[REVIEW] My Strange Hero

Kalau mengikuti per-Korea-an, pasti tahu atau setidaknya pernah dengar-dengar mengenai sistem pendidikan disana yang ketat dan kompetitif. Sudah banyak sebenarnya drama yang membahas ini, salah satunya yang baru selesai dan meledak beberapa minggu lalu, yaitu Sky Castle yang sudah kubuat juga reviewnya. Selain Sky Castle, ada juga nih drama yang menceritakan tentang dunia pendidikan namun dari sudut pandang yang berbeda, dan waktu tayangnya satu periode dengan Sky Castle, yaitu My Strange Hero.

Seperti biasa aku akan memberitahukan info mendasar mengenai drama ini. Pertama drama ini memiliki 32 episode dengan format 30 menit per episodenya, alias kalau diterjemahkan ke waktu tayang normal, drama ini berjumlah 16 episode dengan total tayang selama 8 minggu. Drama ini bergenre sekolah, romansa, drama, dan ada sedikit komedi. Untuk sinopsisnya sendiri menceritakan seorang pria berusia 27 tahun, Kang Boksu yang saat SMA putus sekolah akibat dikeluarkan dari sekolah karena dia dituduh telah melakukan kekerasan. Tuduhan tersebut tentu saja tidak benar. Munculnya tuduhan tersebut akibat rasa iri anak lelaki yang juara 2 di sekolah, Oh Seho, dan juga kesalahpahaman gadis si juara 1 di sekolah, Son Soojung. Hal ini menyebabkan Boksu mendendam pada mereka berdua. Padahal Boksu dan Soojung memiliki kedekatan yang romantis. Di usia 27 tahunnya ini, dia bekerja bersama 2 sahabat SMA nya membuka usaha dibidang jasa. Suatu hari saat dia sedang menjalankan jasanya dipinggir sungai Han, ada orang yang bunuh diri ke sungai Han, dia diminta kliennya untuk menolong orang tersebut dan kliennya menjanjikan untuk membayarnya. Maka Boksu pun menyelamatkan orang tersebut. Ternyata orang yang Ia selamatkan adalah Son Soojung. Soojung kini menjadi guru di almamater SMA nya, Seolsong. Hanya saja dia seorang guru honorer. Dia menginginkan posisi sebagai guru tetap, sehingga dia tertipu oleh kepala Administrasi. Hal ini yang mendorongnya untuk melakukan bunuh diri. Selain menyelamatkan Soojung, Boksu juga telah menyelamatkan seorang siswa Seolsong yang juga akan bunuh diri bersama Soojung. Hal ini membuatnya menjadi sorotan media. SMA Seolsong yang sedang menjadi sorotan karena kasus diskriminasi, berusaha memperbaiki citranya dengan cara mengajak Boksu untuk kembali bersekolah agar Boksu memiliki ijasah SMA. Awalnya Boksu menolak karena masih sakit hati dengan mantan sekolahnya tersebut, namun saat Dia bertemu kembali dengan Oh Seho yang kini menjadi ketua dewan SMA Seolsong, dan mengetahui Soojung menjadi guru disana, Boksu pun memutuskan untuk kembali ke sekolah dengan tujuan balas dendam kepada kedua orang yang sudah menghancurkan hidupnya.

Aku ingin nonton ini karena pemainnya, Yoo Seungho. Ya kalian kalau mengikuti blogku, kalian pasti tahu kalau salah satu bias aktorku adalah Yoo Seungho. Aku sudah menjadi fansnya dia semenjak God Of Study. Aku selalu berusaha untuk menonton setiap drama yang dia bintangi, apalagi pasca dia keluar wamil. Sayangnya, dia itu kurang memiliki “mata” atau insting untuk memilih proyek. Proyek dia pasca wamil enggak begitu menarik, bahkan ada yang menurutku jelek. Drama-drama dia sebagian besar B saja. Drama pasca wamil dia yang aku cukup suka itu paling Remember : Son’s War dan Imaginary Cat. Sisanya mayan lah…. Makanya saat tahu main drama ini dan membaca plot awalnya, aku ragu, soalnya plotnya tidak begitu menarik. Ditambah memang jujur aku meragukan insting Dia dalam memilih drama. Cuman Yoo Seungho yang main maaan, dan lawan mainnya Jo Boah dan Kwak Dongyeon. Aku suka mereka juga. Berhubung akunya lagi luang so I give a try to this drama.

