[REVIEW] I’M NOT A ROBOT

I’M NOT A ROBOT

Genre :

Romance, comedy, science fiction *sedikit banget tapi*

Episode :

32 epiosde (format 30 menit) / 16 episode (format 60 menit)

Sinopsis :

Kim Minkyu seorang pria muda konglomerat selama 15 tahun hidup sendiri setelah ditinggal pergi orangtuanya. Dia benar-benar hidup tanpa interaksi dengan manusia, karena dia memiliki alergi manusia. Setiap Minkyu bersentuhan fisik dengan manusia, dia  akan mengalami reaksi alergi berupa kulit yang memerah dan juga kehilangan nafas. Alerginya ini disebabkan oleh psikologisnya terhadap trauma 15 tahun yang lalu.

Minkyu mewarisi perusahaan ayahnya, yaitu sebuah perusahaan investasi. Salah satu perusahaan yang dia beri investasi, memiliki penelitian mengenai robot android bernama Aji 3. Aji 3 ini berbentuk menyerupai manusia yang dapat memahami emosi manusia. Penelitian tersebut dipegang oleh tim santa maria yang dikepalai oleh Profesor Hong Baekgyun. Sayangnya perusahaan tersebut akan dijual, dan Tim Santa Maria akan kehilangan robot penelitian mereka. Profesor Hong meminta bantuan kepada Minkyu. Minkyu yang alergi terhadap sentuhan manusia, tertarik dengan robot Aji 3 karena bentuknya seperti manusia. Minkyu memutuskan untuk menguji terlebih dahulu Aji 3. Sayangnya, akibat “kecelakaan kerja”,Aji 3 mengalami kerusakan. Tim Santa Maria tidak memiliki waktu untuk memperbaiki. Bentuk manusia Aji 3 menggunakan model manusia asli,yaitu Jo Jia yang merupakan mantan pacar professor Hong. Tim Santa Maria memutuskan untuk menggunakan Jia sebagai “robot” untuk pengujian, selama Aji 3 diperbaiki. Minkyu dan Jia pun perlahan jadi memahami satu sama lain.

Why I Watched :

Demi Yoo Seungho! Apalagi setelah berkali-kali dia main melo, aku ingin lihat bermain romcom. Ditambah Uhm Kijoon bukan jadi antagonis! Aku penasaran sama akting mereka, tapi sejujurnya plot awalnya tidak menarik perhatianku, karena rasanya terlalu konyol. Akhirnya ku mengalami konflik batin, harus nonton apa enggak. Setelah baca komentar dari dramabeans, dan banyak yang positif, aku makin memantapkan hati untuk nonton drama ini.

Kesan :

Manis tapi disaat yang sama konyol. Ya lumayan lah menghibur dan penyelang dari drama-drama berat. Ada sedikit kehangatan yang timbul saat menonton pertengahan episode dari drama ini.

The interest thing :

Mari kita beri pujian untuk OTP drama ini yang bikin aku sanggup untuk bertahan untuk menonton drama ini. Minkyu dan Jia itu sangatlah cute dan juga manis. Cerita hubungan mereka benar-benar terbangun dengan baik. Dimulai dari kesan pertama yang tidak mengenakkan ala-ala drama korea. Lalu ketika mereka saling mengenal, mereka menjadi memahami satu sama lain. Jia jadi tahu dibalik sikap kasarnya Minkyu, hal itu disebabkan rasa kesepiannya. Jia jadi sadar ternyata Minkyu tidak seburuk itu. Minkyu hanyalah seseorang yang terluka. Jia tidak ingin meninggalkan Minkyu dalam kesendirian. Begitu juga Minkyu, dengan kehadiran Jia, dia jadi lebih percaya terhadap manusia. Tidak semua memiliki pemikiran buruk mengenai dia. Sikap mereka saat jatuh cinta itu sangat menggemaskan, macam Minkyu curhat mengenai kecupannya ke presdir Jo wkwkwkwk. OTPnya sendiri sudah menjadi kekuataan untuk drama ini.

Selain itu humornya juga lucu, cukup bikin tertawa, walau ada yang enggak masuk logika sih. Selain itu aku menyukai persahabatan yang terjalin antara tim santa maria dan Minkyu. Minkyu sadar bahwa masih ada yang peduli dengan dia. Saat Minkyu merasa tertipu, mereka merasa amat bersalah, dan mereka rela melakukan apapun untuk menebus hal itu, sehingga Minkyu sadar kalau mereka memang tulus. Satu hal lagi, aku merasa bersyukur bahwa teman-teman masa kecil Minkyu, Hwang Yoocheol dan Ye Riel bukanlah orang jahat. Aku pikir awalnya, sikap menyebalkan Yoocheol karena pengaruh ayahnya dan telah mendarah daging, ternyata tidak. Yoocheol bersikap seperti itu karena sikap Minkyu yang menjauh. Dia pikir Minkyu khawatir akan perusahaan yang akan direbut oleh keluarga Yoocheol. Setelah mengetahui alergi yang dimiliki Minkyu, Yoocheol pun melunak dan merasa bersalah. Begitu juga dengan Riel yang aku pikir akan materialistis saat akan dijodohkan oleh Minkyu, ternyata tidak. Mereka lebih manusiawi dibanding orang tua mereka yang terfokus pada harta.

