Orang Indonesia Di Variety Show Korea (Rekap Abnormal Summit Ep. 169) Part 1

Kalian mungkin kalau ada yang pernah membaca tulisanku yang Top 10 favorite Korean variety show jepretpress version, mungkin kalian ingat pada sebuah acara variety yang menempati posisi runner up, yaitu Abnormal Summit. Sampai saat ini masih menjadi acara favoritku dan posisinya belum tergantikan, masih posisi kedua dihatiku. Seperti yang diketahui acara ini menghadirkan panelis atau representatif dari berbagai negara. Salah satu harapanku adalah untuk menghadirkan panelis dari Indonesia. Sebelumnya pernah di musim pertama pada episode 80, tapi sayangnya enggak ada sub nya. Jadi aku cuman bengong saja, mengira-ngira dari caption dengan kemampuan membaca hangulku yang terbata-bata tapi enggak tahu artinya. Di musim kedua ini, aku berharap ada orang Indonesia yang hadir menjadi representatif tamu. Akhirnya, setelah menanti dari episode 103, menanti selama 66 minggu, 1 tahun 3,5 bulan *enggak deng aku mah hanya menanti 8 bulan saja wkwkwk karena aku baru nonton acara ini dari bualn februari, tapi aku nonton semua musim keduanya*, akhirnya di episode 169 yang tayang pada 9 Oktober 2017 ada perwakilan Indonesia duduk di acara ini.

Oke kita bahas sekilas dulu mengenai Abnormal Summit. Acara yang disebut juga Non Summit merupakan variety show Korea yang tayang disaluran JTBC dengan konsep summit atau conference yang menghadirkan berbagai perwakilan negara atau orang asing namun mereka fasih dalam berbahasa korea. Mereka akan mendiskusikan dan mendebatkan berbagai macam isu internasional dan juga isu yang dibawa oleh para bintang tamu yang biasanya seorang tokoh terkenal berkewarganegaraan Korea, seperti aktor, idol, atlet, dokter, dll. Acara yang sudah tayang dari 2014 ini terdiri dari dua musim dan telah mengakhiri musim keduanya di episode 177 pada tanggal 4 Desember 2017 *I’M SO SAD T__T*. Sedikit bocoran di episode terakhirnya, salah satu representatifnya adalah orang Indonesia. Nanti akan ku tulis rekapannya juga.

Abnormal summit dipandu oleh 3 mc yaitu Jun Hyunmoo, Yoon Seyoon dan Sung Sikyung. Acara ini dimusim keduanya memiliki 10 representatif tetap dari 10 negara yang berbeda. Akan ku perkenalkan mereka karena pasti nama mereka akan disebut dalam rekapan. Pertama ada Guillaume Patry dari Kanada, Alberto Mondi dari Italia (Albert), Niklas Klabunde dari Jerman (Nik), Mark Tetto dari Amerika, Alex Mazzucchelli dari Swiss, Aurelien Loubert dari Perancis, Zahid Hussain dari Pakistan, Christian Burgus (Christ) dari Meksiko, Wang Xinlin dari Tiongkok, dan Oogi Hitoshi dari Jepang.

Nah setelah perkenalan singkat mengenai Abnormal Summit, kita mulai rekapnya yuuuk.

Pada episode 169 ini menghadirkan dua representatif tamu. Pertama ada Aliona dari Rusia yang jatuh cinta dengan Korea. Saat ini Aliona sedang mengambil S2 nya di Busan dan sudah tinggal di Korea selama 6 tahun. Kedua adalah perwakilan negara kita, Indonesia yaitu Henry Pahala Pinilih. Dia berasal dari Semarang dan sudah 3 tahun tinggal di Korea. Saat ini dia sedang intern di perusahaan international trade di Korea. Henry ini saat masih belajar Bahasa korea, dia banyak menonton acara ini, bahkan dia nonton dari episode 1. Makanya buat dia bisa jadi representatif disitu adalah sebuah kehormatan.

 

Henry adalah lulus UGM sehingga disebut sebagai anak emas. Sung Sikyung menanyakan Henry mengenai rumor tersebut. Henry mengaku kalau dia malu menyebutkan hal itu, tapi dia disebut seperti itu karena dia lulus dari universitas top dimana presiden Jokowi dan Menkeu Sri Mulyani adalah lulusan dari UGM. Banyak juga menteri-menteri lainnya yang lulusan situ kan. Jun Hyunmoo bercanda bilang “ah universitas yang begitu kamu masuk kamu akan sukses?”, terus Henry ngaku kalau dia selalu menyampaikan pidato perpisahan di SMP dan SMA nya. Sikyung bilang “wah kamu punya banyak kesamaan dengan Mark”. FYI, Mark juga seorang “golden boy”. Dia menyampaikan pidato perpisahan saat kelulusan SMA, dia juga pintar lulusan MBA dari Wharton School Universitas Pensylvania dan bekerja sebagai direktur keuangan.

