Orang Indonesia Di Variety Show Korea (Rekap Abnormal Summit Ep. 169) Part 2 – END

Sebelumnya Part 1, klik disini.

Selanjutnya, Bahasa Urdu yang digunakan di Pakistan. Sama kayak Indonesia nih, Pakistan juga punya banyak bahasa karena punya banyak daerah juga. Di Pakistan mereka belajar bahasa Ibu mereka di rumah, lalu Urdu dan Inggris di sekolah. Di Abad ke 15, anggota kerajaan menggunakan bahasa urdu. Bahasa resmi India adalah Hindi. Hindi dan Urdu awalnya merupakan bahasa yang sama, namun kemudian berkembang menjadi berbeda dari cara penulisan dan hurufnya, cuman pengucapannya saja yang sama. Orang Pakistan dan Orang India akan mengerti satu sama lain saat mereka berkomunikasi secara verbal, tapi mereka tidak bisa membaca huruf/bahasa satu sama lain.

Jo Seungyeon menjelaskan, Urdu dan Hindi itu dasarnya sama, cuman mereka terpisah karena urusan politik. Di Pakistan, agama yang dipeluk adalah Islam, sedangkan di India, agamanya hindu. Oleh karena itu Pakistan menggunakan huruf arab untuk menulis. Kalau Hindi basisnya huruf merupakan perubahan dari huruf sansekerta. Penulisan huruf yang berbeda itu tampak membuat India dan Pakistan seperti dua etnis yang berbeda, padahal sebenarnya mereka sama.

Xinlin menjelaskan mengenai bahasa yang ada di Tiongkok. Basisnya bahasa cina atau mandarin berasal dari dialek yang digunakan di Beijing, dan itu disebut aku enggak tahu gimana nulisnya karena translatornya enggak nerjamahin, pokoknya kalau dihangul lalu diromankan menjadi “Bothonghwa” . Sekitar 1,5 miliar orang di dunia menggunakan bahasa cina, karena warga Negara Tiongkok sendiri banyak, belum orang-orang turunan cina yang imigran di Negara lain. Huruf karakter cina berasal dari tulisan dibalik tempurung kura-kura yang tercatat sejak 3000-4000 tahun yang lalu. Bahasa cina merupakan salah satu bahasa tertua di dunia.

Lanjut Oogi berbicara bahasa jepang. Jepang juga menggunakan huruf karakter cina. Banyak teori sebenarnya mengenai ini, cuman mereka setuju kalau huruf jepang itu berasal dari huruf cina. Jepang juga memiliki huruf hiragana, katakana. Huruf-huruf tersebut juga berasal dari huruf cina. Huruf-huruftersebut dibuat dengan mengambil beberapa bagian huruf cina atau beberapa garis yang sama.


Jo Seungyeon mempelajari sebuah buku dari seorang Doktor Finlandia, Dr. Frellesvig yang menulis sejarah dari bahasa Jepang. Trio MC ketawa karena seorang Finlandia menulis buku tersebut. Lalu Jo Seungyeon bilang hal ini disebabkan karena Finlandia tuh sama kayak Indonesia surganya berbagai bahasa. Hyunmoo nanya, “kamu belajar itu karena penasaran?”, Seungyeon bilang kalau bahasa jepang dan korea tuh mirip. Dia pengen cari tahu kok bisa sih? Menurut buku yang Seungyeon baca, Jepang dan Korea itu berada di situasi yang mirip. Huruf cina cuman bisa nulis bahasa cina kuno, tapi Jepang, Korea berbicara bahasa yang beda. Para sarjanawan Jepang mengambil Idu dari korea dan memutuskan untuk melakukan hal yang sama. Idu adalah cara Orang Korea dalam menggunakan huruf cina untuk menulis korea. Di setiap sekolah dan kuil, huruf-huruf dibuat secara mandiri. Salah satu sistemnya menjadikan huruf tersebut menjadi hiragana, system yang lain menjadi katakana. Saat Seungyeon enggak tahu hal ini, dia mencoba menulis hiragana, hal itu terasa sangat sulit. Penulis Dr. Frellesvig mencoba membandingkan huruf hiragana dan huruf cina satu sama lain, sehingga mudah dipahami.


