sih, Yeeun menerima nerd style-nya Hochang, kecuali bagian rambutnya wkwk. Mengingat keluarga Yeeun yang perfeksionis, pasti butuh waktu agar keluarga Yeeun menerima Hochang. Untungnya keluarga Hochang menerima Yeeun dengan hangat. Lucu banget lihat Yeeun syok dengan banyak dan rempongnya 3 noona Hochang. Setidaknya Yeeun bisa merasakan kehangatan keluarga dari keluarga Hochang.

Masalah trauma Yeeun mulai membaik dengan kehadiran Hochang, namun pasti trauma gitu tetap butuh waktu lama, bahkan seumur hidup. Pasti tetap membekas, tapi setidaknya Yeeun bisa menghadapi itu dan bisa menjalani hidupnya. Lalu perkembangan lain dari Yeeun Dia mencoba lebih tidak peduli sama omongan orang lain, salah satunya terlihat dari nafsu makannya yang kembali besar dan masa bodoh.

And wait…. BTW SEJAK KAPAN YA HOCHANG DAN YEEUN RESMI PACARAN? AKU ENGGAK NGEH? MEREKA TIBA-TIBA MESRA AJA PAS METIK APEL.

Next is, Yoo Eunjae. Eunjae yang sebelumnya diperankan oleh Park Hyesoo, kini diperankan oleh Jiwoo. Pas tahu Hyesoo enggak main lagi karena bentrok jadwalnya, aku merasa sedih dan enggak ridho karena walau aku kecewa dengan akting dia di Introverted Boss, tapi kalau untuk akting sebagai Eunjae, itu sudah pas dengam Hyesoo. Aku sampai berpikir kenapa enggak kayak Yina saja yang ceritanya pindah daripada peran yang sama tapi beda orang yang memerankan.

Saat awal-awal melihat Jiwoo sebagai Eunjae, aku melihat akting dia oke sih, tapi aku kok merasa Eunjae seperti orang yang berbeda. Karakternya cukup beda dibanding musim lalu. Dia jadi agak menyebalkan dan jadi lebih ekspresif, walau sikap muram dan canggungnya tetap masih ada. Aku awalnya merasa kenapa harus kayak gini Eunjaenya? Sudah beda orang, karakternya juga agak beda. Masalah ini juga cukup sering disinggung sih di drama ini, bagaimana mukanya agak berbeda *its so freakin hilarious anyway*  Tapi makin kesini, aku makin paham kenapa karakter Eunjae berubah seperti itu.

Eunjae sedang mengalami fase patah hati untuk pertama kalinya. Cewek tuh kan termasuk tipe yang awalnya biasa saja tapi seiringnya waktu jadi makin sayang, sedangkan pria suka sebaliknya. Nah begitu pula dengan hubungan Eunjae dan Jongyeol. Eunjae yang lagi sayang-sayangnya, tiba-tiba Jongyeol berubah menjadi dingin dan rasa ketertarikannya berkurang sehingga mereka mengakhiri hubungan mereka. Eunjae yang masih sayang, jelas lah kalang kabut. Dia benar-benar frustasi dan ingin bisa balikkan lagi dengan Jongyeol. Berbagai usaha dia lakukan, hingga kesannya ya ampun menyedihkan sekali. Karena hal ini pula jadi banyak yang enggak suka dengan Eunjae, bahkan hingga menyalahkan Jiwoo.

Menurutku perubahan karakter Eunjae itu hal yang wajar. Dia sedang patah hati untuk pertama kalinya. Tidak tahu harus berbuat apa, dan pasti butuh waktu banget bagi Eunjae untuk menerima kenyataan. Orang-orang yang baru patah hati memang banyak yang menyebalkan, karena aku pernah berhadapan dengan orang seperti itu. Kita kasih semangat untuk move on, enggak mau. Disuruh buat balikkan marah-marah. Maunya apa sih??? Begitu pula dengan Eunjae, sampai Jiwon juga bilang pilih lah salah 1, apakah Eunjae mau mereka memuji Jongyeol atau memaki Jongyeol. Saat Eunjae akhirnya memberanikan diri untuk mencoba balikan lagi dengan Jongyeol bahkan hingga mengajak Jongyeol ke motel. Disitu memang benar-benar “menyedihkan”. Enggak banget. Cuman itu sebuah pertahanan yang wajar, Eunjae benar-benar sedang frustasi.

Pada akhirnya, Eunjae bisa merelakan berpisahnya dia dengan Jongyeol. Aku suka banget sikap dewasanya dia saat resmi mengakhiri perasaannya pada Jongyeol, dan kata-katanya kena banget sih. Jangan terlalu baik padaku agar aku tidak salah paham, dan perlakukan pacar selanjutmu dengan baik. Karakter Eunjae dimusim ini mewakili orang-orang yang baru pertama kali pacaran dan pada akhirnya harus putus. Minim pengalaman membuat dia enggak jelas. Enggak tahu harus kayak gimana. Proses patah hatinya Eunjae ini menjadi proses pendewasaan juga bagi dia. Dia dapat belajar banyak hal dari hubungannya ini. And she still young. Still in early 20s. She can explore her journey and love also can find a better man than her ex.

Pas dideskripsi awal sebelum drama ini, disebutkan mereka putus, disitu aku merasa sedih. Aku suka pasangan ini karena mereka sangat cute. Cinta masa muda yang menggelora. Awalnya aku enggak ngerti kenapa mereka bisa sampai putus. Diawal kan hanya dijelaskan Jongyeol mendingin, sering datang telat kencan, bahkan sampai lupa. Eunjae meminta putus dengan harapan Jongyeol berubah, eh tahunya Jongyeol malah mengiyakan. Aku masih berharap mereka balikan, tapi setelah menonton epilog ep 11, aku memahami kenapa mereka putus dan memanh enggak bertahan lama hubungan mereka.