Mayan foto temen-temennya Mas Henry *Mas… akrab bener daaah* mejeng sedetik di korea wkwkwk

Tema episode 169 ini adalah membahas mengenai Bahasa dan huruf diseluruh dunia, karena saat episode ini tayang sedang memperingati hari peringatan huruf alfabet korea atau Hangul yang ke 91 di tanggal 9 Oktober. Untuk mengangkat tema tersebut, dihadirkanlah seorang penulis Jo Seungyeon yang memiliki minat besar terhadap Bahasa dan juga karya tulis pastinya. Btw, wah dia memang penulis yang cerdas sih. Nanti kalian akan tahu kenapa dia adalah sosok yang cerdas.

Jo Seungyeon ini fasih beberapa Bahasa yaitu korea, inggris, perancis, italia,. Lalu dia juga bisa membaca Bahasa jerman dan juga jepang. Menurut Aurelien Bahasa perancis Jo Seungyeon ini bagus. Jun Hyunmoo bercanda kalau Bahasa perancis Jo Seungyeon lebih bagus dari Guillaume yang berasal dari Quebec, dimana di daerah tersebut lebih menggunakan Bahasa perancis dibanding Bahasa inggris. Walau menurut Aurelien, Bahasa perancis orang Quebec itu aneh dan berbeda logatnya. Guillaume tidak terima hal itu, dia berpikir Bahasa perancis dia tentu lebih baik dair Jo Seungyeon *iya deh iya biar palli*.

Setelah pembukaan, mulai lah masuk ke topic. Pertama para MC bertanya kepada para representatif, bagaimana kalian melihat huruf korea? Apa yang kalian pikirkan saat melihat bentuknya? Albert menjawab kalau dia pikir semua westerners berpikir sama, kalau huruf korea itu cantik kayak gambar. Banyak lingkaran. Bahkan Albert saat baru tiba di korea pertama kalinya dia foto sama semua tanda yang ada hangulnya wkwkwkwkwk *semuanya dong itu mah*. Begitu juga dengan Mark yang memang tertarik sekali dengan budaya Korea. Dia bahkan terkadang bilang kalau dia datang ke korea tuh karena jatuh cinta dengan huruf korea. Dia pertama tahu tentang Korea karena hangul yang tertulis disebelah kamarnya saat Ia tinggal di asrama. Tetangga kamarnya adalah seorang Korea. Di depan pintu kamarnya ada papan tulis untuk meninggalkan pesan. Seseorang menulis disitu dengan huruf dan Bahasa yang tidak diketahui Mark. Mark memperhatikan itu dan jatuh hati pada lingkaran di hangul. Menurutnya itu sangat indah. Akhirnya setelah dia tahu, dia mengenali pesan yang tertulis adalah “Oppa Annyeong?”. Sikyung nyeletuk, “Kamu tuh jatuh hati sama kata oppa nya” yang langsung ditimpali Seyoon, “Itu insting dia!” wkwkwk, otomatislah semua ketawa.

Jo Seungyeon cerita saat dia di Kanada dia menemukan hal lucu. Ada orang Kanada pakai baju dengan tulisan hangul. Jo Seungyeon nanya ke orang itu darimana dia dapat itu? Orang kanada itu jawab kalau dia pikir huruf korea itu indah. Dia lagi liburan ke Korea terus datang ke acara olahraga. Disana ngejual kaos putih dengan tulisan korea dan dibelilah. Ternyata tulisan di kaos itu adalah Mokpo Hometown alumni wkwkwk. Sama saja kayak bule datang ke pertandingan bola dan beli kaos Persib wkwkwkwk.

Bukti-bukti lain kalau orang barat menyukai huruf korea ada pada seleb dunia yang menggunakan pakaian dengan tulisan korea seperti Britney Spears, bahkan Justin Bieber juga menato tubuhnya dengan huruf korea, Bibeo, yang merupakan pengejaan namanya, Bieber dalam Bahasa korea.

Nik bilang kalau orang jerman yang enggak tahu hangul akan berpikir kalau huruf korea itu seperti angka. Henry juga menambahkan. Dia sama seperti Albert, saat pertama lihat hangul, dia berpikir itu seperti gambar karena banyak lingkaran dan juga persegi. Namun setelah dia mempelajari skrip korea *I dunno what it is… mungkin semacam panduan atau kaidah Bahasa atau manuskrip sejarah kelihatannya*, Dia mengetahui kalau hangul itu adalah huruf yang terbentuk dari suara organ vokal/pita suara. Henry kagum dengan betapa hebatnya Raja Sejong dalam menciptakan hangul.


Aliona bilang saat dia mempelajari huruf vokal dan konsonan saat kuliah, dia jadi tahu kalau huruf-huruf itu melambangkan langit, bumi, dan juga orang-orang diantara keduanya. Aliona pikir itu adalah sesuatu yang keren. Zahid juga sama kayak yang lain saat melihat belajar huruf korea pertama kali. Di Pakistan sendiri orang-orang jadi tertarik belajar Bahasa korea karena ada perusahaan korea yang membangun infrastruktur besar di Pakistan, sehingga image perusahaan itu jadi bagus. Bahkan di salah satu kampus di Pakistan, National University of Modern Languages ada jurusan yang namanya insititut Raja Sejong. Rektor universitasnya sampai berkata “Terima kasih kepada Raja Sejong yang telah membuat hangul, karenanya Korea menjadi maju pesat.” Hal ini menggambarkan betapa bagusnya image dari hangul.