Bahasa bisa tersebar karena mengikuti uang. Tergantung dengan Negara mana kamu berdagang. Dengan belajar bahasa lain, kamu akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan, benar kan?
Bahasa yang pertama kali ditulis oleh manusia sulit untuk diprediksi kapan waktu tepatnya manusia menggunakan huruf disbanding gambar. Namun kalau secara umum berbicara mengenai bahasa yang pertama kali ditulis merupakan huruf-huruf kuno di Mesopotamia 3000 Sebelum Masehi, bahasa Sumerian. Jo Seungyeon bersama profesornya, mereka melihat tulisan Sumerian diatas tanah liat. Jo Seungyeon bertanya ke profesornya, apa yang tertulis disitu? Profesornya sambil melihat dari kaca pembesar ala-ala Indiana Jones gitu bilang, “Aku pinjam 2 sapi dari tetanggaku. Bayar itu kembali dengan 6 karung tepung.” Ternyata itu adalah sebuah tanda terima.

Bahasan selanjutnya adalah apa sih yang spesial dari bahasa para representatif masing-masing? Christ bilang kalau bahasa spanyol punya pengucapan “R” yang berlebihan, RRRRRRRRR, dan itu memang sudah ditunjukkan oleh Christ sebelum-sebelumnya kalau ngomong bahasa spanyol wkwkwk. Pengucapan double R ini tuh sama saja kayak pengucapan S di korea.

Lalu Guillaume cerita mengenai nama ID gamenya. FYI, nahdia adalah mantan gamer professional, starcraft. Guillaume bilang kalau nama ID game dia adalah Grrrr (Ji Arrrr). Orang-orang mengucapkannya berberbeda-beda. Kalau orang Jerman bakalan bilang itu “Gerrrrr” tapi pelan *wkwkwk orang Indo juga pasti bakalan gitu*, tapi orang Korea itu paling lucu karena mereka akan menyebutkannya “Geureureureureu” *ASTAGFIRULLAH AKU NGAKAK ASLI*. Guillaume jadi penasaran kalau orang meksiko bakalan mengucapkan seperti apa? Christ bilang kayak jerman “Gerrrrrrrrrr” tapi penekanan di R nya. Menurut Christ kenapa banyak orang kesulitan double R karena mereka enggak punya otot di lidahnya dan itu perlu dilatih katanya dan kasih contoh latihannya Wkwkwkwkwk.

Lanjut ke Italia. Mereka punya 12 jenis Past tenses, tergantung dengan peristiwa apa yang telah terjadi atau dilakukan dan itu tidak memiliki pola sehingga sulit bagi pemula.
Kemudian Indonesia tidak mengenal past atau future tenses. Indonesia cukup menambahkan kata “sudah” untuk past tense, dan “akan” untuk future tense dan juga tidak memiliki plural. Mereka semua langsung merasa amazing karena kesederhanaan bahasa Indonesia. Sikyung kemudian bertanya, “terus gimana cara kalian menyebut sesuatu yang jamak?. Henry kasih contoh dengan kata “buku”. Kalau 1 disebut “buku.” Kalau jamak, menggunakan pengulangan sebanyak 2 kali yaitu “buku-buku”.


Hal-hal seperti tenses, plural, Jo Seungyeon menyebutkan kalau itu disebut efek resmi dari bahasa (?). Untuk Jerman, Perancis, Italia, verb-forms nya sangatlah rumit, tapi kalau bahasa inggris sangatlah sederhana *NOOO!!! Inggris aja ae udah pusing, apalagi perancis,italia,jerman*. Negara dengan banyak etnis cenderung untuk memiliki grammar yang sederhana. Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi dari Indonesia, sehingga dikenal dengan grammar termudah di dunia. Haaaa….. that’s why kita kesulitan dengan yang namanya grammar kalau belajar bahasa asing. Cuman belajar kata-katanya saja sudah cukup membuat kamu untuk bisa berbicara bahasa Indonesia. Sangat mudah dipelajari.

Lalu, Xinlin bertanya apa cuman Bahasa cina saja yang memiliki intonasi? “Vietnam juga punya kok.” Jawab Hyunmoo. Lalu yang lain bertanya, “Maksudnya intonasi?”. Xinlin menjelaskan kalau pengucapannya sama, tapi intonasinya akan membuat kalimat atau kata tersebut menjadi beda artinya. Xinlin kasih contoh dengan kata “Ma” dengan intonasi datar, naik, turun, lalu mengayun. Lalu Jo Seungyeon mempraktekkan contoh dari Xinlin, tapi gagal wkwkwk. Orang tiongkok cenderung memiliki suara yang besar untuk menenkankan intonasinya, cuman anehnya kalau pas nyanyi mereka mengabaikan intonasi tersebut. Albert yang pernah tinggal di Tiongkok dan mengerti bahasa cina, mengaku kalau dia juga tidak baik dalam mengenali intonasi, tapi dia masih mengerti selama tahu konteksnya.