Dasar hubungan mereka enggak kuat. Jongyeol menyukai Eunjae karena cantik. Walau dia memiliki sifat murung yang bikin Jongyeol frustasi, tapi yang Eunjae cantik. Dia belum menerima Eunjae apa adanya. Disatu sisi Eunjae berpacaran dengan Jongyeol karena Jongyeol menyukainya duluan. Untuk yang belum pernah berpacaran seperti Eunjae itu hal yang wajar, ketika ada seseorang yang menyukai kita, pasti kita jadi kepikiran dan pada akhirnya jadi berpacaran. Sayangnya Eunjae ini orangnya tertutup. Dimusim lalu saja Jongyeol greget dengan ketertutupan Eunjae. Ditambah juga seperti dimusim pertama, Jongyeol sudah mengakui dia sudsh membayangkan dia dan Eunjae melakukan adegan nc-17. Begitu bisa berpacaran dengan Eunjae ekspetasi Dia pasti bisa merealisasikannya dong? Kita bisa lihat banget di epilog ep 11 dimana Jongyeol ingin melakukan perjalanan jauh sehingga bisa bermalam. Yeah if u know what i mean, buuut Sayangnya Eunjae enggak siap akan hal itu *nice* , lama-lama rasa ketertarikan Jongyeol berubah dan rasa sukanya menguap begitu saja. Dia tidak merasa atraksi lagi kepada Eunjae. Sebaliknya Eunjae malah makin sayang. Apalagi itu cinta pertama Eunjae, sedangkan bagi Jongyeol, Eunjae bukan cinta pertamanya. Mereka sudah enggak sejalan lagi dan ya putus.

Aku sempat diskusi di IG sama salah fambase drama yang merasa heran kenapa pasangan ini bisa putus. Padahal jelas-jelas Jongyeol sayang dengan Eunjae. Bisa dilihat pas di musim pertama, pas Eunjae masuk rumah sakit, Jongyeol khawatir banget. Kalau kata aku, wajar enggak sih? Saat itu lagi fase-fase awal. Fasenya lagi jatuh cinta,jadi wajar kan khawatir banget. Kalau menurutku, Jongyeol itu hanya sebatas menyukai Eunjae. Kalaupun sampai tahap sayang, hanya sedikit dan enggak kuat. Thats why they end up their relationship.

Eunjae pasti bakalan move on tapi butuh waktu. Salah satu junior Jiwon ada yang tertarik, mungkin akan membantu Eunjae membuka hati, tapi mungkin terlalu cepat sih untuk menjalin hubungan lagi. Eunjae perlu waktu. Ada juga yang ngeship Eunjae dengan Heimdal gara-gara metik apel dan pas kumpul setelah konser perpisahan Asgard mereka sama-sama enggak ada pasangan. Ya sama siapapun itu, semoga lebih baik dari Jongyeol.

Cerita Eunjae ini mewakili perasaan yang patah hati pada cinta pertama mereka di masa 20an. Proses pendewasaan dan perkembangannya tergambarkan dengan baik dan aku yakin pasti banyak yang relate juga dengan Eunjae. Kita pasti akan lebih dewasa setelah patah hati.

Lalu selanjutnya kita bahas si anak baru Jo Eun. Eun yang terlihat dingin ini menyimpan luka yang dalam terhadap keluarganya. Hubungan orang tuanya yang tidak harmonis, ayahnya menikah lagi, tapi ibunya tak mau bercerai. Dia terjebak disituasi itu, dan menyebalkannya orang tuanya melibatkan Eun. Sudah pasti lah Eun begitu terluka. Orang yang memahaminya hanya sahabatnya dari kecil ,Ahn Yeji. Semenjak itu juga dia memotong rambutnya pendek karena kalau panjang mengingatkan pada ayahnya yang suka mengingatkan rambutnya. Perawakannya yang tinggi hingga 178 cm, kurus, dan juga rambut pendeknya membuat dia bergaya seperti laki-laki. Dia enggak percaya diri. Makanya begitu Janghoon bilang dia menarik dan cantik, hati Eun berdesir.

Kedatangan Eun ke Belle Epoque cukup unik. Dia datang kesitu karena sebuah surat pink yang isinya jauh dari fisik surat tersebut yang manis. Dia merasa pemilik surat itu seperti dirinya yang frustasi dan membenci sekitarnya. Dia ingin menyampaikan surat itu dan juga keluar dari rumahnya yang situasinya buruk. Di Belle Epoque ini lah dia menemukan keluarga, sahabat, dan juga cinta, walau dia harus kehilangan sahabat lamanya. Masuknya dia ke Belle Epoque ini jadi healing tersendiri buat dia.

Pasangan Jo Eun dan Seo Janghoon ini menggantikan pasangan cute di musim lalu, Eunjae dan Jongyeol. Perkembangan hubungan mereka tergolong cepat ya. Dimulai dari Janghoon yang ingin membantu Eun untuk “menegaskan” pada Yeji kalau Eun tertariknya pada cowok. Bermula dari kepura-puraan, walau itu modusnya Janghoon saja sih wkwkwk. Mereka ini penuh lovey dovey namun tetap menyisakan keraguan karena Janghoon akan pergi wajib militer. Masa baru juga pacaran harus sudah ditinggal 2 tahun. Hal itu tentu saja enggak akan baik untuk fase awal-awal hubungan. Namun eun berani mengambil resiko itu. Ya masalahnya hati sudah bicara. Kehadiran Janghoon juga mengubah Eun perlahan menjadi lebih manis. Eun jadi pakai rok, berani menghadapi keluarga tirinya, dan aegyo dia jadi lebih keluar. Eun tuh sebenarnya penuh dengan aegyoShe’s cute in her own way.  Pas dia cemburu kelihatan banget tuh aegyonya, apalagi pas dia mabuk, lucu banget. Gemes sumpah.

Masalah keberlanjutan sih, masih belum dapat dibaca. Janghoon menerima Eun yang seperti itu, Eun juga menerima kekurangan Janghoon seperti tinggi badan. BTW masalah tinggi badan, asa bodor nama dia adalah Seo Janghoon tapi tinggi badannya hanya kisaran 170 cm. Kalau kalian suka nonton Knowing Brother kalian pasti bakalan tahu sama entertainer yang juga mantan atle basket, Seo Janghoon yang tingginya diatas 2 meter! Makanya ini ironis banget sih Janghoon SW nya memang suka ada-ada saja. Back to drama, Janghoon melihat Eun sebagai wanita, tapi mereka masih butuh waktu juga untuk saling mengenal dan memahami. Eun belum banyak cerita tentang keluarganya. Dia hanya bercerita mengenai persahabatannya dengan Yeji.  Janghoon juga belum banyak cerita. Wajar sih, baru pacaran juga. Butuh waktu dan pasti ingin yang bagus-bagus dong yang diperlihatkan. Ditambah Eun ditinggal wamil 2 tahun. Cuman mengingat sifat Eun, Eun bakalan setia sih, enggak akan lirik-lirik. Janghoon juga selama di militer apa sih yang bisa dilihat. Semoga saja hubungan mereka berlanjut.

