[REVIEW] Memories of Alhambra

Dan terjadi lagi….. Kisah lama yang terulang kembali….

Sepenggal lirik Noah – separuh aku ini tampaknya tepat untuk menggambarkan hal yang kurasakan saat menonton drama ini. It has same vibe with W cos it comes from the same writer, dan apa yang terjadi dalam drama W, terjadi kembali di drama Memories of Alhambra. Sedikit peringatan, reviewan kali ini akan sangat penuh dengan spoiler.

Memories of Alhambra sebuah drama mengusung genre fantasy, science-fiction, romance yang ide awalnya cukup segar, karena masih jarang drama korea mengangkat cerita seperti ini. Drama ini menceritakan Yoo Jinwoo seorang CEO perusahaan investasi. Saat dia sedang berada di Barcelona, Spanyol, Jinwoo mendapat telepon dari seseorang yang menawarkan sebuah produk untuk dijual ke perusahaan Jinwoo. Awalnya, Jinwoo tidak tertarik, tapi begitu tahu saingannya yang juga mantan temannya, Cha Hyungsuk mengincar produk tersebut, Jinwoo pun tertarik. Sang penelepon menyuruhnya untuk datang ke Granada ke sebuah hotel tua, karena dia tinggal disitu. Jinwoo pun berangkat ke Granada dan menginap di hotel tua tersebut. Hotel tua tersebut ternyata adalah milik seorang gadis Korea Jung Heejoo. Heeju inilah kakak dari sang penelepon, Jang Seju. Saat tiba di hotel, Seju tidak ada disana. Jinwoo pun memutuskan untuk mencoba produk yang ditawarkan Seju. Produk tersebut adalah sebuah AR Game menggunakan lensa kontak. Jika selama ini game hanya dapat dimainkan paling mentok 4D dan VR game. Game yang dikembangkan oleh Seju ini benar-benar menggunakan dunia nyata. Setelah mencobanya, Jinwoo tertarik ingin membeli game ini. Untuk mendapatkan produk ini dia bersaing dengan Hyungsuk agar bisa mendapat kontrak dengan Seju. Namun, ternyata Seju menghilang tanpa kabar. Jinwoo yang panik dan merasa game ini akan sukses besar, berupaya untuk mendapatkan kontrak tersebut dari kakaknya Seju, karena Seju masih dibawah umur. Akhirnya Jinwoo membeli hotel tua dari Heeju seharga 10 miliar won sebagai harga kontrak game tersebut. Sayangnya, setelah dia menandatangani kontrak tersebut, ternyata ada cacat dalam game tersebut yang cukup fatal. Dunia game dan dunia realita mulai kabur batas jelasnya. Jinwoo pun berusaha mencari tahu cacat tersebut dan berusaha menemukan Seju yang menghilang.

It looks similar right? Mengenai bersatunya dunia lain dengan dunia nyata bukan hal baru karena drama W pernah membahasnya. Wajar kalau sama karena ini datang dari penulis yang sama. Kali ini penulisnya membawa dunia game untuk menjadi sebuah cerita. Sama seperti W, drama ini terasa segar idenya. Wah cerita tentang dunia game dan dunia nyata yang bersatu. Buat yang suka fantasi dan main game macam PUBG,dkk pasti akan merasa excited dengan drama ini. Seperti biasa, di paruh pertama drama ini sangat  menarik. Kita dibuat bertanya-tanya, lah kok bisa Hyungsuk mati beneran? Kok bisa dia kehabisan darah tapi enggak ada luka? Terus gimana nasib Jinwoo? Setiap abis satu episode rasanya enggak sabar untuk melanjutkan ke episode selanjutnya. Misteri keanehan pada gamenya, terutama kemunculan KNP Cha Hyungsuk padahal sudah mati kenapa dia terus muncul? Wah penasaran abis.

Cuman nih saat memasuki episode 5-7, aku merasa tidak terlalu ada perkembangan. Selama 3 episode it uterus saja berkutat dengan Hyungsuk yang terus muncul sebagai KNP, dan Jinwoo yang terus dikejar-kejar oleh Hyungsuk, sampai Jinwoo terlihat seperti orang gila. Cuman hal tersebut agak termaafkan karena kita bisa melihat perkembangan Jinwoo yang awalnya frustasi menjadi lebih kuat dan mencoba untuk melawan semua ketakutan dia. Cuman aku rasa terlalu ngayayay/draggy kalau sampai 3 episode terus saja berkutat disitu. Dikit-dikit muncul KNP Hyungsuk. Istirahat bentar dengan beberapa adegan, eh muncul lagi saja terus. Kan agak membosankan dan melelahkan ya menontonnya.

