[REVIEW] WHILE YOU WERE SLEEPING

Pernah enggak sih kalian mimpi buruk yang sampai membuat kita terbangun terus malah jadi stress sendiri? Atau kalian ingat mimpi yang amat detail sehingga terasa nyata atau mimpi yang malah bangun-bangun bikin kalian capek? Jawabanku adalah pernah banget! Apalagi kalau lagi stress, banyak beban pikiran pasti bakalan mimpi yang aneh-aneh atau aku tahu ini mimpi tapi terasa nyata. Kalau sudah seperti itu, apalagi kalau ada tanda tertentu aku suka searching arti-arti mimpi tersebut. Pernah aku cari tahu arti mimpiku, artinya buruk banget sampai aku takut sendiri, padahal harusnya enggak boleh hahahaha. Lalu aku baca di salah satu media online arti dari mimpiku yang artinya buruk banget itu sebenarnya adalah hasil rasa stresku yang sedang tinggi, dan pada  akhirnya tidak terjadi apa-apa. Kalau sudah seperti itu Suka kesal sendiri aku sama mimpi yang aku alami, apalagi kalau mimpiin seseorang yang rasanya enggak dirindukan, tapi tiba-tiba muncul dimimpi ngobrol biasa karena sudah lama tidak bertemu. Padahal saat kita sadar enggak ingat orang itu sama sekali, enggak tahu kabarnya sama sekali, enggak lihat dia di socmed sama sekali, kok tiba-tiba muncul di mimpi, dan terus tiba-tiba terbangun, dan kemudian sadar itu cuman mimpi, makin kesel pfffft *map curcol*.

Masalah mimpi kayak gitu rasanya sudah bikin pusing. Nah sekarang kebayang enggak kalau apa yang kamu mimpikan malah jadi kenyataan? Kamu malah jadi memiliki kemampuan memprediksi masa depan karena mimpi mu. Apa yang kamu rasakan? Pasti stres sih, karena kita jadi tahu hidup seseorang. Kalau gitu apa yang bakal dilakukan? Merubahnya atau membiarkannya? Kalau aku sih enggak tahu, karena pasti akan sangat gila. Begitu juga dengan Hongjoo di drama While You Were Sleeping.

While you were sleeping merupakan sebuah drama dengan elemen fantasi, romansa, komedi, dan sedikit sentuhan thriller, legal. Drama berjmlah 32 episode dengan format 30 menit per episodenya ini menceritakan seorang jurnalis Nam Hongjoo yang memiliki kemampuan aneh, yaitu dia bisa melihat kejadian masa depan melalui mimpinya. Setiap dia bermimpi dia selalu mencatatnya namun dia tidak pernah berusaha mengubah hal tersebut. Akibat kemampuannya itu, dia harus cuti sementara karena dalam mimpinya dia akan mengalami hal buruk ketika sedang meliput sesuatu. Suatu hari dia bermimpi mengenai seorang pria yang tidak Ia kenal, yang kemudian menjadi tetangganya. Pria tersebut adalah Jung Jaechan seorang jaksa junior. Semenjak bertemu Hongjoo, Jaechan juga mengalami mimpi aneh, yaitu dia dapat melihat masa depan yang akan terjadi pada Hongjoo. Sesuatu yang buruk akan terjadi. Jaechan pun berusaha mengubah mimpi buruknya tersebut. Akibat perbuatannya itu, Jaechan telah menyelamatkan seseorang dari kematian yaitu Han Wootak seorang polisi. Setelah kejadian itu, Wootak pun dapat bermimpi masa depan mengenai Jaechan. Mereka bertiga pun bekerja sama untuk merubah kejadian buruk yang mereka lihat di mimpi mereka.