Kisah yang diangkat oleh Eun ini adalah konflik keluarga dan juga konflike persahabatan yang sudah terjalin bertahun-tahun, nyaris seumur hidupnya Eun kali ya… Eun dan Yeji ini sudah berteman dari TK. Yeji yang selalu ada untuk Eun, saat Eun terluka karena keluarganya. Yeji tahu semua tentang Eun. Terbiasa bertahun-tahun hanya berdua dan berjanji selalu bersama, membuat Yeji jadi protektif dan mungkin agak menyimpang. Sebenarnya penyimpangan Yeji ini lebih ke rasa memiliki Eun lebih. Dia merasa hanya ada mereka berdua, dan Eun hanya butuh dia, hingga dia merasa seperti itu.

Makanya dia syok saat tahu Eun punya pacar. Lalu Yeji cemburu karena Eun menjadi lebih dekat dengan penghuni Belle Epoque dan mendapat teman dekat selain dia. Mereka memang kasarnya macam orang pacaran bertahun-tahun, terus tiba-tiba akhirnya harus pisah karena Yeji menyadari Eun berbohong padanya karena merasa tidak nyaman dengan “menempelnya” Yeji. Eun tentu merasa sedih harus “putus” dengan Yeji yang sudah bersama dengannya bertahun-tahun. Yeji yang selalu ada buat dia, memberi berbagai saran, menghiburnya, tiba-tiba harus menjauh dan mendapat teman baru. Hal itu tentu bukan hal yang mudah untuk Eun. Walau sudah ada Belle Epoque girls, but for Eun Yeji still the one. Makanya aku berharap banget mereka bisa rekonsialisasi, walau rasanya pasti akan beda. Sudah bertahun-tahun saling kenal dekat, tiba-tiba harus pisah, dan kalau bareng lagi pasti akan ada sesuatu yang berbeda enggak seperti dulu lagi. Huhuhuhu poor Eun.

Eun pada keluarganya walau tersakiti, tapi tetap saja tidak ada bekas orang tua dan anak. Dia tetap khawatir dengan ayahnya, bahkan dia juga mulai menyayangi adik tirinya. Dia tidak bisa sepenuhnya membenci. aku menyukai interaksi Eun dengan adik tirinya, apalgi pas ngiket rambut adik tirinya. Kenangan yang menyakitkan buat dia, tapi dia hadapi itu, dan mulai ikhlas. Semoga hubungan mereka selalu baik yaaa….

Nah last but not least, it’s Song Jiwon. Pembahasan karakter dia bakalan lebih panjang dari yang lain. Sengaja banget aku taruh diakhir karena memang banyak banget yang ingin aku bahas. Terutama masalah friendzonenya dia dengan Im Sungmin. Jiwon ini di musim pertama enggak banyak dibahas. Dia hanya sebatas moodmaker dan badut pengisi ruang komedi untuk drama ini. Aku sangat menyayangkan itu, karena aku merasa karakter Jiwon itu bisa banget dieksplor dengan luas. Thanks production team for making this season. I know this season is dedicated for our crazy girl, Song Jiwon. Cerita Jiwon tuh di musim lalu enggak dibahas. Hanya di sebutkan cluenya saja. Aku kan re run lagi musim pertama, setelah selesai musim kedua ini. Aku memperhatikan Jiwon, dan ternyata banyak clue yang sudah dikasih SW nim, dan ternyata jawabannya ada di musim kedua.

Aku ingat banget dimusim lalu, di salah satu epilog Jiwon menyebut nama Hyojin, dan aku mempertanyakan, who is she? kalian bisa lihat itu di reviewku untuk musim pertama.  Saat aku menonton lagi musim pertama, Jiwon tuh pernah bilang dia seperti melupakan sesuatu yang penting. Waktu belum ada musim kedua, kita akan mengira ah paling apaan doang sih. Sesuatu yang sebenarnya bukan masalah besar. Namun setelah adanya musim kedua ini, aku menyadari kalau itu adalah clue. Jiwon memang benar-benar telah melupakan sesuatu yang amat penting. Suatu kejadian yang mengubah kepribadiannya. Lalu Sungmin bilang dari kebohongan bisa menyebabkan kematian orang. Di musim pertama kita berpikir kebohongan Jiwon mengenai Dia bisa melihat hantu saja, tapi ternyata itu juga menjadi clue. Diamnya Jiwon terhadap hal buruk yang dilihat membuat hidup seseorang kacau, bahkan hingga bunuh diri.

Di musim kedua ini, Jiwon mendapatkan cukup banyak screentime dibanding musim pertama. Kedatangan awal Eun ke Belle Epoque dengan surat pink tersebut pun ternyata berhubungan dengan Jiwon. Musim kedua ini memang dibuat untuk menyelesaikan cerita Jiwon yang tak tersampaikan di musim pertama. Jiwon yang tampak selalu ceria, konyol, bahkan “gila” ini sesungguhnya menyimpan trauma masa kecil yang dia lupakan, namun ternyata hal tayang terlupakan tersebut membuat kepribadiannya berubah. Pas diperlihatkan disalah satu epilog yang menggambarkan masa kecil mereka, aku terkejut kalau Jiwon itu semas akecilnya pendiam dan tertutup. Beda banget dengan sekarang yang orangnya easy going, cerewet, dan humoris. Pasti terjadi sesuatu kan?

Selama ini kita pikir obsesi Jiwon terhadap sex adalah sebagai bumbu humor, ternyata penulis drama ini enggak sebercanda itu bray! Sifat terbuka dan obsesi Jiwon dengan sex selama ini ternyata akibat trauma yang Dia alami. Jiwon ternyata pernah melihat temannya sendiri, Moon Hyojin dilecehkan secara seksual oleh guru seninya. Jiwon sendiri hampir menjadi korban. Dia terselamatkan oleh sepatu cantiknya. Guru tersebut memilih korbannya yang tidak beruntung secara ekonomi. Begitu melihat sepatu cantik Jiwon yang bagus dan membandingkan dengan sepatu Hyojin yang jelek. Kalau guru itu memilih korbannya dari keluarga yang berada, pasti akan ribet jika harus berusan dengan hukum. Saat Hyojin sedang dilecehkan dia menyadari ada Jiwon yang melihat itu semua. Sebagai anak kecil Hyojin tidak bisa berbuat apa-apa. Dia berharap Jiwon yang melihatnya bisa membantunya. Namun Jiwon pun memiliki ketakutan yang sama. Dia pun akhirnya seolah-olah tidak tahu apa-apa, “berbohong” tidak terjadi apapun. Hyojin pun pindah sekolah dan menyadari Jiwon tidak pernah memakai sepatu cantik lagi tersebut. Eh atau sebenarnya selama ini Jiwon mencoba membongkar itu, dia menyebarkan rumor itu, namun orang tidak ada yang percaya. Cuman kalau dari cara ngomong Hyojin sebelum pisah dengan Jiwon, Hyojin bilang Jiwon enggak pernah pakai sepatu cantik itu lagi, berarti saat itu Jiwon hanya diam saja kan? Menyadari Hyojin mengetahui Jiwon menyaksikan itu semua membuat Jiwon merasa bersalah. Akhirnya dia jadi memiliki sifat mythomania. Dia jadi suka berbohong untuk mengatasi rasa bersalahnya. Ya intinya karena trauma itu Jiwon menjadi extrovert dan memiliki kebiasaan berbohong hingga dia harus menjalani terapi saat dia kecil.