Kalau Jepang, mereka memiliki banyak ciri khas. Oogi bilang, orang korea sering kesulitan dengan kalau jepang itu enggak punya spasi. Banyak orang meletakkan spasi di tempat yang enggak biasa. Jepang juga menulis secara vertical, bukan horizontal seperti pada umumnya. Di Tiongkok juga sama tulisannya vertical ketika menulis Koran.


Terus Mark nyeletuk, pertama kali dia nonton film bioskop di Korea, subtitlenya juga dipinggir dan vertikal. Trio MC langsung syok, “Kok tahu? Setua apa kamu?”. Mark berkilah kalau dia banyak menonton film lama wkwkwkw, lalu captionnya “Hal itu terjadi sudah sangat lama…..” MUAHAHAHAHAHA.

Jepang juga punya banyak kata untuk spesifik gender, dan itu sangatlah sulit. Contoh “Watashi wa” artinya “Saya” tapi kalau orang yang belajar dari nonton One Piece akan menyebutnya “Ore”. Hal itu akan aneh ketika melihat cewek menggunakan “Ore”. Lalu orang Jepang kan suka ngomong “Ey…..” kalau kaget. Kalau cewek akan bilang “Ey” dengan panjang, kalau cowok lebih pendek. Jun Hyunmoo sering banget bilang “Ey” dengan panjang, jadi aneh banget buat Oogi lihatnya. Enggak cocok wkwkwkwk. Sudah dapat dipastikan Hyunmoo belajar itu dari cewek.

Kalau di Pakistan keunikkannya adalah mereka menulis dari kanan ke kiri karena mereka menggunakan huruf arab. Kata Zahid, orang asing melihatnya seperti lukisan. Kata Nik “Kayak ular menari.” Jo Seungyeon bilang kalau arab menggunakan spasi, tapi kalau urdu enggak, sehingga hurufnya akan berbeda bergantung pada letaknya dimana. *Kalau yang muslim pasti ngerti ya maksudnya, kayak huruf “Ja” kalau di awal, tengah, dan akhir kalimat bentuknya akan beda karena antar hurufnya nyambung penulisannya.* Jadi bagi orang asing itu tuh kayak cacing. Cuman sebagai orang asing kita cukup pelru berpikir kalau itu tuh kursif (tulisan miring). “Setiap bahasa itu indah dan penuh arti.” Sikyung memberi kesimpulan.

Korea itu punya panggilan hormat, honorific. Apakah Negara lain juga punya hal seperti itu? Albert bilang Italia punya. Cuman kalau di Italia, panggilan hormat itu untuk menyebutkan orang ketiga seperti saat bertanya, “apa yang dia lakukan?”. Bahkan saat kita bicara langsung dengan orang tersebut. Lalu yang tingkatannya lebih tinggi lagi dalam plural orang kedua. Dulu orang italia banyak menggunakan hal tersebut, tapi sekarang sudah enggak begitu banyak. Hal itu paling digunakan untuk orang yang benar-benar penting. Jo Seungyeon menemukan sesuatu yang menarik dari panggilan hormat bahasa Italia. Setiap mereka menyebutkan orang ketiga, selalu menjadi bahasa yang feminim gendernya. Bahkan saat bicara ke seorang pria, macam “Did She sleep well?”.

Kalau di Rusia, kalau menyebut orang lebih tua, kita menyebut namanya ditambah nama ayahnya. Lalu akhirannya bergantung pada gender orang tersebut. Contoh, namanya Aliona, nama ayahnya Igal, dank arena dia cewek ditambah akhiran –evna. Jadi kalau digabung, Aliona Igalevna. Nah kalau kita enggak tahu nama ayahnya, kamu boleh bertanya siapa nama ayahnya dan itu juga biasanya tertulis di kartu nama dan juga Paspor. Albert cerita itulah kenapa saat dia membaca novel rusia, dia enggak tahu, siapa itu siapa. Tokoh ini tuh siapanya tokoh utama? Nama ayah terus saja bermunculan wkwkwkw. Menyebut nama ayah itu adalah tradisi dari Eropa utara kata Jo Seungyeon *hm… mirip kayak muslim.* that’s why kata “Son” diikut sertakan di nama kayak Tomson, Johnson. Jadi kayak Scarlett Johnson, itu tuh artinya Scarlett anaknya Johan. Zahid menambahkan kalau menyebut nama ayah itu mirip seperti arab. Di Pakistan mereka menggunakan –ibne atau abulhasan yang artinya anak dari atau ayah dari.