Drama ini merupakan salah satu drama pra-produksi yang aku nantikan. Ya gimana enggak? Yang mainnya bias, Lee Jongsuk dan yang menulis drama ini adalah salah satu penulis favoritku, Park Hyeryun. Lee Jongsuk dan Park Hyeryun selalu menjadi kombinasi yang menarik dan it works for me. Park Sw nim ini tampaknya sudah jatuh cinta dengan akting Lee Jongsuk, jadi dia bisa menonjolkan karakter yang diperankan oleh Jongsuk dengan baik.

Menonton drama ini tuh rasanya seperti menonton perpaduan antara drama I Can Hear Your Voice dan Pinocchio. Latar pekerjaan tokoh-tokoh utamanya perpaduan kedua drama itu, ada jurnalis, pengacara, jaksa, polisi. Jadi ciri khas drama yang ditulis SW nim nya ini memang berasa banget. Kalau sudah menonton drama-drama yang dia tulis pasti bakalan merasa sangat familiar saat menonton drama ini.

Selain rasa familiar saat menonton drama ini, aku merasakan suatu kesegaran. Ide ceritanya benar-benar fresh dan original. Ide ceritanya unik ya untuk kdrama. Seingatku baru kali ini ada drama yang mengambil elemen fantasi mengenai mimpi dan masa depan. Setiap mimpi memiliki kasus tersendiri dan banyak kejutan yang membuat kita yang menonton sangat semangat dan penasaran akan kelanjutannya. Kasus apa lagi ya yang akan terjadi? Nagih banget dan susah berhenti sekalinya memulai menonton tiap kasus baru, karena penasaran apa sih yang sebenarnya terjadi? Kok bisa gitu? Kalau penggemar cerita thriller kalian pasti akan menikmatinya walau enggak full thriller.

Sebagai penggemar drama Park sw nim, aku bisa merasakan ciri khas dari drama dia, komedi dari tokoh prianya yang memiliki sisi konyol, lalu tokoh wanita yang pintar dan kuat. Aku menyukai karakter Hongjoo yang pintar. Dia benar-benar femme fatale. Dia sosok yang kuat namun tetap menunjukkan kelemahannya sebagai wanita ketika menghadapi bahaya besar. Ciri khas karakter pemeran utama wanita dramanya Park Hyeryun banget deh. Selain hal itu, ciri khas lainnya adalah pesan moral yang tersirat. Drama-drama buatan dia tuh selalu mengandung pesan moral. Drama ini memiliki banyak kasus dengan berbagai macam cerita yang berbeda. Seperti kasus pertama adalah kasus kekerasan rumah tangga dimana kadang para istri rela ditindas demi anak mereka, padahal anak mereka tidak mengingkan hal itu. Lalu kasus yang menarik juga kasus kematian atlit dimana tidak ada pelakunya. Jaechan mengalami cobaan yang berat. Disitu kita menyadari kadang saat kita kehilangan, kita butuh menyalahkan seseorang. Salut sama cara Jaechan yang bisa menjelaskan dengan baik pada ayah sang atlit, kalau anaknya tidak mungkin dibunuh karena anaknya bukanlah orang jahat. Jaechan sendiri pun mengalami hal tersebut saat ayahnya meninggal. Saat anak buah ayahnya meminta maaf, Jaechan muda merasa marah, tapi saat dewasa Jaechan mengerti bukan salah anak buah ayahnya tersebut, enggak ada yang bisa disalahkan. Kalian kalau nonton pasti bakalan merasa dan mendapatkan pesan moral apa yang ingin disampaikan oleh penulisnya. Walau banyak pesan moral kita tidak merasa digurui, karena memang kita mendapatkannya secara tersirat, saat kita berpikir dan menghubungkan dengan kehidupan kita sendiri.