Lalu beralih ke pertanyaan baru. Jun Hyunmoo bertanya “bukankah Bahasa korea sulit untuk dipelajari.” Jo Seungyeon jawab hal itu tergantung pada siapa dulu yang belajar. Bagi Xinlin dan Oogi yang berasal dari Tiongkok dan Jepang akan lebih mudah, begitu juga sebaliknya karena berasal dari budaya yang sama. Menurut Jo Seungyeon, bagi Albert dan Aurelien yang belajar hangul saat sudah dewasa, mereka berdua ada dalam level yang hebat. Di Amerika ada yang namanya FSI (foreign service institute), sebuah institusi yang mengajarkan para diplomat Bahasa negara yang akan mereka tempati. Berdasarkan kacamata Amerika, FSI membagi tingkat Bahasa menjadi 5 level. Semakin tinggi level, maka semakin sulit. Level 1 adalah Bahasa yang harus dipelajari selama 600 jam. Hal ini sama saja kayak kamu belajar selama 2 semester atau 1 tahun. Bahasa yang ada di level 1 ini ada perancis, italia, spanyol, Denmark. Nah kalau level 5 kamu harus belajar selama 2200 jam. Hal ini berarti kalau kamu belajar selama 2 jam setiap hari termasuk akhir pecan dan hari libur, kamu butuh 3-4 tahun untuk mempelajari Bahasa tersebut. Nah yang termasuk level 5 ini ada korea, mandarin, jepang yang memiliki alphabet tersendiri untuk Bahasa mereka. Makanya untuk ketiga negara tersebut akan lebih mudah untuk mempelajarri Bahasa masing-masing, tapi tidak untuk orang barat. Indonesia sendiri menurut FSI ada di level 3 yang membutuhkan 900 jam untuk mempelajari Bahasa Indonesia. Bahasa kita berada di level yang sama dengan Bahasa Swahili dari segi kesulitan. Jadi kalau kita mau belajar Bahasa Swahili lebih gampang gitu? Wkwkwk tapi ya ini kan dari sudut pandang amerika yang berbicara Bahasa inggris. Kalau dari sudut pandang kita orang Indonesia bakalan beda lagi. Secara kita mah enggak mengenal past,present, future tense.

Bahasan selanjutnya adalah apakah ada kata-kata atau frasa Bahasa korea yang kalian suka saat mempelajari Bahasa korea? Xinlin jawab kalau dia suka “Doryeonnim” alias tuan muda karena Xinlin menyukai drama Sageuk, para female lead akan memanggil male leadnya dengan doryeonnim. Hal ini bikin Xinlin berpikir akan sesuatu yang cerah, murni. Hyunmoo nimpalin, “kamu suka juga kalau dipanggil Wang Seobang? (Suami Wang)” dan Xinlin mengiyakan dengan excited. Wkwkwk yeoksi Wang Xinlin.

Kalau Christ dia suka dengan “Dugeun-Dugeun”. Kalau di kita sih, Deg-Deg an. Menurutnya hal itu terdengar indah. Di Bahasa korea banyak kata yang mengalami pengulangan dan banyak kata yang sulit dimengerti artinya. Awalnya Christ pikir pengulangan tersebut untuk menekankan sesuatu, tapi saat Dia lihat di kamus kalau itu tuh memang benaran kata standarnya, dan hal itu sangatlah imut, gwiyeowo.

Bicara tentang gwiyeowo alias cute atau imut, menurut Zahid kata gwiyeowo itu sendiri merupakan kata yang imut dan disambut oleh yang lain dengan tawa yang membenarkan, “bener juga”. Saat belajar Bahasa korea, Zahid sekelas dengan berbagai macam negara dan mereka membandingkan kata cute dari berbagai Bahasa. Mana sih yang paling cute? Dan orang-orang bilang gwiyeowo adalah kata cute yang paling imut.

Kalau di Amerika banyak kata yang bisa ditebak cuman dari dengar suaranya. Banyak orang amerika yang menyukai kata mellifluous kalau kata kamus artinya manis, kalau kata Mark sih mengalun lembut *but I don’t think so, Mark. I still can’t guess the meaning of English words just from their sounds*. Jadi pas Mark ke korea, dia paling suka kata “Yeoyu” yang artinya relax, santai. Hanya mendengar kata itu sudah mebuat Mark merasa relax. Trio Mc pun akhirnya bercandain Mark dengan menyebutkan kata Yeoyu tapi pakai nada marah dan membentak wkwkwkw. Jatuhnya jadi kagak santai yaaa.