Mulai menarik lagi adalah ketika pegawai-pegawai perusahaan Jinwoo mencoba bermain game ini, termasuk sekretarisnya, Seo Junghoon ikut bermain. Mereka berdua berusaha untuk mencari Seju, karena mereka meyakini Seju adalah kunci dari anomali yang terjadi pada game ini. Sampai akhirnya mereka menemukan petunjuk dimana Seju berada. Mereka pun pergi ke Granada. Eh tiba-tiba di Granada mereka diserang dong, dan Sekretaris Seo yang levelnya belum setinggi Jinwoo, tidak bisa menghadapi serangan musuh KNP yang banyak. Pada akhirnya dia mati beneran seperti Hyungsuk. dong. What??? Kok?? Lah bukannya katanya KNP enggak bisa membunuh pemain beneran, kenapa sekarang malah Sekretaris Seo mati? Lagi dan lagi rulesnya agak membingungkan dan ya konsistensinya.

Paruh kedua drama ini mulailah kacau, seperti sekretaris Seo yang mati. Terus konflik enggak penting antara Jinwoo dan mantan istri keduanya, Go Yura. Kemudian banyak banget adegan yang diulang, terutama 4 episode terakhir. Sumpah banyak banget adegan yang diulang dan banyak banget PPL nya T__T. mbok ya, kalau memang ceritanya enggak cukup untuk 16 episode, enggak usah maksa lah. Bikin saja jadi 12 episode juga enggak apa-apa. Lalu fokusnya agak terbagi-bagi antara perkembangan romansa Heeju dan Jinwoo, serta masalah game ini. Di paruh kedua, adegan romansa antara Heeju dan Jinwoo agak menghabiskan waktu tayang, terutama di episode 10-12.

Di drama ini terbagi dua tim, tim mendukung romance dan tim yang kurang sreg dengan romance drama ini. Aku termasuk yang kurang sreg dengan romance di drama ini. Aku merasa drama ini enggak begitu perlu romance. Kalau memang ingin menggambarkan adanya yang mendukung dan mempercayai Jinwoo no matter what happen, aku rasa tanpa Heeju in love with Jinwoo juga bisa. Harusnya buat Heeju terjun ke dalam dunia game dari awal, dan mereka bekerja sama sebagai tim, aku rasa bisa. Atau setidaknya ya ada lah interest mah, tapi yang enggak jadi fokus gitu. Aku merasa enggak sreg dengan romansa drama ini tuh karena rasanya maksa gitu. Terlalu ujug-ujug jatuh cintanya mereka tuh. Tidak ada prosesnya gitu. Out of nowhere gitu. Tiba-tiba saja Heeju jatuh cinta dengan Jinwoo, dan tiba-tiba saja Jinwoo menerima perasaan Heeju. Apa sih yang bikin mereka saling jatuh cinta? Kurang kuat gitu landasannya. Untungnya chemistry mereka lumayan oke, jadi enggak terlalu janggal lihat adegan romancenya. Tapi tetap saja momennya tuh enggak tepat, kayak pas kissing scene mereka. Jujur itu maksa banget. Tiba-tiba, momennya enggak pas. Sebel aku lihatnya. Untungnya lagi nih, romance drama ini tuh enggak sebanyak di drama W, jadi ya baiklah…. Ku maafkan.

Aku pikir drama ketika menemukan Seju yang hilang akan mendapatkan jawaban atas keanehan pada game ini, ternyata tidak dong saudara-saudara. Seju tidak tahu apa-apa….. Peran Chanyeol sebagi Seju benar-benar kecil….. Dia benar-benar cuman muncul sedikit. Jadi kalian yang ingin menonton drama ini karena Chanyeol, I told you, Enggak usah! Dia cuman muncul di episode 1, sekilas di episode 2,14 dan juga sedikit penampilan darinya di episode 15,16. Dia juga tidak memegang peran kunci yang seperti kuharapkan. Peran dia hanyalah sebagai pembuat dan pengembang game ini. Peran kunci yang awalnya ku kira ada pada Chanyeol, ternyata ada pada Emma. Game character yang menggunakan visualisasi dari Heeju. Emma lah yang menyebabkan dan membereskan semua kekacauan yang ada pada game ini. Aku sih jujur enggak nyangka dia tokoh kunci, karena aku pikir awalnya adalah Seju. Sayangnya nih karakter Emma enggak terlalu banyak di eksplorasi. Ya setidaknya harusnya Jinwoo banyak bertanya pada Emma mengenai game ini.  Untung Jinwoo pinter, bisa menyimpulkan cara menyelesaikan dan menemukan Seju yang hilang.