Jepang terkenal akan panggilan hormat yang sulit. Oogi saja sampai ngaku kalau ngajari honorific Jepang ke mereka tuh susah. Ada 3 jenis honorific di Jepang. Pertama versi hormat, kedua rendah hati, ketiga sopan. Paling sulit adalah yang jenis rendah hati. Kamu harus merendahkan dirimu untuk menghormati orang lain. Contoh “Itadakimasu” yang artinya selamat makan, atau terima kasih untuk makanannya, itu merupakan contoh dari versi humble. Di Tiongkok juga sama ada honorific seperti itu. Xinlin kasih contoh kalau di Tiongkok mau mengenalkan anaknya bukan dengan “Ini anak saya” tapi dengan “It’s dog’s son” *aku enggak mau terjemahin ke Indonesia, enggak enak banget artinya*. Yang lain pada syok, tapi memang honorific di Tiongkok seperti itu. Jo Seungyeon cerita kalau awalnya saat dia belajar Bahasa cina, dia senang karena enggak ada panggilan hormat macam Korea gitu kan. Cuman semakin dia mengerti, dia baru tahu kalau orang sana masih memakai panggilan hormat, dan setelah dia tahu, Dia merasa kalau panggilan hormat cina tuh paling sulit.

Untuk budaya barat panggilan hormat merupakan hal yang sulit. Mark ketika pertama kali ke Korea mengaku kesulitan dengan macam-macam panggilan hormat, karena di Amerika kan enggak pakai begituan. Di Amerika tuh gampang saja, kamu bisa bicara ke bos kamu layaknya ke teman. Mark pernah melakukan kesalahan ke bosnya. Setahu Dia honorific dari “Let’s Do Something” itu menggunakan “Hapshida”. Dia ngajak bosnya makan tapi salah pilih kalimat honorifics, Dia menggunakan “Hapshida” di akhir kalimat, jadi Bos nya mukanya langsung mau marah, “Itu honorific buat bawahan, tahu!”. Mark langsung culture shock. Dia enggak tahu ada batasan kayak gitu. Sampai sekarang Mark sudah tinggal 7 tahun dia masih enggak tahu harus bilang apa dalam korea ke bos nya untuk mengatakan “Let’s do something”. Jadi dia memutuskan kalau mau ngajak atasannya dengan bicara kayak gini, “Saya enggak tahu apa anda punya waktu minggu depan, tapi jika tidak, bagaimana kalau kita makan bersama?” Dia bilang seperti itu dengan mengakhiri kalimatnya dengan kata “etteosilleonjiyo?” Trio mc langsung tepuk tangan dan bilang “Great! Perfect!”. Mark bilang “Aku enggak tahu cara membuat ajakan itu menjadi lebih pendek.” Hahahahahaha.


Xinlin jadi kepo, “Emangnya enggak boleh ya bilang ‘hapshida’ ke atasan?”, Mark langsung dengan tegas, “Enggak boleh, woy!” Xinlin juga enggak tahu hal itu, dia baru tahu dari diskusi ini. Nik juga sama baru tahu sekarang. Xinlin juga pernah pakai kata “hapshida” ke profesornya, saat mengajak untuk mengadakan seminar untuk minggu depan. Kata Sikyung Xinlin bicaranya udah macam rektor. Menurut Seyoon bagian awal kalimatnya sudah bagus, namun akhirnya “Hapshida” mengacaukannya. Seyoon ngasih saran untuk menggunakan keputusannya ada di pihak professor, jangan dari dia. Pelajaran honorific seperti ini tuh enggak ada di textbook jadi banyak orang asing yang enggak tahu. *maaf yaaa aku ngejelasinnya enggak bener, karena aku juga enggak paham dengan sistem honorific korea*.

Kita pindah ke alphabet hangul sekarang. Hangul diciptakan oleh Raja Joseon, Raja Sejong. Karena Raja Sejong inilah masyarakat Korea Selatan maupun Utara memiliki alphabet sendiri yang bisa dipahami warganya. Nah apa sih yang bikin hangul tuh spesial? Masalah ginian sih sudah pasti pakarnya saja yang menjelaskan, Jo Seungyeon yaaa.