Miris sih, disaat dia adalah seorang calon jurnalis tapi dia punya riwayat mythomania. Untungnya sih enggak ngaruh ke cara dia membuat berita. Terbukti dia memiliki penghargaan, dan saat kasus Hyojin ini terangkat dia merasa Dirinya enggak layak untuk menjadi jurnalis. Dia menjunjung tinggi kebenaran akan sebuah berita, saat tahu dia menutupi kebenaran pada kasus Hyojin, dia merasa dirinya enggak pantas untuk menjadi jurnalis karena Dia tidak memiliki etos kejujuran yang benar. Lalu Jiwon pun menjadi lebih kalem dan tenang dibalik senyum cerianya. Betapa kasus Hyojin ini tuh mengubah hidupnya Jiwon.

Dia pun sebenarnya takut akan sex. Saat dia akan dia ajak one night stand oleh seniornya, Jiwon menjadi tidak bereaksi sama sekali kan? Dia langsung hilang kesadaran. Alam bawah sadarnya naik dan mengambil alih agar itu semua tidak terjadi. Pada akhirnya sebenarnya dia takut akan itu. Rasa obsesinya pada sex dan keceriaan itu hanya sebagai tameng dirinya dari rasa trauma. Dia berusaha mengatasi itu semua dan pad akhirnya dia melupakan kejadian itu. Sayangnya, walau dia lupa, tapi Dia selalu dibayang-bayangi dan dihantui. Terbukti dari berdengingnya telinga dia. Ada yang mempercayai kalau sebenarnya Jiwon menderita penyakit serius, namun diawal-awal sudah disebutkan kalau dia sudah cek ke rumah sakit, dan semuanya normal. Hal ini berarti berhubungan dengan kesehatan mental dia dong? dan itu berhubungan dengan kasus Hyojin. Di musim lalu juga di epilog dia menyebutkan nama Hyojin tanpa sadar. Lalu hantu yang tersembunyi di lemari, kalau menurutku itu adalah rasa bersalah dan traumanya terhadap kasus Hyojin.

Saat dia mulai menggali ingatannya dia mulai merasa resah akan sesuatu yang dia lupakan. Sungmin berusaha menghiburnya dengan bilang itu mungkin bukan ingatan yang penting atau memang harus dilupakan karena buruk. Betul sih itu harus dilupakan karena buruk, tapi bukan berarti terlupakan begitu saja kan? Kenangan adalah suatu proses dalam kehidupan kita. Ada satu yang terlupakan pasti akan mengubah kehidupan kita. Jadi ingat drama The Forst , menghapuskan kenangan buruk untuk mengatasi trauma tidak akan menghasilkan hasil yang bagus, yang ada malah menjadi buruk. Begitu juga dengan Jiwon. Keceriaan Dia ternyata adalah tameng. Saat kenangan buruknya mulai terbuka sedikit demi sedikit, terutama saat mantan pacar Hyojin menyerang Jiwon, Jiwon tetap ceria, tapi dia tidak menjadi dirinya. Dia berusaha tetap ceria agar dia kuat dan bisa menghadapi itu semua dengan baik.

Perkembangan karakter Jiwon tuh paling berasa di musim ini. Saat dia sudah mengingat kembali itu semua, di akhir episode kita tetap bisa melihat dia yang ceria, enjoy her life dan masih gila akan cowok. Bisa dilihat saat anak-anak Asgard berlatih di depan Belle Epoque, cuman dia jadi terlihat lebih kalem. Sayangnya nih penyelesaian kasus Hyojin terlalu akhir dan rasanya diburu-buru, jadi kita enggak bisa lihat bagaimana cara Jiwon mengatasi semua trauma itu. Apa efeknya setelah dia mengingat itu semua? pasti akan ada perubahan karakter pada dirinya. Ada sesuatu yang berbeda, tapi sayang enggak digambarkan. Kita hanya bisa mereka-reka saja apa yang akan terjadi dengan Jiwon. Kalau gambaranku sih setelah kasus Hyojin ini, semangatnya untuk menjadi jurnalis untuk mengungkap kebenaran dan keadilan pasti akan menggebu dan membuatnya bekerja dengan baik.

Nah, Jiwon ini menjadi karakter yang meresahkan bagi para penonton karena epilog di episode 7 kalau enggak salah. Lihat deh yang versi youtube, soalnya kalau yang versi drama enggak benar tahunnya. Disitu kita melihat batu nisan mereka. Walau tanpa nama, kita tahu kapan mereka meninggal. Batu nisan dengan salib kelahiran 1995 adalah milih Yeeun karena yang lahir tahun 1995 adalah Jiwon dan Yeeun. Salib menandakan bahwa dia adalah seorang Kristen. Kita semua tahu bahwa Yeeun adalah seorang Kristen, bisa dilihat di musim pertama dia suka ke gereja setelah putus dari Daeyoung atau di musim ini kita lihat dia suka pakai kalung salib. Lalu yang kelahiran 1989 jelas milik Jinmyung karena dia yang paling tua. Batu nisan kelahiran 1997 adalah milik Eun atau ga Eunjae. Nah diantara mereka semua, mereka akan meninggal di usia tua, tapi ada satu batu nisan dengan tulisan tahun 1995 – 2025 dan itu kemungkinan milik Jiwon. wait…. berarti Jiwon akan meninggal di usia 30 tahun?? dan itu adalah 8 tahun dari sekarang? andwae!!!! Aku tahu, kematian adalah sesuatu yang normal dalam kehidupan fana yang tidak abadi ini, tapi kenapa kita harus tahu kalau dia mati muda? Dugaan itu makin kuat dengan epilog episode 13 dimana backsound lagu Jiwon kalau sedih diputar ada seorang anak kecil bersama ayah yang tidak diperlihatkan wajahnya, tapi kita tahu kalau itu Sungmin dari suaranya. Itu seperti suasana sehabis pemakaman. Oh no!!! Awalnya masih berkeliaran spekulasi, tapi pada akhirnya Park Eunbin mengonfirmasi sendiri kalau Jiwon meninggal pada tahun 2025. Dia menanyakan sendiri pada SW nim nya (bisa dibaca disini beritanya)dan SW nim nya menjawab kalau dia merasa Jiwon akan meninggal diusia 30 tahun saat sedang menyelidiki berita yang akan membawa kerugian pihak-pihak besar. SW nim why you so cruel to us and Jiwon???? huhuhuhu Mbok yaaa enggak usah dikasih tahu gitu kapan mereka meninggalnya. Kan merusak suasana banget. Ini drama comedy bukan mello!