Aigo” atau Ya ampun adalah kata yang paling disukai Oogi. Cara cewek bilang aigo itu sangat imut menurut Oogi. Albert juga setuju sama Oogi, dia juga suka kata itu karena bisa dipakai diberbagai situasi, seperti kalau lelah bilang itu, kalau lihat bayi lucu bilang aigo. Aigo bisa digunakan dengan berbagai nada. Kalau di Italia mereka punya kata mamma yang berarti mama, ibu, tapi itu juga sering mereka pakai kalau mereka kaget. Jadi kata seperti Mamma Mia bukan berarti eommeoni atau Ibu kalau di Bahasa korea. Harusnya jadi Aigo. Wkwkwkwk. Yang bikin orang italia wow juga dengan Bahasa korea adalah pengekspresian kata-kata kiasan dengan menggunakan tubuh, kayak tangan besar, telinga tipis *enggak tahu artinya apa*. Di Jepang dan juga tiongkok juga punya ungkapan seperti itu.

Lalu apa sih kata korea yang terasa asing bagi kalian? Pasti banyak kan tuh. Oogi memulai dengan ceritanya mengenai OST Jewel In The Palace, Dae Janggeum yang Onara. *kalian kalau nonton drama ini pasti tahu kan lagu onara-onara~*. Nah kalau di Bahasa jepang Onara tuh artinya kentut wkwkwk. “Kenapa mereka menyanyikan hal itu dengan sangat indah? Terasa aneh bagiku.”. Langsung lah dijadiin candaan wkwkwk.

Kalau Christ dia aneh dengan kata Caca, karena kalu di meksiko, Bahasa spanyol, itu artinya poop, sedangkan kalau di korea itu tuh snack anak-anak *OH NO!!!*. bisa juga kalau di korea digunakan untuk minta diskon, jadi bagi Christ itu kayak seperti minta poop ke pedagang wkwkwk. Jo Seungyeon juga menambahkan kalau Caca itu berarti poop diberbagai Bahasa yaitu jerman, rusia, Italian, perancis. Hyunmoo syok, “kita pakai itu untuk nyebut kudapan di korea? :O”. Seyoon bilang harusnya kita ganti untuk definisi yang lebih global. Albert juga kalau bilang ke anaknya “mau caca?”, dia enggak bisa bilang hal itu. Lalu kalau di italia “Meokgo” atau makan artinya ingus dalam Bahasa italia. Lalu ada kemiripan juga antara Bahasa italia dan Bahasa korea. Kalau orang italia ingin menekankan sesuatu mereka suka pakai kata “Che” (dibaca ke, e nya pakai curek ya guys, e nya ringan). Hal ini juga sama dengan Bahasa korea akhir-akhir ini mereka juga suka menggunakan kata “Gae” (dibaca Gei atau kei) untuk menekankan sesuatu *atau lebih tepatnya kasar sih, karena Gae artinya anjing*.

Nah kalau di tiongkok kan Bahasa mandarin tuh penggunaan nada tuh harus tepat kan, naik, turunnya nada akan mempengaruhi arti dalam pengucapan. Xinlin awalnya ngebahas makanan yang jadi populer di tiongkok gara-gara drama korea yaitu ayam, “Chikin”, nah kalau di tiongkok disebut Zha ji. Nah terus mereka semua ketawa, aku enggak ngerti kenapa, kayaknya gara-gara kata Ji nya deh. Mianhae aku enggak ngerti Bahasa korea soalnya. Pokoknya pada ketawa. Nah terus jadi Bahas cara pengucapannya. Kalau ayam, Zha ji nya tuh Zha nya naik, Ji nya datar. Terus ada juga Chi Ba. Kalau datar artinya silahkan makan. Lalu ada Xi ba yang pengucapannya mirip dengan chi ba, tapi kalau xi ba, xi nya tuh mengalun turun-naik dan ba nya datar. Xi ba sendiri artinya tolong cuci.


Henry nambahin kalau di Indonesia ada juga yang pengucapannya mirip xi ba, yaitu siva. Kalau di hangul-in siva itu menjadi siba. Nah siva itu artinya adalah cantik. Hmm tapi kupikir itu bukan Bahasa Indonesia sih. Enggak ada di KBBI juga, kayaknya sih Bahasa sansekerta atau jawa, aku tak tahu. Kalau kata Henry banyak cewek Indonesia pakai nama itu, temennya banyak yang pakai nama itu. Cuman kalau di korea itu kayak mengumpat, jadi agak memalukan. OH AKU NGERTI! Jadi Zha ji, chi ba, xi ba, dan siva itu kalau di korea itu terdengar seperti kata kasar. Ya macam a***ng, g***ok kali yaaa. That’s why mereka tertawa.

Kalau di rusia ada kata yang bisa bikin orang korea salah paham yaitu “Ne” yang berarti tidak kalau di rusia, sedangkan di Korea itu artinya iya. Amat sangat bertolak belakang. Lalu kata “Ya” kalau di Korea untuk menunjuk orang lain, atau “Hei, kamu!” nah kalau di rusia itu artinya saya, untuk menunjuk diri sendiri.