Menjelang akhir cerita menurutku makin menyebalkan karena tiba-tiba muncul masalah bug. Jadi selama ini keanehan yang terjadi pada game ini tuh karena bug. Semua pemain yang sudah mati dan menjadi KNP itu ternyata merupakan sebuah bug, dan ternyata Jinwoo juga merupakan seorang bug,. HAH??? KENAPA JINWOO JADI SEBUAH BUG??? LAH…. LAH……. Apa karena Jinwoo “membunuh” Hyungsuk? Atau karena selama ini dia selalu diganggu oleh KNP? Tapi rasanya kok agak aneh ya….. aku tidak pintar untuk menyimpulkannya, apalagi kalau sudah urusan game karena aku enggak suka main game. Lalu karena semua bug teratasi termasuk dia, kenapa dia harus menghilang coba? Kan bug nya sudah enggak ada, dan dia pun enggak mati dalam dunia nyata. KNP nya sudah menghilang harusnya dia kan enggak dikejar-kejar lagi. Jadi enggak perlu membentuk instant dungeon untuk menghindar seperi Seju. Tujuan dia bikin instant dungeon apa coba? Nah kecuali itu terbentuk sendirinya karena dia sudah “dibunuh” oleh Emma karena dianggap bug. Sementara dia dalam dunia nyata masih hidup, tapi dalam dunia game dia sudah melebur. Tentunya dia tidak bisa menghilang begitu saja, Jadi apakah karena itu dia membentuk atau terbentuk instant dungeon. Lalu bagaiamana cara mereka bertahan hidup selama di ID? Kenapa Seju juga selama di ID tidak bertambah tua? Apakah waktu terhenti disana? Apakah mereka disana dalam keadaan dorman? Serius aku enggak paham disini. Bagi yang paham, ayo mari kita slaing berbagi pikiran.

Hal lain yang menyebalkan dari drama ini adalah kehadiran 2 tokoh yang menurutku sangat enggak penting, enggak ngaruh sama cerita, tapi kehadirannya menyebalkan. Mereka adalah Go Yura, mantan isri Jinwoo yang kedua, dan Oppa yang sudah seperti keluarga sendiri. Kehadiran mereka tuh enggak penting, tapi merecoki setiap keputusan Jinwoo dan Heeju. Mereka bikin segalanya kacau, apalagi Yura. Setiap melihat dia reaksi ku selalu “rek naon sih si eta!?”. Apalagi yang pas dia bikin pernyataan palsu ke polisi dalam keadaan mabuk, dan aneh nya polisi percaya dong sama pernyataan orang mabuk. WHAT THE HELL!!!?? ARE YOU KIDDING ME, SW NIM? Gara-gara Yura semuanya jadi kacau, dan karakter dia tuh enggak ngaruh juga ke perkembangan karakter Jinwoo. Aku heran kenapa Jinwoo bisa menikahi Yura. Lalu oppa yang sudah seperti keluarga sendiri, kerjaannya marah-marah mulu karena cemburu Heeju menyukai orang yang baru dia kenal, dibandingkan dirinya. Dia membuat keputusan tanpa menghormati Heeju, seperti memberi tahu nenek tentang hilangnya Seju, lalu nge-judge Jinwoo seenak jidat. Sumpah aku bener-bener sebel sama mereka berdua. Heol….

Lalu yang agak aneh buatku adalah saat Seju hilang, dan keluarganya sudah terbiasa jika dia tidak pulang berhari-hari. Cuman mbok ya ketika dia seminggu enggak ada, di cari laaah. Aku juga punya kakak cowok yang jarang pulang ke rumah, tapi ketika dia enggak ada kabar 3-4 hari, pasti orang tuaku langsung menghubungi kakakku, padahal dia sudah berusia hamper 30 tahun. Ini Seju yang baru akan mencapai usia legal, 20 tahun, enggak ada kabar berhari-hari enggak dicari karena mEmAnG sUdAh BiAsA…… Lalu Jinwoo yang menyamar jadi Seju mengirim email ke Heeju agar tidak khawatir. Oke disitu aku masih terima, mereka enggak cari. Cuman begitu mereka akan pindah ke Korea, kalau emakku, pasti akan nelepon, menteror Seju untuk pulang karena akan pindah ke Korea. Sedangkan mereka hanya pindah begitu saja dan memberitahu Seju melalui email, kita pindah ke Korea ya ini alamatnya, kamu pulang kesini ya… heol…. MANA ADA KELUARGA MACAM ITU?!!!!