Song Jiwon menjadi karakter favoritku setelah menyelesaikan drama ini pada kedua musim. Awalnya Kang Yina adalah favoritku, baru Song Jiwon. Namun setelah musim kedua ini dan Yina enggak ada, Jiwon menjadi karakter terfavoritku. Dia sosok yang ceria, gila, enggak ragu, dan satu dia wanita yang kuat. Dia menghadapi semua traumanya dan berusaha mengumpulkan kepingan ingatannya sendirian. Tanpa didampingi gadis-gadis Belle Epoque dan Sungmin, dia bisa menghadapi dan mengumpulkan ingatannya dengan baik. Sumpah aku bangga banget sama dia karena dia kuat menghadapi itu semua sendiri. It’s girls power!. Jiwon itu karakter yang menarik dan jarang ada di drama-drama. Banyak penonton juga yang menyukai karakternya di musim ini, tapi aku merasa SW nim nya malah tidak mencintai karakter ini seperti para penonton mencintainya huhuhu. Habisnya jahat banget sih Jiwon diduga mati muda dan romancenya dnegan Sungmin sampai akhir episode hanya sebatas some saja =(. Aku harap itu hanya troll dari SW nya, karena itu enggak masuk cerita utama, hanya epilog saja, dan di episode terakhir Jiwon mendapat telepon dari Ibunya dan menegaskan bahwa dia tidak akan mudah mati, dan bilang yang menyebarkan rumor itu pasti Taegon ahjussi. FYI, aja nih, Taegon adalah PD dari drama ini. Jadi aku masih berharap kalau itu hanyalah troll.

Nah sampai juga kita kepada pembahasan yang mungkin banyak orang yang ingin membicarakannya, termasuk aku! Greget banget pasti sama pasangan satu ini. Ssongsungmin! Pasangan yang begitu banyak dicintai oleh penonton dan bikin kita greget luar biasa. Di musim pertama aku enggak terlalu invest sama pasangan ini karena enggak diperlihatkan ada potensi romance. Aku awalnya memang berharap sih, tapi dari episode-episode musim pertama, karena ini genrenya slice of life aku berpikir ah mereka memang murni temenan. Pas ending season 1 Sungmin melihat potensi Jiwon sebagai wanita, aku senang walau akhirnya harus terhancurkan dengan sifat Jiwon yang sembrono. Waktu itu dengan sedikit ekspetasi akan adanya musim kedua aku berkhayal ah mereka akan bersama. Pas tahu ada musim kedua, aku excited menantikan kisah mereka berdua. Akhirnya karakter Im Sungmin akan memiliki banyak screentime.

Bener sih dia jadi banyak screentime dibanding musim lalu. Disetiap episode dia selalu ada, kecuali episode 1. Walau hanya muncul sekitar 10 menit doang *even on episode 2 and 12 just like 1 second pffft* tapi mereka sudah bisa menampilkan electrifying chemistry. Meletup-letup rasanya setiap melihat scene mereka berdua. Sungmin di musim lalu saat wawancara di epilog dia mengakui Jiwon memang cantik, tapi karakternya bukanlah sosok yang bisa dipacari. Di akhir episode Dia mulai menyadari kalau Jiwon punya potensi untuk dijadikan pacar. Dia cantik dan mereka juga nyambung, tapi sayang fantasinya hilang seketika. Kini setelah 1 tahun berlalu cara menatap Sungmin pada Jiwon benar-benar sudah berbeda. Tampaknya selama 1 tahun ini setelah melalui tahap penyangkalan, Sungmin mengakui pada dirinya kalau dia menyukai Jiwon. Dia akhirnya menerima kalau dia menyukai gadis gila macam Jiwon. Kebersamaan lah yang membuat rasa cinta tumbuh. Macam pepatah jawa, witing tresno  jalaran soko kulino. Cinta tumbuh karena terbiasa. #eaaa *eh betul enggak itu artinya? aku bukan orang jawa soalnya.*

Kita semua tahu dan dapat membaca jelas rasa sayang Sungmin pada Jiwon. Mulai dari cara dia menatap, cara dia khawatir, Dia enggak nolak saat Jiwon mengajaknya nikah walau cuman bercanda, dia enggak menyangkal saat dibilang pacaran oleh junior dan guru SD Jiwon, dia menolak tegas junior yang menyukainya, *ah i love this scene when he told his junior to dont confess her love to him*, sampai dia terang-terangan tergugah saat melihat paha mulus Jiwon sampai hampir menabrak orang. Btw masalah adegan itu ya, aku tahu sih itu iklan, placement product mobil KIA, dimana Dia akan berhenti sendiri saat kita akan menabrak, tapi aku menyukai adegan itu. Lucu plus greget lihat Sungmin yang hokcay, olohok bari ngacay melihat paha Jiwon yang terbuka dan Jiwonnya masih saja menggoda Sungmin wkwkwkwk. Kita bisa merasakan perasaan tulus Sungmin, hanya saja kita menjadi bertanya-tanya bagaimana sih dengan perasaan Jiwon sendiri? Apakah selama ini Sungmin bertepuk sebelah tangan atau terbalaskan?