Terus di Pakistan juga ada kata “say kya” yang artinya kamu melakukan sesuatu dengan sesuatu (?). kata itu sendiri terdengar sebagai umpatan dalam korea. Makanya kalau Zahid bilang itu di depan teman koreanya, teman korea nya bakalan salah paham. Selain itu kata yang aneh juga buat Zahid adalah “Opa”. Kalau di korea kan “Oppa” merujuk pada kakak laki-laki jika yang memanggil perempuan, atau panggilan sayang cewek ke pacar dan suaminya, tapi kalau di Pakistan itu cuman dipakai ke kakak laki-laki. Kalau cewek manggil ke cowok Opa, di Pakistan itu artinya si cewek ngasih batasan jelas, kalau pria itu sudah seperti keluarga, enggak bisa lebih. Nik nambahin kalau di jerman “Opa” artinya kakek. Henry juga mengiyakan kalau di Indonesia juga Opa itu panggilan buat kakek, *meanwhile di upin-ipin itu panggilan buat nenek wkwkwk*. Makanya saat ada cewek yang lebih muda manggil dia Oppa, Nik masih ngerasa awkward karena Dia juga masih manggil kakeknya dengan Opa.

Oke sekarang pindah bahasan lagi. Semua akar dari Bahasa itu sebenarnya sama, tapi gimana bisa jadi terkelompokkan? Jo Seungyeon menjelaskan. Bahasa bisa dibagi menjadi dua cara, yaitu mereka memiliki leluhur Bahasa yang sama atau menjadi mirip karena hidup bertetanggaan negaranya. Sebagai contoh perancis, italia, spanyol, portugis memiliki leluhur Bahasa yang sama yaitu latin. Kalau untuk korea, tiongkok, jepang akarnya sama sekali berbeda. Cuman karena mereka hidup berdekatan untuk waktu yang lama dan buku-buku tiongkok tersebar luas, jadi mereka menggunakan karakter alphabet mandarin yang sama.

Ada Bahasa dan huruf yang hanya digunakan di negara tersebut seperti korea. Nah para representatif menjelaskan bagaimana sejarahnya Bahasa-bahasa tersebut dapat tercipta. Pertama adalah latin yang berkaitan dengan Italia. Albert menceritakan kalau Bahasa italia sejarahnya panjang dari 3000 tahun yang lalu. Ada sekelompok Italia Peninsula yang menggunakan Bahasa yang mirip dengan latin. Setelah kekaisaran Roma muncul, latin menjadi Bahasa resmi. Lalu Roma menyebar kekuasaannya di berbagai negara dan Bahasa latin pun ikut tersebar. Setelah Roma runtuh, para bangsawan menggunakan latin klasik karena mereka belajar, tapi rakyat biasa tidak dapat banyak pendidikan menggunakan latin dengan dialek. Sampai abad ke 13, semua penulis menulis dengan latin klasik. Namun Dante dari Florence menulis buku dalam Bahasa latin yang digunakan rakyat biasa. Dia banyak menerima kritik, namun karena dia lah Bahasa italia tercipta.

Jo Seungyeon menguatkan cerita Albert. Hal itu sangat dimengerti kalau italia dan latin memiliki hubungan yang sama seperti cina modern dan karakter cina. Semua filsuf menulis dalam Bahasa latin. Namun novel bukanlah kesastraan, hanya untuk kesenangan. Makanya itu hal yang bagus untuk menggunakan Bahasa yang lebih mudah, sehingga terdapat Bahasa untuk menulis novel yang berbeda dengan Bahasa latin tingkat tinggi. Bahasa tersebutlah disebut Romanza yang berarti dialek dari roma. Nah cerita dari novel-novel tersebut kebanyakan sangat romantis isinya, sehingga ketika kita menggambarkan seseorang yang romantis, itu seperti dia adalah karakter utama dari sebuah novel. Jadi kata romansa, romantis sendiri berasal dari situ.

Kekaisaran Roma tersebar luas di eropa. Oleh sebab itu, orang eropa lebih mudah belajar Bahasa spanyol karena mereka punya basic latin. Nik mengaminkan hal itu, dia terkadang bisa mengerti beberapa kata dalam Bahasa spanyol dan italia padahal Dia tak pernah mempelajari hal itu.

Bahasa yang berafiliasi dengan latin lainnya adalah spanyol. Christ menjelaskan sejara Bahasa spanyol di meksiko. Meksiko itu awalnya enggak pakai Bahasa spanyol. Meksiko itu aslinya menggunakan Bahasa suku maya dan Aztec. Ketika Spanyol menjajah Meksiko, mereka memaksa orang meksiko untuk menggunakan Bahasa spanyol. Cuman orang meksiko tuh enggak berbicara bahasanya spanyol sama persis seperti orang Spanyol. Seperti jika seseorang memanggil mereka dan bilang “Silahkan berbicara”. Lalu mereka akan menjawab dengan “Mande” yang artinya “Tolong suruh kami.” Hal itu disebabkan karena dulu orang meksiko adalah budak, sehingga sampai sekarang mereka masih menjawab seperti itu kalau dipanggil. Saat orang luar belajar Bahasa spanyol, mereka heran kenapa mereka harus bilang Mande? Cuman sekarang orang meksiko enggak memikirkan lagi arti sebenarnya dari Mande. Sekarang itu tuh sudah jadi budaya mereka, kebiasaan percakapan mereka.