Kelebihan lagi dari drama ini adalah plot twisted yang tak terduga. Aku pribadi sih merasa enggak nyangka, apalagi yang plot twistednya identitas anak buah ayahnya Jaechan. Aku enggak nyangka ternyata orang tersebut benar-benar dekat dengan Jaechan selama ini. Benar-benar enggak kelihatan. Pas tahu ternyata penyidik Choi orangnya, i’m shocked! Entah aku yang bodoh atau penulisnya memang pintar menyembunyikannya. Aku benar-benar paling kaget sama plot twisted yang itu. Tidak terbaca. Lalu ada juga yang enggak nyangka kalau jaksa Lee dan Jaksa Son pacaran. Temanku bilang dia enggak nyangka akan hal itu. Saat aku masih nonton drama itu, temanku bilang kalau dia kaget sama plot twisted kisah cinta para jaksa. Saat dia bilang seperti itu, aku kira Jaksa Lee akan berpacaran dengan Jaksa Shin, eh ternyata bukan. Temanku mengaku dia kaget akan hal itu, tapi kalau aku sih sudah menduga mengingat Jaksa Lee mengetahui “kelemahan” Jaksa Son yaitu sebagai Ibu tunggal dan harus merawat anaknya yang gagal ginjal. Btw, ngakak banget gimana mereka ketahuan pacarannya hahahaha. Jaksa Lee bisa mengaplikasikan gincu dengan rapi tanpa melihat kaca hahahaha.

Hal menarik lainnya yang perlu dibahas mengenai drama ini adalah sisi fantasinya. Fantasi yang diceritakan adalah mimpi. Semua keajaiban yang dialami Jaechan, Wootak, dan juga penyidik Choi  berawal dari Hongjoo. Kemampuan yang merupakan sebuah gifted sebenarnya, tapibisa jadi siksaan kalau tidak dimanfaatkan. Selama ini Hongjoo selalu membiarkan mimpinya tanpa mencegahnya. Sebelum bertemu Jaechan dan Wootak, Hongjoo walau ingin merubahnya, tapi dia biarkan karena dia bingung, dan pasti orang-orang menganggapnya gila. Hanya Ibunya yang mempercayai kemampuan Hongjoo. Hongjoo lebih ke pasrah dengan takdir yang akan terjadi di depan. Namun, Jaechan dan Wootak tidak begitu. Mereka tidak ingin kejadian buruk dalam mimpi mereka terjadi. Sebisa mungkin mereka merubahnya walau dengan hal kecil. Disitulah Hongjoo memilki keberanian untuk merubah takdir tersebut.

Kemampuan ini seperti kata Wootak,macam penyakit menular. Ketika satu orang bisa, eh orang yang berkaitan dengan dia ikut bisa juga. Apa penyebab penularan tersebut sih? Wootak mencoba menganalisisnya dan disebut juga dalam drama tersebut sebagai teori yang memungkinkan. Mereka memiliki banyak perbedaan, tanggal lahir beda, golongan darah beda, asal sekolah beda, profesi beda, kecuali shio yang sama yaitu naga dan juga cara mereka memakan yogurt wkwkwk. Namun bukan faktor itulah yang menyebabkan mereka bisa bermimpi masa depan. Berdasarkan teori yang dibuat Wootak, mereka mengalami hal tersebut karena rasa terima kasih mereka kepada penyelamat hidup mereka. Kalau enggak ada, mereka bisa saja nyaris mati. Seperti Jaechan yang berterima kasih pada Hongjoo pada saat remaja, lalu Wootak berterima kasih pada Jaechan. Kalau Jaechan enggak menabrakkan mobilnya pada Yoobum, seperti yang dimimpi Hongjoo, Wootak akan meninggal. Jadi mereka akan bermimpi mengenai penyelamat mereka masing-masing, terutama saat dalam bahaya. Sayangnya nih rules mimpinya enggak begitu jelas. Mereka hanya tiba-tiba bermimpi saja. Enggak ada faktor lain kah, seperti saat sedang berbahaya? Mereka bisa saja bermimpi mengenai keseharian orang tersebut, terutama Hongjoo. Dia bisa melihat Jaechan lagi di rumah ngapain, atau ada orang lain lagi ngapain. Benar-benar random. Terutama bagi Hongjoo. Kenapa Hongjoo bisa tiba-tiba mendapat mimpi masa depan saat ayahnya mau meninggal. Lalu kenapa dia bisa bermimpi mengenai orang yang sama sekali tidak Dia kenal, bahkan bertemu pun tidak pernah? Kenapa cuman Hongjoo yang mengalami hal seperti itu? Sedangkan Jaechan dan Wootak hanya bermimpi mengenai penyelamat mereka. Bermula dari apa Hongjoo bisa kayak gitu? Apa hanya karena ayahnya akan dalam bahaya sehingga Dia menjadi memiliki kemampuan tersebut? Atau Hongjoo abis bertapa terus dapat wangsit? Kan enggak mungkin. Makanya kemampuan Hongjoo ini masih misteri, tapi ya sudahlah karena genrenya juga fantasi, jadi memang terkadang suka tiba-tiba bisa saja. Hanya saja kurang pas karena untuk Jaechan dan Wootak, kita mengetahui alasannya, sedangkan pada Hongjoo tidak.