Hm… rumit sih sebenarnya, mengingat karakter Jiwon yang carefree. Dia selama ini hanya diperlihatkan tergila-gila akan pria, ikut kencan buta sana-sini, tapi kita enggak pernah tahu Jiwon yang jatuh cinta seperti apa. Makanya membaca perasaan dia ke Sungmin tuh sulit. Saat ditanya apakah dia pacaran dengan Sungmin oleh juniornya, Jiwon menggelengkan kepala sambil berkata “kok kamu kepo banget?” Kasarnya kyak gitu. Lalu saat guru SDnya bertanya apakah Sungmin namjachingu? Maksudnya si guru sih pacar, tapi namjachingu juga bisa berarti teman pria juga. Dia jawabnya malah “ya dia memang namja,pria. Dia juga temanku, chingu” LOL SONG JIWON wkwkwk.  Jiwon ini termasuk clueless lagi. Sungmin sebenarnya sudah berapa kali kirim kode, tapi Jiwonnya enggak nangkep, atau mungkin lebih tepatnya enggak mau nangkep kali yaaa. Menurut Park Eunbin sendiri, Jiwon itu enggak sebodoh itu. Kalau berdasarkan pengamatanku, sebenarnya Jiwon itu tanpa Dia sadari, Dia juga menyukai Sungmin, hanya saja dia enggak sadar akan hal itu. Awal kita bisa lihat Jiwon lebih milih berenang bareng Sungmin dibanding menemani Yeeun ke psikiater. Bisa juga dilihat di kisaran episode 5 apa 6, saat Jiwon dan Sungmin harus menginap di motel. Jiwon ingin tidur di kasur, tapi Sungmin juga ingin tidur di kasur karena dia sudah lelah menyetir ratusan kilometer. Jiwon bercanda dan menggoda Sungmin untuk tidur berdua saja disitu. Sungmin pun menanggapi candaan Jiwon dengan membuka kancing kemejanya dan mendekati Jiwon seolah-olah akan “menerkamnya”. Jiwon disitu terlihat terkejut dan gugup. Satu kemungkinan dia gugup karena dia takut, dua dia gugup karena Sungmin menanggapi candaannya, padahal biasanya Dia yang seperti itu. Lalu saat dia mengikuti Sungmin yang akan makan dengan Junior yang menyukai dia. Jiwon menggoda sambil tertawa, tapi tawanya tuh fake banget. Dia sampai bilang capek ketawa terus. Disitu juga Sungmin mungkin merasa Dia ada kesempatan makanya dia langsung menolak juniornya. Lalu pada episode terakhir setelah pulang dari polisi, para penghuni Belle Epoque menanyakan siapa Sungmin, masa iya cuman teman saja, Jiwon sambil tersenyum mengakui bahwa dia bukan teman saja, tapi juga pesuruh. Yeeun pun menggoda Jiwon dari pesuruh jadi pacar dari pacar jadi suami. Mereka semua bilang menyukai itu. Dari cara tersenyumnya Jiwon kita bisa lihat bahwa Jiwon menyadari situasi somenya dia dengan Sungmin dan dia menikmati itu tampaknya. Bisa dilihatkan kalau dia juga menyukai Sungmin. Ya Im Sungmin cintamu tidak bertepuk sebelah tangan!

Hubungan Sungmin dan Jiwon tuh benar-benar bikin baper. Hubungan mereka tuh menurutku hubungan terindah diantara semua pasangan di drama ini. Mereka tanpa perlu kata cinta tapi semua aksi mereka sudah bisa menjelaskannya. Memang greget banget sih, kok susah banget buat ngaku cinta, tapi benar kata Sungmin apakah pacaran lebih baik dibanding menjadi teman *Dasar kamu makhluk ter-friendzone 2017*. Dia sudah merasa nyaman dengan keadaan seperti itu, karena pasti enggak mudah untuk transisi dari teman ke cinta. Belum lagi resiko kehilangan kalau mereka sampai putus. Sungmin enggak yakin dengan perasaan Jiwon, lagipula saat itu Jiwon sedang dalam masa sulit dan bukan waktunya untuk pengakuan cinta. Biasanya sih di drama-drama saat-saat seperti itulah Sang Pria mengaku cinta dan jadi kekuatan sang wanita menghadapi masalahnya. Cuman drama ini kan lebih menekankan realitasnya, itu bukan waktu yang tepat. Jiwon harus mengatasi traumanya dulu untuk mengetahui perasaan dia Sendiri. Jadi yang perlu Sungmin lakukan adalah berada disisi dia dan mendukungnya.

Lagipula sebenarnya apa yang mereka lakukan selama ini sudah seperti orang pacaran. Bedanya mereka enggak skinship dan enggak pakai status. Seperti kata junior Sungmin yang cemburu melihat mereka, gimana bisa yang seperti itu disebut enggak pacaran? Dari sudut orang ketiga yang enggak kenal mereka, pasti kalau lihat interaksi mereka, nyangkanya mereka pacaran. Kalau memang sesuai epilog nih nantinya mereka nikah pasti enggak akan pacaran dalam waktu lama. Mungkin mereka akan langsung menikah. Mengingat anaknya 8 tahun lagi sudah terlihat agak gede sekitar usia 6-7 tahun lagi, berarti kemungkinan mereka akan menikah dalam waktu 2-3 tahun lagi dong? Uwaaa memikirkan itu sudah membuatku amat bahagia wkwkwk. Cuman aku penasaran siapa yang duluan ngajak nikah ya? Apakah Sungmin memberanikan diri? Atau Jiwon iseng ngajak eh tiba-tiba Sungmin setuju. Mari berkhayal yaaa wkwkwk. Ya positifnya dari epilog itu adalah Sungmin Jiwon nikah punya anak. Aku akan mengabaikan dugaan Jiwon meninggal di tahun 2025 lalalalalala aku enggak lihat,aku pakai headset.

Aku penasaran apa yang bikin hubungan mereka nantinya akan bergerak maju. Sepertinya sih mereka butuh orang ketiga. Saat di episode akhir juniornya menanyakan apakah Sungmin menyukai Jiwon dan menyuruhnya untuk mengaku, Sungmin enggak mau karena kayak gini juga sudah enak. Cuman dia ke trigger saat juniornya bilang gimana kalau Jiwon sama cowok lain? Wkwkwk. Sungmin langsung bete memikirkan kemungkinan itu. Jadi aku rasa kalau nanti ada pria yang tertarik dengan Jiwon, mungkin Sungmin akan bergerak. Saat seperti dia langsung mendorong keras seniornya, saat Jieon pingsan. Orang ketiganya harus dari pihak Jiwon. Kalau dari Sungmin, kan sudah ada tuh Juniornya Sungmin, namun Jiwon enggak berbuat banyak karena dia tahu Sungmin tidak tertarik. Kalau ada wanita yang bikin Sungmin tertarik, mungkin beda ceritanya kali ya…. yang jelas tampaknya agar hubungan mereka maju, mereka butuh orang ketiga.