Ada 7000 bahasa di Dunia ini, tapi cuman sedikit yang punya sistem penulisan yang berbeda. Negara-negara Eropa di acara ini, Indonesia, Amerika memiliki sistem penulisan yang sama menggunakan roman atau latin. Cuman korea punya sistem penulisan tersendiri untuk Bahasa mereka. Sistem penulisan yang lain tuh bukan bikinan seseorang. Sistem penulisan yang lain itu berasal dari simbol. Seperti huruf “A”. Saat kita balik ke atas, itu seperti sapi dengan dua tanduk. Itu berasal dari mesir kuno dimana alif berarti sapi. Lalu symbol itu menyebar ke eropa, dan dibalik menjadi huruf dalam latin. Lalu ketika symbol itu menyebar ke yunani,rusia menjadi alfa. Lalu ke arab, menjadi alif. Jika kita menelusuri setiap sistem penulisan, kita akan menemukan kalau itu semua berasal dari simbol. Hanya hangul lah satu-satunya di dunia yang dibuat oleh seseorang, yaitu Raja Sejong. Beliau tertarik dengan ilmu Bahasa dan membuat sistem yang cocok dengan rakyatnya.


Hangul merupakan Bahasa terbaik untuk era digitalisasi. Sangat cocok dalam menulis. Mark kasih contoh, dalam twitter kan limitnya 140 karakter, kalau mau nulis “See you tomorrow” membutuhkan 13 karakter, tapi kalau dalam hangul “Naeilbwa”, “Nae-Il-bwa”. Cukup 3 karakter saja. 1 karakter dalam Hangul saja sudah bisa memiliki banyak arti. *Makanya banyak kan idol yang bisa kasih kalrifikasi di twitter. Kalau diterjemahin itu tuh panjang lebar macam surat*.

Apakah di negara lain juga ada orang seperti Raja Sejong yang berusaha mengembangkan bahasanya? Di Tiongkok ada nih kata Xinlin, Mao Zedong namanya yang telah berhasil menyederhanakan karakter cina seperti sekarang. Sekarang juga bisa menulis dan membaca huruf latin di komputer untuk diubah ke karakter cina. Namanya itu tuh Pinyin *suka ada di hape2 kita kok, apalagi kalau buatan tiongkok, pasti ada*.


Kalau di Amerika ada yang namanya Noah Webster. Sekitar tahu 1820, Amerika enggak punya grammar resmi sehingga banyak orang yang menulis hal yang sama dengan berbeda. Webster ini ingin memperbaiki hal itu. Dia membuat kamus pertama American English. Kamus buatan Webster ini merupakan kamus terpopuler di Amerika.

Jerman jika dibanding kan Perancis yang sejarahnya lebih pendek, sebenarnya lebih kompleks. Grimm bersaudara melakukan banyak penelitian dan berperan besar dalam merubah persepsi orang-orang. Jerman memiliki 6 umlaut (dua titik diatas huruf vokal). Grimm bersaudara lah yang menamakan itu sebagai umlaut.


Sebenarnya sejarah Bahasa jerman tuh tragis, kalau kata Seungyeon. Orang Eropa berpikir kalau yunani dan roma itu pusat dari kebudayaan mereka. Mereka pikir Bahasa yang mendekati latin itu lebih sopan. Semakin jauh dari latin, maka Bahasa itu semakin enggak sopan, enggak banget. Perancis dan Spanyol berhubungan langsung dengan latin, tapi jerman tuh sangat berbeda. Bangsa jerman memiliki banyak kerumitan terhadap Bahasa mereka. Ada quotes populer ni dari raja jerman, Charles V, dia bilang “Saat aku berdoa aku menggunakan Bahasa spanyol, aku menggunakan Bahasa perancis ketika berdiplomasi dan militer, untuk ungkapan cinta aku gunakan Bahasa italia, dan aku gunaka Bahasa jerman untuk memerintah kuda dan prajuritku”. Ungkapan raja jerman tersbuet dapat menggambarkan bagaimana orang jerman berpikir terhadap Bahasa mereka sendiri. Grimm bersaudara juga menurpakan penulis. Mereka tahu kalau jerman itu harus berkolerasi dengan latin. Jadi mereka menulis latin di satu sisi, dan disisi lainnya mereka menulis jerman. Mereka kemudian mencari hubungan keduanya. Mereka menemuka sesuatu tak terdua. Setiap huru yang diawali “P” di latin, kalau di Jerman diawali “F”. Mereka membuktikan kalau jerman itu adalah salah satu Bahasa yang beradab di eropa.