Jo Seungyeon ikut menambahkan juga tentang contoh kasus meksiko tersebut. Orang Italian akan bilang “Chao” sebagai sapaan. Cuman pada masa kekaisaran Roma, orang Italia sebagian besar merupakan budak. Jadi sebenarnya kata Chao itu berasal dari kata “Schiavo” yang berarti budak. Kalau di Jerman sapaannya adalah “Servus” yang berarti budak dalam Bahasa latin. Sebuah sejarah yang tragis sebenarnya itu tuh.

Next, Bahasa perancis. Di Perancis juga sama kayak di Italia. Hanya orang yang berpendidikan tinggi yang menggunakan Bahasa latin di perancis. Pada tahun 1539, diluluskan undang-undang harus menggunakan Bahasa perancis daripada latin dalam administrasi dan pengadilan. Walaupun sudah ada aturan, ada berbagai Bahasa daerah di sepanjang perancis yang berubah-ubah dari satu wilayah ke wilayah lainnya. *sebenernya aku agak bingung sama translate bagian ini, tapi macam itu lah. Mangga, googling sendiri ae ya lebih jelasnya.*. Nah jadi setelah abad ke 19, saat pendidikan sudah bebas menjangkau berbagai kalangan, orang-orang diharuskan menggunakan Bahasa perancis sejak itu.

Kita kembali ke penulis Jo Seungyeon memang master Bahasa. Dia menjelaskan perancis itu punya sejarah yang unik bahasanya. Bahasa perancis merupakan Bahasa yang membuat kita menyadari adanya standar Bahasa. Hal yang wajar setiap negara memiliki standar bahasanya masing-masing. Namun coba kita balik lagi saat 500 tahun yang lalu. Kita bicara dengan berbagai kebiasaan, cara yang kita gunakan seumur hidup kita dan leluhur kita juga menggunakanya. Namun, ada orang dari kota lain datang dan bilang, “Tunggu. Cara kamu bicara itu salah!”. Hal itu amatlah kasar kan? Nah untungnya, ada sebuah lembaga bernama Akademi Perancis yang pertama membuat standar Bahasa. Lembaga itu berdiri dari tahun 1935 dan sampai sekarang masih ada. Di lembaga tersebut mereka akan mendiskusikan tata Bahasa, seperti haruskah menyebut “mouse” untuk laptop/computer sebagai “mouse” atau “souris”. Seperti itulah fungsi dari Akademi Perancis. Mereka mengadakan rapat untuk memutuskan hal-hal tersebut. Oleh karena itu perancis dianggap sebagai global model dalam standar Bahasa.


Guillaume cerita tentang daerah asalnya Quebec, Kanada. Di Quebec mayoritas masyarakatnya menggunakan Bahasa perancis karena banyak imigran dari perancis di abad ke 17. Bahasa perancis di Quebec yang sekarang digunakan hampir sama dengan Bahasa perancis 400 tahun yang lalu. Bahasa perancis di Quebec tidak banyak mengalami revolusi. Mendengar penjelasan tersebut, Aurelien langsung masang muka enggak setuju. Dia bilang orang-orang Quebec itu selalu bilang kalau Bahasa perancisnya mirip dengan orang perancis, tapi sebenarnya Bahasa perancis mereka itu terlalu dipengaruhi oleh Bahasa inggris. Jo Seungyeon menimpali pendapat Aurelien. Setahu dia imigran di Quebec itu bukan dari Paris tapi dari Fecamp, Normandy. Dialek mereka lah yang menjadi dasar Bahasa perancisnya Quebec. Namun lagi-lagi Aurelien menolak pendapat itu. Menurut Dia itu cuman untuk mempertahankan pridenya mereka. Bahkan kalau kata orang perancis yang tinggal dipinggiran, dialek dan aksennya orang Quebec itu beda banget, tapi Guillaume keukeuh kalau itu tuh mirip. Yang lain kan enggak bisa perancis, jadi enggak tahu bedanya. Akhirnya Hyunmoo minta mereka berdua untuk bilang satu kalimat yang sama. Kalau memang seperti yang Aurelien bilang kalau itu tuh beda banget, harusnya yang lain bisa notice itu. Mereka dikasih kalimat “Aku sangat senang dan bahagia bisa diskusi mengenai Bahasa hari ini.” Setelah mereka mengucapkan kalimat mereka dengan versi masing-masing, Aurlien langsung meledek logat Guillaume. Dari situ memang terdengar berbeda sih dialek, aksen, logatnya. Cuman bagiku Guillaume masih terdengar ngomong perancis.