Dari kemampuan mimpi mereka ini, mereka belajar mengenai pilihan dalam hidup. Mengetahui masa depan, pasti membuat mereka harus memilih. Memilih untuk merubahnya atau membiarkan takdir tersebut terjadi. Setiap pilihan pasti ada konsekuensinya. Perubahan dalam mimpi mereka tersebut dapat mengubah banyak hal. Seperti efek domino kalau di drama-drama time travel –walau enggak begitu berasa efek dominonya-. Seperti Wootak yang mencoba berjalan bersama Jaechan dibandingkan dengan Kyunghan sehingga kejadian Park Soyoon melukai tangannya tidak terjadi. Lalu menarik laginya, ternyata walau mereka memimpikan hal yang sama tapi ternyata isinya bisa beda. Seperti Hongjoo yang memimpikan Jaechan menginterogasi ayah Soyoon malah gagal, sedangkan Wootak memimpikan penyidik Choi yang menginterogasi sehingga mereka berhasil menangkap ayah Soyoon. Disitu Jaechan dihadapkan dua pilihan, mau memilih gengsinya sebagai jaksa atau memilih untuk sedikit merendahkan hatinya agar bisa menang dalam kasus ini. Pada akhirnya semua adalah tentang pilihan, seperti penyidik Choi yang tahu akhir hidupnya, padahal dia bisa menghindar, namun dia memilih untuk berjalan sesuai takdir. Semua ada konsekuensinya.

Drama legal seperti ini tentunya akan melibatkan seorang antagonis yang menyebalkan. Walau drama ini terdiri dari berbagai kasus, tapi ada satu antagonis tetap, yaitu pengacara Lee Yoobum. Jaechan sudah mengenal Yoobum dari lama karena Yoobum merupakan guru lesnya. Dari dulu sifat manipulatifnya juga sudah terlihat. Karakter dia cukup menarik. Dia ini memilih kasus yang tingkat kemenangan dia tinggi. Saat menjadi jaksa pun seperti itu, yang Dia pedulikan hanyalah menang. Enggak peduli kalau itu salah atau benar. Dia mengejar penghargaan dan kemenangan. Bukan uang. Kalau dia mengejar uang, saat menjadi pengacara untuk kasus atlit, dia tidak meminta bayaran. Namun saat dia membela pembunuh yang membunuh adiknya, setelah berjabat tangan dia mencuci tangannya dengan keras karena merasa jijik. Aneh enggak sih? Menarik bukan? Kok bisa kayak gitu ya? Apa itu menunjukkan sisi nurani dia? Cuman dia juga bisa tega membunuh demi kebersihan nama dia saat menjadi jaksa. Dia juga memanipulasi bukti demi menang. Makanya aku penasaran dengan masa lalu Yoobum. Kenapa dia bisa menjadi seperti itu? Masa sih karena wataknya? Pasti ada kejadian yang melatar belakangi karakternya tersebut. Sayangnya nih karakter Yoobum enggak di eksplorasi. Padahal aku penasaran dengan latar belakangnya Yoobum. Lalu kebiasaan dia saat mendengar kasus menarik yaitu merobek-robek kertas kecil-kecil dan membuka jam tangan. Kebiasaan itu muncul saat setiap merencakan kemenangan, tapi saat kasus atlit, Yoobum sama sekali tidak melakukan hal itu. Aku kurang mengerti juga dengan kebiasaan Yoobum ini. Apakah setiap rencana manipulatifnya hadir dia akan menggunakan kebiasaan tersebut? Ada yang tahu kah? Aku enggak sempat main-main ke forum soalnya pas drama ini ongoing jadi enggak sempat menggali pemikiran penonton lain.