The Bad Thing :

Aku greget banget sama humornya dan jalan cerita di awal yang agak maksa. Serius aku kesal banget pas lihat adegan Aji 3 rusak cuman gara-gara Hoktal dan Ssanip melempar gelas kertas berisi air di laboratorium. Karena salah arah lemparan, air tersebut mengenai Aji 3, dan rusak. Sumpah aku kesal banget, maksa banget soalnya. Ya ampun mereka sebagai peneliti, lagi di laboratorium kok bisa sebodoh dan seceroboh itu??? Bukannya dasar penelitian itu adalah kehati-hatian?!!! Kalau dosen aku tahu, dijamin mereka diamuk. Aku jaman mengerjakan penelitian untuk skripsi saja, hati-hatinya luar biasa takut mecahin alat lab lah, takut ikannya keburu mabok lah, takut kelebihan konsentrasi, apalagi karena menggunakan bahan kimia. Apalagi ini penelitian robotika yang bernilai jutaan dolar, mereka bertindak semaunya. Masya Allah, aku emosi banget lihatnya, sumpah. Lucu sih adegan itu, tapi disaat yang sama enggak make sense, kesal sendiri. Bikin alasan yang lebih logis kek untuk membuat kerusakan pada Aji 3.

Karakter Hoktal dan Ssanip merupakan karakter yang bikin lucu, badutnya drama ini. Kehadiran karakter mereka memang jadi penyegar tersendiri, tapi kadang juga menimbulkan rasa frustasi karena kebodohannya. Macam mereka harus menjaga komputer lab agar data Aji 3 tidak di-hack. Saat Sunhye tiba, buyar sudah konsentrasi mereka. Datanya jadi kebobolan. Mereka sebagai peneliti benar-benar ceroboh, beda banget sama profesor Hong dan Pi. Untungnya mereka lucu dan ini hanyalah drama jadi masih termaafkan.

Cerita penelitian Aji 3 dan perusahaannya juga enggak begitu menarik. Mungkin karena hanya diceritakan seklias dan memang lebih fokus ke romancenya. Drama ini berasal dari penulis baru, jadi dia masih memiliki beberapa kekurangan untuk mengembangkan cerita. Hal itu aku maklum sih. Walau begitu, aku mungkin akan mengecek proyek dia selanjutnya. Lalu kenapa sampai akhir tidak diungkap siapa madam X yang telah membantu Minkyu selama ini. Aku sudah mengantisipasi kalau madam X merupakan orang yang tidak disangka-sangka, eh sampai akhir tidak diungkap juga.

Chemistry & Akting :

Sangat menyegarkan sekali melihat Yoo Seungho bermain romcom. Selama ini dia terus-terusan bermain Melo, apalagi setelah keluar wajib militer, dia main melo terus. Walau sebenarnya dia enggak banyak mengeluarkan akting komedinya, karena karakternya yang menyedihkan, namun benar-benar segar melihat dia beradegan bodoh. Aku ingin melihat dia di drama-drama romcom lagi. Chae Soobin ya ampun, dia bagus banget. Aku benar-benar berharap dia akan menjadi bintang besar di masa depan. Saat dia berakting sebagai Aji 3 dan juga Jia yang berpura-pura menjadi Aji 3, aku bisa melihat perbedaannya dengan baik. Emosi yang mereka tampilkan juga tersalurkan dengan baik. Lalu fresh juga nih lihat Uhm Kijoon enggak sebagai antagonis, setelah sebelumnya jadi chaebol sadis di Defendant. Dia lucu juga hahahaha, tapi sayang aku merasa akting dia agak tersia-siakan di drama ini. Karakter profesor Hong enggak terlalu banyak andil di drama ini. Drama ini tidak memiliki kekurangan di departemen akting, kurasa.

Bicara masalah chemistry juga, Yoo Seungho dan Chae Soobin bagus banget. Mereka offscreennya juga memang dekat kan, jadi terasa di onscreennya. Awalnya chemistry mereka diawal-awal episode belum terasa. Saat hubungan Minkyu dan Jia berkembang, chemistry mereka juga ikut berkembang dan menjadi sangat terasa. Manis rasanya kalau melihat mereka berdua.

Second lead syndrome :

Enggak sih,karena professor Hong tidak semengagumkan itu, dan Minkyu walau menyebalkan dan sombong, dia dapat memperlakukan Jia lebih baik daripada profesor Hong.

Ending :

Happily ever after. Santa maria dapat mengembangkan penelitian robot mereka. Minkyu sembuh dari alerginya bahkan dia bisa mengikuti wajib militer. Jia sukses menjadi wirausaha melalui lampu hatinya. Ayah Yoocheol dan Ayah Riel ditangkap. Yoocheol bersama Riel, dan jelas hubungan mereka dengan Minkyu juga membaik. Akhir yang indah dan juga manis. Cuman kurangnya pas adegan terakhir kenapa enggak diperlihatkan kalau tim santa maria, Sunhye, dr. Oh, Yoocheol, Riel menyambut kepulangan Minkyu dari wajib militer. Padahal adegan sebelumnya, sudah ada tanda kalau mereka akan berkumpul bersama. Kalau akhirnya ada adegan tersebut, mereka semua berkumpul di meja makan rumah Minkyu. Hal ini akan menjadi lengkap sih.

Rate :

3,5 poin dari 5 poin

Verdict :

Robot pun bisa menjadi teman setia, masa manusia enggak bisa?

Iklan

4 comments

  1. Permisi mas/mbak, soal siapa Madam X coba tonton lagi episode 21, ada adegan Prof Hong Baek Gyoon melihat pria tua berjalan dgn seorang wanita yg merupakan utusan Madam X, jadi kemungkinan pria tua itulah Madam X, siapa pria tua itu? silakan ditonton lagi episode 21, pasti tahu siapa dia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s