Guillaume cerita untuk melindungi Bahasa perancis di Quebec, pemerintahan Quebec membuat Piagam Bahasa Perancis yang isinya, bisnis atau urusan yang melibatkan lebih dari 50 orang harus menggunakan Bahasa perancis, semua dokumen pemerintahan harus menggunakan Bahasa perancis. Lalu semua politisi harus bisa berbahasa perancis dengan baik. Kalau enggak, enggak akan bisa jadi politisi. Saat perdana menteri Kanada, Justin Trudeau *Ya Allah kepala pemerintahan teh kasep pisan wkwkwkwk* memberikan pidato dalam Bahasa perancis di Quebec, dia mengakhiri pidatonya dalam Bahasa inggris, orang-orang langsung menyorakin dia. Sebaiknya kalau di Quebec tidak menggunakan Bahasa inggris. Kalau mau jual produk di Quebec sebaiknya harus ada kedua Bahasa tersebut. Kalau produk impor Amerika cuman dalam Bahasa inggris saja, itu berarti produknya ilegal. KFC saja yang namanya tuh itu tuh nama merk, di terjemahin ke Bahasa perancis di Quebec, dari “Kentucky Fried Chicken” jadi “Poulet Frit Kentucky” disingkat PFK wkwkwkwk. Kebayang kalau di Indo kayak gitu juga jadi “Ayam Goreng Kentucky” dong, “AGK” wkwkwkwk. Bahkan sampai rambu Stop pun dalam Bahasa perancis “Arret”, karena orang Quebec enggak suka pakai Inggris. Terus kata Aurelien, “Ah elah, di perancis saja rambu stop kita pakai kata “Stop” kok” wkwkwk. Di Quebec kayak gitu karena mereka saking melindungi Bahasa Perancis. Nice sih… mengingat mereka kan memang dikelilingi dengan orang yang berbahasa inggris.


Bahasa seiringnya waktu berubah, dan banyak juga Bahasa baru. Sebagian orang takut akan slang baru akan menghancurkan Bahasa. Ya kalau di kita macam alay akan menghancurkan EYD wkwkwk. Apakah setiap negara punya slang baru? Di Tiongkok juga punya banyak slang baru. Mereka sampai bikin listnya setiap tahun. Yang paling populer adalah Bahasa cina dengan gaya inggris. Contohnya “You can you up no ca no bibi”. Maksud dari kalimat itu adalah, “You can you up” berarti kalau kamu bisa, lakukan, “No can no bibi” adalah kalau enggak bisa, jangan mengeluh. Bibi itu Bahasa cina dari mengeluh. Mark langsung ketawa dengar penjelasan Xinlin, dia pikir kata bibi itu kata Bahasa inggris. Ada quotes populer lainnya dari mantan kaisar mereka “Belajar keras dan setiap hari.” Lalu sekarang populer dengan slang Chinese englishnya yaitu, “Good good study, day day up.” LOL wkwkwkwkwk. Macam di Indonesia saja, malu-malu kucing jadi “shy-shy cat”.

Sebenarnya Chinese English itu terasa aneh buat kita, tapi sebenarnya banyak juga Chinese English yang kita kira sebagai real English. Seungyeon kasih contoh yaitu “Long time no see” itu tuh berasal dari pekerja cina yang kerja di inggris. *wah… ku juga baru tahu! Aku kira itu emang bener Bahasa inggris wkwkwk*. Seyoon terus bercanda, sebenarnya “Long time no see” juga terdengar seperti Bahasa cina. Dia terus ngasih contoh lengkap dengan intonasi ala Bahasa cina wkwkwkwk. Kalimat tadi tuh, grammar cina sebenernya, walau secara grammar inggris enggak salah juga.

Di Amerika juga menyukai kata dan slang baru. Setiap tahun kata-kata tersebut dimasukkan kedalam kamus. Seperti kata “Photobomb” itu tuh kata baru yang artinya saat ada orang sedang berfoto, tiba-tiba ada orang yang ikutan foto juga di belakang. Di tahun 2017 ini, kata bibimbap dimasukkan kedalam kamus, saking populernya makanan bibimbap. Kakaknya Mark sampai kirim pesan ke Mark kalau dia lagi makan itu.