Episode awal nih 1-2, aku belum tertarik sama drama ini. Agak males lanjut rasanya. Dari episode 1-2 ini mau lanjut ke 3-4 butuh waktu beberapa hari. Lalu setelah menonton episode 3-4, aku mulai merasa ketertarikan. Hm… nampaknya lumayan. Pada akhirnya aku menyelesaikan drama ini dalam 4 hari. Kesanku ya drama ini enggak buruk, tapi ya yang enggak bagus banget wajib tonton. Aku menikmati akting dan chemistry antara Boksu dan Soojung. Aku juga menikmati komedi yang ada di drama ini. Ada beberapa adegan ang lucu banget bagiku, sampai aku terngakak-ngakak. Porsi komedi di drama ini pas sih, tidak berlebih. Ya walaupun sperti kdrama umumnya, diawal lucu banget, makin kesini makin drama dan melo. Cuman kalau drama ini, cukup konsisten sih masalah komedi. Ada aja di setiap episode komedi yang bikin kita tertawa, walau ya tidak sengakak di episode awal-awal.

Lalu karena ini drama sekolah jadi pasti menceritakan persahabatan antara siswa-siswanya. Aku pun menyukai interaksi para anak-anak di kelas Wildflower. Kelas untuk para anak-anak yang sudah menyerah dengan belajar. Sekolah ini mendiskriminasi berdasarkan nilai kan, termasuk secara kelas dan fasilitas. Anak-anak Wildflower menjadi anak buangan di sekolahnya. Mereka menjadi bersatu, apalagi dengan kehadirannya Boksu. Boksu yang melihat kekacauan di sekolahnya itu, merasa tidak adil dan membangkitkan semangat para anak-anak wildflower. Aku menyukai bagaimana anak-anak wildflower menyambut dan mendukung Boksu, bahkan mempercayai Boksu ketika masa lalu dia terungkap. Anak-anak wildflower ini lah yang membantu Boksu untuk melalui SMA dan membantu balas dendamnya, walau enggak banyak sih kontribusinya. Cuman manis aja gitu meliha anak-anak wildflower saling mendukung, dan mereka mendukung apa yang dilakukan Boksu dan Soojung. Walau malas belajar, tapi mereka sekumpulan anak-anak baik.

Drama ini kan menceritakan balas dendam Boksu, tapi sayangnya cerita balas dendamnya kurang fokus. Diawal-awal, lebih ke penyelesaian kesalahpahaman yang terjadi antara Boksu dan Soojung. Soojung selama 9 tahun salah paham dengan Boksu karena hal yang sepele sih menurutku. Dia salah paham mengira semua perlakuan baik Boksu adalah karena kasihan, dan Soojung tidak mau dikasihani, sehingga dia memberikan kesaksian yang blunder. Cuman wajar sih, saat itu mereka masih muda. Mudah sakit hati. Cuman sayangnya nih kok semudah itu gitu Boksu memaafkan Soojung. Padahal Soojung sudah mengacaukan hidupnya. Apa karena dia masih meiliki rasa sayang pada Soojung. Padahal Soojung sudah menghancurkan hidupnya, dan bisa-bisanya selama 9 tahun masih menyimpan rasa pada Soojung. Ya memang sih di dunia nyata ada orang yang masih menyimpan rasa walau bertepuk sebelah tangan bertahun-tahun bahkan sampai 10 tahun ada, karena aku kenal dengan orang tersebut. Namun biasanya, tidak ada tragedi diantara mereka. Apa karena Boksu masih penasaran akibat mengapa Soojung melakukan itu? Sehingga rasa itu tetap ada. Aku akui rasa penasaran merupakan salah satu hal yang bikin perasaan itu ada dalam jangka waktu yang lama. Cuman rasanya, tetap saja semudah itu Boksu memaafkan Soojung. Aku merasa harusnya Soojung melakukan perjuangan dulu agar dimaafkan Boksu, karena Boksu sendiri sudah berkorban banyak untuk Soojung. Aku merasa perjuangan Soojung untuk memaafkan Boksu masih kurang jika dibandingkan dengan apa yang telah Ia lakukan.