Selain kurangnya eksplorasi terhadap karakter Yoobum, aku merasa drama ini tuh kurang kilmaks. Biasanya dari dua drama Park SW sebelumnya, selalu ada kasus utama yang menjadi inti ceritanya. Selaluada benang merah akan kasus-kasus yang mereka hadapi terhadap kasus besar mereka. Seperti di I Can Hear Your Voice kasus utamanya adalah menangkap Min Joonguk dan Pinocchio untuk mengungkap manipulasi berita yang dialami ayah Ki Hamyung. Kalau di drama ini tuh enggak ada, paling untuk mengungkap masalah “kematian” Hongjoo. Cuman aku rasa itu bukan kasus utama dan kurang kuat. Kasus itu hanyalah sebuah kasus pemungkas dan menambah daftar kejahatan Yoobum. Kasus-kasus yang ada didrama ini  tuh berdiri sendiri. Satu kasus selesai ya sudah. Enggak ada hubungannya dengan kasus selanjutnya. Paling orang yang muncul sekilas di kasus sebelumnya, ternyata terlibat di kasus selanjutnya. Jadi aku merasa kurang klimaks dan agak flat jatuhnya. Walau begitu enggak mengurangi rasa sukaku pada drama ini.

Setelah berbicara panjang lebar mengenai ceritanya, mari kita beralih ke teknis. Aku suka sinematografinya, walau enggak sebagus TvN sih wkwkwk. Pencahayaannya bagus banget. Lalu mereka kan syuting lagi musim semi, jadi bagus banget sakuranya, dan sutradaranya memanfaatkan dengan baik. Lalu masalah acting, mereka semua bagus kok, bahkan Suzy juga. Saat drama ini muncul,Knetz banyak yang mengkritiknya, dan kata temanku yang menonton Uncontrobally Fond acting Suzy disitu memang enggak bagus. Aku terakhir nonton Suzy di Gu Family Book dan menurutku memang biasa saja sih. Setelah aku menonton sendiri, ah ternyata dia tidak seburuk seperti kata Knetz. Park SW tuh tahu karakter yang pas untuk pemerannya. Setiap dia bikin karakter, biasanya dia sudah membayangkan pemainnya. Suzy watchable kok. Walau memang masih kurang di penyaluran emosi, tapi dia enggak buruk kok. Dia butuh penulis dan sutradara yang pas sih. Lalu kalau Lee Jongsuk tuh kayaknya memang favoritnya Park SW nih… male lead-nya dia terus. Jadi karakternya selalu menonjolkan pesonanya Lee Jongsuk, dan buatku Jongsuk masih selalu bermain baik. Nah Jung Haein my new actor crush! Aku enggak sadar kalau dia ternyata baseball oppa di Goblin. Wah pesona dia mengalahkan pesona Jongsuk hahaha. Akting dia bagus dan dia adalah contoh aktor yang meniti perlahan-lahan. Lee Sangyeob juga bagus banget. Sebelumnya aku lihat dia di My Wife Is Having An Affair This Week, dia begitu kocak dan seseorang yang mengagumkan, begitu disini jadi antagonis, beuh hilang semua kesan itu pada dia. Emosi, penyampaian karakternya benar-benar baik.