Kalau kita menganggap epilog itu enggak ada, masalah kelanggengan hubungan, aku merasa hubungan mereka akan awet dan akan melaju terus ke tahap pernikahan. Seperti pasangan Jinmyung dan Jaehwan yang selalu ada saat Jinmyung up and down, begitupula juga dengan Sungmin. Sungmin selalu ada saat Jiwon butuh. Setiap Jiwon minta tolong walau Sungmin marah-marah, enggak mau, ujung-ujungnya dia mau juga menolong Jiwon. Seperti harus mengantar Jiwon ratusan kilometer untuk mencari Hyojin. Cuman Sungmin yang bisa diandalkan oleh Jiwon. Kalau ada apa-apa dia minta tolongnya ke Sungmin. Bahkan Jiwon hanya cerita tentang Hyojin ke Sungmin, enggak ke geng Belle Epoque. Hanya Sungmin yang sadar kalau dibalik keceriaan Jiwon, Jiwon menyimpan keresahan. Sungmin yang mau mendengar semua keluh kesah Jiwon. Dari musim pertama hingga kedua masih selalu saja Jika Jiwon ingin bercerita pasti selalu mengganggu Sungmin dengan helaan nafasnya yang keras, hingga membuat Sungmin sebal, “huh? Ada apa? Huh?”. Sungmin tuh menerima Jiwon apa adanya. Dia tahu Jiwon itu seperti cowok, gila, obsesi dengan seks, seenaknya, tapi walau gitu Dia tetap menyukai Jiwon. Dia benar-benar menerima Jiwon apa adanya. Dia rela menyetir bermil-mil menyusul Jiwon sambil bawa ayam karena Jiwon enggak angkat telepon dari dia sampai 9 kali. Sungmin ketularan kebiasaan Jiwon nyanyi-nyanyi di mobil *sial adegan ini enggak ditayangkan. Cuman ada di preview doang*.  Btw lagu yang mereka nyanyikan di mobil tuh menggambarkan situasi merela bangey enggak sih? Wkwkwk kocak asli. Nah dengan semua itu, dasar hubungan mereka sangat kuat untuk bertahan dan bisa menjadi teman hidup dalam ikatan janji suci. #Eaaaa.

Makanya dengan itu semua dan mereka sampai akhir episode masih terjebak friendzone, it’s like damn u sw nim. I wanna sent you a pink letter. Ya tapi dimengerti juga sih, karena waktunya belum tepat. Makanya ssongsungmin need justice! We need season 3!!! Or if not i wanna spinn off for their beautiful story huhuhuhu. Kalau ada musim ketiga, Park Eunbin dan Son Seungwon mereka bilang siap main lagi. Apalagi Son Seungwon Dia juga ingin melihat akhir bahagia dari Jiwon. Sumpah loh Son Seungwon tuh shipper berat dari Ssongsungmin. Dari wawancaranya dia ngaku kalau dia juga kecewa dengan akhir drama ini pada hubungan Ssongsungmin. Terus dia mengerti akan kehausan kami para shipper akan momen mereka. Dia suka rilis behind the scene atau adegan yang enggak rilis di drama di IG pribadinya dia. Baru kali ini loh ada aktor yang ngeship berat peran yang dia mainkan.

Chemistry Park Eunbin dan Son Seungwon bagus banget. Kuat asli. Enggak bisa dibayangkan deh kalau yang main bukan mereka. Jiwon dan Sungmin tuh sudah melekat pada diri mereka. Peran ini pasti akan menjadi breakthrough karir mereka. Terbukti nih Park Eunbin sudah dapat peran utama lagi untuk drama baru. I’m so excited!! Chemistry bagus mereka harus tersia-siakan di drama ini. Makanya dramagods please make them play a romcom drama as lead couple. I need this happen dramagods huhuhu. Aku enggak mau chemistry mereka terbuang percuma.

Ah mungkin cukup ya membahas para karakternya. Sudah terlalu panjang, mungkin kalian akan merasa bosan membacanya hehehe.

Drama ini memiliki kelebihan seperti yang sebelumnya disebut. Drama ini memiliki magis tersendiri untuk kita tetap bertahan dan enggak mau move on. Aku benar-benar mengalami withdrawal syndrome setelah drama ini berakhir. Rasanya tuh kosong. Drama ringan, lucu namun memiliki makna mendalam. Jarang-jarang ada drama kayak gini. Mungkin ada yang tidak terpengaruh dengan magis dari drama ini, tapi bagiku magis drama ini sangat bekerja baik pada diriku.

Sayangnya nih drama ini lagi-lagi masalahnya Hyojin mengambang begitu saja. Kasus Hyojin terlalu akhir, sehingga rasanya terlalu terburu-buru. Lalu cerita Heimdal tidak begitu membawa impact rasanya. Aku kurang merasakan kehadiran karakter Heimdal di drama ini. Selebihnya sih enggak masalah.

Masalah akting aaah memang PD dari drama ini tahu apa yang bagus untuk para pemainnya. Masalah juara sih tetap dipegang Han Yeri dan Park Eunbin. Apalagi Park Eunbin yang aslinya beda dengan Song Jiwon. Dia layak mendapat spotlight. Han Seungyeon juga bermain baik walau adegan menangis ketakutan dia kurang nendang sedikit. Jiwoo juga bagus sih dalam memproyeksikan Eunjae. Aku masih bisa merasa ada Eunjae walau ganti pemain, dan aku rasa Jiwoo lebih baik memerankannya dibanding Park Hyesoo, walau masalah malu-malu, awkward Park Hyesoo lebih dapat. Nah pemain baru Choi Ara, she’s good enough portrayal Eun characterbut i dont know how about her acting in others. Age of youth 2 is her first acting. She’s model turn actress. Aku cukup menantikan akting dia di proyek lain, tapi aku enggak mau ekspetasi gede karena aku takut kecewa kayak ke Park Hyesoo yang ternyata belum siap menjadi first lead., but i support you, Choi Ara.