Berbicara villainnya aku cukup menyukainya atau lebih tepatnya aku bisa bersimpati dengan villainnya, Oh Seho. Dia menjadi sosok yang jahat karena kurang kasih sayang. Ibunya hanya melihat dia dari prestasinya. Ibunya benar-benar sampah sih. Dia memperlakukan anaknya tidak seperti anaknya. Dia melihat anaknya sebagai produk dan ketika dia sudah dewasa dianggap sebagai pesaing bisnisnya. Setidaknya yang aku suka dari Oh Seho adalah dia tidak sepenuhnya jahat, dan ya karena aku berhati lemah, jadi aku kasihan sama dia. Dia bisa jadi anak yang baik jika Ibunya tidak diperlakukan seperti itu. Seho ingin disayangi dan dicintai. Cuman karena Ibunya sampah, jadi dia berusaha menjadi yang terbaik agar diakui ibunya. Walaupun dia sudah mendapat nilai bagus, tapi jika tidak menjadi nomor 1 dia akan dihina habis-habisan. Hm mengingatkanku pada Youngjae di Sky Castle. Saat berteman dengan Boksu yang dikelilingi oleh keluarga yang menyayanginya, lalu wanita yang disukainya menyukai Boksu. Timbulah rasa iri dan rasa tidak berguna. Dia ini sebenarnya butuh bantuan, tapi enggak ada yang sadar. Makanya dia tumbuh menjadi sosok yang tidak baik.

Perkembangan karakter Seho menurutku agak drastis. Kayak prosesnya enggak berasa gitu. Dia berusaha menjatuhkan ibunya juga, lalu ketika dia berada dalam bahaya, dan berinteraksi dengan Boksu serta melihat bagaimana Boksu balas dendam, Seho tiba-tiba tersadar bahwa apa yang Dia lakukan salah. Ya enggak tiba-tiba banget sih, ada sedikit “wejangan” dari Boksu. Dia berpikir sebentar, lalu berubah weh. Hm… lagi-lagi kurang proses. Setidaknya harusnya diperlihatkan pergejolakan batinnya atas apa yang telah dia lakukan selama ini. Ya tapi setidaknya ada konflik yang dia suguhkan dengan Ibunya cukup membuat dia ada development yang berarti. I really pitied him, hidupnya memang benar-benar kekurangan kasih sayang. Padahal dia menemukan kasih sayang dari Boksu dan Soojung, cuman rasa irinya benar-benar mengalahkan segalanya.

Drama ini seperti kataku diawal, fokus nya agak kemana-mana. Ceritanya kan mau balas dendam, tapi lebih banyak porsi romance. Sampai episode 15-16, aliah paruh pertama lebih banyak porsi romansanya. Seperti lebih fokus bagaimana agar Boksu dan Soojung bersatu. Aku senang sih mereka bersatu lagi, tapi aku merasa Boksu seperti melupakan balas dendamnya, seperti kata kedua sahabatnya. Baru memasuki episode 21-20 Boksu mulau fokus menyusun rencana balas dendamnya. Makanya ceritanya agak kemana-mana. Enggak fokus mau dibawa kemana pas nonton awal-awal itu. Cuman interaksi antara Boksu dan Soojung yang gemesin bikin aku bisa lanjut drama ini sampai beres.