Nah Jo Seungyeon yang fasih juga perancis notice perbedaan penggunaan katanya. Kalau Guillaume untuk mengungkapkan kata senang dia menggunakan kata “Fun” yang berasal dari Bahasa inggris, kalau Aurelien pakai kata “Interessant” yang berasal dari Bahasa latin. Mendengar penjelasan Doi, trio MC makin kagum sama penulis satu ini. Begitu juga dengan aku. Wah gila dia memang master Bahasa.


Selanjutnya adalah Bahasa universal, Bahasa resmi dunia, Inggris. Giliran Mark yang cerita. Bahasa inggris memiliki sejarah yang panjang dan salah satu Bahasa dalam keluarga jerman. Sekitar tahun 400, Anglo Saxons menyebrang ke Inggris dan Bahasa yang mereka pakai disebut Bahasa inggris kuno. Lalu di tahun 1066, Perancis menaklukan Inggris. Sejak itu Bahasa mereka terpengaruhi oleh Bahasa perancis. Bahasa tersebut disebut Bahasa Inggris pertengahan (middle English). Setelah Amerika mendapatkan kemerdekaan dari Inggris, bahasanya menjadi terpengaruh oleh amerika dan juga inggris dan sampai sekarang masih berkembang terus. Seperti yang diketahui Bahasa inggris Amerika dan Inggris british agak berbeda ya kayak masalah pengejaan Bahasa inggrisnya warna. Kalau Amerika mereka mengejanya “Color”, sedangkan British mengeja “Colour”.


Jo Seungyeon bilang hal itu tuh sangat lucu karena setelah bertahun-tahun semenjak ditaklukan Perancis, sampai hari ini, Jika kamu menggunakan Bahasa Inggris yang berasal dari Bahasa perancis, berarti kamu agak high class. Kalau pakai Bahasa inggris dari Anglo Saxon, kamu berarti agak populer orangnya. Contoh : we’re going to have conversation/talk. “Conversation” itu dari perancis, kalau “Talk” berasal dari Anglo saxon. Lalu ada yang namanya strata Bahasa. Perancis itu diatas Inggris. Kalau di Amerika, semakin kamu mengetahui kata-kata dari Bahasa perancis, semakin tinggi pendidikan kamu berarti. Kalau kamu pakai Bahasa inggris asli, kamu memberikan kesan sederhana. Contoh nih, kalau di perancis boeuf itu bisa buat sapi (cow) dan juga daging sapi yang telah diolah (meat). Sedangkan di Inggris binatang yang diternakkan disebut “Cow”, tapi karena para cendekiawan makan daging, maka daging itu disebut “Beef”.

Selanjutnya adalah Bahasa Rusia. Aliona menyebutkan kalau Rusia merupakan negara dengan dataran yang amatlah luas, tapi jika dibandingkan dengan wilayahnya, Bahasa yang digunakan enggak banyak. Mereka menggunakan Bahasa yang sama dan enggak ada dialek. Huruf Rusia disebut Alfabet Cyrillic. Huruf tersebut dibuat oleh misionaris Cyrillic bersaudara dari Kekaisaran Roma Timur yang datang menyebarkan agama Kristen ke wilayah Slav (Rusia). Oleh karena itu alphabet Cyrillic bisa disebut juga sebagai Alfabet Kristiani. Menurut para MC hurufnya unik, terus mereka menampilkan sebuah tulisan tangan dalam Bahasa rusia tentunya, tapi buset daah renyek banget. Kayak huruf sambung gitu, tapi serius kalau buat kita itu tuh tidak terlihat ada sebuah kata. Nah tapi Aliona bisa membaca apa yang tertulis disitu. Intinya itu tuh jawaban dari esai mengenai ekonomi dan pemerintahan.


Rusia itu terpengaruh dari yunani kuno. Grecian Bible ditulis dalam Bahasa yunani, sehingga Cyrillic bersaudara harus menerjemahkan bible ke dalam Bahasa Slav, namun saat itu orang-orang slav hanya memiliki Bahasa yang diucapkan bukan yang ditulis, sehingga mereka mengubah Bahasa yunani dan mengubah bible kedalam Bahasa slav sehingga bible tersebut menjadi bible pertama yang ditulis dalam Bahasa Rusia. Mereka mengambil nama mereka dan menyebutnya sebagai huruf Cyrillic. Kalau membandingkan huruf yunani kuno dengan Cyrillic sangatlah mirip. Begitulah penjelasan Jo Seungyeon.

Nah sampai juga ke Bahasa persatuan kita, Indonesia. Henry menjelaskan keanekaragaman Indonesia yang mempunyai sekitar 300 suku atau bahkan lebih *seingatku malah 400*. Selain itu Indonesia juga memiliki lebih dari 720 bahasa daerah *wkwkwk muka Nik langsung syok*.