Lalu masalah ending haaah…… aku enggak bisa berkata-kata lagi. Salah satu ending drama yang menyebalkan sejajar dengan hwayugi. Jinwoo di episode 20 sedikit sekali. Antara scene Jinwoo dan scene PPL Subway, air mineral kayaknya lebih banyak muncul PPL disbanding Jinwoo. Adegan terakhirnya memang sih ngehe banget. Cuman diperlihatkan bayangan saja. Heol…. Cuman mengingat ini dramanya enggak terlalu fokus ke romance aku merasa adegan terakhirnya itu setengah oke setengah tidak. Setengah oke, karena enggak fokus ke romance jadi enggak ketemu Heeju, aku fine karena takutnya malah jadi mellow, tapi setengah tidak okenya karena jir wtf kenapa cuman diperlihatkan bayangannya saja? Berasa bukan ending melihat akhir dari drama ini. Kayak berasa, hah udah? Gitu aja? Eiih??? Ah pusing aku….. Kalau memang mau dibuat Jinwoo menghilang/mati ya mending dibuat gitu sekalian daripada hilang tiba-tiba, terus munculnya cuman bayangannya. WTF.

Untuk masalah akting Hyunbin sangat bekerja keras untuk drama ini. Tim produksi drama harus berterima kasih sekali pada Hyunbin karena dia menyelamatkan drama ini. Akting dia totalitas banget di drama ini. Dia benar-benar membuat Yoo Jinwoo menjadi karakter yang mengagumkan. Untuk Park Shinhye, aku lebih ingin menyalahkan karakternya sih daripada akting dia, Park Shinhye tuh bisa lebih baik dibandingkan akting dia disini. Karakter Jung Heeju tuh lemah sih untuk ukuran female lead dan tidak ada perkembangan, Mungkin dia tertarik main di drama ini selain karena plot, dia mungkin ditawari akan memerankan dual character yaitu Heeju dan Emma. Sayangnya peran Emma sedikit sekali. Intinya karakter Park Shinhye disini kurang membuat dia untuk bereksplorasi. Untuk Chanyeol “ah masih gitu-gitu saja sih”, tapi karena dia cuman muncul sedikit, aku merasa fine sih. Cukup baik sih memproyeksikan seorang anak yang introvert dan memiliki trauma. Akting Park Hoon sih sebagai KNP oke, mantap. Termasuk om Kim Euisung yang jadi villain lagi, aktingnya tetep ngeselin, keren. Pemain-pemain drama ini tuh sudah bagus-bagus, sayang saja developmentnya enggak begitu bagus.

Overall, kalau aku diminta untuk menyarankan atau tidak nya drama ini, aku akan menjawab fifty-fifty. Kalau kamu memang penggemarnya Park Shinhye, Hyunbin, ya mangga sih dicoba, kalau punya waktu, dan suka game boleh lah dicoba. Aku ingin tahu pendapat yang suka main game sejenis PUBG terhadap drama ini seperti apa. Tapi kalau kamu niat nontonnya karena ingin melihat Chanyeol, atau iseng-iseng karena banyak yang ngehype, terus kamu enggak punya banyak waktu, tidak aku sarankan sih. Apalagi niat nontonnya murni karena ingin melihat Chanyeol doang, wah…. Enggak usah. Dia cuman muncul dikit.

Pada akhirnya aku hanya bisa memberi 3,7 poin dari 5 poin. Loh kok ternyata enggak seburuk itu penilaianku? Ya karena aku masih merasa enjoy sih sama drama ini, enggak kayak W yang benar-benar ruwet. Aku pribadi prefer drama ini sih daripada W. Aku pun menyesal telah memberi rate agak tinggi drama W hahaha. Kalau berdasarkan standarku sekarang sih, aku akan memberi poin 3,6 bukan 3,875 wkwkwkwk.

Enjoy the game like it’s the real reality!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s