Orang jepang sering banget pakai kata-kata asing. Sekitar 1 dari 5 kata jepang adalah kata dari Bahasa asing. Contohnya nih “Jubon” yang artinya celana dalam Bahasa Jepang diambil dari Bahasa perancis yaitu “Jupon”. Lalu dari serapan Indoesia juga ada, “Jagaimo” yang artinya kentang. *Aku pas baca translate inggrisnya bingung, kenapa kentang jadi jagaimo? Pas aku baca penjelasan Hangul, kenapa jagaimo karena berasal dari ibukota negara Indonesia, Jakarta. Mungkin mereka dapat kentang dari Jakarta kali yaaa…. Enggak tahu juga deh”. Lalu di Jepang juga suka bikin kata baru, misalnya dalam Bahasa inggris “Miss” nah orang sana bakalan nambahin –Ru di akhir katanya, jadi “Misuru” yang berarti gagal. Karena dipakai sehari-hari, orang-orang sudah tidak berpikir kalau itu adalah kata asing. Kayak kata “tenant” sudah hal umum disana. Aurelien langsung keluar pride perancisnya, kalau “tenant” itu dari Bahasa perancis. Yang lain bilang, Bahasa inggris juga pakai itu, tapi Aurelien tetap bangga kalau itu tuh dari perancis.


Oogi terus bilang “bukannya azit juga dari Bahasa rusia ya?”. Hal ini dijawabnya bukan sama Aliona, tapi malah sama Seungyeon yang bilang itu tuh dari uni soviet berasal dari agitation propaganda yang disingkat, jadilah agit, kemudian azit. Seungyeon yang sampai bisa jawab gitu, bikin Hyunmoo pengen orang-orang coba Tanya ke dia, sampai dia enggak bisa jawab. Soalnya dia serba tahu banget. Guillaume pun mencoba kesempatan itu. Guillaume bertanya, “Jepang kan enggak banyak imigran, tapi kenapa mereka banyak memakai serapan asing?”. Seungyeon langsung “Wow” dan akhirnya dia enggak tahu jawaban akan pertanyaan Guillaume. Semuanya langsung tepuk tangan, akhirnya dia enggak bisa jawab hahahaha.

Apakah di negara para representatif membenci kata baru? Kata Christ di Meksiko enggak suka akan hal itu. Di meksiko dan italia komputer disebut dengan ordenador. Lalu mouse disebut Raton.

Terakhir nih, gimana pendapat Seungyeon mengenai kata baru atau kata asing yang masuk? Menurut Seungyeon hal itu menjadi topic yang serius di peringatan alphabet hangul ini. Beberapa orang mengatakan kalau kids jaman now itu enggak bagus grammarnya dan terlalu banyak menggunakan kata asing sehingga membuat Raja Sejong kecewa. Namun Seungyeon enggak setuju dengan pendapat itu. Menurut dia Raja Sejong justru malah merasa senang. Coba balik lagi ke jaman beliau. Beliau membuat huruf hangul karena masyarakatnya enggak bisa menulis apa yang mereka bicarakan. Setelah 500 tahun dibuatnya hangul, Korea banyak berubah. Banyak hal baru bermunculan. Namun hangul masih bisa mengekspresi hal-hal baru tersebut. Jadi pasti Raja Sejong akan bangga dengan hasil karyanya. Kehebatan dari hangul itu adalah fleksibilitasnya. Setiap suara yang kita buat bisa diubah ke tulisan hangul, hal ini membuat Bahasa korea aman seberubah apapun bahasanya.

Nah penutupnya Seungyeon ditanya gimana kesannya ketiga kalinya di acara ini? Dia sangat senang bisa bicara mengenai Bahasa korea, di korea dengan orang-orang dari berbagai negara. Dia menghabiskan waktu mudanya di berbagai hostel dan bertemu banyak orang asing, sehingga harus berbicara dengan Bahasa asing. Oleh karena itu dia senang banget bisa di acara ini.

Albert nambahin dia berharap kalau orang korea kalau bicara sama orang asing yang bisa berbahasa korea, diharapkan mereka menggunakan korea. Soalnya walau mereka sudah ada di tv, tetap saja ada orang yang ngomong ke dia “Can I take a picture?” wkwkwkwk mungkin orang itu enggak nonton abnormal summit kali, bert wkwkwkwk. Terus Zahid bilang kalau dia jawab pertanyaan itu pakai Inggris, mereka akan bilang “Tapi kamu bisa Bahasa korea!” wkwkwkwkwkwk, dasar people.