Chemistry pasangan utama juga sangat bagus. Mereka tampak sangat lovely, lalu kalau melihat interaksi offscreen-nya Jongsuk kelihatan banget genit sama Suzy. Jung Haein juga hahahaha. Ya gimana enggak terpesona, Suzy cantik banget huhuhu. Mereka bagus dalam membangun suasana, dan matanya mesra banget, bikin iri. Jongsuk termasuk yang jago bangun chemistry menurutku. Ditambah visual mereka yang menarik, jadi terlihat cocok. Lalu masalah second lead syndrome, aku cukup SLS. Gimana enggak, Wootak itu karakter yang mengagumkan. Dia baik banget, kerja keras, dan keadilan yang tinggi. Lalu dia juga merupakan sosok yang lovely. Saat teman Wootak bilang akan membocorkan rahasia Wootak sehingga Wootak harus mengundurkan diri dari kepolisian, aku sudah takut dia akan menjadi orang jahat, karena rasanya enggak mungkin dengan sifat heroiknya dia. Ternyata rahasianya itu adalah buta warna. Untunglah… walau sedih juga. Benar kagum banget sama dia yang akhirnya membuka rahasia demi menangkap Yoobum. Dia sosok yang hebat sehingga pesona Jaechan enggak mempan ke aku hahaha. Makanya aku agak pro Wootak. Cuman Wootak itu sadar diri kalau dia enggak bisa bersama dengan Hongjoo, sehingga dia enggak terlalu menunjukkannya walau terkadang kirim kode, sayangnya Hongjoo enggak sadar hahaha.  Sedih banget pas Wootak cuman bisa foto sama bayangannya Hongjoo doing huhuhu. One side love level Han Wootak. Patut ditiru hahahaha.

Akhir dari drama ini welldone sih menurutku. Enggak ada yang nanggung rasanya. Yoobum tertangkap. Hongjoo dan Jaechan menikah, Wootak memulai sekolah hukum. Pasti enggak terlalu sulit bagi dia karena Wootak pintar dan memiliki dasar mengenai hukum pidana. Semoga saja dia menjadi jaksa ya biar bisa kerja bareng Jaechan hahahaha. Jadi jaksa bolehkan buta warna? Akhir ceritanya enggak ada yang perlu dibahas sih. Walau persidangan kasus Yoobum terasa cepat, tapi memang penanganan kasus di drama ini memang cepat. Paling pas pernikahan Jaksa Son dan Jaksa Lee kenapa adik Jaechan, si Seungwon datang, ai Wootak enggak =( aku tuh sad hahaha. Seungwon datang cuman buat menunjukkan Soyoon pacarnya kah? Hahahaha. Btw, aku senang OTP ku di Page Turner, Yoon Yooseul dan Seo Jinmok akhirnya bersatu juga melalui drama ini. Terima kasih Park Sw nim…. Hihihihi.

Walau tidak sempurna, tapi drama ini tetap merupakan drama yang menarik. Aku tetap menyukai dan menikmati drama ini, dan akan ku rekomendasikan untuk ditonton. Drama yang terdiri dari berbagai kisah menarik baik dari tokoh utama, pemain pendukung, dan juga cameo-cameo yang hadir dalam setiap kasus yang dibedah. Aku beri poin 3,75 dari 5 poin untuk drama ini.

Setiap pilihan memiliki perjalanan tersendiri. Enjoy this journey!

One Side Love Level Han Wootak :”)

 

p.s : aku enggak akan mereview Live Up To Your Name karena sudah lama aku tonton, jadi aku agak lupa lagi, dan aku enggak punya waktu untuk re-run.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s