Masalah akhir, musim ini jauh lebih open ending dibanding musim lalu. Age of Youth tetap mengakhiri ceritanya dengan sejuta pertanyaan dan ya sudah hidup mah harus tetap terus berjalan. Cuman tetap hati rasanya enggak tenang. Gimana bisa kasus Hyojin kita harus menerka apa yang terjadi? Apakah Jiwon berhasil membuktikan? Kalau dilihat dari kesaksian korban lain, mungkin guru seni itu akan kena. Lalu kenapa sih Hyojin harus bunuh diri? Huhuhhu mungkin karena si guru tidak mengingatnya dan malah hidup baik-baik saja, jadi dia merasa tidak ada gunanya. Kalau yang lain sih overall sudah terselesaikan. Heimdal kembali ke kampung halamannya dan mengajak cewek-cewek Belle Epoque mampir ke vilanya, dan vilanya itu tampaknya vila yang mereka datangi di episode 1 hahahahaha. Eunjae mulai move on, Eun mulai menerima keluarga tirinya dan menjadi lebih pede, Yeeun mulai membaik. Walau begitu rasanya kurang puas. Rasanya tetap ingin ada musim ketiga. Kalau dari segi cerita yang lain sudah terselesaikan dan ending ucapan perpisahan dari pemainnya *BTW JIWON PAKE CINCIN DI JARI MANISNYA! CINCIN DARI SUNGMIN KAH? APAKAH ITU SEBUAH KODE?*, serta belum ada pembicaraan lagi, rasanya kemungkinan musim ketiganya kecil. Kata Park Eunbin juga di wawancaranya, mungkin keajaiban kalau ada musim ketiga. Cuman kalau dilihat dari kode di youtube, pemainnya pada bilang, “tahun lalu Age of Youth, tahun ini Age of Youth, tahun depan Age of Youth”, terus dari judul akhir episodenya sampai juga lagi besok, dan Han Yeri bilang kalau ini barulah permulaan, rasanya seperti ada kode untuk musim ketiga. Ada gosip juga katanya Age of Yotuh itu mau dibikin trilogi. Ya semoga saja benar, karena aku masih butuh cerita para gadis Belle Epoque terutama kisah Ssongsungmin.

Kalau ada musim ketiga aku ingin melihat Jinmyung menikah dengan Jaehwan, lalu peningkatan ekonominya. Aku ingin melihat Heimdal menjalani hidup barunya. Yeeun mengatasi keluarganya dan hubungannya dengan Hochang, serta lulus dan mencari kerjaannya. Pasti masih ada masalah tuh berkaitan dengan traumanya dan kerjaannya nanti. Lalu Eunjae yang mendapat cinta baru. Pemeran Eunjaenya mau Jiwoo atau balik lagi ke Park Hyesoo enggak masalah sih. Mereka berdua sama-sama memiliki karakter tersebut. Eun yang masih kangen-kangen dengan Janghoon yang di wamil, dan juga Jiwon dengan Sungmin keberlanjutan hubungan mereka dan selepas lulus dan kasus Hyojin akan menjadi seperti apa. and please bring back Kang Yina Unni! I miss her a lot. Aku kangen melihat dia berantem dengan Yeeun. Kehadiran Yina tuh jadi warna tersendiri untuk Belle Epoque. Pas dia jadi cameo di episode 9, wah rasanya benar-benar beda saat ada Yina. Yina juga sudah ngasih kode bakalan pindah lagi ke Belle Epoque. Lagipula cerita dia belum beres ih. Seenaknya aja sudah nge cut kisah dia. Bagaimana dengan usahanya di toko? cita-cita desainernya seperti apa? lalu hubungannya dengan si rekan kerjanya itu masih berlanjut apa enggak? Aku yakin si rekan kerjanya itu, Seo Dongjoo menyukai Yina, tapi apakah dia seperti Sungmin yang terjebak friendzone? atau malah melepas Yina begitu saja? Mengingat sifat Yina mungkin akan sulit untuk Dongjoo mengungkapkannya, jadi aku penasaran juga nih kelanjutan mereka gimana. Thats why we need season 3!!!

Overall, its nice drama, heartwarming story. Rasanya enggak mau berpisah dengan drama ini, tapi harus move on. Pemainnya saja sudah pada move on dengan proyek baru, apalagi Kim Minseok langsung main drama lagi dengan pasangan baru lagi pula. Di IG nya sudah update dengan lawan main barunya. Padahal baru saja dia update foto-foto sama Choi Ara. Ah dia enggak memberi ruang untuk Eunhoon shipper berdelusi lebih lanjut. Kalian harus nonton kedua musim dari drama ini. Kalau kalian cuman nonton musim keduanya, kalian bakalan tetap ngerti sih sama inti dramanya. Cuman kalian akan kebingungan akan sikap-sikap mereka, karena kalian akan mengerti sikap-sikap mereka kalau kalian nonton musim pertama. Jadi lebih baik menonton keduanya. Musim kedua ini sama bagusnya dengan musim pertama, jadi aku tetap konsisten memberi poin 4 dari 5 poin untuk drama ini. Nice too meet you, girls, and already miss you girls huhuhu. I hope we can meet next year in season 3.

Age of Youth series still one of the best slice of life drama. Masa muda masa yang penuh warna!

Iklan

6 comments

  1. yup…makasih keterangannya tentang drama ini…aku jg termasuk pecinta sungmin jiwon…dan setelah drama ini berakhir rasanya hampa tanpa kehadiran mereka
    semoga ada musim ketiga

  2. Waaah seru bgt baca tulisan kamu, aku juga penggemar aoy. Banyak hal yg mereka tunjukan ke kita yah.. Pd-nim, writer-nim..kita sangat butuh season 3. Aku jg greget bgt ama ssongsungmin, tp sekaligus sedih & ga terima jiwon akan mninggal di usia muda. Stlh 2 season ini romance mreka yg errrrrgh ga ada (cuma kita yg senyum2 sendiri), trus sungmin hrus rela jiwon pergi gitu. Oh Tuhan.. Baru kali ini aku nnton drama berkelanjutan smpe sebgini greget. Smoga doa kita terkabul ya chingu~ btw, Tulisan kamu bagus. Fighting….

    • kita yg nonton ini pada ga nerima klo jiwon meninggal muda. romance ssongsungmin itu hanyalah tersirat :”””, mari berdoa semoga ada season 3.
      terima kasih banyak ^^ :”” makasih juga sudah mau baca ^^

  3. Di saat banyak yg g setuju sama Ji Woo sbg Eun Jae, it’s heartwarming tahu ada yg mendukung dia (as expected from a Melody). Pertama aku jga sebel sama Eun Jae d season 2. Tapi dilihat dari background dia yg lagi putus cinta pertama yaa bisa dimaklumi lah. Love the way u deliver ur thought in this review.
    *salam dari sesama Melody 🙂

    • Wajar banyak yg ga suka krn orang-orang terbiasa dgn park hyesoo. Aku juga awalnya sebel ganti pemain, tpi kita kan ga bisa judge sebelum liat performanya. Dan jiwoo bermain dgn baik. Klo aku sih selama aktingnya ga jelek, ga masalah.

      Aaaah thank you~ terima kasih juga udh mau baca ^^
      Waaaah seneng ketemu melody >< salam kenal ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s