Ya begitulah sekian dari rekapan mengenai abnormal summit episode 169 yang menampilkan orang Indonesia sebagai representatif. Mas Henry *sok kenal bangeeeet* sendiri memang enggak banyak screentimenya. Entah banyak di cut atau enggak banyak ngomong. Cuman biasanya sih kalau representatif tamu enggak banyak screentime karena mereka enggak banyak ngomong juga sih. Belum terbiasa kali yaaa…. Soalnya setiap membernya juga, mereka enggak semuanya banyak screentime. Kayak Oogi dan Nik yang lebih diam. Tergantung tema yang diangkat sih biasanya, siapa yang bakalan dapat banyak screentime. Cuman kalau di tiap episode, Mark dan Albert yang banyak screentime karena mereka memang kritis dan jago diskusi. Tapi segitu mah ya, Henry ini sudah cukup banyak screentimenya dibanding representatif tamu lainnya atau bandingkan dengan aliona. Henry tuh masih suka bereaksi terhadap pembicaraan orang lain. Dia cukup ekspresif jadi bagus untuk ditampilkan reaksinya di kamera. Beruntungnya juga Henry ini tampil full 1 episode, 1 jam 10 menit. Biasanya Abnormal Summit itu dibagi jadi dua. Representatif tamu biasanya muncul di paruh kedua, mulai dari menit 25-30. Durasi acara ini biasanya 1 jam 10 menit sampai 15 menit an.

Awalnya aku mau rekap bagian Indonesia saja, tapi kayaknya nanggung karena berkaitan dengan diskusi-diskusi yang lain. Selain itu tema bahasannya juga bagus, Nambah pengetahuan banget deh. Jadi sayang saja kalau rekap dikit, jadi aku rekap semuanya deh hehehe. Henry ini merupakan tamu kedua dari Indonesia yang hadir di acara ini. Sebelumnya pernah di episode 80, ada Kiki Karnadi. Dia tampil di paruh pertama, sekitar 25 menit membicarakan mengenai Indonesia. Memperkenalkan Indonesia pada masyarakat Korea. Sayang episode 80 ini enggak ada sub nya, jadi ku hanya mengira-ngira saja.

Temanya kan ngebahas tentang Bahasa, jadi memang cocok banget mengundang representatif dari Indonesia. Seperti kata Jo Seungyeon juga Indonesia tuh surganya Bahasa. Banyaknya etnis dengan wilayah yang luas, bikin Indonesia kaya dengan Bahasa dan budaya. Aku senang karena Henry ini bisa menjelaskan dengan baik mengenai keberagaman Bahasa di Indonesia dan juga mengenai Bahasa Indonesia itu sendiri. Ditambah juga dengan penjelasan Jo Seungyeon ada beberapa hal baru yang kuketahui.


Mengenai masalah tiap 1,6 km kita jalan bahasanya rubah, mungkin agak lebay sih sebenernya kalau di realita, tapi sebenarnya ungkapan statistik itu menggambarkan sebenarnya. Contohnya saja Jawa Barat. Bahasa daerah utamanya adalah Sunda. Cuman Sunda itu sendiri ada beberapa jenis, sunda lemes, sunda kasar, sunda buhun. Tiap kota atau keresidenan memiliki sunda yang agak berbeda. Seperti residen priangan macam bandung, garut, tasik ciamis. Disitu menggunakan sunda lemes, atau sunda halus. Beda lagi dengan keresidenan Bogor, yaitu Bogor, Cianjur, Sukabumi. Mereka sunda kasar, atau sunda agak buhun karena bekas pusat kerajaan Padjadjaran. Wilayah keresidenan Subang, yaitu subang purwakarta, karawang, mereka terpengaruh sekali dengan pantura sundanya. Yang unik adalah Keresidenan Cirebon. Mereka punya Bahasa sendiri percampuran sunda dan jawa karena berada di perbatasan. Nah seperti itu lah. Ketika kita ke beda kota, kita akan menemukan sedikit perbedaan Bahasa. Jadi anggapan 1,6 km kita jalan bahasanya berubah, memang bisa jadi.


Episode kali ini aku benar-benar suka. Temanya bagus banget, banyak pengetahuan baru dan tahu sejarah baru juga pastinya baik tentang Indonesia maupun negara lain. Bintang tamunya, Jo Seungyeon, memang layak dijuluki master Bahasa. Dia cerdas banget banyak tahu tentnag sejarah Bahasa di berbagai dunia. Pasti sebelum tampil disitu, dia belajar sejarah Bahasa negara para representatif. Cuman yang bikin aku kagum, dia enggak cuman tahu dasarnya doang, tapi dia cukup detail mengetahui sejarahnya. Aku kaget dia tahu Soekarno, Moh. Yamin. Kalian kalau nonton juga dijamin pasti kagum sama dia.

Well, itulah tadi rekapan dan sedikit komentarku. Maafkan ya banyak komentar di tengah rekapan. Maaf juga kalau kata asingnya enggak di miringkan. Sampai jumpa ditulisan selanjutnya. Annyeong.

 

 

*BTW baru sadar di episode ini ga ada Alex. Oh… My fav…. #huhuhu, abaikan.”

Iklan

3 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s