Saat proses balas dendamnya menarik sih, bagaimana cara Boksu menemukan buktinya. Mengingat Boksu usaha dibidang jasa, pencarian bukti untuk balas dendamnya tidaklah sulit. Disini komedinya ada lagi karena cara mereka yang aneh-aneh. Sayangnya, proses balas dendam mereka terlalu terburu-buru, karena sudah mau mendekati akhir, jadi berasa mudah sekali mengeksposnya. Ada sih tantantangannya. Ibunya Seho ini memiliki banyak koneksi, jadi sulit untuk membuktikan keterlibatannya, cuman dengan pengakuan Seho, Ibunya ini bisa ditangkap. Aku rasa kurang nendang disini. Bukti ucapan Seho kurang kuat sih. Ya tapi mengingat ini bukan drama legal. Ya sudah lah…

Akting para pemainnya bagus-bagus sih, terutama pemain utamanya. Yoo Seungho tidak pernah mengecewakan. Jo Boah juga bermain bagus. Aku pribadi terpukau sama aktingnya Kwak Dongyeon. Baru kali ini aku lihat dia sebagai villain dan wow sih…. Dia ternyata bagus juga bermain sebagai antagonis. Selama ini aku lihat dia sebagai orang baik mulu, apalagi terakhir liat dia di My ID Is Gangnam Beauty sebagai senior yang punya side crush sama Mirae yang bikin aku kesengsem sama dia. Makanya pas lihat dia jadi antagonis, aku kaget. Bagus juga dia. Dia bisa bikin sebel sekaligus kasihan. Untuk anak-anaknya sih oke-oke, ya ada sih yang sangat rookie dan terlihat awkward tapi, enggak masalah karena cuman sedikit, dan benar-benar pemain pendukung sekali. Paling aku agak enggak sreg dengan akting yang jadi Ibunya Seho. Padahal dia aktris senior, tapi enggak tahu kenapa asa kurang pas. Dia marah-marah ke anaknya berasa kurang puas aku melihatnya. Ada yang aneh dengan ekspresinya, tapi aku enggak tau apa. Pokoknya aku enggak nyaman melihat dia akting. Well, ya enggak ada yang buruk-buruk banget aktingnya.

Akhir dramanya, ya happily ever after sih. Penjahat mendapatkan hukumannya, para hero mendapatkan apa yang sudah mereka perjuangkan. Aku senang sih Guru Park tetap bisa kembali ke sekolah, dan sistem diskriminasi di sekolah dihapuskan. Aku agak kaget dengan Boksu yang menjadi guru. Like what? Sejak kapan dia memiliki impian menjadi guru? Dan guru seni pula. Untuk seni sih memang ditampilkan kalau Boksu dapat menggambar, tapi Ya Allah cuman seuprit banget. Cuman diperlihatkan dia bisa menggambar Soojung. Enggak ditampilkan kalau dia menikmati menggambar. Makanya aku agak aneh, kenapa dia menjadi guru seni. Cuman ya sudahlah, setidaknya Boksu mempunyai jalan hidup yang lebih baik. Dengan menjadi guru, kan setidaknya hidupnya lebih terjamin kan cita-cita mau menikahi Soojung wkwkwkwk. Soojung juga setelah berkali-kali mencoba kembali ujian guru, akhirnya dia lulus. Seho pergi keluar negeri untuk belajar dan mulai bisa menerima keadaannya dan tentu menjadi seseorang yang lebih baik. Anak-anak wildflower dapat mencapai cita-cita mereka. Pokoknya semuanya bahagia.

Aku enggak punya banyak hal yang harus dibahas dalam review an ini. Ya karena sudah gitu drama itu, ya gini loh. Ini mungkin jadi salah satu review tersingkatku. Intinya drama ini bukanlah sebuah drama yang jelek bagiku. Aku masih menikmatinya, cuman ya memang bukan sebuah drama yang wajib tonton banget. Ya kalian kalau punya waktu silahkan nonton, kalau enggak ya sudah enggak usah. Aku kasih 3,6 poin untuk drama ini.

Everyone can be a hero

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s