Berdasarkan sensus tahun 2000, Pulau Jawa adalah pulau terpadat di Indonesia*why u tak pakai sensus tahun 2010?? Tapi hasilnya sama saja deng wkwkwk*., sehingga lebih banyak orang yang berbicara menggunakan Bahasa Jawa daripada Bahasa Indonesia. Jadi kalau kita ngobrol dengan orang yang dari beda daerah, Kita akan menggunakan Bahasa Indonesia.

Btw, selingan dulu. Ngomong masalah lebih banyak orang yang ngomong Bahasa jawa dibanding Bahasa Indonesia, aku rasa memang ada benarnya sih. Pulau Jawa sendiri merupakan pulau terpadat, jadi hampir setengah penduduk Indonesia tinggal di Pulau Jawa. Di Pulau Jawa sendiri terbagi atas 6 provinsi, dan setengah dari provinsi tersebut menggunakan Bahasa Jawa sebagai Bahasa daerah. Orang Jawa seperti orang Sumatera, suka merantau. Orang Jawa tersebar di berbagai pelosok Indonesia. Di Pulau Jawa sendiri selain Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, orang Jawa juga tersebar di wilayah Jawa lainnya. Di Jakarta sendiri, wah tiap meter pasti ada orang Jawa. Di tatar Sunda, Jawa Barat saja, orang Jawa juga banyak karena mereka menikah dengan orang Sunda atau karena pekerjaan. Apalagi semenjak ada program transmigrasi keluar pulau, banyak orang Jawa juga di sumatera, Kalimantan. Hebatnya dan yang bikin aku kagum sama orang Jawa adalah, kemanapun mereka pergi, Bahasa apapun yang digunakan, mereka enggak lupa sama Bahasa Jawa mereka. Kalau ketemu sesama orang Jawa, mereka akan ngobrol pakai Bahasa Jawa. Kalau enggak pakai Jawa, medok mereka tetap tampak. Makanya bahkan sampai di Suriname pun memakai Bahasa Jawa, karena banyak imigran Jawa yang dikirim Belanda dulu. Contoh lainnya, tuh lihat saja member boygroup rookie, 14U, Loudi. Doi kan lahir dan gede di Yogya. Pas ngomong Indonesia di vlognya Sunnydahye, kelihatan banget medoknya, walau agak samar, tapi enggak hilang. Jadi kurasa memang benar kata Henry itu.


Oke, kembali lagi. Seperti biasa, Jo Seungyeon menambahkan informasi yang sudah diberikan Henry. Indonesia tuh surganya Bahasa. Setiap 1,6 Km kamu jalan, bahasanya tuh berubah, ganti *wkwkwk in reality enggak gitu banget juga sih, tapi kalau berdasarkan hitungan statistik perbandingan, ya akan seperti itu wkwkwk*, Henry membenarkan hal itu. Indonesia merupakan negara yang Jo Seungyeon ingin tinggali karena keberagaman bahasanya. Keberagaman Bahasa itu juga menjadi permasalahan di Indonesia dalam berkomunikasi, bisa miskom gitu kan. Saat belanda menjajah Indonesia, masyarakatnya menggunakan Bahasa belanda, tapi karena penyiksaan yang amat kejam dan begitu merdeka kita enggak mungkin dong pakai Bahasa yang digunakan oleh orang yang membuat kita sengsara? Oleh karena itu, Kita membuat Bahasa yang disebut Bahasa Indonesia. Nah yang menjadi dasar Bahasa Indonesia adalah dari para pedagang yang bolak balik pakai kapal ke berbagai daerah di Indonesia. Para pedangang itu berkomunikasi dengan berbagai macam suku. Para pedagang itu tuh menggunakan Bahasa Riau Melayu. Jadi itu tuh bukan Bahasa Ibu untuk semua orang, tapi setiap suku pasti ada orang yang bisa Bahasa itu, sehingga terciptalah Bahasa Indonesia. Enggak ada leluhur Indonesia yang bicara menggunakan Bahasa Indonesia *betul!!*. Nama Bahasa Indonesia ini diusulkan oleh Moh. Yamin saat perumusan pancasila. *UWAAA DAEBAK, Jo Seungyeon tahu sejarah Bahasa Indonesia cukup detail.*


Albert penasaran, Henry bisa berapa Bahasa. Henry jawab kalau Bahasa Ibu dia adalah Jawa, lalu Bahasa Indonesia, lalu karena Dia muslim dia belajar Bahasa Arab *aku enggak tahu apa dia memang bisa, atau karena sebatas baca Qur’an*, Inggris karena sebagai mata pelajaran wajib di sekolah, dan juga harus belajar Bahasa lain *mungkin jepang atau jerman gitu kali yaa, tiap sekolah beda-beda kan* dan juga jelas Korea. Jadi ada 5 bahasa yang Dia bisa. Kalau begitu aku 3 hehehehehe, dan kalau masukin aku bisa baca Hangul dan baca huruf arab, Qur’an, jadi 5 wkwkwkwkwk #maksa.

PART 2 KLIK DISINI

Iklan

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s